HUMAS UIN MALANG (11/1) – Mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Kelompok 142 dan 72 UIN Malang sukses menyelenggarakan sosialisasi parenting bertema “Positive and Gentlemen Parenting” di Pendopo Balai Desa Belung, Poncokusumo. Kegiatan ini dihadiri oleh para ibu anggota KPM-PKH dan masyarakat sekitar yang sangat antusias mengikuti acara tersebut.
Tujuan utama dari sosialisasi ini adalah meningkatkan pemahaman para orang tua tentang pentingnya pola asuh positif dan peran ayah sebagai gentlemen parent dalam mendidik anak. Dr. Hj. Rofiqoh Rosidi, M.Pd., C.HT., seorang ahli psikologi sekaligus dosen UIN Malang, menjadi narasumber utama dalam acara ini. Dalam pemaparannya, Dr. Rofiqoh menegaskan bahwa positive parenting adalah pendekatan pengasuhan yang berfokus pada kasih sayang, empati, dan komunikasi yang efektif antara orang tua dan anak. Sementara itu, konsep gentlemen parenting menggarisbawahi peran aktif dan keterlibatan ayah dalam memberikan teladan serta membangun kedekatan emosional dengan anak.
Dr. Rofiqoh menjelaskan bahwa parenting positif tidak hanya soal memberikan hadiah atau hukuman, tetapi lebih pada membangun hubungan yang kuat dengan anak. Dengan cara ini, anak akan merasa aman, terlindungi, dan termotivasi untuk tumbuh menjadi pribadi yang baik. Beberapa poin penting yang disampaikan dalam sosialisasi ini meliputi pentingnya komunikasi terbuka antara orang tua dan anak, menciptakan lingkungan yang kondusif bagi tumbuh kembang anak, memberikan teladan positif, menerapkan disiplin tanpa kekerasan, serta mengelola emosi sebelum merespons perilaku anak. Selain itu, peserta juga diajak memahami kebutuhan emosional anak dengan empati dan rasa hormat.
Sosialisasi ini mendapat sambutan hangat dari peserta yang mengaku mendapatkan banyak wawasan baru. Ke depan, mahasiswa KKM berencana mengadakan kegiatan lanjutan berupa lomba parenting yang melibatkan orang tua dan anak. Kegiatan ini bertujuan memperkuat hubungan emosional dalam keluarga serta mendorong penerapan pola asuh yang lebih baik. Dengan adanya kegiatan seperti ini, mahasiswa KKM UIN Malang berharap dapat berkontribusi dalam mencetak generasi unggul yang tidak hanya cerdas, tetapi juga memiliki karakter kuat sejak dini.
HUMAS UIN MALANG - 9 Januari 2025, Kelompok KKN 141 BhavikaraMuda sukses menggelar sosialisasi moderasi beragama bagi anak-anak Madrasah Ibtidaiyah (MI) di Desa Argosuko. Menggunakan metode Focus Group Discussion (FGD), kegiatan ini bertujuan untuk memperkenalkan nilai-nilai moderasi beragama sejak dini sebagai dasar pembentukan karakter anak-anak. Dalam sosialisasi ini, anak-anak dilatih untuk menghindari sikap-sikap ekstrem dalam memahami agama mereka maupun dalam berinteraksi dengan orang-orang yang berbeda keyakinan.
Kegiatan yang didampingi oleh Putri (Psikologi), Lia (Perpustakaan), dan Anisa (Biologi) ini juga menekankan pentingnya toleransi dalam kehidupan bermasyarakat. Mengingat kondisi Desa Argosuko yang memiliki beragam tempat ibadah seperti gereja, para mahasiswa KKN menyadari pentingnya pendidikan moderasi beragama untuk menciptakan harmoni di tengah perbedaan. Pesan utama yang disampaikan adalah bahwa perbedaan bukanlah ancaman, melainkan sesuatu yang harus dihormati.
