Daftar Penulis: Abadi Wijaya


UIN Malang dan Itjen Kemenag RI Perkuat SPI Menuju Smart Campus Berkelas Dunia
Selasa, 25 November 2025 . in Berita . 129 views
10495_spi.jpg

UIN Maulana Malik Ibrahim Malang kembali meneguhkan komitmennya dalam membangun tata kelola kampus yang profesional, transparan, dan akuntabel melalui penguatan Satuan Pengawasan Internal (SPI). Langkah strategis ini diwujudkan lewat kerja sama resmi dengan Inspektorat Jenderal Kementerian Agama Republik Indonesia, yang dilaksanakan dalam sebuah forum sinergi di kampus setempat.Selasa, 25 November 2025

Dalam kegiatan tersebut, UIN Malang mempertegas arah pengembangan kampus menuju kelas dunia. Saat ini, UIN Malang memiliki tiga kampus yang secara keseluruhan menampung lebih dari 6.000 mahasiswa. Kampus 1 dengan sekitar 3.000 mahasiswa, Kampus 2 kurang lebih 2.000 mahasiswa, dan Kampus 3 sekitar 1.000 mahasiswa. Keberagaman menjadi fondasi utama, karena kampus ini tidak hanya dibangun untuk mahasiswa muslim, tetapi untuk seluruh umat beragama yang ingin belajar dan berkembang.

UIN Malang juga tercatat sebagai satu-satunya UIN di Indonesia yang berhasil mendapatkan Pendanaan Luar Negeri (PHLN) dari Saudi Arabian Development senilai 1 triliun rupiah. Dana tersebut digunakan untuk pembangunan Kampus 3 sebagai pusat pengembangan ilmu dan peradaban global. Pada sebagian lahan kampus, pembangunan struktur beton dilakukan untuk menopang fasilitas pendidikan modern, sementara separuh lainnya ditanami ribuan pohon sebagai “paru-paru kota”. Ini menjadi wujud komitmen kampus terhadap keberlanjutan lingkungan.

Rektor menegaskan bahwa pembangunan yang dilakukan bukan sekadar fisik, tetapi sebagai investasi peradaban—mewujudkan smart campus yang mampu menjadi titik temu pemikiran Timur dan Barat serta menjadi pusat inovasi dunia.

Sementara itu, sambutan dari Inspektorat Jenderal Kementerian Agama RI diwakili oleh Prof. Dr. Isom Yusqi, M.A, selaku Inspektur Wilayah IV. Dalam arahannya, beliau menekankan pentingnya penguatan manajemen dan sinergi kemitraan demi menunjang kinerja seluruh unsur kampus.

“Nanti wujudkanlah impian-impian kalian. Tolong dibedah kemitraan SIP agar bisa membantu Bapak Ibu, sehingga dapat bekerja maksimal dan memberikan kontribusi terbaik bagi kampus kita tercinta ini,” ujar Prof. Isom Yusqi.

Kerja sama ini diharapkan mampu memperkuat fungsi pengawasan internal, memastikan kualitas tata kelola, serta mendorong UIN Malang menjadi institusi pendidikan tinggi yang unggul, modern, dan berstandar internasional. Dengan dukungan berbagai pihak, UIN Malang menatap masa depan sebagai kampus pusat peradaban dan ruang pertemuan ilmu pengetahuan global.

Reporter : Faiqotul Himmah 

Fotografer : Alberda Salma Fariha 

Lebih Lanjut »
Jadi Magnet Kampus Dunia, UIN Malang Terima Kunjungan Strategis dari Turki
Selasa, 25 November 2025 . in Berita . 117 views
10492_1qs.jpeg

MALIKI ISLAMIC UNIVERSITY - Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang menerima kunjungan resmi dari perwakilan Amasya University, Turki, pada Selasa, 25 November 2025. Kunjungan ini bertujuan untuk menjajaki peluang kerja sama internasional di bidang akademik dan riset, sebagai langkah awal membangun kolaborasi yang strategis dan berkelanjutan.

