UIN MALANG-Menjadi kampus yang unggul dan bereputasi internasional menjadi target di roadmap kampus hingga 2025. Berbagai program sudah dilakukan untuk setahap demi setahap mencapai cita-cita besar UIN Maulana Malik Ibrahim Malang itu. Pada Rapat Pimpinan 2023, Rabu (15/3), Dr. Isroqunnajah, M.Ag. (Wakil Rektor Bidang Kerjasama dan Pengembangan Lembaga) mengevaluasi program-program internasionalisasi kampus di bawah naungannya sekaligus program di bawah naungan Dr. Ahmad Fatah Yasin, M.Ag. (Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan) yang berhalangan hadir. Program yang disorot pertama kali ialah adanya mahasiswa berkewarganegaraan asing yang memilih UIN Malang sebagai tujuan studi. Mahasiswa-mahasiswa asing ini tentu saja menjadi salah satu upaya kampus untuk menunjukkan bahwa kampus berlogo Ulul Albab ini bisa menarik animo dari luar Indonesia. Karena menjadi daya tarik kampus, masih kata Gus Is, maka evaluasi pembelajaran mahasiswa WNA ini harus terus dilakukan. Berapa persen kelulusan mereka dibanding jumlah yang teregistrasi secara resmi di database kampus. Jika kurang dari yang diharapkan, maka harus diidentifikasi masalahnya. “Apa kendala mereka selama belajar di UIN Malang? Contoh, jika masalahnya terkait bahasa, maka evaluasi fokus di program BIPA,” jelasnya. Selanjutnya, ia menyinggung promosi Indonesia di kancah internasional. Berdasarkan informasi dari KBRI di Dubai, Indonesia belum pernah mengikuti pameran internasional. Justru negara tetangga lah yang rajin mempromosikan negaranya pada kegiatan-kegiatan skala internasional. “Bisa jadi karena belum ada persiapan yang mumpuni untuk bahan promosi,” imbuh wakil rektor tersebut. Maka, ia menghimbau kepada seluruh dekan di UIN Malang untuk menyeleksi buku-buku ajar karya dosen-dosen. “Jika ada yang dinilai layak untuk dipromosikan di pameran internasional, maka kampus akan siap mendanai proses penerjemahannya ke Bahasa Inggris dan Arab,” tuturnya. Hal ini diharapkan mampu menjadi salah satu kontribusi penting UIN Malang pada Indonesia. (nd)
UIN MALANG-Pentingnya Tri Dharma bagi sebuah perguruan tinggi ditegaskan kembali oleh Wakil Rektor Bidang Akademik Prof. Dr. Umi Sumbulah, M.Ag. pada Rapat Pimpinan 2023 di Aula Gedung Rektorat lt. 5, Rabu (15/3). Meski menurut Ketua Lembaga Penjaminan Mutu, jumlah publikasi karya ilmiah dosen di UIN Maulana Malik Ibrahim Malang sudah melebihi target, jumlah tersebut masih dibilang kecil jika dibanding jumlah dosen yang mencapai lebih dari 300. Karenanya, ia menyampaikan rencana strategis yang bisa ditindaklanjuti oleh satuan kerja di level manapun agar publikasi dosen meningkat, baik itu berupa artikel di jurnal ilmiah bereputasi, buku ajar fisik, maupun e-book. Permasalahan yang bisa terjadi dan menghambat jumlah publikasi, menurut Prof. Umi ialah tidak semua dosen mampu mengubah dan mengolah hasil riset dan data mentahnya menjadi tulisan ilmiah yang layak terbit. Ia pun menyarankan agar kampus membentuk unit yang memiliki personel yang mumpuni dalam membantu para dosen untuk menerbitkan karya. “Harus ada anggaran untuk mengedukasi calon-calon editor buku, melatih mereka agar tersertifikasi,” jelas Prof. Umi. Ia melanjutkan, hasil dari pelatihan editor tersebut nantinya ditempatkan untuk memfasilitasi dosen-dosen di UIN Malang terutama yang berhubungan dengan penerbitan karya ilmiah. “Editor-editor ini nanti di bawah naungan Publikasi Ilmiah atau