HUMAS-Empat mahasiswa UIN Malang terpilih untuk mewakili Indonesia dalam ajang 2ndAsian Arabic Debate Championship (AADC) di Oman pada Jum’at (27/1). Keempatnya merupakan mahasiswa prodi Bahasa dan Sastra Arab yaitu adalah Ahmad Zaimul Umam, M. Husain Rifa’i, Betty Ayunda Wulandari, dan Ummi Hasanah. AADC kedua yang diselenggarakan oleh Qatar Debate Center tahun ini digelar di kota Muscat, Oman dengan diikuti oleh 42 tim dari negara-negara Asia muali tanggal 26 Januari hingga 3 Februari 2023. Ajang tersebut merupakan penyelanggaraan kedua setelah gelaran pertama berhasil dilaksanakan di Malaysia pada tahun 2020.
UIN Maulana Malik Ibrahim Malang menjadi salah satu wakil terpilih dari Indonesia bersama dua kampus Islam lainnya yaituUIN Syarif Hidyatullah Jakarta dan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Di bawah asuhan Ustadz Anwar Mas'ady selaku pembimbing komunitas debat El Jidal BSA UIN Maliki Malang, tim delegasi ini optimis dan siap bertanding pada ajang debat bergengsi tersebut. Acara yang diikuti oleh lebih dari 320 peserta dari 17 negara yaitu Indonesia, Qatar, Australia, Azerbaijan, India, Irak, Yordania, Kuwait, Lebanon, Malaysia, Pakistan, Palestina, Arab Saudi, Korea Selatan, Thailand, Yaman, dan Vietnam.
Persiapan matang telah dilakukan oleh tim delegasi dari komunitas debat El Jidal untuk melakukan yang terbaik saat perlombaan berlangsung. Mereka berharap dapat memberikan hasil terbaik nantinya untuk Indonesia khususnya kampus UIN Maliki Malang tercinta. “Kami meminta dukungan dan do’anya dari teman-teman semua agar dapat mengharumkan nama kampus dan Indonesia dengan pencapaian juara,”tutur ketua tim delegasi, M. Husain Rifa’i. (Na/Fer)
Pewarta: Ihawanarotama Bela Indriasandi Editor: Ferika Sandra
HUMAS UIN MALANG - Usai mengisi kegiatan FGD di kampus 1 UIN Maliki Malang, Rektor Prof. Dr. H.M. Zainuddin, MA beserta rombongan mengajak Duta Besar RI LBBP untuk Kerajaan Arab Saudi Dr. Abdul Aziz Ahmad, MA melihat langsung proses pembangunan kampus III di Jalan Locari, Precet, Kota Batu, Selasa (31/1).
Dubes RI untuk KSA diminta mendokan langsung proses pembangunan kampus III agar bisa berjalan dengan mudah dan senantiasa membawa keberkahan bagi sivitas akademika UIN Maliki Malang dan umumnya bagi masyarakat sekitar.
Usai melakukan kunjungan di kampus III, Dubes langsung bertolak menuju Unisma untuk melanjutkan agenda kunjungannya di Kota Malang di akhir Januari ini.
HUMAS UIN MALANG-"Tidak ada hasil penelitian yang jelek, termasuk Skripsi, Tesis, maupun Disertasi, kalau hasil tersebut dijadikan artikel dan di publikasikan di jurnal nasional maupun internasional," demikian pemaparan dari Prof. Dr. Achmad Sani Supriyanto, SE, M.Si (Guru Besar Fakultas Ekonomi, UIN Maulana Malik Ibrahim Malang), dalam kegiatan “Pendidikan dan Pelatihan (DIKLAT) Penulisan Artikel di Jurnal Internasional Bereputasi”, di adakan oleh Program Studi Magister (S2) Pendidikan Agama Islam, Pascasarjana Universitas Hasyim Asy’ari, Tebuireng, Jombang, Senin (30/1).
