HUMAS UIN MALANG - Setelah sehari sebelumnya sudah mengenalkan Abate atau Larvasida lewat sosialisasi, mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Kelompok Sahityabhavana dari Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang membagikan Abate yang berbentuk bubuk atau butiran kecil yang digunakan untuk membunuh larva nyamuk, terutama jenis Aedes aegypti. Pembagian yang berlangsung Minggu (5/1/2025) kemarin, ditujukan sebagai langkah pencegahan virus Demam Berdarah Dengue (DBD) yang ada di Dusun Jamuran, Desa Sukodadi, Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang.
Sebagai informasi, penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) adalah penyakit yang disebabkan oleh virus Dengue yang ditularkan ke manusia melalui gigitan nyamuk Aedes Aegypti. Salah satu anggota kelompok Sahityabhavana, Dira, menjelaskan cara penggunaan Abate ini cukup sederhana. Yaitu, abate cukup ditaburkan di bak mandi atau di tempat-tempat yang terdapat genangan air untuk membasmi jentik-jentik yang mana bisa berpotensi menjadi nyamuk atau jentik-jentik.
Menurut Dira, jenis nyamuk yang membedakan antara nyamuk DBD dengan nyamuk biasanya adalah pola belang putih ini menyerupai bentuk huruf "lyra" pada bagian punggung, dan biasanya nyamuk DBD berukuran kecil dibandingkan nyamuk biasa.
Edukasi yang telah disampaikan sebelumnya untuk mengajak masyarakat untuk berperan aktif dalam kegiatan pencegahan penyakit demam berdarah dengan menjaga kebersihan lingkungan dan memanfaatkan abate yang dibagikan, serta memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang cara penggunaan abate yang benar dan aman dalam memberantas jentik nyamuk di lingkungan rumah dan sekitarnya.
Seperti informasi yang dihimpun, Abate mempunyai kandungan utama, yaitu bahan kimia bernama Temepos. Andika selaku ketua kelompok menuturkan, Temepos ini zat aktif yang bekerja dengan cara menghambat sistem enzim pada larva nyamuk, sehingga mereka tidak dapat berkembang menjadi nyamuk dewasa, temepos juga dianggap efektif dalam membunuh jentik nyamuk tanpa mencemari lingkungan.
Ibu Kepala Dusun Jamuran, menerima ide teman-teman mahasiswa KKM dengan sangat baik serta mendukung program sosialisasi dan penggunaan Abate ini. Menurutnya, memang di Dusun Jamuran ini saat musim hujam marak pertumbuhan nyamuk. "Saya dan para warga sangat berterimakasih dengan dibagikannya Abate untuk mengurangi serta mencegah penyebaran penyakit demam berdarah di kampung ini," ujarnya senang.
Terakhir, ia berharap kegiatan ini bisa menggugah masyarakat agar masyarakat sadar pentingnya pencegahan penyakit demam berdarah melalui langkah pemberantasan sarang nyamuk dan semoga abate yang dibagikan dapat dimanfaatkan dengan baik oleh masyarakat untuk mengurangi populasi jentik nyamuk di lingkungan mereka. (sd/sf)
HUMAS UIN MALANG - Dalam rangka meningkatkan kesadaran dan membangun empati masyarakat terhadap pencegahan virus Demam Berdarah Dengue (DBD), mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang mengadakan sosialisasi pencegahan virus DBD dengan penggunaan Abate atau Larvasida untuk mengontrol fase larva (jentik) nyamuk, di Dusun Jamuran, Desa Sukodadi, Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang.
Kegiatan yang terselenggara pada Sabtu (4/1/2025) lalu, bertujuan memberikan edukasi tentang pentingnya penggunaan abate sebagai salah satu langkah pencegahan penyakit demam berdarah dengue (DBD), serta meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan sebagai upaya pencegahan penyebaran nyamuk penyebab DBD.
Diikuti langsung oleh ibu-ibu desa setempat, mereka terlihat antusias menyimak promosi yang disampaikan rekan-rekan mahasiswa KKM. Ketua kelompok Sahityabhavana, Andika menyebut kunci utama dalam hidup sehat ialah dengan lingkungan yang bersih. Menurutnya, dengan mewujudkan lingkungan bersih maka kita akan terhindar dari berbagai penyakit, salah satunya DBD ini. Seperti diketahui, penyakit ini disebabkan oleh virus Dengue yang ditularkan ke manusia melalui gigitan nyamuk Aedes Aegypti yang dapat berpotensi serius karena dapat menyebabkan komplikasi seperti perdarahan berat, kerusakan organ, hingga kematian jika tidak segera ditangani.
