MALIKI ISLAMIC UNIVERSITY – Fakultas Syariah Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang bersama Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM) menyelenggarakan kegiatan Short-Term Inbound dan International Conference yang melibatkan mahasiswa lintas negara. Agenda ini berlangsung di ruang pertemuan Fakultas Syariah sejak pukul 08.00 WIB dan menjadi rangkaian penting kerja sama akademik antar kedua perguruan tinggi.
Dekan Fakultas Syariah, Prof. Dr. Hj. Umi Sumbulah, M.Ag., menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini. Ia menegaskan bahwa kolaborasi dengan UKM merupakan agenda yang perlu dirawat agar bisa dilaksanakan secara berkelanjutan. “Kami sangat berterima kasih kepada tim dari Universiti Kebangsaan Malaysia karena telah mempercayakan para mahasiswa untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman bersama Fakultas Syariah melalui agenda inbound ini,” ujarnya. Mewakili UKM, Prof. Madya Dr. Zaini Nasohah dari Pusat Kajian Syariah, Faculty Pengajian Islam, menyampaikan rasa terima kasih atas sambutan hangat yang diberikan. Ia menuturkan bahwa kedatangan mahasiswa UKM bukan sekadar untuk rekreasi, melainkan bagian dari pembelajaran. “Kegiatan outbound ini bertujuan mengembangkan keterampilan kepemimpinan, kerja sama, komunikasi, sekaligus membangun karakter yang kuat. Kami ke Malang tidak hanya untuk belajar, tetapi juga menimba pengalaman budaya,” ungkapnya. Acara resmi dibuka oleh Wakil Rektor I Bidang Akademik UIN Maliki, Drs. H. Basri, M.A., Ph.D., yang menekankan bahwa kolaborasi ini menjadi bukti komitmen UIN Malang dalam memperluas jejaring internasional. “Kehadiran tim dari Universiti Kebangsaan Malaysia menambah deretan panjang kolaborasi internasional yang diharapkan dapat semakin mengibarkan bendera akademik UIN Maliki di kancah global,” tuturnya. Kegiatan ini diikuti oleh 24 mahasiswa dari UKM serta puluhan mahasiswa International Class Program (ICP) Fakultas Syariah UIN Malang, didampingi sejumlah dosen. Salah satu peserta dari UKM, Syazana Alya, mengungkapkan kegembiraannya. Menurutnya, program ini memberikan pengalaman akademik sekaligus kesempatan membangun jejaring internasional. “Program ini menyenangkan, tidak hanya memberikan kesempatan belajar tetapi juga pengalaman budaya,” ujarnya.
Selain konferensi internasional, rangkaian inbound juga mencakup keterlibatan mahasiswa UKM dalam perkuliahan reguler bersama mahasiswa UIN Malang. Hal ini memungkinkan terjadinya interaksi akademik langsung di kelas, memperkaya perspektif pembelajaran, serta menumbuhkan budaya akademik yang lebih terbuka dan kolaboratif. Dengan terselenggaranya kegiatan ini, Fakultas Syariah UIN Malang berharap dapat memperkuat kerja sama strategis dengan UKM Malaysia. Kolaborasi lintas negara ini diharapkan tidak hanya memberi manfaat akademik bagi mahasiswa, tetapi juga memperkokoh posisi UIN Malang sebagai perguruan tinggi keagamaan yang siap bersaing di tingkat internasional. (af)
MALIKI ISLAMIC UNIVERSITY - Momen bersejarah hadir di UIN Maulana Malik Ibrahim Malang saat Prof. Dr. Ilfi Nur Diana, M.Si., CAHRM., CRMP. dilantik sebagai rektor perempuan pertama kampus tersebut. Pelantikan berlangsung di Kementerian Agama RI, Jakarta, pada 31 Juli 2025, dipimpin langsung Menteri Agama Prof. Dr. K.H. Nasaruddin Umar, MA.Sejak memulai karier sebagai dosen pada 1999, Prof. Ilfi yang akrab disapa “Bunda” itu menapaki berbagai jabatan strategis di kampus. Beliau pernah menjadi Wakil Rektor II Bidang Administrasi Umum, Perencanaan, dan Keuangan dua periode, berhasil memperjuangkan pembangunan Kampus III melalui pendekatan PMU, efisiensi anggaran hingga Rp 83 miliar, serta penerapan remunerasi berbasis kinerja yang meningkatkan motivasi sivitas akademika.
