MALIKI ISLAMIC UNIVERSITY– Suasana penuh semangat dan kebersamaan menyelimuti halaman Politeknik Angkatan Darat (Poltekad) Kota Batu pada Jumat, 12 September 2025. Sebanyak 143 pimpinan Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang (UIN Maliki Malang) bersama Rektor, Prof. Dr. Hj. Ilfi Nur Diana, M.Si., memulai rangkaian Retreat Pimpinan 2025 yang akan berlangsung selama tiga hari ke depan.
Kehadiran rombongan UIN Malang disambut istimewa. Direktur Pembina Umum Poltekad, Kolonel Inf. Hendhi Yustian, turun langsung menyambut para pimpinan dengan penuh kehangatan. Penyambutan semakin meriah dengan iringan marching band TNI Angkatan Darat yang membawakan lantunan musik penuh semangat, menciptakan atmosfer disiplin dan kebanggaan.
Tak berhenti di situ, seluruh peserta kemudian diajak berjalan kaki bersama dari pintu gerbang menuju lapangan utama Poltekad. Momen ini bukan sekadar aktivitas fisik, melainkan simbol kebersamaan dan kesiapan untuk menapaki perjalanan bersama menuju penguatan integritas, sinergi, dan kepemimpinan strategis
.
Setibanya di lapangan utama, apel pembukaan digelar dengan khidmat. Kolonel Inf. Hendhi Yustian dalam arahannya menyampaikan pembagian kelompok serta tata tertib yang harus dipatuhi peserta selama berkegiatan di lingkungan Poltekad. “Kegiatan ini tidak hanya melatih kedisiplinan, tetapi juga menanamkan nilai kebersamaan dan kepemimpinan strategis yang penting bagi para pemimpin perguruan tinggi,” tegasnya.
Rektor UIN Maliki Malang, Prof. Ilfi Nur Diana, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan retreat ini diharapkan menjadi ruang refleksi sekaligus penguatan kepemimpinan kolektif. “Kita hadir di sini untuk belajar, berproses, dan memperkuat komitmen bersama dalam memimpin UIN Maliki Malang menuju kampus yang unggul, bereputasi internasional, sekaligus tetap berakar pada nilai spiritualitas Islam,” ujarnya penuh motivasi.
Retret pimpinan ini dijadwalkan berlangsung hingga Minggu, 14 September 2025, dengan rangkaian agenda yang melibatkan pelatihan, diskusi, hingga kegiatan lapangan. Semuanya dirancang untuk menumbuhkan karakter kepemimpinan yang berintegritas, disiplin, dan visioner, selaras dengan semangat World Class University yang terus digelorakan UIN Malang.
MALIKI ISLAMIC UNIVERSITY – Dalam sejuknya suasana pagi di depan Gedung Rektorat, Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang secara resmi melepas keberangkatan 143 pimpinan universitas, termasuk Rektor, untuk mengikuti Retret Kepemimpinan di Politeknik Angkatan Darat (POLTEKAD), Kecamatan Junrejo, Kota Batu, Jumat (12/9/2025).
Retret ini akan berlangsung selama tiga hari, mulai Jumat, 12 September hingga Minggu, 14 September 2025. Rombongan berangkat menggunakan bus dan kendaraan milik TNI POLTEKAD, serta disambut secara resmi oleh pihak tuan rumah.
Berbeda dengan pelatihan teknis, retret ini menjadi forum strategis untuk menentukan arah kebijakan universitas ke depan sekaligus menyatukan visi dan misi kepemimpinan dalam mencapai tujuan bersama.
Dalam sambutan penerimaan, Letkol Widiyoko, S.T., M.M., Kabag Umum TNI POLTEKAD, menyampaikan rasa bangga dan apresiasinya." Kami sangat senang karena di percaya untuk melatih jajran pimpinan UIN Malang. Semoga kegiatan ini dapat memperkuat jiwa kepemimpinan sekaligus menjalin kerjasama yang baik"ujarnya.
143 Pimpinan Antusias Mengikuti Retret Kepemimpinan
Retret ini diharapkan membekali para pimpinan dengan pengalaman lapangan yang menekankan disiplin, ketangguhan, kerja sama tim, dan pemikiran strategis. Selain itu, kegiatan ini juga diproyeksikan menghasilkan wawasan baru yang dapat diimplementasikan dalam tata kelola serta perencanaan jangka panjang universitas.
