HUMAS UIN MALANG – Malam pergantian tahun di Dusun Glagah Ombo, Kecamatan Wagir, berlangsung meriah dan penuh kebersamaan, dini hari tadi Rabu (1/1/2025). Acara ini menjadi momen istimewa dengan kolaborasi antara mahasiswa KKM Kelompok 40 Philoxenia Universitas Islam Negeri (UIN) Malang dan masyarakat desa setempat. Dengan mengusung tema “Harmoni Kebersamaan untuk Desa yang Lebih Baik,” kegiatan ini tidak hanya menjadi perayaan tahun baru, tetapi juga simbol solidaritas dan harapan bersama.
Acara dimulai pukul 20.00 WIB dengan suasana yang sudah terasa semarak. Kegiatan diawali dengan bakar-bakar makanan ringan, seperti jagung, sosis, dan berbagai kudapan yang disiapkan bersama oleh masyarakat dan mahasiswa KKM. Sementara itu, di sisi lain lokasi, beberapa warga menikmati sesi karaoke yang menciptakan suasana hangat dan ceria. Anak-anak, remaja, hingga orang tua tampak bergembira, saling berbagi canda dan tawa di tengah indahnya malam tahun baru.
Setelah itu, acara dilanjutkan dengan pertunjukan seni spontan. Mahasiswa KKM, yang selama masa pengabdian telah akrab dengan warga, menampilkan lagu-lagu populer yang dinyanyikan bersama-sama dengan masyarakat. Momen ini semakin mempererat hubungan di antara mereka, menciptakan suasana akrab layaknya keluarga besar.
Puncak acara adalah doa bersama, yang dipimpin langsung oleh ketua kelompok KKM, Faruq. Doa ini menjadi momen refleksi mendalam, di mana masyarakat dan mahasiswa mengucap syukur atas segala berkah di tahun 2024 dan memohon keberkahan di tahun 2025. Dalam suasana hening penuh khidmat, harapan-harapan besar dipanjatkan untuk masa depan yang lebih baik bagi Dusun Glagah Ombo.
Tidak berhenti di situ, setelah doa bersama, langit desa diterangi oleh pesta kembang api sederhana. Dentuman dan kilauan warna-warni di langit malam disambut dengan sorak sorai dan tepuk tangan yang menggema di seluruh dusun. Senyum lebar tampak di wajah anak-anak, sementara orang tua menikmati keindahan malam bersama keluarga.
Ketua Kelompok KKM 40 Philoxenia, Faruq, menyampaikan rasa syukur sekaligus haru atas sambutan hangat yang diberikan oleh masyarakat selama kegiatan berlangsung. “Kami sangat senang bisa berbagi momen ini dengan masyarakat Dusun Glagah Ombo. Kehangatan dan kebersamaan yang kami rasakan sangat luar biasa. Semoga kegiatan seperti ini dapat terus mempererat hubungan antara mahasiswa dan warga,” ujar Faruq penuh semangat.
Salah satu warga, Bu Supik, juga memberikan apresiasi atas inisiatif mahasiswa KKM. “Saya sangat bersyukur ada kegiatan seperti ini. Kami merasa diperhatikan, dan momen seperti ini jarang terjadi. Selain merayakan tahun baru, kami juga merasa lebih dekat dengan adik-adik mahasiswa,” ungkapnya sambil tersenyum.
Perayaan malam pergantian tahun ini menjadi bukti bahwa harmoni antara masyarakat dan mahasiswa dapat tercipta melalui kegiatan sederhana namun penuh makna. Mahasiswa KKM Philoxenia UIN Malang tidak hanya menyemarakkan tahun baru, tetapi juga menunjukkan komitmen nyata dalam berkontribusi pada kehidupan masyarakat Dusun Glagah Ombo.
