MALIKI ISLAMIC UNIVERSITY–UIN Maulana Malik Ibrahim Malang menggelar Executive Meeting Program Prioritas dan 100 Hari Kerja di Gedung Rektorat lantai 5 pada Senin, 6 Oktober 2025. Kegiatan ini dihadiri oleh jajaran rektorat, dekan fakultas, dan pimpinan lembaga. Pertemuan tersebut membahas sinkronisasi arah kebijakan strategis universitas guna memperkuat visi UIN Malang sebagai kampus unggul bereputasi internasional.
Rektor Prof. Dr. Hj. Ilfi Nur Diana, M.Si. menegaskan bahwa program prioritas harus menjadi fokus utama seluruh unit kerja. “Program prioritas itu adalah program yang paling tinggi dan harus didahulukan, dan untuk mendukung program prioritas adalah program unggulan,” ungkap Prof. Ilfi. Ia juga menambahkan pentingnya konsistensi branding dan peningkatan layanan mahasiswa. “Fokus kita adalah peningkatan layanan kepada mahasiswa. Profil lulusan harus relevan dengan dunia digital saat ini, dan setiap prodi minimal memiliki satu skema layanan mahasiswa dalam tiga bulan,” tegasnya.
Dalam rapat tersebut, setiap fakultas memaparkan dua program unggulan yang akan dijalankan dalam 100 hari pertama. Fakultas Sains dan Teknologi fokus pada digitalisasi laboratorium dan penyediaan air minum gratis bagi mahasiswa, sedangkan Fakultas Syariah menyiapkan konferensi internasional dan pendampingan penyuluh agama. Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan meluncurkan sistem akademik digital dan podcast internasional, Fakultas Humaniora memperkuat kerja sama internasional dan sertifikasi mahasiswa, sementara Fakultas Psikologi mengadakan program pengabdian masyarakat dan kampanye kesehatan mental. Fakultas Ekonomi menargetkan pendampingan 105 UMKM pesantren, dan Fakultas Kedokteran serta Ilmu Kesehatan memperkuat riset kolaboratif melalui program IHYA. Dari Pascasarjana, dua fokus utama yakni Rekognisi Jurnal Internasional dan Doctor by Research.
Melalui rapat pimpinan ini, seluruh pimpinan fakultas dan lembaga berkomitmen mempercepat implementasi program unggulan dan prioritas universitas. UIN Maulana Malik Ibrahim Malang terus mendorong sinergi akademik dan inovasi agar mampu mencetak lulusan yang adaptif, profesional, dan berdaya saing global.
MALIKI ISLAMIC UNIVERSITY - Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang, Prof. Dr. Hj. Ilfi Nur Diana, M.Si., hadir sebagai narasumber utama dalam acara Bincang Buku Eco-Teologi: Mewujudkan Green Campus dan Eco Pesantren yang digelar di PustaKafe Universitas Negeri Malang (UM), Senin, 6 Oktober 2025 yang berlangsung meriah dengan kehadiran mahasiswa lintas kampus, dosen, hingga pimpinan perguruan tinggi.
Acara resmi dibuka oleh Wakil Rektor I Universitas Negeri Malang, Prof. Dr. Ibrahim Bafadal, M.Pd., yang menekankan pentingnya peran perguruan tinggi sebagai pelopor dalam membangun budaya peduli lingkungan. Dalam sambutannya, Prof. Ibrahim turut memberikan apresiasi tinggi kepada Rektor UIN Malang. Menurutnya, Prof. Ilfi bukan hanya seorang pemimpin akademik, melainkan juga pemikir dan penulis yang berhasil melahirkan karya ilmiah berharga berupa buku Eco-Teologi. Karya tersebut dinilai sebagai kontribusi nyata bagi pengembangan ilmu pengetahuan sekaligus menjadi inspirasi gerakan ekologis di dunia pendidikan.
Dalam paparannya, Prof. Ilfi menjelaskan bahwa eco-teologi merupakan konsep yang mengaitkan nilai-nilai keagamaan dengan kepedulian lingkungan. Beliau menekankan bahwa merawat bumi adalah bagian integral dari pengamalan ajaran Islam, khususnya dalam mewujudkan kampus ramah lingkungan (green campus) dan pesantren yang berwawasan ekologi (eco pesantren).