malah kita jadikan Unit Publikasi Internasional,” paparnya. Pendampingan yang dapat dilakukan para editor ini juga termasuk fasilitas mengedit, menerjemahkan, proofread, hingga proses akhir publikasi. Tak hanya itu, Wakil Rektor Bidang Akademi juga menyinggung proses pendaftaran Hak Kekayaan Intelektual (HKI). Selama ini, belum ada unit yang secara khusus menaungi proses pematenan karya dosen dan tendik di UIN Malang. “Saya ingin kita segera membentuk sentra HKI agar prosesnya semakin lancar,” lugas Prof. Umi. (nd)
UIN MALANG-Perubahan visi UIN Maulana Malik Ibrahim Malang menjadi “Terwujudnya pendidikan tinggi Islam unggul bereputasi internasional” tentu juga mengubah seluruh arah kebijakan dan program kampus. Sesuai amanah rektor, seluruh satuan kerja di kampus wajib melakukan program yang sesuai dengan visi tersebut. Pada Rapat Pimpinan 2023 di Aula Gedung Rektorat lt. 5, semua pimpinan melaporkan hasil kinerjanya termasuk apakah capaian kinerja sudah sesuai target. Mengawali laporan kinerja, Dr. Helmy Saifuddin, Kepala Lembaga Penjaminan Mutu UIN Malang memaparkan pantauan timnya terkait program kerja di kampus. Ia memfokuskan pada kesiapan Kampus Ulul Albab untuk mencapai cita-citanya menjadi lembaga pendidikan bertaraf internasional. Ia menyampaikan, secara keseluruhan, persentase keselarasan perencanaan program dan anggaran sesuai rencana strategis UIN Malang sudah mencapai target. “Bahkan ini melampaui target yang direncanakan 85%, karena capaian kita 92%,” jelas Helmy. Artinya, program-program selama ini yang disusun kampus, sudah sesuai dengan rencana. Persentase yang melampaui target ini juga menunjukkan semangat sivitas akademik untuk menghidupkan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Lalu, apakah kampus siap menuju nilai unggul bereputasi internasional sesuai yang diharapkan? Menurut catatan LPM yang dihimpun melalui aplikasi daring e-smart kampus, sudah banyak aspek kinerja yang membuat UIN Malang siap melakukan asesmen skala internasional. Namun, ada pula beberapa hal yang masih harus dibenahi untuk memantapkan dan meningkatkan nilai kampus. Beberapa target yang telah dicapai kampus ialah yang terkait dengan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Untuk mendapat poin maksimal, seluruh staf pengajar harus memiliki sertifikasi pendidik bertaraf internasional. Hal ini bisa dilakukan dengan mengikuti short course ke luar negeri ataupun mengikuti program daring. “Target kita setidaknya 30 dosen, namun ternyata ada 34 dosen yang sudah mengantongi sertifikasi pendidik bertaraf internasional,” jelas Helmy. Tak hanya itu, berkat program pendampingan penulisan hasil penelitian, dosen-dosen di UIN Malang sudah banyak yang mempublikasikan karya ilmiahnya di jurnal-jurnal bereputasi internasional, seperti Scopus. “20% sudah tercapai dari hanya 10% yang kita target,” imbuhnya. Untuk mempertahankan prestasi ini, pihak kampus berharap setiap fakultas wajib memiliki 7 artikel di jurnal terindeks Scopus setiap tahunnya. (nd)
