MALIKI ISLAMIC UNIVERSITY - Suasana khidmat dan penuh kebanggaan menyelimuti Wisuda Tahfidz Al-Qur’an yang digelar di Aula Gedung C UIN Malang pada Jumat (26/9). Acara ini menjadi momen sakral bagi para hafidz dan hafidzah yang berhasil menuntaskan hafalan Al-Qur’an.
Wisuda ini turut dihadiri jajaran sivitas akademika, tokoh ulama, hingga Rektor UIN Malang, Prof. Dr. Hj. Ilfi Nur diana,M.Si. Kehadiran mereka menjadi bentuk dukungan sekaligus penghargaan bagi para penghafal Al-Qur’an yang dianggap sebagai penjaga Kalamullah.
Dalam tausiyahnya, Dr. KH. Ahmad Nasich Hidayatulloh, M.Th.I menegaskan pentingnya apresiasi bagi para tahfidz. Ia menyebut bahwa tidak semua perguruan tinggi mampu memberikan penghormatan seperti yang dilakukan UIN Malang.“Banyak kampus yang lebih tua, tetapi tidak memfasilitasi dan mengapresiasi penghafal Al-Qur’an sebagaimana dilakukan UIN Malang.”ungkapnya.
Penyampaian tausiyah oleh Dr. KH. Ahmad Nasich Hidayatulloh, M.Th.I
Ia menambahkan, Al-Qur’an membahas banyak aspek kehidupan, mulai dari ekonomi, transaksi, hingga sejarah peradaban. Bahkan, kisah Firaun yang baru diteliti ilmuwan modern telah lebih dulu diterangkan dalam Al-Qur’an.
Menurut KH. Ahmad Nasich, keistimewaan seorang penghafal Al-Qur’an tidak dapat dibandingkan dengan apa pun. Ia menegaskan bahwa tidak ada yang bisa menggantikan anak yang menghafal Al-Qur’an. Para tahfidz bukan hanya mendapat apresiasi dari Allah, tetapi juga memikul amanah besar. Bahkan, hafalan Al-Qur’an diyakini mampu menentukan kedudukan seseorang di surga.
Wisuda tahfidz ini bukan hanya seremoni, melainkan bukti komitmen UIN Malang dalam melahirkan generasi Qur’ani yang berilmu, berakhlak mulia, dan mampu mengamalkan nilai-nilai Al-Qur’an di tengah masyarakat.
MALIKI ISLAMIC UNIVERSITY - Festival Bulan Pendidikan (FBP) 2025 resmi dibuka pada Jumat, 26 September 2025 di Gedung Microteaching UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Agenda tahunan yang digelar Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Manajemen Pendidikan Islam ini kembali hadir dengan semangat baru untuk memperingati bulan pendidikan.
Acara ini dibuka dengan dukungan penuh dari jajaran akademik Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan. Hadir dalam kesempatan tersebut Dekan FITK Dr. H. Muhammad Walid, M.A., Kaprodi MPI Ulfah Muhayani, M.PP., Ph.D., Sekprodi MPI Prayudi Lestantyo, M.Kom., serta dosen MPI Dr. Sutrisno, M.Pd., dan Muhammad Alfan Rikza, SE., M.Pd. Kehadiran mereka menjadi bentuk apresiasi sekaligus dorongan moral bagi mahasiswa dalam mengembangkan kreativitas di bidang pendidikan.
Festival Bulan Pendidikan sendiri digelar setiap tahun untuk memperingati bulan pendidikan. Tahun ini, berbagai kompetisi kembali dihadirkan, mulai dari lomba esai, pidato, hingga desain poster. HMPS MPI berharap kegiatan ini tidak hanya menghadirkan kompetisi, melainkan juga menjadi wadah kolaborasi dan ruang berekspresi bagi generasi muda.
