Daftar Penulis: Abadi Wijaya


Fakultas Humaniora Hadirkan Prof Azhar Ibrahim dari NUS dalam International Expert Talk
Senin, 22 September 2025 . in Berita . 192 views
9999_foto-bersama-fak-hum.jpg

MALIKI ISLAMIC UNIVERSITY-Fakultas Humaniora UIN Maulana Malik Ibrahim Malang menggelar International Expert Talk (I-Talk) Series bersama Prof. Dr. Azhar Ibrahim dari National University of Singapore (NUS) pada Senin, 22 September 2025. Acara berlangsung mulai pukul 08.00 hingga 11.30 WIB di Ruang Teater (Home Theater) Lantai 3 Fakultas Humaniora. Kegiatan ini mengangkat tema “Communication for Multiculturalism and Social Transformation” dan menjadi agenda penting fakultas dalam memperluas jejaring internasional sekaligus memperkaya wawasan akademik mahasiswa.

Dalam pemaparannya Prof. Dr. Azhar Ibrahim menekankan pentingnya literasi kritis sebagai penangkal anti intelektualisme yang semakin mengemuka di era neoliberalisme. “Ketika jurnalisme dibungkam, sastra harus berbicara. Salah satu nilai pertarungan makna adalah media massa,” ujarnya. Ia juga menyoroti transformasi kapitalisme menjadi neoliberalisme yang menghadirkan berbagai bentuk anti intelektualisme. “Anti intelektualisme itu datang dari berbagai bentuk, diantaranya adalah neoliberalisme. Untuk melawan anti intelektualisme itu adalah kritikalitas,” tegasnya.

10000_prof-azhar-nus.jpg

Prof. Dr. Azhar Ibrahim juga mengajak mahasiswa Fakultas Humaniora untuk memperhatikan fenomena kesenjangan ekonomi dan supremasi yang melahirkan manusia tanpa mutu dan kepiawaian tinggi. Ia mengutip pemikiran filsuf José Ortega y Gasset dalam buku The Revolt of the Masses yang menyebut fenomena tersebut sebagai “the mass man” atau manusia massa. “Saat ini ekonomi dan politik telah membenarkan jenis manusia ini. Influencer yang mungkin menjadi public intellectual ataupun sebaliknya juga sudah banyak saat ini,” jelasnya.

Sesi tanya jawab berlangsung dinamis dengan berbagai pertanyaan kritis dari mahasiswa Fakultas Humaniora. Prof. Dr. Azhar Ibrahim menyampaikan, “Persoalan yang saya angkat ini sebenarnya tidak asing lagi kalau dilihat dari persoalan yang ditanyakan. Literasi kritis ini mau mengangkat persoalan ideologis.” Kegiatan ini diharapkan memberikan ide baru bagi pengembangan akademik dan non akademik mahasiswa serta memperkuat peran Fakultas Humaniora UIN Malang sebagai pusat literasi kritis dan jaringan internasional yang terus berkembang.

 

Reporter: Nafiska Sayekti Ariyani

Fotografer: Muhammad Fiqri Haikal Ridwan

Lebih Lanjut »
UIN Malang Mantapkan Komitmen Zona Integritas Melalui Penilaian Mandiri PMPZI
Senin, 22 September 2025 . in Berita . 158 views
9998_pmpzi.jpg

