MALIKI ISLAMIC UNIVERSITY - Halal Center UIN Maulana Malik Ibrahim Malang berkolaborasi dengan UIN Sayyid Ali Rahmatullah (UIN SATU) Tulungagung menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) Persiapan Akreditasi Lembaga Pelaksana Pelatihan Jaminan Produk Halal (LPPJPH). Kegiatan strategis yang berlangsung di Ruang Theater Lantai 3, Gedung Saifuddin Zuhri, UIN SATU Tulungagung, pada Selasa, 21 Oktober 2025 ini bertujuan untuk memperkuat sinergi antar lembaga dalam mendukung program nasional Jaminan Produk Halal (JPH).
FGD ini merupakan langkah taktis antar Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) untuk mengakselerasi kesiapan infrastruktur pendukung ekosistem halal di Jawa Timur. Kolaborasi ini menjadi krusial seiring dengan semakin dekatnya tenggat waktu kewajiban sertifikasi halal dan visi besar Indonesia untuk menjadi pusat produsen halal dunia pada tahun 2029. Untuk mencapai visi tersebut, ketersediaan LPPJPH yang terakreditasi dan kompeten menjadi syarat mutlak guna memastikan pasokan sumber daya manusia (SDM) unggul di bidang halal.
Diskusi mengundang narasumber utama dari Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) RI, H. Mohammad Faiz Alamsyah, Lc. Beliau, yang menjabat sebagai Analis Bimbingan Pelayanan dan Konsultasi, Direktorat Bina Jaminan Produk Halal, memaparkan secara rinci mengenai prosedur dan persyaratan teknis akreditasi LPPJPH.
Kolaborasi dalam FGD ini, menurut Eny Yulianti, Kepala Halal Center UIN Malang adalah wujud nyata dari pembangunan jejaring kolaboratif antar Halal Center di Jawa Timur. UIN Malang, yang telah memiliki pengalaman dalam proses akreditasi dan pengembangan program, hadir sebagai mitra strategis untuk mendampingi UIN SATU Tulungagung. Pendampingan ini diharapkan dapat mengakselerasi proses akreditasi LPPJPH UIN SATU agar berjalan lebih efisien dan efektif.
Kegiatan ini diharapkan menjadi momentum penting dalam memperkuat kolaborasi kelembagaan yang lebih erat antara UIN Malang dan UIN SATU Tulungagung. Sinergi antar PTKIN ini dipandang sebagai langkah konkret untuk berkontribusi nyata dalam mendukung percepatan pembentukan ekosistem halal yang berdaya saing, demi mewujudkan visi Indonesia sebagai pusat produsen halal dunia tahun 2029. (af) Reporter: Muh. Noaf Afgani
MALIKI ISLAMIC UNIVERSITY – Lapangan utama Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang, Rabu 22 Oktober 2025, dipenuhi semangat kebersamaan dan nuansa religius. Sejak pagi, Rektor UIN Malang, Prof. Dr. Hj. Ilfi Nur Diana, M.Si., bersama jajaran pimpinan dan seluruh sivitas akademika menggelar apel peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2025 dengan khidmat dan penuh makna dengan mengusung tema Mengawal Indonesia Merdeka Menuju Peradaban Dunia. Dalam amanatnya, Prof. Ilfi menyampaikan apresiasi dan dukungan penuh kepada para kiai dan santri yang dinilainya sebagai tonggak utama berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Ia menegaskan bahwa perjuangan santri bukan hanya bagian dari sejarah, tetapi juga semangat yang harus terus hidup dalam setiap langkah umat Islam, terutama generasi muda kampus. “Santri adalah simbol keikhlasan, keberanian, dan kecintaan pada tanah air. Melalui semangat Hari Santri ini, mari kita terus warisi