HUMAS UIN MALANG- Sebagai upaya menggali dan mengasah kreativitas anak-anak, Kelompok KKM 154 Mahameru mengadakan serangkaian lomba yang menghibur sekaligus mendidik. Kegiatan ini bertujuan untuk menumbuhkan semangat berkompetisi serta mempererat tali persaudaraan di antara anak-anak Dusun Aran-Aran, Desa Sumberejo, Kecamatan Poncokusumo.
Pada akhir pekan yang cerah, Sabtu dan Minggu, 25-26 Januari 2025, anak-anak Dusun Aran-Aran berkumpul di balai desa untuk berpartisipasi dalam acara SEMESTA (Selaras Menebar Semangat Tanpa Akhir). Berbagai lomba digelar, mulai dari trenggiling, adzan, makan kerupuk, hingga bola kotak. Setiap perlombaan dirancang untuk memberikan tantangan yang menyenangkan serta meningkatkan keterampilan dan kreativitas peserta.
Lomba pertama, trenggiling, berlangsung pada Sabtu sore pukul 15.00-16.30. Permainan ini menguji kelincahan, konsentrasi, dan keseimbangan anak-anak. Para peserta harus berjalan menggunakan alat berbahan kardus yang telah disiapkan tanpa kehilangan keseimbangan. Lomba ini sangat digemari karena tidak hanya menantang, tetapi juga mengasah keterampilan motorik mereka.
Keesokan harinya, Minggu pagi, acara berlanjut dengan lomba adzan yang dimulai pukul 08.30. Lomba ini bertujuan melatih kemampuan anak-anak dalam melantunkan adzan dengan suara yang merdu dan sesuai dengan kaidah tajwid. Peserta berasal dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari kelas satu hingga kelas enam SD atau MI. Setiap peserta diberikan kesempatan untuk mengumandangkan adzan dan iqamah dengan penuh penghayatan.
Selanjutnya, pada pukul 09.15, digelar lomba makan kerupuk, yang menjadi favorit anak-anak. Dalam lomba ini, peserta harus menghabiskan kerupuk yang digantung tanpa menggunakan tangan. Keseruan lomba ini menciptakan suasana penuh tawa dan kebahagiaan, karena anak-anak berusaha sekuat tenaga menyelesaikan tantangan tersebut.
Lomba terakhir adalah bola kotak, yang dimulai sekitar pukul 10.00. Dalam permainan ini, peserta beradu kecepatan untuk mengeluarkan bola dari dalam kardus melalui lubang kecil di salah satu sisi. Empat peserta bertanding dalam satu putaran, dan siapa yang berhasil mengeluarkan bola terbanyak dinyatakan sebagai pemenang.
Setelah semua lomba selesai, acara ditutup dengan sesi pembagian hadiah bagi para pemenang. Juara pertama dan kedua dari masing-masing lomba menerima hadiah dari kakak-kakak KKM 154 Mahameru sebagai bentuk apresiasi atas semangat dan usaha mereka. Hadiah tersebut bukan hanya sebagai simbol kemenangan, tetapi juga sebagai motivasi agar mereka terus berlatih dan mengembangkan potensi diri.
Melalui kegiatan ini, diharapkan semangat kreativitas dan keaktifan anak-anak terus tumbuh. Perlombaan ini bukan sekadar hiburan, tetapi juga sarana untuk menggali bakat, mengasah keterampilan, dan menumbuhkan kepercayaan diri mereka. Kelompok KKM 154 Mahameru telah memberikan kontribusi nyata dalam pemberdayaan talenta muda, sekaligus mempererat kebersamaan dan membentuk karakter generasi penerus bangsa.
HUMAS UIN MALANG, (3/2) – Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Kelompok 183 di Desa Mbiru, Dusun Gunungrejo, telah sukses dilaksanakan dengan berbagai program yang berfokus pada bidang pendidikan, keagamaan, dan sosial kemasyarakatan. Kegiatan ini tidak hanya memberikan dampak positif bagi masyarakat setempat tetapi juga menjadi pengalaman berharga bagi mahasiswa dalam menjalankan pengabdian kepada masyarakat.
