Daftar Penulis: Abadi Wijaya


Dr. Suyoto Ajak UIN Malang Siapkan SDM Tangguh Hadapi Tantangan Dunia Industri
Sabtu, 13 September 2025 . in Berita . 194 views
9978_dr-suyoto.jpg

MALIKI ISLAMIC UNIVERSITY– Sesi VIII Retreat Pimpinan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang yang berlangsung di Politeknik Angkatan Darat (POLTEKAD) Batu, Sabtu, 13 September 2025, menghadirkan Vice President Unity of Diversity, Dr. Suyoto, M.Si. dengan materi “Tantangan Perguruan Tinggi dan Pengembangan Prodi yang Relevan dengan Dunia Usaha dan Industri”. Kegiatan ini menjadi rangkaian penting Retreat Pimpinan 2025 bertema “Inovasi & Akselerasi Menuju Perguruan Tinggi Berdaya Saing Global”.

Dalam penyampaiannya, Dr. Suyoto menekankan pentingnya riset sebagai pondasi perguruan tinggi. “Mengapa perlu research? Karena orang yang terlatih akademisi bisa melihat sesuatu secara jernih, bisa melihat data mana yang benar dan mana yang palsu,” ujarnya. Ia juga menekankan perlunya kampus menyiapkan talenta dan keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan zaman, agar lulusan tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga siap menghadapi tantangan industri.

Lebih lanjut, Dr. Suyoto menyebut sepuluh keterampilan yang paling dibutuhkan di masa depan. Keterampilan itu mencakup kemampuan berpikir analitis, ketangguhan dan fleksibilitas serta kelincahan, kepemimpinan dan pengaruh sosial, berpikir kreatif, motivasi dan kesadaran diri, literasi teknologi, empati dan kemampuan mendengar aktif, rasa ingin tahu dan semangat belajar sepanjang hayat, manajemen talenta, serta orientasi pelayanan dan kemampuan memberikan layanan terbaik kepada masyarakat. Menurutnya perguruan tinggi Islam memiliki peran strategis sebagai penggerak rekayasa sosial dan ekonomi berbasis nilai-nilai keislaman. Ia menegaskan bahwa agama adalah alat untuk memberikan justifikasi, sehingga UIN tidak hanya menjadi petunjuk tetapi juga menjadi penggerak sosial ekonomi.

Menutup pemaparannya, Dr. Suyoto mengingatkan bahwa tantangan yang dihadapi perguruan tinggi Islam tidak kalah, bahkan bisa lebih berat dibanding perguruan tinggi umum. “Manusia yang baik untuk dirinya sendiri adalah sholihun linafsihi, yang berdampak bagi orang lain adalah sholihun lighoirihi (islahan),” ujarnya. Ia mendorong UIN Malang untuk terus menyiapkan SDM yang tidak hanya berilmu tetapi juga memberi manfaat nyata bagi masyarakat dan dunia usaha.

 

Reporter: Nafiska Sayekti Ariyani

Lebih Lanjut »
Kang Yoto Ajak Pimpinan UIN Malang Adaptif Hadapi Era Digital dan Dominasi AI
Sabtu, 13 September 2025 . in Berita . 226 views
9976_yoto.jpg

 

MALIKI ISLAMIC UNIVERSITY– Paham betul dengan derasnya arus perubahan dunia kerja di era modern, Dr. Suyoto, M.Si, atau yang akrab disapa Kang Yoto, hadir dalam acara Retret Pimpinan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Sabtu, 13 September 2025. Kehadiran Vice President Unity of Diversity ini memberikan warna baru dalam diskusi strategis, dengan menyoroti tantangan perguruan tinggi sekaligus peluang pengembangan program studi yang selaras dengan dunia usaha dan industri.

Dalam paparannya, Kang Yoto mengajak seluruh pimpinan UIN Malang untuk tidak hanya fokus pada kondisi saat ini, tetapi juga merenungkan masa depan kampus ketika para pemimpin yang ada sekarang sudah memasuki masa pensiun. Menurutnya, kesiapan adaptasi terhadap perubahan zaman, khususnya di era digital, menjadi kunci keberlanjutan perguruan tinggi.