Sosialisasi ini mengacu pada konsep “Multimoderasi” yang diperkenalkan oleh Prof. H. Roibin, MHI Multimoderasi adalah pendekatan yang menggabungkan aspek moderasi dalam beragama, politik, sosial, dan budaya. Konsep ini bertujuan menciptakan toleransi, kesabaran, dan kesadaran akan hak serta kewajiban, sehingga menjadi landasan yang kuat dalam membangun kehidupan yang harmonis.
Selain mengenalkan nilai-nilai moderasi, kegiatan ini juga memberikan wawasan kepada anak-anak, guru, dan masyarakat setempat tentang pentingnya pendidikan moderasi beragama. Dengan pendekatan yang menyenangkan dan efektif, sosialisasi ini diharapkan mampu memberikan dampak positif dalam jangka panjang. Anak-anak diharapkan tumbuh menjadi individu yang mampu menghargai perbedaan dan toleransi dalam kehidupan sehari-hari.
Kelompok KKN 141 BhavikaraMuda optimis bahwa sosialisasi moderasi beragama dapat menjadi langkah awal yang signifikan dalam menangkal pola pikir ekstremisme. Dimulai dari pendidikan di tingkat sekolah dasar, mereka berharap kegiatan ini dapat menjadi fondasi kuat bagi masyarakat Desa Argosuko untuk terus menjaga keharmonisan dan kerukunan dalam keberagaman.
HUMAS UIN MALANG - Kegiatan Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) yang dilaksanakan oleh Mahasiswa Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang kelompok Ardhadipa di Desa Ngadirejo bertujuan untuk memberikan kontribusi positif bagi masyarakat.
Salah satunya melalui program bimbingan belajar atau les gratis bagi anak-anak yang dimulai sejak 22 Desember 2024 lalu. Kegiatan tersebut merupakan kebutuhan mendasar masyarakat terhadap pendidikan dan dengan adanya kegiatan tersebut diharapkan dapat meningkatkan taraf pendidikan di desa Ngadirejo.
Mahasiswa KKM Ardhadipa yang terdiri dari berbagai jurusan dan latar belakang mampu menyertai anak-anak usia sekolah dasar di Desa Ngadirejo dalam proses belajarnya. Kegiatan bimbingan belajar ini dilaksanakan di Posko Kelompok Ardhadipa Desa Ngadirejo setiap setelah petang atau selepas salat maghrib.
Kegiatan ini diselenggarakan dengan tujuan untuk meningkatkan prestasi belajar anak-anak, memperluas wawasan mereka, serta memberikan motivasi untuk terus belajar. Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan untuk mempererat tali silaturahmi antara mahasiswa dengan masyarakat Desa Ngadirejo.
Pelaksanaan kegiatan bimbingan belajar ini dilakukan dengan berbagai metode yang menarik dan interaktif, seperti permainan edukatif, diskusi kelompok, dan penyampaian materi yang disesuaikan dengan tingkat pemahaman anak-anak. Materi yang diajarkan meliputi mata pelajaran yang sedang dipelajari di sekolah, seperti Matematika, Seni Budaya, Bahasa Inggris, Bahasa Arab, Bahasa Indonesia, Kewarganegaraan IPS dan IPA.
Salah satu mahasiswa KKM Ardhadipa, Adinda bercerita, selama pelaksanaan kegiatan bimbingan belajar, telah terlihat peningkatan minat belajar anak-anak. Mereka, menurutnya, menjadi lebih aktif dalam bertanya dan berpartisipasi dalam kegiatan pembelajaran.
Selama pelaksanaan kegiatan, Adinda masih menjelaskan, beberapa tantangan yang dihadapi, seperti keterbatasan sarana dan prasarana belajar, perbedaan karakteristik anak-anak, dan kekurangan yang masih banyak teradi yakni dalam fokus anak-anak saat belajar yang sangat mudah teralihkan dengan hal-hal lain, serta kendala dalam menyesuaikan materi dengan kurikulum sekolah.
