UIN MALANG-Tugas perguruan tinggi tidak hanya menyelenggarakan pendidikan bagi masyarakat. Tugas yang juga tak kalah penting ialah membangun masyarakat dari beragam aspek. Hal ini seperti yang dikatakan oleh Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Prof. Dr. Agus Maimun, M.Pd. pada Forum LPPM 12 PTN Se-Jawa Timur di Ijen Suites Resort & Convention, Kota Malang, Rabu (18/9). Focus Group Discussion ini, menurut Prof. Agus, dimaksudkan untuk menjalin komunikasi serta kolaborasi program kerja LPPM. Fokusnya ialah dalam kegiatan penelitian, pengabdian kepada masyarakat, dan publikasi ilmiah. Target forum ini ialah terjalinnya kolaborasi perguruan tinggi antar peserta forum dalam ketiga bidang tersebut pada 2025. “Kita ingin Perguruan Tinggi Negeri (PTN) di Jawa Timur menyatu dalam memberikan kontribusi konkret bagi masyarakat di wilayah kita,” jelas Prof. Agus.
Kolaborasi antar PTN mempercepat pencapaian visi-misi masing-masing perguruan tinggi. Gol-nya ialah agar setiap perguruan tinggi mendapat predikat yang lebih baik. Salah satu bidang yang bisa dilakukan ialah dalam pelaksanaan KKM (Kuliah Kerja Mahasiswa) kolaborasi antar-PTN. “Tentu fokusnya untuk membangun wilayah di Jawa Timur,” papar Prof. Agus Maimun. Ia melanjutkan, masih banyak wilayah di Jawa Timur yang membutuhkan bantuan PTN dalam akselerasi pembangunan di berbagai bidang, yaitu Bidang Ekonomi, Bidang Pendidikan, dan Bidang Kesehatan. Ketiga bidang ini sudah menjadi tema KKM dua tahun belakangan, yakni mengatasi stunting dan kemiskinan ekstrem, menggemakan moderasi beragama, serta meningkatkan kesadaran pendidikan. Forum LPPM PTN Se-Jawa Timur diikuti oleh peserta dari 12 PTN. Perwakilan masing-masing PTN ialah ketua LPPM, kepala pusat atau PIC Pusat Penelitian, Pusat Pengabdian kepada Masyarakat, dan Pusat Publikasi Ilmiah. Ke-12 PTN berasal dari 8 PTKIN dan 4 PTN. (nd)
UIN MALANG-Tak seperti biasanya, jumlah sarjana pada Wisuda Program Sarjana dan Pascasarjana ke-82 Periode ke-4 Tahun 2024 UIN Maulana Malik Ibrahim Malang didominasi oleh wisudawan dari Fakultas Sains dan Teknologi, Sabtu (14/9). Dari 800 total peserta wisuda, persentase wisudawan dari fakultas tersebut ialah 53%, atau sebanyak 428. Karena jumlah mayoritas ini, maka setengah area Gedung Sport Center, tempat prosesi wisuda, ditempati oleh wisudawan sarjana Fakultas Sains dan Teknologi. Melalui laporan akademik, Wakil Rektor Bidang Akademik, Prof. Dr. Umi Sumbulah, M.Ag. mengapresiasi jumlah wisudawan Fakultas Sains dan Teknologi. Sebaliknya, pada wisuda periode ke-4 tahun 2024, jumlah wisudawan paling sedikit ialah dari Fakultas Psikologi, yakni hanya sebanyak 6 wisudawan. Rincian jumlah wisudawan dari fakultas lainnya yaitu, Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan sebanyak 98 wisudawan, Fakultas Syariah 90 wisudawan, Fakultas Humaniora 127 wisudawan, Fakultas Ekonomi 20 wisudawan, dan Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan 10 wisudawan. Adapun jumlah peserta wisuda dari Program Magister (S2) ialah 39, dan Program Doktor (S3) hanya 2 wisudawan.
