HUMAS UIN MALANG-Pasca interview peserta Internasional Student Scholarship (ISS) terjaring 82 dari 228 peserta mahasiswa asing yang dinyatakan lolos proses seleksi wawancara. Akan tetapi mereka yang lolos harus diseleksi kembali untuk diambil 30 calon mahasiswa terbaik. Rabu (31/5/2023).
Beasiswa yang ditawarkan Rektor UIN Maulana Malik Ibrahim Malang ini menarik peminat calon mahasiswa asing. Beasiswa ISS merupakan beasiswa parsial yang mencakup beberapa aspek perjalanan akademik mahasiswa. Para mahasiswa asing yang mendapatkan beasiswa ini akan mendapatkan fasilitas gratis berupa biaya registrasi, kelas Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA), biaya kuliah (UKT), biaya ujian, dan biaya tempat tinggal.
Wakil Rektor Bidang Akademik Prof. Dr. Hj. Umi Sumbulah, M.Ag menjelaskan bahwa tahun ini peminat calon mahasiswa asing UIN Maulana Malik Ibrahim Malang mengalami peningkatan yang cukup signifikan.
Tahun 2022 program beasiswa ISS ini hanya 30 pendaftar saja. Akan tetapi untuk tahun 2023 ini jumlahnya meningkat pesat mencapai 228 peserta. "Calon mahasiswa asing yang mendaftar berasal dari 16 negara," jelasnya.
Staff Kantor Urusan Internasional (KUI) UIN Maliki Malang Muhammad Khafid menjelaskan peminat calon mahasiswa asing tahun ini terbatas, kuotanya hanya untuk 30 orang saja. Jadi 82 mahasiswa asing yang dinyatakan lolos seleksi interview ini akan di saring lagi menjadi 30 orang saja. “Para calon mahasiswa asing dari 12 negara ini harus lulus uji kompetensi baik dari aspek penilaian komitmen, motivasi, dan prestasi serta kemampuan bahasanya,” jelas Khafid.
Banyaknya peminat program ISS ini menunjukkan bahwa UIN Maliki Malang menjadi salah satu kampus rujukan bagi para mahasiswa asing, itu terbukti dari banyaknya jumlah pendaftar. Berdasarkan data, jumlah peminat terbanyak yaitu pada program Pascasarjana yang mencapai 40 orang dan mereka memilih Prodi TI. “Dari 40 peminat itu, yang lolos hanya dua orang saja yaitu dari Pakistan dan Syiria,” paparnya.
Secara rinci, jumlah calon mahasiswa asing yang lolos seleksi program sarjana sebanay 37 orang, program pascasarjana 34 orang dan S3 sebanyak 11 orang. “Mereka akan diseleksi lagi oleh Kaprodinya masing-masing,” imbuhnya.
Ketidak lolosan mereka, tambah dia, disebabkan tidak memiliki keilmuan sesuai dengan program studi yang dipilih, sehingga saat tes keilmuan para peserta tidak bisa memberikan jawaban dari dewan penguji. “Bagi peserta yang lolos akan menerima Letter of Acceptance (LoA) dan akan dibuatkan visa belajar untuk datang ke Indonesia,” jelasnya.
Para mahasiswa asing ini, diperkirakan mereka akan hadir bulan Juli mendatang di kampus UIN Maliki Malang. Pasalnya, Agustus mereka sudah harus mulai mengikuti program BIPA selama 6 bulan atau satu semester. “Setiap mahasiswa asing sepenuhnya harus mentaati peraturan yang ditetapkan oleh UIN Malang,” tegas dia.
Selain itu, tambah dia, para mahasiswa asing IPKnya harus memenuhi syarat minimum yaitu IPK tidak boleh di bawah 2,5 berturut-turut dalam dua semester. Jika, mahasiswa tersebut tidak bisa memperbaiki nilai IPK nya maka beasiswanya akan di cut, namun mereka tetap bisa melanjutkan studinya dengan biaya mandiri,” jelasnya.
MONITORING: Gus Menteri meninjau langsung pelaksanaan tes UM PTKIN 2023.
HUMAS UIN MALANG-- Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas hari ini meninjau pelaksanaan Sistem Seleksi Elektronik (SSE) Ujian Masuk Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (UM-PTKIN) 2023 di UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten.
