MALIKI ISLAMIC UNIVERSITY - Kamis (27/11), Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang kembali menegaskan kiprahnya sebagai pelopor kampus hijau di Indonesia. Rektor UIN Malang, Prof. Dr. Hj. Ilfi Nur Diana, M.Si, meraih The Green Gateaway Award kategori "Leading The Great Campus and Eco-Pesantren" pada ajang Anugerah Times Indonesia 2025. Prestasi ini menjadi pengakuan atas kepemimpinan visioner dan komitmen kuat Prof. Ilfi dalam mengintegrasikan nilai keislaman dengan gerakan keberlanjutan lingkungan.
Sejak memimpin UIN Malang, Prof. Ilfi mendorong transformasi kampus berbasis ecotheology, konsep yang menggabungkan spirit keagamaan dengan tanggung jawab ekologis. Tidak hanya menjadi gagasan teoritis, pendekatan ini diwujudkan melalui kebijakan dan program nyata yang melibatkan seluruh sivitas akademika. Bahkan, Prof. Ilfi menuangkan gagasannya dalam buku berjudul "Eco-Teologi: Mewujudkan Green Campus dan Eco-Pesantren," yang kini menjadi rujukan penting bagi pengembangan kampus dan pesantren berwawasan lingkungan.
Di bawah kepemimpinannya, UIN Malang terus menguatkan langkah-langkah konkret dalam membangun kampus berkelanjutan: mulai dari pemanfaatan energi terbarukan seperti solar panel, pengelolaan ruang hijau yang terpadu, sistem efisiensi energi, hingga pengelolaan air yang lebih bertanggung jawab. Sivitas akademika juga aktif terlibat dalam kegiatan seperti gerakan bersih sungai, serta kampanye kebersihan dan pelestarian lingkungan sebagai bagian dari rutinitas kampus.
Tidak berhenti di lingkungan universitas, UIN Malang turut mendorong lahirnya gerakan eco-pesantren dengan melakukan program pendampingan pada berbagai pesantren. Konsep ini mengajak pesantren untuk menerapkan prinspip berkelanjutan dalam kehidupan sehari-hari, sekaligus memperluas kesadaran ekologis hingga ke masyarakat luas.
Menerima penghargaan ini, Prof. Ilfi menyampaikan bahwa capaian tersebut merupakan buah dari kerja bersama seluruh pihak di UIN Malang.
"Krisis lingkungan tidak bisa ditanggulangi oleh satu pihak saja. Ini memerlukan kerja kolektif: kampus, pesantren, pemerintah, dan masyarakat. Penghargaan ini saya dedikasikan untuk semua pihak yang telah bekerja bersama membangun budaya ekologis di UIN Malang," ujarnya.
Beliau juga menegaskan bahwa visi kampus hijau dan eco-pesantren tidak hanya bersifat jangka pendek, melainkan merupakan bagian dari gerakan peradaban.
"Dalam islam, menjaga bumi adalah amanah. Eco-teologi menjadi cara kita menghidupkan kembali nilai itu dalam konteks pendidikan modern," tambahnya.
Dengan diraihnya penghargaan bergengsi ini, UIN Malang kian memperkuat posisinya sebagai pusat pengembangan eco-teologi di Indonesia. Banyak pihak menaruh harapan bahwa di bawah kepemimpinan Prof. Ilfi, kampus ini akan terus menjadi inspirasi bagi institusi pendidikan lain dalam mengembangkan model kampus hijau dan eco-pesantren yang berkelanjutan.
MALIKI ISLAMIC UNIVERSITY - Sebagai bagian dari rangkaian The 10th ICIED, Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) UIN Malang menggelar Parallel Session: Scholars Talks dengan topik "Integrating Ecotheological Value into 21st Century Learning Innovations to Create Impactful Education." Sesi ini menghadirkan empat pembicara yang berasal dari latar belakang profesional berbeda, yaitu Prof. Taufiqurrahman, M.Pd, Prof. Esa Nur Wahyuni, M.Pd, M. Dwi Cahyono, S.Pd, dan Ida Fitri Anggraini, S.Pd., M.Pd.
Keberagaman latar belakang narasumber—mulai dari pengajar madrasah, researcher, hingga profesor—memberikan perspektif luas mengenai bagaiana nilai-nilai ekoteologi dapat ditanamkan dalam pembelajaran pada berbagai jenjang pendidikan.
