Tim Penjaringan Bakal Calon Rektor UIN Maliki Malang periode 2025-2029
HUMAS UIN MALANG – Proses penjaringan bakal calon Rektor UIN Maulana Malik Ibrahim Malang periode 2025–2029 telah resmi ditutup pada Selasa, 23 April 2025 pukul 15.00 WIB. Hingga batas akhir pendaftaran, sebanyak 12 guru besar kampus hijau ini telah resmi menyerahkan berkas dan menyatakan kesiapan mereka untuk mengemban amanah tertinggi di lingkungan universitas. Proses pendaftaran dilakukan langsung oleh masing-masing kandidat di Sekretariat Panitia Penjaringan (Panjar), yang berlokasi di Gedung Rektorat Lantai 4. Suasana pendaftaran berlangsung dengan penuh semangat dan kebersamaan. "Sukses, gembira, dan berkah," menjadi kesan yang menggambarkan dinamika hari-hari terakhir pendaftaran. Berikut adalah nama-nama para bakal calon rektor yang telah mendaftar: 1. Prof. Dr. H. Abdul Malik Karim Amrullah, M.PdI 2. Prof. Dr. Hj. Umi Sumbulah, M.Ag 3. Prof. Dr. H. Saifullah, S.H., M.Hum 4. Prof. Dr. H. Ahmad Barizi, M.A 5. Prof. Dr. Hj. Sri Harini, M.Si 6. Prof. Dr. H. Uril Baharuddin, M.A 7. Prof. Dr. H. Triyo Supriyatno, M.Ag 8. Prof. Dr. H. Suhartono, S.Si., M.Kom 9. Prof. Dr. H. Agus Maimun, M.Pd 10. Prof. Dr. Hj. Ilfi Nurdiana, S.Ag., M.Si 11. Prof. Dr. H. Mohammad Samsul Ulum, M.A 12. Prof. Dr. H. M. Fauzan Zenrif, M.Ag Ketua Panitia Penjaringan, Dr. Muhammad In’am Esha, M.Ag, mengapresiasi antusiasme para calon. Ia menyampaikan harapan agar semua pihak yang terlibat dapat bersinergi dalam mewujudkan visi besar kampus. “Kita berharap mereka mampu bersinergi dalam mengembangkan kampus unggul bereputasi internasional,” ujarnya. Tahapan penjaringan ini telah berlangsung sejak 21 April dan akan dilanjutkan dengan verifikasi administratif oleh tim Panjar yang dijadwalkan mulai 24 hingga 28 April 2025. Proses ini merupakan bagian penting sebelum Senat Universitas melakukan **penilaian kualitatif** terhadap para bakal calon. Dr. In’am Esha juga menegaskan bahwa panitia bekerja secara profesional dan transparan demi memastikan seluruh tahapan berjalan lancar dan menghasilkan sosok pemimpin terbaik bagi kampus. Nama-nama yang lolos verifikasi nantinya akan diperkenalkan secara publik sebagai bagian dari proses seleksi terbuka. Informasi lebih lanjut mengenai proses ini dapat diakses melalui situs resmi panitia: [https://panjar.uin-malang.ac.id](https://panjar.uin-malang.ac.id).