10493_turk.jpeg

Delegasi Amasya University yang dipimpin oleh Dr. Büşra Nur Duran diterima langsung oleh Rektor UIN Malang, Prof. Dr. Hj. Ilfi Nur Diana, M.Si., didampingi Wakil Rektor I Bidang Akademik, Drs. H. Basri, MA., Ph.D. di Ruang Rektor Kampus 1. Pertemuan yang berlangsung dalam suasana hangat ini menjadi forum diskusi intensif mengenai berbagai peluang kolaborasi yang potensial untuk segera direalisasikan.

Dr. Büşra Nur Duran, lecturer and head of the department of Woman and Family Studies mengungkapkan ketertarikan mendalam dari Amasya University untuk mengembangkan kerja sama akademik dengan UIN Malang. Beberapa program prioritas yang dijajaki meliputi kolaborasi pengajaran (teaching collaboration), penyelenggaraan konferensi ilmiah bersama yang melibatkan dosen dan peneliti, serta program pertukaran mahasiswa dengan model Erasmus yang memungkinkan mobilitas akademik lintas negara.

10494_turk1.jpeg

Menanggapi tawaran tersebut, Prof. Ilfi Nur Diana, memberikan apresiasi tinggi atas inisiatif Amasya University dalam membuka pintu kolaborasi. Prof. Ilfi menegaskan komitmen UIN Malang dalam memperkuat jejaring global dan menyoroti pentingnya riset kolaboratif sebagai prioritas utama.

Pertemuan ini diakhiri dengan optimisme dari kedua belah pihak. UIN Maulana Malik Ibrahim Malang menyatakan kesiapannya untuk menindaklanjuti penjajakan ini ke dalam bentuk perjanjian kerja sama yang lebih konkret. Harapannya, hubungan bilateral ini dapat berkembang menjadi kemitraan strategis yang memfasilitasi mobilitas akademik, pertukaran budaya, serta inovasi penelitian yang bermanfaat bagi sivitas akademika kedua institusi. (af)

Reporter: Muh. Noaf Afgani

Lebih Lanjut »
UIN Malang Peringati HGN 2025: Guru Penjaga Masa Depan Bangsa
Selasa, 25 November 2025 . in Berita . 107 views
10503_hgn1.jpg

MALIKI ISLAMIC UNIVERSITY-Upacara Peringatan Hari Guru Nasional (HGN) ke-80 di UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Selasa pagi, 25 November 2025, berlangsung dengan suasana yang tenang dan penuh rasa hormat. Halaman depan Gedung Rektorat berubah menjadi ruang refleksi bersama tentang arti menjadi pendidik di era yang bergerak cepat seperti sekarang.
Peringatan HGN selalu jatuh pada 25 November. Di balik tanggal itu tersimpan pesan sederhana namun kuat: masa depan bangsa berputar di tangan para guru. Mereka bukan sekadar pengajar, tetapi penjaga estafet peradaban.
Wakil Rektor Bidang AUPK, Dr. Zainal Habib, M.Hum., hadir memimpin upacara dan menyampaikan amanat yang mengajak para peserta melihat pendidikan dari sudut yang lebih luas. Ia mengingatkan bahwa pemerintah kini mendorong pelatihan deep learning, coding, hingga kecerdasan artifisial untuk mempersiapkan guru menghadapi tantangan baru. Materi ini bukan sekadar daftar program. Pesannya jelas: guru harus tetap menjadi figur sentral meski teknologi terus berubah.
Dalam amanat Kementerian Agama yang dibacakan, HGN tahun ini menegaskan kembali peran strategis guru sebagai fondasi kemajuan bangsa. Guru ditantang bukan hanya menguasai cara mengajar yang adaptif, tetapi juga menjaga ruh pendidikan yang membentuk karakter. Ada satu kisah yang kembali disampaikan, kisah yang mungkin sudah lama kita dengar tapi tak kehilangan daya pukau. Saat Jepang luluh lantak akibat bom atom, Kaisar bertanya satu hal: “Berapa guru yang tersisa?” Sebuah pertanyaan yang memperlihatkan keyakinan bahwa kebangkitan bangsa dimulai dari ruang belajar.