Dalam persentase, wisudawan periode wisuda ke-82 UIN Malang didominasi oleh lulusan sarjana sebanyak 94%. Prof. Umi Sumbulah melanjutkan, dari Indeks Prestasi Kumulatif (IPK), 73,9% wisudawan Program Sarjana, atau sebanyak 557 orang, meraih Predikat Cum Laude. Prestasi yang layak diapresiasi mengingat tidak mudahnya mendapatkan IPK Cum Laude secara konsisten di setiap semester. Selanjutnya, wakil rektor Bidang Akademik juga mengumumkan tiga wisudawati yang meraih predikat wisudawan terbaik. Wisudawan Program Sarjana Terbaik diraih oleh Qholbi Mutiara, mahasiswi Prodi Pendidikan Bahasa Arab yang mendapatkan IPK hampir sempurna (3,99), asal Kota Deli Serdang. Wisudawan Terbaik Program Magister ialah Ianatut Tazkiyah, mahasiswi Prodi Manajemen Pendidikan Islam dengan raihan IPK 3,97. Sedangkan, peraih Wisudawan Terbaik Program Doktor ialah Husnatul Hamidiyyah Siregar, Prodi Pendidikan Bahasa Arab dengan IPK 3,96. (nd)
UIN MALANG-Setelah beberapa bulan tertunda, UIN Maulana Malik Ibrahim Malang kembali menyelenggarakan Wisuda Program Sarjana dan Pascasarjana ke-81 Periode III Tahun 2024, Sabtu (7/9). 800 wisudawan beserta wali menghadiri momen sakral akademis yang bertempat di Gedung Sport Center tersebut. Pada pembacaan laporan wisuda, Wakil Rektor Bidang Akademis, Prof. Dr. Umi Sumbulah, M.Ag. mengungkapkan bahwa sekitar 530 wisudawan lulus dengan IPK berpredikat Cum Laude, dengan kata lain, 88,2% total wisudawan yang meraih gelar bergengsi tersebut. Prof. Umi melanjutkan, total wisudawan S1 kali ini berjumlah 600. Jumlah wisudawan profesi sebanyak 60, wisudawan S2 sebanyak 127, dan wisudawan S3 sejumlah 12. Pada pembacaan rincian wisudawan dengan kategori fakultas, wisudawan terbanyak datang dari Fakultas Syariah, yakni sejumlah 175 wisudawan. Selanjutnya, top tiga teratas lainnya ialah wisudawan dari Fakultas Ekonomi sebanyak 142 dan Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan sejumlah 137 wisudawan.
Tentunya, Prof. Umi Sumbulah juga membacakan para wisudawan terbaik di setiap jenjang. Peraih gelar wisudawan terbaik pada Program S1 ialah Aristhalia Hevi Febrianti, wisudawan Prodi PGMI dengan IPK 3,99 asal Kabupaten Malang. Wisudawan terbaik pada jenjang Program Profesi ialah Fariza Amanatul Sholihah dengan IPK3,99. Wisudawan terbaik pada jenjang S2 ialah Fitria, lulusan Program Studi Pendidikan Bahasa Arab dengan IPK 4 asal Bangkalan. Sedangkan, wisudawan terbaik Program Doktor (S3) ialah Abdur Rouf, Prodi Hukum Keluarga Islam dengan IPK 4 asal Kabupaten Lamongan. (nd)
UIN MALANG-Workshop kedua yang dihelat Pusat Publikasi Ilmiah LP2M UIN Maulana Malik Ibrahim Malang berfokus pada pemilihan reviewer dan tata cara mereview (menelaah) naskah di jurnal ilmiah. Dr. Hasan Baharun, M.Pd. dari Universitas Nurul Jadid Probolinggo diundang untuk menjadi narasumber utama dalam Workshop bertema Mastering Excellence: Peningkatan Kualitas Reviewer Jurnal Bereputasi yang bertempat di Ruang Meeting Gedung Rektorat lt. 3, Rabu (21/8). Sebelum memasuki inti dari materinya, ia mengingatkan bahwa tugas reviewer saat menelaah naskah bukan untuk mencela. “Meski kualitasnya buruk, jangan dijelek-jelekkan. Kita kembali pada tugas utama Reviewer,” ujar Hasan. Ketika menelaah, kata Hasan Baharun, hal yang harus diingat Reviewer adalah tugasnya memberikan masukan konstruktif kepada penulis. Sehingga, saat merevisi, penulis tahu bagian mana saja dari naskahnya yang harus diperbaiki. Dalam tahap mereview, yang dilakukan reviewer adalah menilai kualitas naskah, juga kontribusinya terhadap perkembangan keilmuan. Tak hanya itu, review naskah berarti menjaga standar publikasi jurnal ilmiah.