MALIKI ISLAMIC UNIVERSITY–UIN Maulana Malik Ibrahim Malang memperkuat komitmen untuk Penilaian Mandiri Pelaksanaan Zona Integritas (PMPZI) di Ruang Satuan Pengawas Internal pada Senin, 22 September 2025. Kegiatan ini dihadiri oleh Wakil Rektor IV Prof. Dr. H. M. Abdul Hamid, S.Ag., M.A., Wakil Rektor III Prof. Dr. H. Triyo Supriyatno, M.Ag., Kepala Biro AUPK, Dr. H. Ridwan, M.Pd.I. (Ketua SPI), Dr. Abdussakir, M.Pd. (Kepala Pusat Pengembangan Standar Mutu LPM), Dr. Hairur Rahman, M.Si. (Kepala Pusat Studi Kebijakan dan Tata Kelola Kelembagaan), Dekan Fakultas Sains dan Teknologi Dr. H. Agus Mulyono, S.Pd., M.Kes., serta pejabat terkait lainnya, Dekan Fakultas Humaniora absen karena ada kegiatan penting yang tidak dapat ditinggalkan. Kegiatan ini juga menjadi perhatian pimpinan universitas, termasuk Rektor Prof. Dr. Hj. Ilfi Nur Diana, M.Si., yang memberikan dukungan terhadap penguatan zona integritas sebagai bagian dari tata kelola kampus yang lebih baik. Penunjukan Fakultas Sains dan Teknologi serta Fakultas Humaniora sebagai pilot project PMPZI berdasarkan SK Dirjen No. 1018 Tahun 2025 menjadi dasar dilaksanakannya evaluasi dan penguatan komitmen ini.
Dalam pemaparannya, Dr. Hairur Rahman menyoroti evaluasi pelaksanaan PMPZI tahun sebelumnya. Menurutnya, pelaksanaan zona integritas memerlukan dukungan luas dan semangat baru. “Jangan menyerah di saat banyak tantangan. Kita perlu memperkuat tim survei, bukan hanya berpedoman dari fakultas, tetapi juga dari pusat,” tegas Dr. Hairur Rahman. Ia juga menekankan bahwa inovasi harus relevan, berdampak pada pelayanan publik dan isu kemiskinan, serta lahir dari permasalahan nyata di sekitar kampus.

9997_spi-pmpzi.jpg


Dekan Fakultas Sains dan Teknologi menyampaikan pentingnya motivasi bersama untuk mendukung fakultas pilot project. Sementara itu Wakil Rektor IV Prof. Dr. H. M. Abdul Hamid, S.Ag., M.A. menegaskan, “Dalam tata kelola kelembagaan pasti semuanya akan terdampak, terutama dalam memberikan layanan terbaik kepada mahasiswa. Dr. Abdussakir mengingatkan pentingnya penataan reformasi birokrasi. “Kalau SOP berjalan dengan baik, semuanya pasti jalan,” ungkapnya.
Kepala SPI Dr. H. Ridwan, M.Pd.I. menutup sesi dengan arahan teknis. “Ini langkah konkret yang akan kita lakukan hari ini. Pertama pembentukan tim kerja, kemudian tim kerja dan fakultas yang mendapat tugas segera menyusun rencana kerja hingga Desember. Nantinya SPI juga akan melakukan pendampinagn dan memantau langsung,” jelas Dr. H. Ridwan. Dengan semangat ini UIN Malang berkomitmen melaksanakan Zona Integritas secara maksimal demi terciptanya tata kelola kampus yang unggul, transparan, dan akuntabel.

 

Reporter: Nafiska Sayekti Ariyani

Lebih Lanjut »
Kiai Said Aqil Ajak UIN Malang Jaga Nasionalisme dalam Bingkai Keislaman
Senin, 22 September 2025 . in Berita . 245 views
9995_kiai-said.jpg

MALIKI ISLAMIC UNIVERSITY - Siang ini, Senin 22 September 2025, Gedung Rektorat Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang tampak lebih ramai dari biasanya. Para pimpinan kampus berjejer menyambut tamu kehormatan yang telah lama dinanti. Dialah Prof. Dr. K.H. Said Sirodj, M.A., mantan Ketua Umum PBNU periode 2010-2021 sekaligus pengasuh Pondok Pesantren Luhur Al-Tsaqafah, yang datang untuk mengisi Mubahatsah Ilmiah Ekosufisme.