10502_hgn.jpg


Pendidikan diibaratkan investasi panjang. Kesalahan di sektor lain masih bisa ditambal dalam hitungan tahun, sedangkan kekeliruan dalam pendidikan bisa merembet ke generasi berikutnya. Karena itu, Dr. Zainal mengingatkan pentingnya merancang sistem pendidikan nasional dengan pandangan yang jernih dan visi kebangsaan yang utuh.
Dalam lanskap yang semakin dikuasai teknologi dan kecerdasan buatan, peran guru justru semakin tak tergantikan. Pendidikan tidak berhenti pada transfer pengetahuan. Ia menyentuh pembentukan akhlak, empati, dan cara melihat dunia. Seperti yang kerap diulang para pendidik, hanya manusia terdidik yang dapat mendidik manusia.
Tema HGN 2025 di lingkungan Kementerian Agama, *“Merawat Semesta Dengan Cinta”*, memperkaya pesan ini. Tema tersebut selaras dengan Asta Cita Presiden dan Asta Protas Menteri Agama yang menekankan kurikulum berbasis cinta dan ekoteologi. Guru tidak hanya mengajarkan konsep, tetapi juga menumbuhkan kepekaan terhadap sesama dan alam. Pendidikan yang lahir dari cinta akan menumbuhkan generasi yang lembut hati dan bertanggung jawab.
Negara juga menunjukkan komitmennya melalui peningkatan kesejahteraan dan profesionalisme guru. Sertifikasi PPG diwajibkan bagi seluruh guru, baik ASN maupun non-ASN, sebagai penanda standar kompetensi nasional. Kebijakan ini menjadi dasar pemberian Tunjangan Profesi Guru. Datanya cukup mencolok. Peserta PPG bertambah dari 41 ribu guru pada 2023–2024 menjadi lebih dari 301 ribu pada 2025. Kenaikan sekitar 620 persen ini mencakup guru madrasah, guru Pendidikan Agama Islam, hingga guru dari komunitas Hindu, Buddha, Kristen, dan Katolik. Semua mendapat peluang yang sama untuk meningkatkan kualitas diri.
Di sisi lain, lebih dari 588 ribu guru kini menerima tunjangan profesi, dan dalam tiga tahun terakhir, 52 ribu guru honorer telah diangkat menjadi PPPK. Kebijakan ini memberi kepastian karier dan kualitas hidup yang lebih baik bagi para pendidik di Indonesia.
Dalam amanatnya, WR II juga mengingatkan kembali tujuan besar pendidikan nasional: melahirkan manusia yang beriman, berilmu, berakhlak mulia, dan bertanggung jawab. Karena itu, kepribadian guru menjadi inti dari keberhasilan pendidikan. Pesan Prof. Dr. Zakiah Daradjat kembali bergema, bahwa kepribadian guru menentukan apakah ia menjadi pembina masa depan atau justru sebaliknya.
Upacara HGN di UIN Malang tahun ini pada akhirnya menjadi ruang penguatan komitmen. Para guru, dosen, dan tenaga pendidik diajak kembali mengajar dengan cinta, ketulusan, dan pandangan jauh ke depan. Harapannya sederhana namun besar: dari tangan para pendidik, lahir generasi yang mencintai Tuhan, tanah air, dan sesama. Semoga setiap langkah para guru dicatat sebagai amal baik yang terus mengalir.

Lebih Lanjut »
UIN Malang Resmi Buka IC-ISLEH 2025: 140 Peneliti Dunia Hadirkan Gagasan untuk Masa Depan Islam dan Sains
Senin, 24 November 2025 . in Berita . 187 views
10491_pasca.jpg

MALIKI ISLAMIC UNIVERSITY - Pascasarjana UIN Maulana Malik Ibrahim Malang kembali menunjukkan komitmennya dalam memperkuat kontribusi akademik di tingkat internasional melalui penyelenggaraan The 4th International Conference on Islam, Science, Language, Law, Education, Economics and Humanity (IC-ISLEH 2025). Konferensi yang berlangsung pada 24–25 November 2025 ini berhasil menarik perhatian para akademisi, peneliti, dan praktisi dari berbagai negara.