Untuk mengatasi tantangan tersebut, lanjutnya, mahasiswa KKM Ardhadipa berupaya mencari solusi kreatif, seperti memanfaatkan sumber daya yang ada di desa, memberi hadiah atau tantangan yang menarik dan membagi anak-anak menjadi kelompok kecil berdasarkan kemampuan, serta melakukan koordinasi dengan guru sekolah.
Sebagai informasi, kegiatan bimbingan belajar yang dilaksanakan oleh KKM Ardhadipa Desa Ngadirejo telah memberikan dampak positif bagi anak-anak. Keberhasilan program ini membuktikan bahwa mahasiswa KKM dapat memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat. Diharapkan kegiatan serupa dapat terus dilakukan di masa mendatang.(ad/sf)
HUMAS UIN MALANG – Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) Universitas Islam Negeri Malang (UIN Malang) secara resmi menyerahkan mahasiswa untuk menjalani dinamika dan romantika Asistensi Mengajar (AM) di MAN 3 Kediri.
Acara penyerahan berlangsung tadi pagi (14/1/2025) di aula Al-Ikhlas MAN 3 Kediri. Penyerahan tersebut dihadiri oleh Bapak Drs. Jamiluddin, M.Pd.I, selaku Kepala MAN 3 Kediri, Ibu Farid Mufa’ati sebagai Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) dari UIN Malang, serta jajaran pimpinan madrasah yaitu Dr. M. Nurul Mukhlishin, M.Pd.I (Waka Kurikulum), Laili Candrayani, M.Si (Waka Kesiswaan), Eko Wahyudin, M.Pd (Waka Humas), Achmad Dahlan, S.Pd (Waka Sarpras), Marwan M.Pd.I (KTU), serta guru pamong dan mahasiswa peserta AM.
Penyerahan Asistensi Mengajar ini adalah langkah awal pembelajaran mahasiswa secara kolaboratif dengan guru pamong atau fasilitator dalam subsistem pendidikan formal, nonformal dan informal. Mahasiswa diharapkan dapat lebih memahami teori dan praktik pendidikan serta mampu menghadapi berbagai situasi di kelas. Sebanyak 10 mahasiswa dari 5 program studi yang mengikuti program ini, di antaranya Tadris Matematika, Tadris Bahasa Inggris, Pendidikan Agama Islam, Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial dan Pendidikan Bahasa Arab.
Dalam sambutannya, Ibu Farid Munfaati, M.Pd menyampaikan bahwa program ini menjadi wadah bagi mahasiswa untuk mengaplikasikan teoritis dan praktis yang telah dipelajari selama kuliah ke dalam praktik pendidikan nyata. Menurutnya, tujuan AM ini adalah sebagai kesempatan untuk praktik langsung bagi mahasiswa sekaligus mendukung proses pembelajaran di madrasah.
Selain itu, Asistensi Mengajar ini sebagai kesempatan mengembangkan keterampilan mengajar, mengembangkan kompetensi pedagogik, adaptasi lingkungan dan membangun keterampilan interpersonal di MAN 3 Kediri dengan bimbingan guru pamong dan pengawasan dosen pembimbing lapangan.
"Kami merasa bangga dan berterima kasih kepada UIN Malang atas kepercayaan yang diberikan. Program asistensi ini akan sangat membantu siswa-siswi kami dalam mendapatkan pengalaman belajar yang lebih luas dan mendalam, sekaligus menjadi wadah pengembangan kemampuan para mahasiswa UIN Malang sebagai calon guru,” jelas Bapak Drs. Jamiluddin, M.Pd.I selaku kepala MAN 3 Kediri.
