MALIKI ISLAMIC UNIVERSITY - Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang menerima kunjungan resmi dari rombongan Program Pengantaran Pendidikan Sekolah Menengah Agama Persekutuan (SMAP) Labu, Negeri Sembilan, Malaysia, pada Jumat, 17 Oktober 2025. Kunjungan ini bertujuan sebagai pembelajaran lintas negara untuk memperluas wawasan budaya akademik dan sistem pendidikan tinggi Islam di Indonesia.
Kunjungan studi banding ini merupakan bagian dari agenda strategis SMAP Labu untuk memberikan eksposur internasional bagi para siswa dan tenaga pengajarnya. UIN Maulana Malik Ibrahim Malang dipilih sebagai salah satu destinasi utama di Indonesia karena reputasinya yang unik dalam mengintegrasikan ilmu agama dan sains, serta model pendidikan pesantren yang diimplementasikan di lingkungan kampus.
Rombongan yang berjumlah 24 peserta, terdiri dari 16 siswa dan 8 tenaga pengajar, dipimpin oleh Tuan Haji Zulkefli Bin Hamat, Pengetua Sekolah Menengah Agama Persekutuan Labu Negeri Sembilan, Malaysia. Turut hadir pula pejabat dari Kementerian Pendidikan Malaysia, yaitu Tuan Noor Azizan Bin Abdul Hadi, Timbalan Pengarah Bahagian Pengurusan Berasrama Penuh, serta Tuan Mohd Fazly Bin Mustapha, Ketua Penolong Pengarah Bahagian Pengurusan Berasrama Penuh.
Kedatangan delegasi dari negara serumpun tersebut disambut hangat oleh jajaran pimpinan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang beserta tim dari Kantor Urusan Internasional (KUI) di gedung rektorat. Acara penyambutan formal diisi dengan saling perkenalan, pemutaran video profil universitas, dan sesi diskusi awal yang berlangsung dalam suasana penuh keakraban, mencerminkan eratnya hubungan budaya antara Indonesia dan Malaysia.
Dalam sambutannya, perwakilan pimpinan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang menyampaikan apresiasi tinggi atas terpilihnya UIN Malang sebagai destinasi kunjungan. “Kunjungan ini bukan hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga wadah pertukaran gagasan dan pengalaman dalam membangun pendidikan Islam yang unggul dan berdaya saing global,” ujar perwakilan universitas.
Pihak universitas menegaskan bahwa forum semacam ini sangat penting untuk saling memahami tantangan dan inovasi di dunia pendidikan Islam modern. UIN Malang secara terbuka membagikan pengalamannya dalam mengelola perguruan tinggi Islam yang tidak hanya berfokus pada studi keagamaan, tetapi juga kompetitif di bidang sains dan teknologi.
Setelah sesi diskusi di dalam ruangan, seluruh rombongan diajak berkeliling kampus untuk melihat langsung lingkungan akademik UIN Malang. Dengan didampingi oleh tim KUI, rombongan mengunjungi berbagai fasilitas penunjang pendidikan, termasuk Perpustakaan Pusat yang megah, yang menyimpan ribuan koleksi literatur Islam, sains, dan umum.
Kunjungan ini ditutup dengan pertukaran cinderamata dan sesi foto bersama, yang melambangkan komitmen kedua institusi untuk terus menjalin silaturahmi. UIN Malang memandang kunjungan ini sebagai bagian penting dari misi internasionalisasi universitas dan kontribusinya dalam membangun ekosistem pendidikan Islam global yang lebih kuat, berkarakter, berilmu, dan berakhlak mulia. (af) Reporter: Muh. Noaf Afgani
MALIKI ISLAMIC UNIVERSITY, BATU –Suasana penuh khidmat menyelimuti upacara peringatan Hari Jadi ke-24 Kota Batu yang digelar bertepatan dengan peringatan Hari Jadi ke-80 Provinsi Jawa Timur, Jumat 17 Oktober 2025. Acara yang berlangsung di halaman Balai Kota Among Tani Batu itu dihadiri para tokoh penting daerah, termasuk Rektor UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Prof. Dr. Hj. Ilfi Nur Diana, M.Si, yang hadir sebagai tamu kehormatan sekaligus penerima Lencana Penghargaan Hakaryo Guno Mamayu Bawono yang dinilai UIN Maulana Malik Ibrahim Malang telah ikut berperan aktif menghibahkan tanah seluas 20 hektar untuk hutan kota Batu di atas lahan kampus 3 yang berada di Dusun Locari, Desa Precet, Kota Batu.