Tahun ini, IC-ISLEH mencatat capaian gemilang dengan 140 paper yang disubmit dan dipresentasikan, mencerminkan tingginya antusiasme dan kepercayaan dunia akademik terhadap forum ilmiah yang digelar Pascasarjana UIN Malang.

Direktur Pascasarjana, Prof. Dr. H. Agus Maimun, M.Pd., dalam sambutan pembukaan menegaskan bahwa IC-ISLEH bukan hanya forum ilmiah tahunan, tetapi sebuah ruang strategis yang memperkuat posisi UIN Malang sebagai pusat pengembangan ilmu yang berorientasi pada solusi dan kemajuan global. “Forum ilmiah ini menjadi wadah penting untuk menghadirkan gagasan dan rekomendasi yang memberi dampak nyata bagi pengembangan ilmu dan masyarakat global,” tegas Prof. Agus Maimun.

Beliau juga menyampaikan apresiasi kepada Rektor beserta para Wakil Rektor, jajaran Kaprodi dan Sekprodi Pascasarjana S2–S3, serta seluruh panitia yang telah memastikan terselenggaranya konferensi secara profesional dan sukses.

Selama dua hari penyelenggaraan, para pemakalah memaparkan hasil riset yang mengangkat isu-isu mutakhir mulai dari kajian Islam, sains modern, bahasa, hukum, teknologi pendidikan, ekonomi syariah, hingga persoalan kemanusiaan di era digital. Diskusi panel berlangsung dinamis dengan melibatkan para ilmuwan dari dalam dan luar negeri.

IC-ISLEH 2025 diharapkan memperkuat jejaring akademik global, membuka ruang kolaborasi riset lintas batas, serta memperkaya khazanah keilmuan yang relevan dengan tantangan zaman.

Dengan terselenggaranya IC-ISLEH tahun ini, Pascasarjana UIN Malang kembali menegaskan perannya sebagai institusi pendidikan tinggi yang berkomitmen menghadirkan inovasi, pemikiran solutif, dan kontribusi nyata bagi dunia akademik internasional.

Reporter : Faiqotul Himmah 

 

Lebih Lanjut »
Wakil Rektor Bidang Akademik: UIN Malang Menatap Tahta Global, Siap Lampaui Al-Azhar dalam Lima Tahun
Senin, 24 November 2025 . in Berita . 146 views
10490_pembukaan.jpg

MALIKI ISLAMIC UNIVERSITY -  Pembukaan IC-ISLEH 2025 berlangsung dengan khidmat dan penuh antusiasme ketika Wakil Rektor Bidang Akademik UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Drs. H. Basri Zain, M.A., Ph.D., menyampaikan pidato pengarahannya. Mewakili Rektor, ia hadir membawa penegasan visi kelembagaan yang berorientasi pada penguatan daya saing global. Senin 24 November 2025.

Dalam sambutannya, Wakil Rektor Bidang Akademik UIN Maulana Malik Ibrahim Malang,  menjelaskan bahwa UIN Malang saat ini memasuki fase pertumbuhan strategis yang ditandai dengan pengembangan tiga kawasan kampus di Kota Malang, Kabupaten Malang, dan Kota Batu. Perkembangan tersebut, ditambah capaian sebagai PTKIN terbaik nomor satu di Indonesia, dinilai menjadi landasan penting bagi kampus untuk melangkah lebih jauh dalam percaturan pendidikan tinggi internasional.

Ia kemudian menyampaikan pernyataan visioner yang menjadi sorotan utama “Lima tahun ke depan, insyaAllah UIN Maulana Malik Ibrahim Malang akan melampaui Universitas Al-Azhar dan menjadi perguruan tinggi Islam terbaik kedua di dunia.” ujarnya.

Pernyataan tersebut disambut dengan tepuk tangan hangat dari para peserta, menandakan keyakinan kolektif terhadap arah pengembangan institusi.

Sejalan dengan tema konferensi yang mengkaji Islam, Artificial Intelligence, dan tantangan etika global, Dr. Basri menyoroti fenomena akademik yang muncul akibat perkembangan teknologi kecerdasan buatan. Ia mengingatkan bahwa kemajuan teknologi harus tetap diiringi dengan penguatan literasi dan daya nalar. “AI sangat penting, tetapi AI bukan segalanya. Tidak semua data yang dihasilkan AI valid. Kemampuan menulis meningkat, tetapi budaya membaca menurun. Jika hanya mengandalkan AI, nalar kritis tidak akan berkembang.”

