Daftar Kategori: Berita


Prof. Lutfi Mustofa Soroti Kritik Internal NU dalam Bedah Buku The Future Society
Abadi Wijaya Jumat, 13 Februari 2026 . in Berita . 121 views
10792_bapak.jpeg

MALIKI ISLAMIC UNIVERSITY – Prof. Dr. H. M. Lutfi Mustofa, M.Ag, Guru Besar UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, menekankan pentingnya kritik internal dan kejujuran akademik dalam diskursus masa depan Nahdlatul Ulama (NU) saat menjadi pembedah dalam acara Bedah Buku The Future Society yang diselenggarakan oleh LP2M UIN Malang, Jumat 13 Februari 2026, di Aula Gedung Micro Teaching FITK.

Dalam pemaparannya, Prof. Lutfi mengulas buku Imajinasi The Future Society dengan menempatkannya dalam konteks Muktamar Pemikiran NU menjelang Pilpres. Ia menyampaikan bahwa meskipun muktamar tersebut diselenggarakan secara terbuka, muncul kritik dari internal NU terkait desain narasumber yang dinilai belum sepenuhnya merepresentasikan keberagaman warga Nahdliyin, seperti kiai dan nyai pesantren serta kelompok akar rumput NU.

“Buku ini adalah sebuah ikhtiar para aktivis Nahdliyin untuk menggeser orientasi percakapan politik yang reaktif ke arah pembicaraan tentang masyarakat,” ujar Prof. Lutfi.

Kedua, buku ini dinilai kuat karena menghadirkan kritik epistemologis dari internal NU, termasuk kritik Ketua PBNU, Gus Yahya, yang mempertanyakan arah pemikiran NU, problem representasi, serta otoritas dalam mendefinisikan masa depan NU.

Ketiga, Prof. Lutfi menegaskan adanya kejujuran akademik dalam buku ini yang tidak menawarkan jawaban final, melainkan membuka ruang refleksi kritis bagi pembacanya.

“Buku ini menyiratkan sebuah kejujuran, bukan kepura-puraan,” tegasnya.

10793_pp.jpeg

Ia menambahkan bahwa diskursus tentang masa depan NU pada dasarnya juga merupakan diskursus tentang masa depan Indonesia, mengingat masyarakat NU merupakan bagian tak terpisahkan dari masyarakat Indonesia. (kml)

Reporter: Ajeng Ayu Kemala

Lebih Lanjut »
Cetak Investor Muda, Galeri Investasi Syariah Himpun 50 Peserta dalam First Gathering
Abadi Wijaya Jumat, 13 Februari 2026 . in Berita . 108 views
10791_gis.jpg