Kegiatan ini diikuti sekitar 50-an mahasiswa dan beberapa Dosen Program Studi Magister (S2) Pendidikan Agama Islam, Pascasarjana Universitas Hasyim Asy’ari, Tebuireng, Jombang. Masih menurut Prof Sani, hasil penelitian terutama skripsi, tesis, dan disertasi merupakan karya yang terbaik yang seharusnya dapat di deseminasikan dan dipublikasikan. Tujuannya agar hasil tersebut dapat di baca, ditelaah dan diteliti kembali oleh orang lain, serta juga disitasi. Kelemahan dari mahasiswa biasanya adalah tidak pede terhadap hasil penelitiannya, sehingga sering kali tidak berani untuk di publish. Banyak hasil penelitian tersebut hanya berhenti di perpustakaan, dan paling banyak di masukkan direpository Institusi atau Universitas. Padahal bila dipublikasikan akan menambah jumlah publikasi institusi per tahun termasuk menambah jumlah sitasi pertahun, yang akhirnya akan mampu meningkatkan akreditasi institusi, serta meningkatkan rangking dunia institusi (WUR).
Ada beberapa langkah yang harus dilakukan dalam membuat artikel dari hasil penelitian, yang layak untuk di publikasikan. Langkah yang pertama, perlu kehati-hatian, pastikan bahwa artikel tersebut sudah diturnitin atau cek plagiasi, agar tidak terjadi self plagiarism. Langkah berikutnya masih menurut Prof Sani, sesuaikan artikel tersebut dengan template jurnal yang dituju, termasuk jumlah kata (word), seperti abstrak, introduction, literatur riview, methode, result, dan kesimpulan, jangan sampai melebihi dari yang di minta oleh jurnal yang dituju. Lihat dan pelajari scope jurnal, termasuk jumlah terbit pertahun, dan jumlah artikel yang diterbitkan atau di publikasikan, termasuk proses pembayaran jurnal, serta gaya selingkung junalnya. Terakhir pastikan bahwa referensi atau daftar pustaka sebaiknya lebih dari 75% (tujuh puluh persen), adalah jurnal, termasuk mengutip jurnal internasional bereputasi, serta artikel terbitan jurnal yang terbaru.
Untuk mengakhiri presentasi, Prof Sani berpesan agar tidak usah takut untuk memulai mencoba register dan submit, di jurnal yang dituju. Akan tetapi jangan mensubmit satu artikel di jurnal yang berbeda, karena kalau sudah publish keduanya, maka bisa jadi artikel tersebut akan didelete semuanya, dan dianggap telah melanggar etika publikasi, dengan sanksi nama nya di blacklist, sehingga tidak akan bisa publikasi di jurnal lainnya. (San)
HUMAS UIN MALANG-Dalam rangka peningkatan kerjasama kelembagaan di tingkat internasional Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang menggelar Focus Group Discussion (FGD) dengan tajuk Pengembangan Kelembagaan: Kolaborasi internasional di Kerajaan Arab Saudi, Selasa (31/1). FGD yang dihadiri langsung Duta Besar RI LBBP untuk Kerajaan Arab Saudi Dr. Abdul Aziz Ahmad, MA yang menyampaikan soal hubungan bilateral pendidikan, sosial dan budaya Indonesia dengan Saudi Arabia. Rektor UIN Maliki Malang Prof. Dr. H.M. Zainuddin, MA menyampaikan bahwa UIN Maliki Malang saat ini yerus berupaya melakukan pengembangan kelembagaan di tingkat nasional maupun internasional dengan visi mulianya menjadikan kampus unggul dan bereputasi internasional. "Cita-cita kampus ini ingin menjadikan kampus terbaik menuju World Class University," paparnya.
Keinginan ini, di dukung sepenuhnya oleh Menteri Agama dan Menteri Keuangan yang beberapa hari yang lalu telah meresmikan proses pembangunan kampus III di Batu. "Gus Menteri dan Kemenkeu yakin UIN Maliki Malang akan menjadi kampus terbaik kelas dunia," ujar Prof. Zainuddin. Untuk itu, tambah dia, dengan kehadiran Dubes RI untuk Kerajaan Arab Saudi ini bisa membantu mempromosikan kampus UIN Maliki Malang di Timur tengah khususnya wilayah Saudi Arabia. "Jika ada kesempatan, setelah FGD ini saya ingin mengajak pak Dubes keliling melihat perkembangan kampus UIN Maliki Malang," harapnya.
