Daftar Penulis: Abadi Wijaya


Ketua Forum PSGA PTKI Soroti Tiga Dosa Besar Pendidikan dalam Diskusi Podcast Mahasiswa
Senin, 3 November 2025 . in Berita . 171 views
10317_124.jpg

MALIKI ISLAMIC UNIVERSITY - Ketua Forum Pusat Studi Gender dan Anak (PSGA) Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI), Dr. Istiadah, M.Pd., soroti pentingnya penanganan serius terhadap isu perundungan (bullying) di lingkungan pendidikan saat menjadi narasumber utama dalam sebuah siniar (podcast) mahasiswa yang mengangkat topik seputar gender dan anak. Dalam diskusi yang berlangsung edukatif pada Senin, 27 Oktober 2025. 

10318_1123.png

Dalam pemaparannya, Kepala PSGA (Pusat Studi Gender dan Anak) UIN malang periode 2020-2025 tersebut mengutip kembali pernyataan yang pernah disampaikan oleh Mantan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbud Ristek), Nadiem Anwar Makarim. Beliau menjelaskan bahwa perundungan menempati prioritas utama dalam masalah yang harus diselesaikan di institusi pendidikan Indonesia.

Menurutnya, setiap kejadian perundungan, sekecil apa pun, merupakan hal yang patut disesali oleh seluruh pihak di dunia pendidikan. Ia mengingatkan bahwa fenomena ini tidak boleh dianggap remeh atau dinormalisasi sebagai bagian dari kenakalan remaja semata, karena dampaknya yang sangat destruktif bagi korban.

“Kejadian bullying merupakan kejadian yang patut untuk disesali oleh seluruh pihak di dunia pendidikan,” ujar Dr. Istiadah mengawali penjelasannya. “Karena Mantan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbud Ristek) Nadiem Anwar Makarim saat itu mengungkapkan bahwa ada 3 dosa besar dalam dunia pendidikan; Nomor satu adalah bullying (perundungan), nomor dua adalah intoleransi, dan nomor tiga adalah kekerasan seksual,” lanjutnya.

Dengan menempatkan perundungan sebagai dosa besar pertama, Dr. Istiadah menggarisbawahi bahwa urgensi penanganannya setara dengan intoleransi dan kekerasan seksual. Dalam konteks kajian gender dan anak, perundungan seringkali berkelindan dengan dua dosa lainnya, di mana korban acap kali dipilih berdasarkan perbedaan atau kerentanan yang mereka miliki.

Beliau menyarankan agar kebijakan tersebut dapat mengadopsi semangat dan mekanisme dari regulasi yang telah ada dan terbukti cukup efektif di perguruan tinggi. “Dengan kepada pihak yang memiliki wewenang adalah dengan dibuatkannya sebuah kebijakan terkait kasus pembullyan, seperti Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Perguruan Tinggi (PPKPT),” paparnya.

Menurutnya, kehadiran sebuah regulasi yang kuat akan mengubah cara pandang institusi pendidikan. Perundungan tidak akan lagi dilihat sebagai "konflik antar siswa", melainkan sebagai pelanggaran serius terhadap hak-hak peserta didik yang membutuhkan intervensi dan sanksi yang tegas dari lembaga.

Diskusi dalam podcast mahasiswa ini diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran baru di kalangan akademisi muda. Dr. Istiadah berharap mahasiswa dapat menjadi pelopor dalam menciptakan ruang belajar yang aman, inklusif, dan bebas dari segala bentuk kekerasan, baik itu perundungan, intoleransi, maupun kekerasan seksual. (af)

Reporter: Muh. Noaf Afgani

Lebih Lanjut »
UIN Malang Dorong Akademisi PTKI Responsif terhadap Isu Krisis Iklim
Senin, 3 November 2025 . in Berita . 149 views
10307_wr-2.jpg

MALIKI ISLAMIC UNIVERSITY–LP2M UIN Maulana Malik Ibrahim Malang bekerja sama dengan PPIM UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dan Greenpeace Indonesia menggelar kegiatan Capacity Building dosen bertema “Dari Iman ke Aksi: Ulama dan Kurikulum Hijau di PTKI untuk Pendidikan Islam yang Responsif terhadap Krisis Iklim”. Kegiatan ini dilaksanakan pada Senin, 03 November 2025 di Ruang Meeting Lantai 3 Gedung Ir. Soekarno, dan diikuti oleh para dosen rumpun agama serta dosen PPKn di lingkungan UIN Malang.

