PENJARINGAN CALON KEPALA PUSAT DAN CALON KETUA PROGRAM STUDI UNIVERSITAS ISLAM NEGERI MAULANA MALIK IBRAHIM MALANGMASA JABATAN 2025-2029
Dengan hormat, disampaikan bahwa dalam rangka menjalankan amanat PMA Nomor 15 Tahun 2017 tentang Statuta Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang dan PMA No. 40 Tahun 2018 tentang Perubahan Atas Peraturan Menteri Agama Nomor 15 Tahun 2017 tentang Statuta Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang, sehubungan dengan adanya pusat baru di Lembaga Penjaminan Mutu, maka perlu dilakukan pengisian jabatan: Kepala Pusat Pengembangan Standar Mutu, Kepala Pusat Pengembangan Kurikulum, Kepala Pusat Kemahasiswaan, Kepala Pusat Pengembangan Hukum dan Advokasi Lembaga Penjaminan Mutu UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, dan Ketua Program Studi Magister Farmasi Masa Jabatan 2025-2029, berikut kami sampaikan Petunjuk Teknis Penjaringan Calon Kepala Pusat/Ketua Program Studi sebagaimana terlampir. Informasi ini dapat juga didownload di www.uin-malang.ac.id. Kami berharap Bapak/Ibu yang berminat dan memenuhi persyaratan dapat berpartisipasi dalam penjaringan sebagaimana dimaksud.
MALIKI ISLAMIC UNIVERSITY — Suasana peringatan HUT Dharma Wanita Persatuan (DWP) ke-26 sekaligus Hari Ibu ke-97 di UIN Maulana Malik Ibrahim Malang mendadak hening. Di tengah rangkaian acara yang berlangsung khidmat, Rektor UIN Maliki Malang Prof. Dr. Hj. Ilfi Nur Diana, M.Si secara spontan melangkah ke depan membawa sebuah karangan bunga. Tujuannya satu, seorang sosok perempuan yang selama ini setia membersamai DWP dalam senyap. Ia adalah Ibu Rofiq, istri dari Husnur Rofiq, yang juga dikenal sebagai salah satu anggota senior DWP UIN Maliki Malang. Di usia yang telah menginjak 86 tahun, Ibu Rofiq masih istiqomah hadir mendampingi para anggota dan pengurus DWP. Usia yang tak lagi muda, tetapi semangatnya tetap menyala. Pemandangan itu membuat banyak mata berkaca-kaca. Tanpa protokoler yang kaku, Prof. Ilfi menyerahkan langsung karangan bunga tersebut sebagai bentuk penghormatan dan apresiasi. Bunga itu bukan sekadar rangkaian warna, tetapi simbol keindahan, ketulusan, kebahagiaan, dan kesejahteraan atas dedikasi yang telah diberikan selama puluhan tahun. “Terima kasih Ibu sudah membersamai ibu-ibu DWP UIN Malang. Semoga kebaikan dan keberkahan senantiasa membersamai beliau,” ucap Prof. Ilfi dengan suara yang penuh kehangatan. Doa itu pun diamini serentak oleh seluruh peserta seminar kesehatan yang hadir.
Momen tersebut menjadi titik paling emosional dalam rangkaian peringatan Hari Ibu tahun ini. Sosok Ibu Rofiq seolah menjadi representasi nyata ketulusan perjuangan perempuan. Tidak berada di panggung utama, tetapi setia menjaga kebersamaan, menyalakan semangat, dan menguatkan dari balik barisan. Bagi para anggota muda DWP UIN Maliki Malang, keteladanan Ibu Rofiq menjadi pengingat bahwa pengabdian tidak mengenal usia. Spiritnya menjadi cermin tentang arti setia, sabar, dan konsisten dalam berproses. Di hari yang didedikasikan untuk perempuan, UIN Maliki Malang tidak hanya merayakan dengan seremonial. Kampus ini memilih merawat nilai. Memberi ruang bagi sosok sederhana yang telah lama menanam kebaikan. Kadang, inspirasi terbesar lahir dari langkah yang paling sunyi.
