MALIKI ISLAMIC UNIVERSITY– Suasana hangat dan penuh haru menyelimuti lobi Rektorat UIN Maulana Malik Ibrahim Malang pagi ini. Para Wakil Rektor, Kepala Biro, para Dekan, hingga tenaga kependidikan tampak berkumpul untuk menyambut secara resmi Rektor baru UIN Maliki Malang periode 2025–2029, Prof. Dr. Hj. Ilfi Nur Diana, M.Si. Senin, 2 Agustus 2025. Kehadiran Prof. Ilfi disambut secara khidmat dengan alunan shalawat Al-Banjari, serta didampingi langsung oleh Rektor demisioner Prof. Dr. H.M. Zainuddin, MA. Momen ini menjadi simbol estafet kepemimpinan yang hangat, penuh kekeluargaan, dan sarat makna.
Dalam sambutannya, Prof. Zainuddin mengucapkan selamat kepada penerusnya dan menyampaikan rasa terima kasih mendalam kepada seluruh sivitas akademika yang telah mendukung selama masa kepemimpinannya. “Saya tidak mengenal istilah atasan atau bawahan, semua ini adalah tim kerja yang saling melengkapi,” ujarnya dengan nada penuh ketulusan. Ia juga menitipkan pesan agar seluruh elemen kampus tetap menjaga kekompakan dan semangat kerja dengan berpegang pada empat kunci utama: ikhtiar, doa, tawakal, dan sabar. Lebih jauh, Prof. Zainuddin mendorong rektor baru untuk berani melangkah lebih jauh. “Milikilah tekad kuat untuk mewujudkan hal-hal yang belum bisa dicapai oleh pemimpin sebelumnya. Kampus ini harus terus maju dan berprestasi,” pesannya.
Sementara itu, Prof. Ilfi Nur Diana yang sebelumnya menjabat sebagai Wakil Rektor Bidang AUPK selama delapan tahun, menyampaikan sambutan perdananya dengan nada rendah hati. Ia mengawali dengan permohonan maaf dan ungkapan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukungnya selama ini. “Saya meyakini, saya bukan yang terbaik dari 12 kandidat rektor. Namun saya akan berusaha memberikan yang terbaik untuk kampus ini,” ungkapnya. Dalam kesempatan itu, Prof. Ilfi menekankan pentingnya membentuk tim kerja yang solid dan harmonis, layaknya sebuah orkestra yang bisa menghasilkan simfoni luar biasa. Ia juga menyampaikan komitmennya untuk menuntaskan berbagai amanah besar, termasuk penyelesaian PPPK bagi tenaga kependidikan yang menjadi harapan banyak pihak. “Saya ingin menjadi pemimpin yang bijak, yang cool, tapi juga tegas dan profesional. Mari bersama-sama kita orkestrakan UIN Maliki Malang menuju reputasi internasional,” tegasnya. Menutup kegiatan penuh makna ini, doa dipanjatkan oleh Wakil Rektor IV, Dr. H. Isroqunnajah, M.Ag., sebagai harapan dan restu untuk perjalanan baru di bawah kepemimpinan Prof. Ilfi Nur Diana. Dengan semangat baru dan kolaborasi yang kuat, UIN Maulana Malik Ibrahim Malang siap melangkah menuju masa depan gemilang sebagai kampus unggul bertaraf internasional.
MALIKI ISLAMIC UNIVERSITY— Puluhan warga Desa Kayu Kebek, Kecamatan Tutur, Kabupaten Pasuruan, mengikuti kegiatan Pemeriksaan Kesehatan Gratis yang diselenggarakan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Kegiatan ini dilaksanakan melalui kolaborasi mahasiswa Program Studi Pendidikan Dokter dan peserta Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM), serta didukung penuh oleh perangkat desa setempat. Pasuruan, 3 Agustus 2025. Kegiatan dibuka secara seremonial oleh Kepala Desa Kayu Kebek, yang menyampaikan apresiasi atas sinergi antara perguruan tinggi dan masyarakat desa dalam upaya meningkatkan kepedulian terhadap kesehatan.