Dalam paparannya, Prof. Taufiqurrahman yang merupakan profesor di bidang Bahasa Arab, menyoroti minimnya isu lingkungan dalam literatur dan pembelajaran bahasa Arab. Ia menegaskan urgensi memperkaya kajian ekoteologi, terutama di Indonesia.
"Indonesia dan Brasil memiliki kekayaan sumber daya alam yang luar biasa, tetapi justru sering mengalami kerusakan dan tidak mendapat manfaat optimal. Sebaliknya negara maju yang tidak sekaya Indonesia justru punya banyak hal."
Sementara itu, Prof. Esa Nur Wahyuni menjelaskan bahwa agar nilai ekoteologi benar-benar berdampak pada peserta didik, harus diperhatikan empat sistem yang memengaruhi perkembangan manusia, yaitu:
Mikrosistem — orang atau pihak yang terlibat langsung dengan anak.
Makrosistem — lingkungan yang tidak berinteraksi langsung tetapi memberi pengaruh.
Mesosistem — budaya atau pola hubungan yang terbentuk dalam lingkungan sosial.
Eksosistem — kebijakan pemerintah serta regulasi yang mendukung pendidikan ekologis.
Menutup sesi, Prof. Esa mengingatkan bahwa alam bukan sekadar objek, melainkan entitas yang harus diperlakukan setara dengan manusia.
“Pemerintah harus hadir melalui kebijakan yang memberdayakan. Lingkungan yang indah, aman, dan bersih harus dapat dinikmati semua orang tanpa biaya berlebih, karena alam adalah hak kita semua,” tegasnya.
Diskusi para narasumber menegaskan pentingnya pendidikan berwawasan ekoteologi sebagai langkah strategis dalam mengembangkan pembelajaran abad ke-21 yang tidak hanya inovatif, tetapi juga berkelanjutan dan berkesadaran ekologis. (kml)
MALIKI ISLAMIC UNIVERSITY - Pada sesi kedua rangkaian studi banding, Pusat Pengembangan Bisnis (P2B) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang melakukan kunjungan ke Direktorat Inovasi dan Usaha (DIU) Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). Kegiatan berlangsung di Ruang Sidang Utama Senat UNY pada pukul 14.00 WIB hingga selesai. Kunjungan ini bertujuan memperdalam pemahaman terkait manajemen unit bisnis perguruan tinggi, mempelajari praktik baik dalam pengelolaan layanan usaha, serta membangun kerja sama strategis antara kedua institusi. Kamis, 27 November 2025.
Rombongan P2B UIN Malang dipimpin oleh Dr. H. Suud Fuadi, M.E.I, bersama para pejabat struktural dan pengurus unit komersial. Mereka disambut oleh jajaran DIU UNY, termasuk Direktur DIU, Prof. Dr. Ahmad Nasrulloh, S.Or., M.Or., beserta sekretaris, staf ahli, tim adhoc, dan tenaga pendukung lainnya.
Agenda dimulai dengan sambutan, penyerahan cinderamata, hingga pemaparan profil DIU UNY yang memuat sistem inkubasi bisnis, mekanisme komersialisasi produk riset, dan model kemitraan dengan industri.
Prof. Ahmad Nasrulloh menyampaikan bahwa sinergi antarperguruan tinggi merupakan kunci pertumbuhan ekosistem inovasi nasional. “Kolaborasi seperti ini sangat penting untuk memperkuat peran perguruan tinggi sebagai pusat inovasi. Kami berharap kunjungan ini menjadi langkah awal kerja sama dalam pengembangan produk, inkubasi bisnis, dan komersialisasi hasil riset,” ujarnya.
Para pengurus baru P2B UIN Malang menilai UNY sebagai salah satu contoh kampus yang berhasil membangun sistem hilirisasi riset dan inovasi yang kuat. Hal ini akan menjadi referensi penting dalam merumuskan strategi pengembangan bisnis di UIN Malang.