Suasana kekeluargaan dan optimisme tampak sejak prosesi pelepasan hingga keberangkatan rombongan. Para peserta berharap kegiatan ini tidak hanya memperkuat karakter kepemimpinan, tetapi juga menumbuhkan semangat kolektif dalam membawa UIN Malang menuju arah yang lebih maju.
Retret Kepemimpinan ini menjadi bukti komitmen UIN Malang untuk mencetak pemimpin pendidikan yang visioner, tangguh, dan berintegritas, sekaligus mempererat sinergi antara dunia akademik dan militer sebagai mitra strategis dalam pembangunan bangsa.
MALIKI ISLAMIC UNIVERSITY–Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang resmi membuka Maliki Festival (Maliki Fest) 2025 pada Rabu, 9 September 2025. Acara pembukaan berlangsung di lantai 5 Gedung Rektorat UIN Malang dengan dihadiri jajaran pimpinan universitas, pengurus ormawa, UKM, serta mahasiswa dari berbagai fakultas. Presiden Mahasiswa UIN Malang, Muamar Sidiq, dalam sambutannya menegaskan bahwa Maliki Festival bukan sekadar ajang perlombaan, tetapi juga ruang kolaborasi. “Selain UKM, nanti ORDA juga kita targetkan memiliki kegiatan bersama, termasuk forum content creator di UIN Malang dan forum luar negeri,” ungkapnya.
Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan, Prof. Dr. H. Triyo Supriyatno, M.Ag., menyampaikan apresiasinya atas penyelenggaraan Maliki Festival. Menurutnya, kegiatan ini membuktikan mahasiswa mampu menghadirkan festival yang tetap bernuansa akademik. “Festival ini bukan hura-hura, melainkan bagian dari kegiatan mahasiswa sebagai agen of change. Saya ucapkan terima kasih kepada WR I, Drs. H. Basri, M.A., Ph.D., dan Prof. Isroqunnajah yang turut mendampingi. Semoga ke depan Maliki Festival semakin menjadi bagian penting universitas untuk mengembangkan bakat dan minat mahasiswa,” terangnya. Ia bahkan berkomitmen untuk menyumbangkan satu piala besar sebagai simbol semangat keberlanjutan kegiatan ini. Penutup acara disampaikan oleh Prof. Dr. Isroqunnajah, M.Ag., Ketua LP2M sekaligus mantan WR IV. Ia menyampaikan apresiasi tinggi kepada panitia dan mahasiswa penyelenggara. “Saya cukup tersanjung atas kesempatan ini dan memberikan apresiasi luar biasa kepada Mas Muamar Sidiq dan tim. Maliki Festival menjadi wadah sublimasi mahasiswa dalam bidang ilmiah, seni, dan olahraga, sekaligus sarana promosi UKM. Dengan Maliki Festival, mahasiswa bisa mengenal UKM lebih dalam dan berpartisipasi dalam berbagai perlombaan,” pungkasnya.
MALIKI ISLAMIC UNIVERSITY – Fakultas Syariah Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang bersama Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM) menyelenggarakan kegiatan Short-Term Inbound dan International Conference yang melibatkan mahasiswa lintas negara. Agenda ini berlangsung di ruang pertemuan Fakultas Syariah sejak pukul 08.00 WIB dan menjadi rangkaian penting kerja sama akademik antar kedua perguruan tinggi.