HUMAS UIN MALANG — Suasana di lantai 5 Gedung Rektorat UIN Maulana Malik Ibrahim Malang mendadak memanas, Rabu, 23 April 2025, menjelang detik-detik terakhir penutupan pendaftaran calon rektor periode 2025–2029. Tepat pukul 15.00 WIB, ruang sidang senat dipenuhi oleh para profesor yang secara bergantian menyerahkan berkas pendaftaran kepada panitia penjaringan. Momen ini menjadi penanda semangat para akademisi untuk turut membangun masa depan kampus hijau ini. Hingga batas akhir, total sebanyak 12 profesor resmi mendaftarkan diri sebagai bakal calon rektor. Gelombang pendaftaran dimulai sejak pukul 13.00 WIB, diawali oleh Prof. Abdul Malik Karim Amrullah, disusul oleh Prof. Umi Sumbulah, M.Ag, dan Prof. Dr. Saifullah, M. Hum. Tak lama kemudian, sejumlah nama besar lainnya menyusul seperti Prof. Ahmad Barizi, Prof. Sri Harini, Prof. Uril Bahruddin, Prof. Triyo Supriyatno, Prof. Suhartono, Prof. Agus Maimun, Prof. Ilfi Nur Diana, M.Si, dan Prof. Mohammad Samsul Ulum. Pendaftar terakhir yang menutup rangkaian ini adalah Prof. M. Fauzan Zenrif, M.Ag, tepat beberapa menit sebelum batas waktu berakhir. Ketua panitia penjaringan mengungkapkan bahwa fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FITK) menjadi penyumbang pendaftar terbanyak dengan 5 calon rektor, disusul Fakultas Syariah dan Fakultas Sains dan Teknologi masing-masing 3 orang, serta Fakultas Ekonomi 1 orang. Jumlah total ada 12 orang,” ujar Ketua Panitia Penjaringan singkat namun mantap. Antusiasme para profesor ini menunjukkan dinamika demokrasi kampus yang sehat dan kompetitif. Dalam waktu dekat, tahapan seleksi berikutnya akan segera dimulai, dan para civitas akademika UIN Malang pun menanti sosok pemimpin baru yang akan membawa kampus ini semakin berprestasi di kancah nasional dan internasional.
HUMAS UIN MALANG-Pendaftaran bakal calon rektor UIN Maulana Malik Ibrahim Malang ditutup dengan kejutan menarik. Tepat pada pukul 12.30 WIB. Rabu, 23 April 2025, Prof. Dr. Saifullah, SH., M.Hum., resmi mendaftarkan diri dan turut meramaikan kontestasi pemilihan rektor. Kehadiran beliau menjadikan penjaringan semakin seru, sekaligus melengkapi daftar tiga profesor yang telah siap bertarung memperebutkan kursi tertinggi di universitas ini yaitu Prof. Dr. H. Abdul Malik Karim Amrullah, M.Pd dan Prof. Dr. Hj. Umi Sumbulah, M.Ag.
Prof. Saifullah bukanlah nama baru di lingkungan UIN Maliki Malang. Pengalamannya sebagai Wakil Rektor Bidang Administrasi Umum, Perencanaan, dan Keuangan (AUPK) di era kepemimpinan Prof. Imam Suprayogo menorehkan rekam jejak kepemimpinan yang kuat dan visioner. Kini, beliau masih aktif sebagai dosen Fakultas Syariah dan anggota Senat Universitas, khususnya di Komisi D yang fokus pada pengembangan sumber daya manusia serta penegakan kode etik.
Masuknya Prof. Saifullah dalam bursa calon rektor memperkaya dinamika Pilrek 2025. Masing-masing kandidat membawa latar belakang, pengalaman, dan visi tersendiri, menjadikan pemilihan rektor tahun ini terbuka lebar dan penuh harapan akan arah baru bagi UIN Maliki Malang ke depan.
Akankah pengalaman panjang Prof. Saifullah menjadi magnet kuat di hati para pemilih? Publik kampus menanti jawaban di tahap-tahap berikutnya.
HUMAS UIN MALANG – Sebagai wujud nyata kepedulian sosial dan semangat berbagi, mahasiswa Asistensi Mengajar (AM) dan Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) UIN Malang menggelar kegiatan donor darah di MAN 2 Lamongan, Rabu, (23/4/2025) lalu. Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang pengabdian mahasiswa, tetapi juga bentuk sinergi antara lembaga pendidikan, Palang Merah Indonesia (PMI) Lamongan, dan Palang Merah Remaja (PMR) MAN 2 Lamongan.
Kegiatan donor darah ini merupakan bagian dari program sosial yang diinisiasi oleh mahasiswa Asistensi Mengajar (AM) dan Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) dari UIN Malang. Mereka menjadi penanggung jawab penuh atas terselenggaranya kegiatan ini.
Dalam pelaksanaannya, para mahasiswa UIN Malang menggandeng Palang Merah Indonesia (PMI) dari Lamongan sebagai tim medis profesional yang bertugas mengambil darah para pendonor. Selain itu, kegiatan ini turut dibantu oleh anggota Palang Merah Remaja (PMR) MAN 2 Lamongan beserta pembinanya.