Menurutnya, AI perlu ditempatkan dalam porsi yang tepat sebagai pendukung proses ilmiah, bukan sebagai pengganti kapasitas intelektual manusia. Penguatan nalar kritis tetap menjadi pilar utama bagi tradisi akademik.

Mengakhiri sambutannya, Dr. Basri secara resmi membuka IC-ISLEH 2025 melalui pembacaan basmalah. Momen tersebut menandai dimulainya rangkaian kegiatan akademik yang berlangsung selama dua hari, melibatkan pemakalah, pembicara, dan akademisi dari berbagai negara. Konferensi ini diharapkan menjadi ruang strategis untuk memperkuat jejaring riset internasional dan menghasilkan kontribusi akademik yang relevan bagi masa depan pendidikan Islam di tengah dinamika perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Reporter : Faiqotul Himmah 

Lebih Lanjut »
Menjemput Masa Depan Pesantren: UIN Malang Gelar Halaqah Berskala Nasional
Senin, 24 November 2025 . in Berita . 137 views
10488_prof.jpeg

MALIKI ISLAMIC UNIVERSITY - Suasana lantai 5 Gedung Rektorat UIN Maulana Malik Ibrahim Malang tampak berbeda sejak pagi. Para pengasuh pesantren, pimpinan lembaga, dan tokoh-tokoh nasional mulai berdatangan, memenuhi aula besar yang menjadi pusat kegiatan Halaqah Penguatan Tata Kelola Pesantren Mandiri. Agenda yang digelar bekerja sama dengan Direktorat Jenderal Pesantren Kementerian Agama RI ini menjadi momentum penting bagi UIN Maliki Malang dalam memperkuat kontribusinya bagi dunia pesantren. Senin, 24 November 2025

Kegiatan dibuka langsung oleh Rektor UIN Maliki Malang, Prof. Dr. Hj. Ilfi Nur Diana, M.Si. Dalam sambutannya, Prof. Ilfi menegaskan bahwa penguatan tata kelola pesantren merupakan langkah penting untuk menjaga keberlanjutan pendidikan Islam di tengah perubahan zaman. Ia menekankan bahwa pesantren telah berabad-abad menjadi pusat pembentukan karakter dan keilmuan Islam di Indonesia, sehingga perlu terus didorong untuk menjadi lembaga yang mandiri dan adaptif. “UIN Maliki Malang berkomitmen menjadi bagian dari transformasi pesantren agar semakin mandiri, adaptif, dan tetap menjaga nilai-nilai tradisi keilmuan Islam,” tuturnya.

Prof. Ilfi juga menyampaikan kembali pesan Menteri Agama RI, Prof. Dr. KH. Nasruddin Umar, MA, bahwa pembentukan Direktorat Jenderal Pesantren merupakan langkah strategis pemerintah untuk memperkuat tata kelola serta mutu pendidikan pesantren di seluruh Indonesia.

Halaqah ini menjadi istimewa karena dihadiri oleh tokoh-tokoh penting di tingkat nasional. Antara lain Dr. (HC) Drs. H. Abdul Muhaimin Iskandar, M.Si, Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat RI; Dr. Drs. Ismail Cawidu, M.Si, Staf Khusus Menteri Agama RI; serta Prof. Dr. Phil. Kamaruddin Amin, MA, Sekretaris Jenderal Kementerian Agama RI. Turut hadir pula para pimpinan pesantren dan akademisi terkemuka, seperti Prof. Dr. KH. Asep Saifuddin Chalim, MA dan Prof. Dr. KH. Ali Masykur Musa, M.Si., M.Hum.

