MALIKI ISLAMIC UNIVERSITY–UIN Maulana Malik Ibrahim Malang melaksanakan pelepasan Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Gelombang I Tahun Akademik 2025/2026, Selasa 23 Desember 2025. Sebanyak 2.582 mahasiswa akan diterjunkan ke berbagai wilayah pengabdian hingga 4 Februari 2025 dengan mengusung semangat “KKM 2025: Berdampak dan Bergerak”.
Ketua LP2M UIN Malang menjelaskan bahwa peserta KKM tahun ini terbagi dalam berbagai skema. KKM reguler diikuti oleh 1.591 mahasiswa, KKM mandiri sebanyak 462 mahasiswa, unggulan PSGAD 71 mahasiswa, unggulan Halal Center 52 mahasiswa, unggulan Moderasi Beragama 18 mahasiswa, reguler Family Corner Masjid 203 mahasiswa, inkubasi bisnis 19 mahasiswa, serta KKM internasional sebanyak 8 mahasiswa. Selain itu, KKM juga mencakup kluster pesantren yang tersebar di pesantren dan madrasah.
“Pendekatan KKM pada tahun ini lebih berfokus pada pemberdayaan masyarakat. Isu yang kita angkat meliputi penguatan moderasi beragama, penguatan ekoteologi, serta kesejahteraan masyarakat dengan perspektif SDGs,” ujar Ketua LP2M UIN Malang.
Ketua LP2M UIN Malang menegaskan bahwa KKM bukan sekadar kegiatan yang menuntaskan kewajiban akademik, melainkan sarana membentuk empati mahasiswa agar siap terjun di tengah masyarakat. Menurut Ketua LP2M, KKM UIN Malang memiliki kekhasan dengan empat pilar utama yang mencerminkan karakter insan Ulul Albab.
“Peserta KKM harus mencerminkan akhlak karimah, memiliki intelektual yang kuat, serta memberi manfaat nyata bagi masyarakat. Mahasiswa KKM merupakan duta kampus, sehingga penting untuk menghormati kearifan lokal dan adat istiadat setempat,” tegas Ketua LP2M UIN Malang. (n.a)
Reporter : Nafiska Sayekti Ariyani Fotografer : Ibrahim Al Hanif
MALIKI ISLAMIC UNIVERSITY–Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Prof. Dr. Triyo Supriyanto, M.Ag, secara resmi melepas mahasiswa peserta Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Gelombang I Tahun Akademik 2025/2026, Selasa 23 Desember 2025. Pelepasan dilakukan mewakili Rektor UIN Malang dalam sebuah prosesi resmi di kampus.
Dalam sambutannya, Prof. Triyo Supriyanto menegaskan bahwa kata berdampak menjadi identitas utama mahasiswa UIN Malang. Menurut Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, KKM merupakan ciri khas pengabdian mahasiswa UIN Malang yang hadir di berbagai lapisan masyarakat, mulai dari wilayah pegunungan hingga kawasan perkotaan.
“Identitas UIN Maulana Malik Ibrahim Malang adalah Ulul Albab. Maka KKM harus memberi dampak nyata di masyarakat, dan dampak tersebut hanya dapat terwujud jika disertai dengan gerak,” ujar Prof. Triyo Supriyanto.
Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan berharap mahasiswa mampu mengimplementasikan nilai-nilai Ulul Albab dalam setiap program yang dijalankan, sehingga kehadiran KKM benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan juga memohon bimbingan optimal dari para Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) selama pelaksanaan KKM.
Dengan mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim, atas nama Rektor UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Prof. Dr. Triyo Supriyanto, M.Ag secara resmi membuka dan melepas pelaksanaan KKM UIN Malang Tahun 2025. (n.a)
Reporter : Nafiska Sayekti Ariyani Fotografer : Ibrahim Al Hanif
MALIKI ISLAMIC UNIVERSITY— Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kementerian Agama RI bekerja sama dengan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang menggelar Seminar Nasional bertajuk Integrasi Filantropi dan Ekonomi Haji: Kontribusi untuk Pembangunan Berkelanjutan, Senin, 22 Desember 2025. Seminar yang berlangsung di Aula Rektorat UIN Maliki Malang itu membahas satu isu krusial: bagaimana dana umat dapat dikelola lebih berdampak bagi kesejahteraan nasional.
