SIMBOLIS: Rektor UIN Maliki Malang Prof Dr. H.M. Zainuddin MA secara simbolis menyerahkan hibah kursi kepada Yayasan Mamba'us Solihin, Gresik. Selasa (16/5/2023).
HUMAS UIN MALANG-Rektor Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang Prof. Dr. H.M. Zainuddin, MA siang ini menyerahkan hibah Barang Milik Negara (BMN) berupa kursi kayu kuliah yang dihibahkan kepada 14 Lembaga yang bermitra dengan UIN maulana Malik Ibrahim Malang, Selasa (16/5/2023).
Lembaga yang bermitra dengan UIN Maliki Malang berasal dari beberapa daerah, mulai dari Surabaya, Gresik, Kediri dan Malang sendiri. Serah terima hibah BMN kali ini berlangsung di ruang rapat gedung Rektorat lt.3.
Prof. Zainuddin dalam sambutannya menyampaikan setidaknya ada 831 kursi kuliah yang akan dihibahkan kepada yayasan dan lembaga pendidikan. Proses hibah BMN ini tentu berdasarkan pada Peraturan Menteri Keuangan (PMK) nomor 4/PMK.06/2015 tentang pendelegasian kewenangan dan tanggung jawab tertentu dari pengelola barang kepada pengguna barang serta Keputusan Menteri Agama nomor 607 tahun 2020 tentang pelimpahan sebagian wewenang dan tanggungjawab pengguna barang kepada kuasa pengguna barang dalam pengelolaan barang milik negara. "Jadi itu yang menjadi dasar BMN ini bisa dihibahkan," jelasnya.
BMN berupa kursi kuliah tersebut diperoleh dengan pembelian BMN mulai Tahun 1992 sampai Tahun 2018 dalam kondisi masih layak digunakan. "Semoga barang yang bapak ibu terima bisa dimanfaatkan untuk kepentingan pendidikan di lembaga bapak ibu," harap Prof. Zainuddin.
Selain itu, Rektor juga menginformasikan sekaligus minta doa atas kelancaran proses pembangunan kampus tiga UIN Maliki Malang yang tengah berlangsung. Prof. Zainuddin menjelaskan insyaallah bangunan gedung ma'hadnya Juli diusahakan sudah selesai. "Sehingga Agustus sudah bisa ditempati para mahasiswa baru UIN Maliki Malang," paparnya.
Sekali lagi, tambah dia, permintaan doa ini jangan diartikan transaksional, siapapun tamu yang hadir disini (UIN Maliki malang, red) selalu dimintai doanya.
"Terima kasih dan mohon maaf saat ini UIN Maliki Malang hanya masih bisa menghibahkan kursi dan insyaallah layak dan sangat kuat," pungkasnya.
Hal senada juga disampaikan Karo AUPK Dr. H. Ahmad Hidayatullah, M.Pd bahwa proses hibah BMN ini perlu adanya persetujuan dari Kanwil Kemenag Jatim
Ini dalam rangka untuk memberikan manfaat kepada lembaga pendidikan yang sudah kerjasama dengan UIN Maliki Malang. "Insyaallah barang yang diberikan ini layak pakai semua," paparnya.
Tahapan berikutnya, UIN Maliki Malang ini baru pertama kali melakukan proses hibah barang BMN, ini merupakan proses pembelajaran bagi UIN Maliki Malang. "Yang penting kita telah melakukan prosedur yang benar dan tidak menyalahi aturan," tegasnya.
Semoga, tambah dia, barang-barang yang dihibahkan ini bisa memberikan kemanfaatan yang lebih kepada lembaga dan yayasan yang menerima barang BMN ini. "Sekali lagi semoga kursi yang berjumlah 831 unit ini bisa memberikan manfaat yang lebih," harapnya.
UIN MALANG-Mencapai indeksasi Scopus masih menjadi target utama para pengelola jurnal, termasuk juga jurnal di UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Pasalnya, terindeks Scopus artinya, jurnal akan makin mencapai cakupan pembaca dan calon penulis yang lebih luas. Namun, karena statusnya yang mengglobal, pengelola jurnal perlu menginternasionalisasi jurnal asuhannya. Salah satunya, memastikan kualitas tinggi penggunaan Bahasa Inggris di seluruh artikel, atau setidaknya minim kesalahan. Problem ini disinggung oleh pemateri utama Workshop Peningkatan Grade Jurnal dan Indeksasi Scopus, Ridwan Arifin, SH., LL.M. di Ruang LPM Gedung Rektorat lt. 4 UIN Malang, Selasa (16/5). Ridwan menuturkan, sudah menjadi rahasia umum jika hambatan jurnal-jurnal di Indonesia untuk menuju indeksasi internasional ialah rendahnya kualitas bahasa asing. Istilah "Poor English" sering dituliskan pihak Scopus saat harus menuliskan alasan penolakan. Maka, ia mewanti-wanti agar pengelola jurnal yang berniat mengajukan indeksasi di lembaga indeks internasional untuk lebih teliti saat proses proofreading naskah.