Lokasi kegiatan berlangsung di MAN 2 Lamongan, tepatnya di ruang kelas XII-6, yang disulap menjadi ruang donor sementara dengan fasilitas dan peralatan yang memadai. Kegiatan ini melibatkan puluhan pendonor dari kalangan guru, siswa, serta masyarakat sekitar.
Tujuan utama dari kegiatan ini adalah untuk menumbuhkan rasa kepedulian sosial, meningkatkan kesadaran akan pentingnya donor darah di kalangan pelajar, serta membantu PMI dalam memenuhi kebutuhan darah di wilayah Lamongan.
Kegiatan berlangsung dengan lancar dan antusias. Para mahasiswa UIN Malang mempersiapkan segala keperluan teknis, sementara PMI bertugas melakukan pengambilan darah. PMR MAN 2 Lamongan aktif dalam membantu proses registrasi dan pendampingan peserta.
Salah satu panitia dari mahasiswa UIN Malang mengatakan, “Kami bersyukur kegiatan ini mendapat sambutan hangat. Ini jadi pengalaman luar biasa untuk belajar sekaligus berbagi," ujarnya.
Sementara itu, petugas PMI juga menyampaikan apresiasi, “Kolaborasi seperti ini sangat kami dukung karena berdampak langsung bagi masyarakat," katanya penuh support.
Kegiatan donor darah ini menjadi bukti nyata bahwa kolaborasi antara lembaga pendidikan, organisasi mahasiswa, dan instansi sosial bisa melahirkan manfaat besar bagi lingkungan sekitar.(dr/se)
HUMAS UIN MALANG – Kepala Biro Administrasi Umum, Perencanaan, dan Keuangan (AUPK) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang Dr. H. Muhtar Hazawawi menekankan pentingnya ketekunan dan ketaatan dalam administrasi bagi dosen yang ingin meraih jabatan akademik tertinggi, yakni guru besar. Dalam sebuah forum penyerahan sertifikat pendidik bagi dosen di lingkungan UIN Maliki Malang, ia menyampaikan bahwa kecerdasan saja tidak cukup untuk menjadi sosok yang sukses di dunia akademik. Rabu, 23 April 2025.
"Orang sukses itu bukan cuma pintar, tapi juga telaten. Tertib dalam administrasi sangat penting. Apalagi untuk mencapai guru besar, semuanya harus terencana dengan baik dan dikelola secara disiplin," tegasnya.
Menurutnya, menjadi profesor di masa kini jauh lebih mudah dibandingkan era sebelumnya. Salah satu kunci keberhasilan adalah manajemen waktu yang baik serta konsistensi dalam membuat terobosan akademik.
"Dosen profesional itu idealnya menjadi profesor. Ini bukan sesuatu yang sulit jika direncanakan dengan baik. Saya melihat banyak teman-teman saya yang ditakdirkan menjadi akademisi kini sudah jadi profesor, hanya beberapa yang tertunda karena kendala administratif," ungkapnya. Ia juga menyampaikan bahwa pencapaian tersebut sering kali diraih secara kolektif. “Orang sukses itu biasanya barengan,” tambahnya.
Ia mendorong agar para dosen mulai menyusun skema administrasi sejak dini, karena jika administrasi tertib, hak atas jabatan akademik akan mengalir dengan sendirinya. “Saya doakan semuanya bisa mencapai guru besar,” pungkasnya.
Sementara itu, Kepala Bagian Kepegawaian, Umi Hanik, menyampaikan informasi terkini mengenai peraturan kenaikan pangkat dan jabatan fungsional, khususnya bagi dosen dan ASN di lingkungan kampus.
Ia menjelaskan bahwa saat ini aturan kenaikan jabatan masih berlaku khusus bagi ASN berstatus PNS. Untuk pegawai dengan status PPPK, pihaknya masih menunggu informasi teknis lebih lanjut dari pemerintah pusat.
“Kenaikan pangkat adalah bentuk penghargaan dari negara atas pengabdian ASN. Jalurnya bisa melalui jenjang seperti juru muda, pengatur, penata tingkat I, hingga pembina,” terang Umi.
Mengacu pada Peraturan Kepala BKN Nomor 4 Tahun 2023, saat ini kenaikan pangkat dapat dilakukan enam kali dalam setahun, berbeda dengan sebelumnya yang hanya dua kali, yaitu April dan Oktober.