Memiliki latar akademik dari sarjana Ekonomi Syariah (IAIN Sunan Ampel), magister Ilmu Ekonomi (Unpad), hingga doktor Manajemen (Unair), juga pernah mengikuti program sandwich di University of Queensland, Australia. Menjadi dosen adalah jalan pengabdian yang dipilihnya sejak muda. Setelah lulus S1, Beliau sempat ragu memilih Surabaya atau Malang sebagai tempat berkarier. Meski Malang saat itu masih berstatus STAIN, dukungan keluarga membuatnya mantap. Langkahnya tidak instan. Dari Ketua Pusat Studi, Wakil Dekan, hingga Wakil Rektor, semua jabatan beliau jalani dengan penuh dedikasi.
Posisi paling berkesan baginya adalah saat menjadi Wakil Rektor II Bidang Administrasi Umum, Perencanaan, dan Keuangan (AUPK). “Di situ ilmu S3 saya sangat terpakai. Antara teori manajemen SDM dan praktik nyata saling menguatkan. Saya belajar banyak bagaimana membina organisasi secara profesional,” kenangnya dikutip dari serulingmedia.Baginya, kepemimpinan bukan sekadar jabatan. Prof. Ilfi memegang tiga prinsip utama: memiliki visi besar, mampu mengimplementasikan gagasan, dan piawai mengelola risiko. Sertifikasi internasional dalam Human Resources Management (CAHRM) dan Risk Management (CRMP) semakin mengukuhkan kapabilitasnya sebagai akademisi sekaligus praktisi professional.
Sebagai rektor, Prof. Ilfi segera meluncurkan strategi rebranding digital kampus dan memperkuat layanan mahasiswa, dengan target yang ambisius, yakni agar semua program studi terakreditasi unggul dan minimal 80 % di antaranya memiliki akreditasi internasional pada 2029. Beliau juga menyatakan bahwa pentingnya sinergi tim, loyalitas, dan kebersamaan sebagai kunci percepatan transformasi universitas menuju internasional.
Sebagai rektor perempuan pertama, Prof. Ilfi menjadi simbol inklusivitas dan gaya kepemimpinan yang mengayomi. Beliau dikenal rendah hati, hangat, dan telaten serta dengan prestasi seperti menjaga opini WTP, Laporan Kinerja terbaik, hingga pengabdian sosial melalui pesantren dan koperasi ekonomis santri. Dalam dunia akademik, publikasi ilmiah rutin, riset strategis, serta keterlibatan di organisasi keagamaan memperkuat jejaknya sebagai figur visioner.Visinya sangatlah jelas, yaitu menjadikan UIN Maliki Malang sebagai universitas riset yang unggul akademik, spiritual kuat, dan inklusif. Beliau ingin menjadikan kampus sebagai pusat peradaban Islam modern, berjejaring internasional, dan berdampak sosial luas serta mahasiswa lulusannya dapat mengikuti perkembangan kebutuhan dunia industri. Dengan integrasi ilmu, spiritualitas, dan pengabdian, mereka Adalah mahasiswa generasi ulul albab yang diharapkan lahir di bawah kepemimpinannya. Prof. Ilfi memahami tantangan era digital dan globalisasi. Ia mendorong mahasiswa UIN Malang untuk bertransformasi, memanfaatkan layanan berbasis digital, serta membekali diri dengan keterampilan yang sesuai kebutuhan industri. “Ilmu saja tidak cukup. Mahasiswa harus punya skill, spiritualitas, dan akhlak mulia. Itulah yang akan membentengi mereka di tengah arus globalisasi,” pesannya. (af)
MALIKI ISLAMIC UNIVERSITY–Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang menggelar tumpengan doa bersama untuk keselamatan bangsa pada Kamis, 4 September 2025. Acara yang berlangsung di Gedung Sport Center lantai 2 ini dihadiri oleh seluruh civitas akademika beserta para mahasantri, musyrif, musyrifah dari masing-masing mabna. Tak hanya itu pada acara kali ini para mahasiswa baru dari luar negeri (mahasiswa asing) juga turut menghadiri acara tumpengan dan doa bersama untuk keselamatan bangsa. Doa dan istighosah dipimpin oleh KH. Dr. M. Aunul Hakim, S.Ag., MH, yang diikuti dengan penuh khidmat oleh seluruh mahasantri. Suasana religius kian terasa ketika lantunan doa dan dzikir bergema memenuhi ruangan.