Dengan semangat kebersamaan yang membara, masyarakat dan mahasiswa menutup malam dengan doa dan harapan baru untuk menghadapi tahun 2025. Malam itu tidak hanya menjadi perayaan, tetapi juga pijakan awal untuk kolaborasi yang lebih baik di masa mendatang. (sf)
Kontributor: Sirly Nafisa & Muhammad Kifah Abdan Syakuro
HUMAS UIN MALANG (31/12) - Desa Tawangsari kembali menjadi sorotan berkat inisiatif penanaman bibit tomat yang digagas sebagai bagian dari program penguatan ketahanan pangan. Dengan benih tomat berkualitas seharga Rp215.000 per bungkus yang berisi 10.000 butir, warga desa kini dapat memulai budidaya secara mandiri.
Dalam kegiatan ini, Mahasiswa Kelompok 173 Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) UIN Malang turut serta dalam seluruh proses penanaman. Tahapan penanaman dimulai dengan mencampur tanah, sekam, dan kompos untuk membuat media tanam. Benih ditaburkan secara merata, ditutup tipis dengan media, dan disiram menggunakan air halus untuk menjaga kelembapan. Wadah kemudian ditutup dengan plastik bening berlubang agar tetap lembap dan diletakkan di tempat teduh. Setelah bibit memiliki 4-5 helai daun, tanaman dipindahkan ke polybag atau lahan bedengan untuk proses pertumbuhan lanjutan.
Mahira, salah satu mahasiswa peserta KKM, mengungkapkan antusiasmenya terhadap kegiatan ini. "Melalui kegiatan ini, kami belajar memadukan ilmu teori yang dipelajari di kampus dengan praktik nyata di lapangan. Penanaman bibit tomat ini juga mengajarkan kami pentingnya kerja sama dengan masyarakat dan bagaimana memanfaatkan sumber daya lokal secara optimal. Kami merasa senang bisa berkontribusi dalam program yang memberikan dampak langsung bagi warga," ujarnya.
Tidak hanya mahasiswa, warga desa juga sangat antusias mengikuti program ini. Bapak Mul, pemilik lahan yang digunakan untuk penanaman, memberikan apresiasi atas kontribusi para mahasiswa. "Saya sangat senang dengan kehadiran mahasiswa KKM di desa kami. Mereka tidak hanya membantu secara fisik dalam proses penanaman, tetapi juga memberikan pengetahuan baru tentang cara bertani yang lebih efektif. Semangat mereka memotivasi kami untuk terus mengembangkan pertanian di desa ini. Terima kasih atas kerja keras dan dedikasi mereka," tuturnya.
Dengan teknik penanaman yang tepat, bibit tomat dapat dipasarkan dalam waktu sekitar dua minggu, memberikan peluang ekonomi baru bagi warga Desa Tawangsari. Selain itu, program ini juga memberikan wawasan kepada masyarakat tentang pentingnya memanfaatkan lahan secara produktif.
Inisiatif ini diharapkan menjadi langkah awal dalam mendorong pertanian berkelanjutan dan memperkuat kemandirian pangan desa. Desa Tawangsari kini membuktikan bahwa dengan kerja sama dan langkah sederhana, keberlanjutan dapat tercapai, membuka harapan baru untuk masa depan yang lebih cerah.
HUMAS UIN MALANG - Forum Diskusi KKM 86 UIN Malang dan Laskar Anak merupakan langkah awal dalam kolaborasi pemberdayaan anak di Desa Wonorejo Kecamatan Poncokusumo. Diskusi yang bertempat di MTs Al-Amin ini membahas beberapa aspek terkait program Laskar Anak, khususnya pengembangan program DONAT (Dolanan Anak Tradisional) yang kini tengah digalakkan di desa tersebut (25/12).
Program DONAT ini bertujuan untuk memperkenalkan permainan tradisional engklek yang dimainkan dengan kode sebagai sugesti untuk pencegahan pernikahan anak. Selain mengajak anak-anak untuk beraktivitas fisik, permainan ini juga mengandung nilai-nilai edukasi tentang pentingnya menjaga masa depan dan menghindari pernikahan dini.