9996_jajaran.jpg

Kedatangan Kiai Said disambut hangat oleh Wakil Rektor Bidang Akademik Drs. H. Bisri, M.A., Ph.D., Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan Prof. Dr. H. Triyo Supriyanto, M.Ag., serta Wakil Rektor Bidang Kerjasama dan Pengembangan Lembaga Prof. Dr. H.M. Abdul Hamid, S.Ag., M.A. Turut hadir pula Ketua L2PM Dr. Isroqunnajah, para kepala biro, hingga Direktur Pascasarjana. Kehadiran para tokoh kampus ini menambah khidmat suasana penyambutan.

Dengan tutur khasnya yang tenang namun penuh penekanan, Kiai Said membawakan pesan kebangsaan yang dikemas dalam cerita. Satu ungkapan yang ia tekankan adalah hubbul waton minal iman—cinta tanah air sebagian dari iman. Baginya, nasionalisme bukan sekedar jargon, melainkan bagian dari iman yang harus ditanamkan dalam diri setiap Muslim. "Jangan sampai Indonesia menjadi negara yang sekuler, negara yang memisahkan agama dari kehidupan bernegara," ujarnya tegas.

Bagi Kiai Said, menjaga nasionalisme tidak berarti menanggalkan nilai-nilai agama. Justru, keduanya harus berjalan seiring, saling menguatkan. Ia pun menitipkan pesan khusus kepada jajaran pimpinan UIN Malang agar seris menyiapkan generasi intelektual Muslim yang kokoh. "Carilah mahasiswa yang cerdas, kitab, tegakkan agar mereka faham matik (logika), ushul fiqh, ushul hadits, dan syariah. InsyaAllah output-nya akan menjadi ulama yang cerdas," pesannya.

Lebih dari sekadar pertemuan ilmiah, acara Mubahatsah Ekosufisme ini menjadi momen reflektif. Bagi civitas akademika UIN Malang, kehadiran Kiai Said bukan hanya membawa ilmu, melainkan juga mengobarkan semangat kebangsaan dalam bingkai keislaman. Di tengah arus globalisasi, pesan itu terasa relevan: menjaga Indonesia tetap berdiri kokoh dengan fondasi iman dan cinta tanah air. (kml)

Reporter: Ajeng Ayu Kemala

Lebih Lanjut »
LP2M UIN Malang dan Pesantren Nurul Karim Gelar Workshop Pendidikan Multikultural
Senin, 22 September 2025 . in Berita . 148 views
9994_uin.jpg

MALIKI ISLAMIC UNIVERSITY– Suasana semarak menyelimuti Pesantren Nurul Karim, Probolinggo, pada 21–22 September 2025. Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang berkolaborasi dengan Pesantren Nurul Karim sukses menggelar Workshop Pendidikan Multikultural Kontekstual untuk Harmoni Sosial. Kegiatan ini menjadi bagian dari Program Qaryah Thayyibah yang bertujuan memperkuat pendidikan berbasis masyarakat sekaligus mendorong terciptanya generasi toleran, inklusif, dan penuh cinta.
Workshop yang diikuti oleh 40 guru dari MI, MTs, dan MA Al-Husna ini menghadirkan narasumber ternama. Prof. Dr. Hj. Sulalah, M.Ag, ahli pendidikan multikultural, menekankan pentingnya menanamkan nilai toleransi dalam pembelajaran di lingkungan pesantren. Sementara itu, Dr. Nuril Nuzulia, M.Pd, instruktur nasional literasi, menggugah para peserta dengan konsep pendidikan berbasis cinta yang mengedepankan empati, penghargaan, dan harmoni sosial.
“Pendidikan bukan sekadar transfer ilmu, tetapi proses menumbuhkan rasa cinta dan penghargaan terhadap perbedaan,” tegas Prof. Sulalah dalam paparannya.
Tak hanya berhenti pada penguatan wawasan, LP2M UIN Malang juga memberikan dukungan nyata berupa hibah peralatan modern. Pesantren Nurul Karim menerima 1 unit printer dan 5 unit mesin fingerprint untuk mendukung administrasi di MI, MTs, dan MA Al-Husna.
“Peralatan ini akan membuat absensi lebih cepat, akurat, dan efisien. Ini langkah besar menuju pendidikan pesantren yang lebih modern,” ujar Muhammad, M.Pd, Kepala MA Al-Husna.
Puncak acara ditandai dengan sesi microteaching, di mana para guru mempraktikkan langsung pembelajaran multikultural di depan peserta lain. Simulasi ini menghadirkan suasana hangat dan penuh inspirasi. Guru tidak hanya mengajarkan materi, tetapi juga menanamkan nilai cinta, toleransi, dan saling menghargai dalam proses belajar.
Bagi Pesantren Nurul Karim yang berdiri sejak 1963, kegiatan ini semakin menegaskan komitmen mereka dalam memajukan pendidikan inklusif. Kerja sama dengan UIN Malang, yang sejak 2017 telah membina yayasan ini melalui Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan, kini berkembang lebih jauh lewat LP2M.
“Kami ingin melahirkan generasi yang bukan hanya cerdas akademis, tetapi juga matang dalam menyikapi keberagaman,” ungkap Drs. KH. Abdurrahman, Pengasuh Pesantren Nurul Karim.
Acara ditutup dengan refleksi bersama serta deklarasi komitmen untuk terus mengembangkan pendidikan multikultural. Dengan semangat toleransi dan cinta, kolaborasi ini diyakini menjadi langkah revolusioner dalam membangun masa depan pendidikan yang lebih harmonis.