Dekan Fakultas Syariah, Prof. Dr. Hj. Umi Sumbulah, M.Ag., menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini. Ia menegaskan bahwa kolaborasi dengan UKM merupakan agenda yang perlu dirawat agar bisa dilaksanakan secara berkelanjutan. “Kami sangat berterima kasih kepada tim dari Universiti Kebangsaan Malaysia karena telah mempercayakan para mahasiswa untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman bersama Fakultas Syariah melalui agenda inbound ini,” ujarnya. Mewakili UKM, Prof. Madya Dr. Zaini Nasohah dari Pusat Kajian Syariah, Faculty Pengajian Islam, menyampaikan rasa terima kasih atas sambutan hangat yang diberikan. Ia menuturkan bahwa kedatangan mahasiswa UKM bukan sekadar untuk rekreasi, melainkan bagian dari pembelajaran. “Kegiatan outbound ini bertujuan mengembangkan keterampilan kepemimpinan, kerja sama, komunikasi, sekaligus membangun karakter yang kuat. Kami ke Malang tidak hanya untuk belajar, tetapi juga menimba pengalaman budaya,” ungkapnya. Acara resmi dibuka oleh Wakil Rektor I Bidang Akademik UIN Maliki, Drs. H. Basri, M.A., Ph.D., yang menekankan bahwa kolaborasi ini menjadi bukti komitmen UIN Malang dalam memperluas jejaring internasional. “Kehadiran tim dari Universiti Kebangsaan Malaysia menambah deretan panjang kolaborasi internasional yang diharapkan dapat semakin mengibarkan bendera akademik UIN Maliki di kancah global,” tuturnya. Kegiatan ini diikuti oleh 24 mahasiswa dari UKM serta puluhan mahasiswa International Class Program (ICP) Fakultas Syariah UIN Malang, didampingi sejumlah dosen. Salah satu peserta dari UKM, Syazana Alya, mengungkapkan kegembiraannya. Menurutnya, program ini memberikan pengalaman akademik sekaligus kesempatan membangun jejaring internasional. “Program ini menyenangkan, tidak hanya memberikan kesempatan belajar tetapi juga pengalaman budaya,” ujarnya.
Selain konferensi internasional, rangkaian inbound juga mencakup keterlibatan mahasiswa UKM dalam perkuliahan reguler bersama mahasiswa UIN Malang. Hal ini memungkinkan terjadinya interaksi akademik langsung di kelas, memperkaya perspektif pembelajaran, serta menumbuhkan budaya akademik yang lebih terbuka dan kolaboratif. Dengan terselenggaranya kegiatan ini, Fakultas Syariah UIN Malang berharap dapat memperkuat kerja sama strategis dengan UKM Malaysia. Kolaborasi lintas negara ini diharapkan tidak hanya memberi manfaat akademik bagi mahasiswa, tetapi juga memperkokoh posisi UIN Malang sebagai perguruan tinggi keagamaan yang siap bersaing di tingkat internasional. (af)
MALIKI ISLAMIC UNIVERSITY - Momen bersejarah hadir di UIN Maulana Malik Ibrahim Malang saat Prof. Dr. Ilfi Nur Diana, M.Si., CAHRM., CRMP. dilantik sebagai rektor perempuan pertama kampus tersebut. Pelantikan berlangsung di Kementerian Agama RI, Jakarta, pada 31 Juli 2025, dipimpin langsung Menteri Agama Prof. Dr. K.H. Nasaruddin Umar, MA.Sejak memulai karier sebagai dosen pada 1999, Prof. Ilfi yang akrab disapa “Bunda” itu menapaki berbagai jabatan strategis di kampus. Beliau pernah menjadi Wakil Rektor II Bidang Administrasi Umum, Perencanaan, dan Keuangan dua periode, berhasil memperjuangkan pembangunan Kampus III melalui pendekatan PMU, efisiensi anggaran hingga Rp 83 miliar, serta penerapan remunerasi berbasis kinerja yang meningkatkan motivasi sivitas akademika.
Memiliki latar akademik dari sarjana Ekonomi Syariah (IAIN Sunan Ampel), magister Ilmu Ekonomi (Unpad), hingga doktor Manajemen (Unair), juga pernah mengikuti program sandwich di University of Queensland, Australia. Menjadi dosen adalah jalan pengabdian yang dipilihnya sejak muda. Setelah lulus S1, Beliau sempat ragu memilih Surabaya atau Malang sebagai tempat berkarier. Meski Malang saat itu masih berstatus STAIN, dukungan keluarga membuatnya mantap. Langkahnya tidak instan. Dari Ketua Pusat Studi, Wakil Dekan, hingga Wakil Rektor, semua jabatan beliau jalani dengan penuh dedikasi.
Posisi paling berkesan baginya adalah saat menjadi Wakil Rektor II Bidang Administrasi Umum, Perencanaan, dan Keuangan (AUPK). “Di situ ilmu S3 saya sangat terpakai. Antara teori manajemen SDM dan praktik nyata saling menguatkan. Saya belajar banyak bagaimana membina organisasi secara profesional,” kenangnya dikutip dari serulingmedia.Baginya, kepemimpinan bukan sekadar jabatan. Prof. Ilfi memegang tiga prinsip utama: memiliki visi besar, mampu mengimplementasikan gagasan, dan piawai mengelola risiko. Sertifikasi internasional dalam Human Resources Management (CAHRM) dan Risk Management (CRMP) semakin mengukuhkan kapabilitasnya sebagai akademisi sekaligus praktisi professional.