MALIKI ISLAMIC UNIVERSITY — Rektor UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Prof. Dr. Hj. Ilfi Nur Diana, M.Si, hadir langsung memberi dukungan dalam peringatan HUT Dharma Wanita Persatuan (DWP) ke-26 dan Hari Ibu ke-97. Kehadiran orang nomor satu di UIN Maliki itu menjadi penanda kuat bahwa isu kesehatan perempuan dan peran ibu bukan sekadar agenda seremonial. Dalam arahannya, Prof. Ilfi menegaskan bahwa peran istri dan ibu memiliki posisi yang sangat menentukan dalam kehidupan keluarga. Ia menyampaikan bahwa setiap langkah seorang suami tak pernah lepas dari izin dan doa seorang istri. Kalimat itu disambut anggukan peserta, sebagian tersenyum, sebagian tampak merenung. Ia juga mengajak agar relasi suami istri dibangun dalam semangat kesalingan. Menurutnya, kegiatan bersama antara bapak dan ibu perlu terus diupayakan agar satu sama lain saling memahami peran, tantangan, dan tanggung jawab. Terlebih ketika yang dibahas menyangkut kesehatan perempuan dan kesehatan reproduksi, yang dampaknya langsung terasa dalam kehidupan keluarga.
Kesehatan alat reproduksi perempuan, termasuk payudara, disebutnya sebagai isu penting yang perlu dipahami sejak usia muda. Terutama bagi para remaja dan calon ibu. Pengetahuan sejak dini dianggap sebagai tameng utama menghadapi berbagai risiko penyakit yang dapat menyerang perempuan. Prof. Ilfi juga menyampaikan apresiasi atas kehadiran para santri dari sejumlah pondok pesantren di sekitar kampus, seperti Pondok Pesantren Luhur, Fatimiyyah, Azkiya, Sabilur Rosyad, Nurul Huda, dan Al Fadholi. Menurutnya, keterlibatan generasi muda perempuan dalam kegiatan edukatif semacam ini adalah investasi besar bagi kesehatan keluarga di masa depan. Dalam bagian yang paling reflektif, Prof. Ilfi berbagi pengalaman pribadinya sebagai seorang ibu. Ia bercerita tentang kebiasaan mengaji bersama anak-anaknya di waktu kecil, kebiasaan yang menurutnya sederhana, tetapi membekas dalam ingatan anak-anak hingga dewasa. Dari kisah itu, ia menegaskan bahwa teladan kecil yang dilakukan ibu di rumah sering kali menjadi warisan paling berharga bagi anak. Ia juga mengingatkan bahwa peran ibu tidak hanya mendidik secara fisik, tetapi juga membentuk kesehatan mental dan spiritual dalam keluarga. Keteladanan dinilai jauh lebih kuat daripada sekadar nasihat. Menutup sambutannya, Prof. Ilfi mendoakan seluruh ibu yang hadir agar selalu diberi kekuatan lahir dan batin, dilimpahi keberkahan dalam keluarga, serta dianugerahi anak-anak yang sukses dan berakhlak baik. Ia juga menyampaikan harapan agar pada kegiatan berikutnya, semakin banyak keluarga yang hadir bersama, membangun ruang belajar yang hangat dan bermakna. Peringatan HUT DWP ke-26 dan Hari Ibu ke-97 di UIN Maliki Malang pun terasa lebih dari sekadar perayaan. Di dalamnya mengalir pesan tentang peran ibu, kesehatan perempuan, dan masa depan keluarga yang dititipkan dari satu generasi ke generasi berikutnya.