Sebagai bentuk kepedulian terhadap dunia pendidikan, mahasiswa KKM turut serta dalam kegiatan belajar mengajar di SD Gunungrejo 01 dan TK Muslimat NU 26. Mereka membantu guru dalam menyampaikan materi pelajaran, memberikan bimbingan kepada siswa, serta menciptakan metode pembelajaran yang lebih menarik. Kehadiran mahasiswa membawa semangat baru dalam proses belajar mengajar, sehingga siswa lebih antusias dalam menerima pelajaran.
Tidak hanya di sekolah formal, mahasiswa KKM juga memberikan bimbingan membaca Al-Quran di TPQ Nurul Huda. Program ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan membaca Al-Quran bagi anak-anak desa serta menanamkan nilai-nilai keislaman dalam kehidupan sehari-hari. Salah satu program unggulan, One Day One Juz, berhasil meningkatkan antusiasme masyarakat dalam membaca dan memahami Al-Quran.
Dalam aspek sosial, mahasiswa KKM Kelompok 183 berpartisipasi dalam kegiatan Posyandu guna meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kesehatan ibu dan anak. Mereka membantu dalam pemeriksaan kesehatan, imunisasi, serta memberikan penyuluhan terkait pola hidup sehat. Selain itu, mahasiswa juga mengadakan sosialisasi pencegahan stunting, mengingat masalah gizi buruk masih menjadi isu yang perlu mendapatkan perhatian lebih di desa tersebut. Upaya ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat setempat.
Mahasiswa KKM juga aktif dalam berbagai kegiatan keagamaan di Desa Mbiru. Mereka turut serta dalam acara tahlil dan diba’ bersama masyarakat setempat, yang menjadi ajang mempererat tali silaturahmi serta menjaga tradisi keislaman yang telah berlangsung secara turun-temurun. Kehadiran mahasiswa dalam kegiatan ini menunjukkan komitmen mereka dalam memperkuat nilai-nilai keagamaan dan kebersamaan dalam masyarakat.
Sebagai puncak dari seluruh kegiatan, diadakan acara penutupan yang diselenggarakan di beberapa tempat, yaitu Balai Desa Gunungrejo, SD Gunungrejo 01, TPQ Nurul Huda, dan TK Muslimat NU 26. Setiap acara penutupan dikemas dengan kegiatan yang menarik, seperti perlombaan untuk siswa, ceramah keagamaan, serta refleksi perjalanan KKM. Peringatan Isra’ Mi’raj juga menjadi bagian dari acara penutupan di TPQ Nurul Huda, yang dihadiri oleh para santri dan masyarakat sekitar. Acara ini menjadi momen penuh haru, di mana mahasiswa, guru, dan masyarakat saling mengungkapkan rasa terima kasih dan harapan untuk masa depan. Pelukan hangat dan doa-doa tulus mengiringi perpisahan, menandakan betapa eratnya hubungan yang telah terjalin selama program berlangsung.
Program KKM Kelompok 183 tidak hanya memberikan manfaat sesaat, tetapi juga diharapkan memiliki dampak jangka panjang bagi masyarakat. Dengan adanya bimbingan pendidikan, peningkatan kesadaran keagamaan, serta edukasi kesehatan, Desa Mbiru dapat terus berkembang ke arah yang lebih baik. Mahasiswa yang terlibat dalam program ini juga mendapatkan pengalaman berharga dalam memahami realitas sosial dan meningkatkan kemampuan mereka dalam berkontribusi langsung kepada masyarakat.
Dengan selesainya program KKM ini, diharapkan sinergi antara mahasiswa dan masyarakat tetap terjaga, serta ilmu dan pengalaman yang diperoleh dapat terus dikembangkan demi kemajuan bersama.
HUMAS UIN MALANG, (23/1) – Suasana haru dan penuh makna menyelimuti acara penutupan Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) kelompok 20 di SD Negeri 1 Gunungjati yang dikemas bersamaan dengan peringatan Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW. Dengan mengusung tema “Menambah Cahaya Keimanan Lewat Kreasi Gemilang”, acara ini menjadi momen istimewa yang menggabungkan nuansa spiritual dan kebersamaan, meninggalkan kesan mendalam bagi para mahasiswa KKM, guru, serta siswa-siswi.