UIN MALANG-Menjadi orang nomor satu di kampus, Prof. Dr. H. M. Zainuddin, MA. memiliki beban dan tanggung jawab yang besar. Tugas utamanya ialah memastikan kampusnya berjalan sesuai fungsinya sebagai tempat tujuan belajar dan mencetak generasi bangsa yang mumpuni di bidangnya. Tentu saja, hal ini tidak bisa ia tanggung sendiri. Butuh kerjasama di setiap satuan kerja di UIN Maulana Malik Ibrahim Malang untuk mencapai visi kampus “Terwujudnya pendidikan tinggi Islam unggul bereputasi internasional”. Karena itu, saat membuka Rapat Pimpinan 2023 di Aula Gedung Rektorat lt. 5, rektor mengingatkan seluruh pimpinan untuk bahu-membahu memperbaiki kualitas kampus, Rabu (15/3). Rektor melanjutkan, pimpinan di UIN Malang harus menjadikan kampus berlogo Ulul Albab ini sebagai fokus utama. Artinya, ia tidak ingin ada pimpinan yang membagi fokusnya di instansi lain. “Fokus memperbaiki kampus sendiri terlebih dahulu, bukan malah membimbing lainnya,” imbuh Prof. Zain. Dengan memiliki fokus yang jelas, para pimpinan akan berkontribusi lebih banyak untuk pencapaian cita-cita besar kampus menjadi lembaga pendidikan bereputasi internasional. Ada 4 (empat) rancangan besar, kata rektor, yang ingin dicapai UIN Maulana Malik Ibrahim Malang hingga 2024 mendatang. Hal pertama, pastinya ialah menjadi lembaga pendidikan yang memiliki akreditasi unggul. Selanjutnya, kampus ingin mencapai rekognisi dan reputasi internasional. Mengikuti zaman dengan perkembangan teknologi yang sangat pesat, UIN Malang juga merancang diri untuk bertransformasi digital. Rancangan terakhir ialah mempersiapkan diri menjadi Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum (PTNBH). Karena itu, tambah Prof. Zain, di tahun 2023 ini, setidaknya ada beberapa target UIN Malang agar jalan menuju PTNBH semakin mulus, utamanya pada kualitas program studi (prodi) dan dosen. Sebanyak 60% program studi harus terakreditasi unggul. Dengan begitu, target untuk terakreditasi internasional pun makin meningkat. “Kampus juga akan terus melakukan bimbingan untuk semua dosen untuk meningkatkan publikasi karya ilmiah hasil risetnya,” tegas Prof. Zain. Ia kembali mengingatkan peserta Rapim 2023, bahwa semua kegiatan di satuan unit kerja wajib mengacu pada pencapaian Indikator Kinerja Utama (IKU) berdasar SK Rektor Nomor 754 tahun 2023 tentang Perubahan Pertama Keputusan Rektor Nomor 1437 Tahun 2021 tentang Indikator Kinerja UIN Maulana Malik Ibrahim Malang Tahun 2023-2025. Rapat Pimpinan 2023 diikuti oleh 160 peserta yang terdiri dari jajaran pimpinan di setiap satuan kerja, dari level universitas, lembaga, pusat studi, fakultas, hingga jurusan. Sebagai tindak lanjut dari Rapim 2023 yang dilaksanakan dua hari ini, akan ada rapat kerja di setiap subsaker mulai 20 Maret hingga 5 Mei. Setelah itu, di pertengahan Mei mendatang, hasil dari rapat kerja subsaker tersebut akan dibahas dalam rapat universitas. (nd)
UIN MALANG-Di hadapan seluruh pimpinan dari seluruh satuan kerja di UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Ketua Biro (Karo) Administrasi Umum, Perencanaan, dan Keuangan (AUPK) Dr. Ahmad Hidayatullah, M.Pd. menyampaikan laporan panitia untuk mengawali Rapat Pimpinan (Rapim) 2023. Diamanahi sebagai ketua panitia, Karo AUPK mengingatkan urgensi acara yang diselenggarakan selama dua hari (15-16/3) di Aula Gedung Rektorat lt. 5 UIN Maulana Malik Ibrahim Malang ini. Sesuai dengan tema yang ditetapkan panitia, yakni Penguatan Program Strategis menuju Tercapainya Kinerja Unggul Bereputasi Internasional, ia ingin agar Rapim menghasilkan rancangan strategis yang merefleksikan tema tersebut. “Tema ini merupakan cita-cita perjuangan kita untuk kampus ini, menjadi lembaga pendidikan yang bereputasi internasional,” jelasnya. Untuk itu, ia berharap, ke depannya, UIN Malang dapat lebih dewasa lagi dalam hal tata kelola kelembagaan.
