MALIKI ISLAMIC UNIVERSITY— Pelaksanaan hari kedua Uji Pengetahuan Uji Kompetensi Mahasiswa Pendidikan Profesi Guru (UP UKMPPG) Periode 1 Tahun 2026 di UIN Maulana Malik Ibrahim Malang berlangsung lancar. Hal tersebut disampaikan langsung oleh tim penyelia, Prof. Dr. H. Jumarim, M.HI dari UIN Mataram dan Drs. H. Mujahid, M.Ag dari UIN Sunan Kalijaga, saat melakukan pemantauan pada Minggu, 22 Februari 2026. Sejak hari pertama, tim penyelia aktif memantau proses ujian yang digelar secara daring di Tempat Uji Kompetensi (TUK) kampus 1 UIN Maliki Malang. Prof. Jumarim menilai penyelenggaraan sudah berjalan baik. Beberapa kendala teknis sempat muncul, terutama yang berkaitan dengan perangkat dan koneksi, namun tidak sampai mengganggu jalannya ujian.
Prof. Jumarim menilai panitia dan penguji dinilai sigap. Koordinasi antar tim berjalan rapi sehingga setiap persoalan dapat segera ditangani di lokasi. Dalam ujian berbasis komputer seperti UKMPPG, kesiapan jaringan menjadi faktor utama. Koneksi internet harus stabil, perangkat laptop peserta harus layak pakai, dan sistem pengawasan harus berjalan bersamaan. "Kombinasi tiga hal itu yang menentukan kelancaran," ujarnya. Hari kedua memperlihatkan hasil persiapan tersebut, mulai dari briefing pengawas ruang, pengecekan perangkat peserta, hingga pelaksanaan ujian tiap sesi berjalan sesuai jadwal. "Tidak terlihat antrean panjang ataupun gangguan berarti pada sistem," tegasnya. Menurut Prof. Jumarim, kesiapan panitia dan penguji cukup prima. Artinya bukan hanya soal jaringan, tetapi juga kesiapan sumber daya manusia. Pengawas ruang memahami prosedur, tim teknis siap siaga, dan peserta mendapat arahan yang jelas sebelum ujian dimulai. Dalam ujian online, sering kali masalah kecil bisa membuat panik. Di sini justru sebaliknya, masalah kecil langsung diselesaikan sebelum menjadi besar.
Ia berharap pelaksanaan hingga akhir tetap kondusif. “Semoga proses uji kompetensi mahasiswa PPG berjalan lancar dan seluruh peserta dapat lulus serta ke depan semakin sejahtera,” ujarnya. UP UKMPPG merupakan tahapan penting bagi mahasiswa Pendidikan Profesi Guru sebelum memperoleh pengakuan kompetensi sebagai guru profesional. Karena itu, keberhasilan penyelenggaraan tidak hanya dinilai dari kelulusan peserta, tetapi juga dari kesiapan sistem, jaringan, dan manajemen pelaksanaan. "Di UIN Malang, kombinasi ketiganya terlihat mulai terbentuk. Jika jaringan tenang, pengawas tenang, peserta juga ikut tenang. Biasanya justru itu kunci ujian berjalan sukses," tutupnya.
MALIKI ISLAMIC UNIVERSITY– Pelaksanaan Uji Pengetahuan Uji Kompetensi Mahasiswa Pendidikan Profesi Guru (UP UKMPPG) Periode 1 Tahun 2026 di UIN Maulana Malik Ibrahim Malang tidak hanya soal soal ujian dan peserta. Di balik layar, ada satu faktor yang menentukan sukses tidaknya kegiatan ini, yakni stabilitas jaringan internet. Sabtu, 21 Februari 2026.
Selama dua hari, 21–22 Februari 2026, hampir 7.998 peserta dari berbagai daerah Indonesia mengikuti ujian berbasis komputer secara daring. Jumlah besar itu membuat kebutuhan koneksi internet menjadi krusial. Sedikit saja gangguan jaringan, dampaknya bisa langsung terasa pada ribuan peserta sekaligus.
