MALIKI ISLAMIC UNIVERSITY–Rektor Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang, Prof. Dr. Hj. Ilfi Nur Diana, S.Ag., M.Si., menyampaikan sambutan pada Wisuda ke-91 Periode I Tahun 2026 yang dilaksanakan Sabtu, 7 Februari 2026. Acara ini diikuti oleh 800 wisudawan dari jenjang sarjana hingga doktor.
Dalam pidatonya, Rektor UIN Maliki Malang menyoroti perkembangan internasionalisasi kampus. “Pada wisuda kali ini terdapat mahasiswa asal Tiongkok, dan pada semester ini tercatat 702 calon mahasiswa dari 42 negara,” ungkap Rektor UIN Maliki Malang. Hal ini menunjukkan posisi UIN Maliki Malang yang semakin terbuka dan kompetitif di tingkat global.
Rektor UIN Maliki Malang juga menyampaikan penghormatan kepada orang tua wisudawan atas peran besar dalam proses pendidikan. “Penghargaan setinggi-tingginya kami sampaikan kepada para orang tua atas jerih payah dan doa yang mengantarkan putra-putrinya menyelesaikan studi,” ujar Rektor UIN Maliki Malang.
Pada kesempatan tersebut, Rektor UIN Maliki Malang turut mengajak hadirin mendoakan salah satu mahasiswa Fakultas Ekonomi yang wafat sebelum prosesi wisuda. Sambutan ditutup dengan pesan kepada para lulusan agar senantiasa bersyukur, menjaga iman, dan mengamalkan ilmu yang diperoleh. “Selamat kepada seluruh wisudawan dan wisudawati, semoga ilmunya membawa manfaat dan keberkahan,” tutup Rektor UIN Maliki Malang.
MALIKI ISLAMIC UNIVERSITY–Wisuda ke-91 Periode I Tahun 2026 Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang berlangsung khidmat pada Sabtu, 7 Februari 2026. Kegiatan yang digelar dalam rapat terbuka senat ini diikuti oleh 800 wisudawan program sarjana dan pascasarjana dari berbagai fakultas.
Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama Republik Indonesia, Prof. Dr. Amien Suyitno, M.Ag., dalam sambutannya menegaskan bahwa lulusan UIN Maliki Malang memiliki kekhasan kuat pada nilai-nilai keislaman. “Al jamiah al islamiyah al hukumiyah memiliki ciri utama pada Islamic values yang bermuara pada pembentukan akhlakul karimah,” tutur Dirjen Pendidikan Islam.
Menurut Dirjen Pendidikan Islam, lulusan perguruan tinggi Islam diharapkan mampu menjadi duta baru peradaban Islam yang berkontribusi di tingkat global. Dirjen Pendidikan Islam menyinggung kejayaan intelektual Islam pada masa Abbasiyah sebagai inspirasi agar para wisudawan mampu melahirkan kembali sosok-sosok pemikir besar seperti Ibnu Sina, Ibnu Rusyd, dan Ibnu Khaldun di era modern.
Dirjen Pendidikan Islam juga mengapresiasi keberadaan Ma’had Al Jamiah sebagai keunggulan UIN Maliki Malang. “Minimal di sini wisudawan dibekali karakter, kecerdasan, dan soft skill. Jangan lupa, di balik kesuksesan ini ada orang tua dan guru yang selalu mendoakan. Segeralah meminta rida dan doa mereka,” pesan Dirjen Pendidikan Islam menutup sambutan.
MALIKI ISLAMIC UNIVERSITY - Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang kembali menggelar Wisuda Periode I Tahun 2026 yang berlangsung khidmat di Gedung Sport Center UIN Malang, Sabtu, 07 Februari 2026. Sebanyak 800 wisudawan dan wisudawati resmi dikukuhkan pada momen bersejarah tersebut.
Dalam laporan akademik yang disampaikan oleh Prof. Basri, wisudawan jenjang Sarjana (S1) mendominasi dengan jumlah 601 orang atau sebesar 75,1 persen. Sementara itu, Program Magister meluluskan 141 wisudawan 17,6 %, Program Doktor sebanyak 17 wisudawan 2,1 %, serta Program Profesi dengan persentase 4,1 persen dari total keseluruhan lulusan.
