Daftar Kategori: Ulasan


UIN Maliki Malang Gelar UP UKMPPG 2026, Hampir 8 Ribu Guru Ikuti Ujian Penentu Guru Profesional
Abadi Wijaya Sabtu, 21 Februari 2026 . in Berita . 126 views
10801_upp.jpg

 

MALIKI ISLAMIC UNIVERSITY– Program Studi Pendidikan Profesi Guru (PPG) LPTK UIN Maulana Malik Ibrahim Malang kembali menggelar Uji Pengetahuan (UP) Uji Kompetensi Mahasiswa Pendidikan Profesi Guru (UKMPPG) Periode 1 Tahun 2026 pada 21–22 Februari 2026. Ujian ini menjadi tahap akhir yang menentukan kelayakan peserta untuk menyandang predikat guru profesional.

UP UKMPPG sering disebut sebagai “gerbang terakhir” bagi calon guru. Kualitas pelaksanaan ujian diyakini sangat menentukan mutu lulusan. Proses yang disiplin dan bermartabat diharapkan melahirkan guru yang tidak hanya kuat secara akademik dan pedagogik, tetapi juga memiliki karakter dan integritas.

10804_siap.jpg

Pelaksanaan ujian dimonitor langsung oleh Dekan Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) Prof. Dr. H. Muhammad Walid, M.A., para Wakil Dekan, Ketua dan Sekretaris Prodi PPG, penyelia, serta para pengawas. Kehadiran pimpinan fakultas menjadi bentuk komitmen menjaga kredibilitas proses uji kompetensi.

Wakil Dekan Bidang Akademik dan Pengembangan Kelembagaan FITK, Dr. M. Yunus, M.Si., menekankan bahwa profesionalisme pengawas menjadi kunci utama. Ia menjelaskan pengawas tidak hanya menjalankan aturan secara ketat, tetapi juga harus humanis.

10803_yunus.jpg

“Pengawas menjaga integritas ujian, namun tetap menghormati martabat peserta. Ketegasan perlu, tapi pendekatan manusiawi juga penting agar peserta dapat mengikuti ujian dengan nyaman tanpa menurunkan standar,” ujarnya saat ditemui di lokasi ujian.

Selain itu, kelancaran jaringan juga menjadi perhatian utama karena ujian dilaksanakan berbasis sistem daring. Tim PTIPD disiagakan penuh selama pelaksanaan untuk mengantisipasi kendala teknis.

10802_ppg.jpg

UP UKMPPG periode ini diikuti sekitar 7.998 guru dari berbagai daerah di Indonesia, mulai dari Aceh hingga Papua. Jumlah peserta yang besar menunjukkan tingginya kebutuhan peningkatan profesionalisme guru nasional.

Salah satu penyelia UP UKMPPG, Drs. H. Mujahid, M.Ag., menyampaikan hasil pemantauannya menunjukkan pelaksanaan berjalan tertib. Panitia dan pengawas dinilai disiplin sejak tahap briefing hingga ujian berlangsung.

“Secara umum pelaksanaan sangat lancar. Tidak ada kendala jaringan yang berarti. Kalau pun muncul masalah teknis kecil, tim teknis langsung menangani,” jelasnya.

Melalui kegiatan ini, LPTK UIN Maulana Malik Ibrahim Malang berharap seluruh peserta mengikuti ujian dengan jujur dan tertib. UP UKMPPG tidak hanya menjadi evaluasi akademik, tetapi juga instrumen strategis untuk memastikan setiap guru yang diluluskan benar-benar siap mengemban tanggung jawab sebagai pendidik profesional.

Ujian ini sekaligus menegaskan peran kampus dalam meningkatkan kualitas pendidikan nasional. Harapannya sederhana tetapi penting: ketika proses seleksi dijaga ketat, ruang kelas di seluruh Indonesia akan diisi oleh guru yang kompeten, berintegritas, dan siap menghadapi tantangan pendidikan masa kini.

Lebih Lanjut »
UIN Malang Perkuat Integritas UP PPG Batch IV, Siapkan Guru Profesional yang Adaptif dan Berkarakter
Abadi Wijaya Jumat, 20 Februari 2026 . in Berita . 104 views

 

10799_bismillah.jpg

MALIKI ISLAMIC UNIVERSITY -UIN Maulana Malik Ibrahim Malang kembali menegaskan komitmennya dalam mencetak guru profesional melalui pembekalan panitia dan pengawas Uji Pengetahuan Pendidikan Profesi Guru atau UP PPG Batch IV. Kegiatan yang digelar Jumat, 20 Februari 2026 di Hotel Regent's Park ini menjadi langkah strategis untuk memastikan pelaksanaan ujian berjalan tertib, jujur, dan berkualitas.

