Daftar Kategori: Ulasan


Tenaga Ahli Kemenag: Mahasiswa Harus Jadi Motor Moderasi Beragama dan Ekoteologi
Abadi Wijaya Kamis, 22 Januari 2026 . in Berita . 29 views

 

10691_tenaga-ahli.jpeg

MALIKI ISLAMIC UNIVERSITY -UIN Maulana Malik Ibrahim Malang kembali menjadi ruang diskusi gagasan besar. Kehadiran Dr. H. Muhammad Ainul Yaqin, S.Sy., M.AP, Tenaga Ahli Menteri Agama bidang Hubungan Antar Kelembagaan, disambut hangat oleh seluruh jajaran pimpinan kampus dalam forum pengembangan kelembagaan yang berlangsung penuh antusias.

Dalam arahannya, Ainul Yaqin menyoroti peran strategis mahasiswa sebagai motor penggerak moderasi beragama. Menurutnya, mahasiswa PTKN tidak cukup hanya memahami moderasi beragama di ruang kelas. Mereka perlu turun langsung ke tengah masyarakat, menjadi teladan, sekaligus penyalur nilai kerukunan antarumat beragama.

“Ini bisa mulai dilakukan oleh mahasiswa semester tujuh,” tegasnya, lugas.

Gagasan tersebut bukan sekadar wacana. Ainul Yaqin juga mendorong agar program Kuliah Kerja Nyata menjadi medium gerakan nyata ekoteologi. Salah satu langkah sederhana namun berdampak besar adalah mewajibkan mahasiswa melakukan aksi tanam pohon selama KKN. Jika dijalankan secara konsisten, ia meyakini dampaknya akan terasa luas bagi kelestarian lingkungan di Indonesia. Alam tersenyum, mahasiswa pun belajar langsung tentang tanggung jawab sosial. Paket lengkap.

Menariknya, gerakan ini tidak dibingkai sebagai agenda sektoral Kementerian Agama semata. Ainul Yaqin menegaskan pentingnya kolaborasi lintas iman dan lintas perguruan tinggi keagamaan. Mahasiswa dari berbagai latar belakang diharapkan bergerak bersama, menumbuhkan kesadaran bahwa moderasi beragama dan kepedulian lingkungan adalah kebutuhan bersama.

“Ini bukan kepentingan Menteri Agama, tetapi kebutuhan kita semua tanpa memandang latar belakang,” ujarnya.

Arah kebijakan ini sejalan dengan semangat UIN Maliki Malang sebagai kampus yang mengintegrasikan nilai keislaman, keilmuan, dan keindonesiaan. Mahasiswa tidak hanya dipersiapkan menjadi sarjana, tetapi juga agen perubahan. Moderat dalam bersikap, peduli pada bumi, dan siap bekerja lintas sekat. Singkatnya, kuliah jalan terus, kontribusi sosial pun gas pol.

Lebih Lanjut »
FGD Pengembangan Kelembagaan, UIN Maliki Malang Tegaskan Distingsi Makhad dan Mutu Lulusan
Abadi Wijaya Kamis, 22 Januari 2026 . in Berita . 20 views

 

10690_kampanye.jpg

 

MALIKI ISLAMIC UNIVERSITY -UIN Maulana Malik Ibrahim Malang kembali menegaskan posisinya sebagai salah satu PTKIN dengan karakter paling kuat. Hal itu mengemuka dalam Focus Group Discussion (FGD) Pengembangan Kelembagaan Pendidikan Tinggi yang digelar Kamis, 22 Januari 2026 sore di Ruang Rektor Gedung Dr. (HC) Ir. Soekarno lantai 1.

FGD ini dipimpin langsung Rektor UIN Maliki Malang Prof. Dr. Hj. Ilfi Nur Diana, M.Si, didampingi para wakil rektor, dekan dan wakil dekan, Kepala SPI, serta Ketua LP2M. Dua narasumber strategis dihadirkan, yakni Dr. H. Muhammad Ainul Yaqin, S.Sy., M.AP selaku Tenaga Ahli Menteri Agama bidang Hubungan Antar Kelembagaan dan Dr. M. Munir, S.Ag., MA, Direktur Pendidikan Agama Islam Ditjen Pendis Kementerian Agama RI.

