MALIKI ISLAMIC UNIVERSITY - Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang gelar Temu Alumni Mahasiswa PAI untuk lulusan angkatan 2020-2025. Kegiatan ini berlangsung di salah satu ruang pertemuan Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) pada Kamis, 13 November 2025 di gedung Megawati Lantai 2. Acara ini diinisiasi program studi sebagai wadah strategis untuk mempererat silaturahmi, menjalin komunikasi konstruktif, dan menyusun progres ke depan bagi mahasiswa aktif.
Acara ini dihadiri langsung oleh jajaran pimpinan prodi, termasuk Kepala Program Studi (Kaprodi) PAI, Dr. Hj. Laily Nur Arifa, M.Pd., dan Sekretaris Prodi, Shidqi Ahyani, M.Ag. Turut hadir pula Ketua Alumni PAI, Akhmad Khusyairi, S.Pd., bersama perwakilan beberapa teman alumni dari angkatan 2017 hingga 2021. Kehadiran pimpinan prodi dan ketua alumni menunjukkan komitmen bersama untuk membangun jejaring yang kuat antara almamater dengan para lulusan.
Temu Alumni ini dikemas dalam format diskusi yang interaktif dan penuh keakraban. Para peserta dan pimpinan prodi duduk dalam tatanan melingkar, bukan seminar satu arah, yang mengindikasikan sesi berbagi dan dialog yang mendalam. Agenda "Temu Alumni" ini menjadi platform penting bagi program studi untuk menjaring umpan balik (feedback) dari para lulusan. Masukan dari alumni yang telah berkiprah di dunia kerja sangat berharga untuk evaluasi dan pengembangan kurikulum prodi agar tetap relevan dengan tuntutan zaman.
Dalam kesempatan tersebut, Ketua Alumni PAI, Akhmad Khusyairi, S.Pd., secara khusus mengutarakan beberapa masukkan ke depan bagi mahasiswa yang masih aktif. Beliau menekankan pentingnya sinergi antara alumni dan prodi untuk membekali mahasiswa aktif agar menjadi lulusan yang terbaik dan perlunya lulusan PAI yang terintegrasi dengan kebutuhan dunia industri, terutama di sektor pendidikan. Forum ini, menurutnya, menjadi langkah awal untuk memetakan kompetensi apa saja yang paling dibutuhkan di lapangan saat ini.
Acara diakhiri dengan sesi foto bersama di depan word wall "Tarbiyah" yang ikonik di lobi fakultas. Seluruh peserta, baik alumni maupun pimpinan prodi, berfoto bersama dengan menunjukkan gestur "salam", mencerminkan eratnya ikatan emosional mereka dengan almamater, Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan. (af)
MALIKI ISLAMIC UNIVERSITY - Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang sukses menggelar "Gebyar FITK 2025" di Gedung Sport Center kampus pada Kamis, 13 November 2025. Acara yang berlangsung meriah dari pagi hingga sore hari ini menyatukan ribuan mahasiswa, dosen, dan alumni dalam empat rangkaian kegiatan utama: Expo Prestasi Mahasiswa, Temu Alumni, Cross Culture, dan FITK Festival (FIFA).
Kegiatan ini dirancang sebagai etalase untuk menampilkan pencapaian fakultas sekaligus mempererat silaturahmi antar civitas academica. Rangkaian acara pagi dimulai pukul 09.00 WIB dengan Talk Show bertajuk "Different Paths One Purpose: Melangkah Bersama, Tumbuh, dan Memberi Inspirasi". Sesi ini menghadirkan alumni sukses, Arbain dan Ida Fitri, serta mahasiswa asing, Ozobed dan perwakilan Kamboja, untuk berbagi pengalaman dan inspirasi , yang dilanjutkan dengan agenda Temu Alumni bersama program studi (prodi) masing-masing.
