Daftar Penulis: Abadi Wijaya


Misi Mulia KKM Carya Waksudha di Desa Poncokusumo: Bimbel Kreatif yang Mengubah Perspektif Pendidikan
Rabu, 22 Januari 2025 . in Berita . 265 views
8670_kkm-bimbel-1.jpg

HUMAS UIN MALANG - Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang, tak hanya mencetak sarjana, tetapi juga agen perubahan. Buktinya, Mahasiswa KKM Carya Waksudha sukses menggelar program bimbingan belajar (bimbel) kreatif di Desa Poncokusumo dengan metode belajar yang inovatif dan menyenangkan. Desa Poncokusumo, Kec. Poncokusumo, Malang.

Program ini diinisiasi atas permintaan Ketua RW setempat, Bapak Edi Sugianto, untuk memberikan kegiatan edukatif yang menarik dan bermanfaat bagi anak-anak selama masa liburan.  Bimbel yang bertemakan "Belajar Ceria, Pintar Berkembang" ini diselenggarakan setiap Selasa dan Rabu malam di posko tempat tinggal mahasiswa KKM, dengan peserta sebanyak 15 anak dari jenjang SD dan SMP. Adanya bimbel ini, bapak Edi Sugianto menyampaikan apresiasinya. Beliau menekankan pentingnya program-program seperti ini untuk memotivasi anak-anak agar terus semangat belajar dan memiliki kebiasaan belajar yang baik. “Semoga program ini dapat terus berlanjut dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi anak-anak di desa kami,” harap Bapak Edi.

8671_kkm-bimbel.jpg

Program bimbel ini merupakan bagian integral dari upaya KKM Carya Waksudha dalammendukung peningkatan kualitas pendidikan dan pemberdayaan masyarakat, khususnya dalam konteks pengentasan kemiskinan ekstrem. Kurikulum dalam bimbel ini dirancang untuk menciptakan suasana belajar yang menyenangkan dan efektif.  Materi pembelajaran meliputi pengayaan materi sekolah, pengenalan bahasa asing dasar, hingga wawasan umum seperti pengetahuan tentang bendera dunia dan anatomi tubuh manusia.  Metode pembelajaran yang diterapkan menekankan pada interaksi, permainan edukatif untuk meningkatkan pemahaman konsep dan keterampilan sosial anak. 

Melalui program pengabdian itu, mahasiswa KKM Carya Waksudha juga berharap program bimbel ini memberikan dampak positif jangka panjang bagi perkembangan pendidikan di Desa Poncokusumo serta menjadi contoh bagi program-program pengabdian masyarakat lainnya. Mereka juga berencana untuk mengevaluasi program ini secara berkala untuk memastikan efektivitas dan keberlanjutannya.

8672_kkm-bimbel-1.jpg

Kolabolator: KKM Carya Waksudha

Editor: Fatma Aulia

Lebih Lanjut »
Buku Sholat untuk SD, Inovasi Mahasiswa KKM UIN Malang
Rabu, 22 Januari 2025 . in Berita . 213 views

 

8676_oke.jpeg

HUMAS UIN MALANG – Moderasi beragama menjadi kunci dalam membangun harmoni di tengah keberagaman, termasuk di dunia pendidikan. Mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Gantari Bhumi UIN Malang mengambil langkah konkret dengan menyusun buku pedoman sholat yang dirancang khusus untuk siswa sekolah dasar (SD). Dengan bimbingan guru agama, buku ini diserahkan sebagai inventaris pembelajaran di sekolah pada (16/1) guna mendukung pengajaran agama yang lebih inklusif dan terstruktur.

Buku ini dirancang tidak hanya sebagai panduan sholat, tetapi juga memuat materi fiqih dan thaharah yang disesuaikan dengan tingkat pemahaman anak-anak. Pendekatan ini membantu siswa, khususnya yang sedang berada di masa transisi menuju remaja, untuk memahami kewajiban agama dengan cara yang sederhana namun mendalam. Pemahaman agama yang benar sejak dini diyakini dapat membentuk kebiasaan positif serta ketaatan beragama yang berkelanjutan.

Guru-guru di sekolah menyambut baik kehadiran buku pedoman ini. Mereka merasa terbantu karena materi yang biasanya dianggap kompleks kini dapat disampaikan dengan lebih terstruktur dan menarik. Buku ini menjadi alat bantu yang efektif dalam proses pengajaran agama, mendorong siswa untuk lebih disiplin dalam menjalankan ibadah sekaligus memahami nilai-nilai agama secara praktis.

