HUMAS UIN MALANG – Suasana penuh semangat dan keakraban mewarnai pembukaan program Asistensi Mengajar (AM) mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang di MTsN 8 Blitar, Senin (13/1). Acara yang berlangsung di aula sekolah ini tidak hanya menjadi momen seremonial, tetapi juga sarat harapan dan doa untuk kesuksesan bersama.
Acara dimulai dengan sambutan dari Dr. Amin, S.Pd., M.Pd., selaku Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), yang secara resmi menyerahkan mahasiswa peserta AM kepada pihak sekolah. Dalam sambutannya, Dr. Amin menyampaikan rasa terima kasih kepada MTsN 8 Blitar yang telah bersedia menjadi mitra dalam program ini. “Kami mohon bimbingan dan arahan dari seluruh guru di sini. Semoga mahasiswa kami dapat belajar banyak dan memberikan kontribusi positif selama menjalankan tugasnya,” ujarnya.
Kepala MTsN 8 Blitar, Drs. Boimin, M.Pd., dengan penuh kehangatan menerima para mahasiswa. “Kami menyambut baik kehadiran mahasiswa dari UIN Malang. Semoga kehadiran mereka dapat memberikan warna baru di lingkungan belajar kami, dan semoga program ini berjalan lancar sesuai harapan kita bersama,” katanya.
Salah satu momen istimewa dalam acara ini adalah sesi pemotongan tumpeng yang dilakukan oleh Dr. Amin, S.Pd., M.Pd.. Pemotongan tumpeng dilakukan sebagai simbol rasa syukur atas dimulainya program Asistensi Mengajar ini, sekaligus doa agar segala hajat dan niat baik yang ditanamkan dalam program ini dapat terkabulkan.
“Pemotongan tumpeng ini bukan hanya simbol rasa syukur, tetapi juga harapan kita bersama agar program ini berjalan lancar dan mahasiswa dapat memberikan manfaat bagi MTsN 8 Blitar,” ungkap Dr. Amin sebelum membagikan tumpeng kepada perwakilan guru dan mahasiswa.
Setelah sesi seremonial, para mahasiswa diperkenalkan kepada guru dan siswa di MTsN 8 Blitar. Mereka akan bertugas selama 4 bulan ke depan untuk mendampingi proses pembelajaran, dengan harapan dapat memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan pendidikan di sekolah ini.
Acara pembukaan ini berlangsung dengan lancar dan meninggalkan kesan mendalam, baik bagi mahasiswa UIN Malang maupun keluarga besar MTsN 8 Blitar. Program Asistensi Mengajar ini diharapkan dapat menjadi sarana kolaborasi yang bermanfaat bagi semua pihak. Reporter: Azman Fawwazi
HUMAS UIN MALANG - Kelompok KKM 15 dan 155 UIN Maulana Malik Ibrahim Malang sukses menggelar Seminar Stunting dan Parenting pada Sabtu, 11 Januari 2025, di Dusun Robyong. Acara ini dihadiri oleh wali murid TK dan PAUD setempat, dengan menghadirkan Dr. Hj. Rofiqoh, dosen Fakultas Psikologi UIN Malang, sebagai pemateri utama. Seminar ini bertujuan memberikan wawasan kepada masyarakat tentang pentingnya mencegah stunting dan meningkatkan pola asuh anak.
Siti Puji, Ketua Posyandu Dusun Robyong, menyampaikan rasa terima kasih atas terselenggaranya acara ini. Ia berharap ilmu yang dapat diterapkan oleh para orang tua untuk meningkatkan kualitas hidup anak-anak mereka. Kepala Dusun Robyong, Pak Suminto, juga mengapresiasi pengabdian mahasiswa KKM UIN Malang, seraya berharap kegiatan semacam ini dapat terus memberikan manfaat bagi masyarakat.
Dalam paparannya, Dr. Hj. Rofiqoh pentingnya peran orang tua dalam mendukung pertumbuhan dan perkembangan anak. Ia menjelaskan bahwa menyediakan kebutuhan gizi anak melalui pola makan 4 sehat 5 sempurna menjadi langkah utama mencegah stunting. Selain itu, ia juga menekankan pentingnya menciptakan lingkungan keluarga yang mendukung kesehatan fisik dan mental anak.