Sekretaris Ditjen PHU Kemenag RI Dr. H.M. Arif Hatim, M.Ag, dalam sambutannya menegaskan bahwa ibadah haji tidak semata berdimensi ritual. Di baliknya, terdapat dimensi sosial dan ekonomi yang sangat besar. Dengan jumlah jemaah haji Indonesia yang mencapai lebih dari 5 juta orang dalam daftar tunggu dan rata-rata kuota sekitar 221 ribu jemaah per tahun, potensi dana yang beredar mencapai nilai triliunan rupiah.
“Jika dikelola secara profesional, produktif, dan akuntabel, dana tersebut dapat memberi kontribusi nyata bagi pembangunan nasional dan penguatan kesejahteraan umat,” ujarnya.
Ia menjelaskan, instrumen filantropi keagamaan seperti zakat, infak, dan sedekah telah terbukti menjadi pilar penting dalam pengentasan kemiskinan. Namun hingga kini, integrasi antara filantropi keagamaan dan ekonomi haji masih belum optimal, baik dari sisi kebijakan, pemanfaatan riset, maupun sinergi antar aktor.
Seminar ini digelar untuk merespons kondisi tersebut. Tujuannya antara lain membangun ekosistem integratif antara filantropi dan ekonomi haji, menggali peluang pembiayaan strategis, menyajikan praktik baik pengelolaan dana umat, serta merumuskan rekomendasi kebijakan yang aplikatif bagi Kementerian Agama dan para pemangku kepentingan.
Rektor UIN Maulana Malik Ibrahim Malang Prof. Dr. Hj. Ilfi Nur Diana, M.Si, menyambut baik forum ini. Menurutnya, diskursus ekonomi keumatan selama ini kerap berjalan sendiri-sendiri.
“Filantropi dibahas di satu ruang, ekonomi haji dibahas di ruang lain. Padahal keduanya punya irisan yang sangat kuat dan potensial,” kata Prof. Ilfi.
Ia juga menyinggung kerja sama UIN Maliki Malang dengan Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) yang telah dijajaki sebelumnya. Menurutnya, dana haji bukan dana gratis, melainkan dana umat yang harus dikelola secara hati-hati, profesional, dan patuh regulasi.
“Kendala kita sering kali ada di regulasi, terutama yang berkaitan dengan Kementerian Keuangan. Ini perlu ruang dialog agar potensi besar ini tidak berhenti di atas kertas,” ujarnya.
Prof. Ilfi menambahkan, total dana haji yang dikelola BPKH saat ini mencapai sekitar Rp180 triliun. Angka tersebut menunjukkan daya ungkit ekonomi yang luar biasa jika diarahkan untuk pembiayaan pendidikan, riset, kesehatan, hingga pemberdayaan masyarakat.
Seminar ini menghadirkan sejumlah narasumber nasional, di antaranya Ketua BAZNAS Provinsi Jawa Timur, anggota BPKH, serta para akademisi dan pakar ekonomi Islam dari berbagai perguruan tinggi. Para pemateri membedah isu dari sudut pandang kebijakan, kerangka konseptual, hingga praktik pengelolaan dana umat di lapangan.
Diskusi berjalan dinamis dan kritis. Satu benang merah mengemuka: dana haji dan filantropi keagamaan memiliki potensi besar untuk menjadi motor pembangunan berkelanjutan, selama dikelola dengan visi jangka panjang dan keberanian berinovasi. "Jika tidak, peluang emas ini hanya akan jadi angka cantik di laporan tahunan," tutupnya.
MALIKI ISLAMIC UNIVERSITY— Rapat Tinjauan Manajemen (RTM) 2025 Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang mencapai babak penting. Rektor UIN Maliki Malang Prof. Dr. Hj. Ilfi Nur Diana, M.Si bersama 132 pimpinan secara resmi menyepakati dan menandatangani hasil rekomendasi RTM dalam sidang pleno yang digelar Jumat, 19 Desember 2025.
Penandatanganan ini menjadi penanda arah kebijakan kampus ke depan. Prof. Ilfi menegaskan bahwa penguatan Kurikulum Cinta dan ekologi tidak boleh berhenti di dokumen. Implementasinya harus dikawal secara konsisten dan berdampak nyata, dimulai dari internal kampus. Fokus utama diarahkan pada peningkatan kualitas publikasi jurnal dosen, sitasi karya ilmiah, serta penguatan pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi. “Kita harus memastikan keberdampakan itu terasa. Dari ruang kelas, dari karya dosen, hingga layanan kampus,” ujar Prof. Ilfi dalam arahannya.
