Daftar Kategori: Rektor


Antara Donald Trump dan Ahok
Prof. Dr. H. Mudjia Rahardjo, M. Si Selasa, 27 Desember 2016 . in Rektor . 1724 views

Sekitar satu  setengah bulan lalu, di waktu yang hampir berdekatan ada hal yang sama antara warga Amerika Serikat dan warga Indonesia, yakni sama-sama sibuk. Bedanya, di negeri adidaya itu warganya sibuk menyiapkan pemilu tanggal 8 November 2016 untuk memilih presiden yang akan memimpin negeri Paman Sam itu empat tahun mendatang. Mereka harus menentukan pilihan antara Donald Trump , yang mewakili Partai Republik, atau Hillary Clinton, yang mewakili Partai Demokrat. Tetapi akhirnya kita semua tahu bahwa warga Amerika menjatuhkan pilihan pada Donald Trump, walau  hingga hari-hari terakhir pemilihan semua survei masih mengunggulkan Hillary sebagai pemenang. Bahkan Donald Trump sempat ditanya oleh moderator debat calon presiden tentang sikapnya jika kalah dalam pemilihan. Dia tidak mau menjawab pengandaian itu, karena yakin dia akan menang. Sang moderator pun sangat yakin Trump akan kalah. Ternyata terbalik, Trump benar menjadi pemenang. Itulah politik, tidak hitam putih, karena itu tidak perlu terkejut. Semua berbalik 180 % hanya dalam hitungan menit. Apapun hasilnya publik wajib menerima dan menghargai karena proses demokrasi telah menentukan pilihan akhir.

Lebih Lanjut »
Maunya Cepat, Malah Tersesat
Prof. Dr. H. Mudjia Rahardjo, M. Si Jumat, 16 Desember 2016 . in Rektor . 2083 views

Minggu, 6 November 2016 saya berada di Ponorogo menghadiri pertemuan pimpinan PTKIN yang diselenggarakan oleh Kementerian Agama dan menunjuk  STAIN Ponorogo sebagai tuan rumah. Karena ingin memberi pelayanan yang baik kepada para tamu perwakilan PTKIN se- Indonesia, tuan rumah memilih Sarangan yang masuk wilayah Kabupaten Magetan untuk tempat pertemuan. Selain udaranya sejuk, Sarangan merupakan daerah wisata andalan Magetan yang sangat indah dengan beberapa hotel yang cukup representatif di dalamnya. Banyak perwakilan PTKIN belum tahu tempat wisata itu. Mereka pada takjub karena selama ini belum pernah mengenal Magetan sebagai tempat wisata yang tidak kalah menariknya dibanding tempat-tempat wisata lain di Indonesia. Bahkan nama Sarangan saja nyaris belum mereka kenal.

Lebih Lanjut »
Bahasa Indonesia yang Kian Terdesak
Prof. Dr. H. Mudjia Rahardjo, M. Si Rabu, 7 Desember 2016 . in Rektor . 4929 views

Di sebuah rapat kerja di Jakarta beberapa waktu lalu, saya sempat  terkesima dengan salah seorang narasumber, bukan karena isi ceramah yang  disampaikan dan cara menyampaikannya, tetapi karena bahasa yang digunakan. Narasumber itu menggunakan istilah-istilah dari bahasa Inggris  dicampur dengan kata-kata dalam bahasa Indonesia, seperti “menginputkan”, “mengupload”, “mendownload”, “mendelete”, “mengupgrade”, “mengendorse”, dan “mensupport”. Itu sebagian contoh yang sempat saya tulis, dan masih banyak yang lain. Saya melihat gejala penggunaan istilah-istilah seperti itu bukan sebagai peristiwa linguistik sederhana. Bagi saya itu persoalan serius. Apalagi yang menggunakan itu ialah seorang pejabat tinggi negara yang seharusnya bisa menjadi teladan atau contoh dalam semua hal, termasuk dalam berbahasa.