Sesi formal pada siang hari dibuka dengan "Parade Budaya" yang spektakuler. Rektor UIN Malang, Prof. Dr. Hj. Ilfi Nur Diana, M.Si., beserta jajaran Dekanat FITK memasuki ruangan dengan diiringi Tim Cucuk Lampah dan alunan musik dari Sanggar Seni Bina Madrasah (SSBM). Parade ini menampilkan perwakilan mahasiswa dari seluruh program studi yang mengenakan pakaian adat dari berbagai daerah di Indonesia, mulai dari Aceh (Duta FITK), Jawa (PPG), Bali (DEMA), Lampung (MPI), Minang (PIAUD), Papua (P.IPS), Dayak (PGMI), Bugis (PBA), Riau (TBI), Maluku (Lab KWU), Betawi (TM), hingga Nusa Tenggara Timur (PAI).
Daya tarik utama dari "Gebyar FITK 2025" adalah Expo Prestasi Mahasiswa, di mana seluruh program studi berkompetisi menampilkan karya dan keunggulannya. Puluhan stan pameran memadati Gedung Sport Center, menampilkan berbagai media pembelajaran, piala dan piagam prestasi, serta merchandise khas prodi.
Salah satu stan yang menarik adalah milik Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI). Sesuai dengan tema yang ditetapkan panitia, stan PAI mengusung budaya Nusa Tenggara Timur (NTT). Dekorasi stan dihiasi dengan ornamen khas NTT, termasuk pakaian khas, serta berbagai kain tenun tradisional yang indah.
Ketua Himpunan Mahasiswa Prodi PAI, Sheva Aqilla Putra, mengungkapkan bahwa kesuksesan stan PAI tidak lepas dari kolaborasi erat dengan mahasiswa daerah. "Kegiatan ini sangat berkesan bagi banyak mahasiswa FITK karena diikuti oleh seluruh prodi, dengan banyak rangkaian seperti lomba, parade budaya, dan ekspo," ujar Sheva.
Sheva menjelaskan, untuk memaksimalkan tema NTT, pihaknya secara khusus menggandeng Organisasi Mahasiswa Daerah (Orda) NTT yang ada di Malang. "Kami rasa, sebagai salah satu program studi di FITK, kami senang bisa membersamai kegiatan fakultas. Dengan stan kami yang bertemakan budaya NTT, kami berkolaborasi dengan Orda NTT," jelasnya.
Selain stan PAI, stan lain seperti International Office dan PPG juga ramai dikunjungi. Stan International Office secara khusus merepresentasikan tema "Cross Culture" dengan menampilkan berbagai bendera negara, piala penghargaan internasional, dan pakaian adat dari mahasiswa asing.
Acara ditutup dengan meriah melalui pembagian hadiah untuk berbagai kategori, termasuk "The Best Colaboration Performance" antar prodi dan para pemenang lomba FITK Festival (FIFA) yang mencakup Futsal, Voli, dan PS. Gebyar FITK 2025 tidak hanya menjadi ajang pameran prestasi, tetapi juga bukti nyata keberhasilan kolaborasi antar prodi dan antar organisasi mahasiswa di UIN Malang. (af)
MALIKI ISLAMIC UNIVERSITY— Dalam upaya memperkuat ekosistem produk halal di Indonesia, Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Republik Indonesia bekerja sama dengan Halal Center Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim (UIN) Malang menggelar kegiatan verifikasi on the spot sekaligus sosialisasi produk halal kepada para pelaku Usaha Mikro, Kecil di sekitar kampus, Kamis, 13 November 2025.
Kegiatan ini menjadi bagian dari layanan sertifikasi halal gratis yang ditujukan untuk membantu UMKM memastikan produknya sesuai dengan standar kehalalan yang diatur pemerintah.
Direktur Sertifikasi Halal RI, Wahyu Arif, menegaskan pentingnya kegiatan ini bagi para pendamping halal di lapangan.
“Kegiatan verifikasi langsung ini sangat penting untuk memberikan motivasi dan semangat kepada para pendamping agar tetap konsisten dalam mendampingi pelaku usaha menuju sertifikasi halal,” ujarnya.
Para pendamping halal yang hadir berasal dari berbagai daerah di Jawa Timur, seperti Malang Raya, Pasuruan, Probolinggo, dan Kediri. Mereka merupakan garda terdepan dalam memastikan produk masyarakat terjamin kehalalannya.
