Daftar Kategori: Berita


AHLI PSIKOLOGI LINTAS BUDAYA DARI JERMAN, PROF. ULLRICH GUENTHER, BERI KULIAH TAMU DI FAKULTAS EKONOMI UIN MALANG
Abadi Wijaya Kamis, 9 Maret 2023 . in Berita . 583 views
5285_hsas.jpg
Profesor Ullrich Guenther saat menghadiri unddangan pengukuhan Guru Besar Prof. Dr. Rifa Hidayah, M.Si
HUMAS UIN MALANG-Profesor Ullrich Guenther, seorang ahli psikologi lintas budaya asal Jerman, menjadi tamu istimewa di Fakultas Ekonomi UIN Maulana Malik Ibrahim Malang pada Selasa (7/3/2023).
Meskipun telah mencapai usia 75 tahun, beliau terlihat masih muda dan bertenaga, bahkan masih menggunakan celana jeans dan berjalan kaki ke mana-mana. Ini adalah kedua kalinya beliau mengunjungi kampus UIN Maulana Malik Ibrahim Malang setelah kunjungan pertamanya pada tahun 2017. Selama tiga hari ke depan, Profesor Guenther akan memberikan kuliah tamu kepada mahasiswa Fakultas Ekonomi.
Dalam sambutannya, Dekan Fakultas Ekonomi UIN Malang, Dr. H. Misbahul Munir, LC, M.EI., menyampaikan bahwa acara ini memberikan manfaat kepada mahasiswa sebagai bekal dan pengalaman untuk beradaptasi di dunia internasional serta dapat bersaing di dunia global dengan berbagai strategi.
Profesor Guenther, yang telah banyak berkeliling dunia, mengajak mahasiswa untuk sering-sering bepergian ke luar negeri karena banyak manfaat yang bisa didapat. Selain itu, beliau juga memberikan penghargaan kepada Presiden Indonesia, Joko Widodo, yang populer di Jerman karena beliau dianggap telah melakukan banyak pembangunan investasi ekonomi di berbagai sektor, yang menurut beliau sangat penting untuk kemajuan sebuah bangsa.
Dalam kesempatan ini, Profesor Guenther juga menghadiri acara di Auditorium dengan moderator Rini Safitri dan dihadiri oleh sekitar 50 mahasiswa Fakultas Ekonomi. (idr/*)

 

Lebih Lanjut »
SITI MUTROFIN: SEBELUM AKREDITASI, UTAMAKAN EVALUASI
Iffatunnida Rabu, 8 Maret 2023 . in Berita . 792 views
5282_mutrofin.jpg

