HUMAS UIN MALANG-Kuliah Kerja Nyata Moderasi Beragama (KKNMB) Tingkat Nasional tahun 2023 di Kab. Tana Toraja hampir berakhir, mulai tanggal 14 Juli sampai 26 Agustus 2023. IAIN Parepare sebagai tuan rumah memilih lokasi KKN di Tana Toraja karena terkenal dengan sebutan “Negeri Surga Beragam Budaya”. Kabupaten yang berada di Propinsi Sulawesi Selatan ini warganya memeluk berbagai macam agama, Kristen merupakan agama mayoritas. Mereka hidup secara berdampingan dengan rukun dan damai.
“Lokasi KKN Moderasi Beragama di Kab. Tana Toraja merupakan pilihan yang tepat untuk pendewasaan dalam beragama. Masyarakatnya memeluk agama yang berbeda-beda namun hidup rukun dan damai. Mahasiswa bisa belajar banyak dari kehidupan ini, disamping bisa memberikan sesuatu yang bermanfaat bagi masyarakat melalui program kerja” jelas Prof. Hannani, Rektor IAIN Parepare.
“Kegiatan ini diikuti sekitar 350 mahasiswa dari 52 Perguruan Tinggi di Indonesia. Pesertanya dari kampus Islam, Kristen, dan Hindu. Peserta dari luar Sulawesi dapat mengirim maksimal 5 orang mahasiswa, dan dari dalam Sulawesi maksimal 10 orang mahasiswa. Target kegiatan ini diantaranya adalah terjadinya proses komunikasi interaktif dan alih tehnologi antara mahasiswa dan masyarakat” ujar Dr. Musliadi, Kepala Pusat Pengabdian Masyarakat IAIN Parepare.
Tujuan diselenggarakan KKN Moderasi Beragama ini agar para mahasiswa dapat menumbuhkan rasa saling menghormati dan menghargai antar sesama meskipun berbeda latar belakang, yang terbalut dalam tema “Harmoni dalam Keragaman”. Disamping itu mahasiswa dapat mengimplementasikan ilmu pengetahuan yang diperoleh di kampus melalui program kerja pengabdian. Hal ini untuk mendorong pengembangan potensi yang ada, membantu menemukan solusi dari masalah yang ada, serta membumikan nilai-nilai moderasi di tengah masyarakat.
Kegiatan KKN ini diawali dengan penjemputan peserta di Bandara Sultan Hasanuddin Makassar tanggal 13 Juli 2023. Pembukaan dan pembekalan tanggal 14-15 Juli 2023 di Auditorium IAIN Parepare. Pelaksanaan KKN di Kab. Tana Toraja dimulai tanggal 16 Juli sampai 26 Agustus 2023. Dan terakhir Ekspos hasil KKN tanggal 26 Agustus 2023 di Taman Moderasi IAIN Parepare, sekaligus penutupan.
“Kami bersyukur terpilih untuk mengikuti kegiatan ini, mempunyai banyak teman dari berbagai kampus, mempunyai banyak saudara baru. Pengalaman hidup yang sangat berharga, tidak terbayang sebelumnya. Bisa berinteraksi dengan suku Tator yang mayoritas beragama Kristen dan mengenal budayanya yang unik dan menarik. Sungguh bangga menjadi warga Indonesia yang kaya suku dan budaya” ujar Nevin Nismah, Mahasiswa Jurusan Pendidikan Bahasa Arab.
Ia menjelaskan bahwa KKN ini terbagi menjadi 30 posko. Ia berada di posko 9, terletak di kelurahan Talion Kecamatan Rembon Kabupaten Tana Toraja. Di kelompoknya terdiri dari 11 Mahasiswa dari 10 perguruan tinggi, yaitu IAIN Parepare, IAIN Kendari, STAIN Majene, UIN Alauddin Makassar, UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, UIN KH. Achmad Siddiq Jember, UIN Sultan Aji Muhammad Idris Samarinda, UIN Mahmud Yunus Batusangkar, IAIN Lhokseumawe, UHN I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar.
“Kami berterima kasih kepada Kementerian Agama dan perguruan tinggi yang terlibat dalam kegiatan ini. Pemilihan lokasi KKN di Tana Toraja sangat tepat bagi pengembangan diri mahasiswa untuk merawat ke-Bhineka-an. Kota yang terkenal memegang teguh adat istiadat dan menjunjung toleransi yang sangat tinggi antar agama”ujar Suryadi mahasiswa Jurusan Kimia.