Sepakat dengan pernyataan DPL, Bapak Drs. Jamiluddin, M.Pd.I, mengatakan bahwa Program Asisten Mengajar ini sejalan dengan visi MAN 3 Kediri untuk terus berinovasi dalam meningkatkan mutu pendidikan, sesuai dengan moto "Juara (Jujur, Unggul, Aktif, Ramah, dan Amanah).
Bapak Drs. Jamiluddin, M.Pd.I, juga menambahkan bahwa kehadiran mahasiswa dalam program ini memberikan manfaat besar bagi MAN 3 Kediri, terutama dalam menambah tenaga pengajar dan memperkuat hubungan antar lembaga pendidikan.
Selama program berlangsung, mahasiswa akan terlibat langsung dalam proses belajar mengajar di kelas di bawah bimbingan guru MAN 3 Kediri dan pengawasan dosen pembimbing lapangan. Melalui kegiatan ini, mereka diharapkan dapat meningkatkan kemampuan profesional serta memberikan kontribusi nyata dalam mendukung pembelajaran di madrasah.
Rencananya, AM ini berlangsung selama satu semester, dimulai pada 13 Januari hingga 15 Mei 2025. Kerja sama antara UIN Malang dan MAN 3 Kediri ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas pendidikan, baik bagi mahasiswa maupun bagi madrasah.(ad/sf)
HUMAS UIN MALANG - Kelompok Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) 163 “Ardhadipa” Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang mendedikasikan waktu KKMnya dengan mengisi kegiatan mengajar di SDN 1 Ngadirejo, Kecamatan Jabung, Malang, Senin (6/1/2025) hingga akhir Januari mendatang.
Program mengajar ini menjadi prioritas mahasiswa dalam bidang pendidikan, terutama dalam hal pengajaran di sekolah dasar dengan memberikan materi pelajaran kepada siswa-siswi, baik di bidang akademik maupun non-akademik.
Dimulai bersamaan dengan semester genap tahun ajaran 2024/2025, pihak sekolah memberikan kesempatan bagi mahasiswa KKM 163 “Ardhadipa” untuk terlibat secara langsung dalam proses pembelajaran di SDN 1 Ngadirejo sehingga Program mengajar ini mendapat respon positif dari pihak sekolah.
Saat upacara bendera berlangsung, salah satu guru yang bertugas menjadi pembina upacara menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam atas kesediaan mahasiswa KKM untuk mengajar di SDN 1 Ngadirejo.
“Kami sangat berterima kasih atas adanya program KKM dari Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang. Kehadiran mahasiswa di sini memberikan bantuan yang sangat berarti. Selain itu, dengan adanya program ini, para siswa-siswi juga mendapatkan kesempatan untuk berinteraksi dengan mahasiswa yang diharapkan memberikan cara belajar yang lebih menyenangkan,” ujarnya.
Ia juga memberikan pesan penting kepada siswa-siswi SDN 1 Ngadirejo agar mereka tidak menganggap mahasiswa KKM sebagai teman sebaya, tetapi sebagai guru yang memberikan pembelajaran dan bimbingan. “Saya juga ingin mengingatkan kepada anak-anak, tolong anggaplah kakak-kakak KKM seperti kami, yaitu sebagai guru bukan sebagai teman sebaya. Bersikap sopan dan turuti arahan kakak-kakak KKM,” tambahnya. Pesan ini dimaksudkan untuk menciptakan kedisiplinan dan menghormati peran mahasiswa dalam program KKM.
Program KKM ini juga memberikan pengalaman yang sangat berharga bagi mahasiswa. Para mahasiswa dapat menerapkan ilmu yang telah dipelajari di dunia perkuliahan dan melatih keterampilan mengajar mereka sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat. Selain itu, para mahasiswa juga diharapkan dapat berkomunikasi dengan siswa-siswi sekolah dasar secara efektif, menyampaikan materi dengan cara yang lebih menyenangkan dan mudah dipahami.