Dalam sambutan singkat namun padat, Prof. Ilfi menekankan bahwa UIN Maliki Malang memiliki keunikan yang tidak dimiliki 58 PTKIN lainnya, yaitu sistem ma’had yang terintegrasi langsung dengan fakultas. Model ini dinilai efektif membentuk karakter religius mahasiswa secara utuh.

“Fakta survei menunjukkan mahasiswa UIN Maliki Malang tidak hanya kuat pemahaman keagamaannya, tetapi juga memiliki sikap moderat. Ini menjadi kebanggaan kampus dan juga Kementerian Agama,” ujarnya.

Meski demikian, Prof. Ilfi mengakui masih ada pekerjaan rumah besar yang harus diselesaikan. Di antaranya penambahan gedung ma’had serta pembangunan rumah sakit pendidikan sebagai penopang mutu akademik dan daya saing global kampus.

“Jika UIN Maliki Malang mendapat tambahan gedung ma’had, tentu jumlah mahasiswa baru bisa ditingkatkan. Seluruh mahasiswa baru wajib tinggal di ma’had selama satu tahun,” jelasnya.

Direktur PAI Ditjen Pendis Kemenag RI, M. Munir, menilai UIN Maliki Malang berada pada posisi yang menantang sekaligus strategis. Di satu sisi, kampus dituntut meningkatkan kualitas lulusan. Di sisi lain, ada dorongan kuat untuk memperbesar jumlah mahasiswa baru, persoalan yang juga dialami PTNBH maupun BLU.

Menurutnya, sistem ma’had justru menjadi pembeda utama UIN Maliki Malang dalam menjaga mutu lulusan. “Ini instrumen penting untuk penjaminan kualitas. Tekanan pada input mahasiswa yang besar memang berisiko, tetapi UIN Maliki Malang punya mekanisme pengendali,” katanya.

Ia juga mengapresiasi kepemimpinan rektor dalam membaca peluang. “Saya melihat kecerdasan rektor UIN Maliki Malang dalam mendorong minat calon mahasiswa. Mampu melihat celah dan mengolahnya menjadi kekuatan,” tuturnya.

Sementara itu, Tenaga Ahli Kemenag bidang Hubungan Antar Kelembagaan, M. Ainul Yaqin, menyoroti persepsi masyarakat terhadap lulusan PTKIN. Selama ini, alumni PTKIN sering dianggap otomatis memiliki keilmuan keagamaan yang mendalam, padahal kenyataannya tidak selalu demikian, terutama bagi lulusan Fakultas Saintek dan rumpun keilmuan lain.

Namun, ia menegaskan lulusan PTKIN tetap harus memiliki kemampuan dasar keagamaan yang aplikatif di tengah masyarakat. “Kemampuan menjadi imam tahlil, khutbah Jumat, atau kegiatan religi lainnya setidaknya harus dikuasai,” tegasnya.

Lebih jauh, Ainul Yaqin mengingatkan pentingnya sikap adaptif mahasiswa dan lulusan PTKIN dalam membaca peluang nasional dan global. Isu pembukaan cabang Universitas Al-Azhar Kairo di Indonesia, menurutnya, tidak semestinya dipandang sebagai ancaman semata.

“Apakah ini akan menjadi momok bagi PTKIN, atau justru pemantik untuk memperkuat kualitas dan kepercayaan diri?” ujarnya, memancing diskusi.

FGD ini menjadi ruang refleksi sekaligus perumusan arah pengembangan kelembagaan UIN Maliki Malang ke depan. Pesannya jelas, distingsi harus dijaga, kualitas harus diperkuat, dan tantangan global tidak boleh dihadapi dengan rasa cemas, melainkan dengan kesiapan dan strategi yang matang. 

Lebih Lanjut »
Kenalkan Jalur PMB dan Filosofi Kampus, UIN Malang Buka Wawasan Siswa SMA/MA Plus Assa’adah Serang
Abadi Wijaya Rabu, 21 Januari 2026 . in Berita . 10 views

MALIKI ISLAMIC UNIVERSITY - UIN Maulana Malik Ibrahim Malang terus memperkuat perannya sebagai destinasi pendidikan unggulan nasional dengan menerima kunjungan studi kampus dari SMA/MA Plus Assa’adah, Serang, Banten. Kegiatan ini diikuti oleh 39 siswa dan 6 guru pendamping, dan difokuskan pada pengenalan sistem akademik serta peluang masuk perguruan tinggi.