Ditinjau dari fakultas, Fakultas Syariah menjadi penyumbang wisudawan terbanyak dengan persentase 24,9 persen, disusul Fakultas Sains dan Teknologi 22,4 %, Program Pascasarjana 16,9 %, Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan 13,3 % , Fakultas Humaniora 11 %, Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan 6,1 %, Fakultas Psikologi 3,3 % , serta Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam 1,9 %.
Acara wisuda ini dihadiri oleh jajaran sivitas akademika, para tamu undangan, serta keluarga dan sahabat wisudawan yang setia menunggu dengan penuh rasa bangga dan bahagia. Suasana haru dan suka cita begitu terasa ketika para wisudawan secara resmi menyandang gelar akademik sebagai hasil dari perjuangan panjang selama masa studi.
Wisuda Periode I Tahun 2026 ini menjadi penanda berakhirnya satu fase perjalanan akademik sekaligus awal langkah baru bagi para lulusan untuk berkontribusi di tengah masyarakat dengan bekal ilmu, nilai, dan integritas yang telah ditempa di UIN Maulana Malik Ibrahim Malang.
MALIKI ISLAMIC UNIVERSITY - CDC UIN Maliki dan WOM Finance Perkuat Kesiapan Karier Wisudawan melalui Tracer Study dan Program Management Trainee. Career Development Center (CDC) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang memanfaatkan momen gladi bersih wisuda periode pertama Jumat 6 Februari, 2026 sebagai sarana strategis untuk mempersiapkan calon wisudawan memasuki dunia kerja.
Kegiatan yang berlangsung di Gedung Sport Center UIN Maliki Malang tersebut diikuti sekitar 800 wisudawan dari jenjang sarjana, magister, dan doktor, serta diisi dengan sosialisasi pengisian tracer study sekaligus uji coba website tracer study yang baru dikembangkan oleh CDC.
Kepala Pusat CDC UIN Maliki Malang, Dr. Ahmad Ghozi, M.A., dalam paparannya menjelaskan bahwa tracer study memiliki peran penting sebagai instrumen pemetaan karier alumni. Data yang dihimpun melalui tracer study digunakan untuk mengidentifikasi kesesuaian profil lulusan dengan kebutuhan dunia industri dan dunia kerja, sekaligus menjadi dasar bagi pengembangan program pembekalan karier serta penyempurnaan kebijakan pengembangan lulusan di tingkat institusi.
Selain sosialisasi tracer study, CDC juga menggandeng WOM Finance, anak perusahaan MyBank yang bergerak di bidang pembiayaan, untuk memperluas akses kerja bagi lulusan UIN Maliki Malang. Hadir dalam kegiatan tersebut Manajer Area Jawa Timur WOM Finance, Ricky, didampingi Adi, yang menyampaikan peluang kerja sama melalui Program Management Trainee (MT). Program ini dirancang sebagai program pelatihan kepemimpinan bagi fresh graduate dengan masa pelatihan selama enam bulan yang dipusatkan di Jakarta.
Melalui Program Management Trainee, WOM Finance membuka peluang minimal 35 lulusan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang pada setiap batch, dengan pembukaan batch yang dilakukan secara berkala setiap dua bulan. Peserta program akan memperoleh fasilitas akomodasi dari daerah asal serta mendapatkan gaji bulanan sekitar Rp7 juta selama masa pelatihan.
Dr. Ahmad Ghozi menegaskan bahwa kolaborasi antara perguruan tinggi dan dunia industri seperti ini menjadi langkah konkret dalam meningkatkan daya serap lulusan. Ia berharap program-program serupa dapat terus dikembangkan agar lulusan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang memiliki kesiapan yang lebih baik dalam menghadapi persaingan dunia kerja, baik di tingkat nasional maupun internasional.
UIN Maulana Malik Ibrahim Malang terus memperluas jejaring kerja sama strategis guna memperkuat pemagangan dan serapan alumni, khususnya di bidang kesehatan mental. Upaya ini mengemuka dalam pertemuan Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan UIN Maliki Malang Prof. Triyo Supriyatno, Kepala Pusat Career Development Center (CDC) Dr. Ahmad Ghozi, M.A., serta Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan Fakultas Psikologi Dr. Andik Roni dengan Pradana Boy ZTF, Ph.D., Asisten Penasihat Khusus Presiden Bidang Haji Republik Indonesia.