10489_prof.jpeg
Ratusan pengasuh pesantren berkumpul, menyatukan langkah untuk masa depan pendidikan Islam

Kehadiran para tokoh tersebut memberikan warna tersendiri dalam jalannya diskusi. Masing-masing memberikan pandangan tentang tantangan pesantren masa kini, mulai dari manajemen kelembagaan, penguatan kurikulum, hingga strategi pengembangan kemandirian ekonomi pesantren. Tidak kurang dari 200 pengasuh pondok pesantren dari Malang Raya dan berbagai daerah di Jawa Timur turut meramaikan kegiatan ini. Mereka datang dengan harapan dapat memperluas jaringan, mendapatkan wawasan baru, serta berbagi praktik baik dalam mengelola pesantren.

Interaksi antarpeserta sepanjang kegiatan menciptakan suasana hangat dan penuh semangat kolaborasi. Para pengasuh tidak hanya mendengarkan pemaparan narasumber, tetapi juga saling bertukar pengalaman mengenai strategi penguatan lembaga pesantren yang mereka pimpin. Melalui Halaqah ini, UIN Maliki Malang ingin memperkuat sinergi dengan pesantren sebagai mitra strategis dalam pembangunan pendidikan Islam. Pesantren diharapkan tidak hanya menjadi lembaga pendidikan tradisional, tetapi juga pusat pemberdayaan masyarakat, pengembangan ekonomi, serta pembinaan karakter generasi muda.

Kegiatan ini diharapkan menghasilkan rumusan bersama yang dapat menjadi pijakan bagi pesantren dalam menghadapi tantangan modern, termasuk peningkatan kapasitas pengelolaan, penguatan sumber daya manusia, dan pengembangan kemandirian lembaga. Dengan terlaksananya Halaqah ini, UIN Maulana Malik Ibrahim Malang kembali menegaskan perannya sebagai perguruan tinggi yang terus mendorong penguatan ekosistem pendidikan Islam, sekaligus menjadi jembatan bagi lahirnya pesantren-pesantren yang unggul, mandiri, dan berkelanjutan.

Reporter : Faiqotul Himmah 

Lebih Lanjut »
Rektor UIN Malang Tekankan Tanggung Jawab Pengalaman Moderasi Beragama Pasca TOT
Sabtu, 22 November 2025 . in Berita . 56 views
10499_bu-ilfi.jpg

MALIKI ISLAMIC UNIVERSITY – Rektor UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Prof. Dr. Hj. Ifli Nur Diana, M.Si, menyampaikan pesan kuat mengenai pentingnya pengalaman ilmu moderasi beragama dalam penutupan Training of Trainer (TOT) Penguatan Moderasi Beragama yang berlangsung di Hotel Onsen, Songgoriti, Kota Batu, pada Jumat, 21 November 2025. Ia menegaskan bahwa seluruh peserta pelatihan memiliki tanggung jawab besar setelah mendapatkan bekal ilmu setelah enam hari kegiatan.

10500_peserta.jpg

"Setelah pelatihan ini, bapak ibu memiliki tanggung jawab yang luar biasa. Jika sudah punya ilmunya maka wajib hukumnya untuk mengamalkannya," ujar Rektor di hadapan 30 peserta TOT.

Dalam pidatonya, Rektor menyoroti kondisi pembinaan mahasiswa di mahad UIN Malang yang saat ini menampung sekitar 5.000 mahasiswa. Menurutnya, keputusan untuk memondokkan mahasiswa dalam jumlah besar dengan kebutuhan biaya yang signifikan bukan sekadar kebijakan administratif, tetapi bagian dari upaya strategis pembentukan karakter.

Namun, Prof. Ifli juga mengajak seluruh pihak, terutama para pembina, untuk reflektif dan jujur dalam menilai capaian pembinaan karakter di mahad.

"Apakah anak-anak kita yang berada di mahad sudah memiliki pemahaman keislaman yang moderat? Ataukah belum? Jangan-jangan itu hanya justifikasi kita saja bahwa keluar dari mahad 100% semuanya memiliki pemahaman yang moderat?" ujarnya.

Mengingat pembelajaran berbasis kitab-kitab klasik di mahad dinilai masih kurang menyasar pemahaman keagamaan yang moderat. Prof. Ilfi menekankan bahwa para peserta TOT, yang terdiri dari 30 dosen, memiliki kewajiban moril untuk mengimplementasikan materi moderasi beragama yang telah dipelajari kepada mahasiswa, terutama di lingkungan mahad.