Dalam sambutannya, Ketua Admisi UIN Malang memperkenalkan perkembangan pesat infrastruktur kampus, khususnya Kampus 3 yang kini menjadi ikon baru UIN Malang.

“Kami memiliki Kampus 3 yang secara fisik lebih megah dibanding Kampus 1. Namun, kemegahan tersebut sejalan dengan prestasi-prestasi mahasiswa kami, baik di tingkat nasional maupun internasional,” jelasnya.

Ia juga menegaskan filosofi pendidikan UIN Malang yang menekankan keseimbangan antara mutu akademik dan keterjangkauan biaya.

“UIN Malang hadir dengan ilmu bertaraf internasional, tetapi tidak bertarif internasional,” tegasnya.

Memasuki sesi inti, Bapak Muhammad Abdullah Amir, Lc dari tim Admisi memaparkan secara rinci mekanisme Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB). Materi yang disampaikan meliputi:

  • Jalur masuk perguruan tinggi (SNBP, SNBT, SPAN-PTKIN, UM-PTKIN, dan Mandiri);
  • Program beasiswa;

  • Kehidupan mahasiswa di Ma’had;

  • Program penguatan dan pengembangan bahasa asing.

Sesi ini berlangsung interaktif dengan antusiasme tinggi dari para siswa. Beragam pertanyaan diajukan, mulai dari strategi lolos seleksi, peluang beasiswa, hingga aktivitas kemahasiswaan di lingkungan UIN Malang.

Kegiatan studi kampus ini diharapkan tidak hanya menambah wawasan siswa SMA/MA Plus Assa’adah mengenai dunia perkuliahan, tetapi juga mempererat jejaring pendidikan antara lembaga pendidikan menengah dan perguruan tinggi lintas daerah, dari Serang hingga Malang.

Reporter : Faiqotul Himmah 

Lebih Lanjut »
Terpesona Kemegahan UIN Malang, Kepala SMA/MA Plus Assa’adah Serang Harapkan Kunjungan Balasan
Abadi Wijaya Rabu, 21 Januari 2026 . in Berita . 12 views

MALIKI ISLAMIC UNIVERSIY - Suasana pagi yang cerah di Kampus UIN Maulana Malik Ibrahim Malang semakin hangat dengan kehadiran rombongan SMA/MA Plus Assa’adah, Serang, Banten. Sebanyak 39 siswa-siswi dan 6 guru pendamping mengikuti kegiatan Studi Kampus untuk mengenal lebih dekat lingkungan akademik kampus berlogo Ulul Albab tersebut, Rabu, 21 Januari 2026. 

Rombongan yang dipimpin oleh Kepala SMA/MA Plus Assa’adah, Dr. Marjuni, M.Si, disambut hangat oleh tim Admisi UIN Malang. Kunjungan ini menjadi pengalaman perdana bagi pihak sekolah sekaligus sarana memperluas wawasan siswa tentang pendidikan tinggi keislaman.

Dalam kesempatan tersebut, Dr. Marjuni menyampaikan apresiasinya terhadap kemegahan kampus serta tata kelola akademik UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Ia juga menuturkan bahwa budaya melanjutkan studi ke perguruan tinggi di SMA/MA Plus Assa’adah tergolong sangat tinggi, dengan sebagian besar siswa menargetkan masuk ke berbagai UIN di Indonesia.

Selain itu, pihak sekolah berharap UIN Maulana Malik Ibrahim Malang dapat melakukan kunjungan balasan ke SMA/MA Plus Assa’adah Serang sebagai bentuk penguatan silaturahmi dan kerja sama pendidikan.

Menanggapi harapan tersebut, Ketua Admisi UIN Malang menyatakan kesiapan institusinya untuk menindaklanjuti undangan resmi dan menjalin kolaborasi yang lebih intensif ke depan.

Kegiatan studi kampus ini diharapkan menjadi langkah awal terbangunnya sinergi berkelanjutan antara UIN Maulana Malik Ibrahim Malang dan SMA/MA Plus Assa’adah Serang dalam mendukung keberlanjutan pendidikan dan perencanaan masa depan siswa.