8677_p.jpeg

Selain membantu pelaksanaan ibadah, buku ini juga menanamkan nilai-nilai karakter seperti kejujuran, disiplin, dan tanggung jawab. Anak-anak diajak untuk tidak hanya mempelajari teori agama, tetapi juga menerapkan prinsip-prinsip tersebut dalam kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, buku ini berkontribusi pada pembentukan karakter siswa secara holistik.

Mahasiswa KKM Gantari Bhumi UIN Malang yang terlibat dalam proyek ini mendapatkan pengalaman berharga dalam menerapkan ilmu yang mereka pelajari di kampus. Mereka belajar untuk memahami kebutuhan pendidikan di tingkat dasar dan menawarkan solusi yang relevan serta aplikatif.

"Inisiatif ini adalah bentuk nyata kolaborasi antara mahasiswa sebagai agen perubahan dan guru sebagai pendidik utama. Kami berharap langkah ini menginspirasi institusi pendidikan lain untuk menciptakan inovasi serupa," ujar salah satu mahasiswa KKM.

Langkah sederhana ini menunjukkan bahwa moderasi beragama dapat diimplementasikan dalam pendidikan untuk membentuk generasi muda yang religius, moderat, dan berwawasan luas. Semoga inovasi seperti ini terus berkembang demi kemajuan pendidikan dan pembentukan karakter bangsa.

Editor: Azman Fawwazi 

Lebih Lanjut »
BCM, Seni Al-Banjari, dan Kaligrafi: Cara Mahasiswa UIN Malang Bangun Generasi Kreatif di TPQ
Rabu, 22 Januari 2025 . in Berita . 284 views
8665_kkm-mengaji-2.jpg

HUMAS UIN MALANG - Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang, Mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Carya Waksudha, memiliki progam pengabdian yang menarik yakni mulai dari pembelajaran rutin, banjari, hingga BCM. Desa Poncokusumo, Kec. Poncokusumo, Malang.

Program pengabdian Masyarakat ini bertempat di TPQ Baiturrahiim. Kegiatan ini berlangsung setiap hari, mulai pukul 14.00 hingga 16.00 WIB, para mahasiswa secara konsisten mengajarkan anak-anak membaca jilid dan Al-Qur’an menggunakan metode tilawati. Metode ini dinilai efektif dalam mempermudah anak-anak mengenal huruf hijaiyah, membaca Al-Qur’an dengan tartil, serta meningkatkan pemahaman dan kualitas bacaan mereka. "Kehadiran mahasiswa KKM ini sangat membantu perkembangan anak-anak kami, baik dalam kemampuan membaca Al-Qur’an maupun pengembangan karakter mereka. Kami sangat bersyukur atas dedikasi mereka." ungkap Hasan Bisri, Kepala TPQ Baiturrahiim.

Selain kegiatan pembelajaran rutin, program ini juga dilengkapi dengan kegiatan ekstrakurikuler setiap Sabtu, seperti seni Al-Banjari, kaligrafi, dan Baca, Cerita, Menyanyi (BCM). Melalui program Al-Banjari, mahasiswa bekerja sama dengan anggota IPNU setempat untuk mengenalkan seni shalawat khas Nusantara. Kegiatan kaligrafi menjadi sarana bagi anak-anak untuk mengekspresikan kreativitas dalam menulis ayat-ayat Al-Qur’an, sementara program BCM dirancang untuk meningkatkan imajinasi, keberanian, serta kemampuan komunikasi anak-anak. Seluruh kegiatan ini bertujuan tidak hanya untuk memperkaya wawasan agama, tetapi juga untuk mengembangkan potensi kreatif dan karakter anak-anak.

8666_kkm-mengaji-3.jpg

Program pengabdian ini tidak hanya memberikan manfaat bagi anak-anak TPQ, tetapi juga menjadi pengalaman berharga bagi para mahasiswa. Melalui interaksi dengan para santri, mahasiswa belajar menghadapi berbagai dinamika sosial sekaligus menanamkan nilai-nilai moderasi beragama yang mengedepankan toleransi dan inklusivitas. Para mahasiswa berharap, kontribusi mereka dapat memberikan dampak jangka panjang bagi masyarakat setempat dan menginspirasi generasi muda untuk terus berperan aktif dalam pembangunan masyarakat. Dengan pendekatan yang sistematis dan penuh dedikasi, kelompok KKM ini mengemas berbagai kegiatan secara inovatif agar memberikan manfaat yang luas. Dukungan penuh dari pengelola TPQ serta antusiasme anak-anak serta warga setempat juga menjadi faktor pendukung keberhasilan program ini.