Diskusi dipandu moderator M. Kholilur Rohman, M.Pd., dengan pengulas Prof. Dr. Sumarmi, M.Pd., Guru Besar Geografi UM sekaligus Ketua UM Green Campus. Prof. Sumarmi menegaskan bahwa gagasan eco-teologi dapat menjadi panduan penting dalam mendorong perguruan tinggi hijau yang tidak hanya hemat energi, tetapi juga berorientasi pada pelestarian lingkungan jangka panjang.
Suasana semakin hidup ketika seorang mahasiswa non-Muslim mengajukan pertanyaan tentang bagaimana eco-teologi dipandang dari perspektif agamanya. Pertanyaan itu memantik dialog lintas iman yang hangat dan mendalam, memperlihatkan bahwa semangat menjaga bumi adalah nilai universal yang dianut oleh berbagai agama.
Selain civitas akademika, acara ini juga dihadiri sejumlah tamu kehormatan. Di antaranya, Kepala UPT Perpustakaan UM, Dr. Nurenzia Yannuar, S.S., M.A., Ph.D., serta Ketua Ikatan Penerbitan Indonesia (IKAPI) Kota Malang, Gedeon Soerja Ardi. Kehadiran mereka menandai dukungan penuh terhadap pengembangan wacana akademik melalui literasi dan penerbitan buku.
Partisipasi Rektor UIN Malang dalam acara tersebut juga mencerminkan komitmen kampus Ulul Albab untuk menjadi pelopor Islam ramah lingkungan. UIN Malang sendiri telah melakukan berbagai langkah konkret menuju green campus, seperti penggunaan energi terbarukan melalui Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS), pengelolaan sampah, serta integrasi isu lingkungan dalam kurikulum dan penelitian mahasiswa. “UIN Malang ingin menghadirkan wajah Islam yang progresif, ramah lingkungan, dan relevan dengan tantangan global. Eco-teologi adalah cara kami menyampaikan bahwa menjaga alam adalah bagian dari iman,” ujar Prof. Ilfi.
Melalui forum ini, UIN Malang semakin menegaskan posisinya sebagai kampus berbasis keilmuan, spiritualitas, dan keberlanjutan. Diskusi lintas kampus dan lintas iman yang tercipta memperlihatkan bahwa eco-teologi mampu menjadi payung besar yang menyatukan berbagai kalangan dalam menjaga bumi. Dengan keterlibatan tokoh-tokoh akademik, mahasiswa, hingga penerbit, acara ini menandai momentum penting lahirnya gerakan akademik ekologis yang berangkat dari ruang diskusi kampus untuk menjawab tantangan global. (af) Reporter: Muh. Noaf Afgani
MALIKI ISLAMIC UNIVERSITY–UIN Maulana Malik Ibrahim Malang kembali menegaskan kiprahnya di kancah internasional dengan menyelenggarakan The 13th International Conference on Empowering English Language Teaching through Technology for Sustainable and Inclusive Education (ELITE) pada Senin, 6 Oktober 2025. Acara yang digelar di Aula Lantai 4 Gedung Rumah Singgah Pascasarjana ini dibuka oleh Wakil Rektor Bidang Akademik Drs. H. Basri, M.A., Ph.D., dan dihadiri oleh Prof. Dr. H. Triyo Supriyatno, M.Ag. (Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan), Prof. Dr. H. M. Abdul Hamid, S.Ag., M.A. (Wakil Rektor Bidang Kerja Sama dan Pengembangan Lembaga), serta jajaran pimpinan fakultas.
Konferensi yang diikuti oleh 34 perguruan tinggi dari dalam dan luar negeri ini berlangsung secara hybrid, menghadirkan para akademisi dan peneliti untuk berdiskusi mengenai integrasi teknologi dalam pembelajaran bahasa Inggris. Dalam sambutannya, Prof. Dr. Hj. Like Raskova Octaberlina, M.Ed. selaku Ketua Pelaksana menyampaikan rasa syukurnya atas kelancaran kegiatan tersebut. “Kami sangat berterima kasih kepada para partisipan yang telah datang jauh-jauh ke kampus dua UIN Malang untuk berbagi gagasan dan inovasi dalam bidang pengajaran bahasa Inggris,” ungkap Prof. Like.
