Daftar Penulis: Abadi Wijaya


TOT MB Hari Kedua: Diskusi Interaktif dan Yel-Yel Kreatif Warnai Pelatihan
Selasa, 18 November 2025 . in Berita . 97 views
10407_ok.jpg

MALIKI ISLAMIC UNIVERSITY — Memasuki hari kedua Training of Trainers (TOT) Moderasi Beragama, suasana pelatihan semakin dinamis dan penuh antusiasme. Para fasilitator moderasi beragama mengajak seluruh peserta untuk kembali mereview materi yang telah disampaikan pada sesi sebelumnya, sebagai langkah penting memperkuat pemahaman dasar sebelum memasuki tahap pelatihan lanjutan. Selasa, 18 November 2025.

10408_kel.jpg

Dalam sesi ini, Prof. Fawaiziul Umam dari UIN KHAS Jember bersama Dr. KH. Marzuki Wahid memandu 30 peserta untuk melakukan diskusi kelompok. Para peserta kemudian dibagi menjadi empat kelompok, masing-masing mendapatkan tugas untuk membahas dua hal penting yaitu mengapa peran fasilitator sangat dibutuhkan dalam sebuah pelatihan, dan apa yang membedakan fasilitator dengan dosen dalam proses pembelajaran.

10409_lom.jpg

Diskusi berlangsung aktif. Para peserta saling bertukar pandangan mengenai pentingnya fasilitator sebagai penggerak dinamika pelatihan, penguat partisipasi, sekaligus penjaga suasana belajar agar tetap hidup dan inklusif. Peran fasilitator dinilai berbeda dari dosen yang lebih terfokus pada penyampaian materi, sedangkan fasilitator menekankan interaksi, keterlibatan peserta, dan penguatan pengalaman belajar.

10410_pok.jpg

KH. Marzuki Wahid juga tak lupa mengingatkan peserta tentang pentingnya sikap proaktif sebagai calon fasilitator moderasi beragama. Ia mendorong setiap anggota kelompok untuk menghadirkan kreativitas dalam setiap sesi.

Menariknya, untuk menciptakan suasana yang cair dan menyenangkan, setiap kelompok diminta membuat yel-yel kreatif yang akan ditampilkan pada sesi berikutnya. Inisiatif ini disambut meriah oleh peserta, yang tampak antusias mempersiapkan yel-yel terbaik mereka.

10411_bee.jpg

Suasana pelatihan pun menjadi lebih hidup. Dengan metode interaktif dan suasana penuh semangat, TOT Moderasi Beragama hari kedua ini diharapkan mampu memperkuat kesiapan peserta menjadi fasilitator yang kompeten, komunikatif, dan inspiratif dalam menjalankan misi moderasi beragama di masyarakat.

10412_sama.jpg
Lebih Lanjut »
Sketsa Kehidupan Beragama di Indonesia Jadi Sorotan: Prof. Zaenul Hamdi Ajak Peserta ToT Melek Data dan Sadari Ancaman Mayoritarianisme
Senin, 17 November 2025 . in Berita . 256 views
10404_inung.jpg

MALIKI ISLAMIC UNIVERSITY, Batu — Training of Trainer (ToT) Moderasi Beragama yang digelar UIN Maulana Malik Ibrahim Malang bersama Pusbangkom MKMB BMBPSDM Kemenag RI pada Senin, 17 November 2025, menghadirkan pemikiran tajam dan reflektif dari Prof. Dr. A. Zaenul Hamdi. Mengangkat tema besar “Sketsa Kehidupan Beragama di Indonesia”, Prof. Zaenul mengajak 30 peserta ToT menengok ulang dinamika kebangsaan yang kerap terlupakan, sekaligus menegaskan urgensi moderasi beragama dalam kehidupan bangsa.
Pada awal penyampaiannya, Prof. Inung sapaan akrabnya menekankan bahwa masyarakat Indonesia hidup di tengah keberagaman yang sangat kompleks. Oleh sebab itu, moderasi beragama bukan sekadar teori, tetapi kebutuhan mendesak yang menentukan harmoni sosial bangsa.