Tentunya, masih kata Hasan, hal-hal yang harus diberi komen dalam sebuah naskah ilmiah sesuai dengan template yang ditetapkan masing-masing jurnal. Contohnya, dalam abstrak, apakah jumlah kata sesuai, apakah seluruh konten naskah terwakili, dan sebagainya. Workshop Mastering Excellence: Peningkatan Kualitas Reviewer Jurnal Bereputasi mengudang seluruh pengelola jurnal di UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Tak hanya pengelola dari jurnal yang dimiliki prodi, tetapi juga pengelola dari kalangan mahasiswa yang menangani URJ (Undergraduate Research Journal). Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk komitmen Rumah Jurnal-Pusat Publikasi Ilmiah LP2M untuk meningkatkan profesionalitas pengelola jurnal ilmiah di kampus berlogo Ulul Albab ini. (nd)
Prof. Dr. Agus Maimun, M.Pd. (Ketua LP2M) membuka workshop bersama Dr. Hasan Baharun, M.Pd. (Narasumber) dan M. Anwar Firdausy, M.Ag. (Kepala Pusat Publikasi Ilmiah)
UIN MALANG-Pusat Publikasi Ilmiah LP2M kembali mengadakan workshop kedua di Agustus ini yang dikhususkan bagi pengelola jurnal di UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Rabu (21/8). Workshop bertema Mastering Excellence: Peningkatan Kualitas Reviewer Jurnal Bereputasi ini dilaksanakan di Ruang Meeting Gedung Rektorat lt. 3. Para pengelola jurnal tidak hanya dari kalangan dosen, tetapi juga dari mahasiswa pengelola URJ (Undergraduate Research Journal). Apresiasi dan dukungan diberikan oleh Ketua LP2M, Prof. Dr. Agus Maimun, M.Pd. yang hadir memberikan sambutan sekaligus membuka workshop tersebut. Sebagai pimpinan yang lembaganya concern terhadap pengurusan jurnal ilmiah, ia menegaskan bahwa posisi jurnal di perguruan tinggi sangat krusial. Karenanya, segala dukungan tak ragu diberikan untuk memfasilitasi pengelola yang semangat meningkatkan mutu jurnalnya. Tak cuma untuk pengelola jurnal, apresiasi UIN Malang juga diberikan kepada sivitas akademik yang produktif menghasilkan karya ilmiah terpublikasi di jurnal level nasional dan internasional. “Kampus ini pernah mendapatkan rangking rendah karena belum banyak karya ilmiah yang dihasilkan. Tapi setiap tahunnya kita berbenah. Sekarang kita selalu ada di rangking atas bersama dengan universitas bergengsi lainnya,” jelas Prof. Agus Maimun.