ELITE ke-13 menghadirkan pembicara utama internasional seperti Prof. Dr. Fauziah Ismail dari Universiti Sains Islam Malaysia, Assoc. Prof. Dr. Ahmad Ridhwan Bin Ahmad Razif dari Universiti Teknologi MARA Malaysia, dan Prof. Dr. Zuliati Rohmah, M.Pd. dari UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Para pemateri menyoroti pentingnya pemanfaatan teknologi sebagai sarana untuk menciptakan pembelajaran yang inklusif dan berkelanjutan di era digital.
Wakil Rektor Bidang Akademik Dr. Basri turut mengapresiasi penyelenggaraan konferensi yang konsisten digelar setiap tahun ini. “Ini merupakan capaian luar biasa yang menegaskan posisi UIN Malang di kancah internasional. Kami juga terus mengembangkan kampus tiga sebagai bentuk komitmen terhadap inovasi pendidikan yang berkelanjutan,” ujarnya.
Selain menjadi wadah pertukaran gagasan, kegiatan ini juga menghasilkan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dengan 13 jurnal dan sejumlah perguruan tinggi, memperkuat jejaring akademik lintas negara. Melalui ELITE ke-13 ini, UIN Maulana Malik Ibrahim Malang kembali menunjukkan perannya sebagai kampus unggul yang terus berinovasi dan berkontribusi dalam pengembangan pendidikan global.
MALIKI ISLAMIC UNIVERSITY – Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang kembali menggelar Wisuda Sarjana dan Pascasarjana ke-89 Periode V 2025 pada Sabtu, 4 Oktober 2025 di Gedung Sport Center. Sebanyak 800 wisudawan resmi dikukuhkan dalam prosesi akademik khidmat yang dihadiri jajaran pimpinan universitas, senat, dosen, serta orang tua mahasiswa.
Laporan akademik disampaikan oleh Wakil Rektor Bidang Akademik, Drs. H. Basri, M.A., Ph.D. Dalam laporannya, beliau menyebutkan bahwa dari total 800 wisudawan, sebanyak 757 wisudawan (94,6%) merupakan lulusan Sarjana (S1), 32 wisudawan (5,3%) lulusan Magister (S2), dan 1 wisudawan (0,1%) lulusan Doktor (S3).
Adapun rincian wisudawan dari masing-masing fakultas adalah sebagai berikut: • Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK): 112 orang (14%) • Fakultas Syariah: 143 orang (17,9%) • Fakultas Humaniora: 187 orang (23,4%) • Fakultas Psikologi: 35 orang (4,4%) • Fakultas Ekonomi: 88 orang (11%) • Fakultas Sains dan Teknologi (Saintek): 185 orang (23,1%) • Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK): 17 orang (2,1%) • Program Pascasarjana: 33 orang (4,1%)
Dari jumlah keseluruhan, sebanyak 274 wisudawan (34,2%) dan 526 wisudawati (65,8%) berhasil meraih gelar akademik pada periode ini. Dalam hal prestasi akademik, rata-rata Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) lulusan Sarjana mencapai 3,65 dengan 29,40% meraih predikat cumlaude dan 70,60% lulus dengan predikat sangat baik. Sementara itu, lulusan Pascasarjana mencatat rata-rata IPK 3,84, dengan sebaran 0,25% berpredikat memuaskan, 19,63% sangat memuaskan, dan 80,13% berhasil meraih predikat cumlaude.
Drs. H. Basri, M.A., Ph.D. juga melaporkan masa studi wisudawan. Untuk program sarjana, 0,7% lulus dalam 5 semester (mutasi dari Sudan), mayoritas 80,1% lulus dalam 8 semester, serta 9,3% menempuh studi 9 hingga 14 semester. Sementara itu, untuk program pascasarjana, 88,4% lulusan menempuh studi 4 semester, 4,2% menempuh 6–7 semester, dan 7% menyelesaikan studi dalam 8–9 semester.
Pada kesempatan ini juga diumumkan wisudawan terbaik dari tiap jenjang. Untuk Program Sarjana (S1), predikat lulusan terbaik diraih oleh Renata Tiand Indriansyah dari Program Studi Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial, Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan, dengan IPK 3,96 asal Madiun. Sementara itu, untuk Program Pascasarjana (S2), predikat terbaik diberikan kepada Mellinda Raswari Jambak dari Magister Bahasa dan Sastra Arab dengan IPK sempurna 4,00 asal Nias, Sumatera Utara.