nilai perjuangan dan keilmuan mereka dalam membangun peradaban bangsa,” ujar Rektor dengan penuh semangat. Rangkaian apel juga diisi dengan Amanat Apel, Pembacaan Pernyataan Sikap, serta Pembacaan Resolusi Jihad, yang menggema di seluruh lapangan utama kampus. Momentum ini menjadi pengingat bahwa perjuangan para ulama dan santri telah memberikan sumbangsih besar dalam mempertahankan kemerdekaan dan memperkokoh keutuhan bangsa. Dalam kesempatan tersebut, Prof. Ilfi juga memberikan apresiasi khusus kepada para santri Ma’had Al-Jami’ah UIN Malang yang telah mengharumkan nama kampus dengan prestasi gemilang, baik dalam lomba qiraatul kutub, hafalan Al-Qur’an, maupun karya ilmiah berbasis kitab kuning. “Kalian adalah generasi penerus yang luar biasa. Teruslah belajar, berjuang, dan berkarya dengan semangat keulamaan yang membawa manfaat bagi umat,” pesan Rektor penuh bangga. Menariknya, di akhir kegiatan, Rektor juga memberikan apresiasi kepada peserta apel yang tampil kompak dan mengenakan kostum bernuansa santri dengan penuh kreativitas, menambah semarak suasana Hari Santri Nasional di kampus hijau tersebut. Peringatan Hari Santri kali ini tidak hanya menjadi ajang seremonial, tetapi juga momentum untuk meneguhkan komitmen UIN Maulana Malik Ibrahim Malang dalam mencetak insan berilmu, berakhlak, dan berjiwa santri yang siap mengawal Indonesia menuju peradaban dunia.
MALIKI ISLAMIC UNIVERSITY - Ratusan mahasiswa UIN Maulana Malik Ibrahim Malang memadati Hall Rektorat Lantai 5 untuk menyambut kedatangan kru dan para pemain film "Tak Kenal Maka Taaruf" dalam acara "Goes to Campus", Selasa, 21 Oktober 2025. Acara yang digagas oleh Fakultas Humaniora UIN Malang ini berlangsung meriah dan interaktif, diisi dengan sesi Meet & Greet, kuis, games, serta pembagian door prize.
Kegiatan yang bertajuk "Seru-seruan bareng pemain film Tak Kenal Maka Taaruf" ini dimulai pukul 10.00 WIB. Sejak sebelum acara dimulai, Hall Rektorat Lantai 5 telah dipenuhi oleh para mahasiswa. Antusiasme yang tinggi terlihat dari penuhnya seluruh kursi yang disediakan, dengan para peserta yang didominasi oleh mahasiswa dan mahasiswi UIN Malang tampak bersemangat mengikuti jalannya acara.
Berbeda dari acara "Goes to Campus" pada umumnya yang hanya menghadirkan para aktor, kegiatan kali ini menghadirkan tim produksi film secara lengkap. Hal ini memberikan kesempatan langka bagi para mahasiswa UIN Malang, khususnya dari Fakultas Humaniora, untuk mendapatkan wawasan menyeluruh mengenai proses di balik layar sebuah produksi film.
Hadir di jajaran kursi narasumber adalah tim inti di balik produksi film. Mereka adalah Eksekutif Produser Dedy Suherman, Produser Wahyudi, dan Sutradara Toma Margens. Kehadiran mereka memungkinkan terjadinya diskusi mendalam mengenai aspek manajerial, pendanaan, dan artistik dalam pembuatan film.
Secara istimewa, hadir pula Mim Yudiarto, yang memiliki peran ganda dalam proyek ini. Mim Yudiarto tidak hanya bertindak sebagai salah satu Produser, tetapi juga merupakan penulis buku "Tak Kenal Maka Taaruf" yang menjadi basis adaptasi cerita film tersebut. Kehadirannya memberikan konteks yang lebih utuh mengenai gagasan dan pesan moral yang ingin disampaikan, mulai dari bentuk tulisan hingga diangkat ke layar lebar.