Pembekalan dipimpin langsung oleh Dekan Fakultas Tarbiyah dan Keguruan, Muhammad Walid selaku penanggung jawab program. Turut hadir Wakil Rektor Bidang Akademik, Basri dan Wakil Rektor Bidang AUPK, Zainal Habib.

Dalam arahannya, pimpinan menyampaikan bahwa peserta UP TUK UIN Maliki Malang berjumlah 7998 peserta. Beliau menekankan kepada tim pengawas ujian bahwa UP PPG bukan sekadar agenda rutin. Ujian ini menjadi pintu lahirnya guru bersertifikat pendidik yang berintegritas. "Mohon kepada 200 pengawas untuk lebih teliti dan disiplin serta komitmen menjaga kejujuran sebagai kunci utama," pesannya. 

Tidak hanya soal teknis ujian, pembekalan juga mengupas arah baru PPG Dalam Jabatan Transformasi Batch IV Tahun 2025. Materi disampaikan oleh Direktur Pendidikan Agama Islam Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama RI, M. Munir.

10798_dekan.jpg

Ia menegaskan bahwa PPG transformatif tidak lagi berhenti pada penguasaan materi ajar. Guru dituntut adaptif terhadap perubahan zaman, menguatkan literasi digital, serta mampu membangun karakter peserta didik. Transformasi ini penting, mengingat masih ada ribuan guru yang belum tersertifikasi dan menunggu proses penataan kebijakan yang lebih efektif.

Sejumlah tantangan juga dibahas secara terbuka. Kendala jaringan internet, listrik padam, perangkat yang bermasalah, hingga potensi pelanggaran seperti penggunaan joki menjadi perhatian serius. Panitia diingatkan untuk tegas namun tetap bijak. Pengawasan harus ketat, tetapi tidak mematikan empati ketika peserta benar-benar menghadapi kendala teknis.

10800_munir.jpg

Sesi berikutnya menghadirkan dua penyelia nasional, yakni Jumarim dari UIN Mataram dan Mujahid dari UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Keduanya memaparkan alur teknis pelaksanaan ujian, standar pengawasan, hingga mekanisme pelaporan apabila terjadi situasi darurat di lapangan.

Diskusi berlangsung dinamis. Peserta aktif mengajukan pertanyaan, terutama terkait prosedur pengawasan dan skema koordinasi jika terjadi kendala non teknis. Antusiasme ini menunjukkan keseriusan panitia dalam menjaga mutu dan kredibilitas ujian.

Melalui persiapan matang ini, UIN Malang menargetkan UP PPG Batch IV berlangsung tertib, transparan, dan akuntabel. Harapannya jelas. Peserta tidak hanya lulus secara administratif, tetapi benar-benar siap menyandang gelar guru profesional.

Karena pada akhirnya, kualitas pendidikan tidak hanya ditentukan oleh kurikulum atau gedung megah. Ia bertumpu pada guru yang siap belajar, beradaptasi, dan memimpin perubahan di kelasnya masing-masing.

Lebih Lanjut »
Rapat Koordinasi SAKIP, Pimpinan UIN Malang Tekankan Kerja Keras dan Lompatan Kinerja
Abadi Wijaya Jumat, 20 Februari 2026 . in Berita . 63 views
10797_rapat.jpg
BERSINERGI: Wakil Rektor Bidang AUPK Dr. Zainal Habib, M.Hum (kanan) saat memberikan arahan dalam rapat persiapan SAKIP dan Laporan Kinerja Rektor Tahun 2025. Jumat, 20 Februari 2026.

MALIKI ISLAMIC UNIVERSITY -Atmosfer kerja cepat dan penuh target kembali terasa di lingkungan, jajaran pimpinan menggelar rapat koordinasi persiapan penyusunan Sitem Akuntabilitas Kinerja Instalasi Pemerintah (SAKIP) dan laporan kinerja Rektor tahun 2025 yang dipimpin Wakil Rektor Bidang AUPK, Dr. Zainal Habib, M.Hum, bersama Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan Prof. Dr. H. Triyo Supriyatno serta Kepala Biro AAKK dan AUPK. Jumat, 20 Februari 2026.