8664_kkm-mengaji.jpg

Kontributor: KKM Carya Waksudha

Editor: Fatma Aulia

 

 

Lebih Lanjut »
UIN Maulana Malik Ibrahim Malang Ucapkan Selamat atas Pelantikan Pejabat Baru Kemenag RI
Rabu, 22 Januari 2025 . in Berita . 395 views
8663_ucapan.png

HUMAS UIN MALANG – Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang bersama seluruh sivitas akademika mengucapkan selamat dan sukses atas pelantikan para pejabat baru di Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag RI). Pelantikan ini menjadi momen penting bagi penguatan institusi Kemenag RI dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Rabu, 22 Januari 2025.
Rektor UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Prof. Dr. H. Zainuddin MA, menyampaikan rasa bangganya atas pelantikan empat tokoh berpengaruh yang memiliki peran strategis di Kemenag RI. Keempat pejabat tersebut adalah:
1. Prof. Dr. H. Kamaruddin Amin, MA
Dilantik sebagai Sekretaris Jenderal Kemenag RI, Prof. Kamaruddin Amin diharapkan mampu memperkuat tata kelola administrasi dan operasional kementerian.
2. Prof. Dr. H. Suyitno, MA
Sebagai Direktur Jenderal Pendidikan Islam (Dirjen Pendis) Kemenag RI, Prof. Suyitno memiliki tanggung jawab besar dalam mengembangkan pendidikan Islam di Indonesia.
3. Prof. Dr. H. Abu Rokhmad, MA
Dilantik sebagai Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam (Dirjen Bimas Islam), Prof. Abu Rokhmad diamanahi tugas untuk memperkuat pembinaan keagamaan dan kehidupan beragama di tengah masyarakat.
4. Prof. Dr. H. Ali Ramdhani, ST., MT
Mengemban jabatan sebagai Kepala Badan Moderasi Beragama dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kemenag RI, Prof. Ali Ramdhani diharapkan dapat memperkuat komitmen moderasi beragama sebagai pilar kehidupan berbangsa.
“Kami yakin keempat tokoh ini akan membawa Kemenag RI menuju arah yang lebih baik, selaras dengan visi moderasi beragama dan penguatan sumber daya manusia Indonesia,” ujar Prof. Zainuddin.
Sivitas akademika UIN Malang juga berharap agar sinergi antara perguruan tinggi keagamaan Islam dan Kemenag RI semakin erat, khususnya dalam mendukung program-program strategis yang berorientasi pada pengembangan pendidikan dan moderasi beragama.
Semoga amanah yang diberikan kepada para pejabat baru ini dapat dijalankan dengan baik demi kemajuan bangsa dan negara.

Lebih Lanjut »
Menag Minta Ekoteologi dan Pelestarian Alam Masuk Kurikulum Pendidikan Agama
Rabu, 22 Januari 2025 . in Berita . 299 views
8656_menag1.jpg

HUMAS UIN MALANG-Menteri Agama Nasaruddin Umar, meminta ekoteologi dan pelestarian alam masuk dalam kurikulum pendidikan agama dan keagamaan. Pesan ini disampaikan Menag saat membuka Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Pendidikan Islam 2025 di Jakarta, Selasa (21/1/2025) . Rakernas mengusung tema "Execution Matters! Beres Ya."
Menag mengungkapkan tiga fokus pengembangan pendidikan agama dan keagamaan di masa depan, yakni isu lingkungan, toleransi, dan nasionalisme. Menag menekankan relevansi pendidikan dalam menjawab tantangan zaman, terutama krisis lingkungan. Ia menyebutkan pentingnya pendekatan ekoteologi untuk mengintegrasikan nilai-nilai agama dalam pelestarian alam.