Dalam kesempatan tersebut, Rektor juga menyampaikan perubahan pendekatan pengembangan SDM. Tahun depan, UIN Maliki Malang tidak lagi menggelar capacity building ke luar. Energi dan anggaran dialihkan sepenuhnya untuk memperkuat layanan mahasiswa. “Kita akan memberikan layanan yang sebesar-besarnya dan sebaik-baiknya untuk adik-adik mahasiswa,” tegasnya, dengan nada lugas.
Upaya peningkatan minat mahasiswa baru juga menjadi perhatian serius. Prof. Ilfi mendorong pembaruan kurikulum yang lebih adaptif serta penerapan skema hybrid learning yang relevan dengan kebutuhan generasi saat ini. Kampus, menurutnya, harus lentur tanpa kehilangan jati diri. Tak kalah penting, konektivitas lulusan dengan dunia kerja menjadi agenda prioritas. Career Development Center (CDC) didorong berada di garda depan sebagai penghubung aktif antara kampus dan dunia industri serta dunia kerja. Targetnya jelas. Lulusan UIN Maliki Malang tidak hanya lulus tepat waktu, tetapi juga cepat terserap dan sukses di dunia profesional. Sidang pleno yang berlangsung hingga malam hari tersebut juga mengesahkan hasil pembahasan Komisi 1 dan 2. Rekomendasi perbaikan mutu layanan, baik akademik maupun non akademik, termasuk penguatan sarana dan prasarana, mendapat atensi penuh seluruh pimpinan.
Ketua Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) UIN Maliki Malang Prof. Dr. Hj. Sri Harini, M.Si menekankan bahwa hasil RTM bukanlah garis finis. Evaluasi lanjutan akan terus dilakukan untuk memastikan setiap rekomendasi benar-benar dijalankan. “Hasil evaluasi ini tidak final. Kita akan mengukur realisasi perbaikan program agar dampaknya nyata dan dirasakan langsung oleh para pemangku kepentingan,” ujarnya. RTM 2025 pun menegaskan satu pesan penting. UIN Maliki Malang tidak sekadar merencanakan perubahan, tetapi menyiapkan langkah konkret agar mutu layanan, kualitas lulusan, dan relevansi kampus terus melesat. Mahasiswa diuntungkan, dosen tertantang, dan kampus dipaksa bergerak lebih gesit. Sebuah kombinasi yang, jika konsisten, sulit untuk gagal.
MALIKI ISLAMIC UNIVERSITY– Rapat Tinjauan Manajemen Mutu (RTM) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang menjadi panggung evaluasi serius atas kinerja kampus sepanjang 2024–2025. Dalam forum ini, Rektor UIN Maliki Malang Prof. Dr. Hj. Ilfi Nur Diana, M.Si menyampaikan pesan tegas soal pembenahan sistem remunerasi. Fokus utama diarahkan pada regulasi pembayaran remunerasi dosen dan tenaga kependidikan. Jumat, 19 Desember 2025.
Prof. Ilfi menegaskan, adanya kabar gembira, era pembagian remunerasi secara merata telah berakhir. Mulai sekarang, besaran remunerasi ditentukan oleh kinerja yang nyata dan terukur. “Jadi intinya nanti remunerasi berbasis kinerja dan berkeadilan,”tambahnya.
Rektor juga mengingatkan agar tidak ada upaya bermain data demi mengejar target remunerasi. Verifikasi akan dilakukan ketat. Setiap kecurangan pasti terdeteksi dan akan ditindak tegas. Ia menegaskan tidak ingin kecolongan lagi, apalagi kampus sudah memiliki arah yang jelas sebagai perguruan tinggi Islam unggul dan bereputasi internasional. Menurut Prof. Ilfi, reputasi internasional bukan slogan. Target itu menuntut integritas, kerja keras, dan kerja cerdas dari seluruh unsur kampus, mulai pimpinan, dosen, hingga tenaga kependidikan. "Tidak ada lagi istilah santai. UIN Malang harus unggul diberbagai aspek," pintanya dihadapan peserta RTM. Optimisme tetap dijaga. Dengan komitmen bersama dan konsistensi kerja, Prof. Ilfi yakin cita-cita besar kampus dapat diwujudkan. Pesannya singkat namun jelas, kerja nyata adalah mata uang baru di UIN Maliki Malang.
