MALIKI ISLAMIC UNIVERSITY – Seluruh ASN dan sivitas akademika Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang menggelar upacara peringatan Hari Amal Bakti Kementerian Agama RI ke-80, Sabtu, 3 Januari 2026. Upacara berlangsung khidmat di lingkungan kampus sebagai bagian dari refleksi delapan dekade pengabdian Kementerian Agama bagi bangsa.
Pada kesempatan tersebut, Kepala Biro AUPK UIN Maliki Malang, Dr. H. Muhtar Hazawawi, M.Ag, bertindak sebagai pembina upacara menggantikan Rektor UIN Maliki Malang, Prof. Dr. Hj. Ilfi Nur Diana, M.Si. Dalam amanatnya, Muhtar membacakan sambutan Menteri Agama RI, Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, MA.
Peringatan HAB ke-80 tahun ini mengusung tema “Umat Rukun dan Sinergi, Indonesia Damai dan Maju.” Menteri Agama menegaskan bahwa kerukunan tidak berhenti pada ketiadaan konflik, tetapi menjadi energi kebangsaan yang produktif. Perbedaan identitas, keyakinan, dan latar belakang sosial harus dirajut sebagai kekuatan kolaboratif untuk mendorong kemajuan Indonesia.
Dalam sambutannya, Menag mengingatkan bahwa kehadiran Kementerian Agama sejak awal merupakan kebutuhan nyata bangsa yang majemuk. Kemenag lahir bukan untuk satu golongan, melainkan sebagai ruang sinergi seluruh komponen bangsa agar kehidupan keagamaan tumbuh damai, adil, dan sejahtera.
Delapan puluh tahun perjalanan Kemenag juga menegaskan perannya sebagai penjaga nalar agama dalam bingkai kebangsaan. Peran tersebut kini semakin luas, mulai dari peningkatan kualitas pendidikan agama dan keagamaan, penguatan kerukunan berbasis kemanusiaan, pemberdayaan ekonomi umat, hingga memastikan agama hadir sebagai solusi atas persoalan bangsa.
Menag juga menyoroti capaian sepanjang 2025 melalui semangat “Kemenag Berdampak.” Transformasi digital dinilai telah menghadirkan layanan keagamaan yang lebih dekat, transparan, dan cepat. Di sisi lain, penguatan ekonomi umat melalui pesantren serta optimalisasi zakat, wakaf, dan dana sosial keagamaan menjadi penggerak ekonomi masyarakat.
Di bidang pendidikan, madrasah, sekolah keagamaan, dan perguruan tinggi keagamaan terus menunjukkan peningkatan kualitas. Inovasi kurikulum dan penguatan sarana prasarana membuat institusi pendidikan di bawah Kemenag sejajar dengan standar pendidikan nasional lainnya. Program Desa Sadar Kerukunan pun disebut sebagai contoh nyata bagaimana nilai kerukunan dibumikan langsung di tengah masyarakat.
Menatap masa depan, Menteri Agama mengingatkan tantangan besar era kecerdasan buatan dan dunia VUCA. ASN Kementerian Agama diminta tidak sekadar menjadi penonton, tetapi ikut mewarnai perkembangan AI dengan konten keagamaan yang valid, moderat, dan mencerahkan. Algoritma masa depan, menurutnya, tidak boleh kosong dari nilai ketuhanan dan kemanusiaan.
Menutup amanatnya, Menag mengajak seluruh ASN Kementerian Agama untuk terus bertransformasi menjadi pribadi yang adaptif, terbuka terhadap teknologi, dan sigap melayani umat dengan empati serta integritas. Dengan fondasi kerukunan, sinergi, dan penguasaan teknologi yang beretika, Indonesia diyakini mampu melangkah menuju masa depan yang damai, maju, dan bermartabat.
Upacara HAB ke-80 di UIN Maliki Malang pun menjadi penanda bahwa semangat pengabdian Kementerian Agama tetap relevan, bahkan semakin menantang. Delapan puluh tahun bukan usia pensiun, melainkan usia matang untuk terus bergerak, berpikir ke depan, dan memberi dampak nyata bagi umat dan bangsa.
MALIKI ISLAMIC UNIVERSITY— Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang mulai mematangkan persiapan peringatan Hari Amal Bhakti Kementerian Agama RI ke-80. Kepala Biro Administrasi Umum, Perencanaan, dan Keuangan (AUPK) UIN Maliki Malang, Dr. H. Muhtar Hazawawi, M.Ag, memimpin langsung rapat koordinasi bersama tim panitia HAB, Senin, 29 Desember 2025.