UIN MALANG-Memasuki sesi siang Workshop Peningkatan Grade Jurnal dan Indeksasi Scopus yang dilaksanakan Pusat Publikasi Ilmiah, panitia menghadirkan pakar pengelola jurnal bereputasi internasional dari Universitas 17 Agustus 1945, Surabaya, Siti Mutrofin, M.Kom., Rabu (8/3). Ia didatangkan ke UIN Malang karena kiprahnya yang luar biasa dalam mengelola jurnal ilmiah dari lahir hingga terindeks di Scopus. Pada kesempatan itu, ia menegaskan bahwa pengelola jurnal yang berniat mengajukan indeksasi internasional harus mengubur rasa ragu dan takut. “Pede saja. Jurnal kita bagus, kita tidak asal-asalan mengelolanya,” imbuh Mutrofin.
Peraih gelar magister dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Surabaya tersebut menambahkan, pengelola jurnal harus berkiblat pada jurnal internasional yang terbaik pada bidangnya. “Kalau berguru jangan nanggung. Langsung ke yang paling bagus. Jadi kalaupun kita gagal, jatuhnya tidak terlalu jauh,” jelas dosen Bidang Ilmu Teknologi Informatika tersebut.
Untuk itu, hal yang harus dilakukan ialah melakukan evaluasi diri dengan mencermati setiap elemen publikasi pada jurnal yang dikelola. Termasuk di antaranya, kualitas mitra bestari, editor, etika publikasi, dan prosedur review (peer-review process). Seluruh elemen ini akan berpengaruh pada kualitas artikel ilmiah yang diterbitkan pada jurnal. “Kualitas artikel yang baik tentu akan mendongkrak grade jurnal saat proses akreditasi dan indeksasi,” jelas dosen yang concern di Bidang Data Mining dan Machine Learning tersebut.
Hal-hal lain yang harus diperhatikan pengelola jurnal sebelum melakukan proses pengajuan indeksasi Scopus adalah mengecek jurnal yang memiliki cakupan keilmuan serupa. Semakin sedikit saingannya, tentu kesempatan diterima Scopus akan semakin besar. Tak hanya itu, pengelola harus memastikan bahwa nama jurnal yang dipilih tidak sama dengan nama jurnal di kampus lain. “Untuk di wilayah Indonesia, cek nama jurnal di laman resmi BRIN – ISSN. Sedangkan untuk wilayah internasional, cek di ISSN Portal dan laman Scopus,” jelasnya.
Workshop Peningkatan Grade Jurnal dan Indeksasi Scopus merupakan program di bawah naungan Wakil Rektor Bidang Akademik Prof. Dr. Umi Sumbulah, M.Ag. sebagai wujud dukungannya terhadap para pegiat jurnal ilmiah di UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Nantinya akan ada workshop lanjutan yang memiliki tujuan yang sama, yakni membantu pengelola jurnal untuk berbenah dan menyiapkan jurnalnya untuk proses peningkatan akreditasi. Narasumber yang dihadirkan pihak panitia ialah Prof. Drs. Dafik, M.Sc., Ph.D. (Universitas Jember) dan Siti Mutrofin, M.Kom. (Universitas 17 Agustus 1945, Surabaya). (nd)

Lebih Lanjut »
PROF. DAFIK BERBAGI TIPS GAET PENULIS INTERNASIONAL UNTUK JURNAL ILMIAH
Iffatunnida Rabu, 8 Maret 2023 . in Berita . 509 views
5280_kual2.jpg

UIN MALANG-Berbagai problem pasti dihadapi pengelola jurnal ilmiah. Biasanya, problem ini merata di semua jurnal, terutama mereka yang rangking akreditasinya kurang tinggi. Bahkan, jurnal dengan akreditasi tinggi pun masih menghadapi problem meski bidangnya berbeda. Salah satu yang menjadi concern pengelola jurnal ialah mendapatkan penulis dengan afiliasi universitas di luar Indonesia. Memiliki penulis internasional memiliki poin yang sangat tinggi dalam proses akreditasi. Maka wajar jika pengelola jurnal dibuat pusing untuk isu satu ini. Dalam Workshop Peningkatan Grade Jurnal dan Indeksasi Scopus di Ruang Pertemuan Gedung Rektorat lt. 3, Prof. Drs. Dafik, M.Sc., Ph.D. berbagi tipsnya saat mengelola jurnal ilmiah di kampus asalnya, Rabu (8/3).
Di tips pertama, narasumber dari Universitas Jember itu menyatakan bahwa konferensi tahunan (annual conference) merupakan wadah yang tepat untuk menarik akademisi dari luar kampus. Biasanya, para akademisi ini mencoba peruntungan untuk mencari wadah ilmiah untuk mempresentasikan hasil riset atau pemikirannya. Pada kegiatan konferensi, pengelola jurnal dapat memilah dan memilih berbagai karya ilmiah yang diserahkan penulis yang sesuai dengan focus dan scope jurnal.
Permasalahannya adalah, tidak semua konferensi berlabel internasional berhasil. Alih-alih menggaet penulis dari luar negeri, ia malah berubah menjadi konferensi lokal karena peminatnya hanya dari dalam negeri, bahkan dari kampus penyelenggaranya sendiri. “Maka, acara tahunan ini harus dirubah konsepnya menjadi joint conference,” lugas narasumber yang merupakan alumni program magister Bidang Mathematical Computation dari University of Manchester Institute of Science and Technology, Inggris itu.
Dengan menggandeng kampus lain, maka penyelenggara akan mendapatkan penulis yang berasal dari berbagai afiliasi kampus. “Jika bisa bekerjasama dengan instansi luar negeri, maka jaminan mendapatkan penulis luar negeri itu ada,” imbuh Prof. Dafik. Apabila acara ini berhasil, maka konferensi dapat dilakukan tahunan dengan menggandeng lebih banyak partner kerja untuk memperluas diversifikasi penyaji materi.