MALIKI ISLAMIC UNIVERSITY— Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang menggelar Rapat Tinjauan Manajemen (RTM) pada 19–20 Desember 2025 di Shanaya Resort, Kota Malang. Forum tahunan ini diikuti 132 pimpinan di lingkungan UIN Maliki Malang, mulai dari tingkat universitas hingga unit kerja.
Kegiatan yang dibuka pukul 08.30 WIB itu dihadiri langsung Rektor UIN Maliki Malang Prof. Dr. Hj. Ilfi Nur Diana, M.Si, para wakil rektor, para kepala biro serta para dekan, wakil dekan, kaprodi dan kepala UPT, lembaga dan unit. Kehadiran pimpinan tertinggi kampus tersebut menegaskan pentingnya RTM sebagai ruang evaluasi sekaligus penentuan arah kebijakan strategis universitas ke depan.
Dalam pembukaan RTM 2025, Kepala Biro AAKK Ita Hidayatus Solihah menyampaikan laporan kegiatan RTM 2025. Dalam laporannya, Kabiro AAKK yang beru dilantik itu menyampaikan bahwa peserta RTM diikuti oleh Panitia 132 pimpinan dan 39 panitia.
RTM ini merupakan kegiatan penting untuk menyatukan misi dan melakukan rencana dan evaluasi yang terukur. "Saya berharap RTM 20205 ini bisa berjalan lancar, produktif, dan bisa menghasilkan rekomendasi yang sesuai dengan pengembangan lembaga ini menuju reputasi internasional," harapnya.
Sementara itu, Prof. Ilfi secara resmi membuka rangkaian kegiatan RTM sebelum menyampaikan arahan serta kebijakan program prioritas UIN Maliki Malang.
Agenda kemudian berlanjut pada paparan hasil Audit Mutu Internal tahun 2025, umpan balik pelanggan tahun 2025, serta tindak lanjut hasil Tinjauan Manajemen tahun 2024. Materi ini disampaikan Kepala Pusat Audit dan Pengendalian Mutu, Sigit Priatmoko, M.Pd. Paparan tersebut memberi gambaran menyeluruh mengenai capaian mutu, respons pemangku kepentingan, serta konsistensi perbaikan berkelanjutan yang telah dan akan dilakukan.
Sesi berikutnya diisi pemaparan dari Ketua Satuan Pengawasan Internal Dr. Ridwan, S.Ag., M.Pd.I., bersama Kepala Pusat Pengembangan Standar Mutu Dr. Abdussakir, M.Pd. Keduanya mengulas status permintaan tindakan pencegahan dan perbaikan, kinerja proses layanan serta kesesuaian luaran, hingga berbagai perubahan yang memengaruhi sistem organisasi UIN Maliki Malang.
Memasuki tahap lanjutan, peserta RTM mengikuti sidang komisi untuk merumuskan rekomendasi peningkatan di berbagai bidang. Hasil kerja komisi kemudian dipaparkan dan diklarifikasi dalam sidang pleno. Rangkaian RTM ditutup dengan penandatanganan Rencana Tindak Lanjut dan rekomendasi RTM yang dipimpin oleh Prof. Dr. Hj. Sri Harini, M.Si.
Melalui RTM 2025, UIN Maliki Malang menegaskan komitmennya menjaga budaya mutu dan tata kelola perguruan tinggi yang akuntabel. Evaluasi boleh panjang dan diskusi bisa alot, tetapi arahnya jelas. Kampus ingin melangkah ke depan dengan keputusan yang berbasis data, bukan sekadar asumsi.
MALIKI ISLAMIC UNIVERSITY -Rektor UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Prof. Dr. Hj. Ilfi Nur Diana, M.Si, secara resmi membuka Rapat Tinjauan Manajemen (RTM) UIN Maliki Malang. Dalam arahannya, Prof. Ilfi mengajak seluruh pimpinan kampus menjadikan RTM sebagai ruang refleksi bersama, bukan sekadar agenda rutin pemenuhan administrasi. Jumat, 19 Desember 2025.