Dalam arahannya, Muhtar menegaskan bahwa peringatan HAB bukan sekadar agenda seremonial. Kegiatan ini membawa nama baik dan marwah Kementerian Agama, sekaligus menjadi cermin profesionalitas institusi pendidikan di bawah naungannya.
“Semua harus clear dan dipersiapkan dengan matang. HAB ke-80 ini bagian dari kebanggaan kita bersama,” ujarnya lugas.
Peringatan HAB tahun ini yang direncanakan berlangsung di Kampus Tiga UIN Maliki Malang, Kota Batu masih dipanding karena persoapan persiapan teknis di lapanga, sehingga pelaksanaannupacara HAB Kemenag RI Ke-80 ini masih tetap dilaksanakan di kampus 1 Jalan Gajayana no.50 Kota Malang.
Muhtar juga mengingatkan pentingnya ketepatan teknis, mulai dari kesiapan petugas upacara hingga kehadiran para undangan. Ia meminta panitia memastikan seluruh undangan tersampaikan dengan baik agar tidak ada pihak yang terlewat.
“Hal-hal kecil sering kali menentukan kesan besar,” katanya, setengah mengingatkan, setengah menyindir pengalaman klasik panitia acara.
Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana HAB UIN Maliki Malang, Hj. Umihanik, SE., MM, meminta setiap seksi bekerja detail dan disiplin sesuai tugas masing-masing. Pasalnya, rangkaian peringatan HAB juga akan diisi dengan penyerahan Satya Lencana Karya Satya kepada 94 ASN berprestasi di lingkungan UIN Maliki Malang.
Selain upacara dan penganugerahan, agenda syukuran juga akan digelar melalui prosesi potong tumpeng. Kegiatan ini menjadi simbol rasa syukur atas peringatan HAB Kementerian Agama RI ke-80 sekaligus atas perpindahan Fakultas Psikologi dan Humaniora ke Kampus Tiga.
Dengan persiapan yang terus dimatangkan, UIN Maliki Malang berharap peringatan HAB ke-80 tidak hanya berjalan khidmat dan tertib, tetapi juga meninggalkan kesan positif sebagai momentum refleksi, syukur, dan penguatan semangat pengabdian.
MALIKI ISLAMIC UNIVERSITY–UIN Maulana Malik Ibrahim Malang melaksanakan pelepasan Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Gelombang I Tahun Akademik 2025/2026, Selasa 23 Desember 2025. Sebanyak 2.582 mahasiswa akan diterjunkan ke berbagai wilayah pengabdian hingga 4 Februari 2025 dengan mengusung semangat “KKM 2025: Berdampak dan Bergerak”.
Ketua LP2M UIN Malang menjelaskan bahwa peserta KKM tahun ini terbagi dalam berbagai skema. KKM reguler diikuti oleh 1.591 mahasiswa, KKM mandiri sebanyak 462 mahasiswa, unggulan PSGAD 71 mahasiswa, unggulan Halal Center 52 mahasiswa, unggulan Moderasi Beragama 18 mahasiswa, reguler Family Corner Masjid 203 mahasiswa, inkubasi bisnis 19 mahasiswa, serta KKM internasional sebanyak 8 mahasiswa. Selain itu, KKM juga mencakup kluster pesantren yang tersebar di pesantren dan madrasah.
“Pendekatan KKM pada tahun ini lebih berfokus pada pemberdayaan masyarakat. Isu yang kita angkat meliputi penguatan moderasi beragama, penguatan ekoteologi, serta kesejahteraan masyarakat dengan perspektif SDGs,” ujar Ketua LP2M UIN Malang.
Ketua LP2M UIN Malang menegaskan bahwa KKM bukan sekadar kegiatan yang menuntaskan kewajiban akademik, melainkan sarana membentuk empati mahasiswa agar siap terjun di tengah masyarakat. Menurut Ketua LP2M, KKM UIN Malang memiliki kekhasan dengan empat pilar utama yang mencerminkan karakter insan Ulul Albab.