Lebih lanjut ia menjelaskan, pengajuan pangkat secara berjenjang disesuaikan dengan tingkatannya. Untuk golongan 1A hingga 3C diajukan ke BKN regional, golongan 3D sampai 4C ke BKN pusat, dan golongan 4D hingga 4E harus mendapatkan tanda tangan dari Menteri.
Dalam hal jabatan fungsional dosen dan jabatan fungsional lainnya, ia juga menegaskan bahwa untuk pengajuan pangkat, ASN cukup melampirkan nilai SKP (Sasaran Kinerja Pegawai) yang telah dikonversi.
Prof. Dr. Hj. Umi Sumbulah, M.Ag bakal calon Rektor UIN Maliki Malang periode 2025-2029 menyerahkan dokumen fisik kepada Ketua Panjar Calon Rektor.
HUMAS UIN MALANG – Memasuki hari terakhir penjaringan bakal calon Rektor Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim (UIN Maliki) Malang periode 2025–2029, antusiasme mulai terlihat. Panitia Penjaringan optimis proses pendaftaran akan diminati oleh banyak calon terbaik kampus.
Pagi ini, Rabu (23/4/2025) tepat pukul 10.00 WIB, telah resmi mendaftarkan diri sebagai calon Rektor UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, yaitu Prof. Dr. Hj. Umi Sumbulah, M.Ag. sebelumnya, telah mendaftar Prof. Dr. H. Abdul Malik Karim Amrullah, M.Pd. Keduanya datang dengan membawa berkas fisik lengkap, menandai keseriusan dalam mengikuti kontestasi kepemimpinan kampus unggulan ini.
Proses pendaftaran dilakukan di Ruang Sidang Senat, Gedung Rektorat Lantai 4, yang sejak pagi telah dipersiapkan oleh Panitian Penjaringan (Panjar).. Dr. H. Muhammad In’am Esha, M.Ag. selaku Ketua Panjar menyampaikan bahwa proses sosialisasi telah dilakukan jauh-jauh hari untuk memberi waktu cukup kepada para calon dalam mempersiapkan dokumen yang diperlukan.
“Hari ini adalah hari terakhir pendaftaran. Kami yang bertugas memfasilitasi pendaftaran dan memverifikasi kelengkapan dokumen . Setelah ini, semua dokumen akan kami serahkan kepada Rektor untuk diteruskan kepada Ketua Senat,” ujarnya.
In’am menambahkan, setelah ini tahapannya ada Pemberian Pertimbangan Kualitatif Calon Rektor oleh Senat. Setelah itu, akan dilakukan seleksi oleh Komite Seleksi di Kementerian Agama untuk menetapkan tiga nama calon untuk disampaikan Menteri. “Kami mohon doa agar proses ini berjalan lancar, tertib, dan penuh keberkahan,” ungkapnya.
Sementara itu, Prof. Umi Sumbulah dalam wawancaranya menyampaikan bahwa partisipasinya dalam proses ini adalah bentuk komitmen untuk ikut meramaikan kontestasi sekaligus berkontribusi dalam melanjutkan mimpi besar UIN Maliki Malang.
“Kampus ini terus berupaya menjadi yang terdepan, dan alhamdulillah saat ini UIN Maliki telah meraih akreditasi unggul serta banyak prestasi membanggakan. Ini sejalan dengan visi besar Presiden Prabowo melalui Asta Cita, dan harapan dari Kemenag pusat,” tegasnya.
Ia juga berharap agar seluruh proses penjaringan berjalan Sukses, penuh semangat, dan memberikan manfaat besar bagi masa depa kampus tercinta.
HUMAS UIN MALANG – Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang kembali menorehkan capaian penting dalam penguatan mutu tenaga pendidiknya. Sebanyak 121 dosen yang terdiri dari dosen Pegawai Negeri Sipil (PNS), Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), serta dosen tetap non-PNS resmi menerima sertifikat pendidik dalam sebuah acara penyerahan yang berlangsung di Aula Micro Teaching Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK), Rabu, 23 April 2025.