Menanggapi capaian tersebut, Wakil Rektor Bidang Akademik menyampaikan apresiasi khusus.
“Jadi ini berimbang antara Jawa dan Sumatera,” ujarnya, yang disambut tepuk tangan meriah para hadirin.
Di akhir laporannya, Drs. H. Basri, M.A., Ph.D. berpesan agar para lulusan tidak hanya mengejar prestasi akademik, tetapi juga menjaga integritas diri. “Pendidikan cumlaude tiada guna, bila tidak berakhlak mulia,” tegasnya.
Wisuda ke-89 ini sekaligus menjadi momentum penting bagi universitas untuk kembali melepas para lulusan yang siap mengabdi dan berkontribusi di masyarakat dengan bekal keilmuan, keterampilan, dan akhlak mulia. (kml)
MALIKI ISLAMIC UNIVERSITY–Momen istimewa terjadi pada Wisuda ke-89 Periode V Tahun 2025 yang digelar di Gedung Jenderal H. M. Soeharto UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, pada Sabtu, 04 Oktober 2025. Salah satu peserta wisuda kali ini adalah Dr. K. H. Irfan Yusuf Hasyim, M.M., Menteri Haji dan Umrah Republik Indonesia, yang berhasil menuntaskan studi doktoralnya di Program Studi Manajemen Pendidikan Islam Pascasarjana UIN Malang.
Dalam sambutannya, Dr. K. H. Irfan Yusuf Hasyim menyampaikan rasa syukur sekaligus pesan motivatif kepada para wisudawan. “Bagi saya pribadi, perjuangan itu berat. Saya menempuh kuliah dari seluruh penjuru Indonesia Raya. Saya tidak membutuhkan ijazah untuk mengejar apapun. Pertama tentu saya mengejar ilmu yang saya peroleh, dan yang kedua, saya ingin memberi semangat dan contoh kepada anak-anak saya untuk terus belajar,” ujarnya disambut tepuk tangan hangat.
Menteri Irfan juga mengungkapkan kekagumannya terhadap sistem pendidikan di UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, khususnya peran Ma’had Al-Jami’ah yang menjadi ciri khas kampus. “Hal yang istimewa dari UIN Malang adalah keberadaan Ma’had Al-Jami’ah. Dari 800 wisudawan, 437 merupakan lulusan pesantren. Jika ditambah dengan mahasiswa Ma’had, maka hampir seluruh lulusan UIN Malang adalah santri,” ungkapnya.
Selain menyampaikan apresiasi, Dr. K. H. Irfan Yusuf Hasyim juga berpesan agar para lulusan mampu mengambil peran strategis di tengah masyarakat. “Kami ingin para santri dan wisudawan ini memiliki posisi penting dan peran nyata di seluruh Indonesia. Terakhir, untuk para wisudawan yang berbahagia hari ini, ada yang lebih berbahagia, yaitu mereka yang menunggu,” tuturnya dengan senyum penuh makna.
Kehadiran Menteri Haji dan Umrah yang juga menjadi bagian dari wisudawan kali ini menambah kebanggaan bagi UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Momen tersebut menjadi bukti bahwa kampus berlogo Ulul Albab ini tidak hanya mencetak sarjana, tetapi juga melahirkan pemimpin bangsa yang berilmu, berakhlak, dan berkomitmen terhadap pengabdian untuk umat.
MALIKI ISLAMIC UNIVERSITY–Suasana penuh kebahagiaan mewarnai prosesi Wisuda ke-89 Periode V Tahun 2025 yang digelar di Gedung Jenderal H. M. Soeharto UIN Maulana Malik Ibrahim Malang pada Sabtu, 04 Oktober 2025. Acara ini dihadiri oleh Rektor Prof. Dr. Hj. Ilfi Nur Diana, M.Si., Wakil Rektor I Drs. H. Basri, M.A., Ph.D., Wakil Rektor III Prof. Dr. H. Triyo Supriyatno, M.Ag., serta jajaran pimpinan fakultas dan tamu undangan.