Virus Dengue ini terdiri dari empat sterotipe berbeda (DENV-1, DENV-2, DENV-3, dan DENV-4), sehingga seseorang bisa terinfeksi lebih dari sekali dengan gejala-gejala yang dapat ditimbulkan biasanya diawali demam tinggi mendadak (40°C atau lebih), sakit kepala parah, terutama di belakang mata, nyeri otot dan sendi yang sering disebut "breakbone fever", ruam kulit (bercak merah) pada tubuh, mual dan muntah serta pendarahan ringan seperti mimisan atau gusi berdarah. Dan ciri nyamuk DBD adalah tubuhnya berwarna hitam dengan pola belang putih pada kaki dan tubuhnya.
Zikra, salah satu anggota Sahityabhavana, mengatakan angkah-langkah pencegahan, salah satunya dengan penggunaan abate sebagai larvasida untuk membunuh jentik-jentik nyamuk yang ada di tempat penampungan air. Ditanya soal alasan memilih penggunaan abate, Zikra menjelaskan, abate sangat efektif untuk mengendalikan semua jentik nyamuk pada dosis rendah sekaligus sebagai pertahanan pertama terhadap penyakit yang disebabkan oleh nyamuk.
Lebih lanjut Zikra menerangkan tata cara penggunaan abate ini. "Salah satu cara pencegahan yang bisa kita lakukan adalah dengan menggunakan abate untuk membasmi jentik nyamuk di tempat penampungan air. Jadi nanti abate ditaburkan di bak mandi atau di tempat- tempat yang terdapat genangan air untuk membasmi jentik-jentik yang mana bisa berpotensi menjadi nyamuk," terangnya.
Pertama, ia menyebutkan, abate hanya dapat digunakan pada tempat penampungan air seperti bak mandi, selokan, gentong air atau bisa juga pada pot- pot yang terkena air hujan dan ada genangan didalamnya. Setelah itu, gunakan abate secukupnya, untuk 10 liter abate cukup taburkan 1 gram abate. Dan yang terakhir, abate bisa langsung ditaburkan atau bisa didiamkan di plastik dengan syarat plastik abatenya ditusuk- tusuk dengan jarum, hal ini ditujukan agar bak mandi tidak kotor dan mengulangi pemakaian abate setiap 2-3 bulan sekali.
Para mahasiswa berkomitmen untuk terus mendukung dan mengembangkan program-program yang mendukung kesejahteraan masyarakat, salah satunya pencegahan terhadap demam berdarah dengan mempraktikkan penggunaan abate dengan benar dan konsisten, terutama pada musim hujan yang rentan terhadap peningkatan kasus penyakit yang ditularkan oleh nyamuk.
Ditemui terpisah, Kepala Desa Sukodadi, Bapak Suwi Santoso merespon, langkah ini tidak hanya melindungi kesehatan diri sendiri, tetapi juga menciptakan lingkungan yang sehat dan nyaman bagi seluruh warga, dan berharap dapat mengurangi penyebraba virus DBD. Dirinya juga mengapresiasi atas ide yang diinisiasi oleh teman-teman mahasiswa UIN Malang, karena memasuki musim penghujan perlu digalakkan kembali pencegahan virus ini. (sd/sf)
HUMAS UIN MALANG – Kelompok Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) UIN Malang 15 dan 155 Desa Wonomulyo menggelar kegiatan senam bersama dengan murid-murid TK PGRI Wonomulyo dan wali murid. Kegiatan yang bertujuan mempererat kebersamaan ini berlangsung penuh antusiasme, Sabtu, 4 Januari 2025
Senam dimulai dengan sesi pemanasan yang dipimpin oleh mahasiswa KKM. Murid-murid TK mengikuti pemanasan dengan ceria, menunjukkan semangat mereka. Setelah sesi pemanasan, anak-anak TK melanjutkan kegiatan dengan jalan sehat, menjelajahi daerah sekitar desa bersama teman-teman dan guru.