Kegiatan ini diawali dengan berbagai penampilan kreatif dari siswa-siswi kelas 1 hingga kelas 6. Mereka menunjukkan bakat terbaiknya dalam lomba-lomba yang telah berlangsung selama program KKM. Sorak sorai penuh semangat terdengar saat para pemenang diumumkan dan menerima hadiah, menandakan antusiasme tinggi dari para siswa dalam mengikuti kegiatan tersebut.
Momentum semakin berkesan dengan pemutaran video profil SD Negeri 1 Gunungjati yang memperlihatkan perjalanan sekolah dalam mencetak generasi penerus bangsa. Tak hanya itu, video kenang-kenangan yang merekam momen kebersamaan antara mahasiswa KKM, siswa, dan para guru menambah nuansa haru. Tawa ceria yang memenuhi awal acara perlahan berganti dengan isak tangis, menggambarkan betapa kuatnya ikatan emosional yang telah terjalin selama program berlangsung.
Sebagai puncak acara, seluruh peserta melakukan musafahah atau bersalam-salaman. Suasana semakin emosional ketika tangis haru pecah di antara siswa, guru, dan mahasiswa. Pelukan hangat, ungkapan terima kasih, serta doa-doa tulus mengiringi setiap jabat tangan, menandakan betapa sulitnya perpisahan ini bagi semua yang terlibat.
Acara ini bukan sekadar seremoni perpisahan, melainkan sebuah wujud penghargaan atas perjalanan penuh makna yang telah dilalui bersama. Lebih dari itu, momen ini menjadi refleksi akan tawa, kerja keras, tantangan, serta kebersamaan yang telah membentuk ikatan kuat di antara peserta.
Lebih dari sekadar kebersamaan, acara ini juga menjadi ajang untuk menanamkan nilai-nilai keimanan dan karakter yang akan menjadi fondasi dalam menghadapi masa depan. Setiap momen yang tercipta di SD Negeri 1 Gunungjati diharapkan mampu menginspirasi para siswa untuk terus bermimpi, berdoa, dan berusaha menjadi pribadi yang bermanfaat bagi sesama. Kenangan ini akan terus hidup, menjadi bukti bahwa pendidikan bukan hanya tentang ilmu pengetahuan, tetapi juga tentang membangun nilai-nilai kehidupan, persahabatan, dan semangat kebersamaan yang tulus.
HUMAS UIN MALANG – Sebagai pilot project yang ditunjuk oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama RI, Fakultas Humaniora UIN Maliki Malang semakin memantapkan langkah menuju tata kelola yang bersih, transparan, dan akuntabel. Hal ini ditandai dengan dilaksanakannya proses penilaian pendahuluan Pembangunan Zona Integritas di lingkungan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN). Senin, 3 Februari 2025.
Momentum penting ini ditandai dengan kegiatan visitasi oleh Dirjen Pendis yang turut dihadiri oleh Kepala Biro AUPK Dr. Muhtar Hazawawi, M.Ag, Ketua Kelompok Kerja OKH Umihanik, Kepala SPI Dr. In'am Esha, serta seluruh tim pembangunan zona integritas Fakultas Humaniora. Visitasi ini menjadi bukti komitmen kuat fakultas dalam membangun Zona Integritas menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (ZI-WBK).
Dekan Fakultas Humaniora, Dr. M. Faisol, M.Ag., menegaskan bahwa pembangunan zona integritas ini bertujuan untuk meningkatkan layanan akademik yang lebih smart, akuntabel, dan bebas gratifikasi. "Keberhasilan ini tidak lepas dari kolaborasi solid antara pimpinan, dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa," ungkapnya. Ia juga menjelaskan bahwa Fakultas Humaniora telah banyak menerapkan layanan berbasis digital guna memberikan kemudahan bagi mahasiswa, dosen, maupun tamu dari luar kampus.