Hal senada juga disampaikan devisi pendamping produk halal Halal Center UIN Maliki Malang Nurun Nayyiroh bahwa kegiatan penguatan pendamping sertifikasi produk halal ini selain untuk memberikan sertifikat secara gratis kepada pelaku usaha juga untuk meningkatkan kualitas SDM para pendamping produk halal yang berada di bawah naungan BPJPH Halal Center UIN Maliki Malang.
Sementara itu, Kepala Pusat BPH Halal Center UIN Malang, Eny Yulianti, mengungkapkan apresiasi dan rasa bangganya kepada seluruh pendamping yang telah bekerja keras mendampingi UMKM di wilayah masing-masing.
“Semoga semua jerih payah bapak dan ibu menjadi amal jariyah yang pahalanya terus mengalir hingga yaumil qiyamah,” ucapnya penuh haru, disambut doa bersama seluruh peserta.
Dukungan juga datang dari Sekretaris LP2M UIN Malang, Prof. Dr. Lutfi Mustofa, M.Ag., yang menilai program ini memiliki nilai strategis bagi masyarakat.
“Jaminan sertifikasi produk halal ini sangat penting, terutama untuk produk makanan dan kosmetik. Dengan adanya pendamping yang kompeten, maka kepercayaan masyarakat terhadap label halal akan semakin kuat,” tegasnya.
Menurutnya, kegiatan ini juga menjadi langkah nyata dalam memperkuat eksistensi BPJPH Halal Center UIN Malang sebagai pusat pengembangan dan pendampingan halal berbasis akademik.
“Kualitas para pendamping ini bisa diukur dari intensitas pelatihan yang mereka jalani. Halal Center UIN Malang kini telah menjadi bagian dari keunggulan akademik yang diminati mahasiswa. Ke depan, sinergi ini diharapkan mampu menciptakan hubungan yang saling menguntungkan antara dunia kampus dan masyarakat,” imbuhnya.
Melalui kegiatan ini, UIN Malang kembali menegaskan komitmennya untuk menjadi pelopor kampus pelayan umat, yang tidak hanya unggul dalam keilmuan, tetapi juga hadir langsung mendampingi masyarakat dalam membangun industri halal yang berdaya saing global.
MALIKI ISLAMIC UNIVERSITY– Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang kembali memperluas jejaring kemitraannya. Siang ini. Kamis, 13 November 2025, UIN Maliki Malang resmi menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan Pengadilan Tinggi Agama (PTA) di ruang Rektor lantai 1. Penandatanganan ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat kolaborasi dalam bidang pengembangan sumber daya manusia, riset hukum Islam, serta praktik keilmuan mahasiswa. Acara yang berlangsung penuh khidmat itu diawali dengan menyanyikan Indonesia Raya, Hymne Pengadilan Tinggi Agama, dan Hymne UIN Maliki Malang. Turut hadir dalam kesempatan tersebut Rektor UIN Maliki Malang Prof. Dr. Hj. Ilfi Nur Diana, M.Si, didampingi Wakil Rektor Bidang Akademik Drs. A. Basri, MA., Ph.D, serta Wakil Rektor Bidang Kerja Sama dan Pengembangan Lembaga Prof. Dr. Abdul Hamid, M.A. Dari pihak pengadilan hadir sejumlah pimpinan penting, di antaranya Ketua Pengadilan Tinggi Agama Surabaya Dr. H. Zulkarnaen, S.H., M.H, Ketua Pengadilan Agama Kota Malang Dr. Hj. Nurul Maulidiah, S.Ag., M.H, Ketua Pengadilan Agama Kabupaten Malang Drs. H. Misbah, M.HI, dan Ketua Pengadilan Agama Pasuruan H.A. Zahri, S.H., M.HI.
Dalam sambutannya, Prof. Ilfi Nur Diana menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih atas kehadiran seluruh pimpinan Pengadilan Tinggi Agama. Ia menegaskan bahwa kerja sama ini menjadi bagian dari komitmen kampus untuk menghadirkan lulusan yang unggul, profesional, dan siap bersinergi dengan lembaga peradilan agama.