Pertemuan berlangsung dalam suasana hangat dan kekeluargaan. Selain membahas isu strategis kerja sama pemagangan dan penyerapan alumni, komunikasi kedaerahan turut mewarnai dialog tersebut. Ahmad Ghozi dan Pradana Boy ZTF sama-sama merupakan putra daerah asal Lamongan, sehingga pembahasan berlangsung cair dan substantif. Keduanya juga memiliki kedekatan historis dengan almarhum Muslim Abdurrahman, tokoh nasional asal Lamongan yang dikenal sebagai cendekiawan Muslim dan pemikir keislaman progresif.
Dalam pertemuan tersebut dibahas peluang kolaborasi pemagangan dan penempatan alumni Fakultas Psikologi pada sektor-sektor yang berkaitan dengan layanan kesehatan mental, konseling, dan pendampingan psikososial. Kerja sama ini dinilai relevan dengan meningkatnya kebutuhan sumber daya manusia di bidang kesehatan mental, baik pada sektor publik maupun layanan keagamaan.
Prof. Triyo Supriyatno menegaskan bahwa perluasan jejaring kemitraan merupakan bagian dari strategi universitas dalam meningkatkan daya serap lulusan. Menurutnya, kerja sama harus diarahkan pada program konkret yang selaras dengan kompetensi akademik fakultas dan kebutuhan nasional.
Sementara itu, Dr. Ahmad Ghozi, M.A., menyatakan bahwa CDC siap memfasilitasi skema pemagangan terstruktur serta penguatan kompetensi alumni agar siap terjun ke dunia kerja. Ia menilai kedekatan kultural yang terbangun menjadi modal sosial penting dalam membuka ruang kolaborasi yang berkelanjutan.
Kerja sama ini juga dikaitkan dengan agenda kelembagaan UIN Maliki Malang, seiring kedatangan Menteri Haji Republik Indonesia untuk penandatanganan nota kesepahaman (MoU). Jajaran pimpinan universitas bergerak cepat menerjemahkan arah kebijakan rektor agar kolaborasi yang dibangun berdampak nyata bagi mahasiswa, alumni, dan masyarakat luas.
MALIKI ISLAMIC UNIVERSITY - Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim (UIN Maliki) sambut kunjungan jajaran pimpinan Universitas Hasyim Asy’ari (UNHASY) Jombang. Kunjungan tersebut terlaksana dalam rangka Penjajakan Peluang Kerja Sama di Bidang Pendidikan, Penelitian, dan Pengabdian Masyarakat. Dihadiri oleh Wakil Rektor 1 hingga 3, acara tersebut terlaksana di Gedung Rektorat, Kampus 1. Pada Kamis, 5 Februari 2026.
Dibuka oleh Wakil Rektor 2 Unhasy, Dr. H. Abdullah Aminuddin Aziz, M. Pd. I yang menyampaikan salah satu tujuan kunjungan ini. Dr. Abdullah Aminuddin juga berharap, agar kerjasama ini bermuara pada implementasi nyata yang disepakati bersama.
“Selain itu, saya juga hendak menyampaikan ketersediaan Gus Ipang, yang merupakan keturunan KH. Hasyim Asy’ari. Bahwa beliau berkenan untuk melanjutkan studi doktoral di UIN Maliki,” singkat Wakil Rektor 2 itu.
Rektor UIN Maliki, Prof. Dr. Hj. Ilfi Nur Diana M. Si menyampaikan balasan atas ketersediaan Gus Ipang untuk melanjutkan studi doktoral di UIN Maliki. “Saya menyambut baik dengan tangan terbuka, mengenai rencana Gus Ipang melanjutkan program doktoralnya di UIN Maliki,” tutur Prof Ilfi.
Menelisik lebih lanjut mengenai diskusi jajakan kerjasama, fokus pengabdian masyarakat dan penelitian mulai masuk dalam pembicaraan. Kepala Pusat Pengabdian Masyarakat, Dr. Isroqunnajah, M.Ag menegaskan bahwa, akan ada implementasi mengenai kolaborasi pengabdian dengan Unhasy. “Karena jika berbicara tentang dampak, penelitian tidak akan berdampak jelas tanpa pengabdian,” ujarnya.