Menag yang didampingi para Staf Ahli, Staf Khusus dan Tenaga Ahli ini mengapresiasi pelaksanaan seleksi yang dilakukan serentak di seluruh Indonesia ini, karena ternyata tidak hanya diikuti oleh calon peserta beragama muslim saja.
“Saya mengapresiasi dalam UM-PTKIN tahun ini ada calon mahasiswa non muslim yang mengikuti ujian," kata Menag yang hadir didampinggi Penasihat DWP Kemenag RI Eny Retno Yaqut, Selasa (30/5/2023).
Menteri Agama juga menyebutkan bahwa ujian masuk dilaksanakan secara online melalui sistem seleksi elektronik atau SSE agar objektif, adil, transparan, dan inklusif. “Seluruh peserta mendapatkan kesempatan yang sama untuk mendapatkan akses ke PTKIN tanpa memandang suku, asal daerah ataupun disabilitas,” tegas Menag.
Menag berharap UM-PTKIN tahun ini akan lebih baik dan memberikan hasil yang lebih valid dari tahun sebelumnya.
Dalam kesempatan tersebut, Menag juga sempat menyapa para peserta serta mengecek sejumlah komputer dan jaringan internet untuk memastikan berjalannya SSE UM-PTKIN 2023 di UIN Banten.
SSE adalah aplikasi ujian yang menggunakan komputer (PC/Laptop). Melalui SSE, pelaksanaan ujian tidak lagi menggunakan kertas (paperless), baik untuk naskah soal maupun lembar jawaban.
Turut menyambut Menag, Penjabat (Pj) Gubernur Banten Al Muktabar, Wakil Ketua MPR RI Yandri Susanto, Rektor UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten, Wawan Wahyuddin, Wali Kota Serang dan Forkopimda Pemprov Banten.
Ketua Panitia Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru PTKIN Imam Taufiq menjelaskan bahwa dari 95.769 peserta, sebanyak 63 persen adalah peserta perempuan sisanya sebanyak 37 persen adalah laki-laki.
Dari sisi keagamaan, 98 persen beragama Islam dan 2 persen non muslim, terdiri dari 12 orang beragama Kristen, 2 orang beragama Hindu, Budha 2 orang, 1 orang beragama Katolik dan 7 orang penganut kepercayaan.
“Ini membuktikan bahwa UMPTKIN bersifat inklusif dan terbuka bagi semua agama” jelasnya.
Selain itu, UMPTKIN kali ini juga diikuti oleh 79 orang peserta difabel yang terdiri dari 22 orang tunadaksa, 29 orang tunagrahita, 16 orang tunanetra, 14 orang tunarungu dan 1 orang tunawicara. “Untuk peserta difable, panita akan melakukan pendampingan,” tambah Imam.
UMPTKIN akan berlangsung secara online-onsite selama 7 hari mulai 29 - 31 Mei dan 5 - 8 Juni 2023 di 59 titik lokasi ujian. “Setiap hari akan ada tiga sesi di setiap lokasi ujian dikalikan dengan jumlah peserta yang mendaftar di lokasi PTKI/N tersebut, sehingga jumlah sesi dimasing-masing titik lokasi berbeda-beda,” ungkapnya.
Imam menghimbau kepada para peserta untuk menggunakan kesempatan ini dengan sebaik mungkin dengan datang tepat waktu sesuai jadwal dan mengikuti semua tata tertib ujian.