Proses pembangunan zona integritas di PTKIN sendiri terdiri dari berbagai tahapan, mulai dari evaluasi dokumen hingga verifikasi lapangan. Dengan lolos ke tahap berikutnya, Fakultas Humaniora siap menghadapi evaluasi lanjutan dengan berbagai perbaikan dan strategi untuk memenuhi seluruh indikator yang ditetapkan oleh Kementerian Agama.
Kepala Satuan Pengawas Internal (SPI), Dr. In’am Esha, menambahkan bahwa Fakultas Humaniora dipilih sebagai percontohan pembangunan zona integritas di UIN Maliki Malang karena telah terbukti memiliki layanan yang sistemis, terukur, dan telah dinyatakan zero temuan dalam audit internal. "Kami berharap Fakultas Humaniora dapat menjadi inspirasi bagi unit-unit lain di UIN Maliki Malang dan ikut berperan aktif dalam membangun budaya integritas bebas dari korupsi," ujarnya.
Dengan pencapaian ini, Fakultas Humaniora semakin termotivasi untuk terus melakukan inovasi dan perbaikan dalam menjalankan tata kelola yang profesional serta berorientasi pada pelayanan prima. Semangat reformasi birokrasi ini diharapkan dapat menjadi langkah awal menuju peningkatan kualitas layanan akademik yang lebih baik dan berintegritas.
HUMAS UIN MALANG - Tim KKM Mandiri Integrasi UIN Malang sukses menyelenggarakan kegiatan sosialisasi dengan tema "Pendidikan Optimal, Masa Depan Aman: Cegah Pernikahan Anak, Kekerasan Seksual, dan Stunting", di SMAN 1 Narmada, Lombok Barat, Minggu (11/1/2025).
Acara yang menghadirkan narasumber Andre Safutra, S.H., seorang praktisi hukum yang aktif dalam advokasi perlindungan anak, dipandu Ariq Najmi Rihandy sebagai moderator saat itu.
Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran, terutama di kalangan pelajar, mengenai pentingnya pendidikan sebagai langkah preventif terhadap permasalahan sosial seperti pernikahan anak, kekerasan seksual, serta dampaknya terhadap parenting dan kesehatan anak. Peserta yang hadir adalah siswa-siswi SMAN 1 Narmada.
Dalam paparannya, Andre Safutra, S.H. menegaskan, "Pendidikan adalah alat yang paling efektif untuk melindungi anak-anak dari berbagai bentuk eksploitasi, termasuk kekerasan seksual dan pernikahan anak. Anak-anak yang mendapatkan pendidikan yang optimal cenderung memiliki peluang yang lebih besar untuk meraih masa depan yang cerah," Paparnya.
Ia juga menjelaskan dampak negatif pernikahan anak, "Anak-anak yang menikah di usia dini rentan menghadapi putus sekolah, masalah kesehatan reproduksi, bahkan kekerasan dalam rumah tangga. Tidak hanya itu, pernikahan dini juga berisiko tinggi menyebabkan stunting pada anak karena kurangnya kesiapan fisik dan mental orang tua dalam memberikan asupan gizi dan pola asuh yang baik," Jelasnya.
Andre Safutra juga membahas berbagai bentuk kekerasan seksual menurut UU TPKS dan UU Perlindungan Anak, seperti pelecehan seksual nonfisik, pelecehan seksual fisik, pemaksaan kontrasepsi, perbuatan cabul, perbudakan seksual, dan lainnya.
Pada sesi tanya jawab, para siswa sangat antusias menanyakan langkah-langkah yang bisa mereka lakukan untuk melindungi diri dari kekerasan seksual dan mencegah pernikahan dini.
Menanggapi hal ini, Andre menyampaikan, "Penting bagi kalian untuk berani mengungkapkan perasaan jika merasa tidak nyaman atau terancam, baik kepada guru, orang tua, maupun pihak yang berwenang. Selain itu, jangan pernah ragu untuk menolak atau melaporkan hal-hal yang mencurigakan," Responnya.
