HUMAS UIN MALANG- Memasuki hari kedua, tim penilai kelukusan peserta Peningkatan Kompetensi Dosen Pemula (PKDP) PTP UIN Maulana Malik Ibrahim Malang sedang mempertimbangkan jumlah peserta yang lulus. Acara ini diikuti oleh 116 peserta aktif dari 14 perguruan tinggi dan dijadwalkan akan berakhir hari ini, Senin (19/6/2023).
Dr. Helmi Syaifuddin, M. Fil. I, Ketua Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, telah berdiskusi dengan para mentor yang juga bertindak sebagai tim penguji bagi peserta PKDP tahun 2022. Helmi, panggilan akrabnya, menyatakan bahwa jumlah peserta PKDP awalnya mencapai 120 orang, namun tiga orang telah mengundurkan diri sehingga tersisa 116 peserta aktif. "Pada hari ini, kami akan menentukan kelulusan dari 116 peserta tersebut," ungkapnya.
Proses penentuan kelulusan peserta PKDP didasarkan pada nilai objektif murni, termasuk keaktifan peserta, penyelesaian tugas yang diberikan, hasil evaluasi, dan publikasi karya ilmiah di jurnal. "Aspek-aspek tersebut menjadi dasar penilaian kelulusan peserta PKDP di PTP UIN Maliki Malang," jelasnya.
Dari 116 peserta, secara objektif, hanya 104 peserta yang layak lulus, sedangkan 13 peserta lainnya dinyatakan tidak lulus. Peserta yang tidak lulus disebabkan oleh ketidakmengerjakan tugas yang diberikan oleh mentor mereka. "Bagi peserta yang belum lulus, mereka akan diberikan kesempatan untuk mengikuti proses seleksi PKDP ini kembali," ujarnya.
Sementara itu, Kepala Biro Administrasi Akademik Kemahasiswaan dan Kerjasama Dr. H. Barnoto, M.Pd.I menjelaskan bahwa dosen profesional wajib memiliki sertifikat pendidik. Tahap awal bagi mereka adalah mengikuti PKDP ini baik secara online maupun offline sebelum mengikuti program seleksi sertifikasi keahlian dosen (serdos).
Melalui kegiatan PKDP ini, dosen pemula dilatih oleh mentor profesional dalam berbagai hal, seperti membuat rencana pembelajaran semester (RPS), merancang modul pembelajaran, menggunakan media pembelajaran yang tepat, serta metode evaluasi dan publikasi hasil karya ilmiah. "Untuk itu, para dosen harus memiliki sertifikat sebagai bukti telah mengikuti PKDP ini," jelasnya.
Barnoto menjelaskan bahwa dalam prosesnya, para dosen pemula ini akan mendapatkan pendampingan intensif dari mentor masing-masing agar dapat fokus mencapai target yang telah ditentukan. PKDP dirancang untuk meningkatkan kompetensi dosen terutama dalam bidang pedagogik.
Program ini pertama kali diinisiasi karena data menunjukkan bahwa banyak dosen yang tidak berasal dari program studi pendidikan dan kurang memiliki pengalaman yang memadai dalam bidang pembelajaran. "Selain itu, dosen-dosen di perguruan tinggi umum juga diwajibkan untuk mengikuti pelatihan serupa. Semua dosen harus mengikuti pelatihan kompetensi ini mulai dari tingkat dasar hingga lanjutan," ungkapnya.
PKDP di Kementerian Agama tidak hanya memuat materi pedagogik, tetapi juga materi karir dosen, kenaikan pangkat, penulisan artikel ilmiah, kode etik dosen, dan moderasi beragama. Materi tersebut dapat dikembangkan sesuai dengan kekhususan perguruan tinggi dan kebutuhan serta perkembangan yang ada.
PKDP pertama kali dilaksanakan pada tahun 2022 dengan jumlah peserta sekitar 1.300 orang. Pada tahun 2023 ini, jumlah pesertanya meningkat menjadi sekitar 2.500 dosen. Pembiayaan kegiatan ini dilakukan melalui skema bantuan pendidikan non-gelar dari LPDP.