UIN MALANG-Sebagai dosen senior di UIN Maulana Malik Ibrahim Malang serta guru besar di Bidang Ilmu Pendidikan Islam, Prof. Agus Maimun, M.Pd. juga concern mengenai konsep integrasi keilmuan. Menurutnya, UIN Malang dan integrasi ilmu itu adalah suatu kesatuan. "Bahkan bisa saya katakan kalau UIN Malang yang mengawali konsep pengajaran dengan integrasi keilmuan," tuturnya saat membuka Workshop Integrasi Islam dan Sains di Rumah Singgah lt. 3, Sekolah Pascasarjana UIN Malang, Selasa (30/5). Ia menambahkan, konsep integrasi ilmu yang dianut kampus berlogo Ulul Albab ini kemudian dituangkan dalam simbol pohon keilmuan. Simbol ini merupakan produk pemikiran para pendiri kampus dengan harapan agar lulusan UIN Malang tidak hanya mumpuni di bidang yang diminati, "Tapi juga mumpuni dalam menjelaskan dasar ilmu yang bersumber dari al-Quran dan hadis Nabi SAW," jelas Prof. Agus. Konsep integrasi keilmuan UIN Malang pun menginspirasi banyak kampus di Indonesia, baik kampus di lingkungan PTN maupun PTKI. "Mereka kemudian juga membuat simbol keilmuan sendiri yang fokusnya juga pada ilmu terintegrasi," imbuh Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) UIN Malang tersebut.
Ketua PSIS, Dr. Begum Fauziyah, M.Farm. menambahkan bahwa istilah integrasi keilmuan sering disebut di kampus. "Bukan hal asing lagi kalau di UIN Malang karena integrasi keilmuan juga salah satu trademark kita," paparnya. Tak ingin menjadi sekadar jargon, maka pihak kampus melalui PSIS menyusun program kerja untuk mengedukasi konsep tersebut kepada seluruh lapisan sivitas akademik, khususnya mahasiswa. Begum berharap, saat menyerap ilmu selama proses belajar di UIN Malang, mahasiswa paham bagaimana menanamkan konsep keilmuan ini sebagai bekal masa depan mereka. Maka dari itu, PSIS mengajak para pengurus DEMA dan Sema dari seluruh fakultas dan jurusan untuk mengikuti Workshop Integrasi Islam dan Sains selama dua hari. Pihaknya berharap agar perwakilan mahasiswa inilah yang akan menjadi meneruskan konsep integrasi ilmu kepada seluruh mahasiswa. (nd)
UIN MALANG-Program kegiatan Pusat Studi Islam dan Sains (PSIS) selama ini ialah mengedukasi dosen-dosen muda di UIN Maulana Malik Ibrahim Malang mengenai integrasi keilmuan. Program tersebut dilaksanakan rutin setiap tahunnya agar dalam bertugas, para dosen juga bisa mengintegrasikan asas-asas keislaman dalam bidang studi yang diampunya. Namun, PSIS sadar, mengedukasi dosen saja tidak cukup. Maka kali ini, pusat studi di bawah naungan Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) mengundang pengurus DEMA dan Sema UIN Malang yang baru dilantik untuk menghadiri Workshop Integrasi Islam dan Sains. Bertempat di Rumah Singgah lt. 3 di lingkungan Sekolah Pascasarjana UIN Malang, seluruh perwakilan mahasiswa di tingkat fakultas dan jurusan itu belajar asas-asas integrasi ilmu, Selasa (30/5). Dr. Begum Fauziyah, M.Farm., Ketua PSIS, menyatakan, tugas PSIS adalah mengedukasi tentang konsep integrasi ilmu yang dianut kampus berlogo Ulul Albab ini. Melalui edukasi tersebut, seluruh sivitas akademik juga akan memahami visi dan misi UIN Malang, termasuk juga mahasiswa. Tentunya, PSIS tidak bisa bekerja sendiri dalam melaksanakan tugasnya. "Maka kami undang pengurus baru DEMA dan Sema untuk menjadi mitra kami dalam pelaksanaan program edukasi ini," jelasnya.
Ia melanjutkan, pasca mengikuti workshop, pihak PSIS berharap agar pengurus DEMA dan Sema bisa meneruskan dan membagi ilmu mengenai integrasi keilmuan kepada mahasiswa di setiap fakultas dan jurusan yang diwakili. Ia berharap agar para perwakilan mahasiswa ini dapat merancang kegiatan yang bertujuan sama. "Jika membutuhkan bantuan dalam pelaksanaan kegiatan integrasi keilmuan, PSIS siap memfasilitasi," lugas Begum. Workshop Integrasi Islam dan Sains dilaksanakan selama dua hari (30-31/5). Dalam rangkaiannya, para peserta yang terdiri dari pengurus DEMA dan Sema akan menerima materi dari para ahli yang fokus dalam integrasi keilmuan. Dengan acara tersebut, diharapkan agar visi-misi kampus dapat dipahami tak hanya di kalangan dosen dan karyawan, namun juga di kalangan mahasiswa di setiap jurusan. (nd)
SERIUS: Salah satu peserta SSE UM-PTKIN Panlok UIN Maliki Malang tampak serius mengerjakan soal ujian di ruang laboratorium komputer Fakultas Saintek. Selasa (30/5/2023).