Ketua HMPS MPI, Ifan Rohmatullah, menekankan bahwa FBP tidak boleh hanya dimaknai sebatas lomba. Menurutnya, esensi utama kegiatan ini adalah mempererat hubungan antar pelajar dan mahasiswa dari berbagai daerah. “Semoga dengan adanya Festival Bulan Pendidikan ini, kita tidak hanya bertemu dalam semangat kompetisi, tetapi juga menjadikannya ruang silaturahmi bagi seluruh peserta dari berbagai kampus dan sekolah. Harapan kami, FBP dapat berjalan lancar, membawa banyak manfaat, dan menjadi langkah nyata bagi kemajuan pendidikan di Indonesia,” tuturnya.
Sementara itu, Ketua Pelaksana FBP 2025, Abiyyu Fawwaaz N., menyoroti sisi pengembangan diri dalam acara ini. Ia berharap FBP bisa menjadi pintu bagi mahasiswa maupun siswa untuk melangkah lebih jauh. “Semoga dengan adanya acara ini, dapat menjadi wadah untuk mengembangkan potensi teman-teman mahasiswa juga para siswa agar selalu maju dan mampu berkembang di zaman yang selalu menuntut adanya perubahan,” ucapnya penuh optimisme.
Tak hanya dari panitia, semangat juga datang dari Kaprodi MPI, Ulfah Muhayani, M.PP., Ph.D. Dalam sambutannya, ia mengajak seluruh mahasiswa untuk tetap optimis di tengah tantangan dunia pendidikan. “Mari kita rayakan, kita buat apa pun yang bisa kita lakukan di tengah kenyataan bahwa saat ini pendidikan di Indonesia sedang tidak baik-baik saja. Namun kita usahakan untuk tidak berpikir demikian. Mari kita rayakan dan yakin bahwa kita akan baik-baik saja,” pesannya. Lebih jauh, ia menekankan pentingnya mendorong pendidikan Indonesia agar terus berkembang menjadi pendidikan yang berkualitas, unggul, dan bereputasi internasional.
Pembukaan Festival Bulan Pendidikan berjalan lancar dan penuh antusiasme. Kehadiran mahasiswa MPI menjadi penanda dimulainya rangkaian kegiatan yang diharapkan mampu melahirkan generasi muda yang kreatif, inovatif, serta berdaya saing di dunia pendidikan. (kml)
MALIKI ISLAMIC UNIVERSITY - Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang resmi menyambut 42 mahasiswa baru internasional asal 18 negara melalui acara Welcome Gathering & Meeting Your Department pada Jumat (26/9/2025) di Gedung Rektorat. Kegiatan ini menjadi ajang perkenalan sekaligus penguatan komitmen UIN Malang sebagai kampus berwawasan global yang ramah terhadap keberagaman.
Acara berlangsung hangat dengan kehadiran para pimpinan universitas. Turut hadir Rektor UIN Malang, Prof. Dr. Hj. Ilfi Nur Diana, M.Si., Wakil Rektor Bidang Akademik Drs. H. Basri, M.A., Ph.D., Wakil Rektor Bidang Administrasi Umum, Perencanaan, dan Keuangan Dr. Zainal Habib, M.Hum., Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan Prof. Dr. H. Triyo Supriyatno, M.Ag., serta Wakil Rektor Bidang Kerjasama dan Pengembangan Lembaga Prof. Dr. H. M. Abdul Hamid, S.Ag., M.Si. Selain itu, hadir pula Prof. Dr. H. Agus Maimun, M.Pd. selaku Direktur Pascasarjana, Dr. H. Isroqunnajah, M.Ag. selaku Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M), para dekan dari setiap fakultas, serta Kepala International Office, Faridatun Nikmah, M.Pd.
Dalam pidatonya, Rektor menyampaikan ucapan selamat datang kepada para mahasiswa yang hadir dari berbagai negara.
“Setiap mahasiswa internasional membawa budayanya masing-masing. Namun, saya berharap kami juga dapat mengenalkan budaya Indonesia sekaligus budaya UIN Malang,” tutur Rektor.
Lebih lanjut, Ibu Rektor menekankan harapannya kepada para dosen dan civitas akademika untuk tidak hanya sekadar melakukan transfer of knowledge. Menurutnya, pendampingan mahasiswa internasional perlu dilakukan dengan rasa kepedulian, perhatian, serta bimbingan yang mendukung perkembangan akademik sekaligus pribadi mereka.