Ketua KKM Mandiri Integrasi UIN Malang, Muhammad Nur, menambahkan, "Sebagai mahasiswa, kami merasa memiliki tanggung jawab sosial untuk mengedukasi generasi muda tentang pentingnya pendidikan sebagai benteng utama dalam mencegah pernikahan anak dan kekerasan seksual. Kami juga ingin menyoroti bahwa pernikahan dini tidak hanya berdampak pada individu, tetapi juga berkontribusi pada permasalahan sosial yang lebih luas, seperti stunting dan kurangnya pola asuh yang optimal," Imbuhnya.
Di penghujung acara, moderator mengajak peserta untuk mengimplementasikan pengetahuan yang telah didapatkan. "Ilmu yang kita peroleh hari ini akan sangat bermanfaat jika kita terapkan dalam kehidupan sehari-hari. Mari kita jadikan diri kita generasi yang selalu sadar akan pentingnya pendidikan serta penjagaan terhadap diri sendiri dan orang-orang di sekitar kita," Katanya.
Melalui kegiatan ini, diharapkan para siswa SMAN 1 Narmada dapat memiliki kesadaran yang lebih tinggi mengenai pentingnya pendidikan dan mampu melindungi diri dari ancaman pernikahan dini, kekerasan seksual, serta memahami dampaknya terhadap parenting dan kesehatan anak. Kegiatan ini juga menjadi bukti nyata kontribusi positif mahasiswa dalam memberikan dampak kepada masyarakat.(en/sf)
HUMAS UIN MALANG — Mengajar di SDN Nyurlembang, Lombok Barat merupakan salah satu program kerja yang telah dilaksanakan oleh mahasiswa KKM Mandiri Integrasi UIN Malang selama 2 pekan terakhir tepatnya pada tanggal 8-16 Januari 2025.
Kegiatan ini disambut hangat oleh pihak sekolah, baik dari kepala sekolah, guru, maupun para siswa di SDN Nyurlembang. Meskipun kegiatan mengajar hanya dilakukan selama 2 pekan, namun banyak sekali pengalaman yang didapatkan oleh mahasiswa KKM Mandiri Integrasi UIN Malang selama mengajar di sekolah.
Selama dua pekan mengajar, mahasiswa KKM mengajarkan mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di kelas 6A dan 6B. Materi yang diajarkan adalah Surah Al-Maidah ayat 2-3. Mahasiswa mengajak para siswa untuk membaca dan menghafal ayat al-Qur’an tersebut secara bersama-sama. Kemudian menjelaskan mengenai kandungan ayat dan penerapan dalam kehidupan sehari-hari serta membimbing untuk menuliskan ayat di buku tulis masing masing siswa.
Selain menyampaikan materi di depan para siswa, mahasiswa KKM juga memberikan ice breaking dan games sehingga membuat para siswa menjadi lebih aktif dan antusias dalam menerima pembelajaran. Antusiasme siswa terbukti semakin meningkat. Hal tersebut terlihat dari aktif nya mereka bertanya, menjawab, dan mengikuti setiap aktivitas selama pembelajaran.
Salah satu mahasiswa pengajar, Erma, mengungkapkan pengalamannya selama mengajar di SDN Nyurlembang. "Mengajar di SDN Nyurlembang memberikan pengalaman yang sangat berharga, alih alih mengajar justru kami lah yang banyak belajar dan semakin meningkatkan apresiasi kami terhadap pahlawan tanpa tanda jasa (guru) yang selalu sabar dalam mengajar dan mendidik para siswa di sekolah" katanya.
Iksas, salah satu siswa kelas 6A juga turut menyampaikan kesan dan pesan nya selama diajar oleh mahasiswa KKM. “Untuk kakak-kakak KKM, kita mengucapkan terima kasih sudah mengajar, sudah memberi banyak pengetahuan yang bermanfaat untuk kita. Terima kasih banyak kak, semoga sehat selalu. Amin” ucapnya.
Kepala SDN Nyurlembang, dalam sambutannya saat penutupan kegiatan mengajar, menyampaikan rasa terima kasih dan berpesan kepada semua mahasiswa KKM. "Saya mewakili guru-guru disini mengucapkan terima kasih sudah membantu kegiatan pembelajaran di kelas. Inilah pembelajaran sesungguhnya yang tidak kalian dapatkan di bangku perkuliahan. Kami berharap kalian akan menjadi orang-orang yang sukses dan menjadi generasi hebat yang nantinya akan menggantikan peran kami," ujarnya.