10406_zaenul.jpg


Ia kemudian mengajak peserta melakukan kilas balik pada masa pasca reformasi 1998–2000, ketika Indonesia diguncang peristiwa yang tidak pernah terbayangkan sebelumnya: rangkaian aksi terorisme yang memuncak pada tragedi Bom Bali. Lebih jauh, Prof. Zaenul mengingatkan kembali kasus bom Surabaya tahun 2018 yang menewaskan anak-anak dan mengguncang rasa kemanusiaan bangsa.
“Delapan belas tahun Indonesia tidak memiliki hukum yang bisa dijadikan rujukan,” tegasnya, merujuk pada kekosongan kerangka hukum yang memadai dalam menangani kasus ekstremisme beragama pasca reformasi.

10405_prof.jpg


Momentum kebangkitan gagasan moderasi beragama, menurutnya, mulai ditata secara serius sejak era Menteri Agama RI Lukman Hakim Saifuddin pada 2018. Sejak saat itu, moderasi beragama menjadi kerangka penting dalam menjaga keseimbangan kehidupan beragama di tengah masyarakat majemuk.
Melengkapi paparannya, Prof. Inung menyajikan data kependudukan terbaru dari Ditjen Dukcapil Kemendagri tahun 2024 yang menunjukkan bahwa Indonesia dihuni 282.477.584 jiwa. Dari jumlah itu, 87,08 persen atau 245.973.915 jiwa beragama Islam. Populasi besar ini sebagian besar terkonsentrasi di Pulau Jawa.
“Data ini sangat penting. Dengan populasi 87 persen beragama Islam, isu mayoritas dan minoritas pasti menjadi landasan sensitif dalam dinamika konflik keagamaan,” terangnya.
Ia mengingatkan peserta ToT untuk *melek data* sebelum memperdalam moderasi beragama. Data, menurutnya, membuka kesadaran bahwa moderasi bukanlah wacana abstrak, melainkan respons terhadap realitas sosial.
Lebih lanjut, Prof. Inung menegaskan bahwa memahami definisi moderasi beragama sebenarnya mudah—“cukup lima menit pasti hafal”. Namun tantangan terbesar justru terletak pada upaya mengikis *standar ganda* dalam diri masing-masing, terutama terkait kecenderungan mayoritarianisme.
“Perilaku kitalah yang sering terjebak dalam mayoritarianisme dalam beragama,” ujarnya dengan nada kritis.
Melalui pemaparan ini, peserta ToT diajak menyadari bahwa moderasi beragama bukan sekadar pengetahuan, tetapi gerakan kesadaran diri untuk bersikap adil, menahan ego kelompok, serta memprioritaskan kemanusiaan dalam kehidupan beragama di Indonesia.
Kegiatan ToT Moderasi Beragama ini diharapkan dapat melahirkan para trainer yang tidak hanya memahami konsep, tetapi juga mampu menanamkan nilai-nilai moderasi di tengah masyarakat luas—sebuah investasi penting bagi keberlanjutan harmoni bangsa.

Lebih Lanjut »
Ketua Pusbangkom Tegaskan Peran Dosen sebagai Role Model Moderasi Beragama pada TOT UIN Malang
Senin, 17 November 2025 . in Berita . 160 views
10401_pus.jpg

MALIKI ISLAMIC UNIVERSITY, Batu– Suasana Hotel Onsen, Kota Batu, pagi ini terasa semakin hangat dan penuh semangat ketika Ketua Pusbangkom MKMB BMBPSDM Kemenag RI, Dr. Musyarrafah, hadir langsung untuk membuka Training of Trainer (TOT) Moderasi Beragama yang diikuti oleh 30 dosen muda UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Senin, 17 November 2025.