MALIKI ISLAMIC UNIVERSITY - Ruang Laboratorium Fakultas Ekonomi UIN Maulana Malik Ibrahim Malang pada Jumat, 13 Februari 2026, dipenuhi semangat belajar dan diskusi. Sebanyak 50 mahasiswa hadir dalam First Gathering Galeri Investasi Syariah, sebuah langkah awal membangun generasi kampus yang melek investasi dan siap bersaing di dunia pasar modal.
Ketua Galeri Investasi Syariah, Aida Sandy Aulia, menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan sekadar pertemuan biasa, tetapi fondasi untuk membentuk kelompok belajar yang progresif dan berkelanjutan.
“Kami ingin dari 50 peserta ini lahir mahasiswa yang memiliki insight kuat, tidak hanya memahami teori, tetapi juga berani praktik dan berkembang ke depannya,” ujarnya.
Rangkaian kegiatan dikemas sistematis dalam tiga sesi utama. Sesi pertama memperkenalkan instrumen reksadana dan potensi pengembangannya. Sesi kedua berfokus pada analisis serta tata cara transaksi Surat Berharga Pasar Modal (SPM). Sementara sesi ketiga menghadirkan pemateri dari mitra praktisi yang memberikan gambaran nyata tentang dinamika investasi di lapangan.
Direktur Galeri Investasi Syariah Nur Laili Fikriah M.Sc. dalam sambutannya memberikan motivasi penuh semangat kepada para peserta. Ia menegaskan agar mahasiswa tidak ragu memanfaatkan fasilitas laboratorium sebagai ruang bertumbuh dan mengasah kemampuan.
“Kesempatan ini tidak datang dua kali. Selagi masih menjadi mahasiswa dan memiliki fasilitas lengkap, gunakan sebaik mungkin. Dunia investasi memiliki peluang kerja yang sangat besar dan prospek yang luar biasa,” tegasnya.
Ia juga menambahkan bahwa pengurus Galeri Investasi Syariah akan terus dibina dan digodok agar siap bersaing di dunia profesional. Di sisi lain, masih banyak daerah dengan literasi keuangan yang minim, ditambah ancaman kejahatan siber di era digital yang semakin kompleks. Karena itu, mahasiswa diharapkan mampu menjadi agen perubahan yang membawa pemahaman investasi yang aman dan bertanggung jawab.
Melalui First Gathering ini, Galeri Investasi Syariah meneguhkan komitmennya sebagai ruang belajar, ruang praktik, sekaligus ruang tumbuh bagi mahasiswa yang ingin melangkah lebih jauh di dunia investasi. Sebuah awal kecil dengan semangat besar untuk masa depan finansial yang lebih cerah

Reporter : Faiqotul Himmah 

Lebih Lanjut »
Rektor Tekankan Teknologi Manusiawi pada Bedah Buku The Future Society
Abadi Wijaya Jumat, 13 Februari 2026 . in Berita . 121 views
10790_bu-rektor.jpg

MALIKI ISLAMIC UNIVERSITY–Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang menggelar kegiatan Bedah Buku The Future Society pada Jumat, 13 Februari 2026, di Aula Gedung Micro Teaching FITK. Kegiatan ini menghadirkan para akademisi dan tokoh nasional, serta dibuka dengan sambutan Rektor UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Prof. Dr. Hj. Ilfi Nur Diana, S.Ag., M.Si.

Dalam sambutannya, Rektor menyampaikan refleksi atas judul buku yang dibedah. “Ketika membaca judul buku ini saya teringat bahwa masyarakat kita telah bertransformasi berkali-kali. Apalagi di era AI saat ini, kita membayangkan bagaimana kehidupan masyarakat pada tahun 2030 dan seterusnya. Imajinasi yang ada dalam buku ini penting untuk kita simak bersama,” ungkapnya. Ia menambahkan bahwa UIN Maliki Malang menjadi salah satu kampus yang pertama membedah buku tersebut sebagai ruang akademik merespons perubahan zaman.

Rektor menegaskan bahwa perkembangan teknologi harus tetap berorientasi pada nilai kemanusiaan. “Kata kuncinya adalah bagaimana era 4.0 ini menjadi era teknologi yang manusiawi,” tegasnya. Menurutnya, pendidikan tinggi tidak boleh hanya mengejar penguasaan teknologi, tetapi juga memastikan keberpihakan pada aspek humanis.

Lebih lanjut, Prof. Ilfi menyoroti pentingnya penguatan keterampilan mahasiswa. “Sudahkah kita mengajarkan anak didik kita tidak hanya ilmu pengetahuan, tetapi juga skill?” ujarnya. Ia menekankan bahwa lulusan UIN Maliki Malang harus memiliki keterhubungan antara kemampuan teknologi dan dimensi kemanusiaan. “Lulusan kita harus mempunyai skill yang terhubung antara AI dengan manusia,” jelasnya.

Rektor juga menegaskan peran perguruan tinggi sebagai jembatan antara dunia akademik dan industri. “Kita harus menjadi jembatan antara perguruan tinggi dengan industri. Anak didik kita harus bergerak dari fixed mindset menuju growth mindset, dan dari ‘me paradigm’ menuju ‘we paradigm’ sebagai kesadaran kolektif,” ungkapnya.