Di sisi lain, wali murid dan mahasiswa KKM tetap melanjutkan senam di lapangan. Dengan gerakan energik yang dipandu oleh instruktur dari siswa, suasana menjadi semakin seru. Kolaborasi ini menjadi ajang olahraga yang menyenangkan sekaligus mempererat hubungan antara semua pihak yang terlibat.
Antusiasme terlihat jelas dari setiap peserta, baik anak-anak, wali murid, maupun pelajar. Salah satu wali murid menyatakan, “Kegiatan ini sangat menyenangkan. Anak-anak terlihat sangat bersemangat, dan kami juga merasa senang bisa berpartisipasi.” Kebersamaan dalam kegiatan ini menciptakan momen positif di awal tahun.
Senam bersama ini diharapkan menjadi awal dari berbagai program KKM UIN Malang di Desa Wonomulyo. Selain mempererat hubungan, kegiatan ini juga meningkatkan pentingnya kesehatan dan kebugaran bagi masyarakat setempat
HUMAS UIN MALANG – Dalam semangat gotong royong, mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Mandiri Integrasi Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang bersama warga Dusun Telaga Ngembang, Desa Nyurlembang, Kecamatan Narmada, bergandengan tangan memperbaiki saluran air yang rusak di bantaran sungai. Kegiatan ini berlangsung dari pukul 08.00 hingga 13.00, sebagai bentuk kepedulian terhadap fasilitas publik yang menjadi bagian dari tradisi dan kehidupan sehari-hari masyarakat.
Mengatasi Kerusakan Akibat Banjir dan Longsor
Saluran pipa yang diperbaiki ini sebelumnya rusak parah akibat banjir dan longsor yang melanda daerah bantaran sungai. Pipa tersebut memiliki peran penting dalam menyalurkan air ke pemandian umum di pinggir sungai, yang sering digunakan warga setelah bekerja di perkebunan atau persawahan.
Meskipun warga Telaga Ngembang sudah memiliki pemandian khusus dengan aliran air yang melimpah, pemandian umum ini tetap dipertahankan sebagai simbol tradisi dan sejarah. Tempat tersebut dahulu digunakan untuk berbagai kegiatan adat, seperti memandikan pengantin, anak-anak yang akan dikhitan, hingga membersihkan beras untuk tradisi "begawe", yaitu ritual adat menjelang pernikahan.
Tantangan dan Kolaborasi
Proses perbaikan menghadapi tantangan berat karena kondisi tanah di bantaran sungai yang rentan longsor, serta banyaknya pohon tumbang yang menghalangi akses. Namun, kerja sama yang erat antara mahasiswa KKM dan warga setempat akhirnya berhasil menyelesaikan perbaikan dengan baik.
Muhammad Nur, Ketua KKM Mandiri Integrasi, mengungkapkan pentingnya gotong royong dalam kegiatan ini. “Gotong royong adalah jiwa masyarakat Indonesia. Dengan semangat kebersamaan, masalah apa pun dapat diselesaikan. Selain memperbaiki saluran air, kegiatan ini juga menghidupkan kembali nilai-nilai tradisi dan sejarah yang ada di Desa Nyurlembang,” ujarnya.
Hal senada diungkapkan oleh Kepala Dusun Telaga Ngembang, Bapak Sahariono, yang menyampaikan rasa bangga atas partisipasi aktif mahasiswa KKM. “Tradisi gotong royong adalah identitas masyarakat Desa Nyurlembang. Ini adalah bentuk kekuatan sosial yang harus terus dijaga dan dilestarikan. Apa yang dilakukan hari ini menjadi bukti nyata semangat kebersamaan,” ungkapnya.
Melestarikan Tradisi, Menjaga Warisan
Tidak hanya memperbaiki saluran air, kegiatan ini juga menjadi pengingat akan pentingnya tradisi lokal. Pemandian umum di Telaga Ngembang menjadi simbol warisan budaya yang menghubungkan generasi masa kini dengan masa lalu. Tempat ini menyimpan nilai sejarah dan adat yang kaya, termasuk dalam prosesi adat seperti "rantok" atau penyucian beras untuk "begawe".