Rapat ini bukan sekadar agenda administratif tahunan. SAKIP, sebagai laporan akuntabilitas kinerja, diposisikan sebagai cermin keseriusan kampus dalam mengelola program, anggaran, dan capaian kinerja secara terukur dan transparan.

Dalam arahannya, Zainal Habib mengingatkan bahwa seluruh tim kerja berada di bawah komando Rektor yang terus melahirkan gagasan dan lompatan strategis bagi kemajuan kampus. Setiap ide besar itu, menurutnya, menuntut respons cepat dan kerja nyata dari seluruh satuan kerja.

“Sudah tidak ada lagi ruang untuk bekerja dengan ritme santai. Setiap satker harus bergerak sesuai tupoksinya, dengan inovasi dan kerja keras,” tegas dosen filsafat tersebut di hadapan peserta rapat.

Penegasan itu sekaligus menjadi pengingat bahwa SAKIP bukan sekadar dokumen formalitas. Setiap program harus memiliki bukti dukung yang kuat dan terukur. Kinerja yang terdokumentasi dengan baik akan berdampak langsung pada peningkatan mutu layanan kampus, sekaligus menjadi dasar penilaian dalam sistem remunerasi.

Zainal Habib juga menyampaikan harapan agar capaian kinerja tahun ini mampu mendorong peningkatan remunerasi bagi seluruh elemen yang berkontribusi. Kerja keras, menurutnya, harus berbanding lurus dengan apresiasi yang layak.

Rapat koordinasi ini menjadi bagian dari langkah sistematis untuk memperkuat tata kelola, meningkatkan akuntabilitas, dan memastikan setiap program berjalan efektif. Targetnya jelas, membawa kampus berlogo Ulul Albab ini menuju level internasional dengan dampak nyata dan berkelanjutan.

Langkah menuju kampus bertaraf global memang tidak bisa ditempuh dengan kecepatan biasa. Dibutuhkan konsistensi, soliditas tim, dan keberanian untuk terus berinovasi. Rapat ini menjadi pengingat bahwa mimpi besar hanya bisa dicapai dengan kerja besar.

Lebih Lanjut »
UIN Malang Gaspol Siapkan PMB 2026, Bidik Lulusan SMA hingga Madrasah
Abadi Wijaya Rabu, 18 Februari 2026 . in Berita . 116 views

 

10796_rapat.jpg

MALIKI ISLAMIC UNIVERSITY– Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang mulai memanaskan mesin penerimaan mahasiswa baru (PMB) 2026. Rabu, 18 Februari 2026, jajaran pimpinan kampus menggelar rapat koordinasi besar di Ruang Rapat Rektorat lantai 3 untuk memastikan proses rekrutmen berjalan cepat, rapi, dan tepat sasaran.
Rapat dipimpin Wakil Rektor Bidang Akademik Basri, M.A., Ph.D bersama Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan Prof. Dr. H. Triyo Supriyatno, M.Pd serta Wakil Rektor Bidang Kerja Sama dan Pengembangan Lembaga Prof. Dr. Abdul Hamid. Hadir pula Kepala Biro AAKK, para wakil dekan bidang akademik, wakil direktur, kepala bagian akademik, PTIPD, tim admisi, hingga Humas UIN Malang.
Dalam arahannya, Basri menegaskan PMB bukan sekadar agenda tahunan, melainkan “pintu utama” kualitas kampus di masa depan. Karena itu seluruh satuan kerja diminta bergerak serempak.
Ia mengajak seluruh unit bekerja cepat dan fokus pada target calon mahasiswa. UIN Malang, kata dia, tidak lagi hanya menyasar lulusan Madrasah Aliyah.
“Kita harus membuka jangkauan lebih luas. Ke depan tidak hanya madrasah, tetapi juga lulusan SMA. Saat ini sekitar 60 persen program studi di UIN Malang adalah prodi umum, sisanya berbasis keagamaan,” jelasnya.
Menurutnya, realitas itu harus diikuti strategi promosi yang lebih adaptif. Kampus dengan konsep integrasi sains dan Islam tersebut memiliki peluang besar menarik siswa sekolah umum yang mencari perguruan tinggi dengan nuansa religius sekaligus kuat di bidang sains, teknologi, ekonomi, dan sosial.
Basri juga mengingatkan pentingnya kerja tim lintas unit. Ia meminta seluruh pihak saling mengingatkan dan melakukan evaluasi agar layanan kepada calon mahasiswa semakin baik.
“Ayo tetap semangat, kita saling mengingatkan dan terus introspeksi,” tegasnya.
Sementara itu, data sementara menunjukkan minat pendaftar cukup tinggi. Jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) telah menembus 2.573 pendaftar dan masih terus bergerak hingga penutupan pada 18 Februari 2026 pukul 23.00 WIB.
Angka tersebut menjadi sinyal positif bahwa daya tarik UIN Malang terus meningkat. Kampus berharap koordinasi lintas unit, penguatan layanan digital oleh PTIPD, serta strategi komunikasi dari tim admisi dan humas mampu mengonversi minat pendaftar menjadi mahasiswa baru berkualitas.
Rapat koordinasi ini sekaligus menandai dimulainya fase intensif PMB 2026. Targetnya jelas, bukan hanya banyak, tetapi tepat. Karena pada akhirnya, kualitas mahasiswa hari ini akan menentukan wajah UIN Malang beberapa tahun ke depan.