Menutup sambutan, Prof. Ilfi mengajak seluruh sivitas akademika untuk memiliki imajinasi dalam membangun masa depan. “Kita harus punya imajinasi untuk mengembangkan anak didik dan masyarakat kita. Saya harap kita semua dapat selesai dengan diri kita sebelum kita memberikan kepada anak didik kita,” pungkasnya.

10789_foto-bersama-bedah-buku.jpg

 

Reporter: Nafiska Sayekti Ariyani

Lebih Lanjut »
Bedah Buku “The Future Society” di UIN Malang: Era AI Bukan Soal Mesin, Tapi Soal Manusia
Abadi Wijaya Jumat, 13 Februari 2026 . in Berita . 95 views

 

10787_b2.jpg

MALIKI ISLAMIC UNIVERSITY— Diskusi tentang kecerdasan buatan sering terdengar seperti obrolan teknisi. Namun suasana berbeda terasa di UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Jumat,13 Februari 2026. Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) yang dipimpin Dr. H. Isroqunnajah, M.Ag menghadirkan dua penulis buku The Future Society, Ahmad Zainul Hamdi dan Rumadi Ahmad, dalam forum bedah buku yang membicarakan masa depan manusia.

Rektor UIN Malang, Prof. Dr. Hj. Ilfi Nur Diana, M.Si membuka kegiatan dengan mengingatkan bahwa perkembangan artificial intelligence tidak perlu ditakuti, tetapi juga tidak boleh disikapi secara gegabah.

10788_b3.jpg

Menurutnya, teknologi harus ditempatkan sebagai alat untuk meningkatkan kualitas hidup, bukan sekadar menggantikan manusia. Kampus, katanya, memiliki tanggung jawab moral agar kemajuan teknologi berjalan beriringan dengan kematangan hati manusia.

“Era AI harus menjadi era yang membantu manusia menjadi lebih baik, bukan sekadar lebih cepat,” ujarnya.

Ia juga menyoroti tantangan generasi alfa yang tumbuh di tengah perubahan sangat cepat. Dunia kerja, lanjutnya, tidak lagi hanya melihat ijazah, tetapi kemampuan nyata. Perusahaan mencari kompetensi yang relevan, bukan sekadar gelar.

Menariknya, data global menunjukkan kebutuhan akan kemampuan manusia masih dominan. Sekitar 69 persen perekrutan di Asia Tenggara masih berbasis human skill, bukan AI skill. Artinya empati, komunikasi, etika, dan kreativitas tetap menjadi nilai yang tidak bisa diotomatisasi.

10786_b1.jpg

 

Karena itu perguruan tinggi perlu mengubah pola pikir. Lulusan tidak cukup hanya paham teori, tetapi harus memiliki kemampuan digital sekaligus keterampilan praktis yang terukur.

“Kampus harus memastikan lulusannya siap kerja, bukan hanya siap wisuda,” kata Ilfi sambil disambut tawa peserta.

Rektor juga berharap diskusi buku ini memantik imajinasi mahasiswa agar mampu beradaptasi cepat menghadapi dunia digital yang terus bergerak.

Sementara itu, Ahmad Zainul Hamdi menegaskan bahwa era disrupsi sudah tidak bisa dihindari. Masyarakat masa depan, menurutnya, sebenarnya sudah hadir melalui kehidupan digital sehari-hari.

Ia menyebut perubahan ini tidak jauh berbeda dengan transformasi besar dalam sejarah manusia. Dari era berburu menuju pertanian, manusia dulu juga mengalami keguncangan sosial.

“Sekarang kita mengalami hal yang sama. Bedanya hanya pada setting sosial dan perangkatnya,” jelasnya, merujuk pada pandangan Francis Fukuyama tentang perubahan peradaban.

Zainul menilai disrupsi tidak hanya terjadi pada ekonomi, tetapi juga pada ruang sosial dan bahkan praktik keagamaan. Teknologi robot berbasis AI akan semakin hadir dalam kehidupan manusia. Pertanyaannya bukan lagi apakah itu terjadi, melainkan bagaimana manusia menyikapinya.