Selain tim produksi, daya tarik utama acara ini adalah kehadiran empat bintang muda yang menjadi pemeran utama film "Tak Kenal Maka Taaruf". Mereka adalah Ranjas Roring, Saskia Chadwick, Avit Kribo, dan Ina Marika. Para pemain ini menyapa langsung para penggemarnya di UIN Malang dan berbagi pengalaman seputar proses syuting.
Para narasumber, baik dari tim produksi maupun pemain, duduk di deretan kursi putih di atas panggung utama. Seorang moderator perempuan terlihat memandu jalannya diskusi, menjembatani pertanyaan dari mahasiswa kepada para narasumber. Kegiatan ini tidak hanya sukses sebagai ajang promosi film, tetapi juga berhasil menjadi forum edukasi yang mempertemukan industri kreatif dengan dunia akademis. Keberhasilan acara ini juga didukung oleh berbagai pihak, termasuk Katahati, Yasma, Sajeeda.id, dan IPB Press yang logonya tercantum dalam poster. (af) Reporter & Fotografer: Muh. Noaf Afgani
MALIKI ISLAMIC UNIVERSITY - Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang menggelar "Pendampingan Publikasi Ilmiah" di Aula Microteaching lantai 2, Selasa, 21 Oktober 2025. Kegiatan ini diwajibkan bagi mahasiswa penerima rekognisi untuk memperkuat kompetensi riset dan mendorong lahirnya publikasi bereputasi dengan mengusung tema "Penguatan Kompetensi Mahasiswa Melalui Riset Berkualitas dan Publikasi Bereputasi".
Acara ini merupakan langkah strategis fakultas untuk meningkatkan standar kelulusan dan daya saing alumni. Untuk memastikan kualitasnya, FITK menghadirkan narasumber ahli, Dr. Priyatno Ardi, M.Hum., yang menjabat sebagai Editor in Chief LLT Journal, sebuah jurnal Scopus Q2 dari Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. Acara ini dibuka secara resmi oleh Dekan FITK, Dr. H. Muhammad Walid, MA.
Dalam sambutannya, Dr. Walid menegaskan bahwa kompetensi inti mahasiswa S1 adalah kesiapan untuk bersaing di dunia kerja. Oleh karena itu, fakultas berupaya keras membekali mahasiswa dengan keterampilan yang relevan, salah satunya adalah kemampuan riset dan publikasi ilmiah yang mumpuni. Lebih lanjut, Dekan FITK memaparkan sebuah visi besar yang sedang dirancang oleh fakultas, yakni memberangkatkan mahasiswa ke kancah internasional untuk studi banding dan peningkatan kualitas riset. "Harapan saya, tahun depan, yang transisinya dimulai tahun ini, kita bisa memberangkatkan mahasiswa ke luar negeri untuk belajar sebagai bagian dari peningkatan publikasi ilmiah," tegas Dr. Walid.
Untuk mendukung visi tersebut, Dr. Walid menjelaskan bahwa FITK telah melakukan restrukturisasi organisasi. "FITK salah satunya memiliki 2 unit baru, yaitu Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, yang kemungkinan akan mengelola asistensi mengajar dalam fakultas, dan Unit Pengembangan Publikasi Ilmiah," jelasnya. Unit Pengembangan Publikasi Ilmiah inilah yang menjadi motor penggerak kegiatan pendampingan ini.
Sesi inti acara diisi oleh Dr. Priyatno Ardi, M.Hum.. Sebagai Editor in Chief jurnal Scopus Q2, ia membagikan pandangan "dari dalam" mengenai dunia publikasi bereputasi. Ia menekankan bahwa riset berkualitas dimulai dari kebaruan (novelty) dan metodologi yang kuat. Dr. Priyatno memaparkan berbagai strategi praktis untuk menembus jurnal internasional, mulai dari cara memilih jurnal yang tepat, memahami scope dan aim jurnal, hingga teknik menulis abstrak yang menarik perhatian editor. Ia juga mengingatkan mahasiswa untuk memperhatikan aspek etika publikasi, seperti menghindari plagiarisme, karena itu merupakan pelanggaran fatal dalam dunia akademik.