5281_kual3.jpg

Saat melaksanakan konferensi gabungan tersebut, Prof. Dafik menyarankan tips yang kedua, yakni mencari akademisi dengan bidang studi yang sama untuk melakukan joint research di masa mendatang. Dengan begitu, konferensi tidak hanya berguna untuk mencari penulis afiliasi internasional, namun juga memperluas relasi akademik.
Penelitian kolaborasi internasional tak hanya berguna bagi peningkatan kualitas diri dosen, namun juga memberi impact bagi universitas. “Karenanya, pimpinan universitas harus campur tangan dengan membuat aturan yang luwes untuk joint research, sehingga kegiatan ini melembaga dan memotivasi para sivitas akademik untuk melakukannya,” jelas guru besar Bidang Ilmu Combinatorics dan Combinatorial Education tersebut.
Kegiatan Workshop Peningkatan Grade Jurnal dan Indeksasi Scopus merupakan program di bawah naungan Wakil Rektor Bidang Akademik Prof. Dr. Umi Sumbulah, M.Ag. sebagai wujud dukungannya terhadap para pegiat jurnal ilmiah di UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Nantinya akan ada workshop lanjutan yang memiliki tujuan yang sama, yakni membantu pengelola jurnal untuk berbenah dan menyiapkan jurnalnya untuk proses peningkatan akreditasi. Narasumber yang dihadirkan pihak panitia ialah Prof. Drs. Dafik, M.Sc., Ph.D. (Universitas Jember) dan Siti Mutrofin, M.Kom. (Universitas 17 Agustus 1945, Surabaya). (nd)

Lebih Lanjut »
UPAYA KAMPUS UNTUK TINGKATKAN NILAI AKREDITASI LEMBAGA
Iffatunnida Rabu, 8 Maret 2023 . in Berita . 800 views
5278_kual.jpg

UIN MALANG-Segala upaya dilakukan jajaran pimpinan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang untuk meningkatkan nilai kampus dalam proses akreditasi lembaga. Salah satunya ialah perbaikan dan peningkatan kualitas publikasi ilmiah di bawah naungan kampus, baik itu di tingkat jurusan maupun fakultas. Ini disampaikan Wakil Rektor Bidang Akademik Prof. Dr. Umi Sumbulah, M.Ag. saat membuka Workshop Peningkatan Grade Jurnal dan Indeksasi Scopus di Ruang Pertemuan Gedung Rektorat lt. 3, Rabu (8/3). Kegiatan ini merupakan rangkaian program yang difasilitasi universitas untuk memfasilitasi pengelola jurnal dalam usaha membenahi kualitas jurnal ilmiahnya.
Prof. Umi menyatakan, publikasi ilmiah (jurnal) menjadi aset universitas sebagai institusi yang bergerak di bidang pendidikan. Jurnal menjadi wadah para akademisi (dosen dan mahasiswa) untuk mengaplikasikan teori yang merupakan hasil belajar ataupun risetnya. Jurnal juga menjadi wadah diseminasi pemikiran dosen yang juga dituntut sebagai produsen keilmuan. “Maka tidak berlebihan jika saya nyatakan publikasi ilmiah adalah nyawanya universitas,” ia melanjutkan, “Eksistensi jurnal menjadi penentu rangking universitas saat akreditasi di level nasional dan internasional.”
Menurut pantauannya, Prof. Umi yakin bahwa seluruh pengelola jurnal di UIN Maulana Malik Ibrahim Malang sudah solid. Terbukti dengan komunikasi di grup pengelola jurnal yang selalu aktif. Tidak jarang juga antar pengelola jurnal saling membantu mengatasi permasalahan jurnal lain. “Karena kesolidan ini, grade jurnal di level nasional meningkat. Dari yang belum terakreditasi, akhirnya dapat sertifikat akreditasi Sinta. Namun, sayangnya, akreditasi di level internasional masih kurang,” jelas Prof. Umi.