Laskar Anak yang diketuai oleh Ahmadsyah Wildan Rosyid, juga merupakan Ketua OSIS MTs Al-Amin Desa Wonorejo, memainkan peran penting sebagai pendidik sebaya. Organisasi ini langsung diamanatkan oleh pemerintah desa sebagai ujung tombak dalam pendidikan dan pelaporan masalah anak, terutama terkait dengan pernikahan dini yang marak terjadi di Kecamatan Poncokusumo.
Kepala Desa Wonorejo menyambut baik kolaborasi ini dan mengharapkan Laskar Anak bisa menjadi agen perubahan di desa, serta berperan aktif dalam mendidik teman sebayanya. "Laskar Anak diharapkan menjadi pelapor sekaligus pelopor dalam memperjuangkan 4 hak anak: hak hidup, hak tumbuh kembang, hak perlindungan, dan hak partisipasi," ungkap Bapak Bagus selaku Sekretaris Desa Wonorejo.
KKM 86 UIN Malang, sebagai mentor, berkomitmen untuk mendukung pengembangan program ini dengan memberikan bimbingan, terutama dalam mengoptimalkan peran Laskar Anak dalam sosialisasi permainan ke sekolah-sekolah. Diharapkan, melalui pendekatan yang menarik dan edukatif seperti permainan tradisional, anak-anak dapat lebih memahami dan terlibat dalam isu-isu perlindungan anak.
Forum ini juga menekankan pentingnya membangun kepercayaan diri di kalangan anggota Laskar Anak, agar mereka dapat lebih aktif dalam menyampaikan informasi dan melaporkan masalah yang terjadi di sekitar mereka. Kepercayaan diri ini diharapkan dapat memperkuat peran mereka sebagai agen perubahan di komunitas dan sebagai pelopor dalam hak-hak anak di desa Wonorejo.
Dengan adanya program ini, diharapkan Desa Wonorejo dapat menjadi contoh bagi desa-desa lain dalam menjalankan program inklusi pemerintah Kabupaten Malang untuk pencegahan pernikahan anak dan peningkatan kualitas hidup anak-anak di desa.
HUMAS UIN MALANG – Peserta Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Kelompok 173 Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang secara resmi memulai program pengabdian di Desa Tawangsari, Kabupaten Malang, pada Jumat (20/12). Acara pembukaan yang digelar di Balai Desa Tawangsari berlangsung khidmat, dihadiri oleh perangkat desa, mahasiswa peserta KKM, dan masyarakat setempat.
Kegiatan dimulai dengan doa bersama, menciptakan suasana yang penuh harapan. Dalam sambutannya, Kepala Desa Tawangsari, Bapak Miftakhul Anwar, menyampaikan apresiasi atas partisipasi para mahasiswa yang siap berkontribusi dalam mengembangkan desa.
“Kehadiran mahasiswa UIN Malang di Desa Tawangsari merupakan langkah positif yang kami sambut dengan antusias. Kami berharap keberadaan mereka dapat membawa perubahan nyata, khususnya dalam pemberdayaan masyarakat, pendidikan, dan pembangunan desa,” ujar Bapak Miftakhul Anwar. Beliau juga menekankan pentingnya peran mahasiswa sebagai agen perubahan yang mampu menawarkan inovasi sekaligus solusi bagi tantangan yang dihadapi masyarakat.
Sebagai simbol dimulainya program KKM, pemukulan gong dilakukan oleh perwakilan mahasiswa dan perangkat desa. Momen tersebut menjadi penanda komitmen bersama untuk menghadirkan kontribusi yang bermakna.
Program KKM ini merupakan wujud nyata sinergi antara perguruan tinggi dan masyarakat dalam pemberdayaan desa. Selama beberapa pekan ke depan, mahasiswa UIN Malang akan menjalankan berbagai kegiatan, seperti pelatihan keterampilan, pengembangan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM), serta edukasi di bidang kesehatan dan lingkungan.