“Peserta KKM harus mencerminkan akhlak karimah, memiliki intelektual yang kuat, serta memberi manfaat nyata bagi masyarakat. Mahasiswa KKM merupakan duta kampus, sehingga penting untuk menghormati kearifan lokal dan adat istiadat setempat,” tegas Ketua LP2M UIN Malang. (n.a)
Reporter : Nafiska Sayekti Ariyani Fotografer : Ibrahim Al Hanif
MALIKI ISLAMIC UNIVERSITY–Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Prof. Dr. Triyo Supriyanto, M.Ag, secara resmi melepas mahasiswa peserta Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Gelombang I Tahun Akademik 2025/2026, Selasa 23 Desember 2025. Pelepasan dilakukan mewakili Rektor UIN Malang dalam sebuah prosesi resmi di kampus.
Dalam sambutannya, Prof. Triyo Supriyanto menegaskan bahwa kata berdampak menjadi identitas utama mahasiswa UIN Malang. Menurut Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, KKM merupakan ciri khas pengabdian mahasiswa UIN Malang yang hadir di berbagai lapisan masyarakat, mulai dari wilayah pegunungan hingga kawasan perkotaan.
“Identitas UIN Maulana Malik Ibrahim Malang adalah Ulul Albab. Maka KKM harus memberi dampak nyata di masyarakat, dan dampak tersebut hanya dapat terwujud jika disertai dengan gerak,” ujar Prof. Triyo Supriyanto.
Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan berharap mahasiswa mampu mengimplementasikan nilai-nilai Ulul Albab dalam setiap program yang dijalankan, sehingga kehadiran KKM benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan juga memohon bimbingan optimal dari para Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) selama pelaksanaan KKM.
Dengan mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim, atas nama Rektor UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Prof. Dr. Triyo Supriyanto, M.Ag secara resmi membuka dan melepas pelaksanaan KKM UIN Malang Tahun 2025. (n.a)
Reporter : Nafiska Sayekti Ariyani Fotografer : Ibrahim Al Hanif
MALIKI ISLAMIC UNIVERSITY— Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kementerian Agama RI bekerja sama dengan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang menggelar Seminar Nasional bertajuk Integrasi Filantropi dan Ekonomi Haji: Kontribusi untuk Pembangunan Berkelanjutan, Senin, 22 Desember 2025. Seminar yang berlangsung di Aula Rektorat UIN Maliki Malang itu membahas satu isu krusial: bagaimana dana umat dapat dikelola lebih berdampak bagi kesejahteraan nasional.
Sekretaris Ditjen PHU Kemenag RI Dr. H.M. Arif Hatim, M.Ag, dalam sambutannya menegaskan bahwa ibadah haji tidak semata berdimensi ritual. Di baliknya, terdapat dimensi sosial dan ekonomi yang sangat besar. Dengan jumlah jemaah haji Indonesia yang mencapai lebih dari 5 juta orang dalam daftar tunggu dan rata-rata kuota sekitar 221 ribu jemaah per tahun, potensi dana yang beredar mencapai nilai triliunan rupiah.
“Jika dikelola secara profesional, produktif, dan akuntabel, dana tersebut dapat memberi kontribusi nyata bagi pembangunan nasional dan penguatan kesejahteraan umat,” ujarnya.
Ia menjelaskan, instrumen filantropi keagamaan seperti zakat, infak, dan sedekah telah terbukti menjadi pilar penting dalam pengentasan kemiskinan. Namun hingga kini, integrasi antara filantropi keagamaan dan ekonomi haji masih belum optimal, baik dari sisi kebijakan, pemanfaatan riset, maupun sinergi antar aktor.
Seminar ini digelar untuk merespons kondisi tersebut. Tujuannya antara lain membangun ekosistem integratif antara filantropi dan ekonomi haji, menggali peluang pembiayaan strategis, menyajikan praktik baik pengelolaan dana umat, serta merumuskan rekomendasi kebijakan yang aplikatif bagi Kementerian Agama dan para pemangku kepentingan.
Rektor UIN Maulana Malik Ibrahim Malang Prof. Dr. Hj. Ilfi Nur Diana, M.Si, menyambut baik forum ini. Menurutnya, diskursus ekonomi keumatan selama ini kerap berjalan sendiri-sendiri.
“Filantropi dibahas di satu ruang, ekonomi haji dibahas di ruang lain. Padahal keduanya punya irisan yang sangat kuat dan potensial,” kata Prof. Ilfi.
Ia juga menyinggung kerja sama UIN Maliki Malang dengan Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) yang telah dijajaki sebelumnya. Menurutnya, dana haji bukan dana gratis, melainkan dana umat yang harus dikelola secara hati-hati, profesional, dan patuh regulasi.