“Fokus kegiatan ini tidak hanya aspek pengembangan kualitas layanan desa saja, akan tetapi juga aspek pemahaman spritual keagamaan. Pengembangan pemahaman spiritual keagamaan ini bekerjasama dengan ormas dan lembaga keagamaan yang ada di masyarakat” ujar Sabta Bagus mahasiswa Tadris Matematika.
“Dalam kegiatan ini mahasiswa juga dituntut untuk membuat konten video di media sosial yang menolak ujaran kebencian (hate speech), berita bohong (hoax) dan sentiment politik identitas yang mengandung unsur sara” ujar Ghan Adhila mahasiswi Sastra Arab. Ia menjelaskan konten video ini bagian dari upaya untuk merawat keutuhan bangunan kebangsaan yang sudah disepakati bersama oleh founding fathers bangsa ini.
Bravo KKN Moderasi Beragama di Tana Toraja. Bravo IAIN Parepare. I Love Habibi – Ainun. Kenangan yang tidak akan terlupakan. Melelahkan tapi menyenangkan. Perjalanan saja harus ditempuh sekitar delapan jam dari Makassar ke Tana Toraja . Harus melewati enam kabupaten yaitu Kab. Maros, Pangkep, Barru, Parepare, Pinrang, Enrekang. Semoga ada kesempatan lagi untuk mengikuti kegiatan bertajuk “Moderasi Beragama”.
HUMAS UIN Malang — Setelah pekan lalu mengukuhkan dua Guru Besar, kini Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim (UIN Maliki) Malang kembali mengukuhkan seorang Guru Besar baru. Kali ini, Prof. Dr. Hj. Ilfi Nur Diana, M.Si., CAHRM., CRMP, resmi dikukuhkan menjadi seorang Guru Besar dalam Bidang Sumber Daya Manasia. Pengukuhan yang berlangsung dengan khidmat dalam Sidang Terbuka Senat Akademik UIN Malang, Selasa (15/8).
Turut hadir pula, Ketua Tanfidziyah PWNU Jatim, Dr. KH. Marzuki Mustamar serta para kolega dari Prof. Dr. Hj. Ilfi Nur Diana, M.Si. dan Para Pimpinan Rektorat UIN Malang.
Rektor UIN Malang, Prof. Dr. H. M. Zainuddin, MA., mengucapkan selamat kepada para guru besar yang dikukuhkan dan menyampaikan pesan agar para guru besar yang telah dikukuhkan senantiasa mengabdi di UIN Malang. “Selamat kepada Prof. Ilfi atas jabatan fungsional tertinggi ini, semoga para guru besar dapat terus mengabdi untuk UIN Malang menyelaraskan tugas, pokok dan fungsi Tri Dharma Perguruan Tinggi,” pesannya dalam sambutan.
Beliau juga menyampaikan, dengan kenaikan jabatan fungsional ini, semoga Guru Besar yang dikukuhkan dapat menjadi inspirasi bagi para dosen dan bisa bermanfaat bagi masyarakat luas.
Prof. Dr. Hj. Umi Sumbulah, M.Ag, selaku Wakil Rektor I, menyampaikan bahwa Kebijakan pendidikan tinggi perlu disesuaikan dengan era revolusi digital, antara lain dengan merekonstruksi kurikulum yang dapat memberikan keterampilan baru bagi mahasiswa.
Senada dengan Pimpinan Rektor, Ketua Senat UIN Malang, Prof. Ahmad Muhtadi Ridwan, M.Pd., mengucapkan selamat kepada Prof. Dr. Hj. Ilfi Nur Diana, M.Si., CAHRM., CRMP, atas capaian guru besarnya. "Saya ucapkan selamat kepada Prof. Ilfi, dan tentu juga selamat kepada keluarga besar PPT. Al-Yasini, khususnya keluarga dan kerabat beliau," ucapnya.
Selanjutnya, ia berharap, semoga dengan capaian ini membawa keberkahan dan perubahan bagi masyarakat. "Saya berharap semoga ilmunya semakin bermanfaat, semakin berkah, sehingga dapat membawa perubahan yang lebih positif dan progresif, khususnya buat UIN Maulana Malik Ibrahim Malang," harapnya.