Rumadi Ahmad menambahkan, fondasi sosial dan moral kebudayaan justru menjadi semakin penting di tengah perubahan teknologi yang cepat. Buku The Future Society ia hadirkan sebagai upaya memberi pencerahan agar masyarakat tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga pengendali arah peradaban.

Menurutnya, tantangan terbesar bukan kecanggihan mesin, melainkan kebijaksanaan manusia dalam menggunakannya.

Bedah buku tersebut akhirnya menegaskan satu hal sederhana. Masa depan memang dipenuhi algoritma, robot, dan data besar. Namun arah peradaban tetap ditentukan oleh karakter manusia. AI mungkin bisa menulis puisi, tetapi keputusan hidup tetap berada di tangan manusia yang memegangnya.

Lebih Lanjut »
Eskalasi Pengisian PDSS, Humas PTKIN Raih Apresiasi Nasional
Abadi Wijaya Kamis, 12 Februari 2026 . in Berita . 140 views
10784_bersama.jpg

Pengisian Pangkalan Data Sekolah dan Siswa (PDSS) dalam rangka Seleksi Prestasi Akademik Nasional Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (SPAN-PTKIN) Tahun 2026 mencatatkan peningkatan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya. Capaian ini menjadi refleksi meningkatnya kepercayaan publik terhadap PTKIN sekaligus hasil sinergi dan kerja strategis kehumasan PTKIN di seluruh Indonesia. Kamis, 12 Februari 2026.

Berdasarkan data nasional, sebanyak 14.378 satuan pendidikan telah berhasil teregistrasi dalam sistem PDSS SPAN-PTKIN 2026. Jumlah ini mengalami kenaikan dibandingkan tahun 2025 yang mencatat 13.438 satuan pendidikan. Tren positif tersebut menunjukkan efektivitas strategi publikasi, sosialisasi, dan komunikasi masif yang dijalankan humas PTKIN secara terencana, terstruktur, dan berkelanjutan.

Kinerja kehumasan ini mendapat apresiasi langsung dari Ketua Panitia Nasional PMB PTKIN 2026, Prof. Dr. H. Abdul Aziz, M.Pd.I. Ia menegaskan bahwa humas memegang peran strategis sebagai garda terdepan dalam menyampaikan informasi sekaligus membangun kepercayaan masyarakat, khususnya pada momentum penerimaan mahasiswa baru.

10785_mater.jpg

“Saya mengapresiasi kinerja humas PTKIN yang telah bekerja secara optimal dalam mengawal proses seleksi mahasiswa baru tahun 2026. Humas menjadi ujung tombak dalam mendeliver informasi kepada publik,” ungkap Prof. Abdul Aziz dalam Pembukaan Konsolidasi Strategi Publikasi SPAN-PTKIN 2026 dan Pengembangan Konstruk di Tunjungan Ballroom, DoubleTree by Hilton Surabaya, Rabu (11/2/2026) malam.

Lebih lanjut, ia mendorong humas PTKIN untuk terus memperkuat relasi strategis dengan para pemangku kepentingan, aktif memantau perkembangan pendaftaran melalui dashboard nasional, mengoptimalkan peran alumni sebagai influencer, serta menyusun roadmap promosi PMB yang sistematis sejak awal hingga penutupan pendaftaran.

Senada dengan hal tersebut, Rektor UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung menekankan pentingnya inovasi dan kreativitas humas dalam menyajikan konten promosi yang relevan dengan karakteristik Generasi Z.

“Saat ini fokus utama adalah pendaftaran jalur SPAN-PTKIN. Oleh karena itu, konten yang disajikan harus adaptif, kreatif, dan selaras dengan pola komunikasi generasi Z,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Forum Rektor PTKIN, Prof. Dr. H. Masnun Tahir, M.Ag., turut mengapresiasi soliditas dan kinerja humas PTKIN di tengah berbagai dinamika dan tantangan. Ia mengajak seluruh insan humas untuk terus berbagi strategi, memperkuat jejaring, serta melakukan transfer pengetahuan demi mendorong keberhasilan promosi PMB secara kolektif.