“Dengan hadirnya AI, pekerjaan manusia semakin dimudahkan. Generasi Z bahkan bisa menghasilkan karya setara profesional, meski sebelumnya tidak memiliki keterampilan teknis, cukup dengan bantuan AI,” ungkapnya.

9977_pesertaa.jpg

Ia menegaskan, ke depan peran kecerdasan buatan akan semakin dominan dan berpotensi mengurangi peran tenaga manusia secara signifikan. Karena itu, perguruan tinggi Indonesia, termasuk UIN Malang, harus segera mengambil langkah cerdas dan cerdik dalam merespons perubahan tersebut.

Lebih lanjut, Kang Yoto menekankan identitas UIN Malang sebagai kampus Islam yang lahir dari semangat perjuangan dan komunalisme. Menurutnya, di tengah kompleksitas kehidupan modern, perguruan tinggi harus mampu memberikan pelayanan yang luas tanpa kehilangan jati diri.

“Berbeda dengan dunia usaha yang memiliki strategi ekonomi yang jelas, perguruan tinggi Indonesia justru dituntut cerdas dalam memilih masa depan,” ujarnya.

Ia juga menyoroti fenomena sosial di Indonesia yang masih terjebak pada budaya berburu gelar, bukan peningkatan kompetensi. Menurut analisisnya, hal ini menjadi tantangan tersendiri dalam membangun ekosistem kehidupan akademik yang sehat dan berdaya saing.

“Ekosistem kehidupan akan selalu menjadi tantangannya, dan kuncinya harus memahami konteks serta didukung dengan SDM yang unggul,” tegas Kang Yoto menutup paparannya.

Lebih Lanjut »
Alissa Wahid Tekankan Moderasi Beragama dan Ekoteologi di Retreat Pimpinan UIN Malang
Sabtu, 13 September 2025 . in Berita . 279 views

 

9973_alisa.jpg

MALIKI ISLAMIC UNIVERSITY–Suasana Retreat Pimpinan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang di Pusdiklat Poltekad, Sabtu, 13 September 2025, semakin bernas dengan kehadiran tokoh nasional, Alissa Qotrunnada Munawaroh Wahid. Putri sulung Presiden RI keempat, Abdurrahman Wahid atau Gus Dur ini hadir sebagai Tim Penasihat Ahli Menteri Agama RI periode 2025–2029, berbagi gagasan segar tentang moderasi beragama dan ekoteologi berbasis kampus.

Dalam paparannya, Alissa menekankan bahwa Indonesia saat ini membutuhkan penguatan moderasi beragama sebagai kunci terciptanya toleransi dan kerukunan di tingkat lokal, nasional, hingga global. Ia menegaskan, tanpa moderasi, bangsa akan mudah terjebak dalam konflik dan perpecahan.

9975_tanya.jpg

Tak hanya itu, ia juga menyoroti pentingnya ekoteologi, sebuah pendekatan teologis yang menekankan kepedulian terhadap lingkungan. Kampus, menurutnya, harus menjadi pelopor gerakan hijau. Penanaman pohon, pembangunan gedung ramah lingkungan, hingga pengajaran cinta lingkungan perlu dihadirkan sebagai bagian dari ibadah dan pengabdian kepada Tuhan.

Lebih jauh, Alissa memperkenalkan delapan program prioritas Kementerian Agama periode 2025–2029 yang diluncurkan Menteri Agama Nasaruddin Umar. Program-program tersebut mencakup penguatan kerukunan dan cinta kemanusiaan, pengembangan ekoteologi, layanan keagamaan yang berdampak, pendidikan unggul yang ramah dan terintegrasi, pemberdayaan pesantren, penguatan ekonomi umat, transformasi layanan haji, hingga digitalisasi tata kelola Kementerian Agama.

9974_dosen.jpg

Menurutnya, delapan agenda prioritas ini bukan hanya milik Kementerian Agama, melainkan juga menjadi bagian dari ikhtiar besar bangsa untuk mewujudkan masyarakat yang rukun, maslahat, dan cerdas bersama Indonesia maju menuju Indonesia emas.

“Moderasi beragama dan ekoteologi bukan sekadar jargon, tapi gerakan nyata untuk menjaga masa depan bangsa,” pungkasnya, disambut antusias para pimpinan UIN Malang yang hadir.