Selain kualitas bahasa asing, lanjut Ridwan, substansi naskah harus mendapat perhatian utama. "Khususnya di judul dan isi abstrak karena bisa jadi tim CSAB (Content Selection & Advisory Board) Scopus akan lebih fokus menilai dua hal itu sebelum masuk ke konten naskah," ujar dosen dari Universitas Negeri Semarang itu. Segala hal yang harus ada dalam abstrak, harus dituliskan sebagai simpulan dari keseluruhan artikel. Ia menambahkan, pihak Scopus tidak ingin ada beberapa jurnal dalam satu instansi dengan Focus and Scope yang sama. Hal ini akan membuat kesan jurnal kurang eksklusif dan terarah karena ada jurnal lain yang juga memiliki cakupan yang serupa. Dalam kesempatan itu, narasumber juga membuka sesi tanya-jawab dengan para pengelola jurnal UIN Malang. Ridwan berbagi pengalamannya selama mengelola Journal of Indonesian Legal Studies di kampusnya dari awal hingga terindeks Scopus. Workshop yang digagas oleh wakil rektor Bidang Akademik ini diikuti oleh seluruh pengelola jurnal di UIN Malang. Selama sehari, para pengelola akan menerima beragam materi untuk perbaikan kualitas jurnal. (nd)
UIN MALANG-Menanggapi fenomena penggeseran nama penulis utama di karya tulis ilmiah, Ketua Rumah Jurnal Dr. Rohmani Nur Indah, M.Pd. memberikan opininya. Hal yang sering terjadi dan dihadapi pengelola jurnal ini harus ditindak tegas karena berkaitan dengan kode etik bagi dosen. Dalam sambutan pembukanya dalam Workshop Peningkatan Grade Jurnal dan Indeksasi Scopus di Ruang LPM Gedung Rektorat lt. 4, Selasa (16/5), ia meminta seluruh pengelola jurnal untuk mengantisipasi isu tersebut dan menuliskan dengan tugas aturan serta sanksi di jurnalnya masing-masing. Indah melanjutkan, tugas pengelola jurnal bukan hanya sekadar mengolah tulisan hingga terbit. Tugas lainnya ialah sebagai penegak hukum dalam bidang kode etik dosen. Oleh karena itu, pengelola harus teliti dalam menerima artikel yang masuk. Jika terjadi pelanggaran, maka imbasnya ialah penurunan imej dan kualitas jurnal. Selain itu, Indah juga menyinggung perkembangan produk AI (Artificial Intelligent). Teknologi AI berimbas juga pada jurnal. Tulisan-tulisan hasil buatan AI membuat pengurus jurnal untuk makin selektif memilih tulisan yang masuk. Ada hal-hal negatif dari produk AI yang harus diantisipasi. "Namun bukan berarti produk AI ini negatif terus. Hal positifnya ialah pengurus jurnal bisa memanfaatkan AI untuk upgrade kualitas jurnal," tutur dosen di Fakultas Humaniora itu. (nd)
MEMBANGGAKAN: Tim UIN Maliki Malang selebrasi usai dinobatkan meraih perak dalam ajang World Young Inventors Exhibition (WYIE) 2023 di Kuala Lumpur, Malaysia.
HUMAS UIN MALANG - Ajang prestisius World Young Inventors Exhibition (WYIE) sukses diselenggarakan di Kuala Lumpur, Malaysia, pada tanggal 11-13 Mei 2023. WYIE merupakan sebuah platform yang bertujuan untuk mendorong inovasi di kalangan para pemuda, memperluas kemampuan kreativitas, dan membangkitkan pemikiran kritis melalui pengembangan ide inovatif serta implementasi karya-karya revolusioner. Tidak hanya itu, WYIE juga berperan penting dalam mengapresiasi peneliti dan inovator muda yang telah berdedikasi dalam pengembangan dan kemajuan inovasi, khususnya di Indonesia.