Selain memberikan materi, Dr.Hj. Rofiqoh juga mengajak para orang tua untuk lebih memperhatikan kebutuhan nutrisi harian anak-anak. Makanan yang bergizi seimbang, seperti protein, vitamin, dan mineral, diperlukan untuk menunjang tumbuh kembang anak agar menjadi generasi cerdas dan bahagia. Ia juga mengingatkan bahwa perhatian dan kasih sayang orang tua memainkan peran penting dalam membentuk masa depan anak.
Acara ini mendapat respon positif dari para peserta. Melalui seminar ini, diharapkan masyarakat Dusun Robyong memiliki pemahaman yang lebih baik tentang stunting dan parenting, sehingga dapat mengaplikasikan ilmu yang diperoleh untuk menciptakan generasi sehat dan berkualitas. Program ini menjadi salah satu wujud nyata kontribusi KKM UIN Malang dalam mendukung pembangunan masyarakat.
HUMAS UIN MALANG – Suasana penuh khidmat menyelimuti Dusun Glagah Ombo, Desa Sumbersuko, Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang, malam ini (11/1/2025). Suasana itu diinisiasi mahasiswa kelompok 40 "Philoxenia" Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang dengan menggelar kegiatan Diba’ Rutinan yang bersama warga setempat.
Berlangsung di salah satu rumah warga, penuh berbagai kalangan usia melantunkan shalawat yang merdu diiringi doa bersama menciptakan ketenangan dan kekhusyukan membuat para mahasiswa dijamu hangat oleh warga. Kehadiran para mahasiswa menjadi bukti sinergi antara dunia pendidikan dan tradisi lokal sekaligus menjaga harmoni antara generasi muda dan masyarakat desa. Selain itu, ajang ini menjadi pengalaman bagi mereka untuk bersentuhan langsung dan mempererat hubungan sosial dengan masyarakat.
Salah satu mahasiswi menjadi pemimpin diba', Aini Intan Nur Lailiyah, mengungkapkan rasa bangganya dapat terlibat langsung dalam kegiatan tersebut. “Keikutsertaan kami dalam Diba’ Rutinan ini merupakan salah satu cara untuk menghormati kearifan lokal yang dimiliki oleh masyarakat desa. Selain itu, melalui kegiatan ini, kami belajar untuk memperkuat nilai-nilai spiritual dalam kehidupan sehari-hari. Kami merasa sangat terhormat bisa menjadi bagian dari tradisi yang penuh makna ini dan ini juga menjadi pengingat untuk terus memupuk kecintaan kepada Rasulullah melalui shalawat” ungkapnya senang.
Aini, sapaan akrabnya, menambahkan, “Melalui kegiatan seperti ini, kami belajar bahwa pendidikan tidak hanya terbatas pada ruang kelas. Kami diajarkan untuk menghargai keberagaman budaya dan tradisi yang ada di masyarakat. Semoga kolaborasi antara kami sebagai mahasiswa dan masyarakat desa dapat memberikan manfaat bagi kedua belah pihak,” ujar Aini Intan Nur Lailiyah menutup perbincangan.
Ibu Sholikhatin, salah satu tokoh agama yang dihormati di dusun tersebut, juga memberikan apresiasi khusus kepada para mahasiswa. “Kehadiran mereka membawa warna baru bagi tradisi ini. Saya melihat semangat mereka sebagai harapan bahwa generasi muda tetap peduli dan ingin terlibat dalam pelestarian tradisi. Semoga tradisi ini semakin kuat dan dapat terus diwariskan ke generasi mendatang,” tuturnya bangga.
Menurut Ibu Sholikhatin, "Partisipasi mereka dalam kegiatan ini tidak hanya menjadi salah satu bentuk penghormatan terhadap budaya lokal, tetapi juga merupakan pengalaman berharga yang memperkaya wawasan mereka tentang kehidupan masyarakat pedesaan. Mereka juga menyampaikan komitmen untuk terus terlibat dalam berbagai kegiatan sosial dan spiritual selama masa KKM berlangsung," imbuh perempuan paruh baya itu.
Acara ini tidak hanya mempererat tali silaturahmi antara mahasiswa dan warga, dengan semangat yang diusung oleh mahasiswa KKM Philoxenia, kegiatan ini diharapkan menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk terus menjaga dan melestarikan tradisi, sehingga nilai-nilai keislaman dan kebersamaan tetap hidup di tengah masyarakat.