Naiknya jumlah karya ilmiah, lanjut Prof. Agus, tentu tak lepas dari dukungan nyata dari pihak pimpinan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang yang selalu menganggarkan dana setiap tahunnya untuk mengapresiasi setiap karya ilmiah yang terbit. “Range-nya berbeda tergantung kualitas jurnal yang mempublikasikan artikel. Semakin tinggi reputasinya, maka apresiasi yang diberikan pun semakin tinggi,” tambah Guru Besar dari Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan itu. Namun, Prof. Agus menyampaikan, jangan sampai menulis karya ilmiah hanya diniatkan untuk mendapatkan materi semata. Ia ingin agar ada tanggung jawab moral dari sivitas akademik dari setiap penerbitan karya ilmiah. Sehingga, imbas positifnya pun nantinya akan dirasakan oleh si Penulis. “Nantinya, karya-karya kita akan mengantarkan kita semua mencapai titel akademik tertinggi,” ujarnya memotivasi. Workshop kedua yang dihelat Rumah Jurnal-Pusat Publikasi Ilmiah UIN Malang tahun ini difokuskan untuk menata kualitas reviewer dan hasil telaah naskah jurnal ilmiah. Pemateri yang diundang ialah Dr. Hasan Baharun, M.Pd. dari Universitas Nurul Jadid Probolinggo. Sepak terjangnya dalam dunia jurnal ilmiah dibuktikan dengan dirinya kini yang menjabat sebagai Editor-in-Chief di tiga jurnal sekaligus di tiga instansi yang berbeda. Ketiga jurnal tersebut adalah: Al-Tanzim (milik Universitas Nurul Jadid, Probolinggo), Jurnal Islam Nusantara (milik PBNU Jakarta), dan MANAGERE (milik Perkumpulan Manajer Pendidikan Islam). (nd)
HUMAS UIN MALANG-Setiap tahunnya, ratusan hingga ribuan riset dilakukan oleh para akademisi dan peneliti di instansi-instansi pendidikan di Indonesia. Hasil riset itu kemudian dituliskan dalam bentuk artikel ilmiah dan dipublikasikan di jurnal-jurnal bereputasi nasional, bahkan internasional. Meski berbasis penelitian, sudahkah para peneliti dan akademisi yakin bahwa hasil riset mereka memiliki nilai manfaat bagi publik? Hal ini dibahas oleh Dr. Nur Kafid, S.Th.I., M.Sc. (Kasubdit Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Direktorat Jenderal Pendidikan Islam, Kementerian Agama) dalam Workshop Penyusunan Pedoman Penelitian, PKM, KKM, dan SOP yang diadakan LP2M UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, di Royal Orchids Garden Hotel, Kota Batu (14-15/8). Di awal pemaparan materi, Kafid menanyakan pertanyaan yang cukup menyentil tersebut. Menurutnya, jika memang peneliti mengklaim bahwa hasil risetnya berdayaguna, “Lalu apa ukuran kebermanfaatan outcome-nya?” Inilah yang perlu dipikirkan dengan matang oleh LP2M sebagai lembaga core yang menjadi penopang universitas. Di bawah naungan LP2M, Pusat Penelitian, Pusat Pengabdian kepada Masyarakat, Pusat Publikasi Ilmiah, dan pusat studi lainnya harus membuat standar ukuran terkait kedayagunaan atau kebermanfaatan hasil-hasil riset di segala bidang, termasuk juga bidang keagamaan. Salah satu indikasi keberhasilan hasil riset, masih kata Nur Kafid, ialah adanya penyelesaian segala isu di tengah masyarakat. “Hasil riset seharusnya meminimalisir persoalan-persoalan sosial,” imbuhnya. Jika ditemukan nilai kebermanfaatannya, maka perguruan tinggi wajib memunculkan hal tersebut sehingga publik tahu bahwa PTKI berkontribusi dalam penyelesaian suatu isu. Dalam kesempatan itu pula, Nur Kafid menyebutkan 9 (sembilan) fokus penelitian yang tertuang dalam Rencana Induk Riset Nasional 2020-2045. Kesembilan fokus itu ialah: a) pangan; b) energi; c) kesehatan obat; d) transportasi; e) produk rekayasa keteknikan; f) pertahanan dan keamanan; g) kemaritiman; h) sosial, humaniora, pendidikan, dan seni budaya; dan i) multidisiplin dan lintas sektoral. Peserta Workshop Penyusunan Pedoman Penelitian, PKM, KKM, dan SOP ialah seluruh ketua pusat studi dan staf di bawah naungan LP2M UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Seluruh pusat studi akan memaparkan dan mendiskusikan pedoman pendukung kinerjanya pada sesi yang berbeda. (nd)