Lebih Lanjut »
Dua dari Dua Belas Penulis Hadir, Bedah Buku The Future Society Soroti Kegelisahan Akademik dan Imajinasi Masa Depan
Abadi Wijaya Jumat, 13 Februari 2026 . in Berita . 88 views
10794_a1.jpeg

MALIKI ISLAMIC UNIVERSITY – LP2M UIN Maulana Malik Ibrahim Malang menggelar Bedah Buku The Future Society pada Jumat, 13 Februari 2026 di Aula Gedung Micro Teaching FITK. Kegiatan ini menghadirkan dua dari dua belas penulis buku tersebut, yakni Prof. Dr. Rumadi Ahmad, M.Ag. dan Prof. Dr. Ahmad Zainul Hamdi, M.Ag., sebagai narasumber utama.

Acara dibuka dengan sambutan Rektor UIN Malang, Prof. Dr. Hj. Ilfi Nur Diana, M.Si., yang dilanjutkan dengan penyerahan eksemplar buku secara simbolis dari para narasumber. Kegiatan ini menjadi ruang refleksi akademik atas arah masa depan masyarakat, agama, dan dunia pendidikan tinggi.

Imajinasi The Future Society lahir dari kegelisahan intelektual para penulis terhadap kondisi dunia akademik, khususnya di lingkungan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI). Ia menilai diskursus akademik saat ini kerap bersifat dangkal dan reaktif karena terlalu dipengaruhi oleh dinamika media sosial.

“Ini sebetulnya adalah kegalauan. Buku ini itu buku kegalauan, salah satunya kegalauan PTKI itu,” ungkapnya.

Menurutnya, manusia saat ini hidup dalam situasi perubagan besar yang nyaris tanpa preseden sejarah. Namun, kajian tentang masa depan justru belum menjadi perhatian serius di lingkungan akademik.

“Rasanya kita belum sungguh-sungguh menjadikan studi masa depan itu sebagai discourse yang secara serius digumuli,” ujarnya.

10795_a2.jpeg

Dalam salah satu bagiannya, Prof. Zainul Hamdi secara khusus mengulas imajinasi tentang agama di masa depan melalui pendekatan sosiologi agama. Ia menekankan bahwa agama perlu dipahami secara historis sebagai ekspresi simbolik manusia yang terus berubah, bukan dinilai dengan standar tunggal masa kini.

“Bagaimana kita mengimajinasikan tentang agama masa depan? Ini wilayah yang taruhannya sangat besar,” tegasnya.

Sementara itu, Prof. Dr. Rumadi Ahmad, M.Ag—Staf Ahli Menteri HAM sekaligus Ketua PBNU—menyampaikan bahwa buku ini merupakan upaya kolektif para akademisi untuk menghidupkan kembali keberanian berpikir visioner di tengah perubahan sosial yang cepat dan kompleks. Ia menegaskan pentingnya peran perguruan tinggi sebagai ruang produksi gagasan strategis, bukan sekadar respons terhadap isu sesaat.