Setelah pembacaan diba’ selesai, acara dilanjutkan dengan sesi ramah tamah yang penuh kehangatan. Dalam suasana santai, mahasiswa dan warga berbagi cerita sembari menikmati hidangan khas desa. Terlihat, hidangan khasnya seperti nasi jagung, urap, dan kerupuk menambah semarak suasana dan menjadi simbol keakraban antara warga dan mahasiswa. Perbincangan yang penuh canda tawa tersebut menguatkan hubungan mereka dalam kegiatan kemasyarakatan malam ini. (sn/ka)
Kontributor: Sirly Nafisa dan Muhammad Kifah Abdan Syakuro
HUMAS UIN MALANG – Mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) kelompok 15 dan 155 Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang memulai kegiatan mengajar di SDN 2 Wonomulyo pada Senin, 7 Januari 2025. Kehadiran para mahasiswa disambut dengan antusias oleh pihak sekolah. Suasana penuh semangat terlihat sejak pagi hari saat upacara penyambutan berlangsung di halaman sekolah.
Kepala SDN 2 Wonomulyo dalam sambutannya mengungkapkan rasa gembira atas kehadiran mahasiswa KKM di sekolah tersebut. Beliau menyampaikan harapannya agar program pengajaran ini dapat berjalan dengan lancar dan memberikan dampak positif bagi para siswa. "Kami menerima dengan senang hati dan berharap para mahasiswa dapat menjalankan kegiatan pengajaran dengan baik," ujarnya.
Angga, perwakilan mahasiswa KKM, juga menyampaikan rasa terima kasih kepada pihak sekolah atas kesempatan yang diberikan. Ia berharap kolaborasi ini dapat membantu meningkatkan kualitas pembelajaran di SDN 2 Wonomulyo. “Kami merasa bersyukur atas sambutan hangat ini. Semoga kami dapat memberikan kontribusi yang berarti dalam kegiatan mengajar di sini,” ucap Angga.
Setelah upacara selesai, para mahasiswa langsung masuk ke kelas masing-masing dan mulai membantu wali kelas dalam proses pengajaran. Kehadiran mereka membawa suasana baru bagi siswa-siswa yang tampak antusias menyambut metode belajar yang berbeda. Mahasiswa KKM tidak hanya membantu dalam pengajaran, tetapi juga memberikan inspirasi dan motivasi kepada para siswa.
Program KKM ini merupakan bagian dari upaya UIN Malang untuk memberikan pengalaman praktis kepada mahasiswanya sekaligus mendukung pendidikan di daerah. Dengan dimulainya kegiatan ini, diharapkan terjalin sinergi yang baik antara mahasiswa dan pihak sekolah untuk mencapai tujuan pembelajaran yang optimal.
HUMAS UIN MALANG - Pada hari Kamis, 9 Januari 2025, bertempat di Dusun Begawan, Desa Pandansari Lor, Kecamatan Jabung, Kabupaten Malang, telah dilaksanakan kegiatan Posyandu Anak dan Lansia yang diinisiasi oleh kader posyandu setempat bekerja sama dengan mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang. Kegiatan ini dimulai pukul 08.00 WIB dan berakhir sekitar pukul 12.00 WIB. Adapun kegiatan yang dilakukan meliputi penimbangan berat badan anak-anak untuk memantau pertumbuhan, pengukuran tinggi badan, pemberian imunisasi dasar, serta pemeriksaan kesehatan bagi lansia, seperti pengukuran tekanan darah, pemeriksaan kadar gula darah, dan konsultasi kesehatan ringan.
Selain itu, dalam rangka mendukung pola hidup sehat, dilakukan pembagian vitamin, suplemen, dan makanan tambahan bergizi seperti pudding dan roti. Kegiatan ini melibatkan sekitar 155 peserta yang terdiri dari 70 anak-anak, 85 lansia, dan 10 kader Posyandu.
Berlangsung dalam suasana yang penuh semangat dan kebersamaan, kegiatan ini berjalan lancar berkat dukungan penuh dari pemerintah desa, tenaga medis dari Puskesmas setempat, serta partisipasi aktif masyarakat Dusun Begawan. Kegiatan ini diakhiri dengan sesi foto bersama sebagai dokumentasi serta simbol sinergi antara mahasiswa KKN, kader, dan warga desa.
Secara keseluruhan, kegiatan ini berlangsung dengan lancar dan penuh antusiasme. Ibu-ibu dan para lansia yang hadir merasa senang dan terbantu dengan adanya layanan kesehatan ini. Partisipasi aktif dari para kader Posyandu serta dukungan masyarakat setempat menjadi kunci suksesnya pelaksanaan kegiatan ini.