5279_kual1.jpg

Karena itu, ia menegaskan sekali lagi bahwa pimpinan kampus berlogo Ulul Albab akan mendukung pengelola jurnal. Bantuan sarana dan prasarana yang dapat menunjang peningkatan kualitas dapat diajukan agar disediakan pihak kampus. “Ini adalah komitmen kami agar grade jurnal di kampus meningkat pesat,” paparnya.
Kepada para narasumber, Prof. Umi meminta agar memberikan materi yang insightful kepada para pengelola jurnal di UIN Malang. Tak hanya itu, ia meminta agar narasumber juga memotivasi para pengelola untuk lebih rajin menulis dan menelurkan karya ilmiah untuk memperbaiki kualitas sebagai dosen. “Saya harap, tips dan materi yang diberikan pemateri ini menjadi motivasi bagi kita semua untuk meningkatkan kualitas diri,” harap guru besar Bidang Studi Islam tersebut.
Workshop ini merupakan program wakil rektor bidang akademik sebagai wujud dukungannya terhadap pengelola jurnal ilmiah. Nantinya akan ada workshop lanjutan yang memiliki tujuan yang sama, yakni membantu pengelola jurnal untuk berbenah dan menyiapkan jurnalnya untuk proses peningkatan akreditasi. Narasumber yang dihadirkan pihak panitia ialah Prof. Drs. Dafik, M.Sc., Ph.D. (Universitas Jember) dan Siti Mutrofin, M.Kom. (Universitas 17 Agustus 1945, Surabaya). (nd)

Fotografer: Abadi Wijaya

Lebih Lanjut »
REKTOR: PROFESOR ADALAH WUJUD KOMITMEN TINGGI SEORANG DOSEN
Iffatunnida Selasa, 7 Maret 2023 . in Berita . 742 views
5276_rektor.jpg

UIN MALANG-Prof. Dr. H. M. Zainuddin, MA. menjadi salah satu yang paling berbangga hati pada momen pengukuhan Prof. Dr. Rifa Hidayah, M.Si. sebagai Guru Besar Bidang Ilmu Psikologi di UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Selasa (7/3). Pengukuhan ini menjadi salah satu yang dinanti pihak kampus mengingat Fakultas Psikologi belum memiliki guru besar di jajaran staf pengajarnya. Profesor pertama di fakultas yang menggunakan warna ungu sebagai simbolnya ini.
Pada sambutannya pasca orasi ilmiah guru besar, Prof. Zain ingin agar seluruh dosen di Kampus Ulul Albab termotivasi dengan lahirnya guru besar baru ini. “Semoga kita semua terpacu untuk tambah semangat dalam bekerja, mengabdi, dan berkarya di UIN Malang,” ujarnya. Ia menambahkan, menjadi seorang profesor atau guru besar adalah wujud komitmen tertinggi seorang dosen. Jabatan fungsional tertinggi di dunia akademik ini akan mengokohkan dan memvalidasi posisi seorang pendidik. Dengan diraihnya gelar profesor, maka menjadi bukti bahwa seluruh Tri Dharma Perguruan Tinggi (Mengajar, Meneliti, dan Mengabdi) telah dipenuhi oleh dosen. “Sudah saatnya guru besar menjadi produsen ilmu pengetahuan dan juga menjaga moralitasnya sebagai pendidik,” imbuh rektor.