HUMAS UIN MALANG- Ketidak hadiran peserta Seleksi Serentak Masuk Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (UM-PTKIN) di Universitas Islam Negeri (UIN) Maliki Malang terus mengalami penurunan. Sejak pelaksanaan tes dimulai, Panitia Lokal (Panlok) UM-PTKIN UIN Maliki Malang mencatat bahwa tingkat ketidakhadiran semakin menurun setiap sesinya. Selasa (30/5/2023).
Menurut data yang diperoleh pada hari pertama ujian, terdapat 16 peserta yang absen pada sesi 1, 13 peserta absen pada sesi 2, 11 peserta absen pada sesi ke-3, dan 8 peserta yang tidak hadir pada sesi ke-4. Hal ini diungkapkan oleh Ketua Panlok SSE UM-PTKIN UIN Maliki Malang, H. Imam Ahmad.
H. Imam Ahmad menjelaskan bahwa pada hari pertama tes, persentase peserta yang tidak hadir pada sesi pertama mencapai 5,99 persen, sesi kedua sebesar 4,87 persen, dan sesi ketiga sebesar 4,12 persen. "Namun, pada hari kedua, pada sesi keempat, jumlah peserta yang tidak hadir mengalami penurunan signifikan hanya sebesar 3 persen, sementara peserta yang hadir mencapai 97 persen," paparnya.
Total peserta per sesi dalam tes ini mencapai 267 orang, sementara jumlah keseluruhan peserta yang mengikuti tes UM-PTKIN di kampus UIN Maliki Malang mencapai 801 peserta setiap harinya. "Jika dijumlahkan secara keseluruhan, peserta yang mengikuti Seleksi Serentak Masuk PTKIN di Panlok UIN Maliki Malang mencapai 3.060 orang," jelasnya.
Perlu diketahui bahwa jumlah peminat calon mahasiswa UIN Maliki Malang melalui jalur UM-PTKIN 2023 mencapai 10.016 peserta, yang tersebar di tiga pilihan. "Kami berharap agar pelaksanaan tes Seleksi Serentak Masuk PTKIN di Panlok UIN Maliki Malang dapat berjalan dengan lancar dan menghasilkan data yang valid," harap H. Imam Ahmad.
Diharapkan dengan penurunan jumlah peserta yang tidak hadir, pelaksanaan tes UM-PTKIN UIN Maliki Malang dapat berjalan lebih efisien dan memberikan kesempatan yang setara bagi semua peserta.
MONITORING: Wakil Rektor Bidang Akademik Prof. Dr. Hj. Umi Sumbulah, M.Ag saat menyapa salah satu peserta difabel asal Jombang. Selasa (30/5/2023).
HUMAS UIN MALANG - Pelaksanaan ujian masuk perguruan tinggi jalur UM PTKIN di UIN Maulana Malik Ibrahim Malang memasuki hari kedua terpantau lancar. Sebanyak 267 peserta dijadwalkan mengikuti seleksi pada sesi 1 pagi ini, yang dilaksanakan di ruang laboratorium Fakultas Saintek lt.3 dan 4. Selasa (30/5/2023).
Hasil rekapitulasi Panlok SSE UM-PTKIN UIN Maliki Malang mencatat bahwa dari total 267 peserta pada sesi 1 pagi ini, terdapat 8 peserta yang tidak hadir mengikuti seleksi UM PTKIN. Wakil Rektor Bidang Akademik, Prof. Dr. Hj. Umi Sumbulah, M.Ag, dan Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Dr. H. A. Fatah Yasin, M.Ag, hadir langsung untuk memantau jalannya ujian UM PTKIN.