Dalam kesempatan yang sama, Kepala International Office, Faridatun Nikmah, M.Pd., juga menyampaikan pesan penting terkait keberlangsungan studi mahasiswa internasional. Ia menegaskan bahwa mendidik dan menjaga mahasiswa internasional harus dilakukan dengan sungguh-sungguh agar tidak ada yang berhenti di tengah perjalanan lalu berpindah ke kampus lain.
“Jika tidak diperhatikan dengan betul, mereka mungkin akan merasa kesulitan menemukan solusi. Oleh karena itu, kami mengajak para dekan dan dosen untuk terus menggandeng mahasiswa internasional dalam menjalani studi. Dengan begitu, kita tidak hanya membantu mereka berkembang, tetapi juga meningkatkan minat masyarakat internasional untuk bergabung bersama Maliki Islamic University,” ungkapnya.
Para dekan turut hadir untuk menyambut langsung mahasiswa baru yang akan bergabung di fakultas masing-masing. Kehadiran mereka menjadi simbol keterbukaan dan kesiapan fakultas dalam mendampingi para mahasiswa internasional menempuh perjalanan akademiknya di UIN Malang.
Kegiatan Welcome Gathering ini tidak hanya menjadi ajang perkenalan mahasiswa internasional dengan kampus dan fakultas masing-masing, tetapi juga sebagai wadah mempererat tali persaudaraan lintas budaya. Para mahasiswa baru mendapat kesempatan mengenal sistem akademik, lingkungan belajar, serta dukungan fasilitas yang disiapkan oleh UIN Malang melalui International Office.
Dengan diselenggarakannya acara ini, UIN Malang menegaskan komitmennya untuk menjadi kampus berwawasan global yang ramah terhadap keberagaman. Kehadiran mahasiswa internasional. (kml)
MALIKI ISLAMIC UNIVERSITY - Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang resmi melepas keberangkatan tim ekspedisi Mahasiswa Pecinta Alam (MAPALA) Tursina Explore #12 menuju Bali, Jumat, 26 September 2025. Upacara pelepasan yang berlangsung pukul 15.00 WIB di Lapangan Utama UIN Malang ini dipimpin langsung oleh Wakil Rektor III UIN Malang, Prof. Dr. H. Triyo Supriyatno, M.Ag. serta didampingi oleh Pembina MAPALA Tursina, Dr. Alfin Mustikawan. Dalam sambutannya, Wakil Rektor III menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas konsistensi MAPALA Tursina dalam melaksanakan kegiatan eksplorasi tahunan. Menurutnya, ekspedisi ini tidak hanya menjadi ajang petualangan, melainkan juga sarana penelitian dan pengabdian masyarakat. Ketua Umum MAPALA Tursina, Huzairi Ahmad, dalam laporannya menjelaskan bahwa Tursina Explore #12 tahun ini mengambil lokasi di Trunyan, Kintamani, Bali. Fokus utama kegiatan adalah eksplorasi sosial budaya dan lingkungan, dengan titik perhatian pada kearifan lokal masyarakat Bali serta isu-isu lingkungan yang dihadapi.
Tursina Explore merupakan program tahunan MAPALA Tursina UIN Malang yang telah dilaksanakan lebih dari satu dekade. Kegiatan ini berakar dari nilai dasar cinta alam dan solidaritas, serta didorong oleh semangat memperkenalkan keberagaman budaya Indonesia kepada generasi muda. Tahun ini, Bali dipilih sebagai lokasi karena dianggap memiliki kekayaan budaya dan tradisi yang masih terjaga kuat sekaligus menghadapi tantangan modernisasi dan isu lingkungan.
Partisipasi mahasiswa dalam kegiatan eksplorasi ini juga mendapat dukungan penuh dari pihak kampus. UIN Malang menilai bahwa MAPALA Tursina telah menjadi bagian penting dalam membangun citra positif mahasiswa sebagai insan akademis yang tidak hanya unggul dalam studi, tetapi juga aktif dalam aksi sosial dan lingkungan. MAPALA Tursina sendiri merupakan salah satu Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) tertua di UIN Malang yang konsisten menggelar kegiatan di bidang kepencintaalaman. Aktivitasnya meliputi pendakian gunung, susur goa, dll. Dengan pengalaman panjang tersebut, Tursina Explore menjadi ikon kegiatan tahunan yang selalu ditunggu-tunggu.