Melalui kegiatan ini, UIN Malang menegaskan komitmennya dalam mendorong tradisi akademik yang kritis, reflektif, dan berorientasi pada masa depan. (kml)

Reporter: Ajeng Ayu Kemala

Lebih Lanjut »
Prof. Lutfi Mustofa Soroti Kritik Internal NU dalam Bedah Buku The Future Society
Abadi Wijaya Jumat, 13 Februari 2026 . in Berita . 87 views
10792_bapak.jpeg

MALIKI ISLAMIC UNIVERSITY – Prof. Dr. H. M. Lutfi Mustofa, M.Ag, Guru Besar UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, menekankan pentingnya kritik internal dan kejujuran akademik dalam diskursus masa depan Nahdlatul Ulama (NU) saat menjadi pembedah dalam acara Bedah Buku The Future Society yang diselenggarakan oleh LP2M UIN Malang, Jumat 13 Februari 2026, di Aula Gedung Micro Teaching FITK.

Dalam pemaparannya, Prof. Lutfi mengulas buku Imajinasi The Future Society dengan menempatkannya dalam konteks Muktamar Pemikiran NU menjelang Pilpres. Ia menyampaikan bahwa meskipun muktamar tersebut diselenggarakan secara terbuka, muncul kritik dari internal NU terkait desain narasumber yang dinilai belum sepenuhnya merepresentasikan keberagaman warga Nahdliyin, seperti kiai dan nyai pesantren serta kelompok akar rumput NU.

“Buku ini adalah sebuah ikhtiar para aktivis Nahdliyin untuk menggeser orientasi percakapan politik yang reaktif ke arah pembicaraan tentang masyarakat,” ujar Prof. Lutfi.

Kedua, buku ini dinilai kuat karena menghadirkan kritik epistemologis dari internal NU, termasuk kritik Ketua PBNU, Gus Yahya, yang mempertanyakan arah pemikiran NU, problem representasi, serta otoritas dalam mendefinisikan masa depan NU.

Ketiga, Prof. Lutfi menegaskan adanya kejujuran akademik dalam buku ini yang tidak menawarkan jawaban final, melainkan membuka ruang refleksi kritis bagi pembacanya.

“Buku ini menyiratkan sebuah kejujuran, bukan kepura-puraan,” tegasnya.

10793_pp.jpeg

Ia menambahkan bahwa diskursus tentang masa depan NU pada dasarnya juga merupakan diskursus tentang masa depan Indonesia, mengingat masyarakat NU merupakan bagian tak terpisahkan dari masyarakat Indonesia. (kml)

Reporter: Ajeng Ayu Kemala

Lebih Lanjut »
Cetak Investor Muda, Galeri Investasi Syariah Himpun 50 Peserta dalam First Gathering
Abadi Wijaya Jumat, 13 Februari 2026 . in Berita . 80 views
10791_gis.jpg

MALIKI ISLAMIC UNIVERSITY - Ruang Laboratorium Fakultas Ekonomi UIN Maulana Malik Ibrahim Malang pada Jumat, 13 Februari 2026, dipenuhi semangat belajar dan diskusi. Sebanyak 50 mahasiswa hadir dalam First Gathering Galeri Investasi Syariah, sebuah langkah awal membangun generasi kampus yang melek investasi dan siap bersaing di dunia pasar modal.
Ketua Galeri Investasi Syariah, Aida Sandy Aulia, menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan sekadar pertemuan biasa, tetapi fondasi untuk membentuk kelompok belajar yang progresif dan berkelanjutan.
“Kami ingin dari 50 peserta ini lahir mahasiswa yang memiliki insight kuat, tidak hanya memahami teori, tetapi juga berani praktik dan berkembang ke depannya,” ujarnya.
Rangkaian kegiatan dikemas sistematis dalam tiga sesi utama. Sesi pertama memperkenalkan instrumen reksadana dan potensi pengembangannya. Sesi kedua berfokus pada analisis serta tata cara transaksi Surat Berharga Pasar Modal (SPM). Sementara sesi ketiga menghadirkan pemateri dari mitra praktisi yang memberikan gambaran nyata tentang dinamika investasi di lapangan.
Direktur Galeri Investasi Syariah Nur Laili Fikriah M.Sc. dalam sambutannya memberikan motivasi penuh semangat kepada para peserta. Ia menegaskan agar mahasiswa tidak ragu memanfaatkan fasilitas laboratorium sebagai ruang bertumbuh dan mengasah kemampuan.
“Kesempatan ini tidak datang dua kali. Selagi masih menjadi mahasiswa dan memiliki fasilitas lengkap, gunakan sebaik mungkin. Dunia investasi memiliki peluang kerja yang sangat besar dan prospek yang luar biasa,” tegasnya.
Ia juga menambahkan bahwa pengurus Galeri Investasi Syariah akan terus dibina dan digodok agar siap bersaing di dunia profesional. Di sisi lain, masih banyak daerah dengan literasi keuangan yang minim, ditambah ancaman kejahatan siber di era digital yang semakin kompleks. Karena itu, mahasiswa diharapkan mampu menjadi agen perubahan yang membawa pemahaman investasi yang aman dan bertanggung jawab.
Melalui First Gathering ini, Galeri Investasi Syariah meneguhkan komitmennya sebagai ruang belajar, ruang praktik, sekaligus ruang tumbuh bagi mahasiswa yang ingin melangkah lebih jauh di dunia investasi. Sebuah awal kecil dengan semangat besar untuk masa depan finansial yang lebih cerah