Sementara itu, dalam paparan materinya, Dubes RI untuk KSA mengajak peserta FGD memahami sejarah peradaban di Timur tengah, melalui ulama nusantara di jazirah arab. Hubungan diplomatik indonesia dengan arab mulai dilakukan sejak 1 Mei 1950 melalui pembukaan perwakilan RI di Jeddah. Pada tahun 1964 perwakilan ini dirubah menjadi kedutaan besar republik Indonesia (KBRI) di Jeddah. "Alhamdulillah bagi Indonesia, Saudi Arabia menjadi negara yang sangat strategis untuk diajak kerjasama," paparnya.
Abdul Aziz menilai bahwa saudi menjadi negara pemasok minya terbesar kedua dunia setelah rusia, Indonesia sendiri memiliki kepentingan yang sama dalam meningkatkan hubungan sosial dan agama serta ekonomi dan perdagangan. "Untuk itu, Saya ingin sekali bisa mengembangkan ekonomi yang anti riba dan anti monopoli sesuai dengan apa yang diajarkan oleh Rasulullah," ujarnya. Saat ini, di bawah kepemimpinan raja Salman, Arab Saudi tengah mengalami perubahan peradaban sosial yang sangat signifikan, sehingga UIN Malang bisa menaruh perhatian khususnya di bidang riset, baik di bidang kebudayaan, pertanian, kelautan serta teknologi terbarukan. "Riset kolaborasi dengan arab saudi ini diharapkan bisa memiliki nilai ganda dan saling menguntungkan dan tentunya hasil risetnya bisa dinikmati oleh masyarakat secara luas," harapnya.
Hal ini saya tekankan karena ini menjadi salah satu aspek kebutuhan masyarakat secara luas, oleh karena itu kedepan langkah-langkah ini harus diambil agar kedepan bisa memanfaatkan peluang ini. "Alhamdulillah, saya turut bergembira UIN Malang telah mendapatkan pendanaan dari SFD untuk pengembangan kampus III," paparnya. Akan tetapi, UIN Maliki Malang jangan hanya bangga dengan kemegahan gedungnya saja. Kedepan harus bisa lebih dari sekedar pengembangan gedungnya saja. Akan tetapi, UIN Malang harus lebih bisa mengeluarkan kemampuannya untuk menerjemahkan kontennya khususnya hasil risetnya. "Ayo para dosen, para doktor, dan profesor di UIN Malang bisa meningkatkan hasil risetnya agar bisa dinikmati oleh masyarakat secara luas," ajaknya. Di sesi FGD ini juga dilakukan penandatanganan LoI antara UIN Maliki Malang dengan Atase Pendidikan dan Kebudayaan RI (Atdikbud).
HUMAS-Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati membahas mengenai instrumen pembiayaan nasional sejak 2015-2023. Beliau mengatakan, kita harus bersyukur dengan instrumen pembiayaan yang dimiliki oleh Indonesia. Hal ini ia ungkap dalam sambutannya di acara 'Ground Breaking Ceremony The Development of UIN Maulana Malik Ibrahim Malang Phase 2', Minggu(22/1)
"Saya mohon untuk menyampaikan hal ini, karena ini merupakan bagian dari pendidikan dan komunikasi. Artinya, jangan kita tidak mensyukuri instrumen (pembiayaan) yang kita miliki sendiri. Kita sering terlalu memuja instrumen dari negara lain, padahal yang kita miliki uangnya berasal dari pajak, bea cukai, dan kegiatan ekonomi yang dikumpulkan untuk berbagai kebutuhan bangsa dan negara kita, "harap Sri Mulyani.
Beliau lantas menyampaikan keuangan negara yang bekerja luar biasa dalam tiga tahun ini, termasuk melalui penggunaan instrumen utang. Beliau meyakini, utang tersebut akan dibayar kembali dan Indonesia mampu membayar utangnya.