Dalam kompetisi kali ini, UIN Maulana Malik Ibrahim Malang mengirimkan sebuah tim yang terdiri dari mahasiswa yang berbakat dan berprestasi. Tim tersebut terdiri dari Edvin Eka Nur Rochim (Fakultas Psikologi), Maryana Hasibatul Afanah (Fakultas Saintek Program Studi Biologi), Ahmad Syahrul Adzim (Fakultas Humaniora Sasing), Moh. Nawalul Fawaid El Haqi (Fakultas Humaniora Sasing), Meril Nabila Sari (Fakultas Ekonomi), dan A. Afwan Rosyidi (Fakultas Syariah).
Karya inovatif mereka yang berjudul "BIMATAWA: Inovasi Kopi Sehat Kaya Antioksidan dan Rendah Kafein dari Biji Mangga (Mangifera indica) dan Daging Mahkota Dewa (Phaleria macrocarpa)" berhasil menarik perhatian juri. Kombinasi unik antara biji mangga dan daging mahkota dewa ini menghasilkan kopi sehat yang kaya akan antioksidan dan rendah kafein. Inovasi ini memiliki potensi untuk memberikan manfaat bagi kesehatan masyarakat secara luas.
Karya para mahasiswa inovatif UIN Maulana Malik Ibrahim Malang berhasil meraih medali perak dalam WYIE 2023. Prestasi mereka ini tidak bisa dianggap remeh, mengingat kompetisi yang diikuti oleh lebih dari 730 karya dari 19 negara yang berbeda. Peserta berasal dari Indonesia, Malaysia, Taiwan, Thailand, Korea, Uni Emirat Arab, China, Filipina, Bangladesh, India, Qatar, Arab Saudi, Hong Kong, Australia, Amerika Serikat, Laos, Vietnam, Oman, dan Irlandia.
Dengan meraih medali perak, Tim UIN Maulana Malik Ibrahim Malang telah membuktikan keunggulan dan potensi inovasi yang dimiliki oleh para mahasiswa Indonesia. Prestasi mereka juga memberikan inspirasi bagi generasi muda lainnya untuk berani berinovasi dan mengeksplorasi ide-ide baru yang dapat memberikan kontribusi positif dalam pengembangan teknologi dan ilmu pengetahuan. (jj)
SERIUS: Tim Humas UIN Malang menyimak paparan materi jurnalistik yang disampaikan Didik Harianto di kantor Radar Malang, Senin (15/5).
HUMAS UIN MALANG-Tim Humas Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang berkunjung ke kantor Jawa Pos Radar Malang di Jalan Kawi 11B Malang, Senin (15/5). Kedatangan tim Humas UIN Maliki Malang ini dalam rangka sharing session untuk pendalaman materi jurnalistik.
Kasubag Humas UIN Malang M. Fathul Ulum mengatakan kehadiran tim humas ini untuk belajar lebih dalam tentang penulisan jurnalistik. "Untuk itu, kami ingin mendalami unsur 5W+1H yang menjadi pedoman utama dalam penulisan jurnalistik ini," katanya.
Hal ini, ucapnya, untuk menyiapkan tim Humas UIN Malang agar lebih siap dalam bertugas di lapangan. Kemampuan jurnalistik ini, sudah menjadi kewajiban yang harus dimiliki oleh seluruh tim humas. Pasalnya, tuntutan di era digital ini humas dituntut peka terhadap persoalan publikasi di segala media. Baik Youtube, FB, Instagram, Tiktok dan juga website. "Intinya kami ingin belajar dan bisa mandiri dan selalu siap menjalankan tugas kehumasan di UIN Maliki Malang," paparnya.
Sementara itu, Didik Harianto Wakil Manager Radar Kanjuruhan (Radar Malang) menjelaskan tuntutan humas saat ini tidak hanya menjadi publisher. Akan tetapi, juga harus berperan menjadi marketer juga. "Hal ini harus dipahami sehingga humas bisa mengambil langkah strategis untuk membawa lembaganya maju dan dikenal baik di hati masyarakat," terangnya.