Rektor juga menyampaikan komitmen institusi untuk terus memberikan apresiasi dan penguatan kompetensi kepada para dosen.

"Tentu kami akan mengapresiasi bapak ibu semuanya dengan pelatihan-pelatihan yang setelah ini akan ditingkatkan lagi kualitasnya," ujarnya.

10501_fotbar.jpg

Pidato Rektor ini mempertegas arah dan komitmen UIN Malang dalam memperkuat moderasi beragama sekaligus memperbaiki sistem pembinaan karakter mahasiswa di mahad agar lebih relevan dengan perkembangan zaman.

Reporter: Ajeng Ayu Kemala

Fotografer: Ahmad Fawwaz Willdani

Lebih Lanjut »
Rektor UIN Malang Tutup TOT, Serukan Moderasi Beragama dan Kepedulian Lingkungan
Jumat, 21 November 2025 . in Berita . 65 views
10485_tot.jpeg

MALIKI ISLAMIC UNIVERSITY – Kegiatan Training of Trainers (TOT) Moderasi Beragama resmi ditutup oleh Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang, Prof. Dr. Hj. Ilfi Nur Diana, M.Si, pada Jumat, (21/11), di Onsen, Batu. Dalam penutupan ini, Prof. Ilfi menegaskan arah kebijakan baru kampus yang menempatkan moderasi beragama, ekoteologi, serta isu-isu global berbasis lokal sebagai tiga fokus strategis UIN Malang ke depan.

Dalam sambutannya, Prof. Ilfi menekankan bahwa moderasi beragama bukan hanya menyentuh aspek relasi antarmanusia, tetapi juga relasi manusia dengan lingkungan. Ia menyoroti pentingnya perguruan tinggi Islam untuk memberikan kontribusi nyata pada isu-isu dunia yang berakar dari persoalan lokal, seperti ekonomi, lingkungan, perdamaian, dan keadilan. “Moderasi beragama masuk pada isu perdamaian dan keadilan,” tegasnya.

Rektor UIN Malang juga menyampaikan hasil pemetaan riset dosen UIN Malang periode 2021–2023. Dari pemetaan tersebut diketahui bahwa riset yang berkaitan dengan pilar perdamaian dan keadilan dalam SDGs baru mencapai 12,8 persen, jauh tertinggal dibandingkan riset pendidikan berkualitas yang mendominasi hingga 48,5 persen. Ia menilai kontribusi riset moderasi beragama masih perlu diperkuat agar mampu memberikan dampak signifikan, sekaligus bersaing dengan perguruan tinggi besar seperti Unair, IPB, dan UGM yang telah mencapai pengakuan global.

Karena itu, Prof. Ilfi menekankan perlunya reorientasi Tridharma perguruan tinggi. Penelitian, pengabdian masyarakat, hingga program KKN mahasiswa ke depan diharapkan bergerak menuju isu-isu strategis seperti ekoteologi, kemiskinan, perdamaian, keadilan, dan perubahan iklim.

10486_tot.jpeg

Dalam materinya mengenai ekoteologi, Prof. Ilfi menyoroti minimnya suara akademisi Islam dalam isu lingkungan. Ia mengangkat contoh kerusakan sungai Mahakam akibat aktivitas tambang batu bara dan nikel, serta maraknya temuan mikroplastik di udara dan air hujan di kota-kota besar Indonesia. Menurutnya, persoalan lingkungan tidak dapat dilepaskan dari Maqashid Syariah, terutama perlindungan jiwa dan keturunan. Ia juga mengingatkan bahwa pengelolaan sampah plastik, termasuk di pesantren, masih menjadi pekerjaan rumah yang harus segera dibenahi.

Rektor juga menegaskan pentingnya kolaborasi lintas fakultas untuk menjawab tantangan besar tersebut. “Tidak cukup hanya Fakultas Syariah atau Tarbiyah. Kita punya Fakultas Teknik, kita punya Fakultas Sains. Inilah indahnya kolaborasi. Moderasi beragama, ekoteologi, isu sosial—semuanya bermuara pada Indonesia sebagai rahmatan lil alamin,” ujarnya.