“Kami bercita-cita menyiapkan kader terbaik bagi bangsa ini. InsyaAllah UIN Malang siap bersinergi dengan berbagai pihak, khususnya Pengadilan Tinggi Agama. Kami juga membuka ruang riset bagi dosen dan mahasiswa agar bisa berkontribusi langsung dalam pengembangan hukum Islam,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Pengadilan Tinggi Agama Surabaya Dr. Zulkarnaen menyambut baik kerja sama tersebut. Ia menilai, hubungan antara lembaga peradilan agama dan UIN sudah terjalin secara historis, mengingat banyak alumni UIN yang kini menjadi hakim di berbagai daerah.
“Bagi kami, UIN Malang sudah seperti keluarga. Namun, saat ini formasi SDM di Pengadilan Agama mulai diisi oleh lulusan non-UIN. Ini menarik untuk dikaji lebih dalam—mengapa tren ini berubah. Karena itu, kami berharap kerja sama ini juga membuka ruang riset bagi mahasiswa UIN untuk meneliti fenomena tersebut,” ungkapnya.
Zulkarnaen juga menambahkan bahwa MoU ini diharapkan dapat mempermudah akses bagi para aparatur peradilan agama yang ingin melanjutkan studi di UIN Maliki Malang, khususnya di program Pascasarjana. Selain itu, UIN Malang diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata dalam bentuk tenaga mediator, konselor, dan mahasiswa magang di lingkungan Pengadilan Agama Jawa Timur.
Menanggapi hal tersebut, Prof. Ilfi menyampaikan bahwa UIN Malang telah menyiapkan program pengembangan SDM yang sejalan dengan kebutuhan lembaga peradilan agama. “Program Pascasarjana kami siap menjadi mitra dalam peningkatan kompetensi aparatur peradilan agama. Kami ingin MoU ini benar-benar membawa manfaat nyata bagi dunia akademik dan praktik hukum Islam di Indonesia,” tutur Rektor menutup sambutannya.
Dengan terjalinnya kerja sama ini, diharapkan sinergi antara dunia akademik dan lembaga peradilan agama dapat semakin kuat, melahirkan riset-riset hukum yang aplikatif, serta memperluas kesempatan mahasiswa UIN Malang untuk belajar langsung dari dunia praktik peradilan.
MALIKI ISLAMIC UNIVERSITY - Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar resmi melantik 21 pejabat baru di lingkungan Kementerian Agama (Kemenag). Pelantikan berlangsung di Kantor Kemenag, Jalan Lapangan Banteng Barat, Jakarta, pada Rabu, 12 November 2025. Para pejabat yang dilantik terdiri atas Rektor Universitas Islam Negeri (UIN), Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Kemenag Provinsi, serta Kepala Biro Perguruan Tinggi Keagamaan Negeri (PTKN).
Dalam sambutannya, Menag menegaskan bahwa pelantikan ini merupakan bagian dari regenerasi kepemimpinan sekaligus upaya memperkuat tata kelola kelembagaan. Ia menekankan bahwa jabatan bukan sekadar prestise, melainkan amanah yang harus dijalankan dengan integritas dan dedikasi. Menurutnya, Kemenag harus menjadi rumah yang sejuk bagi semua serta motor penggerak kemajuan umat dan bangsa.
Salah satu pejabat yang dilantik adalah Ita Hidayatus Sholihah, S.Ag., M.M., yang kini menjabat sebagai Kepala Biro Administrasi Akademik, Kemahasiswaan, dan Kerjasama UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Penunjukan ini diharapkan mampu memperkuat peran universitas dalam meningkatkan mutu akademik, pembinaan kemahasiswaan, serta memperluas jejaring kerja sama nasional maupun internasional.
Pelantikan turut dihadiri pejabat eselon I dan II, staf ahli, staf khusus, serta tenaga ahli Menag. Kehadiran jajaran pimpinan menegaskan dukungan penuh terhadap agenda reformasi birokrasi yang terus digelorakan Kemenag. Menag meminta seluruh pejabat yang dilantik bekerja profesional, transparan, dan berorientasi pada pelayanan publik.