Sebelum berpidato, Prof. Ilfi, mengaku nervous. Sebab, ia berpidato di depan para guru besar. "Saya nervous ini di depan para guru besar." Ungkapnya sambil tersenyum.
Pada pidatonya, Prof. Ilfi, menerangkan beberapa riset dan teori tentang kepemimpinan karismatik yang mempengaruhi kualitas kepribadian. "Teori ini ia memberi pengertian bahwa krismatik sebagai kemampuan untuk melakukan keajaiban untuk menggambarkan kekuatan atau pengaruh yang bukan didasarkan pada tradisi tetapi pada persepsi bawahan bahwa pemimpinnya diberkahi dengan kualitas kepribadian yang istimewa dan luar biasa," terangnya.
Terakhir, Prof. Ilfi mempersembahkan rangkaian bunga untuk keluarga dan kerabatnya dengan penuh haru dan bangga.
Reporter: Sulthan Fathani E. Fotografer: Rifky Zahrul A. Editor: Edy Hyto
HUMAS UIN Malang - Pengenalan Budaya dan Akademik Kampus (PBAK) Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan, tahun ini diselenggarakan di Gedung Sport Center Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang. Acara yang diikuti oleh 927 mahasiswa baru berlangsung pada (23/8) hingga hari ini (24/8).
Rangkaian PBAK-F berlangsung meriah dengan tarian kolaborasi yang dipersembahkan oleh mahasiswa FITK. Selain itu, Duta FITK juga turut menyambut hangat para mahasiswa baru.
Sambutan M Prof. Nur Ali, M.Pd
Prof. H. Nur Ali, M.Pd, selaku Dekan FITK menyambut para mahasiswa baru dengan senyum cerianya. “Selamat datang kalian di fakultas tertua di sini (UIN Malang, red). Oleh karena itu, berbanggalah kalian menjadi mahasiswa FITK,” sambutnya. “Orang yang sukses adalah orang yang peka dengan pendidikan, jangan merasa salah masuk fakultas tarbiyah dan keguruan, tunjukkan kalau kalian bisa berkontribusi untuk masa depan kalian,” imbuhnya.
Dr. Muhamammad Walid MA, selaku Wakil Dekan I, menyampaikan pada materinya, Mahasiswa Tarbiyah harus menjadi Agent of Change dalam bidang pendidikan. “Hari ini mulailah berproses untuk menjadi tokoh perubahan, khususnya dalam bidang pendidikan. Sebab, bukan dikatakan mahasiswa jika tidak mampu berproses untuk pendidikan di Indonesia agar lebih berkembang," terangnya. Ia menambahkan bahwa budaya akademik yang ada di FITK kini serius dalam meyiapkan lulusan yang siap dengan beberapa dunia kerja. “Adanya kurikulum FITK yang sudah berbasis UB dan sistem pendidikannya sudah MBKM, ini semua demi output yang ready di dunia industri dan usaha.”
Penyampaian materi oleh Dr. H. Abdul Basith, M.Si
Pada materi selanjutnya, Dr. H. Abdul Basith, M.Si selaku Wakil Dekan II bidang AUPK mengenalkan unit yang ada di FITK, seperti Gedung Megawati sebagai Gedung FITK, Gedung Microteaching, Pusat Bahasa, Kantor Kelas Internasional, dan beberapa Laboratorium. Beliau juga menyampaikan, untuk melatih dan menyiapkan generasi lingkup nasional-internasional, perlu latihan yang maksimal dengan kegiatan belajar mengajar dalam rangka mewujudkan harapan dan cita-cita bersama.
Tak hanya diisi materi oleh dekanat, namun rangkaian PBAK-F di hari kedua ini juga diisi materi tentang Organisasi Kemahasiswaan Fakultas yang disampaikan oleh perwakilan pengurus DEMA-FITK maupun SEMA-FITK.
Seusai acara, Ketua Pelaksana PBAK-F, Muhammad Galuh rizqi, mengucapkan selamat datang di UIN Malang dan berharap kepada para mahasiswa baru agar dapat berkolaborasi bersama mahasiswa lainnya dalam menempuh studinya. Reporter: Sulthan Fathani Elsyam Fotografer: Ahmad Muzaini Editor: Edy Hyto
HUMAS UIN Malang - Senat Mahasiswa (SEMA) Fakultas Psikologi Universitas Islam Negeri Malang menyambut ratusan mahasiswa baru Fakultas Psikologi dalam kegiatan Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) Fakultas Psikologi 2023. Kegiatan PBAK Fakultas Psikologi ini dijadwalkan akan berlangsung selama 2 hari dimulai dari 23-24 Agustus 2023 di Auditorium Fakultas Saintek.