Kepala P2B UIN Malang, Dr. Suud Fuadi, M.E.I, menegaskan bahwa kunjungan ini sangat berharga bagi penguatan tata kelola P2B ke depan. “Kami ingin memastikan bahwa setiap unit usaha kampus berjalan profesional, kompetitif, dan memberikan kontribusi signifikan bagi universitas. Studi banding ini menjadi fondasi kuat untuk membangun ekosistem bisnis kampus yang lebih inovatif,” ungkapnya.
Kunjungan ke UNY ini menutup rangkaian agenda studi banding P2B UIN Malang di Yogyakarta, sekaligus membuka peluang kerja sama lebih luas dalam inovasi, inkubasi bisnis, pengembangan produk, dan kemitraan strategis.
MALIKI ISLAMIC UNIVERSITY - Pusat Pengembangan Bisnis (P2B) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang memulai rangkaian studi bandingnya dengan berkunjung ke Pusat Pengembangan Bisnis UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta pada pukul 09.00–13.00 WIB. Kegiatan ini disambut langsung oleh pimpinan dan manajer unit bisnis UIN Sunan Kalijaga yang memaparkan model pengelolaan usaha kampus serta strategi optimalisasi aset yang selama ini berjalan dengan baik. Kamis, 27 November 2025.
Suasana diskusi berlangsung hangat dan produktif. Tim UIN Sunan Kalijaga menjelaskan berbagai program unggulan yang menjadi motor penggerak pendapatan non-SPP serta peran strategis unit bisnis dalam mendukung kemandirian kampus.
Sekretaris P2B UIN Sunan Kalijaga, Dr. Diah Ajeng Purwani, S.Sos., M.Si, menyampaikan apresiasinya atas kunjungan ini. “Kami berharap pertemuan ini tidak hanya menjadi pertukaran informasi, tetapi awal dari kolaborasi yang lebih konkret. Kita menghadapi tantangan yang sama dalam membangun unit usaha yang profesional dan berbasis nilai keislaman,” tuturnya.
Para pengurus baru P2B UIN Malang menilai kunjungan ini sangat kaya wawasan, terutama dalam membangun sistem bisnis kampus yang akuntabel, modern, dan berkelanjutan.
Kepala P2B UIN Malang, Dr. Suud Fuadi, M.E.I, mengungkapkan bahwa kegiatan ini menjadi momentum penting bagi para pengurus baru untuk merancang program kerja yang lebih adaptif dan inovatif. “Studi banding ini menjadi langkah awal untuk membangun P2B yang lebih kompetitif dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi universitas,” ujarnya.
Kunjungan ke UIN Sunan Kalijaga ini menjadi pijakan awal untuk menguatkan jejaring, membuka kemungkinan kolaborasi, serta menyusun strategi usaha kampus yang lebih progresif.
MALIKI ISLAMIC UNIVERSITY– Rektor UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Prof. Dr. Hj. Ilfi Nur Diana, M.Si, menyaksikan langsung pelantikan PPPK Tahap II di lingkungan UIN Maliki Malang, Kamis, 27 November 2025. Pelantikan ini merupakan bagian dari prosesi nasional yang digelar Kementerian Agama RI secara daring.
Usai pelantikan, Prof. Ilfi langsung memberikan arahan tegas kepada para PPPK yang baru menerima Surat Keputusan. Ia mengingatkan bahwa status sebagai ASN bukan sekadar pengakuan administratif, melainkan amanah yang harus melahirkan dampak nyata.
Mantan Wakil Rektor Bidang AUPK itu menekankan empat sikap utama yang wajib dimiliki seluruh dosen dan tenaga kependidikan PPPK. Pertama, perilaku citizenship atau semangat saling membantu dan gotong royong demi kepentingan bersama. Ia menilai budaya tolong-menolong merupakan fondasi utama bagi kemajuan lembaga.
Kedua, kesungguhan atau conscientiousness dalam bekerja. PPPK diminta untuk tidak sekadar bekerja sesuai standar, tetapi melampaui ekspektasi. Menurutnya, lembaga akan sulit berkembang jika SDM tidak memiliki sikap ikhlas dan kesadaran bekerja secara sukarela.
Ketiga, menjaga sikap kerja agar tidak memicu konflik di lingkungan kerja. Prof. Ilfi juga mengingatkan agar tidak membiasakan diri mengeluh di jam kerja. Ia menilai kebiasaan tersebut menjadi tanda ketidakbahagiaan dan bahkan bisa berdampak pada kesehatan.