MALIKI ISLAMIC UNIVERSITY — Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang Layyinah Basri, S. Ag menaruh perhatian serius pada isu kesehatan perempuan. Peringatan HUT DWP ke-26 yang bertepatan dengan Hari Ibu ke-97 tahun ini ditandai dengan penyelenggaraan Seminar Kesehatan bertajuk “Breast Aware and Healthy”. Rabu, 10 Desember 2025. Seminar yang digelar di Home Theater Fakultas Humaniora itu menjadi ruang edukasi bersama tentang pentingnya kesadaran deteksi dini kesehatan payudara. Tema yang diusung, “Breast Aware and Healthy: Edukasi untuk Kesehatan Perempuan Indonesia”, diarahkan untuk membangun pemahaman yang benar mengenai risiko, pencegahan, hingga langkah mandiri menjaga kesehatan payudara.
Narasumber utama dalam kegiatan ini adalah dr. Badariyatud Dini, Sp.BP.RE, dokter spesialis bedah plastik, rekonstruksi, dan estetik. Ia memaparkan secara komprehensif aspek medis kesehatan payudara serta pentingnya kewaspadaan sejak dini sebagai kunci utama pencegahan. Tidak hanya sebatas seminar, DWP juga menghadirkan layanan pemeriksaan kesehatan. Sebanyak 50 peserta pertama mendapat fasilitasi pengecekan gula darah, serta layanan SADANIS atau pemeriksaan payudara klinis yang dilakukan langsung oleh tenaga medis dari Klinik UMMI. Kegiatan ini diikuti oleh pengurus dan anggota DWP lintas unit, mulai dari DWP fakultas, DWP Pascasarjana, hingga PSGAD. Hadir pula para murabbiyah dan musyrifah Ma’had, serta perwakilan santri dari sejumlah pondok pesantren sekitar kampus, seperti Pondok Pesantren Luhur, Fatimiyyah, Azkiya, Sabilur Rosyad, Nurul Huda, dan Al Fadholi. Tingginya kasus kanker payudara di Indonesia menjadi latar penting penyelenggaraan seminar ini. DWP UIN Maliki Malang memandang literasi kesehatan sebagai fondasi utama dalam membentuk keluarga yang tangguh. Akses pengetahuan yang benar, konsultasi profesional, serta layanan pemeriksaan menjadi langkah nyata yang ditawarkan melalui agenda ini. Melalui peringatan Hari Ibu tahun ini, DWP juga menegaskan kembali peran strategis perempuan sebagai garda terdepan dalam menjaga kesehatan keluarga. Sehat itu berantai. Dimulai dari satu orang perempuan yang sadar, dampaknya bisa sampai ke satu generasi.
MALIKI ISLAMIC UNIVERSITY - Sebagai langkah konkret dalam menindaklanjuti Nota Kesepahaman (MoU) dengan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), rombongan Program Pascasarjana Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang melakukan kunjungan kerja ke kantor Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur, Senin pagi. Kunjungan ini bertujuan untuk mematangkan skema kerja sama strategis di bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
Delegasi UIN Malang dipimpin langsung oleh Wakil Rektor IV, Prof. Dr. Abdul Hamid, didampingi Direktur Pascasarjana Prof. Dr. Agus Maimun, Wakil Direktur II Dr. Sutaman, serta Ketua Program Studi S3 Studi Islam Prof. Dr. M. Fauzan Zenrif. Rombongan tiba di kantor PWNU Jawa Timur di kawasan Jemursari, Surabaya, pada pukul 11.08 WIB.
Kedatangan delegasi akademisi ini disambut hangat oleh jajaran petinggi PWNU Jawa Timur. Ketua Tanfidziyah PWNU Jawa Timur, KH. Abdul Hakim Mahfudz atau yang akrab disapa Gus Kikin, menerima langsung rombongan tersebut bersama Sekretaris PWNU H. Muhammad Faqih dan Wakil Ketua PWNU Prof. Dr. H. Maskuri Bakri. Kehadiran para pimpinan inti ini menegaskan komitmen kuat PWNU dalam membangun kemitraan jangka panjang dengan UIN Maliki Malang.