Menurutnya, capaian institusi harus dilihat secara jujur dan menyeluruh. Kinerja tahunan, kata Prof. Ilfi, menjadi tolak ukur utama kualitas perguruan tinggi. Bukan hanya laporan yang rapi, tetapi dampak nyata terhadap mutu pendidikan, lulusan, dan reputasi kampus.
Ia menyoroti masih adanya program studi yang lulusannya belum sepenuhnya memiliki keterampilan sesuai kebutuhan dunia kerja. Hal ini dinilai perlu menjadi perhatian serius seluruh fakultas. “Kita harus bertanggung jawab pada lulusan kita. Mereka membawa nama institusi ke mana pun mereka pergi,” ujarnya.
Prof. Ilfi juga memaparkan perkembangan kinerja institusi, mulai dari peningkatan jumlah mahasiswa, capaian indikator utama, hingga posisi UIN Maliki Malang dalam pemeringkatan nasional dan internasional. Ia menyebutkan bahwa peningkatan jumlah mahasiswa dan akreditasi yang telah diraih harus dibarengi dengan kualitas yang konsisten. "Target ke depan bukan hanya mempertahankan capaian, tetapi meningkatkannya secara terukur," ajaknya.
Di bidang publikasi ilmiah, Prof. Ilfi mengakui adanya tantangan. Meski anggaran publikasi terus ditingkatkan, dampaknya dinilai belum optimal terhadap reputasi internasional. Penurunan jumlah publikasi terindeks Scopus dan peringkat global menjadi catatan penting yang harus segera dibenahi melalui kolaborasi, riset yang relevan, serta dukungan nyata bagi dosen dan mahasiswa. "Soal anggaran akan kami support 100 persen," tegasnya penuh komitmen.
Ia juga menekankan pentingnya kesehatan mental mahasiswa. Beban akademik tidak boleh menjadi tekanan berlebihan yang justru berdampak negatif. Kampus, menurutnya, harus menjadi ruang aman untuk tumbuh, belajar, dan berprestasi.
Menutup arahannya, Prof. Ilfi mengajak seluruh pimpinan dan sivitas akademika berada dalam satu barisan. RTM dijadikan muhasabah bersama untuk melihat capaian, mengurai kendala, dan menyusun langkah terbaik menuju 2026. “Kita tidak boleh berhenti pada rasa bangga. Target kita jelas, bergerak lebih maju dengan kerja nyata dan data yang jujur,” pungkasnya.
MALIKI ISLAMIC UNIVERSITY — Suasana peringatan HUT Dharma Wanita Persatuan (DWP) ke-26 sekaligus Hari Ibu ke-97 di UIN Maulana Malik Ibrahim Malang mendadak hening. Di tengah rangkaian acara yang berlangsung khidmat, Rektor UIN Maliki Malang Prof. Dr. Hj. Ilfi Nur Diana, M.Si secara spontan melangkah ke depan membawa sebuah karangan bunga. Tujuannya satu, seorang sosok perempuan yang selama ini setia membersamai DWP dalam senyap. Ia adalah Ibu Rofiq, istri dari Husnur Rofiq, yang juga dikenal sebagai salah satu anggota senior DWP UIN Maliki Malang. Di usia yang telah menginjak 86 tahun, Ibu Rofiq masih istiqomah hadir mendampingi para anggota dan pengurus DWP. Usia yang tak lagi muda, tetapi semangatnya tetap menyala. Pemandangan itu membuat banyak mata berkaca-kaca. Tanpa protokoler yang kaku, Prof. Ilfi menyerahkan langsung karangan bunga tersebut sebagai bentuk penghormatan dan apresiasi. Bunga itu bukan sekadar rangkaian warna, tetapi simbol keindahan, ketulusan, kebahagiaan, dan kesejahteraan atas dedikasi yang telah diberikan selama puluhan tahun. “Terima kasih Ibu sudah membersamai ibu-ibu DWP UIN Malang. Semoga kebaikan dan keberkahan senantiasa membersamai beliau,” ucap Prof. Ilfi dengan suara yang penuh kehangatan. Doa itu pun diamini serentak oleh seluruh peserta seminar kesehatan yang hadir.