Lebih Lanjut »
Harun Al Rasyid Tegaskan Darurat Korupsi di Indonesia, Ajak Pimpinan UIN Malang Refleksi Integritas
Sabtu, 13 September 2025 . in Berita . 307 views

 

9970_harun.jpg

 

MALIKI ISLAMIC UNIVERSITY – Suasana Retret Pimpinan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Sabtu, 13 September 2025, semakin menggelora ketika Deputi Pengawasan Kementerian Haji Dr. Harun Al Rasyid hadir dengan paparan bertajuk Superioritas, Integritas, dan Kepemimpinan. Dengan gaya lugas, ia langsung menyoroti fenomena yang tengah hangat diperbincangkan publik: darurat korupsi di Indonesia.

9969_sec.jpg

“Negeri ini sedang menghadapi kondisi darurat korupsi,” tegas Harun membuka materinya. Menurutnya, refleksi diri menjadi kunci penting bagi para pemimpin, khususnya di lingkungan perguruan tinggi, agar tidak terjerumus dalam lingkaran korupsi yang kini telah merambah berbagai lini kehidupan berbangsa dan bernegara.

Harun mengkritisi tajam kondisi penegakan hukum di Indonesia yang masih “tajam ke bawah, tumpul ke atas”. Fenomena tersebut, ujarnya, telah melahirkan praktik hukum yang amburadul dan terkesan acak-acakan. Ia menambahkan, keberadaan mafia peradilan semakin memperparah kerusakan sistem hukum sekaligus menggerogoti sendi-sendi demokrasi bangsa.

9971_rasyid.jpg

“Korupsi bukan sekadar merugikan negara secara materi, tetapi juga melemahkan integritas, kinerja, bahkan merusak mentalitas seorang abdi negara. Padahal, seorang pelayan publik semestinya menjadi pengabdi bagi masyarakat, bukan justru meminta untuk dilayani,” ungkapnya penuh penekanan.

Paparan Harun seakan menjadi cermin bagi 143 pimpinan UIN Malang yang hadir dalam retret tersebut. Ia mengingatkan bahwa kualitas kepemimpinan sejati terletak pada keberanian menjaga integritas dan menegakkan nilai kejujuran di tengah arus godaan kekuasaan.

Dengan demikian, kehadirannya bukan sekadar memberi materi, tetapi juga menggugah kesadaran kolektif agar dunia akademik mampu melahirkan generasi pemimpin yang berkarakter kuat, bebas dari praktik korupsi, dan berkomitmen penuh terhadap tegaknya keadilan.

Lebih Lanjut »
Inspektorat Jenderal Kemenag Dorong Penguatan Tata Kelola Perguruan Tinggi di Retreat Pimpinan UIN Malang
Sabtu, 13 September 2025 . in Berita . 190 views
9966_irjen.jpg

 

MALIKI ISLAMIC UNIVERSITY – Suasana Retreat Pimpinan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang pada Sabtu, 13 September 2025 terasa semakin berbobot dengan hadirnya Inspektur Jenderal Kementerian Agama RI, Khoirunas, SH., MH., CGCAE. Dalam kesempatan ini, ia menyampaikan materi tentang pentingnya penguatan tata kelola perguruan tinggi, khususnya di lingkungan Kementerian Agama.

9969_sec.jpg

Dalam paparannya, Khoirunas menegaskan bahwa tata kelola perguruan tinggi yang baik merupakan pondasi utama dalam mencetak lulusan yang berdaya saing sekaligus menjaga kepercayaan publik. “Penguatan tata kelola bukan hanya soal aturan, tetapi juga tentang membangun integritas, transparansi, dan kualitas yang berkelanjutan,” ujarnya di hadapan para pimpinan kampus.

9968_ridwan.jpg

Ia juga mengingatkan kembali arahan Menteri Agama, Nasaruddin Umar, yang menekankan agar Inspektorat Jenderal bekerja lebih tegas dan berani dalam melakukan pembenahan dan pembersihan. Menurut Khoirunas, Menteri Agama tidak ingin persoalan klasik terulang kembali. “Siapapun yang melakukan pelanggaran harus segera ditindak. Jangan ditunda, karena itu hanya akan merugikan dan mempermalukan Kementerian Agama,” tegasnya.