Kewajiban publikasi bagi mahasiswa penerima rekognisi menjadikan materi ini sangat relevan. Program rekognisi, yang sejalan dengan semangat Kampus Merdeka, menuntut mahasiswa memiliki luaran yang jelas dan terukur. Dengan adanya pendampingan ini, FITK memastikan bahwa luaran tersebut tidak hanya sekadar laporan, tetapi berupa artikel ilmiah yang siap bersaing di level internasional. (af) Reporter & Fotografer: Muh. Noaf Afgani
MALIKI ISLAMIC UNIVERSITY - Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang kembali menggelar kegiatan akademik bergengsi dalam rangkaian Dies Maulidiyah ke-64, yakni Stadium Generale Fakultas Psikologi dengan tema "Menata Jiwa, Merajut Harapan: Kesehatan Mental dalam Spirit Psikologi dan Islam". Senin 20 Oktober 2025
Acara yang berlangsung di gedung rektorat lt 5 ini dihadiri sekitar 500 peserta dari kalangan mahasiswa UIN Malang dan berbagai perguruan tinggi di Kota Malang. Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk mempertemukan perspektif ilmu psikologi modern dengan nilai-nilai spiritual Islam, guna menumbuhkan kesadaran akan pentingnya kesehatan mental di tengah tantangan kehidupan modern.
Dalam sambutannya, Wakil Rektor I Bidang Akademik, Dr. H. Basri, MA., Ph.D., menyampaikan apresiasinya atas inisiatif Fakultas Psikologi yang berhasil mengangkat tema integrasi sains dan Islam dalam konteks kesehatan mental. “UIN Malang terus mendorong penguatan internasionalisasi dalam riset dan pendidikan, agar nilai-nilai keilmuan dan keislaman kita dapat dikenal secara global,” ujarnya.
Sementara itu, Dekan Fakultas Psikologi, Dr. Siti Mahmudah, M.Si., menekankan bahwa kemajuan teknologi di era digital tidak selalu sejalan dengan ketenangan batin manusia. “Menata jiwa bukan berarti menghapus luka, tetapi memahami, menerima, dan menemukan makna di balik setiap ujian hidup. Psikologi dan Islam harus berjalan beriringan untuk membantu manusia menemukan keseimbangan sejati,” jelasnya.
Kegiatan ini turut menghadirkan Dr. Reni Kusumowardhani, M.Psi., Psikolog, Victimologist dan Mokhammad Yahya, Ph.D. sebagai narasumber utama. Keduanya memberikan perspektif mendalam mengenai bagaimana kolaborasi ilmu psikologi dan nilai-nilai keislaman dapat melahirkan pendekatan yang menyentuh aspek jasmani dan rohani secara utuh.
Melalui kegiatan ini, UIN Malang kembali menegaskan komitmennya sebagai kampus integratif yang berupaya mencetak lulusan unggul cerdas secara intelektual, matang secara emosional, dan seimbang secara spiritual.