Reporter : Faiqotul Himmah 

Lebih Lanjut »
Rektor Tekankan Teknologi Manusiawi pada Bedah Buku The Future Society
Abadi Wijaya Jumat, 13 Februari 2026 . in Berita . 82 views
10790_bu-rektor.jpg

MALIKI ISLAMIC UNIVERSITY–Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang menggelar kegiatan Bedah Buku The Future Society pada Jumat, 13 Februari 2026, di Aula Gedung Micro Teaching FITK. Kegiatan ini menghadirkan para akademisi dan tokoh nasional, serta dibuka dengan sambutan Rektor UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Prof. Dr. Hj. Ilfi Nur Diana, S.Ag., M.Si.

Dalam sambutannya, Rektor menyampaikan refleksi atas judul buku yang dibedah. “Ketika membaca judul buku ini saya teringat bahwa masyarakat kita telah bertransformasi berkali-kali. Apalagi di era AI saat ini, kita membayangkan bagaimana kehidupan masyarakat pada tahun 2030 dan seterusnya. Imajinasi yang ada dalam buku ini penting untuk kita simak bersama,” ungkapnya. Ia menambahkan bahwa UIN Maliki Malang menjadi salah satu kampus yang pertama membedah buku tersebut sebagai ruang akademik merespons perubahan zaman.

Rektor menegaskan bahwa perkembangan teknologi harus tetap berorientasi pada nilai kemanusiaan. “Kata kuncinya adalah bagaimana era 4.0 ini menjadi era teknologi yang manusiawi,” tegasnya. Menurutnya, pendidikan tinggi tidak boleh hanya mengejar penguasaan teknologi, tetapi juga memastikan keberpihakan pada aspek humanis.

Lebih lanjut, Prof. Ilfi menyoroti pentingnya penguatan keterampilan mahasiswa. “Sudahkah kita mengajarkan anak didik kita tidak hanya ilmu pengetahuan, tetapi juga skill?” ujarnya. Ia menekankan bahwa lulusan UIN Maliki Malang harus memiliki keterhubungan antara kemampuan teknologi dan dimensi kemanusiaan. “Lulusan kita harus mempunyai skill yang terhubung antara AI dengan manusia,” jelasnya.

Rektor juga menegaskan peran perguruan tinggi sebagai jembatan antara dunia akademik dan industri. “Kita harus menjadi jembatan antara perguruan tinggi dengan industri. Anak didik kita harus bergerak dari fixed mindset menuju growth mindset, dan dari ‘me paradigm’ menuju ‘we paradigm’ sebagai kesadaran kolektif,” ungkapnya.

Menutup sambutan, Prof. Ilfi mengajak seluruh sivitas akademika untuk memiliki imajinasi dalam membangun masa depan. “Kita harus punya imajinasi untuk mengembangkan anak didik dan masyarakat kita. Saya harap kita semua dapat selesai dengan diri kita sebelum kita memberikan kepada anak didik kita,” pungkasnya.

10789_foto-bersama-bedah-buku.jpg

 

Reporter: Nafiska Sayekti Ariyani

Lebih Lanjut »
Bedah Buku “The Future Society” di UIN Malang: Era AI Bukan Soal Mesin, Tapi Soal Manusia
Abadi Wijaya Jumat, 13 Februari 2026 . in Berita . 69 views

 

10787_b2.jpg

MALIKI ISLAMIC UNIVERSITY— Diskusi tentang kecerdasan buatan sering terdengar seperti obrolan teknisi. Namun suasana berbeda terasa di UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Jumat,13 Februari 2026. Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) yang dipimpin Dr. H. Isroqunnajah, M.Ag menghadirkan dua penulis buku The Future Society, Ahmad Zainul Hamdi dan Rumadi Ahmad, dalam forum bedah buku yang membicarakan masa depan manusia.