Acara ini resmi dibuka oleh Dekan Fakultas Psikologi, Prof.Dr. Rifa Hidayah M.Si melalui prosesi gunting pita dan pengalungan name tag peserta PBAK. Selaku Dekan Fakultas Psikologi, dalam sambutannya beliau sangat senang dan bangga menerima kedatangan mahasiswa baru Fakultas Psikologi 2023. "Belajar di Perguruan Tinggi berbeda dengan belajar di SMA. Menjadi mahasiwa perlu bersikap mandiri dan harus memiliki manajemen waktu yang baik karena waktu 1 detik pun itu sangatlah berharga," ungkapnya dalam sesi sambutan.
Ahmad Afskar N.A, selaku Ketua Umum Senat Mahasiswa Fakultas Psikologi juga turut hadir dan menyampaikan salam hangat dan mengucapkan selamat datang pada seluruh mahasiswa baru Fakultas Psikologi. "Seluruh mahasiswa baru psikologi merupakan calon pemimpin dan orang-orang terpilih yang dipercaya untuk mewujudkan cinta tanah air tanpa penindasan, gandrung akan keadilan, dan bahasanya tanpa kebohongan."
Mahasiswa yang biasa disapa Afskar itu mengungkapkan bahwa Maliki Muda khususnya mahasiswa baru Fakultas Psikologi akan menghadapi fase baru. "Fase belajar di Perguruan tinggi adalah fase yang menjadi tempat mahasiswa menemukan jati diri. Mahasiswa perlu bersikap adaptif dalam melewati fase ini," ungkap Afskar.
Dia juga menekankan bahwa Maliki Muda psikologi harus menjadi generasi revolusioner, konseptor, dan eksekutor, bukan menjadi generasi manipulator. Mahasiswa harus memanfaatkan dan mengembangkan potensi serta mengukir prestasi di Fakultas Psikologi UIN Malang.
Dengan terselenggaranya acara PBAK Fakultas Psikologi ini, diharapkan dapat menjadi bekal dan pedoman para peserta PBAK dalam menjalankan proses pendidikan di Fakultas Psikologi UIN MALANG.
UIN MALANG-Setelah mendapatkan materi tentang perbaikan pengelolaan jurnal untuk peningkatan akreditasi Sinta, para pengelola jurnal di UIN Maulana Malik Ibrahim Malang menimba pengalaman dari Sholahuddin Al Fatih, Editor-in-Chief Jurnal Legality yang sudah terindeks, Scopus, Selasa (22/8). Sepanjang tiga jam di sesi siang hari, Fatih berbagi pengalamannya menangani jurnal dari mati suri hingga berhasil lolos asesmen di pengindeks internasional. Hal yang ia tekankan selama penyampaiannya materinya ialah sikap dan mindset pengelola jurnal. “Jangan putus asa dulu sebelum mencoba, kalau belum-belum sudah tidak yakin dengan kualitas jurnal kita, hasilnya juga tidak akan memuaskan,” tutur dosen Fakultas Hukum di Universitas Muhammadiyah Malang itu. Untuk menjaga kualitas, kata Fatih, para pengelola harus tegas. Maksudnya, pengelola harus konsisten dengan guidelines yang sudah ditetapkan tim redaksi jurnal. Konsisten menjaga kualitas bisa dalam berbagai sisi, di antaranya memastikan fokus dan scope naskah yang masuk sesuai dengan jurnal. “Karena itu, pengelola harus berani menolak penulis. Meskipun itu dari pimpinan kita sendiri,” ujar Fatih.