Pada kesempatan itu, Dr. KH. Isroqunnajah, M.Ag., memberikan tausiah mengenai sejarah kelahiran Nabi Muhammad SAW hingga kesunnahan untuk berpuasa pada hari Senin. Beliau menuturkan, “Nabi Muhammad terlahir di hari Senin dan beliau mensunnahkan untuk berpuasa di hari kelahirannya sebagai bentuk takdzim pada hari kelahiran beliau.”
Selain itu, beliau juga berpesan agar umat Islam tidak meninggalkan sholawat kepada Nabi. “Satu sholawat akan mendatangkan sepuluh kebaikan dari Allah, jangan sampai kita hanya bersholawat saat tahiyat awal dan akhir, perbanyaklah sholawat kepada Nabi Muhammad SAW, dan semoga Allah memberi kita kesempatan untuk berziarah ke makam baginda Rasulullah,” ungkapnya.
Acara kemudian dilanjutkan dengan pembacaan sholawat bersama yang dipimpin langsung oleh beliau serta diiringi mahalul qiyam oleh grup hadrah. Lantunan syair penuh cinta kepada Rasulullah menambah kekhusyukan dan kekhidmatan jalannya kegiatan.Tumpengan doa bersama ini tidak hanya menjadi ajang refleksi spiritual, tetapi juga wujud kebersamaan civitas akademika MALIKI dalam memohon keselamatan bangsa dan keberkahan bagi umat.
MALIKI ISLAMIC UNIVERSITY – Menteri Agama, Prof. K.H. Nasaruddin Umar, tegaskan komitmennya terhadap integritas dan antikorupsi melalui lima langkah nyata sepanjang masa jabatannya. Langkah terobosan tersebut meliputi pelaporan gratifikasi ke KPK, keterlibatan KPK dalam penyelenggaraan ibadah haji, penolakan penggunaan fasilitas negara untuk kepentingan pribadi, penguatan integritas berbasis spiritual, serta penegasan bahwa KPK adalah mitra moral. Pada November 2024, Menag melaporkan hadiah berupa bukhur dan wewangian khas Timur Tengah ke KPK sebagai bentuk transparansi. Dalam penyelenggaraan haji 2025, KPK juga dilibatkan untuk mengawasi antrean jamaah hingga pengadaan fasilitas, sehingga proses lebih akuntabel. Menjelang Lebaran, Imam Besar Masjid Istiqlal Jakarta tersebut menolak menggunakan mobil dan rumah dinas untuk kepentingan pribadi, sebuah langkah sederhana yang menegaskan batas tegas antara urusan negara dan kepentingan individu. Selain tindakan tersebut, Prof. Nasaruddin menekankan bahwa korupsi bukan hanya masalah hukum, melainkan juga ancaman spiritual yang menghilangkan keberkahan hidup. Beliau mengingatkan bahwa kesederhanaan yang halal lebih baik daripada kekayaan yang diperoleh dengan cara tidak benar. Dalam pandangannya, KPK harus dipahami sebagai mitra pengingat moral bagi pejabat publik agar tetap berada di jalur kebenaran. “KPK mencegah orang dari perbuatan korupsi yang bisa menjerumuskan ke dalam dosa. Jangan anggap KPK sebagai sesuatu yang menakutkan, justru anggaplah sebagai vitamin kehidupan yang mendorong kita untuk hidup lebih baik dan bermakna,” pungkasnya, Rabu (12/3/2025) dikutip dari laman resmi Kementerian Agama RI. Komitmen Menag ini mendapat apresiasi dari berbagai pihak, karena juga memperkuat komitmen tersebut melalui kebijakan sistemik seperti digitalisasi birokrasi, peningkatan integritas SDM, dan efisiensi pelayanan publik. Berbagai prestasi pun tercapai, antara lain peringkat teratas capaian Strategi Nasional Pencegahan Korupsi (Stranas PK) dari KPK serta meningkatnya skor Survei Penilaian Integritas (SPI). Langkah-langkah ini menunjukkan arah baru tata kelola Kementerian Agama untuk menjadikan transparansi, akuntabilitas, dan spiritualitas sebagai fondasi pelayanan publik. Dengan transformasi berbasis nilai tersebut, Kemenag diharapkan tampil bukan hanya sebagai institusi pelayanan, tetapi juga ikon integritas dan keberkahan di tengah masyarakat. (af)