Keempat, seluruh PPPK diminta aktif berkontribusi bagi masyarakat. Keberadaan UIN Maliki Malang harus benar-benar dirasakan manfaatnya secara langsung oleh publik. Ia juga mengingatkan agar pegawai tidak mudah mengikuti informasi yang tidak benar serta tidak ikut menyebarkan hoaks.
“Jika belum bisa menambah nilai baik bagi UIN Maliki Malang, minimal jangan menyebarkan informasi yang tidak benar,” pesannya. Apalagi, status PPPK kini sudah resmi sebagai ASN yang kinerjanya akan dimonitor secara ketat oleh masing-masing satuan kerja. Kinerja yang dinilai buruk, tegasnya, akan menjadi bahan evaluasi.
Di akhir arahannya, Prof. Ilfi mengajak seluruh PPPK meluruskan niat bekerja sebagai bentuk ibadah dan bekal di akhirat. Ia menegaskan bahwa rezeki tidak selalu berbentuk materi, tetapi juga kesehatan dan keberkahan hidup yang patut disyukuri.
Pelantikan PPPK Tahap II ini menjadi momentum penting bagi penguatan kualitas sumber daya manusia di UIN Maliki Malang. Harapannya, ASN baru ini mampu menjadi motor penggerak perubahan yang positif dan berkelanjutan.
MALIKI ISLAMIC UNIVERSITY - Upaya peningkatan kualitas tata kelola di lingkungan Perguruan Tinggi Keagamaan Negeri (PTKN) kembali menjadi perhatian utama. Bertempat di Ruang Senat, Rektorat Lantai 4, diselenggarakan Focus Group Discussion (FGD) bertema “Isu Kualitas Pengawasan & Pengembangan SDM” yang melibatkan 39 peserta dari berbagai institusi PTKN di seluruh Indonesia Kamis, 27 November 2025.
Acara ini menghadirkan perwakilan dari Inspektorat Jenderal Kementerian Agama RI, para Kepala dan Sekretaris Satuan Pengawas Internal (SPI), serta delegasi dari UIN, IAIN, IAKN, hingga STABN. Kehadiran lintas institusi ini menjadikan FGD sebagai ruang strategis dalam memperkuat kolaborasi dan pertukaran gagasan mengenai pengawasan internal serta pengembangan sumber daya manusia di PTKN.
Dalam diskusi tersebut, peserta menekankan pentingnya inovasi pengawasan yang adaptif mengikuti perkembangan zaman, serta pengembangan SDM yang berkelanjutan untuk mendukung tata kelola yang lebih akuntabel. Salah satu peserta menyampaikan bahwa pengawasan yang kuat dan SDM yang kompeten merupakan fondasi penting dalam meningkatkan kualitas layanan pendidikan tinggi keagamaan.
FGD ini menjadi momentum penting bagi PTKN untuk merumuskan langkah-langkah konkret dalam memperkuat sistem pengawasan internal sekaligus meningkatkan kapasitas SDM sebagai pendorong utama kemajuan institusi.
Melalui kegiatan ini, diharapkan lahir rekomendasi dan strategi implementatif yang dapat diadopsi oleh seluruh PTKN dalam upaya membangun tata kelola yang lebih profesional, transparan, dan kompetitif, sehingga kualitas layanan pendidikan kepada masyarakat semakin optimal.
MALIKI ISLAMIC UNVERSITY - Rabu sore, (26/11), cahaya lampu panggung di Graha Cakrawala memantul lembut pada barisan tamu undangan. Tepuk tangan panjang pecah ketika nama Rektor UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Prof. Dr. Hj. Ilfi Nur Diana, M.Si., diumumkan sebagai penerima penghargaan Visionary Leadership in Campus and Pesantren Development pada ajang Radar Malang Awards 2025.
Penghargaan tersebut diberikan sebagai pengakuan atas kepemimpinan visioner Prof. Ilfi dalam memperkuat integrasi pendidikan tinggi dengan tradisi pesantren. Dua pilar ini sejak awal menjadi identitas kuat UIN Malang. Di tengah derasnya arus modernisasi, model integrasi ini dinilai mampu melahirkan ekosistem pendidikan yang seimbang antara keilmuan modern dan pembentukan karakter spiritual.