Perwakilan Greenpeace Indonesia, Rahma Shofiana, S.Si., menegaskan bahwa kegiatan ini lahir dari temuan lapangan mengenai minimnya literasi lingkungan di perguruan tinggi Islam. “Sejak tahun lalu kami bersama PPIM berupaya melihat bagaimana isu lingkungan di kampus. Salah satu feedback yang muncul adalah bahwa basic knowledge dosen terkait isu lingkungan masih belum memadai,” ungkapnya. Ia menambahkan bahwa isu ini tidak hanya milik aktivis, tetapi juga perlu menjadi perhatian agama. “Kampus harus mampu melahirkan guru, imam, dan ulama yang terlibat dalam isu lingkungan.”

Sementara itu, fasilitator kegiatan, Dadi Darmadi, M.A., menyoroti peran akademisi dalam menghadapi krisis iklim yang kini dialami negara-negara di kawasan global south. “Sebagai dosen, kita bukan hanya pengajar, tapi juga pembentuk karakter. Capacity building ini bukan hanya akademik, tetapi juga agama, moral, dan inovasi interdisipliner,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa PTKI memiliki tanggung jawab moral untuk memperkuat jejaring dan merespons isu lingkungan secara nyata.

10308_foto-bersamaa.jpg

Melalui kegiatan ini, UIN Malang menegaskan perannya dalam mendorong penguatan kurikulum hijau di lingkungan perguruan tinggi Islam, serta membangun kesadaran bahwa krisis iklim merupakan isu keagamaan, kemanusiaan, dan akademik yang harus dijawab secara bersama.

 

Reporter: Nafiska Sayekti Ariyani

Lebih Lanjut »
UIN Malang Dampingi Warga Sumberagung Kembangkan Wirausaha Jamur Tiram
Senin, 3 November 2025 . in Berita . 92 views
10328_128.jpeg

MALIKI ISLAMIC UNIVERSITY - Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang melaksanakan program "Qoryah Thoyyibah" di Desa Sumberagung, Kecamatan Ngantang, Kabupaten Malang pada Sabtu, 1 November 2025. Program ini berfokus pada pemberdayaan masyarakat melalui pengembangan budidaya dan wirausaha jamur tiram untuk meningkatkan kesejahteraan dan kemandirian ekonomi lokal.

Tim Pengabdian UIN Malang diketuai oleh Dr. Muhammad Walid, M.A., dengan anggota Fitratul Uyun, M.Pd., serta mahasiswa pascasarjana Aninda Tri Safinatun Najah, S.Pd.. Program ini bertujuan untuk membantu 15 peserta yang merupakan pelaku usaha jamur rumahan, dalam meningkatkan keterampilan, memperluas jaringan pemasaran, dan membangun wirausaha baru berbasis potensi lokal.

10331_132.jpeg

Dekan Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan tersebut menuturkan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk nyata kontribusi kampus dalam menerapkan konsep community empowerment berbasis nilai-nilai Islam. “Kami tidak hanya memberikan pelatihan teknis, tetapi juga pendampingan, menanamkan semangat kemandirian, tanggung jawab, dan etos kerja yang berlandaskan nilai keislaman. Harapannya, warga bisa menjadi pelaku usaha yang mandiri dan berdaya saing,” tutur Dr. Walid.

Program pengabdian ini dilaksanakan selama tiga sesi pertemuan. Pelatihan pertama berfokus pada Budidaya Jamur Tiram Modern, yang mencakup cara pembuatan media tanam (baglog), teknik sterilisasi, inokulasi bibit, dan perawatan kumbung. Narasumber ahli, Sugeng Hariadi, selaku Ketua Komunitas Omah Jamur Tiram Makmur, turut berbagi pengalaman dalam mengelola usaha jamur secara profesional.