Melalui gotong royong ini, mahasiswa KKM Mandiri Integrasi UIN Malang tidak hanya berkontribusi secara fisik tetapi juga mendukung pelestarian budaya lokal. Kegiatan ini membuktikan bahwa sinergi antara masyarakat dan mahasiswa mampu memberikan dampak positif yang mendalam, baik untuk kehidupan sehari-hari maupun untuk menjaga tradisi yang berharga. (mn/sf)
HUMAS UIN MALANG – Mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Mandiri Integrasi Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang akhirnya secara resmi diterima oleh pihak Desa Nyurlembang dalam sebuah acara pembukaan dan serah terima, Kamis (2/1/2025). Meskipun telah berada di desa selama dua minggu, acara pembukaan ini sempat tertunda akibat beberapa kendala teknis.
Koordinasi Sebelum Resmi Diserahterimakan
Ketua KKM, Muhammad Nur, mengungkapkan bahwa selama dua minggu sebelumnya, mahasiswa sudah aktif berkoordinasi dengan berbagai pihak desa, termasuk kepala desa, kepala dusun, karang taruna, dan perangkat desa lainnya. “Meskipun acara serah terima baru dilakukan sekarang, kami telah mendapatkan izin resmi untuk memulai program kerja. Sambutan hangat dari pihak desa sangat membantu kami untuk beradaptasi,” ujarnya.
Kehadiran Tokoh dan Perwakilan Penting
Acara pembukaan berlangsung lancar dan dihadiri oleh berbagai pihak penting, di antaranya Kepala Desa Nyurlembang Bapak Lukman Nul Hakim, Ketua PKK, Ketua BPD, Bhabinkamtibmas, Ketua BUMDes, staf desa, kepala dusun, serta perwakilan Camat Narmada. Penyerahan mahasiswa dilakukan oleh Ketua Ikatan Alumni UIN Malang Provinsi Nusa Tenggara Barat, H. Muhammad Asroruddin, HS., M.Pd, yang mewakili Dewan Pembina Lapangan, Dr. Hambali, yang berhalangan hadir.
Dalam sambutannya, H. Muhammad Asroruddin, HS., M.Pd menyampaikan bahwa KKM Mandiri Integrasi merupakan program mandiri yang tetap melibatkan persetujuan antara desa dan kampus. Ia berharap mahasiswa KKM dapat memberikan kontribusi nyata dalam memajukan Desa Nyurlembang.
Hal tersebut diperkuat oleh sambutan Kepala Desa Nyurlembang, Bapak Lukman Nul Hakim, yang mengungkapkan rasa terima kasih dan harapan besar terhadap kehadiran mahasiswa. “Kami menyambut kedatangan mahasiswa KKM UIN Malang dengan hangat. Semoga keberadaan mereka membawa dampak positif dan dapat bersinergi dengan seluruh elemen desa,” ujar Lukman.
Serah Terima Simbolis
Penyerahan secara simbolik dilakukan oleh Sekretaris Camat Narmada, Bapak Hermansyah, bersama Kepala Desa Nyurlembang, Bapak Lukman Nul Hakim, dan perwakilan DPL, H. Muhammad Asroruddin, HS., M.Pd. Seremoni ini ditandai dengan pengalungan lanyard kepada perwakilan mahasiswa KKM.
Harapan dari Mahasiswa KKM
Ketua KKM, Muhammad Nur, mengaku senang atas kelancaran acara ini. Ia mewakili seluruh mahasiswa KKM menyampaikan rasa terima kasih atas sambutan hangat yang diberikan oleh pihak desa. “Kami berharap kehadiran kami tidak hanya membawa manfaat bagi diri kami sendiri, tetapi juga memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan Desa Nyurlembang,” tuturnya.
Sinergi untuk Desa Nyurlembang
Kegiatan ini menjadi awal dari perjalanan mahasiswa KKM Mandiri Integrasi di Desa Nyurlembang. Dengan semangat kolaborasi dan gotong royong, mahasiswa diharapkan mampu memberikan dampak positif melalui berbagai program kerja yang telah direncanakan. (mn/sf)
HUMAS UIN MALANG – Mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Mandiri Integrasi Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang (UIN Malang) kian berkontribusi besar dalam pengelolaan program Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) di Desa Nyurlembang, Kecamatan Narmada, Kabupaten Lombok Barat, Jumat (27/1/2024). Melalui pendekatan inovatif berbasis Sketsa Desa, Bagan Musim, dan Diagram Kelembagaan (SKB), program ini dirancang untuk memenuhi kebutuhan nyata masyarakat.