Demikian berita acara ini disusun sebagai laporan kegiatan Posyandu di Dusun Begawan. Semoga kegiatan ini dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat dan terus menjadi inspirasi untuk kegiatan-kegiatan serupa di masa mendatang.
HUMAS UIN MALANG - Kelompok Kerja Mahasiswa (KKM) 188 dari Universitas Islam Negeri (UIN) Malang meluncurkan program peningkatan ketahanan pangan di Desa Mulyoarjo melalui budidaya ikan lele dan tanaman kangkung dengan sistem aquaponik. Program ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang pertanian berkelanjutan dan menciptakan peluang ekonomi baru dalam masyarakat (10/1).
Sistem aquaponik yang diterapkan oleh KKM 188 memanfaatkan limbah ikan lele sebagai pupuk alami untuk tanaman kangkung. Dengan demikian, sistem ini dapat meningkatkan produktivitas pangan lokal dan menghemat ruang. Ikan lele yang dibudidayakan dalam kolam memiliki nilai gizi yang tinggi dan waktu panen yang singkat, sehingga menjadi pilihan ideal untuk sistem aquaponik.
Tanaman kangkung yang ditanam di atas kolam lele juga memiliki kelebihan, yaitu dapat tumbuh subur tanpa memerlukan pupuk kimia. Dengan demikian, sistem aquaponik ini dapat meningkatkan efisiensi penggunaan lahan dan menghemat ruang.
Program peningkatan ketahanan pangan ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi ketahanan pangan desa serta sebagai persiapan menghadapi ketahanan pangan di masa depan. Dengan demikian, KKM 188 berharap dapat memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat Desa Mulyoarjo.
HUMAS UIN MALANG - Membawa misi inovasi perubahan, kelompok Sahitybhavana Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang terjun di lembaga pendidikan dasar, SDN 2 Wagir, Senin (6/1) lalu. Misi kontribusi nyata ini sengaja dimasukkan dalam program mendukung dan meningkatkan kualitas pendidikan di SDN 2 Wagir, Desa Sukodadi. Sebagai bagian dari KKM, mahasiswa ingin berperan aktif dalam membantu menciptakan suasana pembelajaran yang lebih kreatif, efektif, dan inspiratif bagi siswa-siswi.
Sebagai informasi, ide yang ingin diwujudkan mahasiswa adalah memperkuat pola belajar yang menyenangkan sekaligus mendorong minat dan motivasi siswa dalam belajar. Selain itu, kegiatan ini juga memberikan dampak positif bagi tenaga pendidik melalui berbagai pendekatan baru dalam proses pengajaran.
Kepala Sekolah SDN 2 Wagir, Bu Widiarti, menyambut dengan hangat dan penuh antusias kehadiran mahasiswa KKM UIN Malang di sekolah kami. "Kehadiran adik-adik mahasiswa di sini adalah sebuah kebanggaan sekaligus kesempatan yang sangat berharga bagi kami, baik untuk para siswa, guru, maupun seluruh komunitas sekolah," sambutnya bahagia.
Bu Wid, sapaan akrabnya, merasa senang karena proses pembelajaran di SDN 2 Wagir, terbantu karena adanya mahasiswa KKM. "Senang sekali bisa dibantu, juga melihat latar belakang akademik yang dimiliki, kami percaya adik-adik mahasiswa dapat membawa pendekatan kreatif dan inovatif yang akan memotivasi siswa-siswi kami untuk belajar dengan lebih semangat," ujarnya.
Selain itu, ia menambahkan, "melalui kegiatan ini, para siswa dapat mengenal dan belajar dari kakak-kakak mahasiswa yang bisa menjadi teladan dan inspirasi bagi mereka dalam meraih cita-cita," imbuhnya saat ditemui di sekolah. Pihaknya, mengaku akan mendukung langkah teman-teman mahasiswa KKM. "Kami berkomitmen untuk memberikan dukungan penuh terhadap semua kegiatan yang akan dilakukan oleh mahasiswa KKM selama di sini. Semoga keberadaan mahasiswa di sini (SDN 2 Wagir, red) tidak hanya membawa manfaat jangka pendek, tetapi juga meninggalkan kesan yang baik dan berdampak positif bagi perkembangan sekolah kami di masa depan," dukungnya kepada teman-teman mahasiswa.