Pada penutup acara, seluruh peserta dan tamu undangan berfoto bersama sebagai simbol solidaritas dan kebersamaan. Dengan semangat yang berkobar, tim MAPALA Tursina siap menunaikan misi mereka di Bali. Dengan dukungan penuh dari kampus, semangat solidaritas antaranggota, serta niat tulus untuk mengabdi, Tursina Explore #12 menjadi bukti nyata bahwa mahasiswa UIN Malang mampu menjawab tantangan zaman dengan menjunjung tinggi nilai cinta alam, pelestarian budaya, dan kepedulian sosial. (af) Reporter: Muh. Noaf Afgani
MALIKI ISLAMIC UNIVERSITY—Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang (UIN Malang) menggelar Wisuda Tahfidz pada Jumat, 26 September 2025. Acara yang berlangsung khidmat tersebut dihadiri langsung oleh Rektor UIN Malang, Prof. Ilfi, yang menyampaikan apresiasi sekaligus kebahagiaan mendalam atas terselenggaranya wisuda tahun ini.
Dalam sambutannya, Prof. Ilfi mengaku sangat bahagia melihat para wisudawan mampu menyelesaikan hafalan Al-Qur’an hingga diwisuda pada hari bersejarah tersebut. Beliau mengungkapkan rasa haru melihat aura para wisudawan yang memancarkan cahaya Al-Qur’an. “Kalian adalah orang-orang yang beruntung, insyaallah kelak akan menjadi sebab orang tua kalian masuk ke surga Allah,” tuturnya.
Rektor menegaskan bahwa momen Wisuda Tahfidz merupakan kebahagiaan tertinggi dalam hidup seorang muslim. Ia menganalogikan kebahagiaan tersebut dengan perasaan seorang ibu ketika melahirkan, namun kebahagiaan yang lebih besar adalah ketika seorang anak mampu meraih Wisuda Tahfidz 30 juz.
Dalam pesan spiritual dan intelektualnya, Prof. Ilfi mengajak para wisudawan meneladani keteguhan Nabi Musa. Beliau mengutip kisah dalam Al-Qur’an ketika Nabi Musa bertekad untuk terus berjalan hingga menemukan pertemuan dua lautan. Makna simbolisme tersebut dijelaskan sebagai seruan agar seorang muslim tidak berhenti belajar hingga menemukan titik pertemuan antara ilmu Islam dan ilmu Barat. “Belajar ilmu dari Barat bukanlah masalah, sebab seorang muslim harus mengetahui keduanya: ilmu pengetahuan dan Al-Qur’an,” tegasnya.
Rektor juga mengingatkan bahwa masih banyak ayat-ayat Al-Qur’an yang belum terjawab oleh logika manusia dan belum dikaji secara penuh oleh para ilmuwan. Karena itu, beliau menegaskan bahwa para penghafal Al-Qur’an memiliki amanah mulia untuk meneruskan kajian dan penelitian agar semakin banyak rahasia Al-Qur’an terungkap melalui ilmu pengetahuan.
Mengakhiri sambutannya, Prof. Ilfi menyampaikan doa khusus bagi seluruh wisudawan dengan suara penuh haru. “Doa kami bukan hanya untuk anak biologis kami, tetapi juga untuk seluruh anak-anak UIN Malang,” ujarnya sekaligus menutup sambutan.
MALIKI ISLAMIC UNIVERSITY—Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang (UIN Malang) menggelar Wisuda Tahfidz pada Jumat, 26 September 2025. Acara yang berlangsung khidmat tersebut dihadiri langsung oleh Rektor UIN Malang, Prof. Ilfi, yang menyampaikan apresiasi dan kebahagiaan mendalam atas terselenggaranya wisuda tahun ini.