5277_senat.jpg

Prof. Zain juga menyinggung konten orasi ilmiah Prof. Rifa yang berjudul "Penguatan Pengasuhan, Iklim Sekolah, dan Kecerdasan Sosial dalam Mendukung Kemandirian Belajar Anak". Hasil studi ini menunjukkan rekomendasi parenting style yang efektif dan aplikatif di zaman global. Mengingat banyak sekali berita atau isu yang bertebaran di media massa maupun sosial yang menyorot tingkah laku anak.
Isu degradasi moral anak yang sering disorot ialah perundungan di lingkungan sekolah dan rumah juga kekerasan seksual yang melibatkan anak di bawah umur. Tentunya hal ini rancu di tengah perkembangan teknologi yang pesat. Minimnya pengawasan di rumah dan sekolah menjadikan moralitas anak tidak terbentuk ke arah positif. “Ini bukan cuma tanggung jawab orang tua tapi juga para pendidik, termasuk pakar Ilmu Psikologi,” tegas Prof. Zain di akhir sambutannya.
Pengukuhan Prof. Dr. Rifa Hidayah, M.Si. menjadikannya sebagai guru besar ke-41 yang dilantik dan dipunyai UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Wanita asal Kabupaten Ponorogo tersebut, saat ini, menjabat sebagai Dekan Fakultas Psikologi. Kiprah dan sumbangsihnya di ranah pendidikan, penelitian, dan pengabdian mengantarkan Ibu empat anak itu menjadi profesor setelah mengumpulkan 1.094 angka kredit. (nd)

Fotografer: Abadi Wijaya

Lebih Lanjut »
PROF. RIFA HIDAYAH: MICROSYSTEM UNTUK DUKUNG ANAK JADI PEMBELAJAR MANDIRI
Iffatunnida Selasa, 7 Maret 2023 . in Berita . 1003 views
5273_orasi.jpg

UIN MALANG-Pemikiran Prof. Dr. Rifa Hidayah, M.Si. tentang pola pengasuhan anak disampaikan saat ia dikukuhkan sebagai Guru Besar Bidang Ilmu Psikologi di UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Selasa (7/3). Orasi akademiknya dalam perhelatan akbar di Aula Gedung Rektorat lt.5 tersebut diberi judul "Penguatan Pengasuhan, Iklim Sekolah, dan Kecerdasan Sosial dalam Mendukung Kemandirian Belajar Anak". Ia menyatakan, tidak cukup satu faktor saja untuk mendidik anak menjadi pembelajar mandiri. Ada hal yang disebut microsystem, artinya beberapa faktor yang berpadu untuk merealisasikan anak untuk belajar mandiri.
Dari internal, papar Prof. Rifa, ada pola pengasuhan dalam keluarga yang disebutnya sebagai lingkungan krusial dalam pendidikan anak. Sebagai guru pertama bagi anak, orang tua memiliki pengaruh yang sangat besar. Segala tindak dan tutur kata orang tua merupakan bagian dari pengajaran dan pengasuhan anak di lingkungan rumah. Ia menyarankan pola parenting yang tepat diterapkan, yakni pola asuh otoritatif. “Pola asuh ini mengutamakan nilai demokratif dalam keluarga. Pola ini juga memungkinkan orang tua untuk menunjukkan kasih sayang agar tercipta keluarga yang harmonis,” jelas wanita yang berulang tahun setiap tanggal 28 November ini. Pola asuh otoritatif akan berhasil jika diterapkan pada situasi dan kondisi yang tepat.