Penganugerahan tersebut diberikan oleh Wali Kota Batu Nurochman dan Wakil Wali Kota Batu Heli Suyanto sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi para tokoh yang dinilai berperan aktif dalam kemajuan dan pengembangan daerah, khususnya di bidang pendidikan, sosial, dan kebudayaan.
Dengan mengusung tema “Satukan Tekad, Bangkitkan Semangat, Batu Sae”, peringatan kali ini menjadi momentum refleksi atas perjalanan pembangunan Kota Batu selama dua dekade lebih. Dalam sambutannya, Wali Kota Nurochman mengajak seluruh masyarakat untuk menumbuhkan rasa syukur dan melanjutkan semangat para pendahulu yang telah membangun fondasi kemajuan Kota Batu.
“Kita semua berhutang budi kepada para pemimpin terdahulu yang telah bekerja keras untuk kemajuan Kota Batu. Estafet perjuangan itu kini ada di pundak kami. Kami berkomitmen melanjutkan pembangunan menuju Kota Batu yang sejahtera dan berdaya saing,” ujar Nurochman.
Ia juga mengenang jasa para pemimpin sebelumnya, mulai dari (Alm.) Dr. Drs. Imam Kabul selaku wali kota pertama yang meletakkan dasar Kota Batu sebagai daerah otonom, (Alm.) Edi Rumpoko yang memperkuat pembangunan infrastruktur, hingga Hj. Dewi Rumpoko yang membawa sentuhan humanis dalam kebijakan pembangunan berorientasi kesejahteraan masyarakat.
Selain menjadi ajang penghormatan dan refleksi, momentum HUT ke-24 ini juga menjadi bukti nyata kemajuan ekonomi Kota Batu. Berdasarkan data Pemerintah Kota, nilai investasi tahun ini mencapai Rp1,28 triliun, melampaui target sebelumnya yang berada di angka Rp1,13 triliun.
“Peningkatan ini menunjukkan bahwa Kota Batu semakin dipercaya investor. Kami akan terus menjaga kepercayaan itu dengan pembangunan yang menyentuh langsung masyarakat—baik di bidang infrastruktur, ekonomi, budaya, maupun pendidikan,” tambah Nurochman.
Ia pun menegaskan pentingnya menjaga semangat gotong royong, kearifan lokal, serta kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan tokoh agama untuk menjadikan Kota Batu sebagai kota yang SAE — Sejahtera, Aman, dan Elok.
Acara puncak ditutup dengan penyerahan piagam penghargaan dan Lencana Hakaryo Guno Mamayu Bawono, yang disambut meriah oleh para undangan. Penganugerahan ini menjadi simbol penghargaan atas dedikasi dan kerja nyata berbagai pihak dalam membangun Kota Batu menuju masa depan yang lebih gemilang.
MALIKI ISLAMIC UNIVERSITY - Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag) meraih penghargaan sebagai “Badan Publik Terfavorit 2025” dari Komisi Informasi Pusat (KIP). Penghargaan tersebut diumumkan dalam acara penutupan Pameran Keterbukaan Informasi Publik yang digelar di Assembly Hall Hotel Bidakara, Jakarta, Kamis 16 Oktober 2025 yang dinilai unggul dalam menyampaikan informasi secara terbuka, kreatif, dan inovatif melalui kanal digital.
Rektor UIN Malang, Prof. Dr. Hj. Ilfi Nurdiana, M.Si., menyatakan bahwa penghargaan ini tidak kami maknai sebatas seremoni, melainkan sebagai validasi bahwa Kementerian Agama, sebagai institusi yang menaungi kami, telah berhasil membangun komunikasi publik yang inklusif dan partisipatif. Spirit transparansi, akuntabilitas, dan pelayanan yang humanis ini adalah spirit yang senantiasa kami resonansikan di UIN Maulana Malik Ibrahim Malang dalam menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi. "Capaian ini menjadi inspirasi dan motivasi bagi kami untuk terus memperkuat tata kelola informasi dan layanan akademik yang unggul." Tambahnya.