Sementara itu, Ketua KKM, Muhammad Nur, turut menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasihnya kepada pihak sekolah dan seluruh warga Desa Nyurlembang. "Kami sangat bersyukur atas kesempatan yang diberikan untuk mengajar di SDN Nyurlembang. Ini adalah pengalaman yang sangat berharga bagi kami. Kami juga memohon maaf jika selama keberadaan kami ada hal yang kurang berkenan. Semoga ilmu yang telah dibagikan bisa bermanfaat, dan kami mohon doa agar seluruh mahasiswa KKM senantiasa diberikan kemudahan dalam perjalanan akademik dan pengabdian kami ke depannya," ujarnya.
Kegiatan mengajar selama dua pekan ini memberikan pengalaman yang sangat berharga bagi para mahasiswa KKM Mandiri Integrasi UIN Malang. Walaupun hanya dua pekan akan tetapi banyak pembelajaran yang didapatkan dari kegiatan tersebut. Semoga pengalaman ini dapat menjadi bekal yang bermanfaat untuk para mahasiswa ketika terjun ke masyarakat.
HUMAS UIN MALANG - PAUD Seruni semakin semarak dengan kehadiran Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) dari Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang. Mahasiswa KKM yang ditempatkan di sekolah ini aktif membantu dalam kegiatan belajar mengajar, khususnya dalam keterampilan menulis, mewarnai, dan menggambar. Dengan pendekatan yang inovatif, mereka berhasil menciptakan suasana belajar yang lebih menyenangkan bagi anak-anak.
Sejak mulainya mengajar mahasiswa KKM, Senin, 6 Januari 2025, anak-anak PAUD Seruni semakin antusias dalam belajar. Dengan metode bermain sambil belajar, mereka diajarkan menulis huruf, menggambar bentuk, dan mewarnai gambar dengan cara yang menarik.
Selain mengajarkan keterampilan akademik, PAUD Seruni juga menanamkan nilai kepedulian sosial kepada anak-anak. Dalam perayaan ulang tahun PAUD Seruni yang ke-17 tahun, para guru mengajak siswa untuk berbagi dengan anak-anak yatim sebagai bentuk rasa syukur.
Ibu Siti Hasanah sebagai salah satu guru di PAUD Seruni, menjelaskan bahwa kegiatan berbagi ini merupakan tradisi tahunan yang bertujuan untuk menanamkan nilai empati dan kepedulian sejak dini.
Dalam kegiatan berbagi ini, anak-anak diminta untuk membawa beras dan bahan makanan lainnya dari rumah. Beras yang terkumpul kemudian dimasak bersama oleh para guru, hingga menjadi hidangan siap saji. Setelah itu, makanan tersebut dikemas dalam bentuk nasi bungkus yang nantinya dibagikan langsung kepada anak-anak yatim.
Sementara itu, Ketua KKM, Muhammad Nur, turut memberikan apresiasi atas sambutan hangat dari PAUD Seruni dan peran aktif para guru dalam membimbing anak-anak.
"Kami sangat bersyukur dapat berbagi pengalaman dan ilmu dengan anak-anak di PAUD Seruni. Terima kasih kepada seluruh guru dan masyarakat yang telah mendukung program ini. Kami juga memohon maaf jika ada kekurangan selama kami mengajar di sini dan berharap doa dari semua pihak agar kami dapat terus bermanfaat bagi masyarakat," ujar Muhammad Nur dengan penuh harapan.
Dengan keterlibatan mahasiswa KKM, PAUD Seruni tidak hanya menjadi tempat belajar akademik tetapi juga pusat pembentukan karakter dan kepedulian sosial bagi anak-anak sejak dini.(hn/sǰ
HUMAS UIN MALANG – Setelah 40 hari mengabdikan diri dalam program Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Mandiri Integrasi, mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang resmi dilepas dalam sebuah acara perpisahan yang penuh haru di Kantor Desa Nyurlembang, Kecamatan Narmada, Lombok Barat. Acara ini dihadiri oleh Kepala Desa Nyurlembang, perwakilan Camat Kecamatan Narmada, serta perwakilan Ikatan Alumni UIN Malang.