Dalam sambutannya, Prof. Ilfi menyampaikan rasa syukur dan kebanggaannya atas capaian para wisudawan. “Pada pagi hari ini merupakan momen paling bahagia bagi anak-anakku semua. Terpancar kuat aura kebahagiaan dan kesuksesan mereka, dan kita patut bersyukur dapat hadir dengan sehat wal’afiat,” tutur Rektor. Ia menegaskan bahwa para lulusan UIN Malang telah dibekali kompetensi bahasa Arab yang unggul berkat sistem pembelajaran terpadu antara perkuliahan dan program Ma’had Al-Jamiah.
Prof. Ilfi juga menyoroti berbagai capaian kampus, di antaranya peringkat pertama nasional PTKIN menurut UniRank 2024 serta dukungan pendanaan pembangunan Kampus III sebesar satu triliun rupiah dari SFD. “Keberhasilan ini merupakan bukti dari kerja keras dan estafet kepemimpinan yang luar biasa. Semoga generasi berikutnya mampu meneruskan pembangunan ini dengan semangat yang sama,” ungkapnya.
Menutup sambutannya, Rektor mengajak para wisudawan untuk terus mengembangkan diri dan bijak bermedia sosial. “Belajarlah seperti elang yang tidak pernah menyerah dan terus menepakkan sayapnya lebih tinggi ke langit. Upgrade diri kalian dengan keterampilan yang dibutuhkan dunia kerja dan jadilah pemimpin yang baik untuk diri sendiri,” pesan Prof. Ilfi.
Acara ditutup dengan doa bersama dan ungkapan duka cita bagi para santri korban tragedi serta doa kesembuhan bagi yang sedang dirawat. Suasana haru dan syukur menyelimuti momen wisuda yang menjadi penanda lahirnya generasi Ulul Albab penerus bangsa.
MALIKI ISLAMIC UNIVERSITY - Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang, Prof. Dr. Hj. Ilfi Nur Diana, M.Si., hadir dalam pembukaan Musabaqah Qiraatil Kutub Internasional (MQKI) I di Pondok Pesantren As’adiyah, Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan. Dalam kesempatan ini, beliau juga mendelegasikan sepuluh mahasiswa internasional UIN Malang untuk mengikuti rangkaian kegiatan yang berlangsung pada 2–7 Oktober 2025 tersebut.
MQKI I dibuka secara resmi oleh Menteri Agama RI, Nasaruddin Umar, dengan melibatkan ribuan santri dari seluruh Indonesia serta sembilan negara Asia Tenggara. Kompetisi kitab kuning internasional pertama di Indonesia ini mengangkat tema “Dari Pesantren untuk Dunia: Merawat Lingkungan dan Menebar Perdamaian dengan Kitab Turats”. Selain lomba utama, delapan agenda pendukung turut digelar, antara lain halaqah ulama, expo pesantren, dan program pesantren hijau.
Delegasi internasional UIN Maulana Malik Ibrahim Malang yang hadir dalam Musabaqah Qiraatil Kutub Internasional (MQKI) I berasal dari sepuluh negara dengan latar belakang studi yang beragam. Mereka adalah Ahmad Naweed Rahimi (Afghanistan), Ouail Brahim Sabri (Aljazair), Abdelkerim Saleh Mahamat Issakh (Chad), Ma Jun (China), Said Omar Kassim (Komoros), Abdullah Miftah Ali Akheel (Libya), Alia Asad Ullah (Pakistan), Ali Mohammed Yousif Osman (Sudan), Muzafar Ishmurotov (Tajikistan), serta Amr Mohammed Mansoor Shaalan (Yaman). Selain mahasiswa, UIN Malang juga mengirimkan dua dosen internasional sebagai bagian dari delegasi, yakni Bakri Mohamed Bakheit Ahmed dari Sudan dan Fahd Mohana S. Alahmadi dari Arab Saudi.
Rektor UIN Malang menyampaikan bahwa partisipasi dosen dan juga mahasiswa internasional dalam MQKI menjadi bentuk nyata internasionalisasi kampus sekaligus wujud sinergi antara perguruan tinggi Islam dan pesantren. “Kehadiran mahasiswa kami di sini membuktikan bahwa UIN Malang bukan hanya pusat akademik, tetapi juga rumah bagi keragaman umat Islam dunia,” kata Prof. Ilfi.