Penghargaan ini diberikan kepada lembaga publik yang menunjukkan komitmen tinggi terhadap prinsip keterbukaan informasi. Penilaian dilakukan oleh Dewan Juri KIP melalui sejumlah indikator, antara lain kualitas konten, strategi komunikasi publik, dan inovasi layanan digital. Ketua Dewan Juri sekaligus Komisioner KIP, Rospita Vici Paulyn, menyebut bahwa Kemenag layak diapresiasi atas upaya aktifnya dalam membangun partisipasi masyarakat melalui komunikasi yang transparan.
Dalam rilis resminya, Kemenag menyampaikan rasa syukur atas penghargaan tersebut dan menegaskan komitmen untuk terus memperkuat tata kelola informasi publik. Kementerian ini bertekad menjaga akuntabilitas dan meningkatkan pelayanan berbasis digital yang inklusif. Penghargaan ini juga menjadi momentum penting bagi seluruh unit kerja Kemenag untuk meningkatkan standar pelayanan informasi di era persaingan digital yang semakin kompleks.
Penghargaan dari KIP menjadi bukti bahwa Kemenag mampu beradaptasi dengan tuntutan zaman dan ekspektasi publik. Selain memperkuat sistem informasi, Kemenag juga mendorong inovasi dalam penyampaian layanan keagamaan yang humanis dan modern. Upaya ini mencerminkan visi kementerian untuk menjadi institusi yang responsif, transparan, dan berintegritas dalam melayani umat. (af) Reporter: Muh. Noaf Afgani
MALIKI ISLAMIC UNIVERSITY - Fakultas Sains dan Teknologi (FST) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang mengunjungi Pondok Pesantren Darul Faqih pada Kamis, 16 Oktober 2025 untuk menggagas kolaborasi strategis dalam pengembangan pesantren berbasis eco-teologi melalui program pengabdian kepada masyarakat yang terintegrasi.
Kunjungan akademik yang berlangsung di Pondok Pesantren Darul Faqih Malang ini merupakan bagian dari tindak lanjut program prioritas universitas dalam bidang pendampingan pesantren. Rombongan FST yang terdiri dari dosen lintas program studi, yakni; Fisika, Kimia, Teknik Arsitektur, Teknik Sipil, dan Teknik Lingkungan dan disambut hangat oleh pimpinan pesantren untuk mendiskusikan peluang kolaborasi dalam menciptakan lingkungan pesantren yang sehat, mandiri, dan berkelanjutan.
Kunjungan ini menjadi penegasan atas komitmen UIN Malang untuk tidak hanya menjadi menara gading keilmuan, tetapi juga menjadi agen perubahan yang memberikan dampak langsung bagi masyarakat, khususnya komunitas pesantren. Dalam suasana diskusi yang penuh kekeluargaan, para dosen FST menyampaikan komitmennya untuk menghadirkan program pengabdian yang bersifat aplikatif dan berkelanjutan, bukan sekadar kegiatan seremonial.
Beberapa topik yang menjadi bahan diskusi meliputi rancangan eco-sanctuary pesantren, pengelolaan limbah dan air bersih, perancangan bangunan ramah lingkungan, hingga pemanfaatan energi alternatif. Melalui pendekatan multidisipliner, FST UIN Maliki berharap dapat membantu pesantren mengembangkan lingkungan yang bersih, sehat, dan berwawasan ekologis, sejalan dengan nilai-nilai eco-teologi yang menjadi fokus universitas.
Kunjungan ini bukanlah akhir, melainkan titik awal dari sebuah kerja sama jangka panjang yang diharapkan dapat terjalin erat antara UIN Malang dan Pondok Pesantren Darul Faqih. Semua gagasan solutif yang muncul dalam diskusi akan dirumuskan menjadi sebuah program pengabdian masyarakat terpadu yang akan melibatkan partisipasi aktif dari mahasiswa dan dosen FST.