Dalam sambutannya, Dr. Musyarrafah menekankan bahwa peran dosen tidak berhenti pada aktivitas mengajar di ruang kelas. Lebih dari itu, dosen harus tampil sebagai role model, penggerak nilai-nilai kebaikan, dan penjaga spirit keberagamaan yang moderat.

“Tugas dosen bukan hanya mengajar, tetapi menjadi teladan. Moderasi beragama mengajarkan kita untuk berpikir positif, menjauhi intoleransi, dan mencegah perpecahan di negeri ini,” ujar beliau di hadapan para peserta.

Ia berharap cara para dosen UIN Malang dalam mengajar dan berdialog dengan mahasiswa dapat mencerminkan jati diri seorang cendekiawan yang moderat, sejuk, dan mampu merawat keberagaman.

10403_kom.jpg

TOT yang dirancang oleh Pusbangkom ini bukan sekadar pembekalan konsep, melainkan upaya membentuk ekosistem penggerak moderasi beragama di tingkat fakultas. Para peserta yang dinyatakan lulus nantinya akan memperoleh sertifikat Penggerak Moderasi Beragama, sebagai bentuk pengakuan atas kompetensi mereka dalam menjadi duta nilai-nilai moderasi.

Selama pelatihan, para narasumber akan memperdalam pemahaman peserta mengenai nilai-nilai moderasi beragama, khususnya dalam penerapannya pada proses pembelajaran di kampus. Dr. Musyarrafah menegaskan bahwa dosen memiliki peran kunci dalam memperkuat moderasi beragama, terutama dalam menghadapi dinamika mahasiswa dari kelompok yang inklusif hingga yang cenderung radikal.

“Kami berharap para fasilitator mampu berbagi teknik menghadapi keberagaman di kampus. Di lapangan, para dosen akan berhadapan dengan beragam karakter dan pemikiran mahasiswa,” tambahnya.

10402_bang.jpg

Ia juga mendorong adanya refleksi pribadi dari setiap peserta TOT yang datang dari berbagai fakultas. Semangat, integritas, dan keseriusan para peserta diharapkan mampu menjadikan program ini bermanfaat secara luas, baik bagi kampus maupun masyarakat.

Menutup sambutannya, Dr. Musyarrafah membacakan sebuah pantun yang mengajak seluruh peserta untuk mempraktikkan moderasi beragama dengan akhlak mulia dan kedamaian. Setelah itu, ia resmi membuka kegiatan TOT Moderasi Beragama dengan bacaan basmalah bersama, menandai dimulainya rangkaian pelatihan secara resmi.

Kegiatan ini menjadi langkah strategis untuk melahirkan para penggerak moderasi beragama yang siap menjaga harmoni di tengah keberagaman, khususnya di lingkungan akademik UIN Malang.

Lebih Lanjut »
Ketua LP2M UIN Malang Tekankan Pentingnya Moderasi Beragama di Tengah Masyarakat Majemuk
Senin, 17 November 2025 . in Berita . 171 views
10398_gus-is.jpg

MALIKI ISLAMIC UNIVERSITY, Batu – Suasana hangat menyelimuti ruang pelatihan Training of Trainer (TOT) Moderasi Beragama yang digelar di Hotel Onsen, Songgoriti, Kota Batu, ketika Ketua LP2M UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Dr. Isroqunnajah, M.Ag, hadir dan memberikan penguatan langsung kepada para peserta. Senin, 17 November 2025.

Di hadapan para dosen muda yang mengikuti program TOT tersebut, Dr. Isroqunnajah menegaskan bahwa moderasi beragama merupakan kebutuhan mendesak dalam konteks kebangsaan Indonesia. Menurutnya, Indonesia bukan hanya besar secara geografis, tetapi juga secara sosial karena masyarakatnya terdiri dari beragam suku, ras, budaya, dan terutama agama.

10400_gus-is.jpg

“Indonesia adalah negara majemuk. Keragaman itu adalah kekuatan sekaligus tantangan. Di sinilah pentingnya moderasi beragama agar kehidupan sosial tetap harmonis,” ujarnya.