"Coba kita lihat, kalau negara ini ingin menjadi negara yang terus maju, makmur, adil, bermartabat maka pembangunan harus diselenggarakan, tidak boleh ditunda. Tidak ada pembangunan sampai negaranya kaya karena tidak akan kaya kalau tidak ada pembangunan," tegasnya. Dalam kesempatan ini, beliau berharap agar pembangunan ini bisa diwujudkan sesuai cita-citanya, yaitu Kampus Kelas Dunia. "Saya harap pembangunan ini akan menjadikan UIN Malang menuju World Class University (Universitas Kelas Dunia). Jadi, jangan hanya berpikir kelas lokal atau nasional, tapi ambisinya menjadi kelas dunia. Saya haqqul yakin bisa dilaksanakan oleh Civitas Akademikanya,"ungkapnya.
Terakhir, beliau berpesan agar kepada semua pihak bisa saling menjaga keuangan negara dan menjadikan instrumen yang bisa diandalkan untuk pembangunan, dan kebutuhan rakyat. "Mohon jangan sampai ada yang mencederai dan mengkhianati dengan korupsi, karena itu tidak hanya tidak sesuai dengan ajaran Islam tetapi juga mencederai kepercayaan masyarakat, "tegas Sri Mulyani. (sf/sm)
HUMAS–Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang(UIN Maliki Malang) dengan visi besarnya menuju kampus unggul bereputasi Internasional menggelar Ground Breaking Ceremony The Development Of UIN Maulana Malik Ibrahim Malang Phase II East Java Project, di Kampus III UIN Malang, Jalan Locari, Tlekung, Junrejo Kota Batu.Minggu(22/1)
Ground Breaking Ceremony ini merupakan agenda sakral sebagai peresmian pembangunan gedung tahap II di kampus III UIN Maliki Malang, apabila dilihat dari atas bangunan ini bentuk lafadz “Arrahim” terdiri dari gedung fakultas kedokteran, gedung fakultas farmasi, gedung fakultas teknik, gedung data center dan pusat penelitian, gedung asrama putra (Ma’had Putra), gedung asrama putri (Ma’had Putri), gedung pusat kajian Islam (Islami Tutorial Center).
Kegiatan ini turut hadirkan Menteri Agama Indonesia, Menteri keuangan negara Republik Indonesia, Sri Mulyani Indrawati, Gubernur Jawa timur yang kali ini diwakili oleh wakilnya, Direktur Operasional Pembangunan Gedung PT. Pembangunan Perumahan Persero Tbk, Anton Satyo Hendriatmo, Rektor UIN Malang, Prof. Dr. H. M. Zainuddin, MA dan jajarannya, Dosen dan civitas akademika UIN Maliki Malang, Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama Indonesia, Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam Kementerian Agama Republik Indonesia serta tamu undangan.
Diketahui hadirnya dua menteri kali ini menjadi momentum berharga dalam Ground Breaking Ceremony, telihat dalam rangkaian acara kali ini dilakukan segment Ground Breaking Ceremony melalui tekan tombol Ceremony secara bersama, penandatanganan prasasti, dan pelepasan burung merpati sebagai tanda kedamaian
Selanjutnya, kegiatan ini dapati dukungan penuh dari para pimpinan, menteri juga gubernur guna wujudkan world class university. Semua gedung berisi destingsi keunggulan UIN Malang dengan desain Edu Park dan hutan kampus, dengan ornamen Islami yang akan diselesaikan dalam waktu 365 hari atau satu tahun, hal ini sesuai dengan yang disebutkan oleh Direktur Operasional Pembangunan Gedung PT PP (Persero) Tbk, Anton Satyo Hendriatmo.
“Desain dikemas dengan arsitektur dengan sangat indah membawa sentuhan ornamen Islami dan semua akan diselesaikan dalam waktu 365 hari atau satu tahun. Kami selaku kontraktor utama dalam pelaksanaan pekerjaan ini akan menunjung tinggi amanah yang diberikan kepada kami dengan mengedepankan profesionalisme dalam wujud jaminan atas hasil pengerjaan yang berkualitas tinggi yang bisa diselesaikan tepat waktu dan juga tetap memperhatikan aspek keselamatan pekerja dalam setiap pengerjaan proyek yang berjalan ini.” jelasnya. (iwa/sm)
HUMAS - Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Reguler UIN Maulana Malik Ibrahim Malang Kelompok Senampat adakan pembuatan Nomor Induk Berusaha (NIB) untuk Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Balai Desa Gedogkulon, pada Rabu (18/01).