Dipimpin oleh Ibu Sukri Dewi Rahmadyawati, Ketua Tim Penggerak PKK Desa Nyurlembang, kegiatan ini juga menghadirkan Widuri Handayani, sekretaris PKK, sebagai pemateri utama. Dalam paparannya, Widuri menjelaskan pentingnya memahami dasar hukum, pengelolaan program, dan struktur kelembagaan dalam mendukung keberlanjutan PKK. Ia menegaskan, “Program adalah ruhnya lembaga. Penyusunan yang tepat membutuhkan pengkajian matang. Metode SKB memungkinkan program berbasis kebutuhan, bukan sekadar keinginan.”
Nyurlembang: Pelopor Inovasi Perencanaan Berbasis SKB
Kecamatan Narmada menjadi satu-satunya wilayah yang menggunakan pendekatan SKB dalam penyusunan program PKK. Desa Nyurlembang, sebagai salah satu dari dua desa yang mengadopsi metode ini, menunjukkan komitmen tinggi dalam membangun program strategis yang mengintegrasikan analisis sketsa desa, perubahan musim, dan struktur kelembagaan.
Menurut Ibu Dwi, Ketua Tim Penggerak PKK Desa Nyurlembang, kolaborasi dengan mahasiswa KKM sangat membantu. “Anak-anak KKM sangat luar biasa. Kontribusi mereka sangat signifikan dan memberikan dasar kuat bagi keberlanjutan program kami,” ungkapnya.
PKK: Inklusif untuk Semua
PKK kerap diidentikkan dengan perempuan, namun kegiatan ini juga menyoroti pentingnya keterlibatan laki-laki dalam mendukung keberhasilan program. Dalam diskusi interaktif, mahasiswa KKM menekankan perlunya kolaborasi lintas gender untuk menciptakan program yang inklusif dan berdaya guna bagi seluruh masyarakat.
Mahasiswa KKM juga memperkenalkan ide-ide kreatif berbasis digital untuk memperkuat program PKK. “Pengalaman ini mengajarkan kami untuk berpikir inovatif dan lebih memahami kebutuhan masyarakat,” ujar Muhammad Nur, ketua kegiatan KKM ini.
Sinergi untuk Kesejahteraan Berkelanjutan
Melalui kolaborasi ini, Desa Nyurlembang diharapkan menjadi model bagi desa-desa lain dalam menyusun program berbasis kebutuhan nyata. Metode SKB tidak hanya relevan untuk PKK, tetapi juga dapat diterapkan secara luas dalam pembangunan desa yang berkelanjutan.
Kegiatan ini membuktikan bahwa sinergi antara mahasiswa dan masyarakat dapat menghasilkan dampak positif yang nyata. Mahasiswa KKM Mandiri Integrasi UIN Malang tidak hanya belajar dari masyarakat tetapi juga menjadi motor penggerak pembangunan desa.
Dengan pendekatan SKB, Desa Nyurlembang tidak hanya memperkuat nilai tradisi lokal tetapi juga menunjukkan kesiapan untuk beradaptasi dengan tantangan zaman. Program berbasis kebutuhan ini menjadi bukti nyata bahwa kerja sama lintas generasi dan sektor mampu menciptakan perubahan yang bermakna. (mn/sf)
HUMAS UIN MALANG - Moderasi beragama menjadi fokus utama dalam membangun karakter generasi muda yang toleran dan cinta damai. SDN 02 Mulyoarjo telah mengimplementasikan berbagai program untuk menanamkan nilai-nilai moderasi beragama kepada anak-anak sejak dini (6-20/1).
Salah satu program yang dilaksanakan adalah Sekolah Plus Ngaji (SPN) yang berlangsung setiap Selasa hingga Kamis sebelum kegiatan belajar mengajar. Selain itu, sekolah juga menyelenggarakan kegiatan keagamaan lainnya seperti sholat Dhuha, pembacaan Yasin, dan Tahlil setiap hari Jumat.