Menurut Nasaruddin Umar, reformasi birokrasi harus menjadi gerakan berkelanjutan agar lembaga keagamaan semakin dipercaya masyarakat. Ia menekankan pentingnya profesionalisme dalam menjalankan tugas, terutama di era modern yang menuntut pelayanan cepat, tepat, dan akuntabel. Dengan demikian, Kemenag diharapkan mampu menjawab tantangan zaman sekaligus menjaga kepercayaan publik.
Dengan pelantikan ini, Kemenag menegaskan komitmennya untuk terus melakukan pembaruan. Reformasi birokrasi, peningkatan mutu pendidikan, serta penguatan jejaring kerja sama menjadi agenda utama yang harus dijalankan. Menag berharap seluruh pejabat yang dilantik dapat bekerja dengan penuh dedikasi dan tanggung jawab. (af)
MALIKI ISLAMIC UNIVERSITY - Sembilan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) eks IAIN Sunan Ampel Surabaya menyatukan visi dalam Focus Group Discussion (FGD) bertema “Menuju Era Unggul, Inklusif, dan Berdaya Saing Global” yang digelar di Hotel Puri Senyiur, Samarinda, Jumat (7/11/2025). Kegiatan ini menjadi momentum strategis untuk memperkuat sinergi dan kolaborasi antar-PTKIN di tengah dinamika global yang terus berubah.
FGD ini dipandu oleh Prof. Dr. H. Mukhamad Ilyasin, M.Pd., Direktur Pascasarjana UIN Sultan Aji Muhammad Idris (UINSI) Samarinda. Dalam sambutannya, Prof. Ilyasin menegaskan bahwa forum ini bukan sekadar pertemuan rutin, melainkan ruang strategis untuk merumuskan arah pengembangan PTKIN ke depan. Ia menekankan pentingnya adaptasi terhadap perubahan zaman agar PTKIN tetap relevan dan unggul.
Kegiatan ini dihadiri oleh para rektor dan wakil rektor dari PTKIN yang tersebar di Jawa Timur, Kalimantan Timur, dan Lombok. Hadir pula Prof. H. Sahiron Syamsuddin, M.A., Ph.D., Direktur Pendidikan Tinggi Islam (Diktis) Kementerian Agama RI, yang secara resmi membuka acara dan memberikan arahan strategis. Ia menekankan pentingnya sinergi antara kebijakan nasional Kementerian Agama dan strategi lokal masing-masing PTKIN.
“PTKIN harus menjadi pusat keilmuan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga melahirkan lulusan yang berintegritas dan berdaya saing global,” tegas Prof. Sahiron. Ia juga menyampaikan komitmen Kementerian Agama dalam mendukung penguatan tata kelola, inovasi kurikulum, dan kolaborasi riset di lingkungan PTKIN.
Sejumlah narasumber terkemuka turut hadir dalam FGD ini. Prof. Dr. H. Nur Syam, M.Si., Guru Besar UIN Sunan Ampel Surabaya, menyoroti pentingnya akreditasi dan penerapan pembelajaran berbasis Work Based Learning serta Outcome Based Education (OBE). Menurutnya, PTKIN harus mampu menjawab kebutuhan nyata masyarakat dan dunia kerja.
Sementara itu, Prof. Dr. H. Moh. Mukri, M.Ag., menekankan keseimbangan antara penguasaan hard skills dan soft skills dalam pendidikan Islam. Ia menyatakan bahwa generasi masa depan harus cerdas secara intelektual, matang secara emosional, dan kuat secara spiritual. Hal ini menjadi fondasi penting dalam membangun peradaban Islam yang moderat dan berdaya saing.
Dalam sesi inspiratif, Prof. Dr. H. M. Zainuddin, M.A., Rektor UIN Maulana Malik Ibrahim Malang periode 2021–2025, mengangkat konsep pendidikan berbasis cinta. Ia menjelaskan bahwa cinta kepada Tuhan, Rasul, sesama manusia, alam, dan tanah air harus menjadi dasar dalam proses pendidikan. “Jika pendidikan didasari cinta, maka karakter dan peradaban yang lahir akan penuh kasih dan manfaat,” ujarnya. (af)
MALIKI ISLAMIC UNIVERSITY - Rektor UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Prof. Dr. H. Ilfi Nur Diana, M.Si, menekankan pentingnya kolaborasi dan kemandirian finansial sebagai fondasi utama transformasi Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN). Hal ini disampaikannya saat menjadi narasumber dalam Focus Group Discussion (FGD) PTKIN Persemakmuran Eks IAIN Sunan Ampel Surabaya.