Dalam sambutannya, Prof. Ilfi mengaku sangat bahagia melihat para wisudawan dapat menyelesaikan hafalan Al-Qur’an hingga diwisuda hari ini. Beliau menyampaikan rasa haru melihat aura para wisudawan yang memancarkan cahaya Al-Qur’an. “Kalian adalah orang-orang yang beruntung, insyaallah kelak akan menjadi sebab orang tua kalian masuk ke surga Allah,” ungkapnya.
Rektor juga menegaskan bahwa momen wisuda tahfidz merupakan kebahagiaan tertinggi bagi seorang muslim. Beliau mengaitkannya dengan perasaan seorang ibu yang melahirkan anak, namun kebahagiaan yang lebih besar barangkali adalah ketika anak tersebut mampu meraih Wisuda Tahfidz 30 juz.
Dalam sambutannya, Prof. Ilfi mengajak wisudawan meneladani keteguhan Nabi Musa. Beliau mengutip pesan Nabi Musa dalam Al-Qur’an yang menyatakan keinginan untuk terus berjalan hingga menemukan pertemuan dua lautan. Makna pertemuan dua lautan tersebut dijelaskan sebagai simbol bahwa seorang muslim tidak boleh berhenti belajar hingga menemukan titik pertemuan antara ilmu Islam dan ilmu Barat. “Belajar ilmu dari Barat bukanlah masalah, sebab seorang muslim harus mengetahui keduanya: ilmu pengetahuan dan Al-Qur’an,” tegasnya.
Prof. Ilfi juga mengingatkan bahwa masih banyak ayat-ayat Al-Qur’an yang belum terjawab oleh logika manusia dan belum dikaji secara penuh oleh para ilmuwan. Sebab itu, beliau menegaskan bahwa para penghafal Al-Qur’an memiliki tugas mulia untuk meneruskan kajian dan penelitian agar semakin banyak rahasia Al-Qur’an terungkap melalui ilmu pengetahuan.
Mengakhiri sambutannya, Rektor menyampaikan doa khusus bagi para wisudawan. “Doa kami bukan hanya untuk anak biologis kami, tetapi juga untuk seluruh anak-anak UIN Malang,” ujarnya dengan penuh haru.
MALIKI ISLAMIC UNIVERSITY - Festival Bulan Pendidikan (FBP) 2025 yang digelar Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Manajemen Pendidikan Islam (MPI) UIN Malang resmi dibuka pada Jumat, 26 September 2025 di Gedung Microteaching UIN Malang. Acara tahunan ini kembali menjadi ajang kreativitas dan refleksi bagi mahasiswa, dengan menghadirkan jajaran akademik. Hadir dalam kesempatan tersebut Dekan Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) Dr. H. Muhammad Walid, M.A., Kaprodi Manajemen Pendidikan Islam Ulfah Muhayani, M.PP., Ph.D., Sekprodi MPI Prayudi Lestantyo, M.Kom., serta para dosen, di antaranya Dr. Sutrisno, M.Pd. dan Muhammad Alfan Rikza, S.E., M.Pd.
Dalam sambutannya, Dr. Muhammad Walid menyoroti bahwa pendidikan di Indonesia tengah menghadapi banyak tantangan. Namun, ia menekankan bahwa kuliah tidak boleh berhenti pada capaian akademik semata. Menurutnya, mahasiswa harus berani keluar dari zona akademik tradisional dengan mengembangkan keterampilan praktis seperti kolaborasi, teamwork, dan komunikasi.
Dekan FITK juga menyampaikan bahwa di era saat ini terdapat tiga hal penting yang harus dimiliki mahasiswa. Pertama, nilai intelektual yang tetap penting, meskipun bukan satu-satunya faktor utama. Kedua, kemampuan berpikir kreatif dan inovatif. Ketiga, keterampilan komunikasi yang efektif.
“Jika semua itu dimaksimalkan, kemampuan untuk menyelesaikan masalah, kemampuan berkreasi dan berinovasi, serta kemampuan berkolaborasi yang baik akan dengan mudah didapatkan. Dan semua itu sudah ada pada mata kuliah kalian semuanya (mahasiswa MPI),” ujarnya.