Pelaksanaan PKDP dilakukan di 16 Perguruan Tinggi Keagamaan yang menjadi penyelenggara sertifikasi dosen. Kelulusan PKDP ini menjadi penilaian dalam menentukan kelulusan sertifikasi. "Tim akan mengevaluasi pelaksanaan PKDP tahun 2022 dan merevisi materi PKDP sebelumnya. PKDP tahun ini direncanakan berlangsung mulai Juni hingga Agustus 2023," jelasnya.
MEMBANGGAKAN: Foto bersama kontingen UIN Maliki Malang pada OASE 2023 Jakarta
Olimpiade Agama, Sains dan Riset Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (OASE PTKI) II se Indonesia 2023 telah menghasilakn para Jawara di masing-masing cabang olimpiade (16/06/2023) di Jakarta. Dalam ajang bergengsi antar PTKI yang dilaksanakan 2 tahunan ini UIN Maliki Malang menyumbangkan 36 mahasiswa berprestasinya untuk bersaing dalam 13 cabang olimpiade di final. Yang mana mereka menunjukkan inovasi inovasi mereka serta kemampuan mereka di depan para dewan juri dari tanggal 14 hingga 15 Juni 2023, yang kemudian pengumuman dewan juri diumumkan pada saat prosesi penutupan OASE 2023 pada tanggal 16 Juni 2023 di Auditorium Harun Nasution UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Selain olimpiade di dalam OASE 2023 ini terdapat perlombaan pendirian Expo Produk Karya Inovasi yang juga akan dinilai seberapa menarik dan seberapa banyak dikunjungi oleh umum.
Dari 13 cabang olimpiade yang diikutinya, para kontingen UIN Maliki Malang termasuk sangatlah membanggakan. Bagaimana tidak, mereka meraih 12 Juara dan ditambah dengan 1 Juara Expo Produk Karya Inovasi. Walaupun demikian hanya 1 Emas yang diperoleh diantara mereka, selain 3 Gold medal yang diperoleh karena dalam olimpiade Matematika sangatlah istimewa, seluruh kontingen PTKI dinyatakan juara bersama dan mendapatkan gold medal semua.
Berikut 12 rentetan Juara ditambah 1 Juara expo UIN Maulana Malik Ibrahim Malang pada OASE 2023:
Iklim, Limbah, Lingkungan dan dan Sumber Daya Terbarukan raih Juara 1 (Rizal Muhammad, Maulidia Rintan Adisa, Alfina Safira).
Matematika raih Gold Medal sebanyak 3 orang (Ferira Febri Arianti, Mohammad Rozi Badrus, Wildan Hidayat).
Nanoteknologi dan Kesehatan raih Juara 2 (Ria Indah Lestari, Cecelia Tsania Fanany, Shophy Salsabil Aqila).
Kimia raih Juara 2 (Muhammad Akmal Fauzan).
Biologi raih Juara 2 (Vika Syabina Fitria Putri) dan Juara 4 (Febita Urva).
Fahmil Qur'an raih Juara 3 (Abdurrauf, Vaizul Azkya, Ahmad Syauqi Firdaus).
Desain dan Arsitektur Islam raih Juara 4 (Rizqi Maulana, Ahmad Mujtahid Afif, Alyaa Daniswara) dan Juara 5 (Muhammad Rafi Musaddad, Muhammad Akbar Setia Dharma, Reza Nurfadilah).
Astronomi dan Ilmu Falak raih Juara 4 (Mareta Helmalia Putri, Muhammad Mauludin Anwar, Ismatul Jazilah).
Robotik dan Programing raih juara 4 (A. Shohibul Aqshal Radanta, Aqza Tri Ananda Hat, Tata Farindra Ayuningtyas).
Debat Bahasa Arab raih Juara 4 (Ummi Hasanah, Annafik Fuad Hilmi).