Prof. Umi memberikan semangat kepada semua peserta, terutama kepada dua peserta difabel, yaitu Ahmad Tajuddin az Zaki dari Dampit Malang dan Dhimas Ramadhani Arif Pratama dari Jombang. "Alhamdulillah, pelaksanaan UM PTKIN hari kedua di UIN Maliki Malang terpantau lancar di seluruh ruangan," ujarnya.
Meskipun dua peserta tersebut menghadapi keterbatasan fisik akibat kecelakaan dan kelainan bawaan sejak lahir, mereka tetap mendapatkan pelayanan yang baik tanpa membedakan statusnya. "Panlok akan tetap memberikan pelayanan prima kepada mahasiswa, baik yang difabel maupun yang berkeadaan fisik normal," tegasnya.
Menanggapi pertanyaan tentang toleransi keterlambatan bagi peserta, Prof. Umi menyampaikan bahwa aturan keterlambatan peserta telah diatur oleh panitia pusat UM PTKIN. Setidaknya, toleransi keterlambatan tidak boleh lebih dari 30 menit. "Jika peserta terlambat lebih dari 30 menit, mereka tidak diperbolehkan masuk ruangan ujian, dan ini merupakan aturan nasional," paparnya.
Bagi peserta yang terlambat, tidak akan diberikan tambahan waktu untuk mengerjakan soal ujian, karena hal ini sudah diatur dalam sistem SSE UM-PTKIN. "Mudah-mudahan, pada sesi kedua dan ketiga, semua peserta dapat hadir dan tidak ada yang terlambat," harapnya.
Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Dr. H. Ahmad Fatah Yasin, M.Ag, menjelaskan bahwa kuota jalur UM PTKIN di UIN Maliki Malang hanya sebanyak 1.131 kursi. Jumlah total pendaftar UM PTKIN yang memilih UIN Maliki Malang mencapai 10.016 peserta. "Jadi, persaingannya cukup ketat, dengan rasio satu banding sembilan (1:9)," jelasnya.
Dr. Ahmad Fatah Yasin berharap agar semua peserta dapat mengikuti proses seleksi ini dengan baik dan lancar tanpa menghadapi kendala teknis apa pun. "Sebanyak 3.060 peserta UM PTKIN akan melaksanakan proses seleksi di UIN Maliki Malang," pungkasnya.
HUMAS UIN MALANG-Pelaksanaan Seleksi Serentak Masuk Universitas Negeri dan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (SSE UM-PTKIN) 2023 Panlok UIN Maulana Malik Ibrahim Malang telah dimulai. Acara ini diikuti oleh 3.060 peserta yang terbagi menjadi tiga sesi setiap harinya. Panlok UIN Maliki Malang telah menjadwalkan pelaksanaan UM PTKIN ini selama empat hari, dimulai dari Senin (29/5/2023) hingga Kamis (8/6/2023). Ketua Panlok UM PTKIN UIN Maliki Malang, H. Imam Ahmad, menjelaskan bahwa kuota jalur UM PTKIN ini mencapai 1.200 calon mahasiswa baru. Sementara sisanya akan diisi melalui jalur Mandiri tulis. Jumlah total pendaftar UM PTKIN secara keseluruhan di UIN Maliki Malang mencapai 10.016 peserta melalui pilihan 1, 2, dan 3. "Alhamdulillah, minat terhadap UIN Malang tetap tinggi dan memudahkan panitia seleksi dalam mencari mahasiswa yang berkualitas," ujarnya.
Pada hari pertama pelaksanaan tes SSE UM-PTKIN, tercatat 95 persen dari 801 peserta hadir mengikuti ujian. Sementara itu, terdapat 38 peserta yang tidak hadir pada hari pertama, yang tersebar di beberapa sesi. Sesi pertama memiliki 16 peserta yang tidak hadir, sesi kedua 13 peserta, dan sesi ketiga 10 peserta yang tidak hadir. "Jumlah tersebut masih dalam batas wajar karena 95 persen peserta hadir mengikuti seleksi UM PTKIN," tambahnya. Ketika ditanya tentang alasan ketidakhadiran peserta, H. Imam Ahmad menjelaskan bahwa peserta yang tidak hadir tidak memberikan keterangan apa pun. Oleh karena itu, panitia yang bertugas di sistem SAPA tidak dapat memberikan penjelasan mengenai alasan ketidakhadiran tersebut. "Mereka memang tidak memberikan konfirmasi apa pun terkait ketidakhadirannya," jelas H. Imam Ahmad. "Alhamdulillah, pelaksanaan UM PTKIN di UIN Malang hari ini berjalan dengan baik dan kami berharap besok akan lebih lancar dan siap untuk melaksanakan ujian UM PTKIN ini," harapnya. H. Imam Ahmad juga menyampaikan bahwa untuk pelaksanaan hari kedua, panitia akan memulai persiapan tepat pukul 06.30 WIB. Persiapan tersebut meliputi koneksi dengan zoom dan aplikasi kepanitiaan nasional. "Insya Allah, besok Gus Menteri akan berkomunikasi dengan panitia nasional dan lokal melalui zoom," terangnya.