Tak hanya berbicara dari sudut pandang lokal, Dr. Isroqunnajah juga membagikan pengalamannya selama kunjungan ke Rusia beberapa hari sebelumnya. Ia menyampaikan bahwa negara tersebut menghadapi persoalan serupa, yaitu dinamika keberagamaan dalam masyarakat yang beragam.

“Rusia saja menghadapi tantangan yang sama terkait keragaman masyarakatnya. Ini menunjukkan bahwa moderasi beragama merupakan kebutuhan universal,” tegasnya, menandaskan relevansi moderasi lintas negara dan budaya.

Dr. Isroqunnajah juga menekankan bahwa dosen UIN Malang memiliki peran strategis sebagai motor penggerak moderasi beragama di tengah masyarakat. Implementasi nilai-nilai moderasi, menurutnya, harus dimulai dari kampus lalu digaungkan ke lingkungan sosial yang lebih luas.

10399_gus-is.jpg

“Para dosen harus menjadi role model, penyemai nilai, dan penjaga harmoni di masyarakat,” tambahnya.

Di akhir penyampaiannya, ia memberikan apresiasi kepada Pusbangkom MKMB BMBPSDM Kemenag RI, para fasilitator, serta pimpinan UIN Maliki Malang yang terus mendukung penguatan moderasi beragama di lingkungan akademik.

Kegiatan TOT Moderasi Beragama ini diharapkan mampu melahirkan agen-agen moderasi beragama yang kompeten, inspiratif, dan siap membangun masyarakat yang rukun dalam keberagaman.

Lebih Lanjut »
Wakil Rektor Bidang Akademik Tekankan Tantangan Moderasi Beragama di Era Modern pada Pembukaan TOT Moderasi Beragama
Senin, 17 November 2025 . in Berita . 142 views
10395_basri.jpg

MALIKI ISLAMIC UNIVERSITY, Batu– Pembukaan Training of Trainer* (TOT) Moderasi Beragama hasil kerja sama UIN Maulana Malik Ibrahim Malang dengan Pusbangkom MKMB BMBPSDM Kementerian Agama RI berlangsung hangat dan penuh refleksi. Acara penting ini dibuka oleh Wakil Rektor Bidang Akademik, Drs. H. Basri, MA., Ph.D, yang hadir mewakili Rektor UIN Maliki Malang, Prof. Dr. Hj. Ilfi Nur Diana, M.Si., yang berhalangan menghadiri secara langsung. Senin, 17 November 2025.

Dalam sambutannya, Dr. Basri menyampaikan permohonan maaf dari Rektor sekaligus memberikan pengantar yang menggugah terkait tantangan keberagamaan di era modern. Ia mengangkat kembali pernyataan seorang tokoh Yahudi pada abad ke-17 yang memprediksi bahwa agama akan mengalami penurunan peran seiring dengan menguatnya sekularisasi dan modernisasi.

10396_basrii.jpg

“Hari ini, sebagian prediksi itu terbukti. Banyak masjid yang dibangun megah, tetapi jamaahnya tak seramai bangunannya. Masyarakat kini lebih dekat dengan ponselnya daripada rumah ibadah,” tegas Dr. Basri, mengaitkan fenomena tersebut dengan arus modernisasi teknologi yang semakin kuat.

Lebih jauh, ia menyoroti persoalan radikalisme yang hingga kini masih menjadi tantangan besar dalam kehidupan beragama. Menurutnya, faktor pemicu radikalisme tidak selalu tunggal dan dapat berbeda antara satu negara dengan negara lainnya.

“Di Indonesia, radikalisme lebih banyak dipengaruhi oleh faktor sosial ekonomi. Kemiskinan dapat menjadi pintu masuk suburnya paham radikal,” ujarnya. Sementara itu, ia mencontohkan kondisi negara-negara di Timur Tengah yang faktor ekonominya relatif stabil, sehingga pemicu radikalisme di wilayah tersebut bukan berasal dari persoalan kesejahteraan.