Qiraatul Kutub Putri raih Juara 5 (Syafiyatul Maf’udah).
Da'i Putri raih Juara 5 (Azida Nur Rohmah).
Expo Astronomi dan Ilmu Falak raih Juara 3 (Mareta Helmalia Putri, Muhammad Mauludin Anwar, Ismatul Jazilah).
Dengan dihasilkannya para juara, pimpinan UIN Maliki Malang tidak langsung berjumawa dan terus berevaluasi meningkatkan kemampuan para mahasiswa guna menghadapi OASE di tahun berikutnya, maupun di perlompaan di beberapa ajang ke depannya. (jj)
HUMAS UIN MALANG- Dalam upaya meningkatkan kompetensi dosen pemula, Rektor Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang Prof. Dr. H. M. Zainuddin, MA beserta Wakil Rektor Bidang Akademik UIN Maliki Malang, Prof. Dr. Hj. Umi Sumbulah, M.Ag, hadir secara virtual dalam sidang kelulusan dan evaluasi pelaksanaan Peningkatan Kompetensi Dosen Pemula (PKDP) PTP UIN Maliki Malang.
Turut hadir secara offline, Kepala Biro AAKK Dr. H. Barnoto, M.Pd.I, Kepala Biro AUPK Dr. H. Ahmad Hidayatullah, M.Pd, ketua Lembaga Penjaminan Mutu Dr. Helmi Syaifuddin, M. Fil.I serta para wakil dekan bidang akademik melaksanakan sidang kelulusan peserta dan evaluasi peningkatan kompetensi dosen pemula tahun 2022 PTP di UIN Maulana Malik Ibrahim Malang.
Kegiatan ini dilangsungkan di Hotel Savana, Jalan Letjen Sutoyo No.30-34, Kota Malang, dan sekaligus sebagai tindak lanjut program Direktorat Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam (Diktis) Ditjen Pendis Kemenag RI yang bertujuan meningkatkan mutu dosen di lingkungan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) melalui program Penguatan Kompetensi Dosen Pemula (PKDP).
Kegiatan ini dijadwalkan akan berlangsung selama tiga hari mulai Minggu sampai dengan Selasa. Tepatnya tanggal 18-20 Juni 2023.
Prof. Zainuddin dalam sambutannya meminta PKDP ini bisa menjadi instrumen penting untuk meningkatkan keprofesionalan bagi dosen pemula. Hal ini mengacu pada UU tahun 2009 yaitu seorang dosen atau guru itu harus profesional dan ini harus menjadi perhatian oleh semua tenaga pendidik. "Tugas pokok tenaga pendidik itu Tridharma perguruan tinggi. Ini harus dilakukan karena itu merupakan satu kesatuan yang menjadi tugas pokok seorang pendidik atau dosen," terangnya.
Menjadi Dosen, kata Prof. Zain, harus memiliki kemampuan pedagogik dan sosial yang baik. Seorang dosen harus menguasai pedagogik dengan sebaik-baiknya bagaimana mengajar dengan baik sesuai dengan target yang di inginkan. "Hal ini harus diperhatikan karena ini tugas seorang guru atau tenaga pendidik," pesannya.
Selain itu, kata dia, dosen harus memiliki disiplin yang tinggi agar bisa menjadi contoh bagi mahaiswanya. Karena dosen atau guru, seluruh perkataan, perbuatan akan menjadi contoh bagi mahasiswanya.
Dosen juga harus memiliki kompetensi etik atau kepribadian dan teladan yang baik kepada mahaiswa ataupun kepada mitra kerjanya atau pimpinannya."Ini kompetensi yang harus dimiliki oleh seorang pendidik," tegasnya.
Selain memiliki kompetensi akademik, dosen harus berperan aktif di masyarakat, pasalnya sesuai dengan tridharma perguruan tinggi bahwa dosen harus berperan aktif di masyarakat. "Ini penting disampaikan agar dosen UIN Malang tidak merasa berada di menara gading," pesannya.
Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Akademik, Prof. Dr. Hj. Umi Sumbulah, M.Ag, dalam sambutannya via zoom menjelaskan bahwa program PKDP dirancang untuk membentuk kualitas dosen PTKI yang profesional dan memiliki kemampuan mengajar serta kualifikasi akademik yang baik.
Tujuan utama dari program PKDP ini adalah memberikan bimbingan intensif kepada para dosen pemula agar dapat beradaptasi dengan iklim kerja dan nilai budaya kerja di PTKI, khususnya di UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Para dosen pemula diharapkan dapat meningkatkan integritasnya sebagai pendidik yang profesional sesuai dengan karakteristik keilmuan yang dikembangkan di UIN Malang. “PKDP ini sebagai syarat untuk mengikuti proses sertifikasi dosen,” jelasnya.
Selain itu, PKDP juga diharapkan dapat mempercepat dan mendorong potensi yang dimiliki para dosen menuju tingkat profesionalisme dalam mengajar. Sebagai tenaga pendidik profesional, para dosen di PTKI memiliki tugas utama yang tercantum dalam tridharma perguruan tinggi, yaitu mengajar, meneliti, dan melaksanakan pengabdian kepada masyarakat. Program PKDP diharapkan dapat membantu para dosen pemula dalam melaksanakan tugas utamanya tersebut.
"Sebagai dosen, memang dituntut memiliki kompetensi pendidik yang profesional agar bisa menghasilkan mahasiswa yang berprestasi," harap Prof. Dr. Hj. Umi Sumbulah, M.Ag.
Beliau juga menekankan pentingnya setiap dosen di lingkungan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang memiliki persepsi yang sama dalam memahami empat pilar keilmuan ulul albab, yaitu kedalaman spiritual, keagungan akhlak, keluasan ilmu, dan kematangan profesional. “Jika hal ini tercapai, UIN Malang di masa depan diharapkan menjadi kampus unggul dan bereputasi internasional,” harapnya.
Dalam sidang kelulusan dan evaluasi ini, diharapkan peserta dapat memperoleh pemahaman yang lebih baik tentang tugas dan tanggung jawab mereka sebagai pendidik profesional. “Program PKDP di UIN Maulana Malik Ibrahim Malang dianggap sebagai langkah penting dalam menjaga mutu pendidikan tinggi keagamaan Islam di Indonesia,” ujarnya.
HUMAS UIN MALANG - Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang kembali menggelar acara tahunan yang sangat dinantikan, yaitu Grand Final Pemilihan Duta Safir-safirah 2023. Acara megah ini mengusung tema "Unstoppable Movement Unstoppable Become Greater" dan berhasil menghadirkan suasana silver glamour yang dipadukan dengan sentuhan merah muda yang anggun. Acara ini diawali dengan tarian kolaborasi yang menakjubkan antara para finalis Safir-Safirah dan LSO Senior DEMA FKIK UIN Malang. Minggu (18/6/2023).
Grand Final ini dihadiri oleh duta kampus UIN Malang, duta dari berbagai fakultas seperti Fakultas Psikologi, Fakultas Syariah, Fakultas Humaniora, serta Duta Fakultas Dimas dan Nimas Saintek. Turut hadir juga seluruh ketua angkatan dan ketua ORMAWA FKIK yang memberikan dukungan kepada para finalis.
Acara dibuka dengan lantunan ayat suci al-Quran sebagai pembukaan. Kemudian, sambutan dari ketua pelaksana dan penampilan pembukaan dari para finalis Safir-Safirah menghiasi acara tersebut. Pada tahap pertama, dilakukan pemilihan 12 besar dengan memberikan pertanyaan acak kepada finalis yang harus dijawab dalam waktu 1 menit. Selama acara, diselingi pula pemberian sertifikat sponsor dan hiburan games yang dipandu oleh MC. Home Band FKIK juga turut meramaikan acara tersebut.
