INTERNASIONAL: Rektor bersama para wakil rektor pose bersama usai penandatanganan MoU dengan Direktur Halal International Certification Company asal Tiongkok Mr. Qurashi Muhammad Nasir.
MALIKI ISLAMIC UNIVERSITY-Rektor Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang Prof. Dr. Hj. Ilfi Nur Diana, M.Si melakukan penandatanganan kontrak kerjasama (MoU) dengan Direktur Halal International Certification Company asal Tiongkok Mr. Qurashi Muhammad Nasir, pada Selasa, 19 Agustus 2025. Kunjungan bersejarah ini menjadi yang pertama kalinya di Indonesia, dengan tujuan menjajaki kerja sama melalui Lembaga Pemeriksa Halal UIN Malang dalam membangun ekosistem halal berskala global.
Dalam pemaparannya, Mr. Qurashi menjelaskan bahwa perusahaannya bergerak di bidang konsultan dan pelatihan halal, dengan klien dari berbagai industri, mulai makanan, obat-obatan, kosmetik, hingga produk kulit. Target pasar halal yang akan digarap mencakup Cina, India, Pakistan, hingga Bangladesh. “Kerja sama dengan UIN Malang diharapkan dapat memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok halal global,” ungkapnya.
Sementara itu, Rektor UIN Malang, Prof. Dr. Hj. Ilfi Nur Diana, M.Si., menyambut positif rencana tersebut. Ia menegaskan bahwa MoU menjadi pintu masuk penting dalam membangun kolaborasi internasional. Fungsi MoU bukan hanya sebagai komitmen awal, melainkan juga sebagai landasan kerja sama, ruang lingkup program, hingga jembatan menuju implementasi nyata di lapangan.
“MoU ini akan membuka peluang yang lebih luas, dan harus segera ditindaklanjuti. Selanjutnya tinggal diimplementasikan secara konkret. Target Bappenas Indonesia adalah menjadikan bangsa ini nomor satu dalam industri halal dunia. Maka, sinergi dengan negara lain harus dibuka selebar-lebarnya,” tegas Prof. Ilfi. Lebih lanjut, ia menekankan bahwa perguruan tinggi memiliki peran besar untuk mendukung cita-cita tersebut, terutama dalam menyiapkan SDM yang unggul dan siap bersaing di sektor halal global.
“Ini harus fast respon, sat-set, gercep. SDM UIN Malang juga akan kami support sepenuhnya, agar siap merebut pasar halal internasional,” tambahnya. Pertemuan ini diharapkan menjadi langkah awal memperkuat posisi Indonesia sebagai pusat halal dunia, sekaligus memperluas jaringan ke berbagai negara mitra strategis.
UNIVERSITAS ISLAM MALIKI – Hari kedua Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) di UIN Maulana Malik Ibrahim Malang hari senin 18 Agustus 2025 berlangsung meriah dan penuh semangat. Acara yang juga dikenal sebagai Ospek ini menjadi lebih istimewa dengan kehadiran para duta kampus 2025
Tampil memukau di Hall Kampus Tiga UIN Malang, para Duta Kampus mengenakan busana cerah yang dipadukan dengan sentuhan batik. Penampilan ini menunjukkan bahwa batik dapat menjadi pilihan fashion yang modern dan memukau, tak kalah dari busana lainnya. Kolaborasi para duta dalam pertunjukan ini tidak hanya menghibur, tetapi juga memotivasi ribuan mahasiswa baru.
Duta kampus sapa mahasiswa baru dengan kebahagiaan
Para duta tidak hanya hadir sebagai simbol, tetapi juga aktif berinteraksi dengan para mahasiswa baru (maba). Kehadiran mereka seolah menjadi jembatan yang menghubungkan maba dengan kehidupan kampus yang dinamis dan penuh peluang. Mereka menghidupkan suasana di dalam ruangan, membuat mahasiswa baru terus tersenyum dan merasa antusias.
Partisipasi Duta Kampus dalam PBAK ini diharapkan dapat memotivasi mahasiswa baru untuk menjadi pribadi yang tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga memiliki akhlak mulia dan semangat untuk berkontribusi bagi masyarakat. Kegiatan ini membuktikan bahwa UIN Malang tidak hanya mencetak lulusan berprestasi, tetapi juga agen perubahan yang siap memberikan dampak positif di masa depan.