Kepala Sekolah SDN 02 Mulyoarjo, Anna Kristiani, yang beragama Kristen, menunjukkan komitmennya terhadap pendidikan berbasis nilai moderasi beragama. Ia tidak membatasi para muridnya untuk mengikuti agamanya, sehingga menjadi contoh nyata toleransi dan moderasi di sekolah dasar.
SDN 02 Mulyoarjo juga menampung anak-anak berkebutuhan khusus, seperti tuna rungu, depresi, dan terlambat dalam kemampuan membaca. Namun, mereka memiliki sikap toleransi yang tinggi sehingga tidak ada perbedaan di antara mereka.
Kegiatan ini berlangsung dari tanggal 6 hingga 20 Januari dan memberikan dampak positif pada pembentukan karakter siswa yang lebih religius dan toleran.
HUMAS UIN MALANG, Kamis, (26/12) – Dalam upaya mendukung pelestarian budaya lokal, mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Integrasi Abdi Sembalun dari UIN Maulana Malik Ibrahim Malang melaksanakan kunjungan inspiratif ke Bale Adat, pusat warisan budaya Desa Sembalun Bumbung. Kunjungan ini tidak hanya memperkenalkan mereka pada keindahan tradisi lokal, tetapi juga memberi kesempatan untuk terlibat langsung dalam pelestarian budaya melalui latihan Tarian Tandang Mendet, sebuah tarian sakral yang penuh filosofi.
Tarian Tandang Mendet merupakan bagian tak terpisahkan dari upacara adat Ngayu-Ngayu, sebuah ritual syukur masyarakat setempat atas berkah alam yang melimpah. Gerakan dalam tarian ini melambangkan harmoni antara manusia, alam, dan spiritualitas. Dipandu oleh kepala adat dan seniman lokal, latihan ini berlangsung di pendopo utama Bale Adat, tempat yang juga menjadi pusat berbagai kegiatan seni dan budaya di desa tersebut.
Selain pendopo, Bale Adat juga terdiri dari rumah-rumah tradisional yang memiliki fungsi khusus, seperti tempat penyimpanan pusaka dan lokasi ibadah kuno. Nilai sakral bangunan ini dijaga ketat, sehingga tidak semua orang, termasuk wisatawan, diizinkan untuk memasukinya. Hal ini bertujuan untuk mempertahankan nilai sejarah dan keaslian warisan budaya tersebut.
Mahasiswa KKM juga mempelajari nilai sejarah Bale Adat yang pernah menjadi bagian dari perjalanan dakwah Walisongo. Salah satu peninggalan bersejarah yang masih dilestarikan adalah pagar tua yang mengelilingi area tersebut, simbol spiritual dan sejarah yang dihormati masyarakat setempat.
Pada tahun 2017, Desa Sembalun Bumbung diresmikan sebagai Pusat Peradaban Dunia, menunjukkan pentingnya nilai budaya dan sejarah desa ini. Warisan budaya tersebut kini menjadi potensi besar untuk pengembangan pariwisata berbasis budaya dan sejarah, sekaligus meningkatkan literasi sejarah bagi masyarakat dan wisatawan.
“Partisipasi kami dalam latihan Tarian Tandang Mendet adalah bentuk nyata dukungan terhadap pelestarian tradisi. Kami bangga bisa belajar langsung dari masyarakat lokal dan berharap pengalaman ini dapat menginspirasi lebih banyak orang untuk mencintai budaya lokal,” ujar salah satu mahasiswa KKM.
Kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan kesadaran akan pentingnya melestarikan warisan budaya, sekaligus memperkuat posisi Desa Sembalun Bumbung sebagai destinasi wisata budaya yang tidak hanya mempertahankan tradisi, tetapi juga memberikan edukasi berharga bagi generasi mendatang.
HUMAS UIN MALANG– Dr. Tarranita Kusumadewi, MT salah satu dosen arsitektur di Fakultas Sains dan Teknologi UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, telah menambah daftar panjang dosen bergelar doktor di fakultas tersebut. Ia mampu menyelesaikan studi doktoralnya dalam waktu 8 semester dengan IP 4.00 dan dinyatakan lulus dengan predikat cumlaude pada Program Doktor Ilmu Lingkungan di Sekolah Pascasarjana Universitas Brawijaya Malang. Dengan disertasi berjudul “Pemodelan Mitigasi Urban Heat Island (UHI) di Kawasan Permukiman Kota Malang,” Tarranita berhasil menyelesaikan program doktoralnya di bawah bimbingan Promotor Prof. Dr. Ir. Surjono, M.TP., Prof. Amin Setyo Leksono, S.Si., M.Si, Ph.D., dan Dr. Yunifa Miftachul Arif, M.T. Senin, 6 Januari 2025.