Lebih Lanjut »
Surat Instruksi Pengendalian Gratifikasi Jadi Pemantik Gerakan Membaca di UIN Malang
Rabu, 17 September 2025 . in Berita . 263 views
9993_ins.png


MALIKI ISLAMIC UNIVERSITY - Di tengah gempuran teknologi digital, kebiasaan membaca sering dianggap remeh. Namun, Surat Instruksi Rektor UIN Maulana Malik Ibrahim Malang Nomor 1945 Tahun 2025 tentang Pengendalian Gratifikasi yang terbit 15 September 2025 justru menunjukkan betapa pentingnya literasi membaca dan memahami informasi resmi bagi sivitas akademika di era sekarang.

Surat Instruksi ini mengatur secara tegas larangan gratifikasi bagi mahasiswa, dosen, tenaga kependidikan, hingga pimpinan universitas. Tak hanya sekadar pengumuman, dokumen ini menjadi pedoman penting agar seluruh warga kampus memahami hak, kewajiban, serta sanksi terkait gratifikasi. Artinya, kemampuan membaca dengan cermat bukan sekadar keterampilan dasar, tetapi prasyarat untuk memahami kebijakan dan menghindari kesalahpahaman.

Dalam surat tersebut ditegaskan lima pokok instruksi, mulai dari larangan mahasiswa memberi gratifikasi kepada pimpinan, dosen, maupun tenaga kependidikan, larangan menerima gratifikasi oleh aparat kampus, hingga kewajiban melapor ke Unit Pengendalian Gratifikasi melalui situs resmi universitas. Surat ini juga memerintahkan pemasangan instruksi di titik layanan publik kampus agar lebih mudah diakses. Praktik seperti ini menjadi contoh bagaimana budaya membaca dan keterbukaan informasi mendukung integritas dan transparansi.

Fenomena ini relevan dengan pentingnya membaca buku di era digital. Membaca bukan lagi sekadar mengenal kata dan kalimat, tetapi memahami konteks dan konsekuensi. Sama halnya dengan membaca surat resmi kampus. Jika mahasiswa abai, mereka bisa salah langkah atau melanggar aturan. Dengan membiasakan membaca, masyarakat kampus dapat mengantisipasi risiko, mematuhi aturan, dan berkontribusi pada lingkungan akademik yang bersih dari gratifikasi.