10397_basriiii.jpg

Menutup sambutannya, Dr. Basri menyampaikan harapan besar kepada para peserta TOT yang mayoritas merupakan dosen-dosen muda. Ia menekankan pentingnya mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan antusias, karena materi moderasi beragama yang disampaikan para narasumber sangat relevan dengan realitas keberagamaan masa kini.

“Ikutilah dengan suka cita. Semoga ilmu yang didapatkan bisa menetap di hati dan memberi manfaat dalam pengabdian kita ke depan,” pesannya.

Kegiatan TOT Moderasi Beragama ini dijadwalkan berlangsung selama beberapa hari dan menjadi bagian dari upaya memperkuat peran akademisi dalam menanamkan cara pandang beragama yang moderat, sejuk, dan penuh toleransi di tengah masyarakat.

Lebih Lanjut »
UIN Malang–Kemenag RI Buka ToT Moderasi Beragama Batch II dengan Game Ta’aruf Seru
Senin, 17 November 2025 . in Berita . 159 views
10391_siap.jpg

MALIKI ISLAMIC UNIVERSITY, Batu-UIN Maulana Malik Ibrahim Malang bersama Pusat Pengembangan Kompetensi MKMB BMBPSDM Kemenag RI kembali menggelar Training of Trainer (ToT) Penguatan Moderasi Beragama Batch II dengan nuansa yang lebih hangat dan interaktif. Di hari pertama pelaksanaan, para fasilitator mengajak 30 peserta untuk memulai kegiatan dengan permainan game ta’aruf yang menghidupkan suasana serta mencairkan sekat antar peserta, Senin, 17 November 2025.

Hadir sebagai fasilitator, tiga tokoh nasional moderasi beragama Dr. KH. Marzuki Wahid, Rektor ISIF Cirebon, Prof. Fawaizul Umam, UIN KHAS Jember, dan Dr. Iklilah Muzayyanah Dini Fajriyah, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

10393_mb-a.jpg

Mereka menyapa seluruh peserta yang berasal dari berbagai fakultas dan program studi di lingkungan UIN Maliki Malang.

Dalam sesi pembuka, Prof. Fawaizul Umam memandu peserta untuk saling mengenalkan diri dan bahkan memperkenalkan teman di sebelahnya secara bergantian. Aktivitas sederhana ini memunculkan banyak tawa dan kehangatan, sekaligus menjadi langkah awal membangun rasa saling percaya di antara peserta ToT.

Setelah sesi perkenalan, kegiatan dilanjutkan dengan dialog pengalaman—proses saling bertukar cerita, pandangan, dan pemahaman mengenai praktik moderasi beragama di lingkungan masing-masing. Peserta kemudian diajak mensintesiskan pengalaman tersebut dengan pengetahuan awal tentang moderasi yang mereka miliki.

Meski berasal dari disiplin ilmu yang berbeda, seluruh peserta mengikuti materi yang sama Moderasi Beragama. Para fasilitator menegaskan bahwa mereka hanya bertugas sebagai pemandu proses, sementara materi inti akan diberikan langsung oleh para narasumber nasional yang telah berpengalaman dalam bidang moderasi beragama.

Para narasumber tersebut meliputi Dr. (HC) Lukman Hakim Saifuddin, Prof. Dr. Phil. Sahiron Syamsuddin, MA, Prof. Dr. Hj. Ilfi Nur Diana, M.Si, Prof. Dr. H. M. Ali Ramdhani, S.TP., M.T. Prof. Dr. Ahmad Zainul Hamdi, M.Ag, Musyarrafah Amin, S.Sos., M.Si

Dalam penegasannya, Prof. Fawaizul menekankan pentingnya kedisiplinan peserta selama mengikuti seluruh rangkaian pelatihan.

“Dalam pelatihan ini dibutuhkan kedisiplinan dan komitmen untuk mengikuti sepenuhnya rambu-rambu dalam moderasi beragama,” ujarnya.