Lebih Lanjut »
Sepenggal Cerita Almarhum Maftuh Basyuni
Prof. Dr. H. Mudjia Rahardjo, M. Si Rabu, 19 Oktober 2016 . in Rektor . 2681 views

Pak Maftuh, begitu biasa dipanggil, adalah birokrat tulen. Sebagian besar masa  hidupnya dihabiskan di pemerintahan, sejak era Pak Harto hingga SBY. Di Era Orde Baru, Pak Maftuh menjadi salah seorang kepercayaan Pak Harto dengan menjadi Kepala Rumah Tangga Kepresidenan. Jika di Gedung Putih, jabatan beliau seperti Kepala Staf Gedung Putih, sebuah jabatan sangat bergengsi di Amerika. Sebagai Kepala Rumah Tangga Kepresidenan, Pak Maftuh tentu sangat dekat dengan presiden dan keluarganya serta tahu secara mendalam isi istana. Kendati demikian, Pak Maftuh bukan tipe pejabat yang obral statement. Kita tahu Pak Maftuh tidak pernah muncul di publik menyampaikan statement, termasuk tentang istana. Beliau ialah birokrat profesional yang bisa diterima di beberapa era pemerintahan. Di Era Presiden Abdurahman Wahid, beliau sempat menjadi Menteri Sekretaris Negara.

Lebih Lanjut »
Membahas Pembangunan Kampus “Bismillah...”
Prof. Dr. H. Mudjia Rahardjo, M. Si Senin, 10 Oktober 2016 . in Rektor . 2063 views

Rabu, 5 Oktober 2016, didampingi Wakil Rektor 1, 2, Ketua LPM, Kabag Perencanaan, Ketua SPI dan staf, saya menghadiri undangan Bappenas di Jakarta melalui Deputi Menteri PPN/Bappenas Bidang Pembangunan Manusia, Masyarakat, dan Kebudayaan untuk presentasi proposal pembangunan Kampus 3. Pertemuan itu disebut “a kick off meeting”.  Bertempat di Gedung Utama Bappenas, pertemuan dipimpin Deputi Dr. Subandi, M.Sc. didampingi Direktur Pendidikan Tinggi, Iptek, dan Kebudayaan, Amich Alhumami, Ph.D. Hadir juga Direktur Jenderal Pendidikan Islam, Kemenag, Prof. Kamarudin Amin, Ph.D., Direktur Jenderal Sumber Daya Iptek,  Kemenristek dikti, Prof. Ali Ghufron, Ph.D. dan Sekretaris Ditjen SDM Iptek Prof. John Hendri, Ph

Lebih Lanjut »
Membaca - Perubahan Bermakna
Prof. Dr. Abdul Haris, M.Ag Kamis, 6 Oktober 2016 . in Rektor . 875 views

Baru saja
Memberi kuliah
Para mahasiswa
Di FTK UIN Surabaya
Diskusi dengan ramah
Pentingnya membaca

Wahyu pertama
Perintah membaca
Objeknya semua saja 
Tanpa batas dan masa
Harus dasar atas nama
Tuhan Yang Maha Esa 

Membaca
Dimensi beda
Meneliti apa saja
Tuhan dan manusia
Alam serta isinya

Membaca
Masih lemah
Belum sepenuhnya
Terlaksana mestinya
Perlu pustaka lembaga
Objek riset dimana-mana
Dana kurang banyak jumlah
Jika semua itu dipenuhinya
Baru bisa jadi harapan kita 

Membaca
Seharusnya
Program utama
Kuatkan Indonesia
Menjadi negara adidaya

Surabaya, 06 Oktober 2016
'Abd Al-Haris Al-Muhasibi

Lebih Lanjut »
Kitab Pembebasan - Tafsir Progresif Kisah Al-Qur'an
Prof. Dr. Abdul Haris, M.Ag Rabu, 5 Oktober 2016 . in Rektor . 1649 views

Eko Prasetyo
Penulis dari gayogyokarto
Kitab Pembebasan manungso
Penindasan para penguoso
Baik kini ataupun zaman kuno
Menjadi inti ide tema buku sedoyo

Para Nabi
Adam mulai
Muhammad akhiri
Telah beri teladan diri
Menjadi pejuang yang sejati
Melawan dan juga memerangi
Penindasan sesama manusia di bumi
Saling nistakan sesama hak-hak asasi
Penindas tidak pernah peduli sama sekali
Ajaran yang datang dari Ilahi Rabbi