Sejumlah penelitian menunjukkan literasi yang baik mempengaruhi pola pikir kritis seseorang. Dalam konteks UIN Malang, literasi bukan hanya soal membaca buku teks, melainkan juga membaca regulasi, instruksi, dan kebijakan agar kehidupan akademik lebih sehat dan tertib. Keterampilan membaca yang mendalam juga membantu masyarakat memilah informasi. Di era media sosial, banyak informasi beredar tanpa verifikasi. Dengan kemampuan literasi yang baik, mahasiswa bisa membedakan berita palsu dan benar, serta memahami instruksi resmi seperti surat pengendalian gratifikasi tersebut. Kecakapan ini penting agar mahasiswa tidak terjebak pungutan liar atau praktik yang dilarang universitas.

Selain itu, budaya membaca buku di era digital membawa manfaat jangka panjang. Buku, jurnal, atau instruksi resmi merupakan sumber pengetahuan yang terstruktur. Mahasiswa dan dosen yang rutin membaca akan lebih siap menghadapi tantangan akademik, lebih memahami prosedur kampus, dan lebih mudah beradaptasi dengan perubahan kebijakan. Dalam kasus surat instruksi gratifikasi, pemahaman literasi membuat sivitas akademika lebih disiplin dan mampu menegakkan integritas.

Penutupnya, surat instruksi UIN Malang ini menjadi bukti nyata bahwa literasi masih relevan bahkan krusial di era 5.0. Mahasiswa, dosen, dan tenaga kependidikan perlu membangun budaya membaca agar dapat memahami kebijakan, menjalankan tugas dengan benar, serta menjaga integritas akademik. Membaca buku, jurnal, hingga dokumen resmi adalah cara sederhana namun efektif untuk membentuk generasi yang cerdas, berkarakter, dan bebas dari praktik gratifikasi.
Reporter: Muh. Noaf Afgani

Lebih Lanjut »
Perkuat Parenting Adaptif Era 5.0, UIN Malang Gelar Qoryah Thoyyibah di Pakisaji
Selasa, 16 September 2025 . in Berita . 244 views
9984_pkk1.jpeg

MALIKI ISLAMIC UNIVERSITY - Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat bertajuk Qoryah Thoyibah di Balai Serbaguna Gedung Cindewilis, Kecamatan Pakisaji, Kabupaten Malang, Selasa, 16 September 2025. Kegiatan ini mengusung tema “Transformasi Literasi Digital untuk Penguatan Parenting Adaptif Era 5.0 di Lingkungan PKK Desa Pakisaji” dan diikuti puluhan kader PKK desa setempat.

9987_pkk4.jpeg

Kegiatan ini dimotori oleh 2 dosen Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) dan 1 Dosen Fakultas Sains dan Teknologi (Saintek) yang juga agenda rutin dari Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) UIN Malang dengan tujuan memperkuat kapasitas ibu-ibu PKK dalam mengelola pola pengasuhan anak berbasis literasi digital di era 5.0. Dalam pelaksanaan program ini, tim pengabdian masyarakat UIN Malang dipimpin oleh Ainatul Mardhiyah, M.Cs., selaku Ketua Tim. Ia didampingi oleh anggota tim yang terdiri atas Roro Inda Melani, M.Sc., Ainurrohmah, M.Pd., Muh. Noaf Afgani, Hasnia Imroatis Syarifah, dan Nurul Fadhilah Ramadhan. Kolaborasi tim ini memastikan kegiatan Qoryah Thoyibah berjalan terarah dan sesuai sasaran, mulai dari penyusunan materi, pendampingan peserta.
Ketua PKK Desa Pakisaji, Sri Sugiarsih, menyampaikan apresiasi atas inisiatif UIN Malang yang dinilai selaras dengan kebutuhan masyarakat saat ini. “Keberadaan ibu-ibu PKK sangat membantu dalam berkembangnya generasi sejak janin hingga kelak bermanfaat di masa depan. Harapan saya, ibu-ibu PKK mau berkembang setiap waktu dan siap memberi manfaat kapan pun,” ujarnya.