Rektor UIN Malang, Prof. Dr. Hj. Ilfi Nur Diana, M.Si membuka kegiatan dengan mengingatkan bahwa perkembangan artificial intelligence tidak perlu ditakuti, tetapi juga tidak boleh disikapi secara gegabah.

10788_b3.jpg

Menurutnya, teknologi harus ditempatkan sebagai alat untuk meningkatkan kualitas hidup, bukan sekadar menggantikan manusia. Kampus, katanya, memiliki tanggung jawab moral agar kemajuan teknologi berjalan beriringan dengan kematangan hati manusia.

“Era AI harus menjadi era yang membantu manusia menjadi lebih baik, bukan sekadar lebih cepat,” ujarnya.

Ia juga menyoroti tantangan generasi alfa yang tumbuh di tengah perubahan sangat cepat. Dunia kerja, lanjutnya, tidak lagi hanya melihat ijazah, tetapi kemampuan nyata. Perusahaan mencari kompetensi yang relevan, bukan sekadar gelar.

Menariknya, data global menunjukkan kebutuhan akan kemampuan manusia masih dominan. Sekitar 69 persen perekrutan di Asia Tenggara masih berbasis human skill, bukan AI skill. Artinya empati, komunikasi, etika, dan kreativitas tetap menjadi nilai yang tidak bisa diotomatisasi.

10786_b1.jpg

 

Karena itu perguruan tinggi perlu mengubah pola pikir. Lulusan tidak cukup hanya paham teori, tetapi harus memiliki kemampuan digital sekaligus keterampilan praktis yang terukur.

“Kampus harus memastikan lulusannya siap kerja, bukan hanya siap wisuda,” kata Ilfi sambil disambut tawa peserta.

Rektor juga berharap diskusi buku ini memantik imajinasi mahasiswa agar mampu beradaptasi cepat menghadapi dunia digital yang terus bergerak.

Sementara itu, Ahmad Zainul Hamdi menegaskan bahwa era disrupsi sudah tidak bisa dihindari. Masyarakat masa depan, menurutnya, sebenarnya sudah hadir melalui kehidupan digital sehari-hari.

Ia menyebut perubahan ini tidak jauh berbeda dengan transformasi besar dalam sejarah manusia. Dari era berburu menuju pertanian, manusia dulu juga mengalami keguncangan sosial.

“Sekarang kita mengalami hal yang sama. Bedanya hanya pada setting sosial dan perangkatnya,” jelasnya, merujuk pada pandangan Francis Fukuyama tentang perubahan peradaban.

Zainul menilai disrupsi tidak hanya terjadi pada ekonomi, tetapi juga pada ruang sosial dan bahkan praktik keagamaan. Teknologi robot berbasis AI akan semakin hadir dalam kehidupan manusia. Pertanyaannya bukan lagi apakah itu terjadi, melainkan bagaimana manusia menyikapinya.

Rumadi Ahmad menambahkan, fondasi sosial dan moral kebudayaan justru menjadi semakin penting di tengah perubahan teknologi yang cepat. Buku The Future Society ia hadirkan sebagai upaya memberi pencerahan agar masyarakat tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga pengendali arah peradaban.

Menurutnya, tantangan terbesar bukan kecanggihan mesin, melainkan kebijaksanaan manusia dalam menggunakannya.

Bedah buku tersebut akhirnya menegaskan satu hal sederhana. Masa depan memang dipenuhi algoritma, robot, dan data besar. Namun arah peradaban tetap ditentukan oleh karakter manusia. AI mungkin bisa menulis puisi, tetapi keputusan hidup tetap berada di tangan manusia yang memegangnya.

Lebih Lanjut »

UNIVERSITAS ISLAM NEGERI
MAULANA MALIK IBRAHIM MALANG
Jalan Gajayana No. 50 Malang 65144
Telp: +62-341 551-354 | Email : info@uin-malang.ac.id

facebook twitter instagram youtube
keyboard_arrow_up