Peran tersebut berada di tangan Pusat Teknologi Informasi dan Pangkalan Data (PTIPD) UIN Maliki Malang. Unit ini memegang kendali penuh atas jaringan kampus selama pelaksanaan ujian berlangsung.
Ketua PTIPD UIN Maliki Malang, Abid Yusron, menjelaskan bahwa persiapan tidak dilakukan mendadak. Timnya sudah melakukan serangkaian tahapan sejak jauh hari sebelum ujian digelar.
Menurutnya, jaringan untuk UKMPPG tidak cukup hanya “menyala”. Kapasitas harus dihitung, diuji, lalu disimulasikan sesuai beban riil pengguna. PTIPD melakukan pengecekan bandwidth, penguatan titik akses, serta uji coba sistem agar server tetap stabil ketika diakses ribuan peserta secara bersamaan.
“Ujian ini skalanya nasional. Pesertanya ribuan. Jadi kami memastikan jaringan benar-benar siap. Tidak hanya stabil, tetapi juga memiliki cadangan jika terjadi gangguan,” jelas Abid.
Tim teknis bahkan melakukan monitoring selama 24 jam selama pelaksanaan ujian. Setiap ruang ujian diawasi dari sisi konektivitas. Jika muncul kendala kecil, penanganan dilakukan segera sebelum memengaruhi jalannya tes.
Langkah antisipasi juga disiapkan melalui sistem backup jaringan. Artinya, ketika satu jalur koneksi bermasalah, sistem otomatis dialihkan ke jalur lain tanpa harus menghentikan ujian. Bagi peserta, proses tetap terasa normal. Bagi tim teknis, itu berarti kerja senyap yang tidak boleh gagal.
Keberhasilan menjaga stabilitas jaringan ini membuat pelaksanaan UP UKMPPG berjalan tertib dan lancar. Panitia dan pengawas dapat fokus pada pengawasan akademik, sementara peserta bisa mengerjakan soal tanpa gangguan teknis.
Pelaksanaan ujian ini memperlihatkan bahwa kualitas pendidikan tidak hanya ditentukan oleh kurikulum dan dosen, tetapi juga oleh kesiapan infrastruktur digital. Di era pendidikan berbasis teknologi, ruang server sama pentingnya dengan ruang kelas.
Melalui dukungan PTIPD, UIN Maulana Malik Ibrahim Malang menunjukkan bahwa mencetak guru profesional bukan hanya urusan akademik, melainkan juga kesiapan teknologi. Guru masa depan lahir dari sistem yang juga siap menghadapi masa depan.
MALIKI ISLAMIC UNIVERSITY– Program Studi Pendidikan Profesi Guru (PPG) LPTK UIN Maulana Malik Ibrahim Malang kembali menggelar Uji Pengetahuan (UP) Uji Kompetensi Mahasiswa Pendidikan Profesi Guru (UKMPPG) Periode 1 Tahun 2026 pada 21–22 Februari 2026. Ujian ini menjadi tahap akhir yang menentukan kelayakan peserta untuk menyandang predikat guru profesional.
UP UKMPPG sering disebut sebagai “gerbang terakhir” bagi calon guru. Kualitas pelaksanaan ujian diyakini sangat menentukan mutu lulusan. Proses yang disiplin dan bermartabat diharapkan melahirkan guru yang tidak hanya kuat secara akademik dan pedagogik, tetapi juga memiliki karakter dan integritas.
Pelaksanaan ujian dimonitor langsung oleh Dekan Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) Prof. Dr. H. Muhammad Walid, M.A., para Wakil Dekan, Ketua dan Sekretaris Prodi PPG, penyelia, serta para pengawas. Kehadiran pimpinan fakultas menjadi bentuk komitmen menjaga kredibilitas proses uji kompetensi.