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI (UIN) MALIKI MALANG, 18 Agustus 2025 – Di tengah hiruk-pikuk kegiatan orientasi studi dan pengenalan kampus (Ospek), Palang Merah Indonesia (PMI) hadir sebagai garda terdepan untuk memastikan keamanan dan keselamatan seluruh peserta. Keberadaan PMI di lapangan memberikan rasa aman, dengan kesiapsiagaan mereka menghadapi berbagai situasi darurat agar acara dapat berjalan dengan aman dan lancar.
Sebagai mitra strategis dalam mobilisasi dan pertolongan pertama, anggota PMI bergerak sigap dan profesional di lapangan. "Kami siap memberikan pertolongan pertama jika terjadi kondisi darurat," tutur Nabila, anggota PMI dari Fakultas Psikologi. Pernyataan ini dibenarkan oleh rekannya, Jammy, yang juga menunjukkan komitmen serupa. Tim mereka disebar di berbagai titik untuk memantau kondisi dan merespons setiap kebutuhan medis yang muncul.
Setiap peserta yang mengalami kondisi darurat ringan akan segera mendapatkan penanganan awal di lokasi. Apabila diperlukan penanganan lebih lanjut, mereka akan diarahkan ke posko kesehatan yang telah disiapkan oleh panitia. Posko ini dilengkapi dengan berbagai peralatan medis dasar dan petugas kesehatan profesional untuk memberikan perawatan lebih intensif. Jika kondisi peserta masih belum membaik dan memerlukan penanganan khusus, tim PMI bersama panitia akan berkoordinasi dengan cepat untuk merujuknya ke rumah sakit terdekat.
Kesiapsiagaan PMI tidak hanya terlihat dari kehadiran mereka, tetapi juga dari koordinasi yang solid dengan panitia dan pihak-pihak terkait. Berkat sinergi yang baik ini, tidak ada insiden serius yang mengganggu jalannya Ospek. Kehadiran PMI di UIN Maliki Malang ini membuktikan komitmen mereka yang tak pernah surut dalam menjaga keselamatan dan kenyamanan, sekaligus menjadi teladan pentingnya kolaborasi dalam setiap kegiatan besar. Dedikasi ini tidak hanya memastikan keberlanjutan acara, tetapi juga menanamkan kesadaran tentang pentingnya keselamatan dan kesehatan bagi seluruh mahasiswa baru.
MALIKI ISLAMIC UNIVERSITY-Gelaran Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang pada Senin, 18 Agustus 2025, menghadirkan semangat baru bagi ribuan mahasiswa baru. Sorak yel-yel, penampilan seni, hingga sambutan penuh kehangatan dari panitia menjadikan momen ini penuh warna dan kesan mendalam.
Nurman Hakim (19), mahasiswa asal Sulawesi Tengah, mengaku paling terkesan dengan adu yel-yel yang membuatnya cepat mendapat banyak teman baru.
“Saya sebenarnya ingin mondok, tapi orang tua menyarankan agar kuliah sambil mondok. Setelah cari info dari ustadz, saya akhirnya tahu ada UIN Malang. Kuliah di sini supaya bisa dapat ilmu agama dan ilmu dunia sekaligus,” ujarnya.
Nurman berharap dapat membanggakan kedua orang tuanya dengan menuntut ilmu di kampus hijau tersebut. Meski mengaku terkadang merasa pusing dengan tugas, ia tetap semangat karena banyak teman yang saling membantu.
“Semoga UIN Malang selalu istiqamah dalam kebaikan dan melahirkan mahasiswa yang paham ilmu agama. Terima kasih juga buat teman-teman yang sudah menemani saya mengerjakan tugas, semoga kita semua sukses,” tambahnya.
Sementara itu, Fatimatuzzahra (18), mahasiswi baru asal Blitar, mengaku kuliah di uinmalang menjadi pengalaman berkesan karena disambut panitia dengan penampilan dan hiburan yang membuat suasana semakin hangat.
“Aku orangnya gampang akrab, jadi seneng banget bisa ngajak ngobrol banyak orang baru. Sekarang sudah kenal sekitar 50 teman,” katanya sambil tersenyum.
Meski harus berpisah dengan orang tua, ia berharap keluarga di rumah selalu diberi kesehatan dan kelancaran rezeki. Untuk teman-teman barunya, ia pun menitipkan pesan penuh semangat.
“Semoga kita enjoy di UIN Malang, dapat IPK minimal 3,5, masuk bareng dan keluar bareng. Semoga kampus ini bisa selalu mendengarkan aspirasi mahasiswa,” pesannya.