8659_menag2.jpg


Ekoteologi bisa dipahami sebagai konsep yang membahas tentang inter-relasi antara pandangan teologis-filosofis yang terkandung dalam ajaran agama dengan alam, khususnya lingkungan.
"Konsep 'khalifah' dalam Islam menjadi landasan moral untuk mengajarkan siswa menjaga lingkungan hidup. Al-Quran dan hadis memberi pesan tegas untuk tidak merusak bumi," ujar Menag. Dalam tafsir Al-Quran yang diterbitkan Kementerian Agama, kata khalifah (QS Al Baqarah: 30) diterjemahkan sebagai pengelola alam semesta.
Menag berharap nilai-nilai ini dapat diintegrasikan ke dalam kurikulum pendidikan agama, menjadikan pelestarian lingkungan sebagai bagian dari ibadah dan tanggung jawab manusia.
Visi kedua yang diangkat adalah penguatan toleransi melalui moderasi beragama. Menag menyebut "Kurikulum Cinta" sebagai pendekatan inovatif untuk mengintegrasikan nilai moderasi ke dalam pembelajaran Pendidikan Agama dan Pendidikan Kewarganegaraan.

8660_menag3.jpg


"Pendidikan adalah jalan utama untuk menciptakan masyarakat yang harmonis di tengah keberagaman," tegasnya.
Moderasi beragama dianggap strategis dalam membangun masyarakat yang inklusif serta menanamkan nilai Islam rahmatan lil ‘alamin di berbagai tingkatan pendidikan.
Nasionalisme menjadi pilar ketiga. Menag menekankan pentingnya pendidikan sejarah, penguatan budaya lokal, dan penghayatan nilai-nilai Pancasila sebagai upaya menanamkan cinta tanah air.
"Nasionalisme bukan sekadar slogan, melainkan ruh dari setiap kebijakan pendidikan kita," ungkap Menag.
Pendidikan agama diharapkan menjadi benteng untuk menjaga identitas bangsa di tengah derasnya pengaruh budaya asing. Sehingga, generasi muda memiliki wawasan global tanpa kehilangan akar budaya dan cinta tanah air.

8657_rohmat1.jpg


Direktur Jenderal Pendidikan Islam, Abu Rokhmad, menambahkan pentingnya eksekusi program yang tepat untuk mendukung kemajuan pendidikan Islam.
"Perencanaan yang baik tidak berarti apa-apa tanpa eksekusi yang bersih, responsif, dan melayani. Oleh karena itu, tema Rakernas kali ini menjadi pijakan bagi kita semua untuk memastikan segala rencana dapat terealisasi dengan hasil nyata," ujar Abu.

8658_rohmat2.jpg


Ia memperkenalkan visi besar Pendidikan Islam, yakni "MAJU dan HEBAT." MAJU merupakan akronim dari Melayani, Amanah, Juara, dan Unggul, sementara HEBAT adalah Helpful, Excellent, Brave, Active/Authentic, dan Think.
Rakernas ini dihadiri berbagai stakeholder Direktorat Jenderal Pendidikan Islam dari seluruh Indonesia. Rakernas menjadi ajang refleksi, evaluasi, dan sinergi. Agenda Rakernas meliputi talkshow inspiratif bersama Dr. Ary Ginanjar untuk membangun Pendis Culture dan sidang komisi yang membahas empat topik utama: Guru dan Tenaga Kependidikan Islam, Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam, KSKK Madrasah, serta Pesantren dan Pendidikan Keagamaan Islam.
"Rakernas ini adalah momentum untuk memperkuat komitmen kita bersama. Kita harus memastikan bahwa semua keputusan di sini membawa manfaat nyata bagi masyarakat dan bangsa," tutup Dirjen Pendis.

Humas

Lebih Lanjut »
Inovasi KKM UIN Malang: Belajar Matematika Jadi Menyenangkan!
Rabu, 22 Januari 2025 . in Berita . 213 views
8661_p.jpeg

HUMAS UIN MALANG - Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) UIN Malang kembali membuktikan perannya dalam memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat. Salah satu kelompok KKM, yaitu kelompok 142 yang terdiri dari Abdinda Firdausi Nuzula dan Achmad Fairuz, memperkenalkan media pembelajaran kreatif berupa jaring-jaring bangun ruang. Program ini dirancang untuk membantu siswa SDN 1 Belung, Poncokusumo, memahami konsep bangun ruang tiga dimensi dengan lebih mudah dan menyenangkan. Inisiatif ini mendapat sambutan hangat dari kepala sekolah dan para guru, yang menganggapnya sebagai inovasi positif untuk meningkatkan kualitas pembelajaran.