9967_uinm.jpg

Lebih jauh, ia menjelaskan bahwa pengawasan yang dilakukan Itjen harus berdampak, solutif, dan kolaboratif. Perubahan regulasi hanya akan berjalan efektif jika ada komitmen penuh dari pimpinan lembaga dan dukungan seluruh pejabat di dalamnya, termasuk di lingkungan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Satuan Pengawasan Intern (SPI), kata dia, juga dituntut bekerja lebih optimal dengan sikap tegas dalam menyikapi setiap ketimpangan yang ada.

9964_ret.jpg

Dalam konteks penguatan tata kelola, Kemenag RI saat ini memfokuskan perhatian pada penguatan kapabilitas SPI, peningkatan mutu perguruan tinggi keagamaan, perbaikan tata kelola sumber daya manusia, serta akselerasi digitalisasi melalui pengembangan Super Apps Pusaka. Upaya ini dilakukan untuk memperkuat efektivitas tata kelola, manajemen risiko, dan pengendalian internal di perguruan tinggi keagamaan.

9965_tret.jpg

Khoirunas juga menekankan bahwa kerja sama lintas kementerian, termasuk dengan KemenPAN-RB, menjadi kunci untuk memastikan tata kelola berjalan optimal. Menurutnya, tata kelola perguruan tinggi yang baik harus mencerminkan transparansi, organisasi yang efektif, partisipasi aktif pemangku kepentingan, responsivitas terhadap kebutuhan masyarakat, akuntabilitas, serta kepemimpinan yang mampu menggerakkan perubahan.

Paparan ini disambut antusias oleh para pimpinan UIN Malang. Mereka menilai materi yang disampaikan sangat relevan dengan kebutuhan kampus, terlebih di tengah upaya menjadikan Maliki Islamic University sebagai perguruan tinggi Islam unggul berkelas dunia.

Lebih Lanjut »
Rektor UIN Malang Tegaskan Branding Baru: “Maliki Islamic University”
Jumat, 12 September 2025 . in Berita . 277 views
9963_bersama.jpg

 

MALIKI ISLAMIC UNIVERSITY– suasana Retreat Pimpinan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang diwarnai momen penting ketika Rektor, Prof. Dr. Hj. Ilfi Nur Diana, M.Si., dengan tegas mengumumkan dan menegaskan arah branding kampus berlogo Ulul Albab ini. Di hadapan 143 pimpinan yang hadir, Prof. Ilfi menegaskan bahwa UIN Malang kini resmi mengusung nama branding Maliki Islamic University. Jumat, 12 September 2025.

“Nama ini bukan sekadar simbol. Ia lahir dari riset di lapangan, yang kita yakini mampu membawa kampus ini menuju mimpinya: menjadi kampus unggul dengan reputasi internasional,” ungkap Prof. Ilfi penuh semangat.

9961_uin.jpg

Tak hanya nama, Rektor perempuan inspiratif ini juga menambahkan bahwa singkatan dari Maliki Islamic University akan menggunakan “MIU”, yang bila dilafalkan menjadi em-ai-yu. Istilah ini, menurutnya, lebih mudah dikenal dan diingat di kancah global.

9958_ibu.jpg

Lebih jauh, Prof. Ilfi memaparkan visi besar Maliki Islamic University, yaitu menjadi pendidikan tinggi Islam yang unggul dan bereputasi internasional dalam rangka mewujudkan masyarakat rukun, maslahat, dan cerdas. Untuk mewujudkannya, ia menekankan lima misi strategis yaitu Menyelenggarakan pendidikan tinggi Islam yang berkualitas, integratif, dan adaptif. Menjalankan tridharma perguruan tinggi berbasis konvergensi. Mewujudkan good university governance. Mengembangkan konsep smart and green Islamic university, dan Meningkatkan rekognisi serta reputasi internasional.

9960_tor.jpg

“Kita berharap lima poin ini bukan hanya sekadar rencana, tetapi benar-benar menjadi jalan bagi UIN Malang untuk diakui dunia sekaligus memberi kontribusi nyata bagi masyarakat luas,” tuturnya penuh optimisme.

9959_rekt.jpg

Dengan penegasan branding dan visi-misi yang terarah ini, Retreat Pimpinan UIN Malang tahun 2025 menjadi momentum bersejarah. Kampus yang kini menyandang nama Maliki Islamic University berkomitmen menapaki jalan panjang menuju kampus Islam kelas dunia.