UIN Malang dikenal sebagai kampus yang menjadikan Ma’had sebagai pusat pembinaan mahasiswa. Bukan sekadar asrama, Ma’had menjadi ruang hidup yang menempa kedisiplinan, kecintaan pada ilmu, dan nilai-nilai Islam dalam keseharian mahasantri. Konsep inilah yang menjadikan UIN Malang rujukan nasional dalam penyatuan kampus dan pesantren.
“Penghargaan ini hadir karena UIN Malang terus mengembangkan proses pembelajaran yang memadukan kekuatan kampus dan pesantren. Semua ini kami lakukan agar lulusan memiliki karakter kuat, kedalaman spiritual, keagungan akhlak, keluasan ilmu, dan kematangan profesional,” ujar Prof. Ilfi dalam sambutannya.
Pesantren, menurut Prof. Ilfi, adalah lembaga pendidikan mandiri yang telah berabad-abad membentuk peradaban umat. Fungsinya melampaui ruang kelas, sebagai pusat dakwah, pembinaan moral, dan pengembangan masyarakat. Karena itu, membangun sinergi antara kampus dan pesantren bukan hanya pilihan, melainkan kebutuhan strategis.
Kampus memiliki kekuatan sumber daya akademik, riset, dan pengabdian masyarakat. Sementara pesantren memiliki jaringan sosial luas dan kedekatan langsung dengan masyarakat dari berbagai daerah di Indonesia.
“Mengembangkan pesantren sama halnya dengan mengembangkan masyarakat secara keseluruhan, karena santri berasal dari seluruh penjuru Nusantara,” jelasnya.
Lebih jauh, integrasi tersebut tidak berhenti pada pembinaan mahasantri di Ma’had. Berbagai program pemberdayaan pesantren kini terus diperluas melalui kegiatan pengabdian masyarakat dan KKM mahasiswa.
“Kampus harus hadir dan berdampak bagi masyarakat, bangsa, dan dunia,” tegas Prof. Ilfi.
Penghargaan ini semakin meneguhkan posisi UIN Malang sebagai kampus dengan tradisi akademik dan spiritual yang terjalin erat. Konsep Ulul Albab yang menggabungkan ilmu, akhlak, dan kedalaman spiritual dinilai menjadi jawaban atas tantangan zaman yang membutuhkan generasi yang bukan hanya cerdas, tetapi juga bermoral kokoh.
Pada penghujung acara, ketika tepuk tangan kembali memenuhi ruangan, penghargaan tersebut menjadi penanda perjalanan panjang UIN Malang menegakkan tradisi keilmuan yang berakar kuat sekaligus memandang jauh ke depan. Kampus ini berkomitmen melahirkan generasi yang siap memberi kontribusi bermakna bagi masyarakat dan peradaban global.
MALIKI ISLAMIC UNIVERSITY - Fakultas Ekonomi UIN Maulana Malik Ibrahim Malang kembali mencatatkan prestasi akademik melalui penyelenggaraan Maliki International Competition of Economic and Business (MICEBIS) 2025 yang berlangsung secara online. Ajang ilmiah internasional ini berhasil menarik minat peserta dari berbagai negara, termasuk Filipina dan Vietnam, memperkuat posisi MICEBIS sebagai kompetisi bereputasi di kancah global. Kamis, 27 November 2025.
Tahun ini, panitia menerima puluhan paper dari tiga kategori utama: Essay, Business Plan, dan Equity Research. Berdasarkan data peminat lomba, kategori Essay menjadi yang paling diminati, diikuti Equity Research dan Business Plan. Hal ini menunjukkan tingginya antusiasme mahasiswa dalam menyampaikan gagasan analitis dan argumentatif di tingkat internasional.
Sementara itu, dari sisi persebaran negara, peserta didominasi oleh mahasiswa Indonesia (90%), disusul Malaysia (7%), Vietnam (2%), dan Filipina (1%). Meski proporsinya berbeda, kehadiran mahasiswa dari berbagai negara ini menegaskan bahwa MICEBIS telah berhasil menjadi platform akademik yang inklusif dan terbuka secara global.
Dalam sambutannya, Dekan Fakultas Ekonomi UIN Maulana Malik Ibrahim Malang mengapresiasi kehadiran peserta dari berbagai negara dan menegaskan nilai strategis MICEBIS dalam membangun jaringan akademik lintas batas.