Ia memberikan apresiasi khusus kepada HMPS MPI yang berhasil menyelenggarakan Festival Bulan Pendidikan secara mandiri. Hal ini menjadi contoh nyata bahwa mahasiswa mampu mengambil peran lebih luas, termasuk dalam hal manajemen acara. Dr. Muhammad Walid menegaskan bahwa lulusan MPI memiliki peluang yang jauh lebih beragam, tidak hanya terbatas menjadi tenaga pengajar atau kepala sekolah.
Lebih jauh, ia menekankan bahwa acara seperti FBP bukan hanya perayaan semata, tetapi juga langkah nyata untuk menyalakan kembali semangat pendidikan di tengah kondisi yang penuh tantangan. Harapannya, mahasiswa MPI dapat terus mengembangkan potensi mereka agar mampu menghadapi dinamika dunia kerja yang semakin kompleks.
Festival Bulan Pendidikan ini sendiri akan mencapai puncaknya pada 2 Oktober 2025 dengan digelarnya Seminar Nasional bertema “Strategi Mengatasi Krisis Literasi dan Numerasi terhadap Generasi Muda demi Menyokong Indonesia Emas 2045.” Acara ini akan menghadirkan pembicara terkenal, Dr. Herma Retno Prabayanti, S.E., M.Med.Kom., yang siap berbagi wawasan strategis tentang peran generasi muda dalam menghadapi tantangan bangsa.
Dengan dukungan jajaran akademik serta partisipasi aktif mahasiswa, Festival Bulan Pendidikan MPI diharapkan tidak hanya menjadi agenda rutin, tetapi juga momentum membentuk insan akademis yang kreatif, komunikatif, dan solutif dalam menghadapi era global. (kml)
MALIKI ISLAMIC UNIVERSITY - Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang menjalin sinergi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk memperkuat peran perguruan tinggi sebagai pusat riset dalam mendukung visi besar Jatim Emas 2045. Kerja sama ini ditegaskan dalam pertemuan resmi antara Gubernur Jawa Timur Dr. HC. Dra. Hj. Khofifah Indar Parawansa, M.Si. dan Rektor UIN Malang, Prof. Dr. Hj. Ilfi Nur Diana, M.Si., di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Kamis 19 September 2025.
Dalam kunjungan tersebut, Rektor UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Prof. Dr. Hj. Ilfi Nur Diana, M.Si., CAHRM., CRMP., turut didampingi oleh jajaran pimpinan universitas, yakni Wakil Rektor I Bidang Akademik, Drs. H. Basri, M.A., Ph.D.; Wakil Rektor IV Bidang Pengembangan Lembaga dan Kerja Sama, Prof. Dr. H. M. Abdul Hamid, S.Ag., M.A.; serta Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M), Dr. KH. Isroqunnajah, M.Ag. UIN Malang menurut Prof. Ilfi siap memberikan kontribusi maksimal melalui berbagai penelitian interdisipliner yang relevan dengan kebutuhan Jawa Timur dan pentingnya integrasi riset perguruan tinggi dengan kebutuhan lokal. “Kampus ini memiliki sumber daya yang kompetitif, baik dari segi dosen, mahasiswa, maupun pusat studi. Kami siap menjadi mitra strategis Pemprov Jatim dalam melahirkan riset yang aplikatif, inovatif, dan bermanfaat luas,” tegas beliau.