Pelepasan mahasiswa KKM berlangsung hangat dan khidmat. Kepala Desa Nyurlembang, Bapak Lukmanul Hakim, menyampaikan apresiasi tinggi terhadap kontribusi mahasiswa yang telah aktif dalam berbagai program pengabdian masyarakat, terutama di bidang pendidikan, sosial, dan pemberdayaan masyarakat.
“Tidak terasa sudah 40 hari berlalu. Anak-anak kami telah membersamai kami dalam waktu yang singkat, tetapi mereka memberikan banyak kontribusi luar biasa bagi desa kami. Kami bersyukur karena mereka hadir dengan semangat dan kepedulian yang tinggi. Saya juga memastikan bahwa sepuluh mahasiswa KKM masih lengkap dan tidak berkurang suatu apa pun,” ujar Bapak Lukmanul Hakim, yang disambut tawa ringan dari para hadirin.
Selain itu, Ketua Ikatan Alumni UIN Malang, Bapak H. Muhammad Asroruddin HS., M.Pd., yang mewakili dosen pembimbing lapangan, juga menyampaikan rasa bangganya terhadap mahasiswa yang telah menyelesaikan program KKM dengan baik.
“Kami mengapresiasi kerja keras dan dedikasi mahasiswa selama 40 hari ini. Semoga pengalaman di Desa Nyurlembang menjadi inspirasi bagi mereka untuk terus berkontribusi kepada masyarakat, baik dalam kehidupan akademik maupun profesional ke depannya,” ungkapnya.
Sementara itu, Ketua KKM, Muhammad Nur, dalam sambutannya turut menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh warga Desa Nyurlembang yang telah menerima dan membimbing mereka selama masa pengabdian.
“Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh masyarakat Desa Nyurlembang, terutama kepada Bapak Kepala Desa Lukmanul Hakim, yang telah menerima kami dengan tangan terbuka. Kami juga memohon maaf jika selama 40 hari ini ada kesalahan atau kekurangan dari kami. Kami mohon doa agar seluruh mahasiswa KKM ini dapat terus bermanfaat bagi masyarakat di manapun kami berada,” ujarnya dengan penuh haru.
Dengan berakhirnya program ini, mahasiswa diharapkan dapat mengimplementasikan pengalaman dan wawasan yang telah diperoleh dalam kehidupan akademik maupun sosial. Acara pelepasan ditutup dengan doa bersama, sesi foto, serta penyerahan cenderamata sebagai bentuk kenang-kenangan antara mahasiswa dan masyarakat Desa Nyurlembang. Suasana haru tak terelakkan saat warga mengantarkan mahasiswa KKM hingga ke kendaraan mereka, sebagai tanda ikatan emosional yang telah terjalin erat selama program berlangsung.(hz/sf)
HUMAS UIN MALANG – Mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Philoxenia dari Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang berperan aktif dalam mengembangkan nilai-nilai toleransi dan moderasi beragama di Dusun Glagah Ombo, Kamis (23/1/2025).
Melalui serangkaian kegiatan yang dirancang dengan pendekatan edukatif, tujuan yang dibawa adalah menanamkan pentingnya saling menghargai dan hidup rukun sejak usia dini, serta mencegah terjadinya perundungan (bullying) yang sering kali muncul akibat perbedaan keyakinan maupun latar belakang sosial.
Selama beberapa minggu terakhir, mahasiswa KKM Philoxenia menjalankan berbagai kegiatan yang menyentuh langsung kepada masyarakat, terutama anak-anak di Dusun Glagah Ombo. Program-program ini fokus pada pengembangan sikap saling menghormati dan penguatan moderasi beragama melalui metode yang menarik dan mudah diterima.
Di antaranya adalah dongeng toleransi, permainan edukatif, serta diskusi ringan yang mengajarkan nilai-nilai keberagaman dan pentingnya hidup berdampingan dalam keberagaman agama dan budaya.