9986_pkk3.jpeg

Selain itu, kegiatan Qoryah Thoyibah ini juga menghadirkan sejumlah dosen dan mahasiswa UIN Malang yang terlibat langsung sebagai pemateri dan pendamping. Mereka memberikan sesi interaktif seputar tantangan pengasuhan anak di era digital, pemanfaatan teknologi untuk pendidikan keluarga, hingga praktik langsung menggunakan aplikasi Canva sebagai media edukasi kreatif bagi keluarga. Melalui program ini, kampus berharap mampu membantu masyarakat desa meningkatkan keterampilan dan pengetahuan praktis yang dapat diterapkan langsung dalam kehidupan sehari-hari.
Para peserta yang diikuti oleh ibu-ibu PKK menunjukkan antusiasme tinggi mengikuti seluruh rangkaian acara. Mereka antusias saat praktik mengedit materi menggunakan Canva, aktif bertanya ketika menemui fitur yang belum dipahami, serta berbagi pengalaman terkait penerapan hasil pelatihan dalam pola asuh anak di lingkungan masing-masing. Dengan adanya kegiatan ini, peserta diharapkan semakin siap menghadapi tantangan pengasuhan di era serba digital.
Ketua Tim Pengabdian, Ainatul Mardhiyah, M.Cs. didampingi 2 anggota yang juga dosen tersebut, menyampaikan rasa syukur atas kelancaran kegiatan ini. “Alhamdulillah acara hari ini berjalan lancar, tidak lupa terima kasih kepada teman-teman tim. Semoga ke depannya lebih baik lagi dan semakin sukses. Harapan kami tetap bisa berkolaborasi antara mahasiswa, dosen, dan pihak masyarakat, karena kegiatan seperti ini positif dan berdampak nyata,” ungkapnya.
Kegiatan Qoryah Thoyibah UIN Malang hari ini,  difokuskan pada penguatan literasi digital dan parenting adaptif di era 5.0. Melalui program ini, kampus berupaya membekali masyarakat dengan keterampilan dan wawasan praktis untuk membangun keluarga cerdas digital serta menyiapkan generasi yang adaptif dan berdaya saing

Reporter & Fotografer: Muh. Noaf Afgani

Lebih Lanjut »
Penyuluhan Kesehatan Pemeliharaan Status Kebugaran Fisik dan Mental Masyarakat Haji dalam Masa Tunggu, KBIHU AL-Ikhlas Kota Batu
Minggu, 14 September 2025 . in Berita . 222 views
9988_wer.jpg

MALIKI ISLAMIC UNIVERSITY - Istitha’ah merupakan tujuan dan syarat wajib dalam melaksanakan ritual suci ibadah haji. Kondisi ini diartikan sebagai kondisi kesiapan dari segi fisik, mental, finansial, maupun keamanan selama rangkaian ibadah haji. Dalam mempersiapkannya, calon jamaah haji (CJH) menjalani pembinaan manasik kesehatan haji baik secara mandiri maupun melalui program pembimbingan. Oleh karenanya, pendidikan dokter UIN Maulana Malik Ibrahim Malang bekerja sama dengan Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umroh (KBIHU) Al-Ikhlas Kota Batu dalam melaksanakan penyuluhan manasik kesehatan haji pada Minggu, 14 September 2025.  Penyuluhan mengangkat tema “Pemeliharaan Status Kebugaran Fisik dan Mental Masyarakat Haji dalam Masa Tunggu”.

Rangkaian acara ini diawali dengan senam pagi bersama yang diatur khusus untuk latihan fisik bagi CJH. Setelah itu, dilakukan pre-test untuk mengukur pengetahuan CJH mengenai pelatihan fisik dan mental di masa tunggu. Pada rangkaian acara utama, penyuluhan dikemas dalam bentuk talkshow bersama tiga pemateri yang merupakan dosen dari program studi pendidikan dokter UIN Malang. Materi pertama dengan judul “TIps Kebugaran Fisik Menuju Tanah Suci” disampaikan oleh dr. Sakinah Baraja, Sp. B. Materi kedua dengan judul “Hati Tenang Pikiran Damai Menyambut Ibadah Haji” disampaikan oleh Dr. dr. Lailia Nur Rachma, M.Biomed. Materi ketiga dengan judul “Menata Raga, Jiwa, dan Rasa Menuju Haji Mabrur” disampaikan oleh dr. Christyaji Indradmojo, Sp. EM.