5274_keluarga.jpg

Faktor penentu kedua, lanjut Prof. Rifa, ialah iklim sekolah yang positif. Sebagai instansi resmi yang diamanahkan untuk mendidik generasi bangsa, sekolah menjadi faktor yang sangat signifikan untuk keberhasilan pendidikan anak. Berbicara tentang iklim sekolah yang positif, tidak melulu berbicara tentang hubungan guru dan siswa. “Relasi positif semua unsur sekolah akan memaksimalkan pendidikan dan menjadikan anak untuk belajar mandiri,” imbuhnya. Unsur sekolah yang dimaksud guru besar pertama di Fakultas Psikologi UIN Malang ini ialah guru, staf, siswa, juga orang tua/wali siswa. Jika seluruh unsur berusaha maksimal membangun relasi yang positif, maka imbasnya tentu pada keberhasilan pendidikan anak.
Faktor terakhir menurut hasil riset yang dilakukan Prof. Dr. Rifa Hidayah, M.Si. ialah kecerdasan sosial. Faktor ini melihat bagaimana seorang anak berhubungan dengan lingkungannya. Termasuk juga berinteraksi dengan orang-orang di sekitar anak serta memahami lingkungan secara optimal. Menurut observasinya, banyak sekali orang tua yang mengabaikan faktor ini dengan alasan, anak akan belajar bersosial dengan sendirinya. “Padahal, kecerdasan sosial tidak otomatis diturunkan dari genetik. Orang tua memiliki keharusan untuk melatih anak agar tertanam kecerdasan sosial ini,” tutur profesor yang meraih gelar master dan doktornya dari Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta tersebut.

5275_kolega.jpg


Prof. Dr. Rifa Hidayah, M.Si. menerima Surat Keputusan dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi tertanggal 1 November 2022 tentang Kenaikan Jabatan Fungsional Akademik sebagai Guru Besar Bidang Ilmu Psikologi. SK menteri yang diterima sekaligus meresmikannya sebagai profesor ke-41 di UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Wanita asli Ponorogo ini dikukuhkan menjadi profesor dengan angka kredit sebanyak 1.094. Angka tersebut merupakan akumulasi dari kiprahnya yang tak hanya aktif sebagai tenaga pengajar atau dosen di Fakultas Psikologi, namun juga keaktifannya sebagai peneliti dan sumbangsih pemikirannya di berbagai lembaga atau instansi dalam dan luar UIN Malang. (nd)

Fotografer: Abadi Wijaya

Lebih Lanjut »
FAKULTAS PSIKOLOGI KUKUHKAN DEKANNYA SEBAGAI GURU BESAR PERTAMA
Iffatunnida Selasa, 7 Maret 2023 . in Berita . 866 views

 

5271_rifa.jpg

HUMAS-Memasuki bulan ketiga di 2023, UIN Maulana Malik Ibrahim Malang mengumumkan dan mengukuhkan satu guru besar dari Fakultas Psikologi, Prof. Dr. Rifa Hidayah, M.Si. Perhelatan akademis tersebut seperti biasa dilaksanakan di Aula Gedung Rektorat lt. 5, Selasa (7/3). Pengukuhan Prof. Rifa tentunya memperkuat Fakultas Psikologi yang sedang dipimpinnya itu sebagai salah satu jujugan studi yang kredibel dan unggul. Kegiatan pengukuhan digawangi langsung oleh Wakil Dekan Bidang AUPK Fakultas Psikologi Dr. Achmad Khudori Soleh dan diawasi oleh Kabiro AAKK Dr. Barnoto. Seluruh rekan sejawat, undangan kolega, dan juga keluarga besar Prof. Rifa hadir di momen pengukuhan gelar akademik tertinggi itu.
Prof. Rifa meraih guru besarnya di Bidang Ilmu Psikologi. Wanita kelahiran 1976 silam tersebut saat ini tercatat sebagai Dekan Fakultas Psikologi. Pemikirannya telah tertuang dalam beberapa karya tulis di jurnal ilmiah bereputasi internasional yang mengantarnya menjadi salah satu jajaran guru besar di kampus berlogo ulul albab ini. Prof. Rifa juga menerbitkan beberapa buku yang tentunya sarat dengan Ilmu Psikologi, seperti Psikologi Perkembangan Anak. Tak hanya itu, ia bersama rekan dosen di luar UIN Malang juga menerbitkan buku Resolusi Konflik dalam Perspektif Psikologis Konseling Qurani pada 2021 lalu. Bersama dengan pengukuhan ini, UIN Malang berharap agar dosen-dosen senior di Fakultas Psikologi segera mendapatkan persetujuan dari kementerian terkait untuk menjadi guru besar yang tentunya akan menaikkan impact kampus sebagai tempat menimba ilmu yang terpercaya.
Prof. Dr. Rifa Hidayah, M.Si. menerima Surat Keputusan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Riset dan Teknologi tertanggal 1 November 2022 tentang Kenaikan Jabatan Fungsional Akademik sebagai Guru Besar Bidang Psikologi. Wanita asli Ponorogo ini dikukuhkan menjadi profesor dengan akumulasi angka kredit sebanyak 1.094. Angka ini tentunya menunjukkan kiprahnya yang tak hanya aktif sebagai tenaga pengajar, namun juga sebagai peneliti dan sumbangsih pemikirannya di berbagai lembaga. (nd)