Salah satu metode pengajaran yang dilakukan adalah memperkenalkan alfabet kepada beberapa anak yang kesulitan menulis dan membaca dengan poster yang menarik. Program mengajar juga memberikan peluang bagi mahasiswa untuk belajar lebih dalam mengenai dunia pendidikan, tantangan yang ada, dan cara mengatasi hambatan yang mungkin timbul dalam proses belajar mengajar. Selain itu, program ini diharapkan dapat menginspirasi para siswa-siswi sekolah dasar untuk melanjutkan sekolah hingga ke jenjang yang lebih tinggi. (ad/sf)
HUMAS UIN MALANG - Tahun ini menjadi momen bersejarah bagi mahasiswa Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang yang melakukan KKM di desa Ngadirejo, Kecamatan Jabung, Kabupaten Malang. Senin (6/1/2025) lalu, untuk pertama kalinya mahasiswa KKM mengajar di Kelompok Bermain (KB) Harapan Bangsa, Desa Ngadirejo.
Kegiatan mengajar merupakan program kerja dari ketiga kelompok mahasiswa yang melakukan KKM di desa tersebut, yakni kelompok 23, 93, dan 163. Sebelumnya, program mengajar KKM hanya berfokus di tingkat Sekolah Dasar (SD) dan Taman Kanak-Kanak (TK). Kehadiran mahasiswa KKM di KB Harapan Bangsa membawa angin segar bagi dunia pendidikan anak usia dini di desa tersebut.
Kedatangan mahasiswa KKM disambut hangat oleh pihak KB Harapan Bangsa, para orang tua, serta para siswa. Kepala sekolah KB Harapan Bangsa, Ibu Iis menyampaikan rasa syukur dan antusiasmenya. “Kami sangat senang dan berterima kasih atas inisiatif mahasiswa KKM UIN Malang tahun ini. Karena pada tahun-tahun sebelumnya mereka hanya mengajar di SD atau TK. Jadi kehadiran baru mereka memberikan pengalaman belajar yang berbeda bagi anak-anak kami,” ujarnya.
Program kerja ini merupakan pengalaman pertama mahasiswa KKM di desa Ngadirejo. Mahasiswa KKM menghadapi tantangan yang berbeda kali ini, dengan mengajar anak-anak usia dini yang membutuhkan pendekatan yang berbeda dibandingkan dengan siswa SD ataupun TK. Salah satu mahasiswa kelompok 163 bernama Nuriska yang juga mengajar di KB Harapan Bangsa mengungkapkan, "Kita perlu lebih sabar dan kreatif saat menjelaskan hal-hal kepada anak-anak. Ini adalah pengalaman pertama yang saya alami, jadi terkadang saya merasa kelelahan setelah mengajar.” kata Nuriska saaat ditanya pengalaman mengajarnya.
Namun, menurutnya, tantangan tersebut tidak menyurutkan semangat para mahasiswa KKM. Bagi mereka hal ini merupakan pengalaman dan pelajaran berharga yang mereka dapatkan dari kegiatan mengajar tersebut. Melalui program kerja ini tidak hanya berdampak pada anak-anak, tetapi juga menjadi inspirasi bagi mahasiswa KKM berikutnya. Dengan suksesnya program ini, pihak desa dan UIN Malang diharapkan dapat menjadikan kegiatan mengajar di PAUD sebagai agenda rutin dalam program KKM ke depannya.
Langkah penuh makna ini menunjukkan betapa pentingnya pendidikan anak usia dini sebagai fondasi kehidupan. Dengan semangat dan dedikasi mahasiswa KKM Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang, Desa Ngadirejo kini memiliki harapan baru untuk masa depan yang lebih cerah. (ad/sf)
HUMAS UIN MALANG – Mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang (UIN Malang) berhasil menggelar penyuluhan edukatif bertajuk “Bahaya Narkoba dan Merokok” di SDN 2 Argosari, Desa Argosari, Kecamatan Jabung, pada Jumat, (10/1). Acara ini bertujuan meningkatkan kesadaran siswa-siswi sejak dini tentang pentingnya menjaga diri dari bahaya narkoba dan kebiasaan merokok.