Semangat kolaborasi yang terjalin antara mahasiswa dan warga Desa Tawangsari diharapkan mampu menghasilkan dampak positif yang berkelanjutan. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi cerminan ideal dari hubungan harmonis antara akademisi dan komunitas lokal dalam membangun masa depan yang lebih baik.
HUMAS UIN MALANG - Kelompok Philoxenia dari program KKM UIN Malang 2024 melaksanakan misi mulianya di Dusun Glagah Ombo, sebuah dusun yang dikenal dengan suasana religius. Salah satu kegiatan utama mereka adalah mengadakan pengajaran di Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ), sebuah lembaga yang berperan penting dalam membentuk fondasi keislaman generasi muda di dusun tersebut.
Program ini dilaksanakan pada hari Rabu, 25 Desember 2024, dengan tujuan meningkatkan kualitas pendidikan agama anak-anak dusun sekaligus membangun generasi muda yang memiliki landasan nilai-nilai Islami yang kokoh.
Kegiatan mengajar ini dijalankan setiap sore di gedung TPQ Dusun Glagah Ombo. Dengan penuh semangat, para mahasiswa kelompok Philoxenia mendampingi anak-anak dalam mempelajari Al-Qur'an, mulai dari membaca, menulis, hingga menghafal ayat-ayat suci Al-Quran.
Selain itu, mereka juga memberikan pembelajaran tentang tata cara sholat, doa-doa harian, serta nilai-nilai akhlak yang luhur. Untuk menciptakan suasana belajar yang menyenangkan, mahasiswa menggunakan metode pembelajaran yang kreatif, seperti permainan edukatif, nyanyian islami, hingga aktivitas mendongeng kisah para nabi.
Gifta, salah seorang anggota kelompok Philoxenia, mengungkapkan rasa bangganya terhadap semangat belajar anak-anak. “Anak-anak di sini memiliki semangat luar biasa untuk belajar. Kami merasa bangga bisa berkontribusi dalam memperkuat pemahaman agama mereka,” ujarnya penuh antusias.
Metode pengajaran yang digunakan kelompok Philoxenia didesain agar menarik dan mudah dipahami. Anak-anak diajak untuk belajar tajwid dengan lagu-lagu sederhana yang mudah diingat, menghafal surah pendek melalui permainan kelompok, dan mendalami kisah-kisah nabi dengan gaya mendongeng interaktif. Suasana belajar yang penuh kehangatan ini tidak hanya meningkatkan semangat belajar anak-anak, tetapi juga menciptakan pengalaman spiritual yang bermakna.
Kegiatan ini mendapat sambutan hangat dari masyarakat Dusun Glagah Ombo dan pengurus TPQ setempat. Ibu Sri, salah satu ustadzah TPQ, mengungkapkan rasa syukurnya atas kehadiran para mahasiswa. “Kehadiran mahasiswa KKM ini membawa energi baru. Anak-anak jadi lebih antusias belajar, dan kami sangat terbantu dengan program-program yang mereka jalankan,” tuturnya.
Kelompok Philoxenia berharap bahwa kegiatan ini tidak hanya memberikan dampak jangka pendek berupa peningkatan kemampuan membaca dan menghafal Al-Qur’an, tetapi juga membentuk karakter anak-anak yang tangguh, berbudi pekerti luhur, dan berakhlak mulia. Mereka juga ingin memberikan inspirasi kepada masyarakat untuk terus mendukung pendidikan agama sebagai pondasi dalam kehidupan sehari-hari.