“Kendala kita sering kali ada di regulasi, terutama yang berkaitan dengan Kementerian Keuangan. Ini perlu ruang dialog agar potensi besar ini tidak berhenti di atas kertas,” ujarnya.
Prof. Ilfi menambahkan, total dana haji yang dikelola BPKH saat ini mencapai sekitar Rp180 triliun. Angka tersebut menunjukkan daya ungkit ekonomi yang luar biasa jika diarahkan untuk pembiayaan pendidikan, riset, kesehatan, hingga pemberdayaan masyarakat.
Seminar ini menghadirkan sejumlah narasumber nasional, di antaranya Ketua BAZNAS Provinsi Jawa Timur, anggota BPKH, serta para akademisi dan pakar ekonomi Islam dari berbagai perguruan tinggi. Para pemateri membedah isu dari sudut pandang kebijakan, kerangka konseptual, hingga praktik pengelolaan dana umat di lapangan.
Diskusi berjalan dinamis dan kritis. Satu benang merah mengemuka: dana haji dan filantropi keagamaan memiliki potensi besar untuk menjadi motor pembangunan berkelanjutan, selama dikelola dengan visi jangka panjang dan keberanian berinovasi. "Jika tidak, peluang emas ini hanya akan jadi angka cantik di laporan tahunan," tutupnya.
MALIKI ISLAMIC UNIVERSITY— Rapat Tinjauan Manajemen (RTM) 2025 Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang mencapai babak penting. Rektor UIN Maliki Malang Prof. Dr. Hj. Ilfi Nur Diana, M.Si bersama 132 pimpinan secara resmi menyepakati dan menandatangani hasil rekomendasi RTM dalam sidang pleno yang digelar Jumat, 19 Desember 2025.
Penandatanganan ini menjadi penanda arah kebijakan kampus ke depan. Prof. Ilfi menegaskan bahwa penguatan Kurikulum Cinta dan ekologi tidak boleh berhenti di dokumen. Implementasinya harus dikawal secara konsisten dan berdampak nyata, dimulai dari internal kampus. Fokus utama diarahkan pada peningkatan kualitas publikasi jurnal dosen, sitasi karya ilmiah, serta penguatan pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi. “Kita harus memastikan keberdampakan itu terasa. Dari ruang kelas, dari karya dosen, hingga layanan kampus,” ujar Prof. Ilfi dalam arahannya.
Dalam kesempatan tersebut, Rektor juga menyampaikan perubahan pendekatan pengembangan SDM. Tahun depan, UIN Maliki Malang tidak lagi menggelar capacity building ke luar. Energi dan anggaran dialihkan sepenuhnya untuk memperkuat layanan mahasiswa. “Kita akan memberikan layanan yang sebesar-besarnya dan sebaik-baiknya untuk adik-adik mahasiswa,” tegasnya, dengan nada lugas.
Upaya peningkatan minat mahasiswa baru juga menjadi perhatian serius. Prof. Ilfi mendorong pembaruan kurikulum yang lebih adaptif serta penerapan skema hybrid learning yang relevan dengan kebutuhan generasi saat ini. Kampus, menurutnya, harus lentur tanpa kehilangan jati diri. Tak kalah penting, konektivitas lulusan dengan dunia kerja menjadi agenda prioritas. Career Development Center (CDC) didorong berada di garda depan sebagai penghubung aktif antara kampus dan dunia industri serta dunia kerja. Targetnya jelas. Lulusan UIN Maliki Malang tidak hanya lulus tepat waktu, tetapi juga cepat terserap dan sukses di dunia profesional. Sidang pleno yang berlangsung hingga malam hari tersebut juga mengesahkan hasil pembahasan Komisi 1 dan 2. Rekomendasi perbaikan mutu layanan, baik akademik maupun non akademik, termasuk penguatan sarana dan prasarana, mendapat atensi penuh seluruh pimpinan.
Ketua Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) UIN Maliki Malang Prof. Dr. Hj. Sri Harini, M.Si menekankan bahwa hasil RTM bukanlah garis finis. Evaluasi lanjutan akan terus dilakukan untuk memastikan setiap rekomendasi benar-benar dijalankan. “Hasil evaluasi ini tidak final. Kita akan mengukur realisasi perbaikan program agar dampaknya nyata dan dirasakan langsung oleh para pemangku kepentingan,” ujarnya. RTM 2025 pun menegaskan satu pesan penting. UIN Maliki Malang tidak sekadar merencanakan perubahan, tetapi menyiapkan langkah konkret agar mutu layanan, kualitas lulusan, dan relevansi kampus terus melesat. Mahasiswa diuntungkan, dosen tertantang, dan kampus dipaksa bergerak lebih gesit. Sebuah kombinasi yang, jika konsisten, sulit untuk gagal.