Mengakhiri diskusi, Rektor UIN Maliki menegaskan, bahwa konsep riset saat ini dinamis, bukan lagi statis. “Hendaknya kemana bola itu melesat, kita yang ikuti,” tegasnya mengarahkan. (za/*)
MALIKI ISLAMIC UNIVERSITY - Dharma Wanita Persatuan (DWP) Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim (UIN Maliki) menerima kehadiran Dharma Wanita Persatuan Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq Jember. Kedatangan UIN KHAS Jember bertujuan untuk studi banding terkait informasi lebih mengenai pengelolaan, operasional, dan hal-hal terkait Taman Penitipan Anak (TPA) Ulul Albab UIN Maliki. Terlaksana di Gedung Halaqah pada Kamis, 05 Februari 2026.
Diawali dengan sambutan dari Ketua DWP UIN Maliki, Layyinah Basri, S.Ag yang menyatakan bahwa sangat terhormat dan menerima dengan baik kunjungan pertama kali, dalam kepengurusan yang baru berjalan beberapa bulan itu. “Jadi kunjungan dari UIN Khas Jember ini dalam rangka studi tiru khusus ke daycare kita. Atau yang biasa kita sebut Taman Penitipan Anak,” Ucap Beliau.
Ketua DWP UIN Maliki itu juga menjabarkan terkait keunggulan TPA Ulul Albab yang dinilai berbeda dengan penitipan lain.
“Di sini anak-anak mendapatkan layanan belajar Al-Qur’an. Mereka juga menyediakan layanan pembelajaran dini. Jadi anak-anak di sini juga belajar PAUD. Selain itu, di sini juga menyediakan layanan pemeriksaan kesehatan,” ringkas Ketua DWP UIN Maliki.
Turut hadir juga Ketua DWP UIN KHAS Jember, Luluk Sulthoniyah, S.Ag, M. Pd, dalam sambutannya yang menceritakan, bahwa pilihannya jatuh ke UIN Maliki sebagai tujuan menimba informasi seputar Taman Penitipan Anak. “Ada yang menyampaikan ternyata di UIN Maliki itu ada daycare, dan saya penasaran dengan pernak-pernik cerita pertama berdirinya,” tuturnya.
Dalam sesi pemaparan, Dosen Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD) yang juga sebagai Ketua Pusat Pengembangan Bisnis, Dessy Putri Wahyuningtyas, M. Pd memaparkan beberapa informasi seputar TPA Ulul Albab UIN Maliki. Beliau juga menjelaskan mengenai tiga opsi skema pengelolaan tempat. Sekaligus menjawab pertanyaan peserta DWP UIN KHAS Jember.
Pada penghujung acara, Ibu Layyinah menjelaskan mengenai perihal dinamakannya TPA. “Mungkin jika banyak yang bertanya, kenapa namanya terkesan tidak kekinian? Itu karena ketentuan dari Diknas seperti itu,” ucapnya.
Menutup kegiatan, Ketua DWP UIN Maliki itu menjelaskan alasan penamaan istilah “Taman Penitipan Anak” yang dirasa kurang kekinian. “Penamaan ini mengikuti ketentuan yang ditetapkan oleh Dinas Pendidikan,” jelasnya. Beliau juga memohon doa agar TPA Ulul Albab bisa segera dipatenkan dan diakui secara resmi oleh Dinas Pendidikan. (za/*)
MALIKI ISLAMIC UNIVERSITY - Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang (UIN Maliki) menggelar acara Focus Group Discussion (FGD) bersama Dewan Pengawas. Kegiatan tersebut tergelar dalam rangka memperkuat arah pengembangan kampus ke depan. Dihadiri oleh Rektor UIN Maliki, Dewan Pengawas, para Kepala Biro, Wakil rektor 1 hingga 3, para dekan, serta pimpinan unit dan lembaga. Pada Rabu, 4 Februari 2026 di Ruang Rektor, UIN Maliki Kampus 1.
Dalam sambutannya, Rektor UIN Maliki Prof. Dr. Hj. Ilfi Nur Diana, M.Si. menyampaikan mengenai penyelenggaraan pendidikan tinggi islam yang berkualitas. Prof Ilfi juga menegaskan mengenai arti berkualitas bagi UIN Maliki. “Dalam artian bukan hanya bagus dari sisi akreditasi, namun juga unggul dari sisi kualitas pendidikan,” tuturnya.
UIN Maliki juga mulai mempersiapkan penguatan kelembagaan menuju Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum (PTN-BH) serta pengembangan program studi adaptif sesuai dengan kebutuhan zaman. Rektor menyoroti tantangan persaingan PTN-BH. Melihat banyaknya perguruan tinggi negeri yang sudah resmi sebagai PTN-BH. “Hal ini sebaiknya kita jadikan sebuah tantangan, agar termotivasi. Bukan sebuah kendala,” tambahnya.