Kegiatan ini menjadi bukti nyata semangat kelompok Philoxenia UIN Malang dalam menjalankan misi sosial dan keagamaan. Mereka tidak hanya membantu anak-anak TPQ untuk memahami agama dengan lebih baik, tetapi juga memberikan teladan bagaimana generasi muda mampu menjadi agen perubahan yang berdampak positif bagi lingkungan sekitarnya. Kelompok ini percaya bahwa melalui pendidikan, mereka dapat turut membangun generasi Qurani yang unggul dan menjadi kebanggaan bangsa. (sf)
Kontributor: Sirly Nafisa & Muhammad Kifah Abdan Syakuro
HUMAS UIN MALANG – Sebanyak 10 mahasiswa program Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Mandiri Integrasi Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang (UIN Malang) mengunjungi sejumlah situs budaya penting di Desa Nyurlembang, Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat, Selasa (24/12/2024).
Situs-situs kebudayaan yang ada di desa tersebut, di antaranya adalah Batu Lileh, Dende Solah, dan Pejenengan atau Kemaliq. Situs ini menjadi saksi bisu kekayaan budaya yang masih terjaga hingga kini.
Eksplorasi Batu Lileh
Destinasi pertama yang dikunjungi adalah Batu Lilih, salah satu dari tujuh mata air yang tidak pernah kering. Tempat ini dipercaya memiliki kesakralan tinggi oleh masyarakat setempat. Dipandu oleh Riko, pemuda lokal yang bersemangat menceritakan sejarah dan tradisi di balik situs tersebut, mahasiswa mendapatkan wawasan mendalam tentang berbagai prosesi adat, seperti pengangkatan kyai, hafiz, kepala dusun, dan kepala desa, yang sering menggunakan mata air ini.
"Pelestarian adat dan budaya adalah tanggung jawab kita bersama, terutama di tengah kemajuan era digital," ujar Muhammad Nur, Ketua Kelompok KKM Mandiri Integrasi. Ia juga menambahkan bahwa modernisasi seharusnya tidak menghapuskan nilai-nilai tradisi lokal.
Legenda Buaya Putih di Dende Solah
Perjalanan berlanjut ke situs budaya Dende Solah, yang menyimpan cerita tentang seekor buaya putih yang ditemukan warga di sawah. Setelah dirawat hingga mati, tubuh buaya itu disimpan di tempat tersebut hingga hanya menyisakan tulang belulang. Masyarakat setempat sangat menghormati dan mensakralkan situs ini karena percaya bahwa buaya tersebut adalah jelmaan.
Namun, karena kekhawatiran terhadap potensi kesyirikan, seorang kyai yang dihormati di Lombok Timur memutuskan untuk memindahkan tulang-tulang buaya tersebut. Keputusan ini diambil untuk menjaga masyarakat dari kepercayaan berlebihan yang bertentangan dengan ajaran agama. Meski demikian, Dende Solah tetap menjadi simbol penting tradisi dan kepercayaan masyarakat Nyurlembang.
Keunikan dan Kesakralan Situs Pajenengan
Situs terakhir yang dikunjungi adalah Pajenengan atau Kemaliq, yang dikenal sebagai tempat kramat oleh masyarakat. Di dalamnya terdapat dipan berkelambu putih, dua tombak, senjata, dan alat perang lainnya. Penjaga situs, Pak Deddy, menjelaskan bahwa situs ini sering dikunjungi oleh masyarakat dari berbagai daerah dengan tujuan yang beragam.
Salah satu kisah menarik dari situs ini adalah keyakinan masyarakat tentang tombak yang ada di dalamnya. Jika tombak tersebut miring ke arah tertentu, dipercaya dapat memengaruhi kondisi kesehatan masyarakat di wilayah yang bersangkutan. Tombak ini juga pernah digunakan untuk mendamaikan konflik antar kampung serta meredam kebakaran.
Namun, situs ini memiliki aturan ketat. Perempuan yang sedang haid atau dalam keadaan tidak suci tidak diperkenankan masuk ke area tersebut. Hal ini mencerminkan nilai-nilai kesucian yang dipegang teguh oleh masyarakat setempat.