Reporter: Faiqotul Himmah 

Lebih Lanjut »
Kenalkan Keunggulan Kampus dan Peluang Global, UIN Malang Terima Kunjungan 94 Siswa MAN 2 Bojonegoro
Abadi Wijaya Selasa, 20 Januari 2026 . in Berita . 28 views
10689_b.png

MALIKI ISLAMIC UNIVERSITY - UIN Maulana Malik Ibrahim Malang menerima kunjungan studi kampus dari 94 siswa dan 9 guru pendamping MAN 2 Bojonegoro di Aula Microteaching Gedung Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK). Kegiatan ini bertujuan memberikan gambaran menyeluruh mengenai sistem akademik, jalur masuk, serta peluang pengembangan mahasiswa.

Rombongan disambut langsung oleh Ketua Admisi UIN Malang, Kyai Muhammad Jamaluddin Ma’mun, M.Si, beserta tim sosialisasi kampus. Dalam sambutannya, Ketua Admisi memaparkan perkembangan pesat UIN Malang, khususnya keberadaan Kampus 3 beserta berbagai fasilitas penunjang pembelajaran.

Sesi sosialisasi dilanjutkan dengan pemaparan teknis oleh Bapak Muhammad Abdullah Amir, Lc, yang menjelaskan secara rinci jalur penerimaan mahasiswa baru, mekanisme seleksi, serta peluang beasiswa. Materi ini menjadi bekal penting bagi siswa dalam merencanakan studi lanjut ke perguruan tinggi.

Kegiatan semakin bermakna dengan kehadiran Dr. H. Ahmad Soleh, M.Ag, dosen FITK, yang memberikan motivasi sekaligus mengenalkan International Class Program (ICP) sebagai salah satu keunggulan UIN Malang. Program ini membuka peluang student exchange ke luar negeri dan penguatan kompetensi global mahasiswa.

Seluruh rangkaian acara dipandu oleh Ibu Kurniawati, M.Kom selaku koordinator dan moderator. Diskusi berlangsung interaktif melalui sesi tanya jawab yang menunjukkan antusiasme tinggi dari para siswa.

Kunjungan ini diharapkan mampu membuka wawasan akademik siswa MAN 2 Bojonegoro sekaligus memperkuat peran UIN Maulana Malik Ibrahim Malang sebagai perguruan tinggi yang menyiapkan generasi unggul berdaya saing global.

Reporter: Faiqotul Himmah 

Lebih Lanjut »
Nostalgia Alumni: Kepala MAN 2 Bojonegoro Ajak 94 Siswa Gali Ilmu di Kampus Ulul Albab UIN Malang
Abadi Wijaya Selasa, 20 Januari 2026 . in Berita . 32 views
10688_bojonegoro.jpg

MALIKI ISLAMIC UNIVERSITY - Suasana hangat dan penuh keakraban menyelimuti Aula Microteaching Gedung Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Sebanyak 94 siswa dan 9 guru pendamping MAN 2 Bojonegoro mengikuti kegiatan kunjungan studi kampus untuk mengenal lebih dekat atmosfer akademik kampus berlogo Ulul Albab tersebut. Selasa, 20 Januari 2026.

Kegiatan ini terasa istimewa karena rombongan dipimpin langsung oleh Kepala MAN 2 Bojonegoro, Drs. Abd. Rozaq Z., M.Pd.I, yang merupakan alumni UIN Malang. Kehadirannya kembali ke almamater menjadi momen nostalgia yang sarat makna, baik secara personal maupun institusional.

Dalam sambutannya, Drs. Abd. Rozaq Z. menyampaikan rasa bangga melihat perkembangan UIN Malang yang kini semakin megah dan maju dibandingkan masa studinya dahulu. Ia juga menegaskan bahwa kunjungan ini merupakan tindak lanjut dari MoU yang telah disepakati pada akhir tahun lalu dalam kegiatan FGD Kepala Sekolah dan MGBK se-Jawa Timur di Kampus 3 UIN Malang.

Menurutnya, silaturahmi ini diharapkan menjadi jembatan bagi para siswa MAN 2 Bojonegoro untuk melanjutkan pendidikan tinggi di UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, sekaligus memperkuat hubungan kelembagaan yang telah terjalin.

Kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama dan penyerahan cinderamata sebagai simbol ikatan emosional dan komitmen berkelanjutan antara almamater dan institusi pendidikan menengah.