Dalam disertasinya, Tarranita mengungkapkan bahwa urbanisasi di Kota Malang selama sepuluh tahun terakhir telah menghasilkan pembangunan infrastruktur yang signifikan, terutama di kawasan permukiman. Perubahan ini memicu fenomena **Urban Heat Island (UHI)**, yaitu kondisi di mana suhu di area perkotaan lebih tinggi dibandingkan daerah pedesaan. “Fenomena UHI memberikan dampak negatif bagi perkotaan, seperti peningkatan gelombang panas, penyakit kronis, degradasi kualitas udara, konsumsi energi berlebihan, dan ancaman terhadap keanekaragaman hayati,” jelasnya. Penelitian Tarranita berfokus pada pulau panas permukaan perkotaan (SUHI) yang teridentifikasi di kawasan permukiman Kota Malang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan memetakan pola distribusi UHI di kawasan permukiman Kota Malang, menentukan karakteristik kawasan permukiman tipikal UHI berdasarkan data kawasan eksisting, serta membuat pemodelan mitigasi UHI dengan strategi yang tepat. Menggunakan data terbuka dari Google Earth Engine (GEE) yang diolah melalui QGIS, Tarranita menghasilkan peta spasial persebaran UHI berdasarkan variabel yang memengaruhi. Model prediksi divalidasi menggunakan Machine Learning Support Vector Regression (ML SVR), sementara simulasi kondisi mikroklimat dilakukan dengan software ENVI-met. “Pendekatan ini memastikan keakuratan data dan model mitigasi yang dihasilkan,” jelasnya. Tarranita mengidentifikasi 42 kawasan permukiman terencana dan 115 kawasan permukiman tidak terencana di Kota Malang yang terdampak UHI dalam satu dekade terakhir. Berdasarkan indikator tapak dan bangunan, kawasan ini terbagi menjadi dua kategori: high building density dan medium building density. Pada kawasan permukiman terencana, pola jalan didominasi oleh grid dan paralel, sedangkan kawasan permukiman tidak terencana lebih banyak menggunakan pola irregular grid dan organic. Tarranita memodelkan kawasan permukiman ini menggunakan SketchUp dan memvalidasinya dengan software ENVI-met, menunjukkan tingkat akurasi tinggi dengan selisih temperatur maksimal 0,3°C. Strategi mitigasi diterapkan menggunakan metode TOPSIS-Fuzzy dan diuji kembali dalam model simulasi ENVI-met. Hasil menunjukkan penurunan suhu rata-rata yang signifikan berada di kawasan Permukiman Terencana: Penurunan suhu mulai dari 0,31°C hingga 2,5°C. Kawasan Permukiman Tidak Terencana: Penurunan suhu mulai dari 1,53°C hingga 2,61°C. “Hasil ini menunjukkan bahwa solusi mitigasi lebih efektif diterapkan di kawasan permukiman tidak terencana. Pemodelan ini dapat menjadi dasar kebijakan pembangunan kawasan permukiman berkelanjutan di Kota Malang,” ungkap Tarranita. Penelitian ini menawarkan langkah strategis untuk mengurangi dampak UHI di kawasan perkotaan melalui mitigasi berbasis data dan simulasi. Tarranita berharap hasil penelitiannya dapat diimplementasikan dalam kebijakan pengelolaan lingkungan dan perencanaan kota. Sebagai mantan Kaprodi Arsitektur UIN Malang, Tarranita terus menunjukkan komitmen dalam pengembangan ilmu arsitektur dan lingkungan. Prestasi ini tidak hanya mengharumkan nama Fakultas Sains dan Teknologi UIN Malang, tetapi juga memberikan kontribusi signifikan bagi pembangunan berkelanjutan di Kota Malang. Selamat kepada Dr. Tarranita Kusumadewi atas prestasinya, dan semoga bisa terus berkontribusi untuk kemajuan kualitas pendidikan di negeri tercinta ini!.