Hal yang sering menjadi catatan tim asesor Scopus untuk jurnal-jurnal di Indonesia adalah kualitas Bahasa Inggris. Tidak bisa dipungkiri jika menjaga kualitas Bahasa Inggris dalam jurnal sangat sulit. Tidak semua penulis mumpuni dari segi kebahasaan. Maka, perlu strategi dari tim pengelola jurnal untuk mengatasi hal tersebut. “Kampus harus menganggarkan untuk proofread naskah di lembaga profesional,” jelasnya. Namun, tidak semua penyedia jasa proofread dapat dituju. “Cari proofreader yang biasa menangani naskah-naskah yang sesuai dengan keilmuan jurnal anda,” ujarnya. Para pengelola jurnal di UIN Maulana Malik Ibrahim Malang mengikuti Workshop Upgrading Pemeringkatan Sinta di The Shalimar Boutique Hotel, Kota Malang. Acara yang dilaksanakan selama sehari penuh ini ditujukan bagi jurnal-jurnal yang sudah terakreditasi Sinta dan yang masih dalam proses penilaian. (nd)
HUMAS UIN MALANG - Dr. H. Isroqunnajah, M.Ag, Wakil Rektor Bidang Kerjasama dan Pengembangan Kelembagaan UIN Maliki Malang, dengan hangat menyambut ribuan peserta Program Pengenalan Budaya Akademik dan Kampus (PBAK) yang berlangsung meriah di gedung SC UIN Maliki Malang. Dikenal dengan sapaan akrab "Gus Is," beliau dalam momen berharga ini menjelaskan bahwa tugas utamanya sebagai Wakil Rektor IV adalah mendukung Rektor dalam mengemban tanggung jawab di bidang kerjasama dan pengembangan kelembagaan. Senin (21/8/2023).
Gus Is menekankan peran pentingnya dalam mengawasi dan mengkoordinasikan berbagai kegiatan, seperti penataan, penguatan, dan pengembangan internal lembaga. Proses evaluasi baik internal maupun eksternal, penyesuaian, pembentukan, hingga penghapusan kelembagaan, serta aktivitas legislasi kelembagaan, juga menjadi bagian dari tugasnya. Gus Is menyatakan bahwa upaya utama adalah menjalin kerjasama yang luas dengan instansi dan lembaga di luar kampus. "Alhamdulillah UIN Maliki Malang telah menjalin kerjasama dengan lembaga dalam mupun luar negeri," tuturnya.
UIN Maliki Malang telah menjalin berbagai kerjasama, termasuk dengan Ummul Quro' di Timur Tengah dan lembaga lainnya, baik di dalam negeri maupun di luar negeri. Lebih lanjut, UIN Maliki Malang memiliki empat lokasi kampus yang berbeda, masing-masing tersebar di jalan Gajayana No.50 Malang, Pendem Kota Batu, Precet Batu, dan Turen Kidul Kabupaten Malang. Kampus keempat ini, seluas 12 hektar, akan dijadikan kompleks Fakultas Agro berkat hibah dari pemerintah kabupaten.
Gus Is menekankan bahwa mahasiswa UIN Malang perlu berbangga memiliki kampus yang besar, unggul, dan berstatus internasional. Beliau mendorong mahasiswa untuk terus meningkatkan kompetensi sesuai dengan disiplin ilmu masing-masing dan mengambil peluang dengan baik. Gus Is berkeyakinan bahwa mahasiswa UIN Malang memiliki kompetensi yang mumpuni untuk bersaing di tingkat internasional, terutama dengan adanya kerjasama dengan lembaga baik dalam maupun luar negeri.
Dalam akhir pesannya, Gus Is mengajak para mahasiswa untuk menjadikan niat yang tulus dan peluang yang ada sebagai bekal berharga dalam mengejar ilmu di UIN Maliki Malang. Beliau memotivasi mereka untuk menjadi mahasiswa yang unggul dan bereputasi internasional, serta menegaskan bahwa saat ini UIN Maliki Malang menduduki peringkat tiga terbaik versi Webometrics, bersanding dengan UI dan UGM.
Sebagai penutup, Gus Is mengingatkan para mahasiswa untuk tidak menyia-nyiakan waktu di UIN Maliki Malang, dan mendorong mereka untuk menggapai keberkahan dan manfaat dari ilmu yang diperoleh selama di kampus. Dengan semangat yang membara, ia mengajak seluruh mahasiswa untuk menuntut ilmu dengan sungguh-sungguh, menjadikan diri mereka sebagai agen perubahan yang berkompeten dan berdaya saing global.