Kegiatan ini dilangsungkan sebagai bentuk kegiatan terakhir sebelum mahasiswa melakukan purna tugas mengabdi KKM. Ir. Tri Winarni, konsultan UMKM turut diundang untuk berbagi ilmunya mengenai pentingnya kepemilikian dan prosedur pembuatan NIB. Ia juga menjelaskan bahwa proses mendapatkan NIB juga membutuhkan beberapa kelengkapan dokumen. "Ketika Bapak Ibu sudah memiliki berkas-berkas tersebut, nanti akan lebih mudah untuk mengembangkan usaha dan tentu sudah berada dalam lindungan hukum'' jelasnya.
Bagi warga Desa Gedogkulon sendiri, acara ini merupakan satu hal yang sudah ditunggu sejak lama, sebab banyak diantara mereka yang pernah mencoba membuat namun tak kunjung berhasil. Tak heran, antusias warga sangat tinggi. Setidaknya 70 pendaftar yang hadir, sedangkan undangan yang disebar hanya sejumlah 50 undangan.
Penyerahan NIB ke Warga Desa Gedogkulon
Reni, Sekretaris Desa turut mengarahkan warga untuk segera mendaftarkan usahanya dalam pembuatan berkas penting ini. Respon positif juga datang darinya yang melihat kegiatan ini adalah momentum yang baik. "Acara adik-adik ini perlu diapresiasi nggeh, soalnya hasil yang didapatkan ini sangat membantu Bapak Ibu dalam mengembangkan usaha'' ujarnya di tengah tengah pengkondisian acara.
Warga yang telah menyelesaikan proses pembuatan, dapat membawa pulang berkas NIB yang langsung dicetak oleh Kelompok Senampat. Sedangkan beberapa yang belum selesai dapat melanjutkan proses pembuatan pada esok harinya. Oleh-oleh tidak hanya didapatkan warga, namun seluruh anggota kelompok ini juga mendapatkan sertifikat sebagai bentuk apresiasi dari LKP Juang Mandiri dalam keikutsertaan dalam membantu warga untuk pembuatan NIB.
Penyerahan Sertifikat Apresiasi Kepada Kelompok Senampat oleh Ir. Tri Winarni
Lebih lanjut, M.Ichsan Mulyadi, Ketua Kelompok Senampat merasa kagum atas antusias warga yang sangat tinggi. Ia juga mengapresiasi anggota kelompoknya yang sigap selama persiapan dan berjalannya acara. ‘’Alhamdulillah seneng banget, semuanya keren dan lancar, InsyaAllah kita menutup pengabdian ini dengan berkah, aamiin’’ tambah mahasiswa Program Studi Psikologi tersebut. (sab/acg)
HUMAS–Hai’ah Tahfizh Al-Qur’an (HTQ) UIN Malang semakin bersinergi dalam dakwahkan nilai-nilai Al-Qur’an, terlihat dalam rangkaian acara karantina tahfizh atau SYAUQY jadwalkan kegiatan harian juga mingguan, termasuk di dalamnya lailatus Sholawat yang diselenggarakan dua kali selama SYAUQY XIII berlangsung, tepat pada hari Kamis malam Jum’at pekan pertama dan pekan ke tiga. Lailatus Sholawat ke dua kali ini bertempat di masjid At Tarbiyah UIN Malang lantai satu, Kamis (19/01).
Lailatus sholawat dapati antusias dari peserta, panitia hingga murobi Ma’had Sunan Ampel Al-Ali, menariknya kegiatan ini dibuka untuk umum. Antusias tersebut sebagai bukti adanya salah satu keberhasilan gali inovasi dari agenda SYAUQY pada periode sebelumnya yang belum jadwalkan Lailatus Sholawat, hal ini sesuai dengan yang disebutkan oleh Ilham Firmansyah, ketua pelaksana SYAUQY XIII “Di Syauqy XII belum diadakan kegiatan Lailatus Sholawat. Dan Alhamdulillah, di Syauqy XIII ini bisa terlaksana dan acaranya khidmat”, jelasnya.