Penyuluhan ini dihadiri oleh siswa-siswi dari kelas 1 hingga kelas 6, para guru, Kepala Sekolah SDN 2 Argosari, serta mahasiswa KKM UIN Malang. Dengan pendekatan yang kreatif dan sesuai tingkat pemahaman anak-anak, kegiatan ini berlangsung interaktif dan penuh semangat.
Dalam sesi penyuluhan, mahasiswa KKM memulai dengan menjelaskan dasar-dasar tentang narkoba dan rokok, termasuk definisi dan dampak buruknya. Agar siswa lebih mudah memahami, materi disampaikan melalui metode visual berupa video animasi edukatif. Video tersebut dirancang menarik sehingga mampu memikat perhatian siswa sekaligus menyampaikan pesan moral dengan jelas dan relevan.
Selain itu, untuk menciptakan suasana interaktif, mahasiswa KKM menyisipkan sesi tanya-jawab di setiap akhir penyampaian materi. Pendekatan ini bertujuan melibatkan siswa secara aktif, membangun rasa ingin tahu, dan memperkuat pemahaman mereka tentang bahaya narkoba dan merokok.
Jargon Inspiratif: Narkoba No, Rokok No, Prestasi Yes! Salah satu momen paling berkesan dalam penyuluhan ini adalah pengenalan jargon khusus yang menjadi ciri khas acara. Pemateri meneriakkan, “SDN 2 Argosari!”, yang langsung disambut siswa dengan semangat, “Narkoba, no! Rokok, no! Prestasi, yes!” lengkap dengan gerakan khas. Pengulangan jargon ini tidak hanya menciptakan suasana ceria, tetapi juga memperkuat pesan edukasi kepada siswa.
Sebagai penutup acara, Ibu Khoiriyatul, Kepala Sekolah SDN 2 Argosari, memberikan apresiasi tinggi atas inisiatif mahasiswa KKM UIN Malang. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan rasa terima kasih atas dedikasi mahasiswa selama satu minggu pendampingan di sekolah.
“Kami sangat berterima kasih kepada kakak-kakak mahasiswa KKM UIN Malang atas kehadiran dan pendampingannya. Penyuluhan ini sangat bermanfaat untuk anak-anak kami. Kakak-kakak tidak hanya memberikan edukasi, tetapi juga menghadirkan pengalaman berharga yang akan dikenang oleh siswa-siswi kami. Semoga pengalaman ini menjadi bekal penting bagi kakak-kakak di pengabdian masyarakat lainnya,” ujar Ibu Khoiriyatul.
Dengan penutupan ini, rangkaian kegiatan penyuluhan sekaligus pendampingan mahasiswa KKM UIN Malang di SDN 2 Argosari resmi berakhir. Kegiatan tersebut tidak hanya memberikan edukasi kepada siswa, tetapi juga meninggalkan kesan mendalam dan energi positif bagi seluruh peserta.
Mahasiswa KKM UIN Malang berharap, melalui penyuluhan ini, siswa SDN 2 Argosari mampu memahami bahaya narkoba dan rokok serta memiliki semangat untuk terus berprestasi di masa depan.
HUMAS UIN MALANG – Institut Agama Islam Nahdlatul Ulama (IAINU) Tuban terus berinovasi untuk meningkatkan mutu pendidikan tinggi dengan menjalin kerja sama strategis. Dipimpin oleh Rektor Prof. Dr. M. Syamsul Huda, M.Fil, rombongan dari IAINU Tuban melakukan studi banding sekaligus penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dengan Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang, Selasa, 14 Januari 2025.