Reporter : Faiqotul Himmah 

Lebih Lanjut »
Rektor UIN Maliki Malang Lantik Tujuh Pejabat Baru
Abadi Wijaya Selasa, 20 Januari 2026 . in Berita . 116 views

 

10684_lantik.jpg

MALIKI ISLAMIC UNIVERSITY— Rangkaian agenda besar UIN Maulana Malik Ibrahim Malang berlanjut tanpa jeda. Usai mengukuhkan 11 guru besar, Selasa sore 20 Januari 2026, Rektor UIN Maliki Malang Prof. Dr. Hj. Ilfi Nur Diana, M.Si langsung melantik tujuh pejabat baru di lingkungan kampus.

Pelantikan berlangsung khidmat di Ruang Rektor. Hadir Ketua Senat, para Wakil Rektor, kepala biro, para dekan, Direktur Pascasarjana, Kepala SPI, Ketua P2B, serta sejumlah tamu undangan. 

10685_tujuh.jpg

Dalam sambutannya, Prof. Ilfi tidak berbasa-basi. Ia menegaskan bahwa para pejabat yang dilantik harus bekerja lebih keras untuk mengantarkan kampus berlogo Ulul Albab ini menjadi PTKIN unggul dan bereputasi internasional.

“UIN Maliki Malang tidak boleh kalah dengan perguruan tinggi lain. Apa pun yang menjadi kekurangannya harus segera diperbaiki,” ujarnya lugas.

Menurut Prof. Ilfi, kampus saat ini berada di persimpangan penting. Pilihannya jelas, tetap nyaman sebagai teaching university atau berani melompat menjadi entrepreneurial university yang kuat di riset. Jawabannya, kata dia, sepenuhnya ada di tangan para pimpinan.

Transformasi, lanjutnya, bukan pilihan tambahan, melainkan kebutuhan. UIN Maliki Malang harus mampu beradaptasi dengan tuntutan global, termasuk memperkuat daya saing riset dosen dan mahasiswa.

10686_sat.jpg

“Ini memang tidak mudah. Tapi tidak ada kata tidak mungkin. Kuncinya ada pada niat dan kerja keras kita bersama,” tuturnya, disambut anggukan para hadirin.

Sorotan lain yang tak kalah serius adalah pemeringkatan internasional. Prof. Ilfi menegaskan dirinya tidak ingin UIN Maliki Malang tertinggal dalam pemeringkatan global seperti UniRank maupun QS World University Rankings, bahkan dibandingkan dengan sesama PTKIN.

“Kekurangannya harus dikejar. Target kita jelas, menjadi yang terdepan dan terbaik,” tegasnya.

Adapun pejabat yang dilantik antara lain Dr. Meldona, M.M. sebagai Wakil Dekan Bidang Akademik Fakultas Ekonomi. Dr. Abdussakir, M.Pd dipercaya sebagai Kepala Pusat Pengembangan Kurikulum, sementara Dr. Ririen Kusumawati, M.Kom menjabat Kepala Pusat Pengembangan Standar Mutu. Romi Faslah, M.Si dilantik sebagai Kepala Pusat Kemahasiswaan.

Selanjutnya, Wiwik Budi Wasito, S.H., M.H mengemban amanah sebagai Kepala Pusat Pengembangan Hukum dan Advokasi, serta Dr. H. Helmi Syaifuddin, M.Fil.I sebagai Kepala Pusat Pemeringkatan Universitas.

10687_bersama.jpg

Untuk jabatan ketua program studi, Rektor mempercayakan Kholilah, M.S.A sebagai Ketua Program Studi Akuntansi dan Dr. Burhan Ma’arif Z. A., M.Farm sebagai Ketua Program Studi Magister Farmasi untuk masa jabatan 2025–2029.

Dengan formasi baru ini, UIN Maliki Malang menegaskan satu hal. Setelah pengukuhan guru besar dan pelantikan pejabat, tidak ada waktu untuk berpuas diri. Targetnya jelas, bergerak lebih cepat, berpikir lebih jauh, dan bersaing di level yang lebih tinggi.