Dirinya juga berterima kasih atas semangat dan waktu yang diluangkan oleh para mahasiswa. Ia juga mengajak untuk bersama-sama menjadikan program ini sebagai pengalaman yang bermakna untuk semua pihak.
Perwakilan anggota, Shandyka, menyebutkan niat yang dibawa para mahasiswa adalah integrasi nilai-nilai pendidikan moral dan spiritual ke dalam kegiatan sehari-hari di lingkungan sekolah. Hal ini juga menjadi upaya untuk menanamkan nilai-nilai keislaman yang selaras dengan visi SDN 2 Wagir dalam membentuk generasi yang cerdas dan berakhlah mulia.
Shandyka dan teman-temannya berharap SDN 2 Wagir dapat terus berkembang, tidak hanya dalam prestasi akademik tetapi juga dalam pembentukan karakter siswa yang berakhlak mulia. Dengan dukungan dari para guru yang berdedikasi, siswa yang penuh semangat belajar, serta kolaborasi bersama masyarakat dan pihak luar seperti mahasiswa KKM, kami yakin sekolah ini mampu menciptakan generasi yang cerdas, kreatif, dan berdaya saing tinggi.
"Harapan kami, SDN 2 Wagir juga dapat menjadi contoh sekolah yang inovatif dalam mengembangkan metode pembelajaran, menjadikan proses belajar-mengajar lebih menyenangkan dan bermakna bagi siswa. Semoga sekolah ini terus mendapat dukungan dari semua pihak sehingga mampu menyediakan fasilitas yang memadai dan menciptakan lingkungan belajar yang kondusif bagi tumbuh kembang anak-anak kita," harap mereka kompak.
Ditemui terpisah, Muhammad Muhsin Arumawan selaku Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) kelompok Sahityabhavana, percaya dengan upaya yang diusahakan para mahasiswa bisa berguna bagi banyak pihak. "Dengan kebersamaan dan komitmen dari seluruh elemen sekolah, SDN 2 Wagir dapat melahirkan generasi penerus bangsa yang berprestasi dan membawa perubahan positif bagi masyarakat, bangsa, dan agama," pungkasnya. (sy)
HUMAS UIN MALANG – Kelompok 40 KKM “Philoxenia” Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang terus menunjukkan komitmennya dalam mencerdaskan generasi muda melalui program pembelajaran kreatif dan interaktif di Desa Sumbersuko, Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang.
Pembelajaran yang berlangsung hari ini (10/1/2025) berlangsung di Sekolah Dasar Negeri 1 Sumbersuko sebagai bagian dari pengabdian mahasiswa kepada masyarakat, yang menjadi salah satu pilar penting dalam Tri Dharma Perguruan Tinggi.
Dalam program KKM yang berlangsung selama satu bulan, mahasiswa UIN Malang mengajarkan berbagai mata pelajaran seperti Matematika, Bahasa Indonesia, Kesenian, IPAS, Keagamaan bahkan PJOK dengan pendekatan yang inovatif. Siswa diajak untuk belajar melalui permainan edukatif, diskusi kelompok, hingga kegiatan seni seperti melukis dan bernyanyi, yang dirancang untuk merangsang kreativitas serta membangun rasa percaya diri mereka.
Ahmat Jabbar, salah satu anggota kelompok Philoxenia, menjelaskan bahwa pendekatan kreatif dan interaktif ini dirancang untuk menjawab tantangan dalam menciptakan suasana belajar yang menyenangkan dan efektif. “Kami ingin menciptakan pembelajaran yang tidak membosankan dengan hanya berfokus pada teori, tetapi juga mendorong siswa untuk berpikir kritis dan kreatif. Harapannya, anak-anak bisa semakin percaya diri dan termotivasi untuk terus belajar,” ungkapnya saat diwawancarai.
Salah satu siswa SD yang mengikuti kegiatan ini, Arsyva, berbagi pengalamannya dengan penuh semangat. “Belajar dengan kakak-kakak KKM di kelas menjadi lebih seru karena bisa bermain sambil memahami pelajaran,” ujarnya. Hal ini menunjukkan bahwa pendekatan inovatif yang diterapkan mampu memberikan kesan positif dan membangun rasa antusiasme dalam belajar.
Guru SD setempat, Bu Ika, juga memberikan apresiasi tinggi kepada mahasiswa KKM Philoxenia atas kontribusi mereka. Menurutnya, metode pembelajaran kreatif ini memberikan warna baru dalam proses belajar mengajar dan membantu para guru menemukan inspirasi untuk mengembangkan potensi siswa. “Kegiatan ini sangat membantu kami dalam memahami cara-cara baru untuk membuat pelajaran lebih menarik dan bermakna bagi siswa,” tambahnya.