Ia mengambil contoh, kegiatan sederhana yang jarang dilakukan tapi berdampak positif kepada kampus. Seperti yang pernah dilakukan oleh salah satu kampus swasta di Malang yang mengundang siswa SD mengenal kampus. Kegiatan seperti ini cukup efektif untuk mengenalkan kampus kepada anak-anak yang tentunya kelak akan menjalani pendidikan lanjutan di bangku kuliah. "Meski SD, akan tetapi mereka memiliki memori yang kuat. Sehingga kelak saat lulus SMA dan masuk ke jenjang kuliah mereka memiliki memori yang baik tentang kampus tersebut," terang Didik.
Soal materi kejurnalistikan, Didik menegaskan bahwa tidak semua informasi bisa dijadikan berita. Namun, setiap berita pasti mengandung informasi. Menulis berita itu, tambahnya, kuncinya yaitu mengandung unsur 5W+1H, jika komponen ini terpenuhi tugas seorang jurnalis tinggal menyusun sesuai dengan akidah penulisan jurnalistik. "Saya yakin setiap pewarta itu memiliki gaya menulis yang berbeda. Akan tetapi aturannya tetap mengacu pada 5W+1H," pungkasnya. (aja/did)
Meril Nabila Sari, mahasiswi program studi Manajemen angkatan 2019 meraih medali perak dalam World Young Investors Exhebition (WYIE) 2023 di Malaysia. Mahasiswi asal Ponorogo ini berhasil melakukan penemuan di bidang pertanian yakni dari kopi yang terbuat dari biji buah mangga madu dicampur buah mahkota dewa, keunggulannya adalah memiliki rendah kafein dibanding biji kopi biasa.
WYIE diselenggarakan dengan tujuan mendorong para inevator muda untuk berani mengeksplorasi kemampuan kreativitas dan berpikir kritis melalui pemunculan ide kreatif serta menciptakan karya inovatif. WYIE juga bertujuan untuk mengapresiasi para peneliti dan inovator muda yang telah mendedikasikan diri mereka dalam pengembangan dan kemajuan inovasi di Indonesia.
World Young Inventors Exhibition (WYIE) dilaksanakan di Malaysia secara online. WYIE Competition merupakan kompetisisi inovasi/penemuan yang mempunyai tujuan untuk mempromosikan semangat kreativitas dan hasil penemuan para penemu muda.
HUMAS UIN MALANG-Apel pagi pegawai Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang dipimpin langsung Kabiro AAKK Dr. H. Barnoto, M.Pd.I. Senin (15/5).
Setiap apel pagi para pimpinan tidak pernah lelah untuk selalu mengingatkan untuk bekerja disiplin dan tetap produktif dalam menjalankan tugas.
Untuk menunjang itu semua perlu menjaga sehat hati, sehat pikiran, dan juga sehat lisan, tiga hal itu akan berdampak pada keharmonisan dan produktifitas dalam bekerja.
Menjalankan tugas dalam bekerja, tambah dia, setidaknya ada empat hal yang harus di perhatikan yaitu disiplin dengan jam kerja sesuai dengan peraturan yang berlaku. Jam dinas di UIN Maliki Malang memiliki 5 hari kerja dan perturan jam kerja yang berlaku di kampus ini harus di taati. "Yang terpenting bisa memanfaatkan jam kerja tersebut dengan baik," paparnya.
Waktu yang tersedia tersebuta harus bisa diisi dengan hal-hal yang produktif agar senantiasa membawa keberkahan dan manfaat bagi lembaga ini.
Kedua disiplin dengan job description ini harus dijalankan dengan sebaik mungkin. Tentunya tugas pokok dan fungsinya disesuaikan dengan satuan kerjanya. Untuk itu, keberadaan job description ini merupakan bagian dari perencanaan dalam setiap lembaga untuk mencapai target yang diinginkan bersama. "Oleh karena itu mohon kerjasamanya yang sungguh-sungguh agar apa yang menjadi target utama kampus ini menuju world class university bisa tercapai," pintanya.
Selain itu, disiplin dalam membuat laporan dari setiap pekerjaan tugas dan fungsinya masing-masing juga harus menjadi prioritas delam setiap pekerjaan yang sudah direncanakan. Laporan kinerja itu tidak bisa diabaikan begitu saja, karena setiap kegiatan yang menggunakan anggaran belanja negara tentu dibutuhkan laporan yang bisa dipertanggung jawabkan. "Untuk itu, dibutuhkan disiplin juga dalam soal pelaporannya, pasalnya, laporan ini tidak hanya di dunia saja akan tetapi di akhirat pun nanti juga akan dimintai pertanggungjawabannya. Untuk itu, lakukan sekecil apapun pekerjaan itu dengan penuh amanah," pesannya.