Memanfaatkan Era Digital untuk Pelestarian Budaya
Kunjungan ini tidak hanya memperkaya pengetahuan mahasiswa tentang tradisi lokal, tetapi juga menjadi upaya untuk mendukung visi Kepala Desa Nyurlembang, Lukman Nul Hakim, yang ingin menjadikan desanya sebagai destinasi wisata budaya. Dengan memanfaatkan teknologi digital, para mahasiswa berharap dapat membantu menyebarkan informasi tentang situs-situs budaya tersebut ke khalayak yang lebih luas.
Batu Lileh, Dende Solah, dan Pajenengan (Kemaliq) adalah bukti nyata betapa pentingnya menjaga tradisi dan warisan budaya lokal di tengah arus modernisasi. Di era globalisasi yang serba cepat, melestarikan nilai-nilai budaya menjadi langkah penting untuk menjaga identitas bangsa. (sf)
HUMAS UIN MALANG - Kelompok Philoxenia program KKM UIN Malang lewat dua anggotanya menunjukkan dedikasinya dalam syiar Islam. Hal ini dibuktikan dengan majunya Muhammad Muzakki menjadi khotib pada ibadah salat Jumat di Masjid Baitun Nur, Dusun Glagah Ombo, Jumat (20/12/2024) lalu.
Khutbah Jumat disampaikan oleh salah satu anggota kelompok Philoxenia yang membawakan tema “Silaturrahmi”. Dalam khutbahnya, Muzakki, sapaan akrabnya, mengajak jamaah untuk mempererat ukhuwah Islamiyah dan mengamalkan ajaran Islam dalam kehidupan sehari-hari. Pesan-pesan yang disampaikan disusun dengan bahasa yang lugas dan relevan dengan kondisi masyarakat, sehingga mudah dipahami dan dilakukan dalam sehari-hari.
"Saya mengusung tema berjudul Silaturrahmi dikarenakan ini merupakan awal pertemuan kami dengan warga Dusun Glagah Ombo. Saya harap dengan tema ini, dapat mempererat hubungan kita selaku mahasiswa KKM dengan masyarakat setempat", tutur Muzakki saat khutbah.
Selain Muzakki yang menjadi khotib Jumat, ada nama Naufal Afif Hermiansyah yang dipercaya menjadi imam salat Jumat. Bacaan yang merdu dan tartil, salat berlangsung khusyuk dan penuh makna. Para jamaah merasa terinspirasi oleh kehadiran mahasiswa yang tidak hanya menunjukkan kompetensi akademik, tetapi juga kemampuan dalam memimpin ibadah.
“Kami sangat bangga dan bersyukur melihat anak-anak muda yang berilmu dan berakhlak seperti mereka. Meskipun diminta untuk memimpin khutbah dan menjadi imam secara mendadak, mereka dapat melaksakan baik dan lancar saat penyampaian khutbah. Semoga ini menjadi contoh bagi generasi muda di Dusun Glagah Ombo,” ungkap Pak Latif selaku Kepala Dusun Glagah Ombo.
Keberanian yang dilakukan dua mahasiswa ini tidak hanya menjadi ajang bagi kelompok Philoxenia untuk mengimplementasikan ilmu yang dipelajari di bangku kuliah, tetapi juga memperkuat hubungan emosional dengan masyarakat di dusun.
Warga merasa kehadiran mereka sebagai contoh yang membawa manfaat baik secara spiritual maupun sosial. Selain itu, kesempatan tersebut menjadi momen istimewa yang menguatkan hubungan spiritual antara mahasiswa KKM dan masyarakat setempat.
Dihubungi terpisah, Naufal Afif Hermiansyah, sebagai imam salat jumat awalnya sempat tidak percaya diri, namun akhirnya ia berani untuk menjadi contoh bagi masyarakat sekitar.
"Sebenernya saya merasa belum pantas untuk melaksanakan tugas ini, akan tetapi karena ini amanah dari warga sekitar saya mengusahakan untuk melaksanakannya dengan baik," ujarnya.