“Ini adalah lomba internasional—kita kedatangan peserta dari Filipina dan Vietnam. Acara ini bukan hanya ajang kompetisi, tetapi juga sarana silaturahim dan pertukaran wawasan di antara para akademisi muda. Kami berharap kegiatan ini dapat menjadi dasar kerja sama, kemitraan, dan sinergi program-program ke depan,” ujar beliau.
Dekan juga menambahkan bahwa para peserta memiliki potensi besar untuk menjadi generasi pemimpin masa depan. “Saya yakin mahasiswa yang hadir dalam ajang ini memiliki wawasan luar biasa yang suatu hari nanti mampu membangun bangsa dan berkontribusi bagi dunia,” tambahnya
Sebanyak 34 finalis terpilih untuk mempresentasikan karya terbaik mereka secara daring. Mereka berasal dari berbagai kampus di seluruh Indonesia, membawa ide-ide inovatif dalam bidang ekonomi hijau, keuangan syariah, riset pasar modal, hingga bisnis berkelanjutan.
Kompetisi tidak hanya menilai kualitas gagasan, tetapi juga kemampuan finalis mempertahankan ide melalui sesi presentasi dan tanya jawab bersama para juri yang berasal dari kalangan akademisi, analis pasar modal, praktisi UMKM, dan profesional industri digital.
Melalui penyelenggaraan MICEBIS 2025, Fakultas Ekonomi UIN Malang berharap dapat memperluas kontribusi akademik dalam ranah internasional. Kehadiran peserta mancanegara, ditambah tingginya minat kategori riset seperti Equity Research, menunjukkan bahwa kompetisi ini semakin relevan di tengah kebutuhan akan SDM global yang inovatif, kompeten, dan responsif terhadap isu keberlanjutan.
MALIKI ISLAMIC UNIVERSITY - Fakultas Ekonomi UIN Maulana Malik Ibrahim Malang kembali menggelar ajang ilmiah bergengsi Maliki International Competition of Economic and Business (MICEBIS) 2025 yang tahun ini memasuki babak puncak. Digelar secara online, acara ini mempertemukan 34 finalis dari berbagai kampus di seluruh Indonesia untuk mempresentasikan karya terbaik mereka. Kamis 27 November 2025.
Para finalis berkompetisi dalam empat kategori: International Essay Competition, Business Plan International, Equity Research International, dan Pameran Poster Ilmiah. Keempat cabang lomba ini menjadi ruang bagi mahasiswa untuk menampilkan analisis, solusi, dan gagasan inovatif sesuai tema besar tahun ini, “Green Revolution: Shaping an Innovative, Entrepreneurial, and Smart Investor Generation for a Sustainable Economy.”
Dalam sambutan pembukaan, Feri Dwi Riyanto, S.E., M.E., CFP., CPMM., selaku Ketua Pelaksana MICEBIS 2025, menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh finalis yang berhasil menembus tahap akhir setelah proses seleksi panjang sejak Agustus.
Beliau menyampaikan bahwa kompetisi ini bukan sekadar perlombaan, tetapi wadah untuk melatih kemampuan riset, menajamkan logika analitis, dan membangun keberanian dalam mempertahankan ide.
Sebanyak 34 finalis dari kampus seluruh Indonesia hadir dalam ajang ini. Mulai dari Essay, Business Plan, hingga Equity Research, semuanya menjadi ruang untuk menggali potensi terbaik kalian. Sesuai tujuan kampus, saya mengucapkan selamat kepada seluruh finalis. Di sini, kalian semua adalah pemenang yang membedakan hanyalah bagaimana kalian mempertahankan ide-ide kalian,” ujarnyadalam sesi daring.
Presentasi final dilakukan secara online melalui sesi live yang berlangsung dari pagi hingga siang hari. Setiap peserta memaparkan riset dan proposal mereka di hadapan dewan juri yang terdiri dari akademisi, analis pasar modal, praktisi bisnis, hingga profesional kreatif.
Meskipun berlangsung secara virtual, antusiasme peserta maupun juri tetap tinggi. Tanya jawab berlangsung intens, terutama dalam kategori Equity Research, yang menuntut ketajaman analisis data dan strategi investasi berkelanjutan.