Sesi kedua difokuskan pada Pelatihan Pengolahan Hasil Panen Menjadi Produk Kuliner Jamur. Dalam sesi praktik langsung ini , warga dilatih mengolah jamur menjadi berbagai produk bernilai tambah seperti keripik, nugget, sate, dan kerupuk jamur. Peserta juga mempelajari teknik pengemasan dan strategi penentuan harga jual agar produk lebih kompetitif di pasaran.

10330_131.jpeg

Sesi ketiga adalah Pelatihan Pemasaran Digital yang disampaikan oleh praktisi digital marketing, Aninda Tri Safinatun Najah, S.Pd.. Peserta dikenalkan dengan strategi promosi melalui media sosial seperti Instagram, Facebook, dan WhatsApp Business. Pelatihan yang dilaksanakan di Lembaga Dita Computer ini juga mengajarkan cara membuat konten promosi sederhana dan membangun citra produk (branding).

Kolaborasi antara akademisi dan masyarakat menjadi langkah nyata dalam mewujudkan kampus merdeka berbasis pengabdian yang memberikan dampak langsung bagi masyarakat. Ke depan, program serupa diharapkan dapat berlanjut melalui pelaksanaan program magang dan pendirian “Warung Serba Jamur” sebagai wadah praktik wirausaha baru berbasis kuliner jamur tiram. Warung ini diharapkan menjadi ikon ekonomi kreatif Desa Sumberagung. (af)

Kontributor: Aninda Tri Safinatun Najah
Editor: Muh. Noaf Afgani

Lebih Lanjut »
Pendaftaran UTBK-SNBT 2026 Dimulai Maret, Ini Rinciannya
Sabtu, 1 November 2025 . in Berita . 4479 views
10316_123.jpg

MALIKI ISLAMIC UNIVERSITY - Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) tahun 2026 akan segera dibuka sebagai salah satu jalur penerimaan mahasiswa baru di perguruan tinggi negeri. Pendaftaran Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) dijadwalkan berlangsung selama dua minggu, mulai 25 Maret hingga 7 April 2026. Informasi ini disampaikan dalam Konferensi Pers Peluncuran SNPMB 2026 yang dirilis oleh panitia resmi.

Sebelum mendaftar UTBK-SNBT, peserta wajib melakukan registrasi akun SNPMB siswa yang dibuka sejak 12 Januari hingga 7 April 2026 pukul 15.00 WIB. Pelaksanaan UTBK akan berlangsung pada 21–30 April 2026, dan hasil SNBT diumumkan pada 25 Mei 2026. Sertifikat UTBK dapat diunduh mulai 2 Juni hingga 31 Juli 2026.

Daya tampung jalur UTBK-SNBT tahun ini tidak mengalami perubahan signifikan dibanding tahun sebelumnya. Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Layanan Umum (PTN BLU) dan PTN Satuan Kerja (SATKER) menyediakan kuota minimum sebesar 40%, sementara PTN Badan Hukum (PTNBH) menetapkan kuota minimum sebesar 30%. Ketentuan ini berlaku secara nasional dan menjadi acuan bagi seluruh institusi pendidikan tinggi negeri.

Syarat utama bagi peserta UTBK-SNBT 2026 adalah memiliki akun SNPMB siswa yang terdaftar melalui portal resmi. Peserta harus merupakan Warga Negara Indonesia (WNI) yang memiliki Nomor Induk Kependudukan (NIK). Selain itu, peserta harus merupakan siswa kelas terakhir SMA/SMK/MA atau sederajat tahun 2026, atau peserta didik Paket C tahun 2026 dengan usia maksimal 25 tahun per 1 Juli 2026.