Melalui sinergi antara ilmu pengetahuan modern dan nilai-nilai luhur pesantren, kolaborasi ini diyakini akan melahirkan sebuah model percontohan (pilot project). Model ini diharapkan dapat direplikasi oleh pesantren-pesantren lain, menunjukkan bagaimana institusi pendidikan tinggi dapat berperan nyata dalam memperkuat kapasitas lingkungan pesantren sekaligus membangun masyarakat yang lebih berdaya dan berkelanjutan. (af) Reporter: Muh. Noaf Afgani
MALIKI ISLAMIC UNIVERSITY– Pagi yang cerah di kampus hijau UIN Maulana Malik Ibrahim (Maliki) Malang, Kamis 16 Oktober 2025, menjadi saksi lahirnya para penjaga demokrasi mahasiswa. Sebanyak 73 anggota komisi pengawas Pemilu Raya Mahasiswa (Pemira) resmi dilantik oleh Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Prof. Dr. Triyo Supriyatno, M.Ag.
Suasana di ruang lobby gedung rektorat lt. 1 terasa khidmat ketika 73 anggota panwaslu tampak siap dibaiat, diiringi tekad yang terpancar dari wajah mereka. Momentum pelantikan ini bukan sekadar seremoni, tetapi menjadi awal perjuangan menjaga marwah demokrasi di lingkungan kampus.
Dalam sambutannya, Ketua Senat Mahasiswa (SEMA), Imam Akbar, menegaskan makna sejati dari Pemira: sebuah wadah untuk memperjuangkan aspirasi seluruh mahasiswa. Ia menekankan pentingnya menjaga integritas dan objektivitas penyelenggara dalam mengawal proses demokrasi.
“Pemira ini harus membawa hajat seluruh mahasiswa, bukan hajat pribadi anggota KPU atau Bawaslu,” ujar Imam dengan nada tegas namun sarat makna. Sementara itu, Prof. Triyo sosok yang dikenal dekat dengan mahasiswa memberikan arahan penuh makna. Ia menyebut bahwa netralitas adalah modal utama bagi penyelenggara Pemira. Dengan semangat kebersamaan, beliau berpesan agar para panwaslu dan KPU menjaga tiga nilai utama: kerukunan, kemaslahatan, dan kecerdasan.
“Jaga kerukunan, karena ketidakharmonisan biasanya muncul dari ambisi pribadi. Kedua, utamakan kemaslahatan dalam setiap keputusan, dan ketiga, gunakan kecerdasan sebagai agen perubahan,” pesan Prof. Triyo, disambut tepuk tangan peserta. Ia juga menutup pesannya dengan doa agar seluruh proses Pemira berjalan lancar, jujur, dan diridhai Allah SWT. Setelah prosesi pelantikan usai, suasana berubah lebih hangat. Para peserta saling bersalaman dan berfoto bersama, menandai awal kolaborasi menuju Pemira 2025 yang damai dan berintegritas.
Bagi para mahasiswa UIN Maliki Malang, Pemira bukan hanya ajang memilih pemimpin organisasi mahasiswa, melainkan juga cermin kedewasaan berdemokrasi di lingkungan akademik. Dan pagi itu, di bawah naungan langit Malang yang teduh, semangat demokrasi kampus kembali menyala.
MALIKI ISLAMIC UNIVERSITY - Pembelajaran Bahasa Arab di Indonesia dinilai masih terjebak dalam pola lama yang menekankan hafalan struktur dan bentuk tanpa pemahaman mendalam. Arief Rahman Hakim, M.Pd., dosen Bahasa dan Sastra Arab Fakultas Humaniora Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang, menyerukan perubahan pendekatan melalui metode psikokognitif. Seruan ini disampaikan dalam Workshop Peningkatan Profesionalisme Guru Bahasa Arab yang digelar di Aula MAN 1 Jember pada Rabu, 15 Oktober 2025.
Kegiatan tersebut merupakan hasil kolaborasi antara Program Studi Bahasa dan Sastra Arab UIN Malang dengan Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Bahasa Arab se-Kabupaten Jember. Workshop diikuti oleh puluhan guru dari berbagai madrasah di wilayah Jember dan berlangsung secara interaktif. Para peserta aktif berdiskusi serta mempraktikkan model pembelajaran baru yang dipandu langsung oleh Arief.