UIN MALANG-Dihadirkan sebagai salah satu narasumber dalam Workshop Upgrading Pemeringkatan Sinta di UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Kukuh Tejomurti menyampaikan bahwa ada wacana perubahan pedoman asesmen untuk jurnal ilmiah di Indonesia tahun mendatang. Di hadapan seluruh pengelola jurnal di UIN Malang, ia berbagi mengenai beberapa aspek yang rencananya akan diubah, Selasa (22/8). Isu nomor unik DOI (Digital Object Identifier) yang sering bermasalah menjadi salah satu yang dibahas oleh tim asesor. “Asesor ingin memastikan bahwa DOI di jurnal-jurnal benar-benar aktif atau tidak,” jelas Kukuh yang juga merupakan salah satu asesor akreditasi jurnal di Indonesia. Karenanya, para pengelola harus memastikan bahwa DOI dapat diakses selama masa penilaian. Untuk jajaran reviewer, tim asesor menghendaki agar setidaknya para reviewer jurnal tidak hanya berasal dari kampus asal. “Minimal tim reviewer harus berasal dari empat institusi berbeda,” imbuh narasumber yang berafiliasi di Universitas Sebelas Maret, Surakarta itu. Untuk itu, pengelola harus membangun networking dengan para akademisi dari kampus lain.
Banyaknya naskah dengan kualitas rendah juga menjadi perhatian para asesor. Sebagai salah satu sumber sebaran keilmuan di Indonesia, jurnal-jurnal harus tetap menyaring naskah yang masuk, baik dari segi kesesuaian tema maupun kelayakan terbit. Untuk mengawal dan mengawasi kualitas naskah, poin untuk penilaian konten/substansi naskah akan dinaikkan kurang lebih 10 poin. Tak hanya memberikan materi, Kukuh juga mengajak peserta untuk melakukan evaluasi terhadap jurnal masing-masing. Evaluasi diri (self-evaluation) dilakukan agar pengelola mengetahui keadaan jurnalnya, serta apa yang perlu dibenahi untuk proses akreditasi. Peserta juga diberi kesempatan untuk berkonsultasi pada narasumber terkait masalah yang dihadapi saat mengelola jurnal ilmiah. Workshop Upgrading Pemeringkatan Sinta adalah sesi khusus yang diadakan Pusat Publikasi Ilmiah-LP2M untuk memberikan arahan bagi jurnal-jurnal di UIN Malang yang ingin meningkatkan akreditasi Sinta-nya. Acara fullday yang bertempat di The Shalimar Boutique Hotel itu juga mengundang Sholahuddin Al Fatih, salah satu pengelola jurnal terindeks Scopus dari Universitas Muhammadiyah Malang. (nd)
UIN MALANG-Roadmap UIN Maulana Malik Ibrahim Malang hingga 2025 ialah rekognisi internasional. Karenanya, segala program yang dilakukan diharapkan berorientasi untuk mewujudkan visi tersebut. Termasuk dalam hal publikasi karya ilmiah, pihak kampus berharap akan semakin banyak sivitas akademik UIN Malang yang karyanya terbit di jurnal internasional. Hal ini disampaikan Prof. Dr. Agus Maimun, M.Pd., Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) dalam Workshop Upgrading Pemeringkatan Sinta di The Shalimar Boutique Hotel, Kota Malang, Selasa (22/8). Prof. Agus melanjutkan, menurut IKU (Indeks Kinerja Utama) rektor UIN Malang tahun ini, kolaborasi riset internasional menjadi salah satu program yang akan digodok dengan serius. Program tersebut tentu bukan tanpa tujuan, “Pihak kampus ingin agar kolaborasi ini menjadi jalan bagi UIN Malang untuk terekspos dan dikenal oleh akademisi dan praktisi level internasional.” Ia menambahkan, “Dengan adanya kolaborasi ini, kesempatan karya ilmiah sivitas akademik UIN Malang ter-publish di jurnal terakreditasi dan bereputasi internasional akan semakin besar.” Lebih jelasnya, masih kata Prof. Agus, dalam IKU rektor, target jumlah karya ilmiah yang terbit di jurnal bereputasi internasional tahun ini ialah 754 artikel. Sivitas akademik didorong untuk menerbitkan karya yang sesuai dengan bidang keilmuannya, terutama hasil riset dan/atau pengabdian masyarakat yang dilaksanakan setiap tahun.