MALIKI ISLAMIC UNIVERSITY – Rasa bangga dan apresiasi mengalir dari kampus hijau nan religius, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim (UIN) Malang. Rektor UIN Maliki Malang, Prof. Dr. Hj. Ilfi Nur Diana, M.Si., menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya kepada Menteri Agama Republik Indonesia, Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, M.A., atas capaian luar biasa yang diraihnya sebagai pejabat dengan kinerja terbaik versi Poltracking Indonesia tahun 2025. Dalam survei yang digelar Poltracking Indonesia pada 3–10 Oktober 2025, Menteri Agama menempati peringkat pertama dengan tingkat kepuasan publik sebesar 65,7 persen. Pencapaian ini menempatkannya di atas sejumlah pejabat tinggi negara lain, termasuk Menpora Erick Thohir dan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. “Capaian ini bukan sekadar angka dalam survei, tetapi pengakuan publik atas dedikasi Bapak Menteri dalam membawa Kementerian Agama menjadi lembaga yang profesional, transparan, dan berdampak luas bagi umat,” ujar Prof. Ilfi penuh semangat. Menurutnya, di bawah kepemimpinan Prof. Nasaruddin Umar, Kementerian Agama berhasil mendorong transformasi kelembagaan dan memperkuat pelayanan publik dengan wajah baru yang menyejukkan. Kebijakan-kebijakan yang diambil pun dinilai semakin inklusif, adaptif, dan berpihak pada penguatan nilai-nilai moderasi beragama. “Langkah-langkah beliau sangat sejalan dengan semangat UIN Maliki Malang dalam membangun peradaban Islam yang damai, moderat, dan berdaya saing global,” lanjutnya. Rektor yang dikenal visioner ini juga menegaskan bahwa capaian Menag menjadi energi positif bagi seluruh sivitas akademika UIN Malang. Ia berharap, semangat transformasi yang diusung Kemenag dapat terus menginspirasi perguruan tinggi keagamaan Islam untuk meningkatkan mutu pendidikan dan pengabdian kepada masyarakat. “Capaian ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus mendukung program Kemenag, terutama dalam penguatan moderasi beragama, peningkatan kualitas pendidikan Islam, dan pemberdayaan masyarakat,” tegasnya.
Sebagai salah satu Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) unggulan di bawah naungan Kementerian Agama, UIN Maliki Malang berkomitmen untuk berkontribusi aktif dalam menyukseskan visi dan misi kementerian. Melalui tridarma perguruan tinggi — pengajaran, penelitian, dan pengabdian — UIN Malang terus mengokohkan diri sebagai pelopor pendidikan Islam yang berintegritas dan berdaya saing internasional. Sementara itu, hasil survei Poltracking Indonesia juga menunjukkan bahwa masyarakat menilai kinerja Pemerintahan Prabowo–Gibran cukup positif, terutama dalam menjaga kerukunan antarumat beragama (86,7%), menjaga keagamaan (80,2%), serta memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa (77,1%). Hasil tersebut, bagi Prof. Ilfi, menjadi sinyal bahwa kerja-kerja nyata Kementerian Agama selama ini telah menyentuh jantung kehidupan berbangsa dan beragama. “Pak Nasaruddin Umar bukan hanya memimpin, tapi juga menanamkan nilai — bahwa keberagamaan harus membawa kedamaian, bukan perpecahan,” tutupnya penuh makna.
MALIKI ISLAMIC UNIVERSITY - Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang, Prof. Dr. Hj. Ilfi Nur Diana, M.Si., menyerukan gerakan optimalisasi wakaf sebagai pilar pokok pendanaan perguruan tinggi. Hal ini disampaikan dalam forum "Wakaf GOES to Campus XV" yang digelar di Gedung Samantha Krida Universitas Brawijaya (UB), Senin, 20 Oktober 2025.
Acara yang merupakan edisi ke-15 dari "Wakaf GOES to Campus" (WGTC) ini dihadiri oleh ratusan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi, termasuk 50 mahasiswa delegasi dari UIN Malang. Turut hadir dalam forum strategis tersebut Wakil Ketua Badan Wakaf Indonesia (BWI) Pusat , Asisten III Gubernur Jawa Timur Bidang Administrasi Umum , dan Walikota Malang. Rektor UIN Malang yang hadir juga didampingi oleh Wakil Rektor IV Bidang Kerja Sama dan Pengembangan Lembaga.
Dalam sambutannya yang menjadi sorotan utama, Prof. Dr. Hj. Ilfi Nur Diana, M.Si., dengan tegas memaparkan visi besar pemanfaatan wakaf untuk kemandirian institusi pendidikan. Menurutnya, wakaf diharapkan dapat menjadi pilar pokok pendanaan kampus, yang pada akhirnya dapat mewujudkan cita-cita menggratiskan biaya pendidikan bagi mahasiswa.