Dalam sambutannya, Gus Kikin mengapresiasi langkah cepat UIN Maliki dalam merealisasikan butir-butir kerja sama. Ia menilai model pengelolaan Ma’had (pesantren kampus) yang diterapkan UIN Maliki memiliki relevansi tinggi bagi pengembangan sumber daya manusia (SDM) Nahdliyin.
"UIN Maliki memiliki keunggulan integrasi antara pendidikan karakter pesantren dan tradisi akademik modern. Kami berharap ini dapat menjadi referensi untuk memperkuat tata kelola pendidikan dan pesantren di bawah naungan NU," ujar Gus Kikin.
Di bidang penelitian, kedua belah pihak sepakat untuk menggenjot kolaborasi riset dan publikasi ilmiah. Potensi ini didukung oleh keberadaan jurnal-jurnal ilmiah di lingkungan Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) yang telah terindeks Scopus, membuka peluang pertukaran peneliti dan penulisan artikel bersama guna meningkatkan reputasi akademik.
Sementara itu, pada aspek pengabdian masyarakat, UIN Maliki diundang untuk berpartisipasi dalam Kelompok Kerja (Pokja) Kehutanan Sosial. Hal ini menyusul diterimanya SK pengelolaan kawasan hutan seluas 100 hektar oleh PWNU, yang memerlukan pendampingan ilmiah dari berbagai disiplin ilmu untuk pengembangan ekonomi dan sosial berbasis komunitas.
Gus Kikin menekankan bahwa kolaborasi ini krusial untuk mengejar ketertinggalan dalam pembangunan kualitas SDM NU. Menurutnya, perpaduan keilmuan pesantren dan modern diperlukan untuk mencetak generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga matang secara spiritual dan berkarakter qana‘ah. (af)
MALIKI ISLAMIC UNIVERSITY - Ratusan mahasantri putra Ma’had Al-Jamiah Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang memadati gedung Islamic Tutorial Center (ITC) Kampus 3, Kamis, 4 Dsember 2025. Kehadiran ratusan mahasiswa ini bukan tanpa alasan, mereka berkumpul untuk mengikuti kegiatan strategis bertajuk penguatan moderasi beragama. Langkah ini merupakan bagian dari gerakan masif yang diinisiasi oleh Pusat Moderasi Beragama UIN Maulana Malik Ibrahim Malang guna mencetak generasi intelektual muslim yang inklusif dan cinta damai demi menyongsong masa depan Indonesia.
Kegiatan ini menjadi sorotan penting di lingkungan kampus, mengingat posisi mahasiswa sebagai agen perubahan yang rentan terpapar ideologi transnasional maupun pemahaman keagamaan yang ekstrem. Pusat Moderasi Beragama UIN Malang menyadari bahwa pembinaan intensif diperlukan untuk menanamkan lima nilai dasar moderasi beragama, yakni nilai kemanusiaan, anti-kekerasan, toleransi, ketaatan pada konstitusi, serta penghargaan terhadap budaya lokal.
Hadir sebagai narasumber utama dalam kegiatan tersebut adalah Muh. Faruq, M.Pd.I, utusan resmi dari Pusat Studi Moderasi Beragama UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Dalam paparan materinya yang berlangsung interaktif, Ia menekankan landasan teologis paling mendasar dalam beragama, yaitu kesadaran bahwa perbedaan adalah keniscayaan.
Beliau mengajak para peserta untuk merenungkan kembali konsep sunnatullah atau ketetapan Tuhan. Menurutnya, keragaman suku, agama, ras, dan budaya yang ada di Indonesia bukanlah sebuah kecelakaan sejarah, melainkan desain Tuhan yang harus diterima dengan lapang dada. Oleh karena itu, upaya penyeragaman secara paksa dinilai menyalahi kodrat penciptaan itu sendiri.
Dalam kesempatan tersebut, materi tidak hanya berkutat pada teori, tetapi juga pendalaman pada lima nilai utama moderasi beragama yang menjadi kurikulum pembinaan.