Dengan pembukaan yang penuh energi positif, ToT Moderasi Beragama Batch II ini diharapkan tidak hanya memperkuat kompetensi para peserta, tetapi juga memunculkan agen-agen moderasi beragama yang mampu membawa nilai-nilainya ke lingkungan akademik maupun masyarakat luas.

Lebih Lanjut »
UIN Malang Dorong Ekosistem Inovasi dan Hilirisasi Riset di ASSIE III 2025
Minggu, 16 November 2025 . in Berita . 197 views
10379_asie1.jpg

MALIKI ISLAMIC UNIVERSITY - UIN Maulana Malik Ibrahim Malang turut berpartisipasi dalam kegiatan ASSIE III 2025. "Airlangga Start-Up Summit & Innovation Expo 2025", ajang bergengsi yang diselenggarakan oleh Universitas Airlangga di Main Atrium Grand City Mall, Surabaya. Diikuti oleh lebih dari 100 galeri start up dan peneliti serta inkubator bisnis se-Jawa Timur, UIN Maliki Malang hadir mengikuti pameran inovasi yang berlangsung pada tanggal 14 – 16 November 2025. Acara ini menjadi ruang strategis bagi sivitas akademika untuk mempresentasikan produk inovatif hasil riset sekaligus memperkuat kolaborasi antar perguruan tinggi, start up dan investor dalam mendorong hilirisasi hasil riset.

10378_asie.jpg

UIN Maliki Malang yang diwakili oleh Dosen dan Peneliti dari Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan, Dr. apt. Burhan Ma’arif, M.Farm., dan apt. Novia Maulina, M.Farm., menampilkan produk riset unggulan yang telah berhasil memasuki tahap komersialisasi, yaitu Hermarin Healthy Drink. Produk tersebut sebagai bukti nyata keberhasilan hilirisasi pengembangan produk berbasis riset ilmiah. Selain itu, UIN Maliki Malang juga memamerkan empat prototipe inovatif yang saat ini tengah dipersiapkan untuk proses scale up, yakni OSTEPRIM Tablet, MALSTONIN Tablet, UVAMAX Kapsul, dan RAHZA Face Mist. Keempat produk tersebut merupakan hasil riset kolaborasi dosen dan mahasiswa yang difokuskan pada pemecahan masalah kesehatan dan peningkatan kualitas hidup masyarakat.

10381_asie4.jpg

ASSIE III 2025 dihadiri oleh peneliti dan inkubator bisnis dari berbagai perguruan tinggi di seluruh Jawa Timur, yang berperan aktif dalam mengembangkan ekosistem inovasi dan kewirausahaan akademik. Kehadiran berbagai institusi ini mencerminkan semakin eratnya sinergi antar Universitas dalam memperkuat kualitas riset dan mempercepat proses hilirisasi produk-produk inovatif menuju industri.

10382_as1.jpg

Melalui partisipasinya dalam kegiatan ini, UIN Maliki Malang tidak hanya mempresentasikan capaian riset terbaru, tetapi juga memperluas jejaring kerja sama dengan berbagai institusi pendidikan, lembaga riset, dan pelaku industri. Keterlibatan ini mempertegas komitmen UIN Maliki Malang dalam membangun ekosistem inovasi yang berkelanjutan, berdaya saing, serta mampu memberikan kontribusi nyata bagi perkembangan ilmu pengetahuan dan kesejahteraan masyarakat. (af)

Kontributor: Dina Aulia Rahma 
Editor: Muh. Noaf Afgani

Lebih Lanjut »
Perkuat Akurasi Deteksi Halal, Magister Biologi dan LHT UIN Malang Gelar Workshop RT-PCR
Sabtu, 15 November 2025 . in Berita . 102 views
10383_12.jpeg

MALIKI ISLAMIC UNIVERSITY - Program Studi Magister Biologi UIN Maulana Malik Ibrahim Malang berkolaborasi dengan Laboratorium Halal Terintegrasi (LHT) Lembaga Pemeriksa Halal (LPH) UIN Malang sukses menyelenggarakan "Mini Lecture & Workshop 2025 on RT-PCR Application". Kegiatan yang menggandeng PT GeneCraft Labs ini dilaksanakan secara hibrida, yakni luring di Auditorium Gedung D UIN Malang dan daring melalui Zoom, pada Jumat, 15 November 2025.