Sebagai rektor, Prof. Ilfi segera meluncurkan strategi rebranding digital kampus dan memperkuat layanan mahasiswa, dengan target yang ambisius, yakni agar semua program studi terakreditasi unggul dan minimal 80 % di antaranya memiliki akreditasi internasional pada 2029. Beliau juga menyatakan bahwa pentingnya sinergi tim, loyalitas, dan kebersamaan sebagai kunci percepatan transformasi universitas menuju internasional.
Sebagai rektor perempuan pertama, Prof. Ilfi menjadi simbol inklusivitas dan gaya kepemimpinan yang mengayomi. Beliau dikenal rendah hati, hangat, dan telaten serta dengan prestasi seperti menjaga opini WTP, Laporan Kinerja terbaik, hingga pengabdian sosial melalui pesantren dan koperasi ekonomis santri. Dalam dunia akademik, publikasi ilmiah rutin, riset strategis, serta keterlibatan di organisasi keagamaan memperkuat jejaknya sebagai figur visioner.Visinya sangatlah jelas, yaitu menjadikan UIN Maliki Malang sebagai universitas riset yang unggul akademik, spiritual kuat, dan inklusif. Beliau ingin menjadikan kampus sebagai pusat peradaban Islam modern, berjejaring internasional, dan berdampak sosial luas serta mahasiswa lulusannya dapat mengikuti perkembangan kebutuhan dunia industri. Dengan integrasi ilmu, spiritualitas, dan pengabdian, mereka Adalah mahasiswa generasi ulul albab yang diharapkan lahir di bawah kepemimpinannya. Prof. Ilfi memahami tantangan era digital dan globalisasi. Ia mendorong mahasiswa UIN Malang untuk bertransformasi, memanfaatkan layanan berbasis digital, serta membekali diri dengan keterampilan yang sesuai kebutuhan industri. “Ilmu saja tidak cukup. Mahasiswa harus punya skill, spiritualitas, dan akhlak mulia. Itulah yang akan membentengi mereka di tengah arus globalisasi,” pesannya. (af)
MALIKI ISLAMIC UNIVERSITY–Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang menggelar tumpengan doa bersama untuk keselamatan bangsa pada Kamis, 4 September 2025. Acara yang berlangsung di Gedung Sport Center lantai 2 ini dihadiri oleh seluruh civitas akademika beserta para mahasantri, musyrif, musyrifah dari masing-masing mabna. Tak hanya itu pada acara kali ini para mahasiswa baru dari luar negeri (mahasiswa asing) juga turut menghadiri acara tumpengan dan doa bersama untuk keselamatan bangsa. Doa dan istighosah dipimpin oleh KH. Dr. M. Aunul Hakim, S.Ag., MH, yang diikuti dengan penuh khidmat oleh seluruh mahasantri. Suasana religius kian terasa ketika lantunan doa dan dzikir bergema memenuhi ruangan.
Pada kesempatan itu, Dr. KH. Isroqunnajah, M.Ag., memberikan tausiah mengenai sejarah kelahiran Nabi Muhammad SAW hingga kesunnahan untuk berpuasa pada hari Senin. Beliau menuturkan, “Nabi Muhammad terlahir di hari Senin dan beliau mensunnahkan untuk berpuasa di hari kelahirannya sebagai bentuk takdzim pada hari kelahiran beliau.”
Selain itu, beliau juga berpesan agar umat Islam tidak meninggalkan sholawat kepada Nabi. “Satu sholawat akan mendatangkan sepuluh kebaikan dari Allah, jangan sampai kita hanya bersholawat saat tahiyat awal dan akhir, perbanyaklah sholawat kepada Nabi Muhammad SAW, dan semoga Allah memberi kita kesempatan untuk berziarah ke makam baginda Rasulullah,” ungkapnya.