Fotografer: Abadi Wijaya

Lebih Lanjut »
UPG GANDENG MAHASISWA PERKUAT PENGENDALIAN GRATIFIKASI DI PERGURUAN TINGGI
Abadi Wijaya Selasa, 7 Maret 2023 . in Berita . 447 views

 

5272_wbbm.jpg

HUMAS UIN MALANG-Pengendalian gratifikasi dilakukan oleh berbagai sektor instansi pemerintahan tak terkecuali di lingkungan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Pengendalian gratifikasi tidak hanya disosialisasikan kepada jajaran pimpinan, dosen dan pegawai melainkan perlu sosialisasi lebih lanjut diberikan sampai kepada mahasiswa. Hal ini dilakukan sebagai ikhtiar mewujudkan Zona Integritas menuju Wilayah Bebas Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih Melayani (WBBM). Semangat itulah yang mendasari terselenggaranya kegiatan sosialisasi pengendalian gratifikasi kepada mahasiswa di lingkungan UIN Malang. Agenda tersebut dihadiri oleh Jajaran Unit Pengendalian Gratifikasi dan perwakilan Organisasi Mahasiswa Intra Kampus di lingkungan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang bertempat di lantai 3 Gedung Dr. (Hc) Ir. Soekarno. Selasa (07/03).

Pada kesempatan tersebut, di awal acara, sebelum dimulainya sosialisasi, ketua UPG UIN Maliki Malang, Dr. Khoirul Hidayah, MH memberikan pengantar singkat terkait profil UPG serta pengumuman lomba poster dan video singkat pengendalian gratifikasi yang diselenggarakan oleh UPG. Era digital saat ini informasi akan lebih cepat diterima dan dipahami Ketika dapat diakses dalam jaringan. Informasi tersebut salah satunya mengenai upaya pengendalian gratifikasi di lingkungan perguruan tinggi. Pengendalian gratifikasi akan membentuk budaya kerja ikhlas berintegritas, senantiasa bersalaman dengan hati, karena dengan sentuhan hati sebagai sarana untuk selalu bekerja dengan ikhlas. “Mahasiswa berperan startegis dalam pengendalian gratifikasi, sebagai bentuk pemeliharaan etika akademik di lingkungan perguruan tinggi” terangnya.

Lebih lanjut, pada agenda sosialisasi yang tidak tanggung-tanggung menghadirkan dua pemateri luar biasa Dr. Sidharta Praditya, S.H.,M.H Kabag Hukum dan Kerjasama Pemkot Surabaya serta Dr. Harun Al Rasyid, M.H yang merupakan Penyidik Utama KPK (2005-2021) yang saat ini menjabat sebagai Satgassus Tipikor Mabes Polri. Dalam materi yang disampaikannya begitu detail mengupas terkait segala hal soal gratifikasi dalam UU Nomor 31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Mulai dari pengertian gratifikasi, macam-macamnya, kriteria, hingga contoh konkrit dari pengalamannya terdahulu semasa menjabat di Kejaksaan Negeri maupun KPK. Pada intinya dari semua materi yang disampaikan oleh Harun bahwa ia mendukung penuh gagasan UPG di UIN Maliki Malang bekerjasama dengan mahasiswa dalam pengendalian gratifikasi di UIN Maliki Malang. Menurutnya mahasiswa sebagai agen perubahan dapat membantu UPG mewujudkan budaya akademik yang kondusif. Pada akhirnya budaya menjunjung tinggi komitmen dalam pengendalian gratifikasi perlu dibangun sejak dini demi terwujudnya UIN Maliki Malang sebagai Perguruan Tinggi berkarakter religius dan penuh integritas. (Sh/*).