Acara penyerahan ini dihadiri langsung oleh Rektor UIN Maliki Malang, Prof. Dr. H. M. Zainuddin, MA, didampingi Wakil Rektor I, II, dan IV, serta Kepala Biro Administrasi Umum, Perencanaan, dan Keuangan (AUPK). Kehadiran para pimpinan tersebut menegaskan komitmen institusi dalam mendorong peningkatan kapasitas dan profesionalitas dosen sebagai pilar utama perguruan tinggi.
Dalam laporan akademik yang disampaikan Wakil Rektor Bidang Akademik, Prof. Dr. Hj. Umi Sumbulah, M.Ag., disebutkan bahwa dari 122 dosen yang mengikuti Pelatihan Kompetensi Dosen Pemula (PKDP), sebanyak 121 orang berhasil lulus dan tersertifikasi. “Ini merupakan pencapaian yang membanggakan sekaligus menjadi amanah besar. Sertifikat ini bukan sekadar simbol, tapi tanggung jawab untuk menjalankan tridharma perguruan tinggi secara optimal,” ujarnya.
Rektor UIN Malang dalam sambutannya memberikan apresiasi atas keberhasilan para dosen tersebut dan mengingatkan pentingnya menjadikan lima nilai budaya ASN sebagai pedoman dalam menjalankan tugas. “Seorang dosen harus memiliki integritas tinggi, profesional dalam bidangnya, mampu berinovasi, bertanggung jawab atas tugasnya, dan menjadi teladan bagi mahasiswa,” tegas Prof. Zainuddin.
Beliau juga mengajak para dosen untuk terus mengembangkan diri dan meningkatkan kualitas pengajaran, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. “Ini bukan akhir dari proses, melainkan awal dari perjalanan baru sebagai pendidik profesional,” tambahnya.
Penyerahan sertifikat dilakukan secara simbolis oleh Rektor kepada perwakilan dosen penerima, dilanjutkan dengan sesi foto bersama yang berlangsung dalam suasana hangat dan penuh semangat.
Dengan penambahan jumlah dosen bersertifikat ini, UIN Malang optimis mampu meningkatkan mutu akademik dan daya saing institusi di kancah nasional maupun internasional.
HUMAS UIN MALANG, (1/3) – Suasana hangat dan penuh antusiasme menyelimuti Lorong Sungai Mulia 5, Kampung Sungai Mulia, Jalan Gombak, Kuala Lumpur, dalam sebuah seminar parenting bertajuk “Siap Menjadi Orang Tua yang Bersahabat: Pendidikan Anak dalam Islam”. Acara ini menjadi ajang refleksi dan pembelajaran bagi para orang tua siswa, yang dihadiri oleh mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Malang sebagai pemateri.
Seminar dimulai dengan pemaparan materi yang mengupas konsep pola asuh dalam Islam, dilanjutkan sesi diskusi interaktif yang menggugah banyak pertanyaan serta pengalaman dari para peserta. Diskusi berjalan hangat dan terbuka. Salah satu orang tua menyampaikan keresahannya, “Bagaimana agar kita tidak terlalu sering memarahi anak? Saya sebenarnya tidak ingin marah, tapi ketika saya marah, anak justru semakin menjauh.”
Pertanyaan ini mengawali diskusi yang lebih luas tentang pentingnya komunikasi yang lembut dan pola asuh yang bersahabat. Para pemateri dari UIN Malang memberikan panduan berdasarkan nilai-nilai Islam dan prinsip psikologi perkembangan anak. Tak hanya itu, topik yang tak kalah menarik seperti kecanduan gadget juga mengemuka. Seorang ayah berbagi metode unik dalam mengelola penggunaan handphone pada anak. Ia menyarankan agar handphone tetap menjadi milik orang tua, serta mengajak anak membandingkan hasil kegiatan setelah bermain gadget dan menulis selama 20 menit. Pendekatan ini bertujuan membangun kesadaran anak terhadap dampak aktivitas digital yang berlebihan.
“Tidak ada anak yang nakal atau berani,” tegas salah satu pemateri. “Anak-anak lahir dalam keadaan fitrah. Tantangan sesungguhnya adalah bagaimana orang tua bisa menjadi teladan yang baik dan membimbing mereka dengan cinta.”