Wakil Dekan Bidang Akademik dan Pengembangan Kelembagaan FITK, Dr. M. Yunus, M.Si., menekankan bahwa profesionalisme pengawas menjadi kunci utama. Ia menjelaskan pengawas tidak hanya menjalankan aturan secara ketat, tetapi juga harus humanis.
“Pengawas menjaga integritas ujian, namun tetap menghormati martabat peserta. Ketegasan perlu, tapi pendekatan manusiawi juga penting agar peserta dapat mengikuti ujian dengan nyaman tanpa menurunkan standar,” ujarnya saat ditemui di lokasi ujian.
Selain itu, kelancaran jaringan juga menjadi perhatian utama karena ujian dilaksanakan berbasis sistem daring. Tim PTIPD disiagakan penuh selama pelaksanaan untuk mengantisipasi kendala teknis.
UP UKMPPG periode ini diikuti sekitar 7.998 guru dari berbagai daerah di Indonesia, mulai dari Aceh hingga Papua. Jumlah peserta yang besar menunjukkan tingginya kebutuhan peningkatan profesionalisme guru nasional.
Salah satu penyelia UP UKMPPG, Drs. H. Mujahid, M.Ag., menyampaikan hasil pemantauannya menunjukkan pelaksanaan berjalan tertib. Panitia dan pengawas dinilai disiplin sejak tahap briefing hingga ujian berlangsung.
“Secara umum pelaksanaan sangat lancar. Tidak ada kendala jaringan yang berarti. Kalau pun muncul masalah teknis kecil, tim teknis langsung menangani,” jelasnya.
Melalui kegiatan ini, LPTK UIN Maulana Malik Ibrahim Malang berharap seluruh peserta mengikuti ujian dengan jujur dan tertib. UP UKMPPG tidak hanya menjadi evaluasi akademik, tetapi juga instrumen strategis untuk memastikan setiap guru yang diluluskan benar-benar siap mengemban tanggung jawab sebagai pendidik profesional.
Ujian ini sekaligus menegaskan peran kampus dalam meningkatkan kualitas pendidikan nasional. Harapannya sederhana tetapi penting: ketika proses seleksi dijaga ketat, ruang kelas di seluruh Indonesia akan diisi oleh guru yang kompeten, berintegritas, dan siap menghadapi tantangan pendidikan masa kini.
MALIKI ISLAMIC UNIVERSITY -UIN Maulana Malik Ibrahim Malang kembali menegaskan komitmennya dalam mencetak guru profesional melalui pembekalan panitia dan pengawas Uji Pengetahuan Pendidikan Profesi Guru atau UP PPG Batch IV. Kegiatan yang digelar Jumat, 20 Februari 2026 di Hotel Regent's Park ini menjadi langkah strategis untuk memastikan pelaksanaan ujian berjalan tertib, jujur, dan berkualitas.
Pembekalan dipimpin langsung oleh Dekan Fakultas Tarbiyah dan Keguruan, Muhammad Walid selaku penanggung jawab program. Turut hadir Wakil Rektor Bidang Akademik, Basri dan Wakil Rektor Bidang AUPK, Zainal Habib.
Dalam arahannya, pimpinan menyampaikan bahwa peserta UP TUK UIN Maliki Malang berjumlah 7998 peserta. Beliau menekankan kepada tim pengawas ujian bahwa UP PPG bukan sekadar agenda rutin. Ujian ini menjadi pintu lahirnya guru bersertifikat pendidik yang berintegritas. "Mohon kepada 200 pengawas untuk lebih teliti dan disiplin serta komitmen menjaga kejujuran sebagai kunci utama," pesannya.
Tidak hanya soal teknis ujian, pembekalan juga mengupas arah baru PPG Dalam Jabatan Transformasi Batch IV Tahun 2025. Materi disampaikan oleh Direktur Pendidikan Agama Islam Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama RI, M. Munir.