Materi bangun ruang sering menjadi tantangan bagi siswa karena sifatnya yang abstrak. Namun, melalui media pembelajaran ini, siswa dapat mempelajari bentuk tiga dimensi dengan melihat langsung proses perakitan jaring-jaring hingga menjadi bangun ruang utuh. Bahan yang digunakan sederhana, seperti kertas asturo dan origami, yang membuat media ini tidak hanya mudah dibuat tetapi juga ramah lingkungan. “Kami ingin menciptakan pengalaman belajar yang interaktif dan menyenangkan, sehingga matematika tidak lagi dianggap membosankan,” ungkap Abdinda Firdausi.

Proses pembuatan media pembelajaran ini dilakukan melalui beberapa tahapan, mulai dari mendesain jaring-jaring, memilih bahan yang aman dan mudah didapatkan, hingga merakitnya sesuai desain. Setelah media selesai dibuat, mahasiswa KKM mensosialisasikan cara penggunaannya kepada guru dan siswa, serta mendampingi siswa dalam merakit jaring-jaring tersebut. Antusiasme siswa terlihat jelas selama kegiatan berlangsung. Mereka tidak hanya lebih mudah memahami konsep bangun ruang, tetapi juga merasa senang dan tertantang untuk belajar.

Guru SDN 1 Belung mengapresiasi media pembelajaran ini karena mampu meningkatkan minat siswa terhadap pelajaran matematika, khususnya materi bangun ruang. Dengan metode yang interaktif, siswa menjadi lebih percaya diri dan bersemangat dalam belajar. “Anak-anak terlihat lebih aktif dan memahami konsep dengan lebih baik. Ini adalah langkah yang sangat positif bagi pendidikan mereka,” ujar salah satu guru.

Melalui program ini, mahasiswa KKM UIN Malang menunjukkan bahwa kreativitas dan kepedulian dapat memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Harapannya, inisiatif serupa dapat terus dikembangkan oleh mahasiswa lainnya sebagai bentuk kontribusi terhadap dunia pendidikan. Kuliah Kerja Mahasiswa bukan sekadar program wajib, tetapi juga momen untuk memberikan inspirasi dan perubahan nyata bagi lingkungan sekitar.

Kontributor: Abdinda

Editor: Azman Fawwazi

Lebih Lanjut »
Dari Tantrum ke Senyum: Transformasi Ajaib di Sosialisasi Parenting KKM 135 Mangaladhikara, Wonosari
Rabu, 22 Januari 2025 . in Berita . 158 views
8662_kkm.jpg

HUMAS UIN MALANG - Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang, Mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) 135 Mangaladhikara, melaksanakan kegiatan sosialisasi parenting di Balai Desa Plandi, Sembalun. Sabtu, 18 Januari 2025.

Dalam kesempatan kali ini mahasiswa KKM 135 Mangaladhikara, dengan inisiatif dan perencanaan yang matang, berhasil mengundang narasumber yang kompeten, Ibu Asni Furaida, M.A., dosen dari UIN Malang. Kehadiran Ibu Asni memberikan nilai tambah yang signifikan bagi sosialisasi ini, memberikan para orang tua pemahaman yang komprehensif tentang pentingnya mengenali emosi anak, serta strategi efektif dalam mengelola perilaku tantrum.

8644_kkm-135.jpg

Melalui sosialisasi ini, KKM 135 Mangaladhikara tidak hanya memberikan edukasi, tetapi juga membangun jembatan komunikasi yang efektif antara akademisi dan masyarakat. Program ini merupakan contoh nyata bagaimana mahasiswa dapat berkontribusi aktif dalam pembangunan masyarakat, khususnya dalam meningkatkan kualitas pengasuhan anak. Keberhasilan sosialisasi ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi kelompok KKM lainnya untuk menciptakan program-program pemberdayaan masyarakat yang inovatif dan bermanfaat. KKM 135 membuktikan bahwa kontribusi mahasiswa tidak hanya terbatas di kampus, tetapi juga dapat memberikan dampak positif yang nyata di tengah masyarakat.