MALIKI ISLAMIC UNIVERSITY - Retret Pusat Pengembangan Mahasiswa (Puspenma) bersama Forum Wakil Rektor III/Wakil Ketua III PTKIN se-Indonesia resmi dibuka di Jayakarta Hotel, Batu, Rabu (3/9). Mengusung tema “Penguatan Pelaksanaan Beasiswa KIP Kuliah”, kegiatan ini dihadiri perwakilan dari seluruh Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN). Di antara peserta yang mengikuti acara tersebut, hadir juga Wakil Rektor III UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Prof. Dr. H. Triyo Supriyatno, M.Ag., yang bergabung bersama jajaran pimpinan bidang kemahasiswaan lainnya. Kehadiran beliau menegaskan dukungan UIN Malang terhadap komitmen kolektif dalam memperkuat sistem pelaksanaan KIP Kuliah bagi mahasiswa di lingkungan PTKIN. Forum ini menyoroti pentingnya transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan dana beasiswa. Setiap PTKIN diharapkan mampu memberikan pendampingan intensif bagi mahasiswa penerima KIP Kuliah, sehingga mereka tidak hanya terbantu secara finansial, tetapi juga terdorong untuk berprestasi dan menyelesaikan studi tepat waktu. Para Wakil Rektor III dan Wakil Ketua III yang hadir menunjukkan antusiasme tinggi dalam menyampaikan pandangan dan pengalaman masing-masing. Banyak di antara mereka yang menyoroti perlunya peningkatan sistem digitalisasi dalam penyaluran beasiswa agar lebih cepat, akurat, dan minim kendala administratif. Dengan demikian, beasiswa KIP Kuliah dapat menjadi lebih berkelanjutan dan memberi dampak lebih luas.
Menurut Prof. Triyo, KIP Kuliah bukan sekadar bantuan finansial, tetapi investasi jangka panjang untuk membangun sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing. Program ini harus disertai pendampingan akademik, penguatan karakter, serta pembinaan soft skills agar penerimanya dapat lulus dengan kualitas terbaik dan memberi kontribusi nyata. Tantangan birokrasi, kuota terbatas, dan relevansi dengan kebutuhan industri harus diantisipasi agar KIP Kuliah benar-benar menjadi mesin transformasi sosial.Kegiatan retret ini diharapkan menghasilkan rekomendasi konkret yang dapat dijadikan pedoman dalam penguatan pelaksanaan KIP Kuliah di PTKIN seluruh Indonesia. Para peserta menegaskan pentingnya memastikan beasiswa ini tepat sasaran, sehingga benar-benar diterima oleh mahasiswa yang membutuhkan. Dengan berlangsungnya Retret Puspenma dan Forum WR III/Wakil Ketua III PTKIN se-Indonesia, diharapkan tercipta kesepahaman nasional dalam pengelolaan KIP Kuliah. Langkah ini sekaligus mempertegas komitmen PTKIN dalam mendukung pemerataan akses pendidikan tinggi, mencetak generasi berprestasi, serta menjaga integritas pelaksanaan beasiswa di seluruh tanah air. (af)
MALIKI ISLAMIC UNIVERSITY - Suasana Kamis malam, 4 September 2025 di Gedung Sport Center Kampus 1 terasa khidmat ketika keluarga besar UIN Maulana Malik Ibrahim Malang berkumpul untuk doa bersama, istighosah, sekaligus peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. Acara yang dimulai pukul 19.00 WIB itu dihadiri jajaran pimpinan kampus, dosen, tenaga kependidikan, hingga mahasantri Ma’had UIN Maliki, sebagai bentuk ikhtiar memperkuat keimanan sekaligus mempererat silaturahmi keluarga besar universitas.
“Yang baik itu ada tiga: berdedikasi pada nilai-nilai dan tugas sebagai tanggungjawab sekaligus mahasiswa yang berkarakter baik, serta memiliki sikap nasionalisme yang kuat,” pesannya. Bwliau pun berharap para mahasantri mampu menyeimbangkan antara keilmuan, pengabdian, dan rasa cinta tanah air sebagai wujud nyata dari nilai Islam rahmatan lil ‘alamin.
Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat kebersamaan sivitas akademika. Kehadiran pimpinan universitas, dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa menunjukkan komitmen kolektif dalam menjaga budaya religius di lingkungan kampus. Selain itu, partisipasi aktif mahasantri memperlihatkan peran strategis mereka sebagai garda depan dalam menghidupkan tradisi keilmuan dan spiritual di UIN Maliki Malang.