Pendekatan psikokognitif, menurut Arief, dapat diterapkan dalam empat keterampilan berbahasa: mendengar, berbicara, membaca, dan menulis. Ia mencontohkan penerapan melalui latihan pengulangan bermakna serta pengenalan variasi kalimat sederhana seperti perubahan dari “من هذا؟ هذا طالب” menjadi “من هذه؟ هذه طالبة”. Guru diharapkan mampu merancang pengalaman belajar yang mengubah proses sadar menjadi intuitif.
Para peserta workshop mengaku mendapatkan perspektif baru mengenai pentingnya memahami aspek kognitif dalam pembelajaran Bahasa Arab. Mereka menyambut baik pendekatan psikokognitif sebagai solusi untuk meningkatkan efektivitas pengajaran dan membangkitkan semangat belajar siswa. Arief berharap para guru di seluruh Indonesia mulai beralih dari metode hafalan menuju pembelajaran yang berorientasi pada pemahaman dan proses kerja otak.
Dengan pendekatan ini, Bahasa Arab diharapkan tidak lagi dipandang sebagai kumpulan kaidah yang harus dihafal, melainkan sebagai bahasa yang hidup dan menyenangkan untuk dipelajari. Transformasi ini diyakini dapat menciptakan suasana belajar yang lebih dinamis dan membangun kepercayaan diri siswa dalam menggunakan Bahasa Arab secara aktif di kelas. (af) Reporter: Muh. Noaf Afgani
MALIKI ISLAMIC UNIVESITY- Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang menggelar acara monumental bertajuk Launching Transformasi Pesantren, yang berlangsung di lantai 5 Gedung Rektorat UIN Malang. Kegiatan ini menjadi tonggak penting dalam memperkuat peran UIN Malang sebagai kampus yang memadukan nilai-nilai pesantren dengan semangat keilmuan modern.
Acara ini dihadiri oleh sejumlah tokoh nasional dan akademisi terkemuka, di antaranya Menteri Agama Republik Indonesia Bapak Nasaruddin, M.A., Rektor UIN Sunan Ampel Surabaya Prof. Akh. Muzakki, M.Ag., Grad.Dip.SEA., M.Phil., Ph.D., Rektor UIN Maulana Malik Ibrahim Malang Prof. Dr. Hj. Ilfi Nur Diana, M.Si., serta jajaran dosen dan pimpinan dari seluruh fakultas di lingkungan UIN Malang.
Dalam sambutannya, Menteri Agama Nasaruddin, M.A. menekankan bahwa UIN adalah kampus cendekia yang tidak hanya mencetak sarjana, tetapi juga membentuk insan pembelajar sejati. Ia menjelaskan bahwa istilah murid berasal dari kata arāda–yurīdu yang berarti kemauan, sehingga murid sejati adalah mereka yang memiliki keinginan kuat untuk belajar, sementara guru sejati adalah mereka yang sungguh-sungguh mau mengajar. Dalam konteks ini, dosen memiliki peran sebagai mursyid atau pemberi petunjuk; jika petunjuk Allah disebut hidayah, maka petunjuk manusia disebut irsyād. “Dosen sejatinya adalah mursyid, penyambung antara kalāmullāh dengan para murid,” ujarnya.
Launcing transformasi pesantren oleh Menteri Agama Republik Indonesia Bapak Nasaruddin, M.A., dan rektor UIN Malang Prof. Dr. Hj. Ilfi Nur Diana, M.Si.
Beliau juga mengingatkan bahwa ekspektasi masyarakat terhadap dosen UIN sangat tinggi, bahkan sering dianggap sebagai sosok setengah malaikat. “Latar belakang kita putih; bila ada setetes noda hitam, maka akan tampak sangat mencolok,” pesannya. Di akhir pidatonya, Menteri Agama menegaskan bahwa tujuan utama pendidikan di UIN bukan semata menghasilkan lulusan sarjana, melainkan melahirkan muballigh generasi pembawa risalah Islam yang berilmu, berakhlak, dan berkomitmen pada nilai-nilai keislaman.
Acara Launching Transformasi Pesantren ini menjadi momentum reflektif dan strategis bagi UIN Malang dalam meneguhkan identitasnya sebagai Kampus Ulul Albab, tempat lahirnya intelektual yang berjiwa ulama dan ulama yang berwawasan intelektual.