Workshop ini digelar sebagai upaya strategis untuk memperkuat pemahaman akademisi dan praktisi mengenai aplikasi metode Real-Time Polymerase Chain Reaction (RT-PCR) dalam analisis biologi molekuler. Secara spesifik, kegiatan ini difokuskan untuk mendukung kebutuhan pemeriksaan laboratorium halal yang menuntut akurasi tinggi.

10384_13.jpeg

Dalam sesi materi, narasumber ahli dari PT GeneCraft Labs, Muchamad Nur Cholis, M.Si, menekankan peran vital teknologi PCR dalam biologi modern. Menurutnya, selain digunakan secara luas dalam riset genetika, teknik RT-PCR memiliki relevansi yang sangat tinggi bagi laboratorium halal.

"Teknik ini sangat relevan untuk laboratorium halal karena mampu mengidentifikasi DNA dan mendeteksi kontaminasi biomolekuler, sehingga mendukung proses verifikasi kehalalan bahan dengan tingkat akurasi yang tinggi," jelas Muchamad Nur Cholis dalam pemaparannya. Kemampuan deteksi hingga level DNA ini menjadi kunci dalam memastikan otentisitas produk halal di tengah kompleksitas rantai pasok saat ini.

10385_14.jpeg

Pada sesi praktikum ini, peserta mempelajari alur lengkap proses RT-PCR secara komprehensif. Materi praktik mencakup tahapan persiapan sampel, teknis pengaturan mesin PCR, hingga tahap krusial interpretasi hasil analisis. Pendekatan praktis ini dirancang agar peserta tidak hanya memahami teori, tetapi juga memiliki keterampilan teknis yang mumpuni.

Kolaborasi antara Magister Biologi dan LHT LPH UIN Malang ini diharapkan tidak berhenti pada satu kegiatan. Penyelenggara berharap sinergi yang telah terbangun dapat semakin diperkuat di masa mendatang. Dampak positif yang diharapkan dari sinergi ini meliputi peningkatan kualitas layanan akademik, kemajuan penelitian, serta pengembangan ekosistem kehalalan di lingkungan kampus. Dengan dukungan berkelanjutan dari berbagai pihak, LHT UIN Malang di bawah naungan P2B optimistis dapat terus menghadirkan inovasi serta layanan laboratorium yang semakin profesional dan berdaya saing. (af)

Reporter: Muh. Noaf Afgani

Lebih Lanjut »
UIN Malang Dorong Finalisasi Konsep Integrasi Sains dan Islam
Sabtu, 15 November 2025 . in Berita . 87 views

 10387_a2.png

MALIKI ISLAMIC UNIVERSITY - Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang menyelenggarakan forum akademik strategis guna mendorong penyusunan konsep final integrasi sains dan Islam. Forum yang digelar oleh Pusat Studi Integrasi Sains dan Moderasi Beragama  diruang rapat lt. 111 Gedung Dr. Ir. Soekarno UIN. Maliki pada Sabtu, 15 November 2025 ini menjadi momentum krusial untuk merumuskan arah yang lebih jelas setelah wacana integrasi bergulir selama lebih dari dua dekade di kampus Ulul Albab.

10386_a1.png

Kegiatan ini menghadirkan dua narasumber utama, yakni Wakil Rektor Bidang Akademik UIN Malang, Drs. H. Basri, M.A., Ph.D., serta Sekretaris Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) UIN Malang, Dr. H. M. Luthfi Musthofa, M.Ag, yang juga dibuka secara resmi oleh Ketua LP2M UIN Malang, Dr. KH. Isroqunnajah, M.Ag. Dalam sambutannya, beliau menyoroti posisi vital UIN Malang dalam lanskap pendidikan Islam nasional dengan menegaskan bahwa integrasi sains dan agama bukan sekadar slogan pemanis, melainkan landasan epistemologis yang telah mengakar kuat.