Ia menegaskan bahwa PPG transformatif tidak lagi berhenti pada penguasaan materi ajar. Guru dituntut adaptif terhadap perubahan zaman, menguatkan literasi digital, serta mampu membangun karakter peserta didik. Transformasi ini penting, mengingat masih ada ribuan guru yang belum tersertifikasi dan menunggu proses penataan kebijakan yang lebih efektif.
Sejumlah tantangan juga dibahas secara terbuka. Kendala jaringan internet, listrik padam, perangkat yang bermasalah, hingga potensi pelanggaran seperti penggunaan joki menjadi perhatian serius. Panitia diingatkan untuk tegas namun tetap bijak. Pengawasan harus ketat, tetapi tidak mematikan empati ketika peserta benar-benar menghadapi kendala teknis.
Sesi berikutnya menghadirkan dua penyelia nasional, yakni Jumarim dari UIN Mataram dan Mujahid dari UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Keduanya memaparkan alur teknis pelaksanaan ujian, standar pengawasan, hingga mekanisme pelaporan apabila terjadi situasi darurat di lapangan.
Diskusi berlangsung dinamis. Peserta aktif mengajukan pertanyaan, terutama terkait prosedur pengawasan dan skema koordinasi jika terjadi kendala non teknis. Antusiasme ini menunjukkan keseriusan panitia dalam menjaga mutu dan kredibilitas ujian.
Melalui persiapan matang ini, UIN Malang menargetkan UP PPG Batch IV berlangsung tertib, transparan, dan akuntabel. Harapannya jelas. Peserta tidak hanya lulus secara administratif, tetapi benar-benar siap menyandang gelar guru profesional.
Karena pada akhirnya, kualitas pendidikan tidak hanya ditentukan oleh kurikulum atau gedung megah. Ia bertumpu pada guru yang siap belajar, beradaptasi, dan memimpin perubahan di kelasnya masing-masing.
BERSINERGI: Wakil Rektor Bidang AUPK Dr. Zainal Habib, M.Hum (kanan) saat memberikan arahan dalam rapat persiapan SAKIP dan Laporan Kinerja Rektor Tahun 2025. Jumat, 20 Februari 2026.
MALIKI ISLAMIC UNIVERSITY -Atmosfer kerja cepat dan penuh target kembali terasa di lingkungan, jajaran pimpinan menggelar rapat koordinasi persiapan penyusunan Sitem Akuntabilitas Kinerja Instalasi Pemerintah (SAKIP) dan laporan kinerja Rektor tahun 2025 yang dipimpin Wakil Rektor Bidang AUPK, Dr. Zainal Habib, M.Hum, bersama Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan Prof. Dr. H. Triyo Supriyatno serta Kepala Biro AAKK dan AUPK. Jumat, 20 Februari 2026.
Rapat ini bukan sekadar agenda administratif tahunan. SAKIP, sebagai laporan akuntabilitas kinerja, diposisikan sebagai cermin keseriusan kampus dalam mengelola program, anggaran, dan capaian kinerja secara terukur dan transparan.
Dalam arahannya, Zainal Habib mengingatkan bahwa seluruh tim kerja berada di bawah komando Rektor yang terus melahirkan gagasan dan lompatan strategis bagi kemajuan kampus. Setiap ide besar itu, menurutnya, menuntut respons cepat dan kerja nyata dari seluruh satuan kerja.
“Sudah tidak ada lagi ruang untuk bekerja dengan ritme santai. Setiap satker harus bergerak sesuai tupoksinya, dengan inovasi dan kerja keras,” tegas dosen filsafat tersebut di hadapan peserta rapat.
Penegasan itu sekaligus menjadi pengingat bahwa SAKIP bukan sekadar dokumen formalitas. Setiap program harus memiliki bukti dukung yang kuat dan terukur. Kinerja yang terdokumentasi dengan baik akan berdampak langsung pada peningkatan mutu layanan kampus, sekaligus menjadi dasar penilaian dalam sistem remunerasi.