Kini kita urai
Semua yang menjadi isi
Kaitkan dengan para akademisi
Para mahasiswa dan mahasiswi
Kisah-kisah Nabi, apakah ada relevansi
Dengan perjuangan mahasiswa kini
Kemudian terus dapat diteladani
menjadi pendorong dan motivasi 
Agar para mahasiswa tidak menjadi mati suri
Atau setidaknya tidak seperti orang sakit gigi
Tidak tahu apa yang menjadi orientasi
Kepada nasib tertindas sangat tidak peduli
Biar bodoh yang penting tidak tahu diri

Buku ini
Menjadi kaca diri
Apakah kita ini para nabi
Atau para nabi itu ya kita ini
Tidak lelah sampaikan hati nurani
Jangan menjadi penipu teman sendiri
Pengkhianat tidak pernah manusiawi
Semua hanya untuk kepentingan sendiri
Biar kuasa asal dengan menipu diri
Mengagumi hisab darah dengan strategi

Mahasiswa
Sudah amat biasa
Meniru perilaku mulia
Para Nabi yang bijaksana
Bebaskan orang yang teraniaya
Para petani yang kehilangan tanah
Sudah menjadi mall dan rumah-rumah
Para nelayan di pantai yang jadi bangunan megah
Super angkot yang dikejar-kejar pemiliknya
Mahsiswa yang telah hilang kebesannya
Dosen yang dipasung pikirannya
Pegawai rendah yang tidak dipikirkan kesejahteraannya
Semua perlu nabi-nabi mahasiswa
Jika tidak ada tidak diakui keberadaannya
Mungkin dianggap seperti sampah belaka

Nabi itu adalah kita
Semua para mahasiswa
Sepanjang perjuangan ada
Bebaskan yang selalu derita
Tidak mampu lagi beraktualita
Apalagi suarakan derita di dada

UINSA, 05 Oktober 2016
'Abd Al-Haris Al-Muhasibi

Lebih Lanjut »
Student Is Dead
Prof. Dr. Abdul Haris, M.Ag Selasa, 4 Oktober 2016 . in Rektor . 679 views

Mahasiswa
Manusia luar biasa
Menjadi harapan bangsa
Pengganti para generasi tua
Penerus perjuangan kita semua
Penjaga Negara Republik Indonesia

Student now
Leader tomorrow
Sekarang jadi pelajar
Lalu jadi pemimpin wajar
Terhindar dari kurang ajar

Cerminan
Mengambil peran
Menyongsong masa depan
Semua petanda akan ditentukan
Apa saja yang akan dilakukan

Mahasiswa
Tidak boleh alpha
Apa yang seharusnya
Disiapkan sejak semula
Bekal memimpin negara
Menjadi seorang didamba
Punya sikap kritis apa saja
Menjadi idola bangsa
Dengan prilaku utama

Bungurasih, 04 Oktober 2016
'Abd al-Haris al-Muhasibi

Lebih Lanjut »
Tahun Baru Hijri - Perubahan Tanpa Henti
Prof. Dr. Abdul Haris, M.Ag Minggu, 2 Oktober 2016 . in Rektor . 662 views
Penanda Tahun Hijriyah Berangkat berubah Terus tanpa rasa lelah Mencapai harkat mulia Diantara kita para manusia Utama di hadapan Tuhan Esa Tahun baru Pada hari minggu Semua orang menunggu Pencerahan para penghulu Lakukan perubahan yang jitu Bangsa dan negara yang dituju Menjadi bangsa pembaharu Seharusnya Bukan serimonial belaka Umat harus buat sebuah rencana Bangkitkan masyarakat yang utama Strategi kebudayaan Islam Indonesia Mencerdaskan kehidupan bangsa Tingkatkan kualitas pendidikan dan merata Sumbangkan bagi bangsa dan negara Mana Madrasah dan sekolah Masjid dan pesantren semua UIN, IAIN dan STAIN dan pendidikan tinggi swasta Ada ide dan pembaharuan apa Apakah cukup hanya lomba-lomba Mana NU dan Muhammadiyah Mana partai-partai yang berbasis agama PKB, PKS, PAN dan PETIGA Mana
Lebih Lanjut »

UNIVERSITAS ISLAM NEGERI
MAULANA MALIK IBRAHIM MALANG
Jalan Gajayana No. 50 Malang 65144
Telp: +62-341 551-354 | Email : info@uin-malang.ac.id

facebook twitter instagram youtube
keyboard_arrow_up