Bagi peserta yang belum memiliki ijazah, diwajibkan membawa surat keterangan sebagai siswa kelas terakhir yang dilengkapi pas foto berwarna terbaru, stempel sekolah, dan tanda tangan kepala sekolah. Sementara itu, lulusan tahun 2024 dan 2025 dari jenjang SMA/SMK/MA atau Paket C juga diperbolehkan mendaftar, dengan batas usia yang sama. Lulusan dari luar negeri wajib menyertakan ijazah yang telah disetarakan oleh instansi terkait.

Peserta yang memilih program studi di bidang seni dan olahraga diwajibkan mengunggah portofolio sesuai bidang yang dipilih. Terdapat 11 jenis portofolio yang diakomodasi dalam SNBT 2026, antara lain seni rupa, desain, kriya, tari, musik, karawitan, etnomusikologi, teater, fotografi, film televisi, seni pedalangan, dan sendratasik. Peserta tunanetra wajib menyertakan surat pernyataan khusus sebagai bukti kebutuhan khusus.

Selain itu, peserta harus memiliki kondisi kesehatan yang memadai agar tidak mengganggu proses studi di perguruan tinggi. Pembayaran biaya UTBK menjadi syarat wajib yang harus dipenuhi sebelum mengikuti ujian. Informasi lebih lanjut mengenai besaran biaya dan mekanisme pembayaran akan diumumkan melalui laman resmi SNPMB.

Materi UTBK-SNBT 2026 terdiri dari dua komponen utama, yaitu Tes Potensi Skolastik dan Tes Literasi. Tes Potensi Skolastik mencakup 90 soal yang terdiri dari penalaran umum, pengetahuan dan pemahaman umum, pemahaman bacaan dan menulis, serta pengetahuan kuantitatif. Tes Literasi mencakup 70 soal yang terdiri dari literasi Bahasa Indonesia, literasi Bahasa Inggris, dan penalaran matematika.

Total keseluruhan soal dalam UTBK-SNBT 2026 berjumlah 160 soal dengan durasi pengerjaan selama 195 menit atau 3 jam 15 menit. Ujian ini dirancang untuk mengukur kemampuan akademik dan literasi peserta secara komprehensif. Panitia SNPMB menegaskan bahwa pelaksanaan UTBK akan dilakukan secara ketat dan transparan untuk menjamin integritas proses seleksi.

Panitia juga mengingatkan bahwa peserta yang telah lulus melalui jalur SNBP tahun 2024 hingga 2026 tidak diperkenankan mengikuti SNBT 2026. Ketentuan ini bertujuan untuk memberikan kesempatan yang adil bagi peserta lain yang belum mendapatkan tempat di perguruan tinggi negeri. Informasi tambahan mengenai pemilihan program studi dan ketentuan teknis lainnya tersedia di laman resmi SNPMB.

Dengan dibukanya pendaftaran UTBK-SNBT 2026, calon mahasiswa di seluruh Indonesia diimbau untuk segera mempersiapkan diri. Persiapan meliputi pemenuhan syarat administratif, pemahaman materi ujian, serta pengumpulan dokumen pendukung seperti portofolio dan surat keterangan. Panitia berharap proses seleksi tahun ini berjalan lancar dan menghasilkan mahasiswa yang berkualitas. (af)

Reporter: Muh. Noaf Afgani

Lebih Lanjut »
Cegah Stunting, UIN Malang Gelar Sosialisasi Pola Asuh Islami di Banyuwangi
Sabtu, 1 November 2025 . in Berita . 104 views
10310_111.jpg

MALIKI ISLAMIC UNIVERSITY - UIN Maulana Malik Ibrahim Malang laksanakan Pengabdian kepada Masyarakat yang bertajuk “UIN Mengabdi di Desaku Qoryah Thayyibah”. Kegiatan yang digelar di Masjid Baiturrahmah, Desa Kedaleman, Kecamatan Rogojampi, Banyuwangi, Sabtu, 1 November 2025, ini berfokus pada sosialisasi nilai-nilai Islam sebagai upaya pencegahan stunting bagi 56 orang tua wali murid TK dan MI.