9989_ujh.jpg

Dalam talkshow yang berlangsung kurang lebih 100 menit, para CJH diberikan gambaran mengenai suasana yang akan mereka hadapi selama menjalani rangkaian ibadah haji. Pemateri juga memberikan berbagai tips untuk menjaga kebugaran fisik CJH selama di masa tunggu, mulai dari melakukan skrining kesehatan rutin, menjaga higienitas diri, menjaga asupan cairan dan elektrolit, menyiapkan obat dari rumah, rutin beraktivitas fisik, hingga manajemen penyakit kronis seperti diabetes melitus, asma, serta penyakit jantung. Selain itu, CJH juga perlu menjaga pikiran dan ucapan selama menghadapi berbagai kondisi di rangkaian haji, seperti dituturkan oleh dr. Lailia, “Tuntutan fisik pada rangkaian ibadah haji yang wajib sangat tinggi dan berpotensi untuk membebani mental. Maka penting bagi jamaah haji untuk mengatur intensitas aktivitas fisik selama menjalani rangkaian ibadah haji agar stamina bisa tetap terjaga untuk melakukan ibadah wajibnya”. Sebagai penutup, dr. Christyaji Indradmojo, Sp. EM menyampaikan kepada para CJH bahwa pembekalan ini bertujuan untuk mempersiapkan CJH agar dapat menjalani ibadah haji secara mandiri, terlepas dari ada atau tidaknya fasilitas yang tersedia saat menjalani ibadah haji. Maka persiapan mental maupun fisik dalam masa tunggu adalah hal yang sangat penting.

9992_ibb.jpg
9991_kkk.jpg
9990_bpk.jpg
Lebih Lanjut »
Rektor Tutup Retreat Pimpinan 2025 dengan Pesan Integritas dan Komitmen
Minggu, 14 September 2025 . in Berita . 167 views
9981_foto-upacara-bu-rektor.jpg

MALIKI ISLAMIC UNIVERSITY–Upacara penutupan Retreat Pimpinan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang Tahun 2025 berlangsung khidmat di Lapangan Politeknik Angkatan Darat (POLTEKAD) Batu pada Sabtu, 14 September 2025. Upacara dimulai pukul 10.35 WIB dengan Rektor UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Prof. Dr. Hj. Ilfi Nur Diana, M.Si., bertindak sebagai inspektur upacara. Kegiatan ini menandai berakhirnya rangkaian Retreat Pimpinan yang telah dilaksanakan sejak awal September.

Dalam pernyataan resminya, Rektor menyampaikan penutupan kegiatan. “Dengan memanjatkan puji syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa, pagi ini pukul 11.35 kegiatan Retreat Pimpinan saya nyatakan dengan resmi ditutup,” ujar Prof. Ilfi Nur Diana. Setelah itu dilaksanakan prosesi penanggalan tanda peserta dan penyerahan piagam penghargaan kepada empat peserta terbaik oleh Rektor.

9982_foto-bersama-retreat.jpg

Dalam amanatnya, Prof. Ilfi Nur Diana mengajak seluruh pimpinan untuk menetapkan niat dan bersungguh-sungguh merancang visi strategis yang inovatif demi kemajuan mahasiswa dan alumni. Rektor mengingatkan pentingnya memegang teguh 12 pesan Menteri Agama, mulai dari penguatan integritas dan etika kepemimpinan, inovasi dan perubahan nyata dalam 100 hari pertama masa jabatan, keteladanan, keterbukaan, penguatan peran UIN sebagai pusat nilai Islam rahmatan lil alamin, transformasi berpikir, pengembangan ilmu keislaman, peningkatan kualitas SDM, literasi keagamaan, mitigasi bencana, hingga penguatan kerja tim yang solid. Prof. Ilfi Nur Diana juga menyampaikan bahwa prinsip-prinsip kepemimpinan ini dirangkum dalam konsep “Kabinet SAKTI” yang diharapkan menjadi ruh kerja sama seluruh jajaran pimpinan UIN Malang.