Momen tersebut menjadi titik paling emosional dalam rangkaian peringatan Hari Ibu tahun ini. Sosok Ibu Rofiq seolah menjadi representasi nyata ketulusan perjuangan perempuan. Tidak berada di panggung utama, tetapi setia menjaga kebersamaan, menyalakan semangat, dan menguatkan dari balik barisan. Bagi para anggota muda DWP UIN Maliki Malang, keteladanan Ibu Rofiq menjadi pengingat bahwa pengabdian tidak mengenal usia. Spiritnya menjadi cermin tentang arti setia, sabar, dan konsisten dalam berproses. Di hari yang didedikasikan untuk perempuan, UIN Maliki Malang tidak hanya merayakan dengan seremonial. Kampus ini memilih merawat nilai. Memberi ruang bagi sosok sederhana yang telah lama menanam kebaikan. Kadang, inspirasi terbesar lahir dari langkah yang paling sunyi.
MALIKI ISLAMIC UNIVERSITY — Rektor UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Prof. Dr. Hj. Ilfi Nur Diana, M.Si, hadir langsung memberi dukungan dalam peringatan HUT Dharma Wanita Persatuan (DWP) ke-26 dan Hari Ibu ke-97. Kehadiran orang nomor satu di UIN Maliki itu menjadi penanda kuat bahwa isu kesehatan perempuan dan peran ibu bukan sekadar agenda seremonial. Dalam arahannya, Prof. Ilfi menegaskan bahwa peran istri dan ibu memiliki posisi yang sangat menentukan dalam kehidupan keluarga. Ia menyampaikan bahwa setiap langkah seorang suami tak pernah lepas dari izin dan doa seorang istri. Kalimat itu disambut anggukan peserta, sebagian tersenyum, sebagian tampak merenung. Ia juga mengajak agar relasi suami istri dibangun dalam semangat kesalingan. Menurutnya, kegiatan bersama antara bapak dan ibu perlu terus diupayakan agar satu sama lain saling memahami peran, tantangan, dan tanggung jawab. Terlebih ketika yang dibahas menyangkut kesehatan perempuan dan kesehatan reproduksi, yang dampaknya langsung terasa dalam kehidupan keluarga.
Kesehatan alat reproduksi perempuan, termasuk payudara, disebutnya sebagai isu penting yang perlu dipahami sejak usia muda. Terutama bagi para remaja dan calon ibu. Pengetahuan sejak dini dianggap sebagai tameng utama menghadapi berbagai risiko penyakit yang dapat menyerang perempuan. Prof. Ilfi juga menyampaikan apresiasi atas kehadiran para santri dari sejumlah pondok pesantren di sekitar kampus, seperti Pondok Pesantren Luhur, Fatimiyyah, Azkiya, Sabilur Rosyad, Nurul Huda, dan Al Fadholi. Menurutnya, keterlibatan generasi muda perempuan dalam kegiatan edukatif semacam ini adalah investasi besar bagi kesehatan keluarga di masa depan. Dalam bagian yang paling reflektif, Prof. Ilfi berbagi pengalaman pribadinya sebagai seorang ibu. Ia bercerita tentang kebiasaan mengaji bersama anak-anaknya di waktu kecil, kebiasaan yang menurutnya sederhana, tetapi membekas dalam ingatan anak-anak hingga dewasa. Dari kisah itu, ia menegaskan bahwa teladan kecil yang dilakukan ibu di rumah sering kali menjadi warisan paling berharga bagi anak. Ia juga mengingatkan bahwa peran ibu tidak hanya mendidik secara fisik, tetapi juga membentuk kesehatan mental dan spiritual dalam keluarga. Keteladanan dinilai jauh lebih kuat daripada sekadar nasihat. Menutup sambutannya, Prof. Ilfi mendoakan seluruh ibu yang hadir agar selalu diberi kekuatan lahir dan batin, dilimpahi keberkahan dalam keluarga, serta dianugerahi anak-anak yang sukses dan berakhlak baik. Ia juga menyampaikan harapan agar pada kegiatan berikutnya, semakin banyak keluarga yang hadir bersama, membangun ruang belajar yang hangat dan bermakna. Peringatan HUT DWP ke-26 dan Hari Ibu ke-97 di UIN Maliki Malang pun terasa lebih dari sekadar perayaan. Di dalamnya mengalir pesan tentang peran ibu, kesehatan perempuan, dan masa depan keluarga yang dititipkan dari satu generasi ke generasi berikutnya.