Hari itu, Senin, 7/12/2015, sekitar pukul 19. 30 WIB usai pulang dari masjid untuk menunaikan sholat isya’, saya membuka Hand Phone (HP) yang saya tinggal di meja ruang tamu. Di HP saya ada tanda beberapa kali panggilan (miss call) dari beberapa teman kantor. Saya menduga pasti ada kabar penting, sehingga segera menghubungi balik semua kawan yang kontak saya itu. Anehnya tak ada satupun yang mengangkat telpon. Saya semakin penasaran ada apa gerangan. Sesaat kemudian ada nada dering kiriman berita melalui pesan singkat (SMS) dan WA. Betapa terkejutnya karena di berita itu tertulis “inna lillahi wa inna ilaihi rojiuun. Telah berpulang ke rahmatullah sahabat, guru dan senior kita Prof. Dr. H. Muhaimin, MA, di RSI Malang”. Secara spontan, saya agak marah dan menulis respons balik “Kalau ngajak guyon jangan begitu lah. Kok seperti gak ada yang lain saja”, begitu bunyi kalimat balasan yang saya tulis.