 

Kontributor: Abdul Mohed 

Editor : Fatma Aulia

Lebih Lanjut »
Potret Moderasi Beragama di Desa Sukodadi: KKM UIN Malang Kunjungi Tiga TK dengan Label Nasionalisme dan Ketertiban
Rabu, 22 Januari 2025 . in Berita . 423 views
8653_kkm.jpeg

HUMAS UIN MALANG – Kelompok Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) UIN Malang meninjau langsung proses belajar mengajar di tiga Taman Kanak-Kanak (TK) yang memiliki latar belakang agama berbeda. Ketiga TK itu di antaranya, TK Kristen Eleos (latar belakang agama Kristen), TK Bhakti Persada (latar belakang agama Hindu), dan TK Muslimat NU Al-Masithoh (Islam) yang berada di lingkungan Dusun Jamuran, Desa Sukodadi, Wagir, Malang.

Kunjungan itu berlangsung sejak 12 hingga 15 Januari 2025 lalu. Mahasiswa menyoroti hal menarik yang ada di TK itu, salah satunya penanaman rasa nasionalisme bagi anak-anak. Setiap awal pembelajaran, anak-anak diajarkan untuk menyanyikan lagu wajib sebagai bagian dari pendidikan karakter yang mengedepankan kecintaan terhadap tanah air. Selain menanamkan rasa kebangsaan, disiplin dan ketertiban juga diutamakan bagi ketiga TK itu. Anak-anak didik untuk baris berbaris sebelum memasuki kelas.

8652_kkm.jpeg

Salah satu mahasiswa, Shandyka Naraya Sukma, menceritakan observasi yang dilakukan ini merupakan bagian dari program moderasi beragama, di mana, menurutmya, semua memiliki pendekatan yang serupa dalam mendidik anak-anak. Menurutnya, program ini untuk membiasakan anak-anak dengan pentingnya tertib dan menjaga keteraturan, yang juga sejalan dengan nilai-nilai kedisiplinan dalam kehidupan sehari-hari.

Shandyka, sapaan akrabnya, menambahkan, melalui observasi ini, para peserta KKM UIN Malang melihat bagaimana sekolah-sekolah tersebut berusaha menanamkan rasa nasionalisme dan ketertiban, sekaligus mengajarkan nilai-nilai keberagaman dan toleransi kepada anak-anak sejak usia dini.

Bu Dewi, selaku perwakilan satu guru TK yang beragama Budha, menyambut baik kedatangan mahasiswa dalam program moderasi beragama. Menurutnya, kedatangan mahasiswa membantu menciptakan generasi yang tidak hanya berlandaskan pada ajaran agama masing-masing, tetapi juga memiliki rasa persatuan dan kesatuan yang kuat dalam bingkai keberagaman.

8654_kkm.jpeg

Mewakili guru-guru TK, Bu Dewi berharap anak-anak bisa menanamkan nilai-nilai toleransi, saling menghormati, dan menghargai keberagaman sejak usia dini sebagai bagian dari kekayaan bangsa, sehingga mereka dapat memahami pentingnya hidup berdampingan secara harmonis di tengah perbedaan.

Sejalan dengan harapan itu, para mahasiswa bisa banyak belajar menghormati keyakinan dan tradisi agama lain, serta menumbuhkan rasa persaudaraan tanpa memandang perbedaan agama, agar terciptan hubungan yang lebih erat antara lembaga-lembaga pendidikan lintas agama.(mh/sf)

Kontributor: M. Hilmi Albi Maulana

Editor: Sulthan Fathani Elsyam

Lebih Lanjut »
Rektor UIN Malang Hadiri Rakernas Pendidikan Islam 2025, Soroti Pentingnya Eksekusi yang Tepat
Rabu, 22 Januari 2025 . in Berita . 342 views
8648_rakernas2.jpg

HUMAS UIN MALANG-Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Malang, Prof. Dr. H. M. Zainuddin, MA, bersama Kepala Biro Bidang AUPK, Dr. H. Muhtar Hazawawi, turut hadir dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Pendidikan Islam 2025. Acara ini bertajuk "Execution Matters! Beres Ya." dan berlangsung di Mercure Ancol Jakarta pada 21-23 Januari 2025. Rakernas dihadiri oleh Menteri Agama serta para pemangku kebijakan di lingkungan Direktorat Jenderal Pendidikan Islam, baik secara luring maupun daring.