“Kami sangat berharap wakaf bisa menjadi pilar pokok pendanaan kampus sehingga bisa menggratiskan biaya pendidikan,” tegas Prof. Ilfi. Karena itu, beliau menyadari bahwa visi ini adalah sebuah gerakan jangka panjang, namun ia optimis bahwa kegiatan WGTC ke-15 ini dapat menjadi tonggak awal untuk bergerak lebih maju.
Untuk memperkuat argumennya, Prof. Ilfi mencontohkan dua universitas Islam tertua dan terbesar di dunia yang telah sukses membuktikan model pendanaan berbasis wakaf. “Universitas Al-Azhar di Kairo, Mesir, dan Universitas Al-Qarawiyyin di Maroko menjadi contoh nyata bagaimana universitas mampu mendanai seluruh biaya pendidikannya murni dari dana wakaf yang produktif,” jelasnya.
Meski demikian, BWI Pusat mengidentifikasi tiga tantangan utama. Pertama, terkait regulasi pengembangan wakaf. Kedua, kompetensi nadzir (pengelola wakaf) yang belum optimal. Ketiga, dan yang paling krusial adalah masalah literasi di masyarakat. Tantangan literasi ini sejalan dengan data yang menyebutkan bahwa wakaf untuk pendidikan masih harus digalakkan, tidak seperti wakaf untuk masjid atau pesantren yang sudah mapan.
Di sinilah peran kampus menjadi sangat vital. BWI memandang kampus memiliki potensi besar sebagai insan yang berpikiran maju dan melek teknologi. “Diharapkan kerja sama dengan kampus dapat mengoptimalkan gerakan Indonesia Berwakaf,” tambahnya. Secara data, potensi wakaf nasional mencapai angka 180 triliun rupiah, dengan potensi wakaf dari ekosistem kampus sendiri diperkirakan mencapai 5,7 triliun rupiah.
Dukungan untuk gerakan wakaf produktif ini juga datang dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Asisten III Gubernur Jatim Bidang Administrasi Umum memaparkan model-model wakaf yang dapat dikembangkan oleh masyarakat dan institusi. “Wakaf produktif adalah model pengelolaan dana wakaf untuk lebih memberdayakan dana umat tanpa menghabiskan dana pokoknya,” jelas Asisten III. Model dana abadi (endowment fund) inilah yang menjadi fokus utama dalam konteks pendanaan universitas, sejalan dengan visi yang disampaikan Rektor UIN Malang. (af) Reporter: Muh. Noaf Afgani
MALIKI ISLAMIC UNIVERSITY – Pelaksanaan Uji Pengetahuan Pendidikan Profesi Guru (PPG) Dalam Jabatan Transformasi tahun 2025 di Tempat Uji Kompetensi (TUK) Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang memasuki hari kedua dengan suasana yang kondusif dan tertib, Minggu, 19 Oktober 2025.
Kegiatan berskala nasional ini mendapat pemantauan langsung dari Tim Penyelia Pusat, Dr. H. Nur Salim, M.Pd. dari UIN Sultan Syarif Kasim Riau. Dalam kunjungannya, beliau memberikan apresiasi tinggi terhadap kesiapan panitia dan fasilitas yang disiapkan oleh UIN Maliki Malang.
“Pelaksanaan uji pengetahuan di UIN Malang sangat kondusif dan terorganisir dengan baik. Saya mengapresiasi kesiapan panitia serta kelancaran proses ujian daring ini,” ungkapnya.
Pada hari kedua ini, baik peserta maupun panitia tampak semakin siap menjalankan proses ujian. Sesi pertama yang berlangsung mulai pukul 07.30 hingga 12.00 WIB berjalan lancar tanpa kendala berarti. Sebelum memasuki ruang ujian, seluruh peserta mengikuti sesi briefing teknis pukul 07.30–08.30 WIB, guna memastikan pemahaman terhadap prosedur pelaksanaan ujian berbasis Computer Assisted Test (CAT).