Melalui kegiatan ini, UIN Maliki Malang menegaskan komitmennya untuk terus menjaga keseimbangan antara pencapaian akademik dan penguatan spiritualitas. Diharapkan, doa bersama dan peringatan Maulid Nabi tidak hanya mempererat silaturahmi, tetapi juga menginspirasi sivitas akademika dalam mewujudkan kampus yang unggul, religius, dan berdaya saing global.
Dengan dukungan penuh dari pimpinan dan partisipasi seluruh unsur kampus, UIN Maliki Malang optimis kegiatan serupa akan terus dilaksanakan secara berkelanjutan. Momentum ini diharapkan mampu memperkokoh peran universitas dalam mencetak generasi Muslim yang berilmu, berakhlak mulia, dan berjiwa nasionalis. (af) Reporter: Muh. Noaf Afgani Fotografer: Ibrahim Al Hanif
MALIKI ISLAMIC UNIVERSITY–Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang menggelar doa bersama, istighosah, dan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Gedung Sport Center Kampus I, Kamis malam 4 September 2025. Kegiatan ini diawali dengan tumpengan doa bersama untuk keselamatan bangsa.
Acara dihadiri jajaran pimpinan universitas, mudir pusat Ma’had al-Jami’ah, dosen, serta mahasantri. Dalam sambutannya, Mudir Pusat Ma’had al-Jami’ah, Dr. K.H. Ahmad Izzudin, M.Ag., menekankan pentingnya momentum kebersamaan ini. “Ini kalian istimewa, nikmat di atas nikmat, karena bertepatan hari ini pimpinan kita pagi tadi hadir langsung ke maqam Syekh Maulana Malik Ibrahim di Gresik. Untuk itu kami mengucapkan terima kasih kepada para pimpinan yang sudah menyumbangkan tumpeng untuk malam hari ini,” ungkapnya.
Sementara itu, Rektor UIN Malang, Prof. Dr. Hj. Ilfi Nur Diana, M.Si., melalui Wakil Rektor Bidang Akademik, Drs. H. Basri, M.A., Ph.D., berpesan agar para mahasantri senantiasa menjaga komitmen dan jati diri. “Tetaplah menjadi mahasantri yang baik. Yang baik itu ada tiga: berdedikasi pada nilai-nilai dan tugas sebagai santri sekaligus mahasiswa, memiliki karakter yang baik, serta memiliki sikap nasionalisme yang kuat,” pesan beliau.
Kegiatan yang berlangsung khidmat ini ditutup dengan doa bersama dan dilanjutkan ramah tamah, sebagai bentuk syukur sekaligus penguatan ikatan spiritual dan kebersamaan keluarga besar UIN Malang.
MALIKI ISLAMIC UNIVERSITY - Partisipasi pimpinan dalam rangkaian peringatan Haul Sunan Gresik ke-425 dan Maulid Nabi 1447 H di Gresik ini dimaknai sebagai bentuk penghormatan kepada Syekh Maulana Malik Ibrahimyang namanya menjadi inspirasi penamaan universitas. Dalam tradisi akademik UIN Maliki Malang, penghormatan terhadap para wali sekaligus pelestarian nilai keilmuan Islam menjadi bagian dari komitmen institusional. Kehadiran jajaran kampus dipimpin langsung oleh Rektor, Prof. Ilfi, dengan didampingi para Wakil Rektor, Kepala Biro Administrasi Umum, Perencanaan, dan Keuangan (AUPK), para dekan fakultas, serta ketua tim dari berbagai unit kerja. Karena itu, keterlibatan pimpinan tidak semata sebagai undangan seremonial, melainkan juga upaya mempererat hubungan kampus dengan masyarakat Gresik yang selama ini merawat situs sejarah keagamaan penting tersebut. Momentum ini juga menjadi sarana konsolidasi program pengabdian masyarakat yang selama ini berjalan melalui berbagai unit, termasuk lembaga penelitian dan pengabdian. Dalam kesempatan yang sama, Prof. Dr. Hj. Ilfi Nur Diana, M.Si., CAHRM., CRMP. menyerahkan dukungan institusional UIN Maliki Malang untuk pengelolaan dan pemeliharaan kompleks makam Syekh Maulana Malik Ibrahim, sekaligus bantuan bagi pengembangan pendidikan di lingkungan sekitarnya. Dukungan tersebut diposisikan sebagai kontribusi nyata perguruan tinggi dalam pelestarian warisan sejarah Islam dan penguatan pendidikan berbasis nilai-nilai keislaman.