Diketahui agenda Lailatus sholawat selain untuk mengisi waktu di malam jum’at juga rangkum harapan raih syafaat “Semoga mendapat Syafa'at Nabi Muhammad SAW di hari akhir nanti”, sambung Ilham.
Selanjutnya, agenda ini berlangsung khidmat dengan lantunan variasi lagu-lagu sholawat bernuansa islami yang dibawakan oleh panitia yang tergabung dalam Tim Banjari SYAUQY, harapannya melalui lantunan sholawat yang penuh khidmat dapat menjadi sarana dakwah, sekaligus penyatu di akhirat sebagai umat rasul yang pernah melaksanakan satu majlis sholawat bernuansa dakwahkan nilai-nilai Al-Qur’an. (sm/iwa)
HUMAS–SYAUQY XIII Hai’ah Tahfizh Al-Qur’an (HTQ) UIN Maulana Malik Ibrahim rangkai agenda Malam Tafsir sebagai agenda wajib yang dilaksanakan pada pekan pertama dan pekan ke tiga tepat pada malam Kamis di Masjid Ulul Albab. Rabu, (19/01).
Menariknya agenda ini dibuka untuk umum serta dapati antusias penuh hal ini sesuai dengan yang disebutkan Ilham Febriansyah, ketua Pelaksana SYAUQY XIII kali ini
“Dari panitia dan peserta sangat antusias mengikuti kegiatan malam tafsir ini, dan diakhir sesi, ada sesi tanya jawab dari beliau”, terang Ilham.
Malam tafsir ke II kali ini kupas tuntas tafsir Surat Al-Hijr ayat 9 oleh Ustadz Masyudi Masyhuri, pengarang Kitab Fathul Manan. Dibuka dengan kalimat umum tentang pentingnya memahami makna Al-Qur’an.
“Bagi orang yang paham artinya setiap dia membaca Al-Qur’an hatinya akan tersindir, hatinya gemetar dan bagi yang tidak paham maka hatinya tidak akan peka, mereka yang paham adalah mereka yang menyukai”. Jelas Ustadz.
Kalimat pembuka ini merupakan pengingat kaum muslim untuk lebih mendalami arti sehingga tidak hanya membaca tanpa mengetahui makna.
Berakar dari tema tafsir yakni Al-Hijr ayat 9 sebutkan berbagai poin mendasar tentang keautentikan Al-Qur’an, “Sesuai dalam kitab Fathul Manan Al-Qur’an terjaga keautentikannya, tidak ada yang lebih autentik selain Al-Qur’an sehingga Al-Qur’an terjaga dari adanya perubahan, bahkan iblis pun tidak mampu mengubah atau menyisipkan” sambung Pengarang Kitab Fathul Manan ini.
Sesuai Kalender SYAUQY agenda malam tafsir merupakan salah satu sasaran pengembali jiwa penghafal Al-Qur’an dalam rangkaian agenda SYAUQY selama satu bulan, selain peserta mendapatkan kejar target setoran mereka juga dapati suplemen melalui agenda malam tafsir. Dalam hal ini penambahan motivasi menjadi pengembali semangat peserta, “Siapa saja bisa hafal Al-Qur’an, tidak ada kitab di dunia yang bisa dihafal melebihi Al-Qur’an, hafal Al-Qur’an itu anugerah”, pungkas ustadz.
Diselenggarakannya agenda malam tafsir yang terjadwal dua kali selama satu bulan muat nilai penting bersumber dari ungkapan Umar Bin Khattab yakni “Belajarlah sebelum jadi pemimpin”, dengan adanya agenda malam tafsir ini sebagai sarana untuk dalami Al-Qur’an dan nilai-nilai yang ada didalamnya sebelum dapati kesibukan yang lain. (sm/iwa)