MALIKI ISLAMIC UNIVERSITY– Rapat Tinjauan Manajemen Mutu (RTM) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang menjadi panggung evaluasi serius atas kinerja kampus sepanjang 2024–2025. Dalam forum ini, Rektor UIN Maliki Malang Prof. Dr. Hj. Ilfi Nur Diana, M.Si menyampaikan pesan tegas soal pembenahan sistem remunerasi. Fokus utama diarahkan pada regulasi pembayaran remunerasi dosen dan tenaga kependidikan. Jumat, 19 Desember 2025.
Prof. Ilfi menegaskan, adanya kabar gembira, era pembagian remunerasi secara merata telah berakhir. Mulai sekarang, besaran remunerasi ditentukan oleh kinerja yang nyata dan terukur. “Jadi intinya nanti remunerasi berbasis kinerja dan berkeadilan,”tambahnya.
Rektor juga mengingatkan agar tidak ada upaya bermain data demi mengejar target remunerasi. Verifikasi akan dilakukan ketat. Setiap kecurangan pasti terdeteksi dan akan ditindak tegas. Ia menegaskan tidak ingin kecolongan lagi, apalagi kampus sudah memiliki arah yang jelas sebagai perguruan tinggi Islam unggul dan bereputasi internasional. Menurut Prof. Ilfi, reputasi internasional bukan slogan. Target itu menuntut integritas, kerja keras, dan kerja cerdas dari seluruh unsur kampus, mulai pimpinan, dosen, hingga tenaga kependidikan. "Tidak ada lagi istilah santai. UIN Malang harus unggul diberbagai aspek," pintanya dihadapan peserta RTM. Optimisme tetap dijaga. Dengan komitmen bersama dan konsistensi kerja, Prof. Ilfi yakin cita-cita besar kampus dapat diwujudkan. Pesannya singkat namun jelas, kerja nyata adalah mata uang baru di UIN Maliki Malang.
MALIKI ISLAMIC UNIVERSITY— Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang menggelar Rapat Tinjauan Manajemen (RTM) pada 19–20 Desember 2025 di Shanaya Resort, Kota Malang. Forum tahunan ini diikuti 132 pimpinan di lingkungan UIN Maliki Malang, mulai dari tingkat universitas hingga unit kerja.
Kegiatan yang dibuka pukul 08.30 WIB itu dihadiri langsung Rektor UIN Maliki Malang Prof. Dr. Hj. Ilfi Nur Diana, M.Si, para wakil rektor, para kepala biro serta para dekan, wakil dekan, kaprodi dan kepala UPT, lembaga dan unit. Kehadiran pimpinan tertinggi kampus tersebut menegaskan pentingnya RTM sebagai ruang evaluasi sekaligus penentuan arah kebijakan strategis universitas ke depan.
Dalam pembukaan RTM 2025, Kepala Biro AAKK Ita Hidayatus Solihah menyampaikan laporan kegiatan RTM 2025. Dalam laporannya, Kabiro AAKK yang beru dilantik itu menyampaikan bahwa peserta RTM diikuti oleh Panitia 132 pimpinan dan 39 panitia.
RTM ini merupakan kegiatan penting untuk menyatukan misi dan melakukan rencana dan evaluasi yang terukur. "Saya berharap RTM 20205 ini bisa berjalan lancar, produktif, dan bisa menghasilkan rekomendasi yang sesuai dengan pengembangan lembaga ini menuju reputasi internasional," harapnya.
Sementara itu, Prof. Ilfi secara resmi membuka rangkaian kegiatan RTM sebelum menyampaikan arahan serta kebijakan program prioritas UIN Maliki Malang.
Agenda kemudian berlanjut pada paparan hasil Audit Mutu Internal tahun 2025, umpan balik pelanggan tahun 2025, serta tindak lanjut hasil Tinjauan Manajemen tahun 2024. Materi ini disampaikan Kepala Pusat Audit dan Pengendalian Mutu, Sigit Priatmoko, M.Pd. Paparan tersebut memberi gambaran menyeluruh mengenai capaian mutu, respons pemangku kepentingan, serta konsistensi perbaikan berkelanjutan yang telah dan akan dilakukan.