“Kegiatan ini merupakan bentuk nyata kepedulian terhadap kesehatan warga kami. Jika tidak ada program seperti ini, warga cenderung enggan memeriksakan kondisi kesehatannya ke fasilitas kesehatan. Semoga kerja sama ini bisa terus berlanjut di masa mendatang,” ujar Kepala Desa dalam sambutannya. Turut hadir dalam kegiatan ini perwakilan dari LP2M UIN Malang selaku fasilitator kegiatan pengabdian masyarakat. Dari Program Studi Pendidikan Dokter UIN Malang, hadir tiga dosen pembimbing yang memberikan supervisi langsung, yakni dr Tias Pramesti Griana, M. Biomed, dr Christyaji Indradmojo, Sp. EM, dan dr Putri Aulawiya, M. Biomed. Partisipasi alumni turut memperkuat sinergi kegiatan, ditandai dengan kehadiran dr Retno Dewi Atmiyanti sebagai pendamping lapangan. Tak hanya itu, bentuk dukungan lintas institusi juga terlihat melalui kehadiran dr Yhusi Karina Riskawati, M. Sc dari Universitas Brawijaya, menambah semangat kolaboratif kegiatan. Kegiatan ini digerakkan oleh mahasiswa Pendidikan Dokter angkatan 2022, 2023, dan 2024, di bawah bimbingan dosen dan alumni. Meskipun belum dapat melibatkan mahasiswa profesi (koas), kegiatan ini tetap menjadi ajang kolaborasi aktif antar lini pendidikan kedokteran.
“Kegiatan ini menunjukkan kolaborasi yang sangat baik antara mahasiswa preklinik, para dosen pembimbing, dan alumni. Sayangnya, rekan-rekan dari profesi dokter (koas) belum dapat turut serta karena kesibukan yang luar biasa di rumah sakit pendidikan. Namun, kami berharap ke depannya mereka bisa lebih aktif terlibat dalam kegiatan pengabdian masyarakat seperti ini,” ujar dr Christyaji Indradmojo, Sp. EM. Sebagian besar peserta merupakan warga lanjut usia yang hadir dengan antusias dan tertib mengantre sejak pagi hari. Pemeriksaan dilakukan melalui tiga pos pelayanan utama, meliputi Pemeriksaan Indeks Massa Tubuh (IMT), Anamnesis dan skrining penyakit degeneratif disertai pemeriksaan tanda-tanda vital (TTV), Pemeriksaan glukosa darah, kolesterol, dan asam urat (POCT), serta edukasi kesehatan (KIE)
Setelah menjalani pemeriksaan, peserta menerima informasi mengenai pola hidup sehat dan pentingnya deteksi dini penyakit, serta diarahkan untuk pemeriksaan lanjutan ke fasilitas kesehatan terdekat bila diperlukan. “Kami berharap kegiatan seperti ini dapat terus berlanjut sebagai bagian dari pengabdian kepada masyarakat dan sarana pembelajaran kontekstual bagi mahasiswa,” tambah dr Tias Pramesti Griana, M. Biomed. Dengan semangat pengabdian dan kolaborasi lintas sektor, kegiatan ini menjadi implementasi nyata dari tridharma perguruan tinggi, khususnya dalam aspek pengabdian kepada masyarakat berbasis kesehatan komunitas.
MALIKI ISLAMIC UNIVERSITY – Tongkat estafet kepemimpinan Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang resmi berpindah tangan. Prof. Dr. Hj. Ilfi Nur Diana, M.Si dilantik sebagai rektor baru menggantikan Prof. Dr. H.M. Zainuddin, MA untuk masa bakti 2025–2029. Pelantikan berlangsung khidmat di Kantor Kementerian Agama RI, Jakarta, Kamis (31/7/2025). Pelantikan tersebut dilakukan langsung oleh Menteri Agama RI, Prof. Dr. H. Nasaruddin Umar, dan disaksikan oleh Sekretaris Jenderal Kemenag, Kamaruddin Amin, serta Inspektur Jenderal, Khairunnas. Prof. Ilfi menjadi satu dari lima pimpinan Perguruan Tinggi Keagamaan Negeri (PTKN) yang resmi dilantik pada kesempatan tersebut. Dalam sambutannya, Menag menekankan bahwa jabatan rektor bukanlah puncak pencapaian, melainkan amanah besar untuk memajukan institusi pendidikan secara komprehensif—baik secara akademik, etika, maupun spiritualitas kampus. “Jabatan rektor bukan berarti yang terbaik secara mutlak, melainkan karena memenuhi persyaratan formal. Karena itu, seorang rektor harus semakin tawadhu dan memperkuat atmosfer akademik,” tegas Menag Nasaruddin.