Setelah melewati tahap eliminasi 6 besar, diumumkanlah finalis yang berhasil masuk dalam 6 besar. Para finalis terpilih kemudian diseleksi lagi melalui pertanyaan dengan mekanisme yang serupa dengan tahap pertama, untuk memilih 4 finalis terbaik. Setelahnya, dilanjutkan dengan acara selingan berupa parade dan last speech dari Safir-Safirah tahun sebelumnya.
Akhirnya, para Safir-Safirah 2023 terpilih bersama Profesor Yuyun, Dekan FKIK. Dzawil Uqola dari Program Studi PSPD 2022 berhasil meraih gelar Safir, sementara Uswatun Hasanah dari Program Studi Farmasi 2022 menjadi Safirah, dan Muhamad Abdulloh Umar dari Program Studi Farmasi 2020 terpilih sebagai Safir-Safirah favorit. Sedangkan, Runner up Safir diraih oleh Renoven Pratama Putra dari Program Studi PSPD 2022, dan Runner up Safirah diperoleh oleh Naila Riezqi Shalsabillah dari Program Studi Farmasi 2021. Kedua runner up tersebut berharap paguyuban ini dapat menciptakan, menjaga, dan menyebarluaskan citra positif FKIK UIN Malang.
Safir yang akrab disapa Uqol memberikan semangat kepada seluruh finalis untuk terus meningkatkan dan mengembangkan bakat serta potensi yang dimiliki sesuai dengan passion masing-masing. Dia menyatakan, "Tidak ada yang mustahil selama kita mau mencobanya."
Dalam kesempatan tersebut, Dekan FKIK, Prof. Dr. dr. Yuyun Yueniwati Prabowowati Wadjib, M. Kes., Sp. Rad (K) menekankan pentingnya kemampuan berkomunikasi dalam menyampaikan pendapat serta bersikap sebagai duta. Beliau juga memberikan pesan kepada seluruh finalis agar tidak berkecil hati jika tidak terpilih sebagai pemenang, karena perjalanan menuju panggung Grand Final ini membutuhkan perjuangan yang panjang, berliku, dan penuh pengorbanan. "Seluruh finalis luar biasa! Semua hal ini akan dikenang sebagai bagian dari perjalanan para finalis Safir-Safirah yang menjabat selama setahun, tetapi akan menginspirasi seumur hidup," ujarnya. Prof. Yuyun juga berharap agar Safir-Safirah ke depannya dapat terus berkembang dan menjadi perwajahan yang lebih baik bagi FKIK dan UIN Malang.
Ketua Pelaksana, Safir Yazid, dalam wawancara menyampaikan harapannya bahwa Grand Final ini bukanlah titik akhir perjalanan bagi para finalis, melainkan langkah awal dalam memulai karir di dunia pageant. "Meskipun paguyuban Safir-Safirah masih tergolong muda, saya berharap para finalis mampu berkompetisi dan berkolaborasi dengan duta-duta eksternal di luar sana," ucapnya dengan penuh kebanggaan.
Larasati Sekar Kinasih, M.Gz., selaku pembina paguyuban Safir-Safirah, juga berharap agar paguyuban ini menjadi lebih solid dan amanah, mengingat akan banyak kegiatan fakultas yang melibatkan mereka. Dia berpesan kepada para Safir-Safirah agar konsisten dengan komitmen yang telah diikrarkan, sehingga mampu menciptakan program-program yang bermanfaat bagi paguyuban, program studi, dan juga FKIK khususnya.
Grand Final Pemilihan Duta Safir-safirah 2023 berhasil menyajikan momen yang penuh semangat dan inspiratif. Semoga para Safir-Safirah terpilih dapat mewujudkan harapan dan tanggung jawab mereka sebagai duta FKIK UIN Malang, serta terus mengembangkan potensi diri untuk menciptakan prestasi yang membanggakan
Rektor bersama Direktur PAI pada acara penutupan OASE 2023
Penutupan OASE PTKI II se-Indonesia 2023, Jumat malam (16/06/2023) di Auditorium Harun Nasution UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Rektor UIN Maliki Malang, Prof. Dr. H. M. Zainuddin, MA menyaksikan langsung prosesi penutupan dan penentuan juara di setiap cabangnya. 36 kontingen beserta official UIN Maliki Malang pun hadir menyaksikan penutupan olimpiade ini.