“Forum ini diharapkan mampu membangun ekosistem humas PTKIN yang kolaboratif, saling berbagi praktik terbaik, memperkuat jejaring, dan melahirkan inovasi promosi yang relevan dengan tuntutan zaman,” tegasnya.

Dalam kegiatan strategis ini, UIN Maulana Malik Ibrahim Malang turut berpartisipasi aktif melalui kehadiran Alitha Natriezia, tim humas yang berperan dalam pengelolaan media sosial institusi. Keikutsertaan tersebut menjadi bagian dari komitmen UIN Malang dalam mendukung penguatan strategi publikasi SPAN-PTKIN 2026.

Melalui forum konsolidasi ini, tim humas UIN Malang menegaskan komitmennya untuk terus berkontribusi aktif dalam meningkatkan kualitas promosi dan memperluas jangkauan informasi penerimaan mahasiswa baru, sejalan dengan semangat kolaborasi humas PTKIN secara nasional.

Lebih Lanjut »
Filosofi 99 Hektare Asmaul Husna, Rektor Tegaskan Pembangunan UIN Malang Berbasis Nilai Ketuhanan
Abadi Wijaya Minggu, 8 Februari 2026 . in Berita . 183 views
10783_rektor.jpg

MALIKI ISLAMIC UNIVERSITY - Pembangunan kampus Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang tidak semata-mata menghadirkan bangunan fisik megah, melainkan juga merefleksikan nilai spiritual dan filosofi ketuhanan yang mendalam. Hal tersebut disampaikan Rektor UIN Malang, Prof. Dr. Ilfi Nur Diana, M.Si., dalam Sambutan Selamat Datang pada acara Penganugerahan Rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) atas pembangunan tiga gedung kampus, Minggu, 8 Februari 2026.

Rektor menjelaskan bahwa pembangunan kawasan kampus dirancang dengan simbolisme spiritual yang kuat. Gedung Ar-Rahim dibangun di atas lahan seluas 33 hektare, yang melambangkan jumlah tasbih. Filosofi serupa juga diterapkan pada pembangunan Gedung Ar-Rahman serta kawasan Bismillah, sehingga keseluruhan kawasan pembangunan mencapai 99 hektare.

“Angka 99 melambangkan Asmaul Husna. Ini bukan sekadar angka, tetapi doa dan harapan agar seluruh aktivitas akademik dan kehidupan kampus UIN Malang senantiasa berada dalam naungan nilai-nilai ketuhanan,” ungkap Prof. Ilfi. 

ia menegaskan bahwa pembangunan fisik kampus harus berjalan seiring dengan pembangunan karakter dan peradaban. Menurutnya, kemajuan infrastruktur tanpa landasan nilai hanya akan menghasilkan ruang belajar yang kosong dari makna.

“UIN Malang kami arahkan tidak hanya sebagai pusat ilmu pengetahuan, tetapi juga sebagai ruang pembentukan spiritualitas, etika, dan kemanusiaan,”tambahnya. 

Dengan mengintegrasikan nilai-nilai ketuhanan ke dalam perencanaan dan pembangunan kampus, UIN Malang optimistis mampu menghadirkan ekosistem akademik yang unggul secara keilmuan sekaligus kokoh secara moral dan spiritual. Pendekatan tersebut diharapkan menjadikan UIN Malang tidak hanya berkontribusi pada kemajuan pendidikan tinggi, tetapi juga memberi sumbangsih nyata bagi pembangunan peradaban Islam Indonesia yang berorientasi global.