Selama enam hari pelaksanaannya, TOT Moderasi Beragama ini diharapkan mampu melahirkan para trainer of trainer dari kalangan dosen yang akan memperkuat nilai-nilai moderasi beragama di lingkungan kampus maupun masyarakat luas.

Menutup sambutannya, Prof. Ilfi menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta yang telah mengikuti rangkaian kegiatan intensif selama lima malam meski harus meninggalkan keluarga. Ia berharap materi yang disampaikan dapat menjadi pemantik semangat untuk terus merawat nilai-nilai moderasi beragama dalam kehidupan sehari-hari. Kegiatan secara resmi ditutup dengan doa bersama dan harapan agar para peserta dapat menjadi agen perubahan dalam penguatan moderasi beragama di Indonesia.

Reporter: Azman Fawwazi

Foto: Ahmad Fawwaz Wildani

Lebih Lanjut »
Menuju KKM Hijau 2025: Pembekalan DPL Tegaskan Peran Kampus dalam Isu Lingkungan
Jumat, 21 November 2025 . in Berita . 127 views
10487_prof.jpg

MALIKI ISLAMIC UNIVERSITY - Pembekalan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) untuk Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) 2025 resmi dibuka di Aula Lantai 2 Microteaching FITK. Acara ini dihadiri oleh para dosen pendamping dari berbagai program studi dan dibuka secara langsung oleh Prof. Dr. Ilfil Nurdiana, M.Si. Jum'at 21 Nobember 2025 

Dalam sambutannya, Prof. Ilfil menegaskan bahwa dosen pembimbing harus memahami karakter dan kemampuan mahasiswa sebelum mendampingi mereka di lapangan.

“Jika membimbing dan mendampingi mahasiswa, kita harus tahu dulu multitalent para mahasiswa. Apa yang dipilih oleh mahasiswa tentu perlu diarahkan oleh Bapak/Ibu. Kita melihat kompetensinya, tetapi juga memerhatikan apa yang paling diminati. Di pusat pun yang dilihat adalah program prioritas. Dan KKM tahun ini merupakan program prioritas perguruan tinggi,” ujarnya.

Selain itu, ia juga menyoroti isu penting mengenai bahaya mikroplastik yang kini menjadi ancaman bagi kesehatan dan lingkungan. Menurutnya, mahasiswa perlu diberi pemahaman agar kegiatan pengabdian masyarakat tidak hanya bersifat sosial, tetapi juga turut menyentuh aspek ekologi dan keberlanjutan lingkungan.

Pada sesi pemaparan materi, dipresentasikan pula pendekatan eco-teologi dalam Trilogi Tridharma Perguruan Tinggi pengajaran, penelitian, dan pengabdian. Pendekatan ini menekankan pentingnya kesadaran lingkungan yang berakar pada nilai spiritual, sosial, dan ilmiah.

Melalui penguatan peran perguruan tinggi dalam transfer pengetahuan dan transfer nilai, Prof. Ilfil berharap KKM 2025 dapat mencetak mahasiswa yang cerdas secara spiritual, intelektual, dan sosial, sekaligus peka terhadap isu ekologis.
Tujuannya adalah terciptanya kesejahteraan dan kemaslahatan yang selaras dengan Maqasid Syariah dan SDGs.

Acara pembekalan KKM 2025 ini menjadi momentum penting untuk menegaskan komitmen perguruan tinggi dalam mendorong kepedulian lingkungan melalui pendidikan, riset, dan pengabdian masyarakat. Dengan pembimbing yang memahami potensi mahasiswa, diharapkan kegiatan KKM tahun ini dapat lebih tepat sasaran dan memberi dampak langsung bagi masyarakat maupun lingkungan.

Reporter :Dhafa afrian dito & Faiqotul Himmah  

Lebih Lanjut »

UNIVERSITAS ISLAM NEGERI
MAULANA MALIK IBRAHIM MALANG
Jalan Gajayana No. 50 Malang 65144
Telp: +62-341 551-354 | Email : info@uin-malang.ac.id

facebook twitter instagram youtube
keyboard_arrow_up