10314_122.jpeg

 

Sebelum sesi sosialisasi dimulai, kegiatan diawali dengan “Sambung Hati dan Doa untuk Anak-Anak”. Acara yang dipimpin oleh Ustz. H. Qibtiyatus Sholihah, S.Ag. , ini diisi dengan pembacaan Al-Qur'an, sholawat, sholat dhuha, dan istighosah untuk mendoakan kesehatan serta kecerdasan generasi penerus.

Koordinator kegiatan, Dr. Ridwan, M.Pd.I, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk sinergi antara perguruan tinggi, masyarakat, dan pemerintah. Ia menekankan bahwa pencegahan stunting perlu dilakukan secara holistik, tidak hanya melalui gizi, tetapi juga penguatan nilai-nilai Islam dalam keluarga.

“Stunting bukan hanya persoalan gizi dan kesehatan, tetapi juga merupakan persoalan nilai, pola asuh, dan tanggung jawab moral orang tua dalam mendidik anak secara holistik sebagaimana tuntunan Islam,” ujar Dr. Ridwan.

10312_113.jpg

Kegiatan ini dihadiri oleh sejumlah tokoh, termasuk Kasubbag TU Kementerian Agama (Kemenag) Banyuwangi, Drs. H. Mohammad Jali, M.Ag., dan Kepala Desa Kedaleman, H. Mohammad Shofwan, S.Ag.. yang mengapresiasi pendekatan baru yang diusung tim UIN Malang. “Ini merupakan pendekatan baru, di mana pencegahan stunting diintervensi dari sisi agama. Selama ini upaya pencegahan masih didominasi oleh pendekatan kesehatan, padahal agama memiliki peran penting,” ungkap nya.

Senada dengan hal tersebut, Kasubbag TU Kemenag Banyuwangi, Drs. H. Mohammad Jali, menekankan pentingnya kolaborasi antar berbagai pihak. “Kesehatan anak bukan hanya urusan Dinas Kesehatan. Ini adalah tanggung jawab kita bersama, terutama tokoh-tokoh agama Islam yang berperan dalam membangun kesadaran umat,” tegas H. Mohammad Jali.

Sebagai wujud komitmen, seluruh peserta dan tamu undangan kemudian membacakan “Ikhtiar Bersama Membangun Generasi Sehat, Kuat, dan Berakhlak Mulia”. Acara dilanjutkan dengan penyerahan buku “Membangun Generasi Sehat dalam Islam” karya Dr. Ridwan, M.Pd.I, kepada perwakilan Kemenag dan peserta.

Para orang tua dan wali murid tampak aktif berdiskusi selama kegiatan berlangsung. “Kami sangat senang dan merasa tercerahkan. Ternyata menjaga kesehatan anak juga bagian dari ibadah,” ungkap salah satu peserta. Melalui pengabdian ini, UIN Malang menegaskan komitmennya untuk berkontribusi mewujudkan masyarakat yang maslahat dan cerdas. (af)

Reporter: Muh. Noaf Afgani

Lebih Lanjut »
UIN Malang Inisiasi Pencegahan Stunting Berbasis Nilai Islam di Banyuwangi
Sabtu, 1 November 2025 . in Berita . 125 views

 10314_122.jpeg

MALIKI ISLAMIC UNIVERSITY - Melalui program "UIN Mengabdi", dosen UIN Maulana Malik Ibrahim Malang menggelar sosialisasi pencegahan stunting dengan pendekatan nilai-nilai Islam di Desa Kedaleman, Banyuwangi, Sabtu, 1 November 2025. Dipimpin oleh Dr. Ridwan, M.Pd.I, kegiatan di Masjid Baiturrahmah ini menyasar 56 orang tua murid TK dan MI.

10313_121.jpeg

 

Acara dibuka dengan gerakan sambung hati dan doa untuk anak-anak tercinta, melalui pembacaan Al-Qur'an, sholawat, dan istighosah. Dr. Ridwan dalam sambutannya menyatakan bahwa pencegahan stunting harus bersifat holistik, menggabungkan aspek kesehatan dengan penguatan nilai-nilai keimanan dalam keluarga. “Kesehatan anak adalah amanah dan ibadah. Orang tua harus menanamkan pola hidup sehat dan nilai-nilai iman sejak dini,” jelasnya. 