Ia juga menantang para pimpinan baru, termasuk Prof. Ilfi, untuk menghadirkan kejutan perubahan dalam 100 hari pertama masa kepemimpinan mereka. “Saya mohon betul, dalam 100 hari pertama, hadirkan kejutan. Kalau bisa, buat perubahan yang nyata,” ujarnya penuh harap. Prof. Ilfi Nur Diana sendiri dikenal sebagai akademisi senior yang telah lama mengabdi di UIN Maliki Malang dan memiliki rekam jejak kepemimpinan yang kuat, termasuk dalam mengembangkan atmosfer keilmuan berbasis integrasi keislaman dan keindonesiaan. Dengan dilantiknya Prof. Ilfi, diharapkan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang akan semakin unggul dalam mencetak generasi intelektual yang tidak hanya kompeten secara akademik, tetapi juga menjunjung tinggi nilai-nilai spiritual dan moralitas.
Menutup sambutannya, Menag Nasaruddin mengingatkan pentingnya integritas dan kehati-hatian dalam memimpin institusi pendidikan tinggi. “Jadikan kampus sebagai contoh keteladanan. Apa pun agamanya, tetaplah jadi contoh kekuatan ibadah dan moral,” pesannya. Selamat kepada Prof. Ilfi Nur Diana atas amanah barunya. Semoga UIN Maliki Malang terus melangkah maju menuju perguruan tinggi berkelas dunia yang bercirikan ulul albab.
MALIKI ISLAMIC UNIVERSITY – Menteri Agama Republik Indonesia, Prof. Dr. H. Nasaruddin Umar, resmi melantik lima pimpinan Perguruan Tinggi Keagamaan Negeri (PTKN) untuk masa bakti 2025–2029. Prosesi pelantikan berlangsung khidmat di Kantor Kementerian Agama RI, Jakarta, pada Kamis (31/7/2025), dan disaksikan langsung oleh Sekretaris Jenderal Kemenag, Kamaruddin Amin, serta Inspektur Jenderal Khairunnas.
Lima tokoh yang dipercaya mengemban amanah baru tersebut adalah: 1. Martin Kustati sebagai Rektor UIN Imam Bonjol Padang; 2. Masnun sebagai Rektor UIN Mataram; 3. Mohamad Isom sebagai Rektor UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten; 4. Ilfi Nur Diiana sebagai Rektor UIN Maulana Malik Ibrahim Malang; 5. Habel S.J. Rieuwpassa sebagai Ketua STAKN Mesias Sorong.
Dalam sambutannya, Menag Nasaruddin menekankan bahwa kepemimpinan perguruan tinggi kini menghadapi tantangan yang kian kompleks. Seorang rektor tidak hanya bertanggung jawab secara akademik, tetapi juga wajib menjamin stabilitas dan ketenangan di lingkungan kampus. “Ketika dulu kekuatan masyarakat belum terlalu kuat, mungkin kita merasa aman. Tapi sekarang, situasinya sudah sangat berubah. Seorang rektor harus menjamin ketenangan kampusnya,” tegas Menag. Ia juga mengingatkan bahwa jabatan rektor bukanlah simbol keunggulan mutlak, melainkan kepercayaan yang diberikan karena memenuhi syarat formal. Oleh sebab itu, para pimpinan kampus diimbau untuk tetap rendah hati dan terus menumbuhkan atmosfer akademik yang sehat. “Tumbuhkanlah gairah akademik di kampus. Itu terlihat dari aktivitas dosen dan mahasiswa. Perkuat diskusi ilmiah, bukan obrolan soal rumah atau kendaraan,” pesannya penuh makna. Menag juga memberikan tantangan khusus kepada para pimpinan yang baru dilantik: menghadirkan “kejutan perubahan” dalam 100 hari pertama kepemimpinan mereka. “Saya mohon betul, dalam 100 hari pertama, hadirkan kejutan. Kalau bisa, buat perubahan yang nyata,” ujarnya. Lebih lanjut, Menag menekankan pentingnya etika, integritas, dan kehati-hatian dalam pengambilan kebijakan. Ia menginginkan kampus menjadi contoh utama dalam hal spiritualitas, keilmuan, dan moralitas. “Hati-hati dalam membuat pernyataan atau kebijakan. Jadikan kampus sebagai contoh keteladanan. Apa pun agamanya, tetaplah jadi contoh kekuatan ibadah dan moral,” tutupnya. Dengan pelantikan ini, diharapkan PTKN dapat terus memainkan peran strategis dalam pengembangan ilmu keagamaan, memperkuat peradaban bangsa, dan mencetak generasi unggul yang siap bersaing secara global.