Kepala Pusat Publikasi Ilmiah (PPI), Muhammad Anwar Firdausy, juga menjelaskan, tak hanya sekadar mewajibkan penerbitan karya ilmiah, kampus juga memberi beberapa dukungan. Salah satunya melalui program PPI, di bawah naungan LP2M, kampus menyetujui program bantuan APC (Article Processing Charges) bagi para dosen yang naskahnya berhasil dinyatakan terbit di jurnal terindeks Scopus. Karena itu, lanjut kepala PPI, meski kegiatan akademis akan terasa monoton dan membosankan, ia berharap para dosen terutama pengelola jurnal tidak menyerah melakukan penelitian dan penulisan karya ilmiah. Ia yakin, segala usaha yang dilakukan akan mendapatkan imbalan yang sama, juga berimbas positif terhadap karir para dosen. Workshop Upgrading Pemeringkatan Sinta adalah sesi khusus yang diadakan Pusat Publikasi Ilmiah-LP2M untuk memberikan arahan bagi jurnal-jurnal di UIN Malang yang ingin meningkatkan akreditasi Sinta-nya. Karenanya, Kukuh Tejomurti dari Universitas Sebelas Maret, Surakarta dihadirkan sebagai salah satu asesor jurnal-jurnal di Indonesia. Tak hanya itu, para pengelola juga akan mendapat materi mengenai persiapan jurnal menuju akreditasi internasional dari Sholahuddin Al Fatih, salah satu pengelola jurnal terindeks Scopus dari Universitas Muhammadiyah Malang. (nd)
HUMAS UIN MALANG - Kegiatan Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) di Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang memasuki hari kedua dengan penuh semangat. Pada Selasa (22/8/2023), para peserta PBAK diajak untuk lebih mendalam mengenal berbagai organisasi mahasiswa intra kampus (Omik) yang mewarnai kehidupan kampus. Sebanyak 4.152 peserta PBAK turut berpartisipasi dalam sesi pengenalan 16 Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) yang berada di lingkungan UIN Maliki Malang. Acara ini bertujuan untuk memberikan wawasan yang lebih luas kepada para mahasiswa baru mengenai potensi dan peluang di luar kegiatan akademik. Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Dr. A. Fatah Yasin, M.Ag, dengan penuh semangat mengajak para mahasiswa baru untuk aktif terlibat dalam kegiatan-kegiatan yang ditawarkan oleh berbagai UKM. Beliau menyampaikan harapannya agar mahasiswa baru dapat memanfaatkan kesempatan ini untuk mengembangkan soft skill mereka.
Sebanyak 16 UKM turut ambil bagian dalam acara tersebut, di antaranya UKM Mapala Tursina, Teater K2, Inovasi, Simfoni FM, Pramuka, KSR PMI, Seni Religius, LKP2M, Jhepret Club Fotografi, Menwa, Taek Kwon Do, Pagar Nusa, Kommust, Kopma Padang Bulan, dan Paduan Suara. Dr. A. Fatah Yasin, M.Ag, dengan tegas mengimbau mahasiswa baru untuk memilih UKM sesuai dengan minat dan bakat masing-masing. Ia menegaskan bahwa UKM memiliki peran penting dalam memperluas pengetahuan di luar lingkup perkuliahan. Panitia PBAK memberikan kesempatan kepada pengurus setiap UKM untuk mempresentasikan kelebihan dan prestasi masing-masing unit. Setiap UKM diberikan waktu 10-15 menit untuk menjelaskan esensi dan kontribusi yang dapat diberikan kepada mahasiswa yang ingin bergabung. Langkah ini diharapkan dapat membantu mahasiswa baru memahami dengan lebih baik ragam UKM yang ada di UIN Maliki Malang sebelum mereka membuat pilihan untuk bergabung.
Dava, Ketua Dewan Eksekutif Mahasiswa (Dema) UIN Maliki Malang periode 2023, menjelaskan bahwa presentasi dari masing-masing UKM pada hari kedua PBAK bertujuan untuk memperkenalkan organisasi-organisasi tersebut secara lebih mendalam kepada mahasiswa baru. Ini merupakan kelanjutan dari tugas peserta PBAK pada sore harinya yang mengunjungi setiap UKM untuk memperoleh cap (stampel) sebagai tanda partisipasi. Dengan semangat dan antusiasme yang terus berkobar, para mahasiswa baru UIN Maliki Malang siap mengembangkan diri melalui berbagai kegiatan dan organisasi yang ada di kampus mereka. PBAK tahun ini tidak hanya memberikan pandangan awal yang positif, tetapi juga membekali mereka dengan pengetahuan yang berharga untuk melangkah lebih jauh dalam perjalanan kehidupan kampus.