Turut hadir dalam acara tersebut Kepala Desa Kedaleman, H. Mohammad Shofwan, S.Ag., dan Kasubbag TU Kemenag Banyuwangi, Drs. H. Mohammad Jali, M.Ag.. Keduanya memberikan apresiasi atas inisiatif UIN Malang yang mengintegrasikan pendekatan religius dalam upaya pencegahan stunting di wilayah mereka.

Puncak acara ditandai dengan pembacaan ikrar bersama untuk membangun generasi sehat dan penyerahan buku panduan karya Dr. Ridwan kepada para peserta. Inisiatif ini menegaskan komitmen UIN Malang dalam mengintegrasikan ilmu dan iman untuk aksi nyata di masyarakat. (af)

Reporter: Muh. Noaf Afgani

Lebih Lanjut »
Halal Center UIN Malang Cetak Juru Sembelih Halal Profesional Lintas Provinsi
Sabtu, 1 November 2025 . in Berita . 154 views
10309_1111.jpg

MALIKI ISLAMIC UNIVERSITY - Dalam upaya memperkuat ekosistem halal nasional, Halal Center Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang menggelar Pelatihan Juru Sembelih Halal (JULEHA) Batch 1 Tahun 2025, pada Jumat - Ahad (31 Oktober–2 November 2025) di Gedung D Kampus UIN Malang.

Kegiatan ini diikuti oleh peserta dari berbagai daerah, mulai dari Jawa Timur hingga Kendari, yang menunjukkan antusiasme tinggi terhadap pentingnya kompetensi juru sembelih halal yang profesional dan bersertifikat.

Acara dimulai pada hari Jumat pagi dengan registrasi peserta dan pre-test, dilanjutkan pembukaan resmi yang berlangsung khidmat. Setelah menyanyikan lagu Indonesia Raya, acara diawali dengan sambutan pertama oleh Kepala Halal Center UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Ibu Eny Yulianti, M.S.I. Dalam sambutannya, beliau menegaskan bahwa pelatihan ini tidak sekadar transfer pengetahuan, tetapi juga membangun kesadaran akan tanggung jawab moral dan spiritual dalam menjaga kehalalan produk hewani.

Sambutan berikutnya disampaikan oleh Bapak Dr. H. M. Lutfi Mustofa, M.Ag. Sekretaris Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPP2M) UIN Malang, yang mengapresiasi terselenggaranya kegiatan ini sebagai bentuk sinergi antara kampus dan lembaga sertifikasi dalam mencetak sumber daya manusia halal yang kompeten dan siap terjun ke masyarakat.

Selama tiga hari pelatihan, peserta mendapatkan berbagai materi penting, di antaranya koordinasi pekerjaan, pemeriksaan fisik hewan, penerapan higiene dan sanitasi, keselamatan kerja (K3), hingga penetapan kesiapan dan status kematian hewan sesuai syariat Islam. Pelatihan ini juga menghadirkan asesor profesional, drh. Aris Wahyudi dari LSP KESWAN, yang turut mendampingi dan menguji langsung kemampuan peserta pada sesi praktek penyembelihan halal. Kehadiran asesor ini memastikan seluruh peserta memahami standar penyembelihan yang benar, aman, dan sesuai regulasi nasional.

Pada hari berikutnya, peserta mengikuti praktek penyembelihan menggunakan hewan ayam dan sapi, diikuti dengan ujian kompetensi untuk menilai aspek pengetahuan, keterampilan, dan penerapan syariat dalam penyembelihan hewan. Suasana pelatihan terasa antusias dan penuh semangat, mencerminkan komitmen peserta untuk menjadi juru sembelih halal yang terpercaya.

Melalui kegiatan ini, UIN Maulana Malik Ibrahim Malang berharap dapat melahirkan juru sembelih halal yang profesional, berintegritas, dan memahami nilai-nilai syariat Islam secara mendalam. Pelatihan ini menjadi langkah nyata dalam mewujudkan kehalalan dari hulu ke hilir, sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu pusat industri halal dunia.