HUMAS UIN MALANG - Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) di Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang terus menjadi primadona bagi calon mahasiswa jalur Ujian Masuk Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (UM PTKIN). Sebanyak 1547 peserta memilih Prodi PAI di UIN Maulana Malik Ibrahim Malang pada seleksi tahun ini. Senin (29/5/2023).
Menempati peringkat kedua, Fakultas Syariah juga tidak kalah diminati dengan jumlah peminat mencapai 1229 peserta. Sementara itu, posisi ketiga diduduki oleh Program Studi Hukum Ekonomi Syariah (Muamalah) dengan jumlah peserta sebanyak 904. Sisanya tersebar di sepuluh Program Studi lainnya yang ditawarkan.
Wakil Rektor Bidang Akademik Prof. Dr. Hj. Umi Sumbulah menyampaikan bahwa UM PTKIN ini merupakan jalur yang hanya membuka khusus untuk Prodi keagamaan saja, dan UIN Maliki Malang sudah membuka 13 Prodi dari jalur UM PTKIN 2023 ini. "Alhamdulillah total peminat dari pilihan pertama, kedua, dan ketiga mencapai 10.016 peserta," paparnya.
Sementara itu, Kepala Biro Administrasi Akademik dan Kemahasiswaan (AAKK), Dr. H. Barnoto, M.Pd.I, berharap hasil seleksi calon mahasiswa baru dari jalur UM PTKIN ini benar-benar dapat menghasilkan mahasiswa unggulan yang sesuai dengan visi kampus dalam menjadi perguruan tinggi Islam yang unggul dan bereputasi internasional. "Hal ini tentunya sejalan dengan visi kampus kita tercinta," paparnya.
Barnoto menjelaskan bahwa tes ini minimal dapat mengelompokkan calon mahasiswa yang memiliki prestasi dan keunggulan di bidang akademik dan keilmuan. Dengan demikian, diharapkan dari proses seleksi ini UIN Maliki Malang akan mendapatkan calon mahasiswa yang unggul, tidak hanya dalam aspek akademik, tetapi juga dalam karakter ulul albab, yaitu mereka yang berzikir, berfikir, dan beramal shaleh.
Karakteristik mahasiswa seperti ini menjadi harapan UIN Maliki Malang. Artinya, para calon mahasiswa UIN Maliki Malang diharapkan dapat menjadi contoh dan siap menjadi pemimpin bangsa di masa depan yang amanah serta senantiasa memegang tinggi sikap kejujuran, amanah, keadilan, dan kebijaksanaan. "Tentunya, untuk mencapai tujuan mulia ini, UIN Maliki Malang harus selektif dalam memilih mahasiswanya melalui proses seleksi seperti jalur UM PTKIN ini," tambahnya.
Diharapkan bahwa dengan adanya proses seleksi yang ketat ini, UIN Maliki Malang akan dapat melahirkan generasi mahasiswa yang berkualitas, berkomitmen terhadap agama, dan mampu berkontribusi positif dalam masyarakat serta menjadi pemimpin masa depan yang dapat memajukan bangsa dan negara.
FOKUS: Peserta UM PTKIN mengikuti ujian seleksi sesi 1 di ruang laboratorium komputer Fakultas Saintek lt.3, Senin (29/5/2023).