Pondok Pesantren As’adiyah dipilih sebagai tuan rumah karena rekam jejak panjangnya hampir satu abad serta memiliki lebih dari 450 cabang di seluruh Indonesia. Seleksi awal MQKI dilakukan secara digital dengan melibatkan 8.773 santri dari 1.218 lembaga. Peserta terbaik kemudian dipilih untuk berkompetisi langsung di Wajo. Kesempatan ini dimanfaatkan untuk memperluas jejaring, bertukar pandangan, serta memperkuat wawasan lintas budaya mengenai peran pesantren dalam merespons isu lingkungan dan perdamaian global.
Acara pembukaan MQKI berlangsung khidmat dengan pawai budaya dan doa bersama. Kehadiran Rektor UIN Malang bersama mahasiswa internasional menjadi sorotan panitia dan peserta lain, dipandang sebagai wujud sinergi antara dunia akademik dan pesantren. UIN Malang menegaskan bahwa keterlibatannya dalam MQKI I tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga komitmen dalam mendukung diplomasi akademik Islam di tingkat internasional. Dengan sinergi pesantren dan perguruan tinggi, diharapkan Indonesia semakin kuat sebagai pusat kajian Islam dunia. (af) Reporter: Muh. Noaf Afgani
MALIKI ISLAMIC UNIVERSITY - Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang kembali menunjukkan kontribusinya dalam peningkatan mutu akademik perguruan tinggi Islam di Indonesia. Melalui salah satu dosen dari Prodi Pendidikan Bahasa Arab, Dr. H. Syaiful Mustofa, M.Pd., M.A., UIN Malang hadir sebagai narasumber utama dalam “Pelatihan Penulisan Artikel Ilmiah Bereputasi Internasional” yang diselenggarakan oleh UIN Sunan Kudus pada 1–2 Oktober 2025 di Gedung Integrated Laboratory.
Kegiatan ini diikuti oleh 30 peserta yang terdiri atas dosen dan tenaga kependidikan. Tujuannya untuk memperkuat wawasan sekaligus keterampilan dalam menyusun artikel ilmiah yang layak terbit di jurnal internasional bereputasi. Kharis Fadlullah Hana, Ketua Prodi Perbankan Syariah, mengangkat tema Industry Perception of Green Finance Research from Islamic Universities: Between Needs, Expectation and Reality. Sementara itu, Ulya Fawaida dari Prodi Tadris IPA memaparkan hasil kajian literatur bertajuk STEM Education in Indonesia: A Systematic Literature Review.
Tidak hanya itu, Dany Miftah M. Nur, dosen Prodi IPS sekaligus staf ahli LPM, juga mempresentasikan risetnya tentang Perubahan Sosial dan Keagamaan pada Mantan Migran dan Implikasinya terhadap Komunitas Asal. Dari Prodi Bahasa Inggris, Enny Yulianti membahas Penerapan Pendekatan Contextual Teaching and Learning dalam Pengembangan Keterampilan Bahasa Inggris di Prasekolah Islam di Indonesia dan Malaysia. Sementara Sigit Muttaqin, tenaga kependidikan sekaligus mahasiswa Program Doktor Studi Islam UIN Sunan Kudus, mengulas Model Pengembangan Manajemen Sumber Daya Insani pada Lembaga Pendidikan Islam Berbasis Kearifan Lokal di Kudus.
Pelatihan ditutup secara resmi oleh Kepala Pusat Bahasa UIN Sunan Kudus, Dr. Ivan Alfian. Dalam sambutan penutupan, ia menyampaikan apresiasi atas kelancaran acara serta kontribusi UIN Malang melalui kehadiran narasumber berkompeten. “Alhamdulillah selama dua hari kita berlatih menulis artikel, materi teori dan praktik diikuti dengan antusias. Semoga kegiatan ini bermanfaat dan melahirkan tulisan yang berkualitas,” ujarnya.