Jakarta, 28–30 Juli 2025 — Suasana hangat dan penuh semangat mewarnai Rakernas LP3H 2025 yang digelar di Hotel Mercure Ancol, Jakarta. 306 peserta dari berbagai lembaga pendamping halal seluruh Indonesia berkumpul untuk satu tujuan mulia: memperkuat ekosistem halal nasional.
Salah satu delegasi yang aktif berkontribusi adalah tim dari Halal Center UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, yang diwakili oleh Eny Yulianti, M.Si. sebagai Ketua Halal Center dan Nurun Nayiroh, M.Si. selaku Koordinator Divisi LP3H. Keduanya tak hanya hadir sebagai peserta tetapi aktif memeberikan usulan dalam sidang sidang pleno yang digelar, menyuarakan usulan usulan para pendamping halal Indonesia.
“Kami percaya bahwa perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam membina pelaku usaha kecil untuk mendapatkan sertifikasi halal secara gratis dan berkualitas,” ujar Eny Yulianti.
Rakernas ini secara resmi dibuka oleh Ketua BPJPH, Dr. KH. Haikal Al-Afasy, MA (Babe Haikal), yang menekankan pentingnya sinergi antara BPJPH, LP3H, dan masyarakat luas.
“LP3H adalah ujung tombak sertifikasi halal. Mari terus jaga semangat, integritas, dan kolaborasi. Lanjutkan perjuangan untuk Indonesia sebagai pusat halal dunia 2029,” seru beliau dalam pidato pembukaannya.
Salah satu sesi yang menarik perhatian adalah peluncuran inovasi digital BPJPH:
HalalMax, platform cloud berbasis sistem pelacakan real-time yang membantu proses sertifikasi halal lebih cepat dan transparan.
SATRIA Halal penyebutan untuk para pendamping halal yang telah bekerja dengan semangat tinggi tak kenal menyerah.
Sesi yang tak kalah menggugah adalah saat Dr. M. Fariza Y. Irawady, SE., MM. menyampaikan materi inspiratif:
“Hidup Positif dan Bermakna dengan Menjadi Satria Halal Indonesia.”
“Menjadi pendamping halal bukan sekadar profesi teknis, tapi juga bentuk ibadah. Setiap langkah kita adalah kontribusi nyata untuk membangun negeri yang sehat, etis, dan berkah,” ungkapnya penuh semangat.
Sebagai kampus yang telah aktif mengelola pendamping halal melalui LP3H, UIN Malang menegaskan komitmennya untuk terus berinovasi dan mendampingi pelaku UMK menuju halal yang benar, bukan hanya sekadar label.
“Kami siap memperkuat ekosistem halal dari kampus UIN Maulana Malik Ibrahim Malang untuk Indonesia,” tutup Nurun Nayiroh sebagai Ketua Koordinator Divisi LP3H.
Rakernas LP3H 2025 bukan hanya ajang pertemuan formal, tapi juga titik temu semangat, teknologi, dan gerakan moral untuk menjadikan halal sebagai gaya hidup global yang sehat, aman, dan etis untuk semua.
Indonesia sedang melangkah menuju pusat halal dunia. Dan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang siap menjadi bagian penting dari langkah besar ini.
HUMAS UIN MALANG - Fakultas Ekonomi UIN Maulana Malik Ibrahim Malang menjalin kolaborasi strategis dengan Pemerintah Desa Tambaksari, Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Pasuruan dalam kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat bertema "Pengembangan Kompetensi untuk Memasuki Dunia Kerja di Era Digital bagi UMKM." Kegiatan ini dilaksanakan pada 22 Juli 2025 di Balai Desa Tambaksari dengan melibatkan para pelaku UMKM lokal sebagai peserta utama.