Zainal Habib juga menyampaikan harapan agar capaian kinerja tahun ini mampu mendorong peningkatan remunerasi bagi seluruh elemen yang berkontribusi. Kerja keras, menurutnya, harus berbanding lurus dengan apresiasi yang layak.
Rapat koordinasi ini menjadi bagian dari langkah sistematis untuk memperkuat tata kelola, meningkatkan akuntabilitas, dan memastikan setiap program berjalan efektif. Targetnya jelas, membawa kampus berlogo Ulul Albab ini menuju level internasional dengan dampak nyata dan berkelanjutan.
Langkah menuju kampus bertaraf global memang tidak bisa ditempuh dengan kecepatan biasa. Dibutuhkan konsistensi, soliditas tim, dan keberanian untuk terus berinovasi. Rapat ini menjadi pengingat bahwa mimpi besar hanya bisa dicapai dengan kerja besar.
MALIKI ISLAMIC UNIVERSITY– Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang mulai memanaskan mesin penerimaan mahasiswa baru (PMB) 2026. Rabu, 18 Februari 2026, jajaran pimpinan kampus menggelar rapat koordinasi besar di Ruang Rapat Rektorat lantai 3 untuk memastikan proses rekrutmen berjalan cepat, rapi, dan tepat sasaran. Rapat dipimpin Wakil Rektor Bidang Akademik Basri, M.A., Ph.D bersama Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan Prof. Dr. H. Triyo Supriyatno, M.Pd serta Wakil Rektor Bidang Kerja Sama dan Pengembangan Lembaga Prof. Dr. Abdul Hamid. Hadir pula Kepala Biro AAKK, para wakil dekan bidang akademik, wakil direktur, kepala bagian akademik, PTIPD, tim admisi, hingga Humas UIN Malang. Dalam arahannya, Basri menegaskan PMB bukan sekadar agenda tahunan, melainkan “pintu utama” kualitas kampus di masa depan. Karena itu seluruh satuan kerja diminta bergerak serempak. Ia mengajak seluruh unit bekerja cepat dan fokus pada target calon mahasiswa. UIN Malang, kata dia, tidak lagi hanya menyasar lulusan Madrasah Aliyah. “Kita harus membuka jangkauan lebih luas. Ke depan tidak hanya madrasah, tetapi juga lulusan SMA. Saat ini sekitar 60 persen program studi di UIN Malang adalah prodi umum, sisanya berbasis keagamaan,” jelasnya. Menurutnya, realitas itu harus diikuti strategi promosi yang lebih adaptif. Kampus dengan konsep integrasi sains dan Islam tersebut memiliki peluang besar menarik siswa sekolah umum yang mencari perguruan tinggi dengan nuansa religius sekaligus kuat di bidang sains, teknologi, ekonomi, dan sosial. Basri juga mengingatkan pentingnya kerja tim lintas unit. Ia meminta seluruh pihak saling mengingatkan dan melakukan evaluasi agar layanan kepada calon mahasiswa semakin baik. “Ayo tetap semangat, kita saling mengingatkan dan terus introspeksi,” tegasnya. Sementara itu, data sementara menunjukkan minat pendaftar cukup tinggi. Jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) telah menembus 2.573 pendaftar dan masih terus bergerak hingga penutupan pada 18 Februari 2026 pukul 23.00 WIB. Angka tersebut menjadi sinyal positif bahwa daya tarik UIN Malang terus meningkat. Kampus berharap koordinasi lintas unit, penguatan layanan digital oleh PTIPD, serta strategi komunikasi dari tim admisi dan humas mampu mengonversi minat pendaftar menjadi mahasiswa baru berkualitas. Rapat koordinasi ini sekaligus menandai dimulainya fase intensif PMB 2026. Targetnya jelas, bukan hanya banyak, tetapi tepat. Karena pada akhirnya, kualitas mahasiswa hari ini akan menentukan wajah UIN Malang beberapa tahun ke depan.