Menutup amanatnya, Prof. Ilfi Nur Diana menekankan pentingnya kedisiplinan, komitmen, dan kekompakan. Rektor mengucapkan terima kasih kepada seluruh peserta, narasumber, panitia, serta pihak Poltekad yang telah mendukung jalannya kegiatan ini. “Selamat berjuang, di pundak kita bersama nasib UIN ditentukan, di pundak kita bersama nasib lulusan kita ditentukan,” ungkapnya. Upacara kemudian ditutup dengan pembacaan doa dan sesi foto bersama, dilanjutkan dengan penyerahan hadiah lomba sebagai rangkaian akhir Retreat Pimpinan 2025.

 

Reporter: Nafiska Sayekti Ariyani

Lebih Lanjut »
Dr. Ismail Cawidu Dorong UIN Malang Percepat Cetak Doktor dan Perkuat Branding
Sabtu, 13 September 2025 . in Berita . 274 views
9980_dr-ismail.jpg

MALIKI ISLAMIC UNIVERSITY– Sesi V Retreat Pimpinan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang yang berlangsung di Politeknik Angkatan Darat (POLTEKAD) Batu, Sabtu, 13 September 2025, menghadirkan Koordinator Staf Khusus Menteri Agama, Dr. Ismail Cawidu, M.Si., dengan materi “Penguatan Branding UIN Maulana Malik Ibrahim Malang”. Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian Retreat Pimpinan 2025 bertema “Inovasi & Akselerasi Menuju Perguruan Tinggi Berdaya Saing Global”.

Dalam pemaparannya, Dr. Ismail menegaskan pentingnya akselerasi pengembangan SDM, khususnya peningkatan jumlah doktor di lingkungan UIN Malang. “Mohon dipercepat mencetak doktor baru, jangan ada yang dipersulit. Empat tahun ke depan kita lihat perkembangannya seperti apa,” ujarnya. Ia juga menekankan arahan Menteri Agama agar UIN Malang tidak hanya mencetak ilmuwan, tetapi juga intelektual muslim yang berkarakter.

9979_dr-ismail-sesi-v.jpg

Lebih lanjut, Dr. Ismail memaparkan 12 poin arahan Menteri Agama kepada Rektor dan jajarannya. Beberapa di antaranya yaitu penguatan integritas dan etika kepemimpinan, inovasi dan perubahan nyata dalam 100 hari pertama masa jabatan, keteladanan, keterbukaan dalam pengambilan keputusan, penguatan peran UIN sebagai pusat nilai Islam rahmatan lil alamin, transformasi berpikir, pengembangan ilmu keislaman, peningkatan kualitas SDM, literasi keagamaan, mitigasi bencana, serta penguatan kerja tim yang solid. “Ada program yang bisa kita tangani sendiri, ada pula yang butuh kerja sama dengan pihak luar. 90% masalah manajemen itu karena miskomunikasi. Jika sudah punya program sosialisasikan, agar kebijakan yang baik juga sampai ke mahasiswa,” tegasnya.

Sesi ini menjadi momentum penting bagi para pimpinan UIN Malang untuk memperkuat branding universitas sekaligus meningkatkan mutu layanan pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat sesuai arahan Kementerian Agama.

 

Reporter: Nafiska Sayekti Ariyani

Lebih Lanjut »

UNIVERSITAS ISLAM NEGERI
MAULANA MALIK IBRAHIM MALANG
Jalan Gajayana No. 50 Malang 65144
Telp: +62-341 551-354 | Email : info@uin-malang.ac.id

facebook twitter instagram youtube
keyboard_arrow_up