Selain kegiatan belajar mengajar, kelompok KKM Philoxenia juga melaksanakan program pendampingan bersama guru setempat. Program ini bertujuan untuk berbagi pengalaman dan strategi mengajar yang efektif.
Program KKM ini tidak hanya berdampak pada siswa dan guru, tetapi juga masyarakat luas di Desa Sumbersuko. Orang tua siswa menyampaikan rasa terima kasih mereka atas upaya mahasiswa dalam meningkatkan kualitas pendidikan di desa.
Dengan pendekatan yang inovatif ini, kelompok KKM “Philoxenia” berharap dapat memberikan dampak positif yang signifikan bagi pendidikan generasi muda di SDN 1 Sumbersuko. “Kami percaya bahwa pendidikan yang berkualitas merupakan kunci utama untuk menciptakan masa depan yang cerah bagi anak-anak di desa ini,” tutup Elena Gita Sari, anggota kelompok KKM Philoxenia.
Kelompok KKM Philoxenia optimis bahwa upaya mereka dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa lainnya untuk berkontribusi aktif dalam membangun bangsa melalui pendidikan. Pengalaman yang mereka dapatkan selama program KKM ini juga diharapkan menjadi bekal berharga untuk mengasah kemampuan dan rasa empati mereka sebagai generasi penerus bangsa. (sr/kf)
Kontributor: Sirly Nafisa & Muhammad Kifah Abdan Syakuro
HUMAS UIN MALANG - Kegiatan Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Universitas Islam Negeri (UIN) Malang kali ini mengambil tema yang sangat relevan dengan isu-isu sosial di Indonesia, yaitu moderasi beragama, pencegahan kemiskinan ekstrem, stunting, dan parenting.
Dalam upaya mewujudkan tujuan tersebut, mahasiswa UIN Malang yang tergabung dalam kelompok KKM 12 UIN Malang bekerjasama dengan Pengurus KPM-PKH melaksanakan kegiatan yang mengintegrasikan edukasi tentang stunting sekaligus memberikan keterampilan yang dapat memberdayakan ekonomi masyarakat melalui pembuatan sabun cuci piring, Rabu, 8 Januari 2025.
Kegiatan ini dimulai dengan sosialisasi mengenai stunting yang menjadi masalah kesehatan serius di Indonesia dan dapat berdampak pada perkembangan fisik dan kognitif anak-anak. Dalam sosialisasi ini, Ibu Eni Ismiati, SE., M.Pd. selaku pemateri sekaligus ketua KPM-PKH Kecamatan Poncokusumo memaparkan pentingnya kebersihan diri dan lingkungan sebagai salah satu bentuk pencegahan stunting. ibu-ibu rumah tangga terlihat penuh antusias ketika mendengarkan materi yang diberikan.
Setelah sosialisasi selesai, kegiatan dilanjutkan dengan praktik pembuatan sabun cuci piring sebagai salah satu keterampilan yang dapat mendukung perekonomian keluarga. Pembuatan sabun cuci piring ini dipilih karena selain mudah dipraktikkan, bahan-bahan yang dibutuhkan juga terjangkau, dan hasilnya bisa dijual untuk meningkatkan pendapatan rumah tangga. Dalam pelatihan ini, pemateri dibantu mahasiswa untuk membimbing peserta untuk membuat sabun cuci piring, serta memberikan tips tentang cara pemasaran produk tersebut.
“Terimakasih kepada kakak-kakak UIN Malang yang membantu desa mewujudkan salah satu misi Desa Pandansari tahun ini sebagai Desa Wisata UMKM. Pembuatan sabun cuci piring nanti bisa menjadi salah satu opsi yang dikembangkan ibu-ibu di desa untuk meningkatkan UMKM desa juga.” ucap Bapak Ahmad Zainul Abidin selaku Kepala Desa saat sambutan.
Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan masyarakat dapat memperoleh pengetahuan tentang pentingnya kesehatan anak dan cara mencegah stunting, sekaligus memperoleh keterampilan baru untuk meningkatkan ekonomi keluarga. Melalui pemberdayaan UMKM berbasis produk rumah tangga seperti sabun cuci piring, diharapkan dapat membuka peluang usaha baru yang pada gilirannya akan berkontribusi pada pengurangan kemiskinan ekstrem.