Salah satu kegiatan yang mendapat perhatian luas adalah sesi Cerita Kebersamaan. Dalam sesi ini, anak-anak diajak untuk mendengarkan kisah-kisah inspiratif mengenai persahabatan dan kerukunan antar umat beragama. Kegiatan ini bertujuan untuk membuka wawasan mereka tentang pentingnya menghormati sesama, meskipun ada perbedaan agama, suku, maupun ras.
Saat kegiatan di lapangan, para mahasiswa juga memberikan penekanan tentang bagaimana cara menghargai teman tanpa melihat latar belakangnya, dengan tujuan menciptakan ruang aman dan nyaman bagi setiap individu.
Selain itu, kegiatan lain yang tak kalah penting adalah diskusi reflektif bersama. Dalam sesi ini, anak-anak diberi kesempatan untuk berbicara tentang pengalaman pribadi mereka terkait perbedaan yang ada di masyarakat, serta berbagi pandangan mengenai cara menghargai perbedaan tersebut.
Mahasiswa KKM mengarahkan diskusi dengan penuh kesabaran, membimbing anak-anak untuk menyadari bahwa setiap individu, apapun agama dan keyakinannya, berhak dihormati dan diterima sebagai bagian dari masyarakat.
Mohamad Abdul Rozzaq, salah satu anggota kelompok KKM Philoxenia, menjelaskan bahwa pendidikan mengenai toleransi dan moderasi beragama sejak usia dini sangat penting untuk membentuk karakter generasi mendatang yang lebih inklusif dan terbuka.
Menurutnya, “Kami ingin anak-anak di Dusun Glagah Ombo tumbuh dengan kesadaran bahwa perbedaan adalah hal yang wajar dan seharusnya tidak menjadi alasan untuk membeda-bedakan atau bahkan melakukan perundungan terhadap teman mereka.”
Untuk memudahkan pemahaman anak-anak tentang konsep ini, para mahasiswa menggunakan berbagai alat bantu, seperti poster gambar dan permainan yang mempromosikan kerjasama antar individu dengan latar belakang yang berbeda. Semua aktivitas tersebut bertujuan untuk menumbuhkan rasa saling menghormati dan mencegah potensi terjadinya diskriminasi.
Kepala Dusun Glagah Ombo, Pak Latif memberikan apresiasi yang tinggi terhadap program yang dijalankan oleh mahasiswa KKM Philoxenia ini. Dalam wawancaranya, beliau mengatakan, “Program ini sangat bermanfaat bagi anak-anak kami. Kami berharap dengan adanya edukasi ini, mereka akan tumbuh menjadi pribadi yang lebih menghargai sesama dan dapat menjunjung tinggi nilai-nilai toleransi di dalam kehidupan sehari-hari.”
Pak Latif juga berharap kegiatan ini bisa berlanjut dan diperluas agar semakin banyak anak-anak yang mendapat kesempatan untuk belajar mengenai pentingnya hidup berdampingan dengan berbagai perbedaan. Ia menyatakan bahwa pendidikan seperti ini akan memberi dampak positif dalam menciptakan masyarakat yang lebih harmonis di masa depan.
Melalui pendekatan yang menyenangkan dan menyeluruh, mahasiswa KKM Philoxenia berkomitmen untuk menanamkan fondasi yang kuat dalam pembentukan karakter anak-anak Dusun Glagah Ombo, yang diharapkan akan menjadi bagian dari masyarakat yang lebih harmonis, toleran, dan bebas dari perundungan.
Mereka percaya bahwa dengan pemahaman yang lebih baik tentang keberagaman dan toleransi, anak-anak akan tumbuh menjadi individu yang tidak hanya menghargai perbedaan, tetapi juga berkontribusi dalam menjaga kedamaian dan keharmonisan dalam masyarakat.
Dengan berjalannya waktu, diharapkan kegiatan serupa dapat terus dilakukan di berbagai tempat lain, memperluas jangkauan nilai-nilai toleransi, dan menciptakan masyarakat yang lebih inklusif, moderat, serta penuh dengan rasa saling menghargai.(sn/kf)
Kontributor: Sirly Nafisa & Muhammad Kifah Abdan Syakuro