Lebih Lanjut »
Rektor UIN Malang Soroti Tantangan Global, Nasional, hingga Internal dalam Retret Pimpinan
Jumat, 12 September 2025 . in Berita . 241 views
9956_bunda.jpg

MALIKI ISLAMIC UNIVERSITY– Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang (Maliki Islamic University) tengah dihadapkan pada berbagai tantangan besar, baik di tingkat global, nasional, maupun internasional. Hal itu disampaikan secara tegas dan kritis oleh Rektor UIN Malang, Prof. Dr. Hj. Ilfi Nur Diana, M.Si., dalam kegiatan Retreat Pimpinan yang berlangsung di Pusdiklat Politeknik Angkatan Darat, Jumat, 12 September 2025.

Menurut Rektor, secara global, dunia pendidikan tinggi kini memasuki babak persaingan yang semakin ketat. “Integrasi teknologi dalam pendidikan menjadi tantangan utama. Perguruan tinggi dituntut melahirkan lulusan dengan keterampilan yang relevan dengan kebutuhan dunia industri dan kerja (dudiker), sekaligus peka terhadap isu lingkungan dan keberlanjutan,” ungkapnya.

Sementara itu, pada level nasional, UIN Malang harus berhadapan dengan kompetisi pangsa pasar yang semakin terbuka. Keberadaan perguruan tinggi negeri, universitas terbuka yang menargetkan sejuta mahasiswa, serta transformasi banyak IAIN menjadi universitas, menjadi medan persaingan yang tidak ringan. “Semua perguruan tinggi kini berlari kencang mengejar reputasi internasional dan capaian Asta Cita serta Protas Kementerian Agama, ditambah lagi dengan keberadaan perguruan tinggi yang sudah berstatus PTNBH,” terang Prof. Ilfi.

9957_pes.jpg

Adapun di ranah internal, tantangan tidak kalah serius. Tren menurunnya peminat mahasiswa baru yang kini dirasakan hampir semua perguruan tinggi, turut berdampak pada UIN Malang. Selain itu, akreditasi internasional program studi baru mencapai kurang dari 33 persen, sementara komposisi jabatan dosen masih didominasi asisten ahli (41 persen). “Jika ingin menembus peta persaingan global, UIN Malang harus mampu masuk lima besar terbaik perguruan tinggi Islam di dunia,” tegasnya.

Selain sumber daya manusia, tantangan juga datang dari sektor pengembangan sarana dan prasarana. Rektor menekankan perlunya kreativitas dalam mencari sumber pendanaan alternatif untuk mewujudkan pembangunan Kampus 3 serta Rumah Sakit Pendidikan.

Meski demikian, Prof. Ilfi optimistis dengan arah strategis UIN Malang. Melalui Rencana Induk Pengembangan (RIP) 2030, kampus ini menargetkan mampu menjadi universitas bereputasi internasional. “Visi besar ini hanya bisa terwujud dengan komitmen bersama, sinergi seluruh pimpinan, dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa,” pungkasnya penuh semangat.

Lebih Lanjut »
Retreat Pimpinan 2025: Bangun Jejaring Wujudkan Inovasi Global
Jumat, 12 September 2025 . in Berita . 202 views

 

9954_prof.jpeg
HUMAS UIN MALANG, (12/9) – UIN Maulana Malik Ibrahim Malang menggelar Retreat Pimpinan Tahun 2025 di POLTEKAD Kota Batu dengan tema “Inovasi dan Akselerasi Menuju Perguruan Tinggi Berdaya Saing Global.” Acara ini dihadiri oleh jajaran pimpinan UIN Maliki Malang dan menghadirkan Prof. Dr. H. Nur Syam, M.Si, guru besar sosiologi UIN Sunan Ampel Surabaya sekaligus penasihat ahli Menteri Agama RI, sebagai narasumber utama.
 
Dalam paparannya, Prof. Nur Syam menekankan pentingnya membangun jejaring yang kuat di lingkungan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN). “Jejaring sosial adalah pendekatan yang digunakan dalam memahami dan menjelaskan bagaimana individu dan kelompok melakukan relasi sosial dalam suatu jejaring sosial,” ungkapnya.
 