Seminar ini diharapkan menjadi titik awal yang mencerahkan bagi para orang tua dalam membangun hubungan yang lebih harmonis dengan anak-anak mereka, berdasarkan nilai-nilai Islam yang penuh kasih sayang. Diharapkan kegiatan seperti ini terus digelar sebagai upaya menanamkan prinsip pengasuhan Islami demi mencetak generasi penerus yang berakhlak mulia.
Kontributor: Amelia Nur Rochim Editor: Azman Fawwazi
HUMAS UIN MALANG – (22/4) Limbah pertanian seperti batang jagung kerap dipandang sebelah mata dan berakhir dibakar begitu saja. Namun, mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) dari Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang hadir membawa perubahan melalui kegiatan bertajuk “Pelatihan Pengolahan Limbah Jagung sebagai Briket” di Kelurahan Jrebeng Kidul, Kota Probolinggo.
Pelatihan ini menarik antusiasme warga setempat yang mayoritas berprofesi sebagai petani. Fokus kegiatan adalah mengolah limbah jagung menjadi briket ramah lingkungan—solusi alternatif energi sekaligus peluang ekonomi baru bagi masyarakat.
Ketua Kelompok KKM UIN Malang, Mohamad Azmi Mubarok, dalam sambutannya menegaskan pentingnya mengubah pola pikir masyarakat terhadap limbah pertanian.
“Kami ingin masyarakat tidak lagi melihat limbah sebagai sampah, tapi sebagai sumber daya yang bisa dimanfaatkan. Melalui pelatihan ini, semoga muncul kesadaran bahwa limbah bisa jadi berkah,” ujarnya penuh semangat.
Sambutan secara virtual juga disampaikan oleh Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), yang menekankan pentingnya kolaborasi antara mahasiswa dan masyarakat dalam menciptakan inovasi yang berdampak langsung.
“Kegiatan ini merupakan wujud nyata Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam aspek pengabdian kepada masyarakat,” ujarnya.
Apresiasi turut disampaikan oleh Sekretaris Camat Jrebeng Kidul yang hadir mewakili pemerintah kecamatan. Ia menilai kegiatan ini mampu membuka wawasan baru tentang pengelolaan limbah yang sebelumnya hanya dibakar.
“Daerah selatan Kota Probolinggo menghasilkan banyak limbah pertanian seperti jerami dan batang jagung. Inisiatif mahasiswa ini membuka pandangan baru bahwa limbah bisa dimanfaatkan menjadi sesuatu yang bernilai,” tuturnya.
Pelatihan menghadirkan narasumber dari Dinas Pertanian Kota Probolinggo, Ali Mughayat Syah, A.Md. Dalam materinya, ia menjelaskan bahwa pengelolaan limbah pertanian yang tepat dapat menghasilkan produk seperti kompos, pakan ternak, hingga briket energi.
“Dengan pengolahan yang benar, limbah pertanian bisa menopang pertanian berkelanjutan dan menjadi peluang usaha baru,” jelasnya.
Sesi selanjutnya diisi dengan demonstrasi langsung pembuatan briket dari bonggol jagung, dipandu oleh Azmi dan Fiqi Wildan selaku perwakilan mahasiswa. Peserta diajak memahami proses lengkap mulai dari pengeringan bahan, penggilingan, pencampuran perekat, hingga pencetakan briket. Untuk memperjelas, mahasiswa juga memutar video dokumentasi pembuatan briket yang telah mereka lakukan sebelumnya.
Respons warga sangat positif. Banyak peserta menyatakan minat untuk mencoba membuat briket secara mandiri di rumah.
Melalui pelatihan ini, mahasiswa KKM UIN Malang membuktikan bahwa inovasi dapat tumbuh dari desa. Limbah yang selama ini terabaikan justru menjadi solusi ramah lingkungan yang mendukung kemandirian energi dan ekonomi masyarakat.
“Jika limbah dikelola dengan baik, kita tidak hanya menjaga lingkungan, tapi juga membuka peluang usaha kecil yang menjanjikan,” ungkap Fiqi saat sesi refleksi.
Dengan semangat kolaboratif dan kepedulian terhadap lingkungan, mahasiswa dan masyarakat bersatu mewujudkan perubahan dari hal-hal sederhana yang ada di sekitar.