Kegiatan yang berfokus pada "Pengembangan Kelembagaan" ini diselenggarakan di Universitas Islam Negeri Sultan Aji Muhammad Idris (UINSI) Samarinda, dan berlangsung pada 07-09 November 2025. Forum ini bertujuan merumuskan strategi penguatan kelembagaan PTKIN untuk mempercepat transisi menuju status Badan Layanan Umum (BLU) dan Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum (PTNBH).
FGD yang digelar di Hotel Bumi Senyiur, Samarinda, Kalimantan Timur, ini menghadirkan sejumlah rektor PTKIN sebagai narasumber utama. Forum strategis ini menjadi wadah bagi para pemimpin perguruan tinggi Islam untuk bertukar gagasan dan memperkuat sinergi di bawah naungan persemakmuran eks IAIN Sunan Ampel.
Dalam paparannya yang bertajuk "Transformasi PTKIN Unggul Bereputasi Internasional", Prof. Ilfi Nur Diana menegaskan bahwa upaya transformasi kelembagaan tidak dapat dilakukan secara individual oleh masing-masing kampus. Menurutnya, dibutuhkan kerja sama yang erat untuk menghadapi tantangan bersama. “Transformasi tidak dapat berjalan sendiri-sendiri. Dibutuhkan kolaborasi yang erat antar-PTKIN untuk memperkuat kapasitas kelembagaan,” tegasnya.
Pandangan yang disampaikan Rektor UIN Malang tersebut mendapat sambutan positif dari para pimpinan PTKIN dan peserta FGD yang hadir. Para peserta sepakat bahwa langkah sinergis antar-PTKIN di persemakmuran ini sangat penting untuk memperkuat posisi lembaga pendidikan Islam di tengah dinamika perubahan global. FGD ini diharapkan dapat melahirkan rumusan strategis yang mampu mendorong transformasi kelembagaan seluruh anggota persemakmuran eks IAIN Sunan Ampel ke arah yang lebih mandiri, adaptif, dan kompetitif. (af)
Bangun Generasi Literat yang Kritis dan Berkarakter Lewat Kolaborasi Global
MALIKI ISLAMIC UNIVERSITY-Tidak sekadar menggelar perkuliahan formal di ruang kelas, Pascasarjana Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang kembali menegaskan komitmennya dalam membangun atmosfer akademik yang berwawasan global. Melalui kuliah tamu internasional yang digelar pada Rabu (12/11) di Aula Gedung B lantai 4, Pascasarjana UIN Malang menghadirkan dua narasumber lintas negara: Assoc. Prof. Dr. Zawawi Ismail, Dekan Fakultas Pendidikan Universitas Malaya Malaysia, dan Prof. Dr. H. Mudjia Raharjo, M.Si, Guru Besar UIN Malang. Dengan tema “Meneguhkan Peran Riset dalam Memajukan Keilmuan Islam dan Mewujudkan Generasi Literat yang Berkarakter”, kegiatan ini diikuti mahasiswa lintas jenjang dan lintas disiplin. Namun, lebih dari itu, acara ini menjadi simbol kuatnya arah internasionalisasi riset dan literasi ilmiah yang kini tengah digencarkan oleh Pascasarjana UIN Malang. Ketua panitia sekaligus Ketua Prodi S3 Manajemen Pendidikan Islam, Prof. Dr. Hj. Suti’ah, M.Pd, menjelaskan bahwa kuliah tamu ini tidak hanya menjadi ajang berbagi ilmu, melainkan juga bagian dari upaya strategis membangun jejaring akademik lintas negara. “Kegiatan ini bukan sekadar kuliah tamu, namun merupakan manifestasi semangat internasionalisasi riset Pascasarjana UIN Malang. Melalui kolaborasi dengan University of Malaya, kita belajar bagaimana research methodology dikembangkan secara komprehensif, kontekstual, dan berintegritas,” ungkapnya. Sementara itu, Direktur Pascasarjana, Prof. Dr. H. Agus Maimun, M.Pd, menyoroti pentingnya perubahan paradigma