Acara dibuka secara resmi oleh Pj. Kepala Desa Tambaksari, Ibu Solikhati Rokhmah, dan dilanjutkan sambutan dari Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama Fakultas Ekonomi UIN Malang, Dr. Indah Yuliana, M.M. Momen penting lainnya adalah penandatanganan kerja sama antara kedua belah pihak sebagai bentuk komitmen dalam pemberdayaan dan pendampingan UMKM.
Dalam sesi utama, tim pengabdi dari Fakultas Ekonomi memaparkan materi pengembangan usaha berbasis digital. Para peserta kemudian didampingi dalam pengisian formulir profilling usaha yang mencakup identifikasi jenis usaha, legalitas, perkembangan, tantangan, serta strategi pengembangan ke depan. Data profilling ini menjadi fondasi untuk penyusunan company profile masing-masing pelaku usaha.
UMKM di Desa Tambaksari mayoritas bergerak di sektor olahan hasil pertanian seperti kopi, aneka keripik (pisang, talas, keladi, dan singkong), serta produk fermentasi susu. Untuk menggali lebih dalam, tim pengabdi melakukan observasi lapangan ke beberapa unit usaha, salah satunya adalah Kelompok Tani Hutan (KTH) Manunggal Karso. Di sana, tim mempelajari langsung proses produksi, pengemasan, dan distribusi produk.
Data hasil observasi ini akan digunakan sebagai dasar dalam perencanaan program pendampingan lanjutan secara daring. Target akhir dari kegiatan ini adalah setiap UMKM memiliki company profile yang tidak hanya menampilkan informasi dasar seperti sejarah usaha, struktur organisasi, dan perjalanan bisnis, tetapi juga mampu meningkatkan *brand awareness* dan kredibilitas usaha di mata mitra maupun konsumen.
Melalui pelatihan dan pendampingan ini, para pelaku UMKM Desa Tambaksari diharapkan memiliki pemahaman yang lebih baik mengenai strategi pemasaran dan inovasi produk berbasis digital. Harapannya, mereka dapat mempromosikan produk secara lebih luas dan mencapai keberlanjutan usaha.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program Laboratorium Pengabdian kepada Masyarakat Fakultas Ekonomi UIN Malang. Dengan semangat berbagi dan bersinergi, pengabdian ini diharapkan mampu memberikan dampak yang lebih luas dan berkelanjutan dalam mewujudkan UMKM yang adaptif di era digital.
MALIKI ISLAMIC UNIVERSITY — Sebanyak 123 peserta antusias mengikuti Program Peningkatan Kompetensi Dosen Pemula (PKDP) Batch 2 yang diselenggarakan oleh UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Kegiatan ini akan berlangsung selama tiga hari Kamis-Sabtu, 24-26 Juli 2025, sebagai bagian dari upaya strategis untuk melahirkan para dosen yang profesional dan berdaya saing tinggi.
Rektor UIN Maliki Malang, Prof. Dr. H.M. Zainuddin, MA, dalam sambutannya menegaskan bahwa PKDP bukan sekadar program administratif semata. “Ini adalah program pusat yang bertujuan untuk membentuk standar mutu dosen profesional. Jadi, tolong ikuti dengan sungguh-sungguh. Jangan sampai ada yang indisipliner, karena ini menyangkut masa depan karier akademik Bapak Ibu semua,” tegasnya di hadapan peserta.
Lebih lanjut, Prof. Zainuddin juga menyinggung arah kebijakan Kementerian Agama dalam menciptakan suasana akademik yang hangat dan bermakna melalui Kurikulum Cinta. Sebuah konsep inovatif yang bertumpu pada penguatan aspek emosional, sosial, dan spiritual dalam membangun hubungan antar manusia.
“Pak Menteri tengah menggagas Kurikulum Cinta di lingkungan PTKIN. Ini bukan romantisme, melainkan pendekatan pendidikan yang lebih menyentuh sisi kemanusiaan dosen dan mahasiswa,” jelasnya.
Adapun empat aspek utama dalam Kurikulum Cinta meliputi, pemahaman Diri– mengenal dan mengelola emosi secara bijak, empati– kemampuan memahami perasaan orang lain, Komunikasi Efektif– berbicara dengan jujur dan terbuka, Keterampilan Interpersonal – membina hubungan yang sehat dan produktif.
Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Akademik, Prof. Dr. Hj. Umi Sumbulah, M.Ag., menjelaskan bahwa pelaksanaan PKDP tidak berhenti di sesi tatap muka. Selanjutnya, peserta akan menjalani pendampingan intensif secara daring selama enam hari, termasuk proses pembimbingan oleh Senior.
“Para peserta akan diberi tugas menyusun rancangan pembelajaran, membuat video praktik mengajar, dan menulis artikel ilmiah berbasis riset. Ini adalah bagian dari syarat kelulusan, jadi mohon seluruh proses diikuti tanpa absen dan dikerjakan sebaik-baiknya,” tegas Prof. Umi.
Puncaknya, hasil PKDP akan diumumkan pada 14 Agustus 2025. Para peserta yang lolos berhak melanjutkan proses sertifikasi dosen sebagai pengakuan resmi sebagai pendidik profesional.
“Semoga kegiatan ini menjadi pengalaman luar biasa dan menjadi batu loncatan bagi Bapak Ibu menuju karier akademik yang gemilang,” tutup Prof. Umi dengan penuh harap.
MALIKI ISLAMIC UNIVERSITY — Program Peningkatan Kompetensi Dosen Pemula (PKDP) Batch 1 yang digelar secara luring selama tiga hari di Hotel Savana, Kota Malang, resmi ditutup dengan hasil menggembirakan. Terbukti, nilai peserta mengalami lonjakan signifikan dari pretest ke posttest, Rabu, 23 Juli 2025.
Ketua Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Dr. Helmi Syaifuddin, M.Fil., mengungkapkan bahwa pada saat pretest, sebanyak 30 peserta masih berada di angka 50. Namun, setelah mengikuti pelatihan intensif selama tiga hari, nilai posttest peserta melonjak tajam. “Nilai terendah pada posttest mencapai angka 76. Ini menunjukkan bahwa pelatihan PKDP ini berhasil meningkatkan pemahaman dan kompetensi peserta,” ungkapnya dengan bangga.
Meski pelatihan luring telah selesai, perjuangan peserta belum berakhir. Dr. Helmi menjelaskan bahwa seluruh peserta Batch 1 akan melanjutkan proses pendampingan secara daring melalui Zoom. Mereka telah dibagi ke dalam kelas-kelas kecil yang masing-masing akan dibimbing oleh tutor yang telah ditentukan.
“Para peserta akan melanjutkan tugas penyusunan RPS dan bahan ajar. Mereka juga wajib mengunggah video praktik mengajar dan hasil bahan ajarnya ke link yang telah disediakan panitia,” jelas Helmi. Semua hasil pekerjaan akan direview oleh dosen pembimbing untuk memastikan kualitas dan kesesuaian materi ajar.
Tak hanya itu, peserta PKDP juga diberi tugas menulis artikel ilmiah yang siap untuk disubmit serta membuat konten moderasi beragama. “Semua tugas ini merupakan bagian dari syarat kelulusan peserta PKDP. Jadi, seluruh peserta wajib menuntaskan dan mengunggahnya sesuai jadwal,” tegasnya.
Program PKDP ini menjadi langkah strategis Kementerian Agama RI dalam mencetak dosen-dosen muda yang tidak hanya kompeten secara akademik, tetapi juga siap menghadapi tantangan pembelajaran abad 21 dengan semangat moderasi beragama.
MALIKI ISLAMIC UNIVERSITY - Universitas Islam Negeri (UIN Maliki) Maulana Malik Ibrahim Malang secara resmi mengukuhkan dua guru besar baru melalui Rapat Terbuka Senat Universitas yang digelar pada Rabu, 23 Juli 2025, di Gedung Rektorat lantai 5. Mereka adalah Prof. Dr. Ir. Muhammad Faisal, S.Kom., M.T dalam bidang ilmu Rekayasa Teknologi Informasi Cerdas, dan Prof. Dr. Evika Sandi Savitri, M.P dalam bidang ilmu Biologi Tumbuhan.