Pertama, nilai kemanusiaan, di mana agama harus menjadi jalan untuk memanusiakan manusia, bukan sebaliknya. Kedua, anti-kekerasan, yang menegaskan bahwa tidak ada satu pun dalil agama yang membenarkan kekerasan fisik maupun verbal atas nama Tuhan.
Ketiga adalah toleransi, yaitu sikap menahan diri dan memberikan ruang bagi orang lain untuk meyakini dan mengekspresikan agamanya. Keempat, taat pada konstitusi. Faruq menekankan bahwa menjadi muslim yang baik dan warga negara Indonesia yang baik tidaklah bertentangan. Ketaatan pada hukum negara adalah bagian dari komitmen keagamaan.
Terakhir adalah penghargaan pada budaya lokal. Mahasiswa diajak untuk tidak membenturkan agama dengan budaya, melainkan melihat bagaimana kearifan lokal dapat berjalan beriringan dengan nilai-nilai syariat, sebagaimana yang telah dipraktikkan oleh para Wali Songo.
Dengan langkah ini, UIN Maulana Malik Ibrahim Malang kembali membuktikan komitmennya tidak hanya sebagai pusat keunggulan akademik, tetapi juga sebagai benteng pertahanan ideologi bangsa yang merawat kebinekaan dalam bingkai keislaman yang moderat. (af)
MALIKI ISLAMIC UNIVERSITY -Semangat kolaborasi dan komitmen untuk memajukan pendidikan Islam kembali menggaung di lingkungan kampus UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. HMPS Manajemen Pendidikan Islam (MPI) berhasil menyelenggarakan Sharing Session sekaligus menjalin sinergi strategis bersama HMPS MPI Universitas Al-Hikmah Indonesia (UAI) Tuban. Kegiatan yang berlangsung pada Kamis (4/12) di Aula Lantai 2 Gedung Microteaching FITK ini menjadi momentum kuat untuk memperluas jejaring nasional dan memperkaya wawasan kepemimpinan mahasiswa, 5 Desember 2025.
Sejak awal acara, suasana tampak begitu hangat dan penuh energi positif. Para pengurus kedua HMPS aktif berdiskusi, saling bertanya, hingga menemukan kesamaan visi dalam mengembangkan organisasi. Ketua HMPS MPI UIN Malang, Ifan Rahmatulloh, menegaskan bahwa pertemuan ini jauh lebih berharga daripada sekadar kunjungan formal. “Kami percaya kekuatan organisasi mahasiswa terletak pada jejaring dan kemauan untuk saling belajar. Sesi sharing ini bukan hanya formalitas, tetapi komitmen nyata untuk meningkatkan mutu tata kelola HMPS kami,” ujarnya penuh optimisme.
Dari rangkaian diskusi mendalam tersebut, kedua organisasi sepakat untuk memperkuat kolaborasi melalui tiga fokus utama yang sejalan dengan Tridharma Perguruan Tinggi. Komitmen pertama adalah pertukaran pengetahuan organisasi. Kedua HMPS sepakat membuka jalur komunikasi rutin agar bisa saling berbagi strategi efektif dalam menjalankan program kerja, mengelola administrasi, hingga pola rekrutmen yang lebih terstruktur. Dalam sesi ini, HMPS MPI UIN Malang memaparkan inovasi digitalisasi administrasi yang telah diterapkan, sementara MPI UAI Tuban berbagi pengalaman seputar tantangan dan kreativitas mengelola kegiatan mahasiswa di wilayah pesisir.
Kolaborasi ini juga merambah pada pengembangan keilmuan mahasiswa. Keduanya berencana menggelar seminar dan webinar bersama yang membahas isu-isu terkini dalam Manajemen Pendidikan Islam. Bahkan, pintu untuk riset kolaboratif tingkat mahasiswa turut dibuka agar para pengurus dapat mengasah analisis akademik sekaligus memperluas jejaring ilmiah.