"Pertama setelah melihat pengumuman, banyak juga yang diraih oleh mahasiswa UIN Maliki Malang. Kedepan prestasi itu harus bisa diperoleh dari semua cabang, jadi tetap semangat dan harus meningkatkan kualitas, harus belajar dari pengalaman yang sudah-sudah. Kepada yang mendapatkan juara satu dan gold medal, itu suatu kebanggaan" tutur bapak Rektor. "Tetapi, yang menjadi ikon kita itukan Qiraatul Kutub, Fahmil Qur'an, Debat Bahasa, kedepan pembinaan itu harus ditingkatkan. Sekali lagi setelah ini harus sama-sama evaluasi kedepan harus jauh lebih baik" imbuhnya.
Dalam pernyatannya, pimpinan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang sangat bangga kepada para kontingen yang bisa bersaing mengalahkan Perguruan Tinggi Keagamaain lain se Indonesia, terutapa yang bisa Juara 1. Namun ia juga berpesan agar lebih meningkatkan lagi kemampuan para mahasiswa terutama pada ikon kampus yaitu bidang Agama, dan tidak menutup juga pada bidang Sains dan Riset juga perlu ditingkatkan.
Dengan berakhirnyanya gelaran Olimpiade Agama, Sains, dan Riset (OASE) PTKI se-Indonesia ini ucapan rasa bangga dari pimpinan serta besar harapan untuk meningkatkan kemampuan guna menghadapi OASE di tahun-tahun berikutnya sebagai juara umum. (jj)
Kepala Biro AAKK bersama dengan kontingen Desain Arsitektur Islam
Kamis (15/06/2023), 36 kontingen dari UIN Maliki Malang telah merampungkan perjuangan pada Olimpiade Agama, Sains, dan Riset (OASE) Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) II se-Indonesia 2023. Acara ini berlangsung di kampus 1 maupun kampus 2 UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.
Para kontingen dari UIN Maliki Malang telah menampilkan karya, inovasi, dan kemampuan mereka di depan para dewan juri dalam 13 cabang Olimpiade Agama, Sains, dan Riset tersebut. Mereka telah berusaha semaksimal mungkin untuk memperlihatkan potensi mereka dalam bidang masing-masing.
Kepala Biro AAKK, Dr. H. Barnoto, M.Pd.I. tampak hadir menyaksikan beberapa perlombaan yang sedang berlangsung, salah satunya ialah pada cabang Desain Arsitektur Islam. "Berdasarkan pengamatan saya pertanyaan-pertanyaan dewan juri bisa dijawab dengan baik. Artinya, dengan apa yang saya lihat tadi mudah-mudahan bisa mendapatkan juara. Itu tentu harapan pimpinan dan kita semua karena kita datang ke Jakarta itu karena Bismillah niat bertanding karena Allah dan ridho-Nya. Jadi tujuan kita tidak sekedar juara melainkan sebagai ibadah juga" tutur Kepala Biro.
Dengan partisipasi yang aktif dari 36 kontingen UIN Maliki Malang, harapan pun tinggi untuk meraih prestasi yang membanggakan. Setelah menampilkan karya dan inovasi terbaik mereka, saat ini kontingen tersebut tinggal menunggu hasil akhir dari kejuaraan ini.