Acara pengukuhan ini merupakan bentuk penghargaan akademik tertinggi bagi dosen yang telah memenuhi persyaratan akademik dan administratif sesuai ketentuan yang berlaku. Rapat terbuka tersebut dimulai pukul 09.00 WIB dan dihadiri oleh civitas akademika, tamu undangan, serta keluarga dari kedua guru besar yang dikukuhkan.
Rangkaian acara diawali dengan Ketua Senat Universitas, Prof. Dr. Hj. Mufidah Ch. M.Ag, yang secara resmi membuka sidang rapat terbuka pengukuhan guru besar dengan ketukan palu sidang. Momentum tersebut menandai dimulainya rangkaian formal acara akademik tertinggi di lingkungan universitas. Selanjutnya, Wakil Rektor Bidang Akademik, Prof. Dr. Umi Sumbulah, M.Ag, membacakan Surat Keputusan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia tentang pengangkatan dua guru besar UIN Maulana Malik Ibrahim Malang.
Rektor UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Prof. Dr. M. Zainudin, MA, dalam sambutannya menyampaikan bahwa jabatan guru besar bukanlah akhir dari perjalanan akademik, melainkan awal dari tanggung jawab yang lebih besar untuk terus berkarya. “Guru Besar merupakan jabatan puncak di dunia akademik, oleh karena itu harus menjadi teladan keilmuan, integritas maupun juga berdampak kepada institusi. Maka dari itu, Guru Besar bukanlah akhir dari segalanya. Jangan pernah berhenti untuk terus berkarya dan berkarya. Entah itu menulis, meneliti dan juga mengabdi,” tegasnya.
Prof. Dr. Ir. Muhammad Faisal, S.Kom., M.T dalam pidato ilmiahnya menyampaikan orasi bertajuk “Rekayasa Teknologi Informasi Cerdas Sebagai Pilar Inovasi Menuju Masyarakat 5.0.” Dalam paparannya, Prof.Faisal menekankan pentingnya integrasi kecerdasan buatan dalam menopang transformasi masyarakat digital. Ia juga menekankan urgensi pengembangan riset berbasis big data dan pemanfaatan teknologi pintar untuk menyelesaikan permasalahan sosial yang kompleks.
Sementara itu, Prof. Dr. Evika Sandi Savitri, M.P menyampaikan pidato ilmiah berjudul “Kajian Fisiologi dan Molekuler Tumbuhan pada Kondisi Stres Lingkungan untuk Mendukung Ketahanan Pangan Nasional.” Ia menjelaskan berbagai respon fisiologis dan molekuler tanaman terhadap tekanan lingkungan seperti kekeringan dan salinitas. Penelitiannya menjadi kontribusi penting dalam upaya mendukung ketahanan pangan melalui pendekatan bioteknologi.
Kedua guru besar yang dikukuhkan merupakan representasi dari dua rumpun keilmuan berbeda namun saling melengkapi, yakni teknologi informasi dan sains biologi. Kolaborasi keduanya mencerminkan misi UIN Maulana Malik Ibrahim Malang untuk mengembangkan keilmuan multidisipliner yang holistik dan solutif.
Acara juga disemarakkan dengan penampilan lagu kebangsaan Indonesia Raya, Mars UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, serta lagu “Bagimu Negeri” sebagai bentuk penghormatan terhadap semangat keilmuan dan pengabdian. Usai prosesi, para hadirin memberikan ucapan selamat secara langsung kepada dua guru besar beserta keluarga dalam sesi ramah tamah dan foto bersama.
Rapat terbuka ini menjadi momentum penting tidak hanya bagi kedua guru besar, namun juga bagi institusi dalam meneguhkan komitmen terhadap pengembangan akademik, riset, dan pengabdian masyarakat. Acara pengukuhan kali ini menambah daftar guru besar aktif di lingkungan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, serta diharapkan mampu memperkuat posisi universitas sebagai pusat keunggulan keilmuan yang berdaya saing nasional dan global.
Sebagai penutup, Prof. Dr. M. Zainudin, MA, menyampaikan bahwa seluruh mata kuliah yang diajarkan di UIN Malang harus senantiasa diintegrasikan dengan perspektif Islam. “Perlunya kita yang memiliki kajian keislaman, bahwa seluruh mata kuliah saat ini harus diintegrasikan dengan perspektif Islam, karena UIN Malang merupakan kampus yang menggunakan model integrasi ilmu pengetahuan dan agama,” ungkapnya.