HUMAS UIN MALANG - Pelaksanaan Ujian Masuk Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (UM-PTKIN) tahun 2023 dilaksanakan secara serentak oleh 59 PTKIN di seluruh Indonesia. Jumlah total peserta yang mengikuti ujian ini mencapai angka yang cukup signifikan yaitu mencapai 40.006 peserta dari seluruh Indonesia. Senin (29/5/2023).
Dalam keterangannya, Prof. Dr. H. Nizar Ali, M.Ag, Sekretaris Jenderal Kementerian Agama RI, menjelaskan bahwa seleksi UM-PTKIN merupakan pola seleksi yang dilakukan secara bersama oleh 59 PTKIN (UIN, IAIN, STAIN) dan PTN dengan Program Studi Keagamaan yang mendapatkan izin operasional dari Kementerian Agama RI.
Seleksi dilakukan melalui ujian tulis berbasis Sistem Seleksi Elektronik (SSE) yang diselenggarakan secara serentak di seluruh Perguruan Tinggi yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia. Prof. Nizar menjelaskan bahwa pelaksanaan seleksi ini merupakan bagian dari upaya Kementerian Agama melalui Direktorat Jenderal Pendidikan Islam untuk melakukan perbaikan melalui pintu masuk PTKIN.
"Untuk mendapatkan mahasiswa yang baik dan berkualitas, proses seleksi masuk perguruan tinggi sangat penting. Ini sebagai kontrol terbaik untuk melakukan pemetaan sekaligus melihat prestasi mahasiswa," paparnya. Selain itu, proses seleksi ini juga memberikan gambaran mengenai minat mahasiswa di setiap program studi yang tersedia di PTKIN.
Prof. Nizar juga berharap agar setiap perguruan tinggi dapat melakukan evaluasi terhadap program studi yang memiliki minat pendaftar yang rendah. Evaluasi ini bukanlah untuk menghapus program studi tersebut, melainkan untuk mengambil langkah-langkah agar program studi tersebut dapat kembali menarik minat calon mahasiswa baru.
"Program studi yang kurang diminati dapat memberikan peluang beasiswa bagi calon mahasiswa, sehingga mereka tertarik untuk memilih program beasiswa tersebut," tambahnya.
Sementara itu, dalam pelaksanaan UM-PTKIN di Panlok UIN Maliki Malang, Prof. Dr. H.M. Zainuddin, MA, menjelaskan bahwa pelaksanaan ujian berjalan dengan lancar dan tertib. Panitia juga sigap memberikan bantuan dan petunjuk kepada peserta yang membutuhkan.
"Jumlah peserta UM-PTKIN yang mengikuti ujian di UIN Maliki Malang mencapai 3060 peserta," ungkap Prof. Zainuddin.
Dalam hal jumlah pendaftar, UIN Maliki Malang mencatat angka 10.016 peserta yang memilih untuk kuliah di perguruan tinggi tersebut. Jumlah ini merupakan total pilihan pertama, kedua, dan ketiga dari para pendaftar. Prof. Zainuddin menyambut dengan gembira peningkatan minat masyarakat terhadap UM-PTKIN setiap tahunnya.
Menyikapi kuota penerimaan melalui jalur UM-PTKIN, Prof. Zainuddin menyampaikan bahwa pihaknya telah menyiapkan 50 persen dari kursi yang tersedia. Namun, meskipun minat pendaftar sangat tinggi, UIN Maliki Malang tidak dapat menerima lebih dari lima ribu peserta. Keputusan ini disesuaikan dengan kapasitas ma'had yang ada.
"Kedepannya, jika ma'had kampus 3 sudah selesai, UIN Maliki Malang berharap dapat menambah kuota penerimaan mahasiswa baru lebih dari lima ribu mahasiswa. Kapasitas ma'had kampus 3 direncanakan untuk menampung 4000 mahasiswa baru," jelas Prof. Zainuddin.
Dengan pelaksanaan UM-PTKIN yang dilakukan secara serentak di seluruh Indonesia, diharapkan dapat terpilih calon mahasiswa yang berkualitas dan berkompeten dalam bidang keagamaan Islam. Proses seleksi ini diharapkan juga dapat memberikan informasi yang berguna bagi perguruan tinggi dalam melakukan peningkatan kualitas pendidikan dan minat peminat di berbagai program studi yang ditawarkan.