FGD ini juga fokus membahas beberapa program prioritas yang menjadi fokus pengembangan institusi. Pengembangan kelas kerja sama dan Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL), rencana pengembangan rumah sakit pendidikan sebagai penunjang dan peningkatan layanan akademik.
“PR kita besar untuk merealisasikan terwujudnya rumah sakit pendidikan ini. Dari sini, kita bisa menjadikan pendidikan lebih berkualitas bagi mahasiswa kita,” cetus perempuan kelahiran Pasuruan itu.
Anggota Dewan Pengawas UIN Maliki Malang Dr. H. Fesal Musaad, M.Pd juga menekankan terkait pentingnya kolaborasi seluruh unsur pimpinan serta seluruh sivitas akademika. “Tugas kita adalah memainkan peran sesuai peran kita, sekecil apapun itu. Bagaimana penguatan BLU ke depannya, daya saing, pelayanan publik, dan bagaimana kampus ini terus berinovasi dan melek kebutuhan zaman,” singkat Dr. Fesal.
Pada akhir, Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama RI itu juga menggaris bawahi terkait penguatan kelembagaan, yakni transformasi UIN Maliki yang mulai mempersiapkan kelayakan menuju PTN-BH. “Saya yakin dan saya percaya. UIN Maliki akan segera menjadi PTN-BH,” tutupnya. (za/*)
MALIKI ISLAMIC UNIVERSITY- Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim (UIN Maliki) sukses gelar Penandatanganan Kerjasama dalam Bidang Tri Dharma Perguruan Tinggi dengan Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia. Dihadiri langsung oleh Menteri Haji dan Umrah, Dr. KH. Mochammad Irfan Yusuf, M.Si, acara tersebut terlaksana di Kampus 3 UIN Maliki, pada Selasa, 3 Februari 2026.
Dalam sambutannya, Prof. Dr. Hj. Ilfi Nur Diana, M.Si selaku Rektor UIN Maliki Malang menegaskan terkait harapannya untuk dapat mendukung penyelenggaraan pendidikan yang berkualitas, penelitian dan pengabdian masyarakat yang merupakan bagian dari tri dharma perguruan tinggi.
“Penyelenggaraan pendidikan berkualitas memiliki artian bagaimana anak didik kami mendapatkan pengetahuan dan praktik secara nyata. Mengingat program unggulan di FKIK adalah kesehatan haji dan umrah,” singkat Rektor UIN Maliki itu.
Selain bidang pendidikan, penelitian dan pengabdian masyarakat juga termasuk dalam aspek kerja sama. Ruang lingkup kerja sama lainnya adalah pengembangan kompetensi sumber daya manusia di bidang Bina Penyelenggara Haji dan Umrah (PHU). Serta penugasan dan pemanfaatan sumber daya manusia antara UIN Maliki dengan Kementerian Haji Republik Indonesia.
“Melalui integrasi program akademik dan KKM Unggulan fakultatif, serta inovasi berbasis hasil penelitian, kami siap mendukung kebijakan Kementerian Haji dan Umrah dalam mempersiapkan jamaah haji yang sehat, mandiri, serta siap beribadah,” katanya penuh yakin.
Dalam kerja sama tersebut, Rektor berharap dapat berpartisipasi dalam sertifikasi pembimbing manasik haji profesional agar UIN Maliki lebih berdampak dan kontribusinya dapat terasakan secara luas oleh masyarakat. "Kami berharap bisa disetujui sebagai pembimbing manasik haji profesional,” tutur Prof Ilfi.
Menjelang akhir sambutannya, Prof Ilfi juga menyatakan rasa terima kasih mendalam serta kebahagiaannya atas kehadiran para rektor yang pernah menjabat di UIN Maliki pada acara tersebut, diantaranya Prof. Dr. H. Imam Suprayogo, Prof. Dr. H. Mudjia Rahardjo, M.Si, Prof. Dr. H. Abd. Haris, M.Ag, dan Prof. Dr. H.M. Zainuddin, MA.
“Kami berharap dapat bersinergi bersama dengan Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia, untuk saling menguatkan peran perguruan tinggi keagamaan islam, sebagai mitra strategis dalam program Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia,” pungkasnya. (za/*)