UIN MALANG-Rapat Terbuka Senat UIN Maulana Malik Ibrahim Malang atau yang lebih familiar disebut Prosesi Wisuda digelar untuk yang kedua kalinya di tahun 2023, Sabtu (13/5). Pada momen yang diselenggarakan di Gedung Sport Center tersebut, Wakil Rektor Bidang Akademik, Prof. Dr. Umi Sumbulah, M.Ag. membacakan laporan wisudawan di hadapan seluruh hadirin. Menurut informasi yang dibacakan Prof. Umi, sebanyak 62,3% dari 800 mahasiswa yang diwisuda hari ini, lulus dengan nilai Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) berpredikat Cumlaude. Artinya, sebanyak 499 wisudawan, baik dari jenjang Sarjana (S1), Magister (S2), maupun Doktor (S3) mendapatkan nilai IPK di atas 3,51. Jika dirinci, jumlah peraih IPK predikat Cumlaude, yakni dari jenjang S1 sebanyak 441 mahasiswa, S2 sebanyak 55, dan S3 sebanyak 3 orang. Pada momen wisuda kedua tahun ini, Prof. Umi mewakili rektor yang berhalangan hadir untuk meresmikan dengan simbolik kelulusan mahasiswa secara luring. Sementara itu, rektor pun turut melakukan hal yang sama secara daring, melalui video. Masih dari laporan akademik yang dibacakan wakil rektor bidang kemahasiswaan, masa studi yang ditempuh oleh para wisudawan sangat beragam. Untuk wisudawan gelar sarjana sendiri didominasi oleh mahasiswa yang berhasil lulus dalam sembilan semester, dengan total 470 orang. Seperti beberapa periode sebelumnya, peserta kelulusan ini masih didominasi oleh wisudawati sebanyak 477.
Sementara itu, 800 total mahasiswa yang diwisuda pada periode kedua tahun 2023, dapat dirinci sebagai berikut. Wisudawan dari jenjang sarjana berjumlah 720, jenjang magister sebanyak 71, sementara jenjang doktor sejumlah 9. Fakultas Sains dan Teknologi mendominasi jumlah peserta wisudawan kali ini dengan jumlah 291. Wajar, mengingat jumlah jurusan di fakultas tersebut juga terbilang banyak. Selanjutnya, Fakultas Humaniora yang memiliki dua jurusan mewisuda 115 mahasiswanya. Fakultas Syariah dan Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan masing-masing meluluskan 113 dan 107 mahasiswa-mahasiswinya. Sementara itu, Fakultas Ekonomi menghasilkan 40 lulusan, Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan sejumlah 34, serta Fakultas Psikologi sebanyak 20 wisudawan. (nd)
UIN MALANG-Ketua Senat, Prof. Dr. Muhtadi Ridwan memimpin rapat senat sebelum pelaksanaan Wisuda Periode ke-2 Tahun 2023 UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Sabtu (13/5). Ia menyatakan rasa terima kasihnya kepada para anggota senat universitas yang dengan tulus meluangkan waktu untuk menyaksikan seremoni dan melepas mahasiswa yang selesai menempuh masa studinya di kampus berlogo Ulul Albab ini. Prof. Muhtadi menuturkan bahwa wisuda adalah momen yang akan selalu istimewa di kampus manapun. Pasalnya, acara seremonial kelulusan peserta didik universitas ini sangat dinanti, baik oleh mahasiswa maupun orang tua atau walinya. "Maka tidak berlebihan kalau para anggota senat juga harus memprioritaskan momen sakral ini," jelasnya. Ia pun mengajak seluruh anggota senat yang hadir saat itu untuk menundukkan kepala dan mendoakan para wisudawan. Anggota senat UIN Malang berdoa agar seluruh ilmu yang dipelajari wisudawan selama di perkuliahan bermanfaat dan dapat digunakan untuk membangun masyarakat yang lebih baik. Tak hanya itu, ia harap agar para orang tua dan wali wisudawan merasa bangga dapat mengantarkan putra-putrinya hingga momen kelulusan perguruan tinggi. Pada momen kelulusan kedua di UIN Malang ini, rektor, yang sedianya meresmikan kelulusan mahasiswa, serta wakil rektor bidang kerjasama dan pengembangan lembaga dan wakil rektor bidang AUPK berhalangan hadir. Namun, ketidakhadiran beberapa pimpinan kampus ini tidak mengurangi khidmat prosesi wisuda. (nd)