Pelaksanaan ujian daring ini diharapkan tidak hanya menjadi tolok ukur kompetensi pedagogik dan profesional calon guru, tetapi juga sebagai wujud komitmen UIN Maliki Malang dalam mendukung peningkatan mutu pendidikan nasional.
Dr. Nur Salim menambahkan harapannya agar seluruh rangkaian ujian dapat berjalan tanpa gangguan jaringan, sehingga peserta bisa menunjukkan kemampuan terbaiknya.
“Semoga pelaksanaan hingga hari terakhir tetap lancar dan para peserta dapat mengikuti ujian dengan maksimal,” tutupnya.
Dengan semangat dan kesiapan yang matang, UIN Maliki Malang kembali membuktikan perannya sebagai salah satu perguruan tinggi penyelenggara PPG terbaik di Indonesia.
MALIKI ISLAMIC UNIVERSITY - Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim (UIN Malang) resmi menganugerahkan gelar “Bapak Ekoteologi Indonesia” kepada Menteri Agama Republik Indonesia, Prof. Dr. KH Nasaruddin Umar. Penobatan tersebut berlangsung dalam suasana akademik yang khidmat di bawah rindangnya pepohonan kampus UIN Malang pada pertengahan Oktober 2025.
Rektor UIN Malang, Prof. Dr. Ilfi Nur Diana, M.Si, menyampaikan bahwa gelar tersebut merupakan bentuk apresiasi atas kontribusi Menag dalam mengintegrasikan nilai-nilai keimanan dengan kepedulian terhadap lingkungan.
Gagasan ekoteologi yang diusung Prof. Nasaruddin Umar menekankan pentingnya membaca alam sebagai bagian dari ayat-ayat Tuhan. Dalam berbagai kesempatan, beliau menyampaikan bahwa pohon, sungai, udara, dan tanah merupakan tanda-tanda kebesaran Ilahi yang harus dijaga dengan penuh tanggung jawab spiritual. Konsep tersebut telah berkembang menjadi gerakan nasional yang diwujudkan melalui kebijakan Kementerian Agama, salah satunya mewajibkan calon ASN menanam pohon sebelum pelantikan sebagai simbol pengabdian terhadap bumi.
Prof. Ilfi menilai, bahwa Prof. Nasaruddin telah menunjukkan bentuk keimanan yang membumi, bukan sekadar konsep teologis. Menurutnya, tindakan nyata seperti menanam pohon mencerminkan ibadah yang menyentuh tanah dan mengakar dalam kehidupan. Di lingkungan madrasah dan pesantren, gerakan ini telah menginspirasi peserta didik untuk memahami bahwa merawat alam merupakan bagian dari ibadah dan akhlak mulia sebagai khalifah di muka bumi.
Kementerian Agama juga menggandeng berbagai pihak seperti Kementerian Lingkungan Hidup, organisasi keagamaan, dan lembaga pendidikan untuk memperluas gerakan ekoteologi lintas iman. Kolaborasi ini bertujuan memperkuat kesadaran ekologis sebagai misi kemanusiaan universal. Prof. Nasaruddin Umar dinilai berhasil membangun paradigma baru bahwa mencintai Tuhan harus disertai dengan menjaga ciptaan-Nya.
Melalui penanaman pohon, UIN Malang dan Kementerian Agama ingin menanam harapan dan amal jariyah yang terus tumbuh meski manusia telah tiada. Setiap pohon yang ditanam menjadi simbol doa, zikir, dan pengabdian yang berbuah kebaikan. Dari kampus hijau UIN Malang, pesan ekoteologi bergema sebagai langkah kecil yang membawa perubahan besar bagi masa depan umat dan semesta. (af) Reporter: Muh. Noaf Afgani