Semua mata kini tertuju pada pengumuman hasil akhir Olimpiade Agama, Sains, dan Riset (OASE) PTKI II se-Indonesia 2023. (jj)
UIN MALANG-Seluruh dosen menyelesaikan Workshop Pengembangan Model Pembelajaran Bahasa Asing Berbasis IT yang dihelat di kawasan Agro Kusuma Hotel, Kota Batu. Selama tiga hari (13-15/6), 185 dosen di bawah naungan Pusat Pengembangan Bahasa (PPB) diminta untuk menyelesaikan panduan pengajaran bahasa asing yang berupa Lesson Plan. Untuk menyusunnya, para dosen merujuk pada RPS (Rencana Pembelajaran Semester) yang telah dibuat sebelumnya oleh Tim Jaminan Mutu PPB. Pada penutupan workshop tersebut, Wakil Rektor Bidang AUPK Dr. Ilfi Nurdiana, M.Si. hadir untuk menunjukkan dukungannya. Direktur Pusat Pengembangan Bahasa, Prof. Dr. M. Abdul Hamid, MA. menyampaikan bahwa Lesson Plan yang dibuat disesuaikan dengan materi dalam buku teks. Tak hanya itu, sesuai temanya, dalam rencana pengajaran yang dibuat, para dosen diminta untuk memasukkan produk teknologi yang dapat dimanfaatkan dalam praktik belajar-mengajar bahasa asing. Setiap dosen mendapatkan bagian untuk membuat Lesson Plan. Tujuannya, agar semua tim pengajar turut bahu-membahu menyumbangkan ide dan gagasan briliannya untuk pengajaran bahasa asing.
Prof. Hamid melanjutkan, selama tiga hari workshop, para dosen diberi ruang untuk melakukan diskusi sesuai timnya. Mereka dibagi menjadi tim sesuai kemampuan berbahasa, yakni listening, speaking, reading, writing, dan grammar atau vocabulary. Pihak PPB juga mengundang ahli dari dalam UIN Maulana Malik Ibrahim Malang untuk menjadi reviewer produk Lesson Plan yang dibuat. Ketiga ahli yang diundang ialah Dr. Sutaman, Dr. Danial Hilmy, dan Basori, M.S.Ed. "Para dosen telah mempresentasikan Lesson Plan. Selanjutnya mereka merevisi sesuai feedback reviewer agar Lesson Plan siap digunakan sebagai panduan pengajaran," paparnya. Selain hadir untuk mendukung kegiatan PPB, Wakil Rektor Bidang AUPK Dr. Ilfi Nurdiana, M.Si. juga menyampaikan wejangannya. Ia ingin agar para dosen tetap mempertahankan semangat juangnya dalam mengajar. Sebagai bagian dari sivitas akademik UIN Malang, para dosen termasuk dalam garda depan untuk mewujudkan kampus menuju International Recognition. Tak hanya itu, mengikuti era digital, maka tema yang dibawa PPB sangat aplikatif. "Kampus punya program untuk menuju Smart Campus atau Smart University. Pembelajaran berbasis ICT akan menjadi salah satu program pendukung transformasi kampus tersebut," ujarnya. (nd)
HUMAS UIN MALANG-Unit Bagian Umum Pusat Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang (UIN Maliki Malang) menyelenggarakan pembinaan Sumber Daya Manusia (SDM) dengan tema "Jaga Aset Negara". Acara ini berlangsung selama tiga hari, dari tanggal 14 hingga 16 Juni, dan diadakan di Hotel Selorejo.
Kepala Bagian Umum UIN Maliki Malang, Ita Hidayatus Sholihah, S.Ag., MM, selaku ketua pelaksana pembinaan, menyatakan bahwa peserta yang hadir adalah para pengelola Badan Milik Negara (BMN) dan penatausahaan barang persediaan di UIN Maliki Malang serta instansi lainnya di bawah Kementerian Agama. Tujuan dari agenda ini adalah menjaga aset negara, dan dipilihnya tema ini agar mudah diingat dan menjadi semangat bagi para peserta.