Diskusi dipandu langsung oleh Dr. Dewi Chamidah, M.Pd., selaku Ketua Pusat Studi Integrasi Sains dan Moderasi Beragama. Dalam pengantarnya, Dr. Dewi Chamidah menekankan urgensi diskusi ilmiah yang sistematis. Menurutnya, pengembangan konsep integrasi di UIN Malang memerlukan arah yang tegas dan terstruktur agar tidak sekadar menjadi wacana yang berulang tanpa ujung.

10388_s1.png

Sesi materi dibuka oleh Drs. H. Basri, M.A., Ph.D., yang membedah jejak historis wacana integrasi sains dan agama dalam tradisi intelektual Islam modern. Beliau memaparkan pemikiran tokoh-tokoh besar seperti Ismail Raji al-Faruqi, Syed Muhammad Naquib al-Attas, dan Ziauddin Sardar, yang masing-masing memiliki pendekatan unik dalam menjembatani ilmu modern dan keislaman. “Kita mengakui kontribusi para pemikir besar itu, tapi realitas akademik dan sosial Indonesia menuntut model integrasi yang lebih aplikatif, termasuk di UIN Malang,” ungkapnya.

Sesi kedua dilanjutkan oleh Dr. H. M. Luthfi Musthofa, M.Ag., yang membawa diskusi ke ranah epistemologi melalui pendekatan tafsir. Beliau mengkritisi pemahaman dangkal yang menganggap integrasi hanya sebatas pengutipan ayat untuk mendukung materi sains. Menurutnya, integrasi harus dimaknai sebagai perubahan paradigma dalam menilai objek, metodologi, dan orientasi ilmu.

Forum berlanjut dengan sesi diskusi yang dinamis, melibatkan tanggapan dari para akademisi senior. Dr. Drs. M. Yunus, M.Si., memberikan contoh praktik integrasi yang telah berjalan di berbagai fakultas melalui kurikulum dan riset, sembari menekankan perlunya standardisasi yang lebih jelas ke depan.

Sementara itu, Dr. Halimi, M.Pd., dan Prof. Dr. Sudirman, M.A., kompak menyoroti dimensi spiritualitas. Mereka mengingatkan bahwa integrasi ilmu harus sejalan dengan pembentukan karakter Ulul Albab, di mana spiritualitas menjadi ruh agar integrasi tidak terjebak menjadi prosedur akademik yang kering nilai.

Poin krusial muncul dari tanggapan Dr. Muallifah, M.A., dan Prof. Dr. Hj. Sutiah, M.Pd., yang menggarisbawahi urgensi panduan operasional konkret. Mengingat gagasan ini telah dicanangkan sejak 2004 atau lebih dari 21 tahun lalu, mereka mendesak adanya dokumen resmi yang menjadi rujukan kurikulum dan riset. Dr. Zaenul Mahmudi, M.A., menambahkan bahwa pedoman institusional ini akan menjadi bukti keseriusan UIN Malang dalam membangun tradisi keilmuan integratif.

Menutup forum, moderator menyimpulkan bahwa UIN Malang kini berada pada fase krusial untuk merumuskan konsep final dan menyusun pedoman integrasi yang aplikatif bagi seluruh sivitas akademika. Forum ini diharapkan menjadi pijakan strategis menuju penguatan integrasi yang komprehensif, terukur, dan kontributif bagi dunia akademik Islam. (af)

Reporter: Muh. Noaf Afgani

Lebih Lanjut »

UNIVERSITAS ISLAM NEGERI
MAULANA MALIK IBRAHIM MALANG
Jalan Gajayana No. 50 Malang 65144
Telp: +62-341 551-354 | Email : info@uin-malang.ac.id

facebook twitter instagram youtube
keyboard_arrow_up