Acara kemudian dilanjutkan dengan pembacaan sholawat bersama yang dipimpin langsung oleh beliau serta diiringi mahalul qiyam oleh grup hadrah. Lantunan syair penuh cinta kepada Rasulullah menambah kekhusyukan dan kekhidmatan jalannya kegiatan.Tumpengan doa bersama ini tidak hanya menjadi ajang refleksi spiritual, tetapi juga wujud kebersamaan civitas akademika MALIKI dalam memohon keselamatan bangsa dan keberkahan bagi umat.
MALIKI ISLAMIC UNIVERSITY – Menteri Agama, Prof. K.H. Nasaruddin Umar, tegaskan komitmennya terhadap integritas dan antikorupsi melalui lima langkah nyata sepanjang masa jabatannya. Langkah terobosan tersebut meliputi pelaporan gratifikasi ke KPK, keterlibatan KPK dalam penyelenggaraan ibadah haji, penolakan penggunaan fasilitas negara untuk kepentingan pribadi, penguatan integritas berbasis spiritual, serta penegasan bahwa KPK adalah mitra moral. Pada November 2024, Menag melaporkan hadiah berupa bukhur dan wewangian khas Timur Tengah ke KPK sebagai bentuk transparansi. Dalam penyelenggaraan haji 2025, KPK juga dilibatkan untuk mengawasi antrean jamaah hingga pengadaan fasilitas, sehingga proses lebih akuntabel. Menjelang Lebaran, Imam Besar Masjid Istiqlal Jakarta tersebut menolak menggunakan mobil dan rumah dinas untuk kepentingan pribadi, sebuah langkah sederhana yang menegaskan batas tegas antara urusan negara dan kepentingan individu. Selain tindakan tersebut, Prof. Nasaruddin menekankan bahwa korupsi bukan hanya masalah hukum, melainkan juga ancaman spiritual yang menghilangkan keberkahan hidup. Beliau mengingatkan bahwa kesederhanaan yang halal lebih baik daripada kekayaan yang diperoleh dengan cara tidak benar. Dalam pandangannya, KPK harus dipahami sebagai mitra pengingat moral bagi pejabat publik agar tetap berada di jalur kebenaran. “KPK mencegah orang dari perbuatan korupsi yang bisa menjerumuskan ke dalam dosa. Jangan anggap KPK sebagai sesuatu yang menakutkan, justru anggaplah sebagai vitamin kehidupan yang mendorong kita untuk hidup lebih baik dan bermakna,” pungkasnya, Rabu (12/3/2025) dikutip dari laman resmi Kementerian Agama RI. Komitmen Menag ini mendapat apresiasi dari berbagai pihak, karena juga memperkuat komitmen tersebut melalui kebijakan sistemik seperti digitalisasi birokrasi, peningkatan integritas SDM, dan efisiensi pelayanan publik. Berbagai prestasi pun tercapai, antara lain peringkat teratas capaian Strategi Nasional Pencegahan Korupsi (Stranas PK) dari KPK serta meningkatnya skor Survei Penilaian Integritas (SPI). Langkah-langkah ini menunjukkan arah baru tata kelola Kementerian Agama untuk menjadikan transparansi, akuntabilitas, dan spiritualitas sebagai fondasi pelayanan publik. Dengan transformasi berbasis nilai tersebut, Kemenag diharapkan tampil bukan hanya sebagai institusi pelayanan, tetapi juga ikon integritas dan keberkahan di tengah masyarakat. (af)
MALIKI ISLAMIC UNIVERSITY - Retret Pusat Pengembangan Mahasiswa (Puspenma) bersama Forum Wakil Rektor III/Wakil Ketua III PTKIN se-Indonesia resmi dibuka di Jayakarta Hotel, Batu, Rabu (3/9). Mengusung tema “Penguatan Pelaksanaan Beasiswa KIP Kuliah”, kegiatan ini dihadiri perwakilan dari seluruh Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN). Di antara peserta yang mengikuti acara tersebut, hadir juga Wakil Rektor III UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Prof. Dr. H. Triyo Supriyatno, M.Ag., yang bergabung bersama jajaran pimpinan bidang kemahasiswaan lainnya. Kehadiran beliau menegaskan dukungan UIN Malang terhadap komitmen kolektif dalam memperkuat sistem pelaksanaan KIP Kuliah bagi mahasiswa di lingkungan PTKIN. Forum ini menyoroti pentingnya transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan dana beasiswa. Setiap PTKIN diharapkan mampu memberikan pendampingan intensif bagi mahasiswa penerima KIP Kuliah, sehingga mereka tidak hanya terbantu secara finansial, tetapi juga terdorong untuk berprestasi dan menyelesaikan studi tepat waktu. Para Wakil Rektor III dan Wakil Ketua III yang hadir menunjukkan antusiasme tinggi dalam menyampaikan pandangan dan pengalaman masing-masing. Banyak di antara mereka yang menyoroti perlunya peningkatan sistem digitalisasi dalam penyaluran beasiswa agar lebih cepat, akurat, dan minim kendala administratif. Dengan demikian, beasiswa KIP Kuliah dapat menjadi lebih berkelanjutan dan memberi dampak lebih luas.