MALIKI ISLAMIC UNIVERSITY – LP2M UIN Maulana Malik Ibrahim Malang menggelar Bedah Buku The Future Society pada Jumat, 13 Februari 2026 di Aula Gedung Micro Teaching FITK. Kegiatan ini menghadirkan dua dari dua belas penulis buku tersebut, yakni Prof. Dr. Rumadi Ahmad, M.Ag. dan Prof. Dr. Ahmad Zainul Hamdi, M.Ag., sebagai narasumber utama.
Acara dibuka dengan sambutan Rektor UIN Malang, Prof. Dr. Hj. Ilfi Nur Diana, M.Si., yang dilanjutkan dengan penyerahan eksemplar buku secara simbolis dari para narasumber. Kegiatan ini menjadi ruang refleksi akademik atas arah masa depan masyarakat, agama, dan dunia pendidikan tinggi.
Imajinasi The Future Society lahir dari kegelisahan intelektual para penulis terhadap kondisi dunia akademik, khususnya di lingkungan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI). Ia menilai diskursus akademik saat ini kerap bersifat dangkal dan reaktif karena terlalu dipengaruhi oleh dinamika media sosial.
“Ini sebetulnya adalah kegalauan. Buku ini itu buku kegalauan, salah satunya kegalauan PTKI itu,” ungkapnya.
Menurutnya, manusia saat ini hidup dalam situasi perubagan besar yang nyaris tanpa preseden sejarah. Namun, kajian tentang masa depan justru belum menjadi perhatian serius di lingkungan akademik.
“Rasanya kita belum sungguh-sungguh menjadikan studi masa depan itu sebagai discourse yang secara serius digumuli,” ujarnya.
Dalam salah satu bagiannya, Prof. Zainul Hamdi secara khusus mengulas imajinasi tentang agama di masa depan melalui pendekatan sosiologi agama. Ia menekankan bahwa agama perlu dipahami secara historis sebagai ekspresi simbolik manusia yang terus berubah, bukan dinilai dengan standar tunggal masa kini.
“Bagaimana kita mengimajinasikan tentang agama masa depan? Ini wilayah yang taruhannya sangat besar,” tegasnya.
Sementara itu, Prof. Dr. Rumadi Ahmad, M.Ag—Staf Ahli Menteri HAM sekaligus Ketua PBNU—menyampaikan bahwa buku ini merupakan upaya kolektif para akademisi untuk menghidupkan kembali keberanian berpikir visioner di tengah perubahan sosial yang cepat dan kompleks. Ia menegaskan pentingnya peran perguruan tinggi sebagai ruang produksi gagasan strategis, bukan sekadar respons terhadap isu sesaat.
Melalui kegiatan ini, UIN Malang menegaskan komitmennya dalam mendorong tradisi akademik yang kritis, reflektif, dan berorientasi pada masa depan. (kml)
MALIKI ISLAMIC UNIVERSITY – Prof. Dr. H. M. Lutfi Mustofa, M.Ag, Guru Besar UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, menekankan pentingnya kritik internal dan kejujuran akademik dalam diskursus masa depan Nahdlatul Ulama (NU) saat menjadi pembedah dalam acara Bedah Buku The Future Society yang diselenggarakan oleh LP2M UIN Malang, Jumat 13 Februari 2026, di Aula Gedung Micro Teaching FITK.
Dalam pemaparannya, Prof. Lutfi mengulas buku Imajinasi The Future Society dengan menempatkannya dalam konteks Muktamar Pemikiran NU menjelang Pilpres. Ia menyampaikan bahwa meskipun muktamar tersebut diselenggarakan secara terbuka, muncul kritik dari internal NU terkait desain narasumber yang dinilai belum sepenuhnya merepresentasikan keberagaman warga Nahdliyin, seperti kiai dan nyai pesantren serta kelompok akar rumput NU.