Sebagai penutup, Fatimatuzzahra membagikan motto hidup yang selalu ia pegang teguh:
“Cintai ibumu dan nikmati setiap momen. Jalani saja dengan ikhlas,” pungkasnya.
MALIKI ISLAMIC UNIVERSITY–Memasuki hari kedua PBAK UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Senin, 18 Agustus 2025 diisi dengan pemaparan materi dari jajaran Wakil Rektor. Kegiatan yang berlangsung di Gedung Sport Center ini menghadirkan WR Bidang Akademik Drs. H. Basri, MA, Ph.D., Plt. WR Bidang Administrasi Umum, Perencanaan Keuangan, Dr. Zainal Habib, M.Hum, WR Bidang kemahasiswaan Prof. Dr. H. Triyo Supriyatno, M.Ag. dan WR IV Bidang Kerjasama dan Pengembangan Lembaga Prof. Dr. H. M. Abdul Hamid, S.Ag., M.Si. Dalam arahannya, WR I bidang akademik, Drs. H. Basri, MA, Ph.D., menekankan pentingnya keseimbangan antara prestasi akademik dan kegiatan sosial. “Ada tiga tipologi mahasiswa. Yang pertama over achiever, mahasiswa yang pikirannya hanya mengejar akademik, pokoknya IPK harus 4. Kedua, activies student atau social butterfly, yaitu mahasiswa yang kepedulian akademiknya minim tapi lebih aktif di sosial. Ketiga, combining, yaitu mengombinasikan antara akademik dan aktivis, dan saya ini termasuk kategori ketiga,” ungkapnya. Ia berpesan, “Kalau Anda ingin menjadi mahasiswa terbaik, aktiflah di kegiatan sosial yang baik, tapi jangan lupakan prestasi akademik. Jaga keseimbangan dalam hidup anda, jangan ke kampus dan belajar saja tapi juga berolahraga, dan yang kedua taklukkan bahasa.” WR II, Dr. Zainal Habib, M.Hum., menyampaikan refleksi terkait tema PBAK tahun ini, metanoia. “Metanoia itu sebuah gerakan perlawanan terhadap pikiran-pikiran yang zuhud, pikiran yang sakral dan tidak dinamis. Sakralisasi pikiran menghalangi pencerahan pikiran,” jelasnya. Ia juga menekankan pentingnya kontribusi mahasiswa. “Karena mahasiswa adalah agen of change. Kita harus punya satu dua hal yang kita niatkan untuk kita kontribusikan pada kampus kita tercinta,” pesannya. Dalam kesempatan itu, ia menambahkan, “Saya menangani langsung kerja sama dengan pemerintah Indonesia dan Arab Saudi untuk kampus 3 yaitu Saudi Fund for Development, dengan dana sebesar Rp1 triliun. Di Indonesia hanya ada dua universitas yang mendapat dana sebanyak itu, yang pertama UIN Malang, yang kedua UGM.” Sementara itu, WR Bidang Kemahasiswaan, Prof. Dr. H. Triyo Supriyatno, M.Ag., menyoroti pentingnya niat dan kesabaran dalam berproses sebagai aktivis. “Bakat menjadi titipan, minat menjadi pengembangan, lalu kita berdaya menjadi aksi dari masyarakat. Cara menjadi aktivis adalah dengan kita menjadi aktif di UKM, DEMA, SEMA, di HMJ-nya juga. Yang penting adalah niat, ketika kita ingin menjadi aktivis, kita harus punya niat yang baik. Yang kedua tentang sabar, menjadi seorang aktivis akan dibentuk dengan kesabarannya, dan kesabaran yang baik itu dengan diam,” paparnya. WR IV, Prof. Dr. H. M. Abdul Hamid, S.Ag., M.Si., menambahkan motivasi sekaligus peluang pengembangan diri bagi mahasiswa. “Semua orang itu bisa sukses, bisa berhasil, bisa jadi pemimpin. Menjadi mahasiswa UIN Malang saja adik-adik harus bersaing dengan puluhan ribu. Tetapi jangan putus asa, karena tidak ada satu pun institusi, lembaga, atau personal yang sukses karena dirinya sendiri, pasti ada mitra, ada kerja sama, ada kolaborasi,” jelasnya. Ia menambahkan, “Kami sudah bekerja sama dengan MPR dan DPR RI, sehingga nanti adik-adik mahasiswa bisa magang atau PKL di sana. Kami juga sudah bekerja sama dengan MK dan Bank Indonesia.” (n.a)
Reporter : Nafiska Sayekti Ariyani Fotografer : Ibrahim Al Hanif