Reporter : Faiqotul Himmah 

Lebih Lanjut »
UIN Malang Kian Menguat di Level Global sebagai Satu-satunya Penerima Saudi Fund for Development
Abadi Wijaya Minggu, 8 Februari 2026 . in Berita . 185 views
10781_s.jpg

MALIKI ISLAMIC UNIVERSITY - Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang kembali meneguhkan reputasinya sebagai salah satu perguruan tinggi keagamaan Islam negeri (PTKIN) unggulan di Indonesia. Pengakuan tersebut disampaikan langsung oleh Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama Republik Indonesia, Prof. Dr. H. Amin Suyitno, M.Ag., dalam sambutannya pada acara Penganugerahan Rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) atas pembangunan tiga gedung kampus UIN Malang, Minggu, 8 Februari 2026.

Di hadapan sivitas akademika dan para tamu undangan, Dirjen Pendis menilai UIN Malang menunjukkan performa kelembagaan yang konsisten dan menonjol dibandingkan PTKIN lainnya. Dari total 58 perguruan tinggi keagamaan Islam negeri di bawah naungan Kementerian Agama, UIN Malang dinilai berhasil menghadirkan capaian-capaian strategis yang patut diapresiasi.

“Dari 58 IAIN yang ada, saya akui UIN Malang memiliki pencapaian-pencapaian unggul dibandingkan beberapa kampus lainnya,” ungkap Prof. Amin Suyitno.

Salah satu capaian yang menjadi sorotan utama adalah keberhasilan UIN Malang sebagai satu-satunya PTKIN di Indonesia yang memperoleh pendanaan dari "Saudi Fund for Development." Menurut direktur jenderal pendidikan islam kementerian agama Republik Indonesia, Prof. Dr. H. Amin Suyitno, M.Ag., Dukungan tersebut tidak hanya bermakna finansial, tetapi juga merepresentasikan tingkat kepercayaan dunia internasional terhadap visi pengembangan, tata kelola, serta kualitas akademik institusi.

“Saudi Fund hanya diberikan kepada UIN Malang. Ini menunjukkan adanya pengakuan internasional terhadap arah pembangunan dan kualitas pengelolaan kampus ini,” tegasnya.

Prof. Amin berharap capaian UIN Malang dapat menjadi inspirasi bagi PTKIN lainnya untuk terus meningkatkan mutu pendidikan, memperkuat identitas keilmuan, serta berani melangkah menuju standar global. Ia menekankan bahwa penguatan institusi tidak hanya bertumpu pada infrastruktur, tetapi juga pada kualitas sumber daya manusia, tata kelola, dan visi keilmuan yang berkelanjutan.

Reporter : Faiqotul Himmah 

Lebih Lanjut »
Menuju Pusat Peradaban Islam Dunia, UIN Malang Ambil Peran Strategis
Abadi Wijaya Minggu, 8 Februari 2026 . in Berita . 170 views
10768_kemenag.jpg

MALIKI ISLAMIC UNIVERSITY - Menteri Agama Republik Indonesia, Prof. Dr. Nasaruddin Umar, M.A., menegaskan bahwa Indonesia memiliki peluang besar untuk tampil sebagai pusat peradaban Islam dunia. Pernyataan tersebut disampaikannya saat menghadiri penganugerahan Rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) atas pembangunan tiga gedung kampus Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang, Minggu, 8 Februari 2026.

Menurut Menteri Agama, Indonesia merupakan negara dengan jumlah penduduk Muslim terbesar di dunia, bahkan melampaui negara-negara yang selama ini dikenal sebagai pusat peradaban Islam global. Kondisi tersebut, kata dia, menjadi modal strategis untuk mengembangkan Islam yang moderat, berlandaskan keilmuan, dan mampu memberikan dampak luas bagi peradaban dunia.

“Jumlah umat Islam yang besar harus diiringi dengan kualitas keilmuan dan peradaban. Indonesia memiliki potensi besar untuk itu,” ujarnya.

Prof. Nasaruddin menilai Kota Malang sebagai lokasi yang sangat strategis dalam pengembangan pendidikan Islam. Selain dikenal sebagai kota pendidikan, Malang juga dinilai relatif jauh dari dinamika politik praktis, sehingga mampu menciptakan iklim akademik yang kondusif, khidmat, dan berkelanjutan.