Lebih Lanjut »
Kukuhkan 11 Guru Besar, Rektor UIN Malang Tekankan Pendidikan dari Hati
Abadi Wijaya Selasa, 20 Januari 2026 . in Berita . 69 views
10683_media.jpeg

MALIKI ISLAMIC UNIVERSITY— Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang mengukuhkan 11 guru besar dalam Rapat Terbuka Senat yang digelar Selasa, 20 Januari 2026. Momen ini menjadi penanda kuat komitmen kampus dalam memperkuat mutu keilmuan sekaligus karakter pendidikan Islam yang berwawasan global.
Rektor UIN Maliki Malang Prof. Dr. Hj. Ilfi Nur Diana, M.Si secara langsung memimpin prosesi pengukuhan. Sebelas guru besar yang dikukuhkan berasal dari beragam bidang strategis, mulai dari pendidikan, hukum, sastra, psikologi, hingga kajian Islam kontemporer.
Mereka adalah Prof. Dr. H. Abdul Bashith, M.Si bidang Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial, Prof. Dr. H. Moh. Padil, M.Pd.I bidang Kebijakan Pendidikan Islam, Prof. Dr. H. M. Faisol, M.Ag bidang Sastra Arab, Prof. Dr. M. Fahim Tharaba, M.Pd bidang Manajemen Mutu Pendidikan Islam, Prof. Dr. Danial Hilmi, S.Hum., M.Pd bidang Teknologi Pembelajaran Bahasa Arab, Prof. Dr. H. Muhammad Walid, MA bidang Kepemimpinan Pendidikan Islam, Prof. Dr. Khoirul Hidayah, MH bidang Hukum Ekonomi, Prof. Dr. Siti Mahmudah, M.Si bidang Psikologi Sosial, Prof. Dr. Muhammad Asrori, M.Ag bidang Strategi Pembelajaran Pendidikan Agama Islam, Prof. H. Aunur Rofiq, Lc., M.Ag., Ph.D bidang Tafsir Tematik, serta Prof. Dr. H. M. Lutfi Mustofa, M.Ag bidang Pemikiran Islam Indonesia.

10682_siapa.jpeg


Dalam sambutannya, Rektor menyampaikan bahwa menjadi guru besar di UIN Maliki Malang bukan sekadar capaian akademik, tetapi juga amanah besar. Ia menegaskan reputasi internasional kampus yang terus menguat, terlihat dari tingginya minat mahasiswa asing dari Eropa, Afrika, hingga Amerika, termasuk pendaftar program doktoral S2 dan S3.
“Kepercayaan dunia internasional itu tidak datang tiba-tiba. Kita juga satu-satunya PTKIN yang dipercaya pemerintah memperoleh pendanaan luar negeri bernilai hampir Rp1 triliun. Itu bukti bahwa UIN Maliki Malang diperhitungkan,” ujar Prof. Ilfi.
Menurutnya, awal 2026 menjadi masa “panen guru besar” yang diharapkan tidak berhenti pada gelar, tetapi melahirkan lompatan kemajuan pendidikan. Pendidikan berkualitas, kata dia, tidak cukup dengan transfer ilmu, melainkan harus melahirkan lulusan berkarakter, bermoral, dan memiliki nilai keislaman yang kuat.
Lebih jauh, Rektor mengajak para profesor melakukan refleksi. Apakah ilmu yang diajarkan benar-benar mengendap di hati mahasiswa, atau justru hilang sesaat setelah keluar kelas. Ia mengutip pesan Menteri Agama RI Prof. Nasaruddin Umar tentang pentingnya pembelajaran yang hidup, tidak berhenti pada retorika, tetapi hadir dengan hati.
“Apa yang keluar dari hati akan bersemayam lama di hati. Guru besar harus dekat dengan mahasiswanya, membangun relasi emosional, bukan sekadar menyampaikan materi,” ujarnya.
Rektor juga menekankan peran dosen di era kini yang tidak cukup hanya menjadi pengajar, tetapi juga pendidik utuh. Menjadi murobbi, mursyid, sekaligus teladan akhlak. Integrasi ilmu dan Islam, membaca ayat qauliyah dan kauniyah, disebutnya sebagai kewajiban akademik dan spiritual di UIN Maliki Malang.
Pengukuhan ini menegaskan arah UIN Maliki Malang sebagai kampus yang tidak hanya mencetak sarjana dan doktor, tetapi menyiapkan calon pemimpin yang beriman, bertakwa, dan berilmu. Gelar profesor boleh berada di langit akademik, tetapi tanggung jawabnya harus tetap berpijak di bumi, dekat dengan mahasiswa dan realitas bangsa.