Bu Ita(sapaan akrabnya) ini menjelaskan bahwa salah satu upaya untuk mencapai tujuan tersebut adalah dengan meningkatkan pengetahuan, pemahaman, keterampilan, dan performa para pengelola BMN dan barang persediaan dalam menjalankan tugas pokok mereka. Oleh karena itu, pada pembinaan ini tidak tanggung-tanggung dalam mendatangkan para narasumber yang ahli dan berkompeten di bidangnya, antara lain ada yang dari Kementerian Agama, KPKNL dan juga dari KKPN Kota Malang.
Sementara itu, hadir secara langsung dan membuka acara pembinaan SDM tersebut, Dr. Hj. Ifi Nurdiana, M.Si, Wakil Rektor II Bidang AUPK UIN Maliki Malang. Pada kesempatan tersebut, Ning Ilfi begitu sapaan akrabnya ini memberikan arahan tentang berbagai kebijakan pimpinan dan juga paparan tentang target kampus berlogo Ulul Albab menuju Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum(PTN-BH). Salah satunya alasan kenapa UIN Maliki Malang ingin merubah statusnya menjadi PTN-BH, dijelaskan oleh WR II ini karena dengan berstatus PTN-BH maka kampus akan memiliki keleluasaan dalam berbagai hal dan kebijakan. Misalnya, lebih leluasa mengelola di bidang akademik terkait salah satunya pembukaan prodi baru, lebih luwes dalam mengelola bisnis,dsb.
Lanjut, selain itu beliau juga memberikan support penuh kepada para peserta melalui pentingnya diadakan agenda pembinaan SDM ini. "Oleh karena itu, untuk mewujudkan tertibnya pengelolaan dan penatausahaan BMN maka beliau berharap setelah diadakan pembinaan atau pelatihan nanti bisa menjadikan para petugas di bidang tata usaha dan pengelola aset bisa menjalankan tugas sebaik-baiknya dan memberikan hasil terbaik!"terangnya.
Mengakhiri sambutannya, WR II asal Pasuruan ini berharap semua peserta bisa secara optimal mengikuti acara dari awal hingga akhir dan semoga kegiatannya membawa banyak manfaat.(ptt/*)
Wakil Rektor III, Kepala Biro AAKK, bersama Kontingen dan Pembimbing OASE 2023
Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan (WR III), Dr. H. Ahmad Fatah Yasin, M.Ag memberikan ucapan terima kasih atas perjuangan dan semangat bersaing para kontingen di gelaran OASE PTKI II se-Indonesia 2023. Dalam kunjungan yang dilakukan di Hall Student Center UIN Syarif Hidayatullah Jakarta pada Rabu (14/06/2023), WR III menyampaikan apresiasinya kepada kontingen UIN Maulana Malik Ibrahim Malang yang telah berusaha keras dan bekerja keras dalam mendirikan stand untuk pameran karya-karya inovasi mereka.
"Kepada kontingen dari UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, kami mengucapkan terima kasih sudah berusaha keras, bekerja keras, mendirikan stand untuk pameran karya-karya inovasi kita. Mudah-mudahan apa yang kita lakukan ini mendapatkan hasil yang maksimal, yang terbaik, dari kompetisi dengan para perguruan tinggi Islam lainnya," ujar WR III.
Selain itu, WR III juga memberikan semangat kepada adik-adik para Kontingen Olimpiade Matematika, Fisika, Kimia, dan Biologi. Ia berharap mereka dapat memberikan yang terbaik dalam kompetisi tersebut.
WR III juga menyampaikan selamat berjuang dan harapannya agar hasil yang dicapai dalam kompetisi ini dapat memberikan manfaat yang bagus bagi kampus UIN Maulana Malik Ibrahim Malang yang memiliki moto Unggul Bereputasi Internasional.
Dalam kunjungan tersebut, WR III didampingi oleh Kepala Biro AAKK, Dr. H. Barnoto, M.Pd.I. Mereka menyempatkan diri untuk mengunjungi 7 stand kontingen UIN Maulana Malik Ibrahim Malang yang dipamerkan dalam Expo Produk Karya Inovasi. (jj)