Rombongan terdiri dari Wakil Rektor I Supriyanto, M.Pd, Wakil Rektor II Nurhaningtyas Agustin, M.Pd, Wakil Rektor III Jamal Ghofir, S.Sos., MA, Dekan Fakultas Tarbiyah Moh. Munzir, S.E., MA, Ketua Unit International Office Mi’rotul Firdausi, M.H.I, dan Yudi Arianto, S.Sy., M.H.I, yang juga merupakan pengasuh Pondok Pesantren Mahasiswa. Kunjungan ini disambut hangat oleh Rektor UIN Malang Prof. Dr. H.M. Zainuddin, MA, bersama Wakil Rektor III Dr. H. A. Fatah Yasin, M.Ag, dan Wakil Rektor IV Dr. Isroqunnajah, M.Ag.
Dalam sambutannya, Prof. Syamsul menjelaskan bahwa kunjungan ini bertujuan untuk mempelajari pengelolaan Ma’had Al-Jami’ah, program joint degree, serta tata kelola mahasiswa internasional di UIN Malang. “Kami ingin belajar banyak, terutama dalam hal menarik minat mahasiswa asing dan manajemen pengelolaan pesantren mahasiswa,” ujar Prof. Syamsul. Rektor UIN Malang, Prof. Zainuddin, menyatakan kesiapan UIN Malang untuk berbagi pengalaman dan memberikan informasi yang diperlukan. “Insyaallah UIN Malang siap membantu, khususnya dalam pengelolaan pendidikan tinggi, ma’had, serta pengelolaan mahasiswa asing. Namun, perlu disiapkan secara matang, mulai dari sumber daya manusia, sarana-prasarana, hingga manajemen yang baik,” tuturnya.
Acara ini tidak hanya diisi dengan diskusi mendalam, tetapi juga diakhiri dengan penandatanganan MoU antara kedua institusi. Sebagai bagian dari agenda, rombongan IAINU Tuban diajak mengunjungi Kantor Urusan Internasional (KUI) UIN Malang dan Ma’had Al-Jami’ah Al-Aly untuk melihat langsung proses pengelolaan mahasiswa internasional dan sistem pendidikan pesantren yang telah menjadi keunggulan UIN Malang. Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah awal kerja sama yang lebih erat antara IAINU Tuban dan UIN Malang, terutama dalam mendukung peningkatan mutu pendidikan tinggi berbasis pesantren dan internasionalisasi kampus.
Dengan semangat kolaborasi ini, IAINU Tuban optimistis dapat mengimplementasikan praktik terbaik yang dipelajari untuk kemajuan institusi dan keberhasilan misi pendidikan Islam di Indonesia.
HUMAS UIN MALANG - Dalam upaya membangun kesadaran akan pentingnya toleransi dan moderasi beragama, kelompok 17 Vidyantara dari program KKM UIN Malang mengadakan kegiatan moderasi beragama di TPQ Miftahurrohman, Dusun Kunci, Desa Wringinanom, pada 13 Januari 2025. Acara ini diikuti dengan penuh khidmat oleh para murid TPQ yang antusias mendengarkan dan terlibat dalam berbagai rangkaian kegiatan.
Dalam acara ini, kelompok 17 Vidyantara mengangkat tema pentingnya toleransi, baik antarumat beragama maupun sesama Muslim. Materi utama yang disampaikan adalah cerita-cerita inspiratif tentang toleransi dalam kehidupan sehari-hari. Peserta diajak untuk memahami bahwa perbedaan bukanlah penghalang untuk saling menghormati dan bekerja sama, melainkan menjadi kekayaan yang patut dijaga dan dirayakan.
Kegiatan ini tidak hanya memberikan edukasi, tetapi juga memupuk rasa persatuan dan empati di antara peserta. Para murid diajak untuk berdiskusi dan berbagi pandangan mereka mengenai pentingnya hidup berdampingan dengan harmonis. Hal ini bertujuan untuk menanamkan nilai-nilai moderasi sejak dini, sehingga anak-anak dapat menjadi generasi yang menghormati keberagaman di masa depan.