Lebih Lanjut »
Prof. Khoirul Hidayah Kukuhkan Gagasan Keadilan Perdagangan Karbon bagi Masyarakat Adat
Iffatunnida Selasa, 20 Januari 2026 . in Berita . 71 views
10680_buirul.jpg



MALIKI ISLAMIC UNIVERSITY-Fakultas Syariah Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang resmi menambah jajaran guru besar. Prof. Dr. Khoirul Hidayah, MH. dikukuhkan sebagai Guru Besar Bidang Hukum Ekonomi bersama 10 guru besar lainnya, Selasa, 20 Januari 2026. Dalam pidato pengukuhan yang sarat isu strategis, Prof. Khoirul mengangkat tema Keadilan Ekologi Ekonomi Masyarakat Hukum Adat dalam Perdagangan Karbon Sektor Kehutanan di Indonesia. Tema ini dinilai relevan di tengah menguatnya komitmen global menghadapi perubahan iklim.
Ia menegaskan bahwa perubahan iklim bukan sekadar isu lingkungan, melainkan persoalan keadilan ekonomi dan hukum. "Indonesia telah menunjukkan komitmen melalui ratifikasi Paris Agreement lewat Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2016 serta target penurunan emisi dalam NDC sebesar 29% hingga 41% pada 2030. Komitmen tersebut kemudian diturunkan dalam Peraturan Presiden Nomor 98 Tahun 2021 tentang Nilai Ekonomi Karbon. “Perdagangan karbon tidak boleh berhenti pada angka dan target. Harus ada manfaat nyata bagi masyarakat yang selama ini menjaga hutan,” ujar Prof. Khoirul.
Ia menyoroti posisi strategis masyarakat hukum adat yang secara konstitusional telah diakui negara melalui Pasal 18B ayat (2), Pasal 28I ayat (3), dan Pasal 32 ayat (1) UUD 1945. Namun dalam praktiknya, pengakuan tersebut belum sepenuhnya berbanding lurus dengan akses dan perlindungan ekonomi.
Dalam kajiannya, Prof. Khoirul menggunakan perspektif keadilan dari Aristoteles, Thomas Aquinas, hingga John Rawls. Tiga pilar keadilan ia tekankan. Pertama, keadilan rekognisi yang menempatkan masyarakat adat sebagai subjek ekonomi sah dalam perdagangan karbon. Regulasi sudah mulai dibuka melalui Peraturan Menteri LHK Nomor 7 Tahun 2023, namun ketiadaan Undang-Undang Masyarakat Adat masih menjadi pekerjaan rumah besar negara.

10681_buirul1.jpg


Kedua, keadilan distributif. Menurutnya, negara harus menjamin distribusi manfaat dan beban yang adil. Upaya Kementerian Kehutanan membentuk tim tugas khusus diapresiasi, namun perlu diperkuat agar peran masyarakat adat sebagai penjaga hutan tidak berhenti pada simbol.
Ketiga, keadilan prosedural. Di titik ini, Prof. Khoirul menyoroti peran pemerintah daerah. Hingga kini, Jawa Timur belum memiliki peraturan daerah yang secara tegas mengakui dan melindungi masyarakat hukum adat, sehingga pengelolaan hutan adat belum berjalan optimal.
Mengutip Jeremy Bentham, ia menegaskan bahwa hukum harus berbasis manfaat bagi kebahagiaan manusia. “Kebijakan perdagangan karbon harus menghadirkan keadilan yang bisa dirasakan langsung oleh masyarakat adat,” katanya.
Menutup pidato, Prof. Khoirul menekankan bahwa pengukuhan guru besar bukan garis akhir, melainkan awal tanggung jawab akademik yang lebih besar bagi pengembangan ilmu, institusi, dan peradaban.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada pimpinan universitas, Senat, keluarga, dan seluruh pihak yang telah memberikan dukungan. Dengan gaya khas akademisi humanis, ia menutup dengan bait sederhana namun bermakna, menjadikan momen pengukuhan terasa hangat dan berkesan.
Di usia akademik yang matang, Prof. Khoirul tak hanya membawa gelar, tetapi juga pesan kuat. Hukum, lingkungan, dan keadilan sosial harus berjalan seiring. Jika tidak, target iklim hanya akan berhenti di atas kertas.

Lebih Lanjut »

UNIVERSITAS ISLAM NEGERI
MAULANA MALIK IBRAHIM MALANG
Jalan Gajayana No. 50 Malang 65144
Telp: +62-341 551-354 | Email : info@uin-malang.ac.id

facebook twitter instagram youtube
keyboard_arrow_up