Lebih lanjut, beliau menjelaskan Teori Jejaring Sosial (Social Network Theory) sebagai salah satu kunci dalam memperkuat kolaborasi. “Teori jejaring sosial merupakan teori untuk menjelaskan dan memahami bagaimana jaringan sosial terbentuk, berkembang, dan dapat berdampak terhadap perubahan sosial di dalam kehidupan manusia dan masyarakat.”
9955_retret.jpeg
Acara ini bertujuan untuk meningkatkan sinergi, integritas, dan kepemimpinan strategis para pimpinan UIN Maliki Malang dalam menghadapi tantangan global. Melalui kegiatan retreat ini, diharapkan terbangun komitmen bersama untuk memperkuat inovasi, memperluas kerja sama nasional maupun internasional, dan mempercepat transformasi menuju perguruan tinggi yang berdaya saing global.
 
Retreat berlangsung dalam suasana penuh semangat kolaborasi dan diakhiri dengan sesi diskusi strategis mengenai langkah konkret yang akan dilakukan untuk memperkuat jejaring PTKIN di masa depan.
Reporter: Azman Fawwazi
Lebih Lanjut »
Komandan Poltekad Tekankan Pentingnya Mitigasi Dini dan Revitalisasi Pendidikan untuk Menjaga NKRI
Jumat, 12 September 2025 . in Berita . 250 views
9952_let.jpg

 

MALIKI ISLAMIC UNIVERSITY -“Pentingnya mitigasi sejak dini untuk menjaga NKRI mutlak harus dilakukan,” tegas Komandan Politeknik Angkatan Darat (Poltekad) Brigadir Jenderal TNI Dr. Triadi Murwanto, S.E., M.M., saat membuka sesi penguatan kedisiplinan dan kepemimpinan pada Jumat, 12 September 2025.

Dalam penyampaiannya yang lugas dan berbobot, Triadi menyoroti fenomena penjajahan gaya baru di era modern. Menurutnya, salah satu bentuk nyata adalah mudahnya masyarakat Indonesia termakan informasi hoaks. Hal ini, katanya, tak lepas dari belum meratanya pendidikan di tanah air.

Lebih jauh, Triadi menilai arah pendidikan di Indonesia masih perlu dibenahi. Saat ini, banyak tenaga kependidikan hanya diarahkan untuk memenuhi kebutuhan industri. Padahal, jumlah industri di Indonesia tidak sebanding dengan banyaknya lulusan yang dihasilkan.

9953_kol.jpeg

“Indonesia ini negara yang subur, sumber daya alamnya melimpah, hanya saja pengelolaannya belum serius. Banyak lembaga pendidikan membuka jurusan yang kurang tepat sasaran. Sektor pertanian yang seharusnya menjadi keunggulan, justru kurang diminati, terutama oleh generasi Z,” jelasnya.

Triadi menekankan pentingnya sekolah memperkaya kurikulum dengan kegiatan ekstrakurikuler yang relevan, sekaligus memasukkan muatan ilmu pertanian sejak dini. Ia mencontohkan keberhasilan Malaysia dalam mengembangkan durian varietas musang king yang harganya bisa mencapai Rp200 ribu per buah. Sayangnya, di Indonesia fakta semacam itu belum banyak mendapat perhatian dari dunia pendidikan untuk dijadikan peluang bisnis pertanian.

Tak hanya durian, ia juga menyoroti sektor kopi. “Kalau kita bandingkan dengan Vietnam, Indonesia kalah jauh dari sisi hasil produksi, padahal tanah kita jauh lebih subur. Ini butuh pengelolaan yang serius, tidak asal-asalan, agar bisa mendongkrak hasil kopi yang meningkat,” tegasnya.

Pesan yang disampaikan Brigjen Triadi menjadi pengingat penting bahwa menjaga ketahanan bangsa tidak hanya dilakukan melalui aspek pertahanan militer, tetapi juga dengan memperkuat pendidikan, disiplin, dan kemandirian pengelolaan sumber daya alam sejak dini.

Lebih Lanjut »

UNIVERSITAS ISLAM NEGERI
MAULANA MALIK IBRAHIM MALANG
Jalan Gajayana No. 50 Malang 65144
Telp: +62-341 551-354 | Email : info@uin-malang.ac.id

facebook twitter instagram youtube
keyboard_arrow_up