Sambutan mewakili UIN Maliki Malang yang disampaikan oleh Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M), Dr. H. Isroqunnajah, M.Ag., yang juga dikenal sebagai tokoh agama. Beliau menyampaikan terima kasih atas undangan dan sambutan masyarakat Gresik, seraya menegaskan kesiapan kampus memperkuat peran sosial dan akademik di wilayah tersebut Rangkaian haul dan maulid turut menghadirkan mauidhoh hasanah yang disampaikan oleh Habib Ahmad bin Abu Bakar Assegaf dan KH. Fahmi Amrullah, cucu KH. Hasyim Asy’ari. Keduanya menyampaikan pesan keagamaan yang menekankan pentingnya meneladani akhlak Nabi Muhammad SAW, menguatkan persaudaraan, serta menjaga ketakwaan dalam kehidupan sehari-hari.
Bagi UIN Maliki Malang, partisipasi pada peringatan Haul Sunan Gresik dan Maulid Nabi ini sekaligus menegaskan identitas keilmuan kampus yang bersumber dari nilai-nilai para wali. Identitas tersebut tercermin dalam orientasi Tri Dharma Perguruan Tinggi yang dioperasionalkan melalui pembelajaran, riset, dan pengabdian masyarakat berbasis khazanah keislaman Nusantara. Melalui kegiatan ini, UIN Maliki Malang menegaskan komitmen untuk terus membangun hubungan erat dengan masyarakat dan pemangku kepentingan lokal. Pola kemitraan yang diinisiasi mencakup dukungan fisik bagi pengelolaan situs, penguatan kapasitas lembaga pendidikan sekitar, serta pelibatan mahasiswa dalam program pengabdian yang terukur. Kampus juga mendorong agar hasil kolaborasi terdokumentasi dengan baik, sehingga dapat dijadikan rujukan dalam peningkatan program di tahun berikutnya. (af)
MALIKI SILAMIC UNIVERSITY, Jakarta – Guru kembali mendapat perhatian serius dari pemerintah. Menteri Agama (Menag) Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, M.A., menegaskan bahwa negara hadir untuk memastikan para pendidik memperoleh kesejahteraan dan penghargaan yang layak atas pengabdian mereka. Dalam keterangannya pada Rabu, 3 September 2025, Menag menyampaikan sejumlah langkah progresif yang telah ditempuh pemerintah sebagai wujud nyata keberpihakan terhadap tenaga pendidik. “Pemerintah telah melakukan kebijakan signifikan, antara lain dengan menaikkan tunjangan profesi bagi 227.147 guru non-PNS. Kebijakan ini menjadi bukti keberpihakan negara terhadap kesejahteraan tenaga pendidik yang selama ini mengabdikan diri di berbagai daerah,” tegas Menag. Selain itu, peningkatan kualitas guru juga menjadi fokus utama. Melalui Kementerian Agama, jumlah peserta Pendidikan Profesi Guru (PPG) pada tahun 2025 meningkat hingga 700%. Langkah ini membuka peluang lebih luas bagi guru untuk memperoleh sertifikasi dan mengasah kapasitas profesionalnya. Tidak kalah penting, dalam tiga tahun terakhir, sebanyak 52.000 guru honorer telah resmi diangkat menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). Bagi para guru honorer, kebijakan ini menjadi jawaban atas penantian panjang mereka terhadap kepastian status dan masa depan yang lebih baik. “Guru adalah penentu masa depan bangsa. Dari tangan mereka lahir dan tumbuh generasi penerus yang akan membawa Indonesia menuju kemajuan,” imbuh Menag penuh optimisme. Kebijakan progresif ini juga mendapat dukungan dari kalangan perguruan tinggi. Rektor UIN Raden Intan Lampung, Prof. H. Wan Jamaluddin Z, M.A., Ph.D., menilai langkah pemerintah bukan sekadar upaya meningkatkan kesejahteraan, melainkan juga menjaga martabat profesi guru. “Kami di perguruan tinggi agama Islam mendukung kebijakan Menag yang berpihak pada guru. Ini bukan hanya tentang kesejahteraan, tetapi juga tentang menjaga martabat profesi guru yang berperan penting dalam membentuk karakter bangsa,” ujarnya. Dengan berbagai terobosan tersebut, pemerintah berharap guru semakin termotivasi untuk terus mendidik, membimbing, dan melahirkan generasi bangsa yang unggul serta berdaya saing di kancah global.