8651_rakernas4.jpg


Dalam sambutannya, Prof. Abu Rohmad, Direktur Jenderal Pendidikan Islam, menekankan pentingnya eksekusi yang baik dalam menjalankan rencana. “Perencanaan yang baik tidak akan berarti apa-apa jika eksekusi dan aksi tidak terlaksana dengan baik. Setiap rencana harus dijalankan dengan bersih, responsif, dan melayani,” ungkapnya. Ia juga menyoroti perlunya evaluasi atas pelaksanaan program-program yang telah direncanakan, agar langkah-langkah yang diambil memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Rakernas ini menjadi momentum untuk refleksi dan evaluasi, memastikan bahwa alokasi anggaran digunakan tepat sasaran demi mendukung visi dan misi yang telah ditetapkan. Prof. Abu juga menyampaikan pesan Menteri Agama untuk menjaga integritas, menjalankan prinsip transparansi, dan menjauhkan diri dari praktik penyelewengan. “Setiap langkah harus mencerminkan nilai-nilai bersih, anti fraud, dan pelayanan prima,” tegasnya.

8649_rakernas3.jpg


Fokus pada Pendidikan Anak dan Pengelolaan yang Relevan
Dirjen Pendidikan Islam juga menekankan pentingnya memahami dunia anak-anak, mulai dari usia dini hingga perguruan tinggi. “Sebagai pengelola pendidikan, kita harus menyelami dunia mereka, memahami cara mereka tumbuh dan berkembang, agar pendidikan yang diberikan relevan dan sesuai kebutuhan,” jelasnya.

Refleksi Menteri Agama: Tantangan Esensial Pendidikan Agama
Menteri Agama RI, Prof. Dr. Nasaruddin Umar, dalam pidatonya, mengulas capaian kinerja 100 hari Kemenag. Meskipun laporan menunjukkan realisasi anggaran mencapai 100 persen, beliau menyoroti tantangan esensial terkait dampak terhadap kualitas anak didik. “Apakah anggaran yang tinggi memiliki hubungan linier dengan kualitas capaian anak didik? Faktanya, tidak selalu demikian,” ujarnya. Menurutnya, keberhasilan harus diukur secara holistik, mencakup peningkatan karakter dan visi pendidikan agama.

8647_rakernas1.jpg

Beliau menyoroti tiga isu utama dalam pendidikan agama yaitu pertama, Penyelamatan Bumi Melalui Pendidikan Agama. Pendidikan agama harus menyertakan pesan lingkungan hidup yang kuat. Dengan pendekatan eco-teologi, doktrin agama perlu dikaji ulang agar tidak menjadi legitimasi eksploitasi alam. “Manusia sebagai khalifah di bumi harus diartikan sebagai penjaga, bukan perusak,” tegasnya.

Kedua, Pendidikan Toleransi dan Moderasi. Menteri Agama menyoroti rendahnya kesadaran toleransi dalam pendidikan agama. “Jika pendidikan agama sejak dini menanamkan kebencian, kita akan semakin jauh dari semangat kerukunan. Pendidikan harus mengajarkan toleransi sebagai inti ajaran agama,” ungkapnya.
Katiga, Penguatan Nasionalisme. Pendidikan agama harus memperkuat identitas kebangsaan melalui sejarah, budaya lokal, dan nilai-nilai Pancasila. “Nasionalisme harus menjadi ruh dari setiap kebijakan pendidikan agama, bukan sekadar slogan,” tambahnya.

Pendidikan Agama sebagai Transformasi Sosial
Menutup pidatonya, Menteri Agama menegaskan bahwa misi besar Kemenag adalah mendidik generasi penerus yang unggul secara intelektual dan berkarakter mulia. Pendidikan agama harus menjadi wahana transformasi sosial untuk menyelamatkan alam dan mempererat kerukunan. “Dengan visi yang kuat, kita dapat mewujudkan pendidikan yang benar-benar bermanfaat bagi masyarakat dan bangsa,” pungkasnya.
Rakernas 2025 ini diharapkan menjadi tonggak penting untuk memperkuat komitmen dalam membangun pendidikan Islam yang bersih, transparan, dan berdampak positif. (*)

 

Lebih Lanjut »

UNIVERSITAS ISLAM NEGERI
MAULANA MALIK IBRAHIM MALANG
Jalan Gajayana No. 50 Malang 65144
Telp: +62-341 551-354 | Email : info@uin-malang.ac.id

facebook twitter instagram youtube
keyboard_arrow_up