“Buku ini adalah sebuah ikhtiar para aktivis Nahdliyin untuk menggeser orientasi percakapan politik yang reaktif ke arah pembicaraan tentang masyarakat,” ujar Prof. Lutfi.
Kedua, buku ini dinilai kuat karena menghadirkan kritik epistemologis dari internal NU, termasuk kritik Ketua PBNU, Gus Yahya, yang mempertanyakan arah pemikiran NU, problem representasi, serta otoritas dalam mendefinisikan masa depan NU.
Ketiga, Prof. Lutfi menegaskan adanya kejujuran akademik dalam buku ini yang tidak menawarkan jawaban final, melainkan membuka ruang refleksi kritis bagi pembacanya.
“Buku ini menyiratkan sebuah kejujuran, bukan kepura-puraan,” tegasnya.
Ia menambahkan bahwa diskursus tentang masa depan NU pada dasarnya juga merupakan diskursus tentang masa depan Indonesia, mengingat masyarakat NU merupakan bagian tak terpisahkan dari masyarakat Indonesia. (kml)
MALIKI ISLAMIC UNIVERSITY - Ruang Laboratorium Fakultas Ekonomi UIN Maulana Malik Ibrahim Malang pada Jumat, 13 Februari 2026, dipenuhi semangat belajar dan diskusi. Sebanyak 50 mahasiswa hadir dalam First Gathering Galeri Investasi Syariah, sebuah langkah awal membangun generasi kampus yang melek investasi dan siap bersaing di dunia pasar modal. Ketua Galeri Investasi Syariah, Aida Sandy Aulia, menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan sekadar pertemuan biasa, tetapi fondasi untuk membentuk kelompok belajar yang progresif dan berkelanjutan. “Kami ingin dari 50 peserta ini lahir mahasiswa yang memiliki insight kuat, tidak hanya memahami teori, tetapi juga berani praktik dan berkembang ke depannya,” ujarnya. Rangkaian kegiatan dikemas sistematis dalam tiga sesi utama. Sesi pertama memperkenalkan instrumen reksadana dan potensi pengembangannya. Sesi kedua berfokus pada analisis serta tata cara transaksi Surat Berharga Pasar Modal (SPM). Sementara sesi ketiga menghadirkan pemateri dari mitra praktisi yang memberikan gambaran nyata tentang dinamika investasi di lapangan. Direktur Galeri Investasi Syariah Nur Laili Fikriah M.Sc. dalam sambutannya memberikan motivasi penuh semangat kepada para peserta. Ia menegaskan agar mahasiswa tidak ragu memanfaatkan fasilitas laboratorium sebagai ruang bertumbuh dan mengasah kemampuan. “Kesempatan ini tidak datang dua kali. Selagi masih menjadi mahasiswa dan memiliki fasilitas lengkap, gunakan sebaik mungkin. Dunia investasi memiliki peluang kerja yang sangat besar dan prospek yang luar biasa,” tegasnya. Ia juga menambahkan bahwa pengurus Galeri Investasi Syariah akan terus dibina dan digodok agar siap bersaing di dunia profesional. Di sisi lain, masih banyak daerah dengan literasi keuangan yang minim, ditambah ancaman kejahatan siber di era digital yang semakin kompleks. Karena itu, mahasiswa diharapkan mampu menjadi agen perubahan yang membawa pemahaman investasi yang aman dan bertanggung jawab. Melalui First Gathering ini, Galeri Investasi Syariah meneguhkan komitmennya sebagai ruang belajar, ruang praktik, sekaligus ruang tumbuh bagi mahasiswa yang ingin melangkah lebih jauh di dunia investasi. Sebuah awal kecil dengan semangat besar untuk masa depan finansial yang lebih cerah