Fokus riset diarahkan pada bidang kesehatan, lingkungan, sosial, dan kemanusiaan, yang dinilai relevan dan mendesak untuk ditangani bersama. Hal ini juga sejalan dengan program Asta Cita Presiden, yang menempatkan riset dan inovasi sebagai instrumen pembangunan strategis. Selain itu, dukungan konkret dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur tampak melalui komitmen percepatan pengembangan Fakultas Kedokteran UIN Malang. Bahkan, Gubernur Khofifah secara khusus menanyakan kebutuhan kampus terkait dengan Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) sebagai bagian dari penguatan kapasitas akademik dan pelayanan kesehatan. Rektor UIN Malang menekankan bahwa pihaknya telah menyiapkan sejumlah agenda strategis untuk mendukung sinergi ini. Di antaranya adalah penguatan pusat penelitian, kolaborasi riset antar fakultas, serta peningkatan kapasitas mahasiswa agar mampu menghasilkan karya yang berdampak sosial. “Kami ingin UIN Malang tidak hanya menghasilkan penelitian yang berhenti di rak perpustakaan, tetapi riset yang langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat Jawa Timur,” jelasnya. Selain itu, UIN Malang juga menargetkan peningkatan jumlah penelitian kolaboratif dengan pemerintah daerah, lembaga swasta, serta komunitas masyarakat. Menurut Prof. Ilfi sendiri, langkah ini penting untuk memastikan hasil riset kampus dapat diterapkan di lapangan, mulai dari pengembangan desa wisata, pemberdayaan ekonomi masyarakat, hingga digitalisasi pelayanan publik. “Riset akan lebih bermakna jika diterapkan secara nyata, bukan sekadar teori. Sinergi dengan Pemprov Jatim adalah langkah konkret ke arah sana,” imbuhnya. Pertemuan di Grahadi ini pun menjadi momentum penting dalam meneguhkan peran UIN Malang sebagai mitra strategis pemerintah daerah. Harapan besar dititipkan kepada kampus ini untuk menjadi pusat riset yang bukan hanya melahirkan publikasi akademik, tetapi juga solusi konkret bagi permasalahan Jawa Timur. Dengan sinergi ini, cita-cita menuju Jatim Emas 2045 diharapkan semakin nyata dan terukur. (af) Reporter: Muh. Noaf Afgani
MALIKI ISLAMIC UNIVERSITY–Pusat Pengembangan Bahasa UIN Maulana Malik Ibrahim Malang menggelar seminar ilmiah bertema “Bahasa Arab, Gerbang untuk Memahami Lingkungan dan Pengembangan Berkelanjutan” di Home Theater Lantai 3 Fakultas Humaniora pada Rabu, 24 September 2025. Seminar ini menghadirkan Syekh Prof. Dr. Muhammad Salim Abu ‘Ashi Al-Azhari, profesor tafsir dari Universitas Al-Azhar Mesir, dan diikuti sekitar 200 peserta secara langsung serta lebih dari 5.000 mahasiswa melalui siaran langsung YouTube.
Rektor UIN Maulana Malik Ibrahim Malang Prof. Dr. Hj. Ilfi Nur Diana, M.Si. membuka resmi kegiatan ini. Dalam sambutannya ia menyampaikan kebanggaannya terhadap lembaga-lembaga unggulan kampus, yaitu Ma’had Al-Jami’ah, Pusat Pengembangan Bahasa, dan Lembaga Tahfizul Qur’an. Rektor menegaskan ketiga lembaga tersebut menunjukkan perhatian tinggi UIN Malang terhadap Al-Qur’an dan Bahasa Arab sekaligus menjadi keunggulan yang membedakan kampus ini dari universitas lain.
Acara ini turut dihadiri oleh Drs. H. Basri, M.A., Ph.D. Wakil Rektor Bidang Akademik, Prof. Dr. H. Triyo Supriyatno, M.Ag. Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, serta Prof. Dr. H. Muhammad Abdul Hamid, S.Ag., M.A. Wakil Rektor Bidang Kerja Sama dan Pengembangan Lembaga. Kehadiran para pimpinan ini menunjukkan dukungan penuh terhadap upaya kampus memperkuat kompetensi Bahasa Arab dan pemahaman Al-Qur’an mahasiswa.
Universitas berharap melalui kegiatan ini wawasan mahasiswa semakin luas mengenai hubungan antara Bahasa Arab dan isu-isu global. Dengan sesi pengayaan kosakata yang dipandu para profesor setelah seminar, UIN Malang juga ingin meningkatkan keterampilan berbahasa mahasiswa melalui penggunaan kosakata kontemporer yang relevan dengan pengembangan akademik dan pengabdian masyarakat.