Rapim selama dua hari ini diharapkan dapat berjalan efektif dan efisien. Artinya, setiap waktu yang dihabiskan para pimpinan di tempat acara itu produktif. “Seluruh bahasan pimpinan harus berproyeksi pada capaian key performance indicators,” tambah Karo AUPK. Karenanya, butuh arahan dari pimpinan dalam setiap tahapan agar program yang disusun tidak melenceng jauh. Meski dilaksanakan dalam universitas, Karo AUPK berharap Rapim tetap mencapai tujuan awalnya. Yaitu mensosialisasikan capaian Indikator Kinerja Utama (IKU) 2022, mensosialisasikan IKU 2023, perjanjian kerjasama 2023, penetapan strategi akselerasi pencapaian IKU 2023 sekaligus penetapan IKU 2024, dan merancang arah kebijakan 2024. Rapat Pimpinan 2023 diikuti oleh 160 peserta yang terdiri dari jajaran pimpinan di setiap satuan kerja, dari level universitas, lembaga, pusat studi, fakultas, hingga jurusan. Sebagai tindak lanjut dari Rapim 2023 yang dilaksanakan dua hari ini, akan ada rapat kerja di setiap subsaker mulai 20 Maret hingga 5 Mei. Setelah itu, di pertengahan Mei mendatang, hasil dari rapat kerja subsaker tersebut akan dibahas dalam rapat universitas. (nd)
HUMAS UIN MALANG-Sebagaimana biasanya pelaksanaan apel pagi yang dilakukan secara rutin oleh UIN Maliki Malang di masing-masing kantor tentu saja memiliki manfaat bagi kelancaran pelaksanaan tugas dan fungsi ASN, Senin (13/3). Dalam apel pagi kali ini, Kepala Biro AUPK Dr. H. Ahmad Hidayatullah, M.Pd dalam arahannya kembali menegaskan bahwa manfaat apel ini sebagai sarana bagi pimpinan atau atasan untuk memberikan pembinaan dan pengawasannya terhadap para pegawainya. "Untuk itu apel ini sebagai sarana untuk memberikan arahan dan melakukan pengawasan sekaligus untuk menyampaikan banyak informasi terkait pelaksanaan program dan kegiatan," paparnya.
Melalui apel pagi para pimpinan akan memberikan berbagai informasi penting terkait pelaksanasn program dan kegiatan yang ada di instansinya. Misalnya saja persoalan Rapat Pimpinan (Rapim) yang dalam minggu ini akan di laksanakan di kampus ini. Rapim ini bertujuan untuk mempertajam apa yang menjadi target yang hendak diwujudkan oleh UIN Maliki Malang. Rapim yang dijadwalkan 15-16 Maret ini, para pimpinan ingin UIN Maliki Malang mampu menjadi perguruan tinggi unggul bereputasi internasional. "Kita doakan semoga para pimpinan kampus ini bisa berhasil melakukan penajaman terhadap tugas utamanya yaitu menjadikan kampus terbaik unggul dan bereputasi internasional," paparnya. Karo AUPK menjelaskan bahwa target UIN Maliki Malang tahun 2025 diusahakan harus menjadi PTNBH, yaitu perguruan tinggi yang levelnya satu tingkat dari BLU, berdasarkan fakta yang ada, kampus berlogo ulul albab ini sudah 15 tahun menyandang status layanan BLU, akan tetapi masih belum PTNBH. "Untuk menjadi PTNBH syaratnya banyak, yaitu kampus ini harus memiliki pendapatan yang tinggi, kampus yang peduli terhadap lingkungan, dan terakreditasi A, serta para dosen dan pegawainya memiliki karya ilmiah yang terpublikasikan," paparnya.
HUMAS UIN MALANG - Fakultas Syariah Universitas Islam negeri Maulana Malik Ibrahim Malang siang ini menggelar seminar nasional dengan tajuk “Pemilu dan Pilkada serentak tahun 2024: Potensi sengketa dan tantangannya” dengan menghadirkan pembicara utama Y.M. Ketua Mahkamah Konstitusi Prof. Dr. H. Anwar Usman, SH., M.H, serta dua pemateri lainnya yaitu Ketua Bawaslu Kota Malang Alim Mustofa, S.Sos., M.Ap dan Dosen Fakultas Syariah UIN Maliki Malang Dr. Mustofa Lutfi, S.H., M.H. Jumat (10/3).
Rektor UIN Maliki Malang Prof. Dr. H.M. Zainuddin, MA dalam sambutannya berharap pertemuan ini bisa memberikan manfaat dan keberkahan bagi sivitas akademika UIN Maliki Malang.
Rektor berterima kasih atas kunjungan Prof. Anwar yang senantiasa menyediakan waktunya menjadi pembicara dalam kuliah nasional ini. Seperti biasanya, Prof. Zain dengan gamblang menyampaikan perkembangan infrastruktur yang sedang berlangsung di UIN Maliki Malang, mulai dari kampus 1 di jalan Gajayana, Kampus 2 di Pendem Batu, kampus 3 di jalan Locari Precet kota Batu dan kampus yang ke-4 berada di daerah Turen Kabupaten Malang. "Kampus 4 akan didirikan di atas lahan 12 hektar dan rencananya akan dijadikan sebagai kampus agro kompleks," jelasnya.