Reporter: Sheila

Publisher: Humas

Lebih Lanjut »
TANTANGAN PTKIN SEMAKIN KETAT
Abadi Wijaya Senin, 6 Maret 2023 . in Berita . 513 views
5268_helmi.jpg

HUMAS UIN MALANG-Pelaksanaan apel pagi ini di pimpin langsung oleh Ketua Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang Helmy Saifuddin mengingat kembali bahwa tantangan dan persaingan antara perguruan tinggi kedepan akan semakin ketat, Senin (6/3).
Helmy menginformasikan bahwa di Jawa Timur saja sejarang sudah ada Tujuh UIN yang akan bersaing. Dalam konteks akademik UIN yang bermutu dia yang akan sustainable atau berkelanjutan. "UIN Maliki Malang harus bisa berkompetisi karena hal ini sudah tidak bisa di elakkan lagi," tegas Helmy kepada peserta apel pagi yang berlangsung di depan gedung Rektorat.
Helmy melanjutkan, lalu kekuatan yang dimiliki oleh UIN Maliki Malang itu bisa dijadikan modal utama, salah satunya menjaga kualitas bisa menjadi kekuatan UIN Maliki Malang. Kualitas itu bisa mencapai standart yang ditetapkan itu sendiri, apakah standart yang ditetapkan itu sudah tercapai apa belum. "Itu definisi kualitas menurut hemat saya," paparnya.

5269_apel.jpg


Selain itu, kata dia, adanya pengakuan dari pihak luar itu juga sangat penting sekali, lalu siapakah dari tujuh UIN kedepan yang akan mendapat rekognisi dan pengakuan dari pihak luar? Tentunya untuk mencapai itu semua setiap PTKIN membutuhkan strategi yang harus dilakukan salah satunya menjaga image trust dari masyarakat luar. "Kepercayaan dari masyarakat luar itu sangat dibutuhkan agar image kampus ini busa dikenal luas oleh masyarakat dunia," tegasnya.
Salah satunya melalui proses publikasi kegiatan apapun yang ada di dalam kampus, hal ini menjadi salah satu jendela bagaimana informasi bisa diterima masyarakat luar kampus dengan sebaik mungkin. "Akan tetapi, publikasi ini tidak cukup hanya sekala lokal. Publikasi di website itu harus diupayakan bisa merambah hingga di kancah internasional," pesannya.

5270_pagi.jpg


Alhamdulillah, Humas UIN Maliki Malang sudah bekerja keras untuk memberikan informasi ter update seputar kegiatan di kampus ini. Akan tetapi, ada beberapa hal  belum terdokumentasikan dengan baik, berdasarkan jejak rekam digital yang telah ditelusuri, saat ini masih terdeteksi 124 orang asing saja yang pernah singgah di web UIN Maliki Malang.
Selain itu, isu yang beredar saat ini, semua UIN yang berstatus layanan BLU harus diupayakan beralih ke PTN BH. "UIN Maliki Malang merupakan satu-satunya PTKIN pertama yang memiliki satker BLU dan kedepan sudah saatnya menyiapkan diri menuju kampus berbasis layanan PTNBH," pungkasnya.

Lebih Lanjut »

UNIVERSITAS ISLAM NEGERI
MAULANA MALIK IBRAHIM MALANG
Jalan Gajayana No. 50 Malang 65144
Telp: +62-341 551-354 | Email : info@uin-malang.ac.id

facebook twitter instagram youtube
keyboard_arrow_up