dalam penelitian di Indonesia. Ia mengingatkan agar mahasiswa tidak terjebak pada tren metodologi tertentu tanpa memahami relevansi persoalan yang diteliti. “Mindset yang langsung memilih metode kualitatif tanpa menelaah masalahnya terlebih dahulu itu keliru. Jangan sampai penelitian kita hanya hidup-mati di studi kasus,” pesannya, disambut tawa ringan dan tepuk tangan peserta. Dari perspektif internasional, Assoc. Prof. Dr. Zawawi Ismail menekankan pentingnya penentuan alat riset berdasarkan kebutuhan riset, bukan sebaliknya. “Tentukan dulu apa yang akan diteliti, baru menentukan alat dan metode yang digunakan. Jangan dibalik,” tegasnya. Ia juga menyoroti pentingnya kurikulum riset yang selaras dengan kebutuhan masyarakat dan perubahan global. Diskusi berlangsung hidup. Para mahasiswa dari berbagai program studi aktif mengajukan pertanyaan kritis, mulai dari problematika metodologi hingga relevansi hasil penelitian dengan masyarakat luas. Antusiasme ini memperlihatkan bahwa semangat literasi dan riset di lingkungan Pascasarjana UIN Malang terus tumbuh dinamis. Lebih dari sekadar berbagi teori, kuliah tamu ini menjadi wadah nyata bagi mahasiswa untuk belajar berpikir lintas batas meneliti dengan hati, menganalisis dengan logika, dan berkarya dengan integritas.
MALIKI ISLAMIC UNIVERSITY - Suasana hangat dan penuh kebersamaan menyelimuti Gedung Sport Center UIN Maulana Malik Ibrahim Malang pada peringatan Dies Maulidiyah ke-64. Acara yang digelar dengan khidmat ini dihadiri oleh seluruh staf dekanat, sivitas akademika, dan mahasiswa baru dari Kampus 1 pada Senin, 10 November 2025.
Kehadiran Dr. K.H. Anas Al-Hifni, S.E.I., M.Si. menambah semarak acara. Dalam tausiyahnya, beliau membagikan kisah perjalanan hidup yang sarat makna, mulai dari masa mondok, menempuh pendidikan di Universitas Indonesia, hingga perjuangan membangun keluarga bersama istri tercinta. Beliau juga menceritakan perjalanannya mengembangkan Pondok Pesantren Sunan Drajat dan pabrik garam yang kini berkembang pesat atas amanah dari Prof. Dr. K.H. Abdul Ghofur, pengasuh Pondok Pesantren Sunan Drajat Lamongan yang juga merupakan mertuanya.
“Sabar itu mudah diucapkan, tapi berat dilakukan. Sabar adalah penyuci hati,” tutur beliau dengan penuh makna di hadapan hadirin.
Dalam tausiyahnya, KH. Anas juga menekankan lima nilai luhur dalam Al-Qur’an, yaitu assabirin (orang yang sabar), assodiqin (orang yang jujur), alqonitin (orang yang taat), almufiqin (orang yang dermawan), dan almustaghfirinal-ashar (orang yang memohon ampun di waktu sahur). Nilai-nilai tersebut, menurut beliau, menjadi fondasi penting bagi setiap insan untuk membangun kehidupan yang berintegritas dan berlandaskan keimanan.
“Sekarang banyak orang pintar, tapi jarang yang jujur. ChatGPT itu pintar, tapi tidak punya integritas,” ujarnya, disambut tawa dan tepuk tangan meriah dari para hadirin.
Sebagai penutup, panitia membagikan berbagai doorprize menarik kepada peserta yang beruntung. Suasana penuh semangat dan keceriaan menjadi penanda rasa syukur seluruh civitas akademika atas perjalanan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang yang telah menapaki usia ke-64 tahun.
Dengan semangat keilmuan, keislaman, dan keindonesiaan, UIN Malang terus berkomitmen menjadi kampus unggul dalam menebar ilmu dan cahaya peradaban.