PTKIN ini dicetak untuk menjadi para cendikiawan yang ahli Agama, akan tetapi di UIN Maliki Malang lulusannya diharapkan tidak hanya menguasai ilmu agama saja, akan tetapi juga menguasai ilmu teknik dan sains. "Karena UIN Maliki Malang mengembangkan keilmuan yang berbasis integrasi," paparnya.
Untuk itu, semua mahasiswa baru UIN Maliki Malang wajib tinggal di ma'had selama satu tahun. Selama di ma'had para mahasiswa dibekali moral spiritual, mulai dari membiasakan diri jamaah, sholat sunnah, dan belajar kitab kuning. "Selain itu, mahasiswa UIN Maliki Malang juga dibekali dengan bilingual yaitu bahasa Arab dan Inggris," jelasnya.
Menariknya, Program Pascasarjana beberapa hari yang lalu telah meluluskan dua doktor mahasiswa asing dan keduanya berasal dari Saudi Arabia. "Ini menjadi indikator bahwa UIN Maliki Malang terus berupaya menuju kampus unggul bereputasi internasional,"paparnya.
Terlepas dari itu, rektor menilai bahwa seminar nasional ini sangat tepat sekali agar mahasiswa bisa memahami pentingnya pemilu serentak. "Pemilu itu proses mengantarkan para pemimpin dalam menjalankan roda pemerintahan," paparnya.
Kami berharap UIN Maliki Malang bisa membantu MK untuk turut mensukseskan pemilu serentak ini dan insyaallah UIN Maliki Malang siap membantu. "Untuk itu marilah kita ikuti bersama paparan materi yang akan disampaikan oleh yang mulia Ketua MK," ajaknya.
Prof. Dr. H. Anwar Usman, SH., M.H, mengawali paparan materinya menyampaikan, insyaAllah berdasar keyakinannya bahwa UIN Maliki Malang akan menjadi kampus terbesar dan terhebat.
Menyoal problematika politik, media sudah banyak memblockup persoalan sengketa pemilihan daerah yang terjadi dan ada beberapa putusan hakim yang dinilai kurang proporsional. Akan tetapi hal ini, jika sudah diputuskan hakim lainnya tidak boleh mengomentari putusan tersebut, bahkan putusannya sendiri pun tidak diperbolehkan "Karena itu kode etik yang harus ditaati oleh semua hakim," jelasnya.
Jika terjadi sengketa antar KPU maka penyelesaian sengketanya masuk ke ranah MK. Hal ini sesuai amanat undang-undang pasal 24 c ayat 1 dan 2 yaitu MK berwenang untuk menyelesaikan atau memutus pada tingkat pertama atau akhir terkait dengan penyelesaian sengketa hasil pemilihan umum. "Ketika ada sengketa kewenangan proses pilkada itu penyelesaiannya masuk dalam ranah MK," paparnya.
Kemudian, Anwar menyampaikan bahwa MK memiliki kewenangan untuk membubarkan semua partai politik yang bermasalah, termasuk partai politik yang berkoalisi dengan pemerintah. "Apapun yang berkaitan dengan persoalan sengketa pemilihan umum uti sudah masuk ranah Mahkamah Konstitusi," tegasnya.
Sementara itu, mewakili Dekan Fakultas Syariah yaitu
Wakil Bidang Akademik Fakultas Syariah Dr. Zaenul Mahmudi, MA dalam sambutannya menyampaikan bahwa kunjungan Ketua MK di UIN Maliki Malang ini menjadi bukti bahwa kerjasama UIN Maliki Malang dengan Mahkamah konstitusi ini terjalin apik. "Kami menyampaikan ribuan terimakasih atas kehadiran dan kesediaan yang mulia Ketua MK Prof. Dr. H. Anwar Usman, SH., M.H untuk memberikan kuliah tamu," paparnya.
Lagi dan lagi, Fakultas ekonomi UIN Malang kedatangan tamu dari salah satu PTKIN di Jawa Tengah yakni Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) IAIN Kudus. Bertempat di ruang meeting lantai 1 Fakultas gedung Megawati Soekarno Putri, maksud kedatangan mereka adalah ingin menyambung tali sliaturahmi sekaligus pengembangan kerjasama kelembagaan.