Sesi berikutnya diisi pemaparan dari Ketua Satuan Pengawasan Internal Dr. Ridwan, S.Ag., M.Pd.I., bersama Kepala Pusat Pengembangan Standar Mutu Dr. Abdussakir, M.Pd. Keduanya mengulas status permintaan tindakan pencegahan dan perbaikan, kinerja proses layanan serta kesesuaian luaran, hingga berbagai perubahan yang memengaruhi sistem organisasi UIN Maliki Malang.
Memasuki tahap lanjutan, peserta RTM mengikuti sidang komisi untuk merumuskan rekomendasi peningkatan di berbagai bidang. Hasil kerja komisi kemudian dipaparkan dan diklarifikasi dalam sidang pleno. Rangkaian RTM ditutup dengan penandatanganan Rencana Tindak Lanjut dan rekomendasi RTM yang dipimpin oleh Prof. Dr. Hj. Sri Harini, M.Si.
Melalui RTM 2025, UIN Maliki Malang menegaskan komitmennya menjaga budaya mutu dan tata kelola perguruan tinggi yang akuntabel. Evaluasi boleh panjang dan diskusi bisa alot, tetapi arahnya jelas. Kampus ingin melangkah ke depan dengan keputusan yang berbasis data, bukan sekadar asumsi.
MALIKI ISLAMIC UNIVERSITY -Rektor UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Prof. Dr. Hj. Ilfi Nur Diana, M.Si, secara resmi membuka Rapat Tinjauan Manajemen (RTM) UIN Maliki Malang. Dalam arahannya, Prof. Ilfi mengajak seluruh pimpinan kampus menjadikan RTM sebagai ruang refleksi bersama, bukan sekadar agenda rutin pemenuhan administrasi. Jumat, 19 Desember 2025.
Menurutnya, capaian institusi harus dilihat secara jujur dan menyeluruh. Kinerja tahunan, kata Prof. Ilfi, menjadi tolak ukur utama kualitas perguruan tinggi. Bukan hanya laporan yang rapi, tetapi dampak nyata terhadap mutu pendidikan, lulusan, dan reputasi kampus.
Ia menyoroti masih adanya program studi yang lulusannya belum sepenuhnya memiliki keterampilan sesuai kebutuhan dunia kerja. Hal ini dinilai perlu menjadi perhatian serius seluruh fakultas. “Kita harus bertanggung jawab pada lulusan kita. Mereka membawa nama institusi ke mana pun mereka pergi,” ujarnya.
Prof. Ilfi juga memaparkan perkembangan kinerja institusi, mulai dari peningkatan jumlah mahasiswa, capaian indikator utama, hingga posisi UIN Maliki Malang dalam pemeringkatan nasional dan internasional. Ia menyebutkan bahwa peningkatan jumlah mahasiswa dan akreditasi yang telah diraih harus dibarengi dengan kualitas yang konsisten. "Target ke depan bukan hanya mempertahankan capaian, tetapi meningkatkannya secara terukur," ajaknya.
Di bidang publikasi ilmiah, Prof. Ilfi mengakui adanya tantangan. Meski anggaran publikasi terus ditingkatkan, dampaknya dinilai belum optimal terhadap reputasi internasional. Penurunan jumlah publikasi terindeks Scopus dan peringkat global menjadi catatan penting yang harus segera dibenahi melalui kolaborasi, riset yang relevan, serta dukungan nyata bagi dosen dan mahasiswa. "Soal anggaran akan kami support 100 persen," tegasnya penuh komitmen.
Ia juga menekankan pentingnya kesehatan mental mahasiswa. Beban akademik tidak boleh menjadi tekanan berlebihan yang justru berdampak negatif. Kampus, menurutnya, harus menjadi ruang aman untuk tumbuh, belajar, dan berprestasi.
Menutup arahannya, Prof. Ilfi mengajak seluruh pimpinan dan sivitas akademika berada dalam satu barisan. RTM dijadikan muhasabah bersama untuk melihat capaian, mengurai kendala, dan menyusun langkah terbaik menuju 2026. “Kita tidak boleh berhenti pada rasa bangga. Target kita jelas, bergerak lebih maju dengan kerja nyata dan data yang jujur,” pungkasnya.