MALIKI ISLAMIC UNIVERSITY–Menteri Agama Republik Indonesia Prof. Dr. K.H. Nasaruddin Umar, M.A. memberikan pembinaan kepada Aparatur Sipil Negara (ASN) Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang pada Rabu, 15 Oktober 2025 di Rektorat Lantai 5. Kegiatan ini dirangkaikan dengan Launching Program Pendampingan Pesantren dan dihadiri oleh jajaran pimpinan universitas, perwakilan Kementerian Agama Jawa Timur, serta Rektor UIN Sunan Ampel Surabaya.
Dalam arahannya, Prof. Nasaruddin menegaskan pentingnya peran dosen dan sivitas akademika dalam mencetak generasi yang berilmu sekaligus berakhlak. “Tujuan kita mencetak tenaga keilmuan di sini bukan hanya menghadirkan seorang ilmuwan seperti di tempat lain, bukan hanya seorang intelektual, tetapi juga seorang cendekia,” tutur Menteri Agama.
Menurut Prof. Nasaruddin, dosen di lingkungan UIN memiliki tanggung jawab yang lebih besar dibandingkan perguruan tinggi umum. “Menjadi dosen di UIN harus lebih hebat dibandingkan di kampus lain. Di kampus umum, dosen hanya dituntut menjadi ilmuwan, namun di UIN ekspektasi masyarakat lebih besar: menjadi pengajar sekaligus teladan,” ujarnya.
Prof. Nasaruddin juga menyinggung nilai spiritual yang harus melekat pada insan akademik. Ia menjelaskan istilah Arab mursyid (pembimbing) dan murīd (pencari ridha Allah) yang berasal dari akar kata arāda–yurīdu yang berarti “menghendaki”. “Guru itu padanannya mursyid, sedangkan yang diajar disebut murīd. Orang yang sungguh-sungguh mencari keridaan Allah disebut murīd, dan pemberi petunjuk disebut mursyid,” jelasnya.
Di akhir pembinaan, Menteri Agama mengingatkan pentingnya menjaga kebersihan hati bagi penuntut ilmu. “Ilmu itu cahaya, dan cahaya tidak akan masuk ke hati yang kotor. Sebagai kampus kebanggaan, mari menjadi contoh bagi kampus lain. Bagaimana kita bisa menuntun mahasiswa menuju kebaikan bila diri kita belum bersih,” pesannya.
MALIKI ISLAMIC UNIVERSITY–Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang meluncurkan Program Pendampingan Pesantren yang dirangkaikan dengan Pembinaan ASN bersama Menteri Agama Republik Indonesia Prof. Dr. K.H. Nasaruddin Umar, M.A. pada Rabu, 15 Oktober 2025 di Rektorat Lantai 5. Kegiatan ini dihadiri oleh jajaran pimpinan UIN Malang, pejabat Kementerian Agama Jawa Timur, dan Rektor UIN Sunan Ampel Surabaya.
Program ini menjadi wujud komitmen kampus dalam memperkuat kontribusi akademisi terhadap masyarakat, khususnya dalam pemberdayaan pesantren. “Kami mengajak seluruh dosen untuk bersiap melakukan pendampingan kepada masyarakat, karena pemberdayaan pesantren menjadi bagian penting dari visi UIN Malang menuju universitas unggul bereputasi internasional,” ujar Bu Rektor Prof. Dr. Hj. Ilfi Nur Diana, M.Si.
Peluncuran dilakukan secara simbolis melalui penempelan telapak tangan pada layar digital oleh Menteri Agama dan Bu Rektor, disaksikan para tamu undangan. Program ini mencakup tiga bidang utama, yaitu pendampingan manajemen konstruksi, pendampingan psikososial dan kesehatan, serta gerakan Eko Pesantren.
Melalui kegiatan ini, UIN Malang menegaskan perannya sebagai perguruan tinggi Islam yang berkomitmen pada penguatan ekoteologi, pengabdian masyarakat, dan pemberdayaan pesantren. Sinergi tersebut diharapkan menghadirkan dampak nyata bagi masyarakat serta menjadi bukti kontribusi UIN Malang terhadap pembangunan bangsa.