Menurut Prof. Triyo, KIP Kuliah bukan sekadar bantuan finansial, tetapi investasi jangka panjang untuk membangun sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing. Program ini harus disertai pendampingan akademik, penguatan karakter, serta pembinaan soft skills agar penerimanya dapat lulus dengan kualitas terbaik dan memberi kontribusi nyata. Tantangan birokrasi, kuota terbatas, dan relevansi dengan kebutuhan industri harus diantisipasi agar KIP Kuliah benar-benar menjadi mesin transformasi sosial.Kegiatan retret ini diharapkan menghasilkan rekomendasi konkret yang dapat dijadikan pedoman dalam penguatan pelaksanaan KIP Kuliah di PTKIN seluruh Indonesia. Para peserta menegaskan pentingnya memastikan beasiswa ini tepat sasaran, sehingga benar-benar diterima oleh mahasiswa yang membutuhkan. Dengan berlangsungnya Retret Puspenma dan Forum WR III/Wakil Ketua III PTKIN se-Indonesia, diharapkan tercipta kesepahaman nasional dalam pengelolaan KIP Kuliah. Langkah ini sekaligus mempertegas komitmen PTKIN dalam mendukung pemerataan akses pendidikan tinggi, mencetak generasi berprestasi, serta menjaga integritas pelaksanaan beasiswa di seluruh tanah air. (af)
MALIKI ISLAMIC UNIVERSITY - Suasana Kamis malam, 4 September 2025 di Gedung Sport Center Kampus 1 terasa khidmat ketika keluarga besar UIN Maulana Malik Ibrahim Malang berkumpul untuk doa bersama, istighosah, sekaligus peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. Acara yang dimulai pukul 19.00 WIB itu dihadiri jajaran pimpinan kampus, dosen, tenaga kependidikan, hingga mahasantri Ma’had UIN Maliki, sebagai bentuk ikhtiar memperkuat keimanan sekaligus mempererat silaturahmi keluarga besar universitas.
“Yang baik itu ada tiga: berdedikasi pada nilai-nilai dan tugas sebagai tanggungjawab sekaligus mahasiswa yang berkarakter baik, serta memiliki sikap nasionalisme yang kuat,” pesannya. Bwliau pun berharap para mahasantri mampu menyeimbangkan antara keilmuan, pengabdian, dan rasa cinta tanah air sebagai wujud nyata dari nilai Islam rahmatan lil ‘alamin.
Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat kebersamaan sivitas akademika. Kehadiran pimpinan universitas, dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa menunjukkan komitmen kolektif dalam menjaga budaya religius di lingkungan kampus. Selain itu, partisipasi aktif mahasantri memperlihatkan peran strategis mereka sebagai garda depan dalam menghidupkan tradisi keilmuan dan spiritual di UIN Maliki Malang.
Melalui kegiatan ini, UIN Maliki Malang menegaskan komitmennya untuk terus menjaga keseimbangan antara pencapaian akademik dan penguatan spiritualitas. Diharapkan, doa bersama dan peringatan Maulid Nabi tidak hanya mempererat silaturahmi, tetapi juga menginspirasi sivitas akademika dalam mewujudkan kampus yang unggul, religius, dan berdaya saing global.
Dengan dukungan penuh dari pimpinan dan partisipasi seluruh unsur kampus, UIN Maliki Malang optimis kegiatan serupa akan terus dilaksanakan secara berkelanjutan. Momentum ini diharapkan mampu memperkokoh peran universitas dalam mencetak generasi Muslim yang berilmu, berakhlak mulia, dan berjiwa nasionalis. (af) Reporter: Muh. Noaf Afgani Fotografer: Ibrahim Al Hanif