“Pengembangan kampus Islam idealnya dilakukan di tempat yang tenang, fokus pada keilmuan, dan tidak mudah terdistorsi oleh kepentingan politik. Malang memiliki karakter tersebut,” tambahnya.

Dalam kesempatan itu, ia juga berharap UIN Maulana Malik Ibrahim Malang dapat mengambil peran yang lebih besar ke depan. Tidak hanya sebagai lembaga pendidikan tinggi, tetapi juga sebagai pusat penyemaian peradaban Islam Indonesia yang berorientasi global, inklusif, dan berdaya saing internasional.

Penganugerahan Rekor MURI atas pembangunan tiga gedung kampus tersebut dinilai menjadi simbol komitmen UIN Malang dalam memperkuat infrastruktur pendidikan sekaligus meneguhkan posisinya sebagai institusi strategis dalam pembangunan peradaban Islam di Indonesia.

Reporter : Faiqotul Himmah 

Lebih Lanjut »
Ground Breaking Edupark Ar- Rahim UIN Maliki, Menteri Agama Serahkan Rekor MURI
Abadi Wijaya Minggu, 8 Februari 2026 . in Berita . 214 views

MALIKI ISLAMIC UNIVERSITY - Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim (UIN Maliki) Malang gelar acara Ground Breaking Pembangunan Edupark Kawasan Ar-Rahim. Acara tersebut juga terlaksana dengan penyerahan Rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI), untuk bangunan berlafadz. Terlaksana pada Minggu, 8 Februari 2026 di Kampus 3 UIN Maliki, Batu, Jawa Timur. Mengundang seluruh jajaran tenaga pendidik dan kependidikan beserta mahasiswa. Kegiatan tersebut diresmikan oleh Menteri Agama Republik Indonesia, Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, MA. 

Rektor UIN Maliki, Prof. Dr. Hj. Ilfi Nur Diana, M. Si menyatakan melalui sambutannya terkait fungsi dari masing-masing gedung berlafadz. Disusul oleh sambutan Menteri Agama yang sangat terkesan dalam kunjungannya yang kedua kali. Ia juga mengatakan sekaligus memberi nasehat, “Membangun merupakan hal yang relatif mudah. Namun tantangan yang lebih besar adalah merawat dan menjaga kualitasnya,” tuturnya. 

10768_kemenag.jpg

Prof. Nasaruddin Umar juga berpesan agar pengembangan kampus turut diikuti dengan perawatan lingkungan sosial dan sekitar. “Agar senantiasa kampus ini membawa ruang keberkahan. Karena berkah sesungguhnya adalah berkah langit dan bumi,”  ujarnya. 

10769_kemenag.jpg

Menjelang akhir, Laki-laki kelahiran Bone itu menegaskan bahwa Indonesia memiliki potensi besar menjadi episentrum kajian dan pendidikan keislaman internasional. Melihat dari sisi jumlah penduduk muslim hingga stabilitas ekonomi. 

10770_kemenag.jpg

“Menghadapi tantangan zaman, UIN Maliki diharapkan tidak hanya melahirkan ilmuwan atau intelektual, tetapi juga melahirkan cendekiawan,” tambah Menteri Agama itu. 

10771_kemenag.jpg

Menutup sambutan, Menteri Agama memberikan wejangan singkat. “Mahasiswa UIN, Rektor dan seluruh jajarannya harus berani berijtihad. Barang siapa yang berani berijtihad di jalan yang benar, maka akan menjadi central point yang mulia,” tutup Prof Nasaruddin Umar. (za/*)

Reporter: Zahwa 



Lebih Lanjut »

UNIVERSITAS ISLAM NEGERI
MAULANA MALIK IBRAHIM MALANG
Jalan Gajayana No. 50 Malang 65144
Telp: +62-341 551-354 | Email : info@uin-malang.ac.id

facebook twitter instagram youtube
keyboard_arrow_up