Dr. Ivan berharap kegiatan serupa dapat berlanjut di tahun-tahun mendatang, sehingga semakin banyak dosen dan tenaga kependidikan yang memiliki kesempatan memperkuat kapasitas menulis. Menurutnya, langkah ini menjadi langkah kongkrit UIN Sunan Kudus dalam mendukung produktivitas akademik dosen maupun tendik untuk berkiprah di level internasional dan memperkuat posisi kampus dengan akreditasi unggul. (af) Reporter: Muh. Noaf Afgani
MALIKI ISLAMIC UNIVERSITY - Suasana di Gedung Rektorat UIN Maulana Malik Ibrahim Malang tampak dipenuhi ratusan siswa dan mahasiswa pada Kamis, 2 Oktober 2025. Peserta memenuhi ruangan sejak pagi, antusias mengikuti Seminar Nasional Festival Bulan Pendidikan (FBP) ke-10 bertema “Strategi Mengatasi Krisis Literasi dan Numerasi terhadap Generasi Muda demi Menyokong Indonesia Emas 2045.”
Menariknya, seminar kali ini menghadirkan sosok inspiratif — Dr. Herma Retno Prabayanti, S.E., M.Med.Kom., ibunda dari Vania Winola, peserta Clash of Champion (COC) yang dikenal luas. Kehadirannya menjadi daya tarik tersendiri bagi para peserta yang ingin memperoleh wawasan segar tentang literasi, numerasi, dan peran generasi muda di era digital.
Dalam sambutannya, Kaprodi MPI Ulfah Muhayani, M.PP., Ph.D. mengungkapkan kebanggaannya terhadap HMPS MPI yang sukses menghadirkan pemateri inspiratif sekaligus menyelenggarakan seminar yang sarat nilai edukatif.
“FBP tahun ini spesial. Kami ingin menghadirkan sumber pendidikan di luar kelas, dan inilah saatnya. Saya bangga sekali pada HMPS MPI,” tutur Ulfah dengan penuh semangat.
Dr. Herma membuka paparannya dengan sebuah fun fact yang langsung memancing perhatian audiens.
“Tahukah kalian, hanya dua hal yang menggunakan istilah ‘pengguna’: narkoba dan media sosial,” ujarnya, membuat peserta terpaku.
Beliau menjelaskan bahwa keduanya bisa menjadi berbahaya ketika disalahgunakan. Namun, jika dimanfaatkan dengan bijak dan sesuai kebutuhan, keduanya justru dapat memberikan manfaat besar — narkoba dalam konteks pengobatan, dan media sosial sebagai sarana belajar atau mencari informasi.
Lebih lanjut, Dr. Herma mengajak peserta memahami konsep “algorithm bubble,” yakni kondisi ketika media sosial menyesuaikan konten sesuai preferensi pengguna hingga berpotensi menimbulkan kecanduan.
“Kalau kita tidak mengatur algoritma, kita akan terjebak dalam arus konten yang tidak berujung. Gunakan search bar, jangan hanya scroll tanpa arah. Isi berandamu dengan hal-hal positif,” pesannya.
Beranjak dari isu media sosial, Dr. Herma menegaskan bahwa literasi sejati tidak selalu dimulai dari membaca, melainkan justru dari mendengar.
“Literasi pertama itu adalah mendengar. Itulah mengapa ada kajian, karena literasi sejati berawal dari kemampuan mendengar,” jelasnya.
Menurutnya, mendengar membuka ruang bagi seseorang untuk memahami, berpikir kritis, dan akhirnya menumbuhkan minat membaca.
“Ego harus ditekan, mendengar adalah yang utama. Banyak orang ingin didengar, tapi enggan mendengar. Padahal kalau kita mau mendengar, critical thinking bisa berjalan dengan baik,” ungkapnya.
Dari proses mendengar, lanjutnya, seseorang akan terdorong membaca untuk memvalidasi informasi dan memperluas wawasan.
“Dari mendengar, kita tahu apa yang menarik bagi kita. Lalu kita membaca untuk mencari kebenaran dan memperdalam pengetahuan,” tambahnya.
Seminar nasional ini tak hanya membuka wawasan, tetapi juga memberi refleksi mendalam tentang pentingnya kesadaran digital dan kemampuan berpikir kritis di era modern. Suasana interaktif dan antusias terlihat sepanjang acara hingga sesi penutup, yang diakhiri dengan foto bersama seluruh peserta, panitia, dan pemateri dan juga penyerahan cinderamata sebagai simbol berakhirnya rangkaian FBP 2025. (kml)