Ketua dan Sekretaris LP2M UIN Malang menyambut kru LP2M Purwokerto
UIN MALANG-Kru LP2M UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri (Saizu) Purwokerto melakukan kunjungan ke LP2M UIN Maulana Malik Ibrahim Malang untuk belajar mengenai pengelolaan lembaga, Senin (12/8). Kedatangan mereka disambut oleh Ketua LP2M UIN Malang, Prof. Dr. Agus Maimun, M.Pd. beserta tim di Ruang Rapat Senat, Gedung Rektorat lt. 4. Sesi sharing berjalan santai dan lancar. Prof. Agus menyatakan, pihaknya sangat terbuka jika diminta untuk berbagi keilmuan mengenai pengelolaan LP2M. Prinsip yang ia pegang ialah PTKIN harus maju bersama. "Tidak ada persaingan antar PTKIN di Indonesia. Semua harus unggul bersama," tegasnya. Ia menambahkan, apa saja yang menjadi pertanyaan pihak LP2M UIN Saizu Purwokerto akan ia jawab dengan jelas dan detil. Karena itu, ia pun memaparkan apa saja program kerja yang dilaksanakan LP2M UIN Malang, proker di bawah Pusat-Pusat Studi, termasuk juga daftar jurnal-jurnal ilmiah yang dimiliki UIN Malang yang memang menjadi salah satu fokus LP2M. Ahmad Abtokhi, M.Pd., Sekretaris LP2M UIN Malang, mengatakan bahwa pihaknya memanfaatkan laman daring yang disediakan kampus. Seluruh dokumen resmi terunggah di laman www.lp2m.uin-malang.ac.id. Sebut saja dokumen ortakel (organisasi dan tata kelola), renstra (rencana strategis), arah kebijakan pengabdian dan penelitian, kode etik pengabdian dan penelitian, serta standar mutu internal. "Semuanya komplit dan bisa diakses siapa saja, termasuk SOP dari program-program LP2M. Tidak ada yang kami tutupi," jelasnya. Dalam laman LP2M UIN Malang pula terekam capaian-capaian dan rekapitulasi program kerja. Untuk setiap pusat studi, tersimpan dokumen-dokumen pedoman. Akan tetapi, penyimpanan outcome dari penelitian dan pengabdian terpusat di Repository UIN Malang. Di situ lah terekam sebanyak apa jumlah karya ilmiah sivitas akademik tiap tahunnya. (nd)
Faizal Risdianto, S.S., M.Hum. menjelaskan bahwa pemilihan Focus and Scope sebuah jurnal akan berimbas pada kualitas naskah jurnal.
UIN MALANG-Faizal Risdianto, Kepala Pusat Publikasi dan Rumah Jurnal UIN Salatiga, hadir ke UIN Maulana Malik Ibrahim Malang atas undangan Pusat Publikasi Ilmiah-LP2M. Ia menjadi pembicara utama pada Workshop Strategi Jitu Menuju Indeksasi Internasional di Ruang Pertemuan Gedung Rektorat lt. 3, Kamis (8/8). Di hadapan seluruh perwakilan pengelola jurnal ilmiah di UIN Malang, ia menilai bahwa sebagian besar, fokus dan cakupannya (focus and scope) terlalu luas. “Ini bisa menghambat jurnal dalam penilaian tim reviewer pengindeks internasional,” jelasnya. Faizal menuturkan, banyak sekali lembaga pengindeks bagi terbitan ilmiah berskala internasional bereputas, seperti Web of Science (WoS), DOAJ, dan Scopus. Namun, dalam pemaparan materinya, ia lebih memfokuskan pada sistem penilaian Scopus. “Karena nampaknya di Indonesia, jurnal terindeks Scopus itu harga mati,” tambah Pria asli Karanganyar, Surakarta ini. Apa pentingnya sebuah jurnal ilmiah terindeks di skala internasional? Menurut Faizal, dengan adanya sistem penilaian yang sangat ketat dalam proses indeksasi, seperti yang dilakukan CSAB (Content Selection and Advisory Board) Scopus, membuat pengelola jurnal ilmiah dimana pun berlomba-lomba meningkatkan mutu jurnalnya. Salah satu yang pasti dilakukan oleh pengelola ialah penyeleksian artikel hasil riset. Tentunya, pengelola akan membuang artikel dengan kualitas jelek, meskipun itu milik teman atau pimpinan instansi sendiri. “Kita harus tegas. Jangan karena tidak berani, akhirnya terpaksa menerima artikel yang tidak sesuai dengan standar jurnal kita,” tegas Dosen Bahasa Inggris tersebut. Beberapa jurnal berkesempatan dinilai langsung oleh Faizal. Menurut perspektifnya, jurnal yang menuliskan banyak poin pada laman focus and scope berpotensi menerima penolakan dari Scopus atau pengindeks lain seperti WoS. “Batasi cakupan jurnal Bapak dan Ibu agar konten artikel yang termuat tidak terkesan sapu jagat, semua ada,” imbuhnya.