“Pelatihan JULEHA ini bukan hanya pembekalan teknis, tetapi juga pembentukan karakter dan tanggung jawab moral dalam menjaga kehalalan dari hulu hingga hilir,” ujar salah satu panitia Halal Center. (af)

Reporter: Muh. Noaf Afgani

Lebih Lanjut »
Rektor Tekankan Komitmen Kampus Inklusif dan Kolaborasi untuk Pemenuhan Hak Disabilitas
Kamis, 30 Oktober 2025 . in Berita . 239 views
10290_bu-rektor-tor.jpg

MALIKI ISLAMIC UNIVERSITY–Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang, Prof. Dr. Hj. Ilfi Nur Diana, M.Si., CAHRM., CRMP., menegaskan komitmen kampus dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang inklusif, adaptif, dan berkeadilan bagi semua kalangan, termasuk penyandang disabilitas. Hal itu disampaikan dalam Seminar Nasional dan Konsolidasi Ulama Perempuan Indonesia bertema “Menuju Kampus Inklusif: Memperkuat Peran Ulama dan Akademisi dalam Pemenuhan Hak-Hak Disabilitas” pada Kamis, 30 Oktober 2025 di Rumah Singgah Lantai 4 Kampus 2 Pascasarjana UIN Malang.

Dalam sambutannya, Prof. Ilfi menyampaikan apresiasi kepada KUPI dan Institut Studi Islam Fahmina (ISIF) atas kerja sama strategis dalam penyelenggaraan kegiatan ini. “Terima kasih kepada pimpinan Fahmina dan juga KUPI yang telah mempercayai UIN Malang menjadi tuan rumah kegiatan penting ini. Melalui kolaborasi ini, kita bersama-sama membangun komitmen nyata menuju kampus inklusif,” tutur Prof. Ilfi.

Lebih lanjut, Bu Rektor menekankan bahwa visi UIN Malang untuk menjadi universitas unggul bereputasi internasional tidak hanya diukur dari prestasi akademik, tetapi juga dari keberdampakannya terhadap masyarakat. “Apalah artinya unggul jika keberdampakannya tidak dirasakan masyarakat. Karena itu, UIN Malang bertekad menjadi kampus inovatif, kolaboratif, dan adaptif yang memberikan ruang seluas-luasnya bagi semua,” ungkapnya.

10292_bu-rektor-tor-1.jpg

Dalam kesempatan tersebut, juga dilakukan peluncuran Pusat Studi Gender, Anak, dan Disabilitas (PSGAD) UIN Malang sebagai bentuk penguatan kelembagaan yang berfokus pada riset dan advokasi inklusivitas. Kegiatan ditutup dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara UIN Malang dan Institut Studi Islam Fahmina (ISIF) oleh Prof. Dr. Hj. Ilfi Nur Diana, M.Si., CAHRM., CRMP. dan Dr. H. Marzuki Wahid, M.A.

Melalui langkah ini, UIN Maulana Malik Ibrahim Malang menegaskan diri sebagai perguruan tinggi Islam yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga hadir sebagai ruang ramah bagi keberagaman, kemanusiaan, dan inklusivitas.

 

Reporter: Nafiska Sayekti Ariyani

Lebih Lanjut »
Bangun Jembatan Iman, Wujudkan Perdamaian: Kolaborasi Indonesia–Inggris dalam Dialog Antaragama
Kamis, 30 Oktober 2025 . in Berita . 286 views
10281_devi.jpg

MALIKI ISLAMIC UNIVERSITY, Depok – Upaya membangun perdamaian dunia tak selalu dimulai dari meja politik, melainkan sering kali lahir dari ruang-ruang dialog lintas iman. Hal inilah yang menjadi sorotan penelitian berjudul “Bridging Faiths, Building Peace: Comparative Interfaith Engagement in Indonesia and the United Kingdom” yang digagas oleh empat akademisi UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, yakni Devi Pramitha, Faridatun Nikmah, Ida Fitri Anggarini, dan Shobihatul Fitroh Noviyanti. Hasil karya ilmiah ini disampaikan dalam ajang Annual International Conference on Islam, Science, and Society (AICIS+) 2025, konferensi bergengsi yang mempertemukan ilmuwan lintas disiplin dari berbagai penjuru dunia. Gelaran ke-24 ini berlangsung di Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII), Depok, pada 29–31 Oktober 2025.