Tak berhenti di ranah akademik, kedua pihak juga menyelaraskan langkah dalam bidang Pengabdian kepada Masyarakat (PkM). Program bersama yang akan disusun ke depan diarahkan pada pemberdayaan guru, madrasah, dan pesantren melalui peningkatan soft skill serta literasi digital. Dengan menggabungkan kekuatan dua HMPS, program PkM ini diharapkan mampu menghadirkan kontribusi lebih besar dan berkelanjutan bagi masyarakat di wilayah Malang maupun Tuban.
Ketua HMPS MPI UAI Tuban turut memberikan apresiasi tinggi atas sambutan dan kesempatan bekerja sama. “Kerja sama ini menjadi pemicu semangat bagi kami. Dukungan dan insight dari HMPS MPI UIN Malang sangat berarti untuk mengakselerasi program kerja kami, terutama dalam bidang keilmuan dan PkM,” ungkapnya.
Sinergi antara HMPS MPI UIN Malang dan MPI UAI Tuban menjadi bukti nyata bahwa kolaborasi lintas kampus mampu melahirkan inovasi, memperluas wawasan, dan memperkuat solidaritas antarorganisasi mahasiswa. Langkah ini tidak hanya mencetak mahasiswa yang unggul secara akademik, tetapi juga menumbuhkan karakter adaptif dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat. Inisiatif seperti inilah yang menjadi fondasi penting bagi kemajuan pendidikan Islam di Indonesia.
MALIKI ISLAMIC UNIVERSITY -Prestasi membanggakan kembali ditorehkan mahasiswa UIN Maulana Malik Ibrahim Malang di kancah internasional. Dalam ajang bergengsi Seoul International Invention Fair (SIIF) 2025) yang berlangsung pada 2–5 Desember 2025 di COEX Conference Center, Seoul, tiga delegasi terbaik UIN Malang berhasil mencuri perhatian juri internasional melalui karya inovasi berbasis teknologi yang mereka kembangkan.
Mereka adalah M. Fikran Pandya (Psikologi), Fairuz Ardhan Haunan, dan Raihana Hesti Rosemawardani (Saintek), yang menghadirkan sebuah gagasan segar bertajuk “UBORO: Rent Anything, Anywhere”. Aplikasi ini menawarkan konsep penyewaan barang layaknya marketplace namun dengan fokus pada shared economy, sehingga memungkinkan masyarakat saling berbagi, menyewa, dan memanfaatkan barang secara lebih efisien.
Dengan desain aplikasi yang ramah pengguna serta konsep ekonomi berbagi yang menekankan pengurangan konsumsi berlebihan, tim UBORO sukses memberikan jawaban atas tantangan global terkait keberlanjutan dan gaya hidup hemat sumber daya. Melalui presentasi yang persuasif dan demonstrasi inovasi yang matang, ketiganya mampu bersaing dengan para inovator dari berbagai negara.
Upaya keras tersebut berbuah manis ketika nama mereka diumumkan sebagai penerima Bronze Prize SIIF 2025, sebuah penghargaan prestisius yang diberikan kepada inovasi yang dinilai memiliki kebaruan, kebermanfaatan, serta potensi pengembangan di masa depan.
Prestasi ini tidak hanya menjadi kebanggaan bagi ketiga mahasiswa, tetapi juga menjadi bukti bahwa generasi muda UIN Malang mampu tampil di panggung dunia dengan solusi inovatif yang berdampak. Melalui “UBORO”, mereka menunjukkan bahwa kreativitas, analisis kebutuhan masyarakat, dan teknologi dapat berpadu menghasilkan perubahan nyata.
Dengan diraihnya Bronze Prize ini, tim UBORO berharap aplikasinya dapat dikembangkan lebih jauh dan memberikan kontribusi nyata dalam mendorong budaya berbagi, efisiensi penggunaan barang, serta ekonomi yang lebih berkelanjutan di masa depan.