Masalah selanjutnya yang dikhawatirkan pengelola jurnal jika mengurangi cakupannya ialah semakin susahnya mendapatkan artikel yang sesuai. Faizal merespon bahwa itu adalah hal yang normal. “Tapi, justru itu sebenarnya memudahkan kita dalam menyeleksi naskah. Proses penerimaan dan penolakan artikel akan semakin cepat karena cakupan kita sudah menyempit,” jelas Bapak yang sedang menempuh studi Program Doktor di Universitas Sebelas Maret, Surakarta ini. Workshop Strategi Jitu Menuju Indeksasi Internasional merupakan kegiatan rutinan setiap tahun yang diadakan Pusat Publikasi Ilmiah dan Rumah Jurnal. Kegiatan ini adalah fasilitas bagi pengelola jurnal ilmiah di UIN Maulana Malik Ibrahim Malang untuk meningkatkan mutu jurnal. Sehingga, ke depannya, seluruh jurnal di UIN Malang meningkat dibuktikan dengan akreditasi dan indeksasi di skala nasional dan internasional. (nd)
Pusat Publikasi Ilmiah-LP2M mengadakan workshop bagi pengelola jurnal di UIN Malang dengan menghadirkan Faizal Risdianto, dari UIN Salatiga
UIN MALANG-Menurut rangking seluruh PTKIN di Indonesia dalam kategori jumlah artikel yang terbit di jurnal terindeks Scopus, posisi UIN Maulana Malik Ibrahim Malang ialah nomor 4. Hal ini, menurut Ketua LP2M, Prof. Dr. Agus Maimun, M.Pd., membanggakan karena sebagai bukti bahwa sivitas akademik di kampus berlogo Ulul Albab sangat produktif secara akademis. Ia bersyukur bahwa jumlah tinggi publikasi ini akan membantu reputasi UIN Malang bertahan sebagai kampus unggul. Ia pun memotivasi seluruh pengelola jurnal yang hadir pada Workshop Strategi Jitu Menuju Indeksasi Internasional di Ruang Pertemuan Gedung Rektorat lt. 3, Kamis (8/8), untuk meningkatkan kualitas jurnal melalui penerimaan artikel yang bermutu, tak hanya dari dalam kampus, namun juga dari akademisi luar UIN Malang. Hingga Agustus 2024, masih kata Prof. Agus, statistik di Repository UIN Malang menunjukkan, sudah ada 741 artikel ilmiah dari sivitas akademik yang terbit di jurnal bereputasi nasional dan internasional. Jumlah yang sangat tinggi mengingat ini belum memasuki akhir tahun. “Tahun 2023 saja ada 2000an artikel yang terbit,” tambahnya. Prof. Agus melanjutkan, tak hanya untuk memenuhi IKU pimpinan UIN Malang, penerbitan artikel ilmiah juga membantu pihak kampus dalam mengembangkan reputasi di kancah internasional. “Artikel yang terbit juga pembuktian bahwa akademisi kita serius terhadap pengembangan kualitas diri,” papar guru besar di Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan tersebut.
Menilik kualitas jurnal di UIN Malang, sebagai Ketua LP2M, Prof. Agus menilai bahwa progres jurnal tidak mengecewakan. Sudah banyak jurnal yang terakreditasi tinggi di Sinta. Ditambah lagi dengan penambahan 2 jurnal yang terindeks Scopus belum lama ini. Fakta ini menjadi salah satu poin untuk akselerasi kelembagaan. “Karena salah satu indikatornya adalah kampus memiliki jurnal terindeks internasional,” jelasnya. Workshop Strategi Jitu Menuju Indeksasi Internasional digagas Pusat Publikasi Ilmiah-LP2M. Untuk mengevaluasi kualitas jurnal di depan seluruh pengelola jurnal di UIN Malang, pihak PPI mengundang Faizal Risdianto dari UIN Salatiga sebagai salah satu pakar di PTKIN yang fokus pada pengembangan kualitas jurnal. (nd)