Melalui riset komparatif antara Indonesia dan Inggris, tim peneliti menemukan bahwa dialog lintas agama bukan hanya wadah berbagi gagasan, tetapi juga mekanisme nyata dalam membangun perdamaian dan mencegah polarisasi sosial.

“Indonesia memiliki kekuatan pada praktik akar rumput yang kental dengan solidaritas budaya dan nilai kebersamaan. Sementara Inggris menonjol lewat pendekatan institusional dan pelatihan kepemimpinan lintas agama,” ungkap Devi Pramitha, peneliti utama sekaligus dosen UIN Malang.

Penelitian ini menyoroti bagaimana Indonesia, sebagai negara dengan penduduk Muslim terbesar di dunia, menanamkan semangat toleransi melalui nilai luhur Bhinneka Tunggal Ika. Upaya membangun kerukunan diwujudkan dalam program seperti interfaith youth camp, kegiatan lintas agama di pesantren, hingga proyek kemanusiaan bersama antarumat beragama.

Kementerian Agama RI melalui Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) juga berperan penting sebagai jembatan komunikasi dan mediasi antarumat beragama di tingkat daerah. Tradisi lokal seperti pengajian, selametan, dan shalawatan menjadi sarana efektif menumbuhkan kebersamaan dalam perbedaan.

Sementara itu di Inggris, riset ini menelusuri kiprah lembaga Faith & Belief Forum dan Bahu Trust Mosque yang mendorong dialog antarumat beragama melalui program pendidikan, kunjungan lintas tempat ibadah, dan kerja sama dengan parlemen setempat (ParliaMentors Program). Melalui kegiatan ini, para pemuda dari berbagai latar belakang agama belajar langsung tentang kepemimpinan, toleransi, dan kerja sama sipil.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun berbeda konteks sosial dan politik, baik Indonesia maupun Inggris memiliki semangat yang sama: menjadikan keberagaman sebagai sumber kekuatan, bukan pemisah.

“Model berbasis komunitas di Indonesia bisa menginspirasi Inggris dalam memperkuat solidaritas akar rumput, sedangkan Inggris dapat memberi contoh bagaimana sistem kelembagaan mampu menopang kerja sama lintas agama yang lebih terstruktur,” ujar Faridatun Nikmah.

Keduanya, lanjutnya, bisa saling belajar untuk membangun jejaring global yang mendorong nilai-nilai kemanusiaan universal, menghadapi tantangan radikalisme, migrasi, dan disintegrasi sosial.

Penelitian yang dilakukan melalui observasi lapangan, wawancara, dan analisis dokumen ini menegaskan pentingnya interfaith engagement sebagai proses berkelanjutan yang melibatkan semua pihak—mulai dari masyarakat, lembaga agama, hingga pemerintah.

“Dialog lintas iman bukan sekadar diskusi, tetapi praktik nyata dari empati, saling percaya, dan tanggung jawab bersama,” ujar Devi menutup wawancara.

Melalui pembelajaran timbal balik antara Indonesia dan Inggris, riset ini memberikan pesan kuat bahwa perdamaian global hanya bisa terwujud jika umat beragama mau membuka diri, saling belajar, dan menjadikan perbedaan sebagai jembatan, bukan jurang pemisah.

Lebih Lanjut »

UNIVERSITAS ISLAM NEGERI
MAULANA MALIK IBRAHIM MALANG
Jalan Gajayana No. 50 Malang 65144
Telp: +62-341 551-354 | Email : info@uin-malang.ac.id

facebook twitter instagram youtube
keyboard_arrow_up