Rombongan berjumlah delapan (8) orang ini dipimpin oleh Bapak dekan sendiri yakni H. Wahibur Rakhman, S.E., M.SI., P.hd. kedatangan mereka disambut hangat oleh Dekan Fakultas Ekonomi UIN Malang Dr. H. Misbahul Munir, Lc, M.EI. dalam sambutannya, Wahibur Rakhman menyampaikan bahwa “Kurikulum di kami kita rubah hampir semuanya menyesuaikan lingkungan IAIN Kudus yakni UMKM. Maka dari itu RPS (Rencana Pembelajaran Semster) mata kuliah di prodi kami juga menyesuaikan seperti Akuntansi UMKM, Manajemen UMKM, Kewirausahaan UMKM, dan lain-lain dikarenakan Kudus memiliki lebih dari 27.000 UMKM” kata Dekan yang belum genap setahun menjabat ini.
“Pun demikian kami juga menambah jumlah praktisi hingga sepuluh (10) orang hingga harapan kami setiap mahasiswa bisa benar-benar tahu bagaimana dunia kerja di masyarakat. Kedatangan kami kesini sekaligus kolaborasi kegiatan serta kerjasama kelembagaan bapak Dekan” sambung Wahib.
Sementara itu dalam sambutannya, Dekan Fakultas Ekonomi UIN Malang Dr. H. Misbahul Munir, Lc., M.EI. menyampaikan bahwa meskipun kami berpredikat unggul tapi masih banyak perbaikan disana-sini seperti pelayanan, RPS, dan juga sarana dan prasarana (sarpras).
“Masalah utama bagi kami itu adalah anggaran, dan itu rupanya menjadi masalah bersama bagi semua kampus PTKIN. Dan kita tetap harus mengoptimalkan bagaimana penggunaan anggaran itu sesuai output dan outcome” tutur dekan yang akrab disapa Pak Misbah ini.
Acara pun berlanjut ke sesi santai yang dipandu oleh Prof. Siswanto selaku Wakil Dekan I FE UIN Malang. Dalam sesi ini salah satu rombongan IAIN Kudus berkeinginan untuk sharing bagaimana pengelolaan di prodi, MBKM (Merdeka Belajar Kampus Merdeka), dan PKL (Praktek Kerja Lapangan) berupa pendampingan pengelolaan UMKM. (idr)
“Do not only focus on academic studies but also you have strong leadership and society”. Itulah pesan moral dari Prof. Ullrich pada saat membuka RGD (Research Group Discussion) bersama para dosen Akuntansi dan Perbankan Syariah di ruang meeting Fakultas Ekonomi, rabu pagi pukul 10.00 WIB.
Beliau menambahkan bahwa pentingnya Internasiolasisasi konteks pengajaran saat ini sebagai perbandingan dan referensi antar budaya. “Rileks dan enjoy saja jika berkesempatan belajar di luar negeri, yang peting anda memiliki soft skill dan capability.” tuturnya
Kaprodi Perbankan Syariah Dr. Yayuk Sri Rahayu, M.M. pada sesi tanya jawab menanyakan perihal banyaknya mahasiswa, dosen, dan staf kita yang kesulitan dalam hal biaya hidup sehari2 ketika di luar negeri, pun juga mereka yang belajar di Indonesia juga sering mengalami kurangnya pendanaan. “Nah bagaimana solusinya ini Prof. karena mereka pun juga terkendala dengan cultural behavior (perbedaan perilaku budaya)?
Acara diskusi berlanjut pada pukul 13.00 WIB dengan virtual zoom karena narasumber kedua adalah putra Prof. Ullrich sendiri yang bernama Mario Guenther. Sesi ini bertemakan pajak.
Mario Guenther bercerita bahwa pajak di Jerman dipungut oleh pemerintah federal, negara bagian serta kota. Dasar hukum ditetapkan dalam Konstitusi Jerman (Grundgesetz) yang menjabarkan prinsip-prinsip dasar yang mengatur hukum perpajakan.
Beliau juga menyinggung masalah Brexit. Brexit adalah singkatan dari Britain Exit, yang mengacu pada keputusan Inggris untuk meninggalkan Uni Eropa. Prosesnya dimulai pada 23 juni 2016 setelah referendum, dimana 51,9% pemilih yang berpartisipasi setuju dengan Brexit. Setelah pengumuman Brexit, Pondsterling terdrepresiasi. Sehingga ini juga menimbulkan dampak ekonomi yang signifikan terhadap Jerman, sambung pria yang juga menjadi salah satu sponsorship klub Bundesliga Hannover FC ini. (idr)