Naufal, sapaan akrabnya, juga mengaku bahagia karena pengalamannya itu. "Saya selaku imam yang memimpin sholat Jum'at merasa bersyukur dan senang karena mendapat kesempatan yang menurut saya berharga dan dapat menambah pengalaman baru saya," ungkapnya.
Dengan melibatkan diri dalam kegiatan keagamaan seperti ini, kelompok Philoxenia berharap dapat memberikan teladan sekaligus menumbuhkan semangat beragama yang kuat di tengah masyarakat Dusun Glagah Ombo. Mereka percaya, sinergi antara mahasiswa dan masyarakat adalah langkah awal menuju kebangkitan moral dan spiritual yang lebih baik. (sf)
Kontributor: Sirly Nafisa dan Muhammad Kifah Abdan Syakuro
HUMAS UIN MALANG - Kelompok 188 Mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Universitas Islam Negeri (UIN) Malang melakukan survei dan pendampingan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Desa Mulyoarjo, Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang.
Dalam kegiatan yang berlangsung dari tanggal 26 Desember 2024 hingga 1 Januari 2025, mahasiswa KKM membantu UMKM di Desa Mulyoarjo untuk mendaftarkan usaha mereka di Google Maps. Hal ini bertujuan untuk mempermudah pengunjung dalam mencari kebutuhan mereka di desa tersebut.
Selain itu, mahasiswa KKM juga membantu UMKM yang berkenan untuk didaftarkan QRIS, agar memudahkan pembayaran secara cashless. Namun, sebagian besar UMKM di Desa Mulyoarjo belum siap untuk mendaftar QRIS karena pembayaran tersebut belum banyak digunakan di desa tersebut.
Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya digitalisasi dalam meningkatkan perekonomian desa. Dengan demikian, diharapkan UMKM di Desa Mulyoarjo dapat lebih berkembang dan meningkatkan pendapatan masyarakat desa.
"Kami berharap kegiatan ini dapat memberikan dampak positif bagi UMKM di Desa Mulyoarjo dan meningkatkan perekonomian masyarakat desa," ujar salah satu mahasiswa KKM.
HUMAS UIN MALANG - Mahasiswa KKM kelompok 52 UIN Malang meluncurkan program bimbingan belajar di MI Nurul Huda Desa Sumberngepoh pada 26 Desember 2024. Program ini bertujuan meningkatkan kualitas proses pembelajaran dan mendukung siswa memahami pelajaran dengan lebih baik.
Latar belakang program ini adalah beberapa siswa MI Nurul Huda memerlukan dukungan tambahan di luar jam sekolah untuk mengatasi kesulitan belajar. Oleh karena itu, program ini diselenggarakan sebagai bentuk pengabdian dan dukungan kepada masyarakat dalam aspek pendidikan. Kepala madrasah, Bapak Salim, menaruh kepercayaan kepada mahasiswa KKM kelompok 52 untuk melaksanakan program ini.
Pelaksanaan program bimbingan belajar dilakukan setiap Senin, Kamis, dan Jumat selama libur sekolah di ruang kelas MI Nurul Huda. Materi yang diajarkan mencakup IPAS, Bahasa Inggris, Matematika, Bahasa Arab, dan ekstrakurikuler seperti Pramuka, Pidato, Puisi, dan Melukis. Mahasiswa KKM berperan sebagai tutor dengan metode pengajaran interaktif dan menyenangkan.
Antusiasme siswa-siswi sangat besar, mereka aktif menjawab pertanyaan dan percaya diri maju ke depan. Salah satu siswi kelas 5, Vera, menyatakan bahwa ia sangat senang dan merasa lebih relax dalam belajar bersama kami karena metode mengajar yang tidak monoton.
Program ini merupakan wujud kontribusi nyata mahasiswa KKM kelompok 52 UIN Malang dalam mendukung kemajuan pendidikan di Desa Sumberngepoh. Diharapkan kegiatan ini memberikan manfaat berkelanjutan bagi siswa-siswi MI Nurul Huda dan meningkatkan kualitas pendidikan di Desa tersebut.